
Masih saja dia konsentrasi untuk mendapatkan informasi dimana keberadaan Anton.Yang disinyalir adalah kekasih hatinya Vani secara perasaan dan raganya berada dalam sati harapan jelas bahwa dia sangat menginginkan sebuah kejelasan mengapa Kekasihnya mencoba menghindar begitu saja sampai membuat bingung banyak orang salah satunya Andra dan Aga hingga ia berusaha bertanya lebih tepat.
"Memangnya kita mau nyari siapa seeh bang?"Tanya Aga serius mendekap Andra dengan erat.
"Nyari Anton,kekasihnya Vani.Katanya dia ga bisa dihubungin dan itu sudah beberapa kali juga aku ikutan hubungin dia malahan ga ada balasan."Jawabnya sambil konsentrasi menatap kedepan.
"Ooo,,,lagi ngambek dia.Yang ngambek parah siapa bang?"Kembali pertanyaan itu muncul.
"Ya Vani lah.Kan dia sayang banget sama Anton,trus karena ada sedikit masalah yaaa sebuah drama yang dibuat bang Adrian itu mengaitkan Vani sebagai kekasihnya.Malahan Anton ga terima!"
"Lho kok bisa,rumit aja padahal kan cuman sandiwara.Atau sikap bang Adrian itu sangat terpancar auranya untuk menjalin cemistry antara Mba Vani sama bang Adrian itu yang bikin cemburu Anton.Emang dia temperament seeh aku lihat!"Seloroh Aga yakin.
Tiba-tiba Andra menghentikan motornya dipinggir jalan.Pas banget ada yang jual bakso malam-malam,kayaknya enak tuh dingin-dingin makan bakso.
Ciiiiiiit,,,,,"Emang kamu tahu,siapa Anton."Berhenti mendadak.Sampai nempel banget Aga sama punggungnya Andra,kesel juga cari-cari kesempatan.
"Adoooooooh,,,bang Andra neeh cari-cari kesempatan ya Berhenti mendadak ditempat sepi lagi."ngegas ga terima sama kelakuannya.
"Maaf deh,,,tapi kita berhenti tuh ga ditempat sepi.Tuh lihat ada yang jual bakso.Mau?"
"Whaaaah,mana-mana!"Kegirangan mencarinya.
Sambil nunjuk kearah trotoar,emang dasar ya Aga kalau kegirangan.Benda segede apapun ga bakalan kelihatan sama matanya.Entah serasa hilang kemana.Turun aja dia menuju tukang bakso dan pesen.Andra pun pasrah aja ngeliat dia pesan dengan porsinya sendiri.
"Pak,,,bakso ya dua porsi kalo saya tambahin kuahya,,,kalau bang Andra !"Menoleh kearahnya dengan senyum menawan.
"Iiiiihhhhh,,,senyummu.Mengalihkan siang kemalam!"Gerutunya kaget.
"Hehehehehe samain ya bang?"Tanya lagi.
"Iya deh,sama.Kan misi kuta juga sama saat ini!"Jawabnya sambil mencari tempat duduk.
"Dua pak ya,,nanti anter kesana aja.Makasih pak!"Bergegas mendekati Andra yang terasa kecapean banget setelah seharian kerja malahan ada tugas khusus.
"Kenapa bang,,ada yang difikirkan ya?"Tanya Aga semakin penasaran.
"Gimana nasib gua ya besok,,apa diganti aja.Gua mau libur aja kalau kayak gini."
"Ya ga pa-pa seeh.Yang penting ada barista besok,atau aku handle deh kerjaan abang.Biar abang libur gimana?"Menawarkan diri.
"Emang lu kuat jadi barista sama Waitrees?"Heran deh kalau kerjaan bagus aja segera banget diembatnya.
"Serahin sama gua bang,kalau-kalau Mba Vani ga bisa masuk juga gimana?"
"Naaah,itu yang lagi gua fikirin Ga.Kalau Vani ga masuk trus aku libur mau gimana coba?apa besok bang Andra yang handle semuanya!"Kembali mengeluarkan idenya.
"Astaga bang,emang barista cuman bang Andra sama mba Vani aja.Kan masih banyak,gimana seeh.Banyak fikiran sampe bingung siapa yang akan jadi penggantinya antara abang sama mba Vani yaaaa!"Senyum-senyum menggodanya.
"Iya juga seeh.Tapi.kalau kamu bisa naik aja jadi barista nanti aku deh yang ajarin sampe jago."Tawar Andra yakin.
