
Setelah mengobrol bersama sang kakak,akhirnya segera juga untuk tancap ga kerumah Cinta yang lumayan jauh untuk ditempuh.Seperti biasa banyak sesuatu tersembunyi dalam Cinta untuk mengulik seberapa bencinya sang Tante terhadap dirinya Dennis sampai harus berteman,itupun membuat hatinya semakin kacau saja saat ini.Apa benar ya,ada masa lalu penyebab dari kedekatanku yang sangat tidak disukainya.
Mengapa harus bersikap santai dan ga ada masalah,padahal aku sama sekali menginginkan sebuah kedekatan lebih dari hubungan sayang ini kepada kak Dennis.Apa nanti aja ya aku tanya sama dia sesungguhnya ada apa sama dia.
"Kamuuuuu,ga pa-pa kan Cinta?"Sambil menoleh,heran kenapa bisa diam begitu ya sejak habis telpon sama Adrian?
"Engga kak,emangnya kenapa?"Menoleh dengan wajah serius pula.
"Kenapa habis kamu telponan sama kak Adrian malahan kamu jadi murung,pendiam lagi.Memang ada kata yang menyinggungmu saat menelpon dia?"
"Gaaaa ada,itu cuman capek aja kali ya.Kakak dan kak Yosha sama Kak Emma apa ga capek gitu membuat sebuah makala interview untuk kita.Emangnya ga capek atau malas gitu?"Kembali mengaduk fikirannya untuk menghilangkan jejak yang berguna baginya.
"Buat apa capek segala,itu seru lho buat kita.Kita tuh bisa tahu siapa yang pantas untuk mendapatkan apa yang dimaksud dengan prestasi yang lain dari yang lain dimana kita bisa memilih beberapa orang atau satu orang dengan tepat."Jawabnya menjelaskan.
"Kenapa emangnya kinerja Alessa dan Karmen jelek ya sekarang,sampai harus membuat gebrakan baru untuk kita bertiga."
"Memang seeh mereka ga jelek-jelek amat,tapi secara materi ga ada yang dipetik baiknya dari mereka.Ga ada satupun hal yang baik nancap dikepala mereka.Yang ada hanya sebuah saingannyang ga mungkin bisa mereka selesaikan dengan kepala dingin."
"Jorokin aja kefrezeer mereka,pasti udah bakalan sehat kembali,heheheheh!"
"Bisa juga kamu ya!"Sambil menoleh,kembali untuk mengemudi.
"Tapi nanti sampai rumah mau dimasakin apa ?atau minum aja?"Kembali Cinta menawarkan sebuah kehangatan seorang tamu.
"Apa aja deh,yang penting kamu ga repot dan membuat kamu senang menerima aku!"Memberinya senyum.
"Oke deh kak,makasih atas perhatiannya ya.Aku seneng banget bisa sama kak Dennis.Udah baik,cakep,dewasa ga pernah marah dan flexible."
Tawanya lepas dan memeluk bahunya.
"Emangnya kamu belum pernah liat aku marah ya!"Mencium rambutnya.
Mendongak dan menjawabnya.
"Engga,emang gimana kalau lagi marah?"
"Ya belum dapat feelnya seeh.Kalau udah dapat baruuu.Kamu akan tahu gimana seorang Dennis akan marah besar pada seseorang yang bahkan ia cintai."
Action rasa takutnya,Cinta menampakkan wajah lucunya"Hiiiiiii,,,,takuuuuut.Apa aku akan dilipet dilemari ya!"
"Hahahahhah,ngapain juga dilipet dilemari.Ya aku kasih pewangi dong biar ga kusut dan bau apek"Jawabnya sambil memainkan tangannya.
"Hiiiii,kak Dennis jahat sama Cinta!"
"Kumat deh manjanya?Gemesin!"Sambil nyubit pipi cabbynya.
"Ini deh yang ga bisa kakak lupain,manjanya kamu.Cantiknya kamu,apalagi manisnya kamu membuat kakak tuh jatuh hati sama kamu.Yakin itu!"
"Beneran kak,yakin!"Tanya lagi memastikan.
"Iya dong,apalagi mama seneng banget liat kamu deket sama aku.Tapiiii ga tahu deh sekarang gimana?"Jawabnya sungguh membuatnya heran.
Mengernyitkan kening,agak heran kenapa kak Dennis bisa bilang kayak gitu seeh.Ini kan jadi pertanyaan baru buat aku.Apa memang ada sesuatu selama ini.
"Gimana maksdunya?"
"Gini ya.Kita ga tahu nanti gimana kita akan menjalaninya.Semua akan ada baiknya bila kita bisa menyelesaikan masalah itu dengan hati-hati.Semua ada masanya saat kita busa melakukan yang terbaik,nanti siapa yang akan menilai kita akan tahu sendiri!"