"Ga dulu deh,,bang.Tapi,,,,"Belum selesai ngobrol harus terputus oleh tukang baksonya yang datang membawakan dua porsi bakso untuk mereka
"Permisi mba,mas silahkan ini baksonya ya!"Sambil menaruhnya dimeja mereka.
Mendongak dengan senyuman manis Aga pun memberikan sebuah ucapan"Makasih pak!"
"Awas loe jangan pedes-pedes kalau ngasih cabenya.Ntar juga yang repot siapa?"Langsung aja Andra mendapati Aga tengah mengambil cabe sesedok penuh.Langsung aja ia meringis dan kembali menenggelamkan dan terlihat mengambilnya pun ga terlalu banyak
"Hehehehehe,maaf bang khilaf."Cengar-cengir sambil memulai mengaduk-aduk kuah baksonya.
"Kamu tahu kan,,,kalau udah sakit lambung bahaya.Jangan pedes-pedes masiiiih aja uji nyali."Kesel juga liat anak model satu neeh.
"Ya setidaknya ga banyak-banyak aku makan cabenya bang!"
"Iya tahu tapi kalau udah overdosis.Palingan kamu berbaring di ICU dan berharap tidak akan makan pedas-pedas dengan tangisan drama kamu kan.Tapi kalau udah sembuh lupaaaa segalanya!"
Lagi dia meringis dan menjawabnya.
"Ya maaf,namanya ngidam pedes kan ga pa-pa bang."Jawabnya sambil mengunyah basonya.
"Setidaknya kan ga gila kayak bang Andra yang suka pedeeesss!"Masih saja mengelaknya.
"Tapi itu bahaya Gaaaa,,,tahu ga.Kalau kamu yang sakit siapa yang ngerawat yaaa gua.Siapa lagi!"Melanjutkan menikmati semangkok bakso.
"Tapi bang kalau neeh misalkan mas Anton ga mau balikan sama mba Vani gimana ya.Apa beneran ada yang patah hati dan serapuh itu?"Tanya Aga penasaran.
"Ya mau gimana,kan dari Antonnya mau ga dia ngerti kalau itu hanya sebuah sandiwara yang sangat apik dengan tambahan romansa dari bang Adrian yang seakan meluapkan rasa sedihnya itu dengan menjadikan Vani sebagai kekasih boongan dan berubah menjadi lebih dari boongan.Gimana menurutmu?"
Menghentikan makannya dan menjawab kalimat seriusnya"Mereka jadian gitu bang?"Melotot kearahanya.
Mengangguk pasti,lalu rasa itu berasa dalam disetiap kehidupan Vani lalu datang pangeran yang benar-benar menyentuh hatinya dengan segenap jiwanya"Ya memang kalau mereka jadian juga ga masalah buat gua.Gua juga tahu dimana perasaan sesungguhnya itu datang!"Sambil menatap langit.
"Abang cemburu ya!"Sentil Aga heran.
Segera menoleh dan menjawab dengan bingung.
__ADS_1
"Yaa,,,ga tahu juga seeh.Heheheheh!"
"Dasar aneh.Ada rasa tapi entah dimana berada saat ini,ckckckck."Sambil geleng-geleng kepala.
"Lalu kita mau cari mas Anton dimana bang?ga tidur kita nyari dia.Susah lho nyari orang kayak dia."Sepertinya Aga mulai nyerah.
Terhenti dan berfikir lagi,lalu ia mencoba berkata lagi dengan sebuah jawaban."Iya juga ya,ini aja udah setengah satu malem.Apa kita mangkal jadi Open BO?"
"Mulutmu bang,indah banget kalau berkata.Emang abang yang tega menjual kecantikanku ini.Ga sadar kalau aku tuh masih saudara jauh abang?"
"Tapi kan sekarang kan udah deket,makan bakso bareng!"Jawabnya kesal lagi."Adaaa aja yang kamu omongin ya.Pembelaan terus!"
"Iyalah.Emang gua barang dagangan open BO?"
"Hahahahahaha,engga mungkin ya.Pasti pada nolak ya.Hahahahaha!"
Tawa Andra rasanya begutu bahagia sampai hatinya sakit tapi ga berdarah.Ga ada sama sekali pendarahan yang berlangsung lama sampai keduanya kembali untuk mencari keberadaan Anton.
"Sebenarnya dia tuh sembunyi dimana seeh.Susah banget dicari!"Sambil tengak-tengok setelah keluar dari club malam yang biasanya ditempati Anton sebagai tempat kesenangannya.
Dipingiran parkiran dia juga tidak menemukan siapa yang dimaksud,biasanya ada tapi entah kemana dia ya."Haduuuh bang.Udah malem,udah kenyang.Pulang yuuuuk.Besok aja kita cari lagi,juga besok masih banyak waktu kita untuk mencari dia."Keluh Aga yang mulai nyerah.
"Ya udah,kita pulang.Aku telpon bang Adrian dulu biar dia ga khawatir sama kita berdua."
"Heee,,,,eem!"Jawab Aga mengangguk.
Lalu dia mengambil ponselnya dan menghubungi Adrian dimana dia malahan ketiduran disofa dengan lelap.Suara ponselnya juga membuat pejaman matanya segera terbuka untuk melihat siapa tengah menghubunginya malam-malam gini.
"Oooh Andra!"Mengangkat dan mendekatkan ketelinganya"Halooo ndra,gimana ada kabar soal Anton?"Sambil memijat tulang hidungnya.
"Ga ada bang,gimana kalau besok aja kita cari lagi.Juga katanya tumben juga dia ga dateng ke clubbing biasanya gitu!"
"Oooh,ya udah kamu pulang dulu deh istirahat ya.Besok ga usah kerja,biar januar dan evan yang gantiin kamu ya.Trus sorenya kamu atur sendiri siapa gitu."
"Oke deh bang,,,makasih ya!"
"Kamu nyari sendiri apa sama siapa?"Tanya Adrian penasaran.
"Biasa sama Aga,biar ga tambah ngantuk gitu ada keseruan sama dia!"
"Ya udah nanti bilang sama Aga libur juga deh.Makasih ya bantuannya."Suara paraunya begitu berat.
"Oke deh bang,lanjytkan mimpinya semoga ketenu Vani dalam mimpi,hahahaha!"
"Huuuuhhhh,"Seketika Andra menghela nafas panjang.
"Kenapan bang?diomelin sama bang Adrian!"
"Ya enggalah.Ada kabar baik buat kamu!"Memberinya sebuah kejutan.
"Apaan?"Seketika matanya berbinar saat tadi masih sayu-sayu mau mabok gitu.
"Besok luuu libur!"
"Huuuuuh,,,itu mah emang skejulku libur bang.Gimana seeh bete deh!"Sambil nampol bahunya.
"Ooooh,kamu libur skejulnya.Ya maaf,heheheh."Mengambil helem dan memasang safety,lalu juga dirinya masangin punya Aga.
"Trus abang besok libur juga ga?"
"Iya,,,special dapat bonus dari bang Adrian."Memberinya senyum manis.
"Cieeee,asyik dong.Tumben ya kita liburnya barengan.Besok jalan-jalan ya!"Semangat Aga kembali muncul.
"Iyalah kita jalan,kan nyari mas Anton belum ketemu!"Jawabnya lemes.
Sambil garuk-garuk lehernya."Iya juga ya.Kan belum ketemu hehehehehe!"
"Ayo naik,kita pulang."Ajaknya menaiki motor vespa piagio berwarna hitam metalik khas anak retro.
"Untung tadi udah makan bakso.Ga jadi laper deh heheheheh!"
"Iya kita bisa langsung istirahat."Jawabnya senang.
"Oke jalan sama abang seru juga ya,hehehe!"
Dalam perjalanan pulang kerumah tepatnya saat ini tengah malam pun masih saja ada rasa hangat bila bersamanya,juga malam ini pun buat Adrian adalah ketiduran disofa hingga pagi hari.
Perjalanan untuk menemukan seorang Anton pun masih cancel dan sepertinya menjadikan hari istirahat buat Andra dan Aga hingga esok kembali dalam rentetan mentari pagi bersama hangat dan nyenyak.Hingga malam larut kedunyan sampai diapartemen milik Andra dan seperti yang dibicarakan tadi,Aga paling ga suka kalau tinggal sendiri jadi ya ikutan numpang biar rame juga bisa dirasakan sebagai teman terbaiknya.
"Selamat malam bang,,,semoga tidurnya nyenyak ya!"Langsung aja nyelonong masuk kedalam kamarnya.
"Ya langsung tidur.Jangan cari wangsit,gagal terus capek iya!"Selorohnya masuk kedalam pula.
"Hehehehehehe iya juga seeh!"Jawabny masih nyantol dipintunya.
__ADS_1
Belum sempet ngomong baru buka mulut udah ditutup aja pintunya"Baaa,,,ng."
Cekleeekkkk,,suara pintu pun tertutup rapat,,,,
"Iiiiih bang Andra ngeselin.Cuek ma aku!"Bete juga deh sampai nutup pintu dan tiduran tanpa ganti baju.