"Ooooo,terlaku berat deh kak ya.!"Jawabnya pasrah.
"Engga juga.Kita kan belum sampai ranah yang sejauh itu.Jelas kita harus fokus sama sekolah terutama kamu,masih jauh kan perjalanannya."Ujarnya meyakinkan.
"Iya juga seeh kak,apa itu mungkin yang menyebabkan kita tidak direstui secepat ini.Butuh waktu yang tidak sedikit untuk sebuah persiapan kita?"
"Mungkin juga."Jawabnya singkat.
Perjalanan itu membuat hubungan keduanya swmakin dekat secara hati yang bersama dalam satu masa dimana sebuah ketidak tahuan masalah sebenarnya membuat Dennis masih yakin bisa bersama Cinta walau cukup jelas tentang masa lalu yang belum bisa dia ungkap tanpa sebuah persetujuan dari tantenya.
Sampai juga dirumah pribadi Cinta,sudah seharian ia meinggalkan rumahnya dan memilih untuk tinggal bersama kakanya.Sampai kangen banget ingin berada disini seharian.Ada juga yang menemani pasti akan lebih memberikan banyak makna baik untuknya.
"Kakak ayo masuk,aku buatkan minuman dan aku masakin lho.Gimana?"Tawarnya melebarkan matanya penuh senyuman.
"Boleh juga,aku sudah merasa lapar lho hehehehe!"Jawabnya semangat untuk keluar dari mobil.
"Ayolah kak,aku turun duluan ya!"Pintanya keluar dan berlari kecil menuju pintu depan dan membukanya.
Masih mengawasi sekitar,suasannya masih sepi juga.Heran diperumahan ini cukup sepi dan jarang ada orang jalan-jalan kali ya.Menoleh dan mendapati Cinta sudah hilang dari pandangannya segera dia menyusul masuk kedalam.
"Cinta kamu dimana?"Sembari masuk kedalam tengak-tengok mencari keberadaanya yang masih belum diketahui sampai masuk kedalam.
Enak juga rumahnya,luas dan sejuk tertata rapi.Langit-langitnya juga tinggi,apalagi ini kan bangunan belanda.Jadi sangat nyaman untuk ditepati.Mencoba duduk dan melipat kakinya masih pandangan demi pandangan kembali dirasakan oleh Dennis saat menunggu keluarnya penghuni rumah.
Tak disangka,ia keluar dari kamar pojokan dengan pakaian santai dan senyumpun menyapa Dennis saat ia kembali menyapanya."Kaget kak ya.Tiba-tiba muncul heheheheh!"
"Engga juga.Emang kamu tuh suka gitu kan ngilang ga jelas baliknya juga ngagetin.Jadiiii ya biasalah aku merasakan itu semua!"Jawabnya yakin.
"Kakak mau minum apa?"Menghampirinya duduk disampingnya.
"Apa aja deh,yang penting ga bikin ngantuk aja gitu!"
"Oooo kopi ya!"Beranjak berdiri menuju dapur untuk menyiapkan minuman buat Dennis.
"Tapi jangan terlalu pahit dan terlalu manis.Sedeng aja,ada aroma pahitnya lebih seru deh!"
Mendongak dan berhenti sejenak bak pantung menatap penuh tanda tanya,lalu jawaban untuk Dennis membuatnya geli.
__ADS_1
"Kakak,ini bukan cafe ya.Ga terima request yang aneh-aneh ya!"Sambil nunjuk kearahnya penuh kekesalan.
"Heheheh,kan tadi nanya pesen apa sama aku?"Tanya balik.
"Tapi ya ga segitunya kali kak,Setidaknya tidak membuatku bingung.Kan ini sama aja membingungkan,atau mau coba dulu rasanya ya?"Tersenyum mengambil meletakkan disauser membawanya kearah meja tengah dimana Dennis duduk santai.
"Minuman sudah siap,selamat menikmati!"Sambil menaruhnya dimeja.
"Heeemm,harum juga aromanya.Pasti enak ini!"Ujar Dennis segera menyeruput kopi buatan Cinta.
"Gimana rasanya kak,nikmat gaaaa?"Godanya.
"Heeemmm,rasanya unik.Seperti yang buat,heheheh!"
"Bisa aja kak!"Ujarnya geli pula.
"Kayaknya udah sore banget,boleh aku pulang?atau nginep sini!"Memberikan opsi terbaik untuk Cinta.
"Tapi kalau kakak nginep gimana sama Selvi coba,dia kan sendirian.Atau nanti aku dijemput sama Kak Vani aja biar nanti kak Dennis nemenin aku."