Didalam kamar pribadinya Andra,,dia sejenak bersandar dijendela luar dan menatap langit yang masih gelap,melihat jam tangan sudah jam 02.00 pagi.Kalau aku menatap langit siapa yang aku senyumin ya.Entahlah kenapa selalu terbayang oleh dirinya.Lalu dirinya berada dalam hal penuh rasa dingin.
"Kenapa secepat itu ya,Vani ditinggalkan oleh Anton.Padahal mereka tuh cuman sandiwara,tapi kalau aku liat Andra masih bimbang memilih siapa antara Vani atau lainnya."Memikirkan seraya menguap lebar,rasanya ga kuat kalau harus tetap memikirkan dia sendirian,lebih baik istirahat dan melepaskan bajunya,gerah juga kalau ga mandi,melihat kamar mandi males banget langsung aja rebahan dan tenggelam dalam mimpinya.
Vani menoleh dan melihat Cinta begitu nyenyaknya tidur sampai tersenyum manis kepadanya,hebat juga ya bang Adrian bisa ketemu cewek secantik dan segemes dia.Pengen banget punya adik seperti dia,ga kayak Aga ngedumel aja.Ribut sana sini dan kadang bikin kesel tapi ngangenin,aaah sudahlah esok akan aku pikirkan lagi bagaimana aku mendapatkan info tentang mas Anton.
Huuuh kenapa seeh dia sama sekali ga percaya kalau aku bikin sandiwara buat Cinta supaya dia ga terlalu sayang sama bang Adrian,tapi malahan aku kena masalah hati.Sepertinya hatiku tengah diuji dengan siapa aku bersama pria yang aku cintai.Menatap langit-langit masih saja gundah hingga dirinya pun tak sadar hingga terlelap dalam buaian malam bersama Cinta.
Sayang kali ini aku terhalang oleh seorang pria seperti Adrian,bayangan itu membuat Dennis sama sekali ga habis fikir saat dia bisa bertemu bahkan membuat sebuah obrolan untuk masalah Cinta.Apa mungkin dia benar kalau Cinta hanyalah adiknya atau ada sesuatu dibalik itu semua.
"Aku harus bilang apa soal Cinta,aku beneran suka dan benar-benar cinta.Mana mungkin aku harus bersikap tidak adil kepadanya.Huuuuh,,,kenapa juga tante Mila sama sekali tidak merestui kedekatanku sama Dia padahal untuk mendapatkan Cinta adalah pilihan terbaikku!"Bergegas turun dari mobil,membuka pintu rumahnya.Pasti Selvi udah tidur,apa aku harus memastikan semuanya baik-baik saja ya.
Berjalam menuju kamarnya,membuka sedikit pintu kamarnya.Oooh iya dia telah tidur,kembali menutup pelan dirinya pun menuju dapur mencari kesegaran hati dan jiwanya dalam segelas air mineral penuh lalu menghabiskan sampai tak tersisa.Kembali menuju kekamar dan merebahkan seluruh raganya dalam setiap tenggelam dalam malam larut.
Esok kembali segar,,,cukup jelas buat Vani untuk menyapa pagi hanya dalam senyum dan renungan tak berarti.Hati ini tengah dalam keheningan larut oleh semalam,sehingga ia segera membereskan dirinya dan tampil seperti biasa.
Tak lama pun senyum hangat dari Cinta menyapa Vani ketika ia tengah berdandan didepan meja riasnya."pagi kak,kok udah bangun duluan seeh?"beranjak bangun serta merentangkan tangan menyapa pagi dengan bahagia.
"Mandi sana,,,udah waktunya sekolah lho!"Kata Vani mengingatkan.
"Heheheheheh,males banget sekolah pagi ini.Ga biasanya aku semalas ini kak!"Beranjak turun dari ranjang masih saja sempoyongan menuju kamar mandi.
"Dasar anak sekolahan,selalu deh seperti itu.Males bangun dihari awal minggu!"Mengumbar senyum,selesai juga deh.Saat turun kebawah dan buat sarapan untuk bang Adrian,Cinta juga.
Langkahnya memang sungguh dipenuhi oleh rasa pelan dan masih berharap ada hal cerah disetiap makna yang akan dibuat oleh Vani.Bersikap tenang dan baik-baik saja.Malahan ia terfokus pada sosok pria tengah terlelap disofa hingga membuat hatinya tersentuh,sampai ga sempet buat tidur dikamarnya.
"Astaga bang Adrian, kok ga tidur dikamar seeh!"Menghampiri seraya menyentuh bahunya.
"Bang,,,bangun bang udah pagi lho!"Sapanya hangat memberinya senyuman.
Seketika dia terbangun,sangat berat untuk dibuka dengan cepat,kaget pula saat melihat wanita yang tengah ia lihat adalah seoranvg yang dikenalnya."Haaaah,Vani.Kamu kok disini?"
"Heeemmm,,,,sok sok an ga inget abang ya.Siapa yang nyuruh aku nginep sini coba?"Bersedekap kembali mengingatkan semalam.
Meringis dan sadar pula ketika kalimat itu perlahan menembus saraf-saraf ingatannya.
"Iya ya,siapa yang nyuruh?,eemmm,,,bantuin bangun dong!"Mengulurkan tangan.
"Hadeehh,,,minta bantuaan,,, lagi.Ayooo!"Mengulurkan tangan.
Senyum sinis pun tersirat cepat dalam bibir Adrian,,,,seketika jahilnya pun ia berikan dengan tepat."Maaf ya!"
"Untuk apa?"Mengernyitkan kening.
Tak lama kemudian dia menarik tubuh Vani hingga jatuh kepelukan Adrian.Kaget juga,jahil banget dan jahat banget aku dibuat tak berdaya hingga mematung beberpa saat lalu tersadar dirinya berada diatas badan kekasihnya."Haaaah,abang.Jahat banget seeh?"Ga bisa bangun karena secepat mungkin Adrian mendekap pinggul Vani dan tawanya begitu lepas dan bahagia melihat pandangan kesal dari sang korban cinta sesaat.
"Bang lepasin!"Berusaha melepaskan.
Kejadian tersebut pun terekam jelas dalam dua mata pandangan Cinta hingga ia terkejut mwlihat dari atas dan segera menutupnya."Adegan apa itu?"Rengeknya geli menakutkan.
"Bang lepasin."
"Enggaaa,kasih ciuman baru aku lepasin!"Candanya menggoda.
"Apaaaa?,kita kan pacar boongan.Jangan seperti ini deh bang.Pleace lepasin aku."
"Cium aku dulu baru aku lepas."Lagi menagihnya dengan susah payah.
Memalingkan wajahnya dan memberikan pipinya yang gemas."Kok pipi?"Menyipitkan mata.
"Trus apa?"
"Bibirmu yang tipis dan imut itu!"Meringis berharap dia memberikannya.
"Ga usah kebanyakan ngarep deh.Lepasin."Pintanya meronta.
"Cium dulu!"Tenaga Adrian memang kuat untuk mendekap seorang wanita seperti Vani.Memang ada hal yang harus ia dapatkan selain menjadi kekasih boongannya.Hal unik yang mungkin dengan terpaksa diberikan oleh Vani atas pemaksaan.
"Iiiiiih,iya-iya."Antara takut,geli dan ga bisa dibayangkan lagi apa rasanya ketika hatus menyatukan dua bibir dalam satu kenikmatan.
Senyum manis Adrian sangat menyambut kedekatan ini dan ciuman itupun terjadi,tak sadar mereka melakukannya dengan perasaan dan begitu nikmat tanpa ada perasaan bersalah dari keduanya.Bahkan Cinta pun bergegas pergi naik keatas dan tak bisa mengagalkan adegan mesrah itu.Ciuman itu semakin manis dan tajam hingga keduanya lupa untuk mengakhirinya.
Antara nafsu atau sebuah keinginan telah meracuni keduanya untuk mendapatkan ******* terbaiknnya.Perlahan melepaskan sejenak keduanya saling berpandangan,Vani semakin menggoda hingga menggigit bibirnya seakan menginginkannya lagi.Dan keinginan itu disanggupi oleh Adrian hingga keduanya perlahan melepaskan dengan berat.Masih dalam pangkuan sang kekasih tenyata itu hanyalah kenikmatan sesaat yang harus diakhiri oleh sang wanita.
"Sudah bang,,,jangan lagi!"Wajah sedihnya pun muncul hingga ia beranjak berdiri dan pergi serta mengusap bibirnya.
"Uuufffhhhh,gilaaa.Kenapa aku harus menikmati ciuman itu sama Vani ya!"Menyesal juga sambil menyadarkan tubuhnya kembali dan mendekap kepalanya.
Sedih kembali dirasakan oleh Vani,ia menangis dan ga bisa lagi berkata.Sekejam itu Adrain memperlakukan aku sebagai kekasihnya,padahal ini sandiwara yang tepat untuk memastikan Cinta tidak lagi mendekati dan berharap lagi.Tapi kenapa bisa sejauh ini.
__ADS_1