"Trus,kosong rumahnya.Kamu juga sendirian lho,aku khawatir dong kalau kamu sendirian, selama ini kan kalau ga kak Vani juga ada Kak Adrian,gimana kalau aku temani aja.Sendiri itu menyesatkan."Kembali menuangkan rasa sayangnya.
"Apa ga repot kak Dennis nungguin aku?atau aku kabarin dulu kak Vani supaya bisa datang kerumahku dan jemput aku!"
"Repot amat Seeh,ga pa-palah sekali-kali aku nginap disini.Juga palingan Kak Adrian setuju."
"Aduuuuh,gimana ya!"Tambah Bingung juga Cinta bayanginnya.
"Pilih mana telpon kak Vani dan datang malam-malam kesini lalu bawa kamu lagi,atau aku temenin aja.Juga kak Adrian masih banyak waktu buat sahabatnya kan?"
Meringis geli,lalu memberikan sebuah jawaban.
"Iya deh.Tapi jelas aku hubungin kak Vani dulu supaya dia ga khawatir lho.Anak bungsu dari dua bersaudara dari kak Adrian sama kal Vani,gimana?"Mengulang sebuah ide untuknya.
Menghempaskan dirinya disofa dan melayang bagai diawan memastikan semua akan baik-baik saja."Boleh juga,aku tunggu jawabannya!"
Segera Cinta menghubungi Vani dimana ia tengaj sibuk mengerjakan beberapa pembukuan didepan laptop diruang kerjanya."Ooooo,Cinta kenapa dia ya?"Langsung mengangkatnya.
"Haloooo sayang,ada ini?kangen sama kakak!"Mengumbar senyum diujung sana.
"Kak,nanti kak Adrian pulang ga?"
"Ga tahu ya.Bilangnya tadi seeh mau jemput aku,kalau ga jemput aku naik taxi aja kenapa?"Tanya balik menghentikan kesibukannya.
"Ini aku kan lagi dirumahku ada kak Dennis,dia nantangin mau nemenin aku dirumah malam ini.Kalau kak Vani gimana?mau pulang kerumahku atau dirumahnya kak Adrian!"Memberikan pilihan terbaiknya.
"Enaknya kamu gimana,kalau kakak dirumahnya bang Adrian seeh.Brani tinggal sendiri,tapi sepiiiii.Kamu mau tanggung jawab!"Tiba-tiba nada cepatnya bikin mikir lagi buat Cinta.
"Heheheheheh,jadi aku kerumahnya kak Adrian dan tinggal sama kak Vani ya!"
"Ya udah deh,jadi aku kerumahnya kak Adrian dan nemenin kak Vani berduaan semalaman?"
"Iyalah,kamu kan adik yang pengertian.Kamu mau dibawain apa nanti.Kakak udah siapin lho kue baut kamu,sama coffee atau lainnya?"
"Apa aja deh kak.Yang penting aromanya ga hilang deh dari penciuman Cinta."
"Oke bisa diatur Microwave kan ada dirumah,hahahahah!"Jawabnya ngakak.
"Heemmm,,,,kalau itu aku juga tahuuu kak.Jadi deal ya aku nemenin kak Vani dirumahnya kak Adrian.Ga dirumah pribadiku ya!"Jawabnya polos.
"Iya sayang,kakak tungguin disana ya.Biar ga sendirian,masak rumah segede gitu yang ninggalin cewek secantik kakak.Masak ga ada kembarannya seeh!"Kembali menggodanya.
"Heheheheh,jadi kita kembar ya kak!"
"Engga juga!"Jawabnya kembali ngakak.
"HAAAAH,TADI APAAN COBAAA?"Teriaknya lantang.
"Mana gua tahu.Yang jelas kamu harus tiba disini sebelum kakak dateng ya.Mau sendiri kek atau ditemani siapa kek,penting kamu udah ada dirumah dengan selamat ya!"Kembali berpesan padanya.
"Siap kakakku yang cantik!"Jawabnya manis.
Menutup ponsel,ada perubahan yang secara tiba-tiba membuat Dennis sebagai seorang kekasih harus bersikap baik-baik saja juga mengerti deh permintaan sang Kekasih.
"Kak maaf ya,ada perubahan yang membuat kita harus pindah lokasi tempat tinggal!"Menatap tajam kearahnya.
"Maksudnya?kamu ga bermalam dirumahmu sendiri ya!ada perubahan.Gimana?"Mengernyutkan kening bingung mempertanyakan.
"Aku diminta sama kak Vani untuk temenin dia dirumahnya kak Adrian karena tahu kan.Dia ga mau tinggal sendirian dirumah segede itu.Jadi bisa anter atau aku nael taxi aja!"
"Emang aman jam segini naik taxi?apalagi kamu masih polos dan ggemesin.Ntar dibawa kabur,kakak yang kena gampar kak Adrian gimana?mau tanggung jawab!"
"Tapi kak ga ngerepotin?"
"Ga ada yang direpotin,ngapain juga kamu ngerepotin aku.Kamu tuh udah seperti,,,,?"Mikir seperti apa ya.
"Seperti apa?"Tanya Cinta sambil mengangkat dagunya.
"Heheheheh,apa ya!"Malu sambil garuk-garuk kepala.
Beranjak berdiri siap-siap untuk angkat koper lagi,melipat baju sekolah dan pastinya gagal deh buat Dennis ngeliat gimana polosnya Cinta tidur sampai bisa melihat ia membuka mata dalam pagi yang cerah seperti bayangannya.
"Aku siap-siap dulu,kakak juga siap-siap juga ya buat nganterin aku!"Memberinya senyum manis padanya.
"Ya aku tunggu!"Sambil melirik kearahnya,menyeruput secangkir kopi manis-manis pahit.
__ADS_1
Huuuuh,,,pindahan lagi.Kapan juga aku bisa menetap lagi disini.Kangen juga tapi juga pengen ada yang nemenin tapi juga disana rame buat bersama satu keluarga.
Yosha kembali dirumah dan sepertinya dia selesai mandi juga berada santai dikamarnya.Handuk yang masih melipat dilehernya dia ingin juga menghubungi Luna.Ada yang kangen saat senyum-senyum bahagia ingat saat bertemu tanpa sengaja padanya.
"Kok gua ingat sama Luna ya.Kenapa ya?apa aku kangen atau ada rasa yang tertinggal tadi.Coba aku hubungin deh,hehhehehe!"Memencet nomor ponselnya.
Gilaaa hafal banget,padahal baru kemarin lho kita ketemuan.Semoga aja dia mau mengangkatnya.
"Semoga aja dia ada!"Tersenyum berharap lebih.
Tiba-tiba suara ponsel milik Luna berdering saat mereka tengah sibuk didapur untuk menyiapkan makan malam bersama.Malam ini permintaan Luna untuk menjaga hatinya saat ini adalah Adrian,yakin atau engga jelas dengan baik bahwa dia menyetujui siapa itu sahabat.
"Kamu yakin kan,tinggal sama aku semalam aja.Supaya Bibi balik dan aku ga kesepian lagi!"
"Ya bolehlah.Aku nanti kabarin Vani aja,palingan dia ngerti juga.Cinta kan pasti akan menemani Vani dan mereka bisa berduaan dan akur,hehehe!"
"Iya juga ya.Calon adik ipar,tapi ketemu gede.Gimana itu hahahahaha!"
Mengangkat kedua bahunya,dia pasrah aja mendapat ledekan dari Luna.Seketika ponselnya Luna bergetar dengan nada suara menanggil jelaa dimeja ruang tengah.
"Yaaah,,,ada yang manggil.Aku angkat telpon dulu ya.Biar ga berisik,ganggu terus kalau ga diselesaikan."
Mengangkat kedua bahunya,lalu jawaban itu membuatnya sedikit bete sambil menatap tajam.
"Apaaaa?"
"Ga ada!"Jawabnya memalingkan wajahnya.
Pergi menuju ruang depan mencari ponselnya lalu melihat siapa yang menghubunginya.Kayaknya siapa ya,kok ga ada namanya seeh."Halooo selamat malam,dengan siapa?"Wajah serius serta membaca sebenarnya siapa dia ya.
"Malam,kamu masih ingat sama suaraku?"Langkah Yosha berjalan menuju jendela kamar luar.
"Siapa ya,lupa deh.Jangan-jangan orang mau hipnotis aku neeh dari telpon.Awas lho ya.Aku lempar alat penggorengan lho!"Memberikan ancaman.
"Heiii,,,masak lupa yang ketemu dicafe itu lho.Saat aku sibuk bikin video konten dan kita nyambung itu.Masak lupa seeh?"Mencoba untuk mengingatnya dan ingin segera ingat.
Mikir panjang sambil mondar-mandir ga karuan,mengingatnya sungguh lama sampai hampir membuat Adrian bingung juga melihat masakan yang hampir matang.
"Lunaaa,ini udah matang gimana?"Teriak Adrian kebingungan.
Menutup ponselnya bentar"Matiin dulu kompornya ya.Nanti kalau udah selesai,aku kesana deh!"
"Oke!"Jawabnya mengacungkan jempol.
"Maaf ya,ada yang ganggu!"Jawabnya sambil garuk-garuk kepala.
"Heheheh,maaf deh kalau gitu.Lain kali aja kita ngobrol lagi!"
"Ooooh,gini aja.Habis makan malam aku hubungin kamu aja biar kita ngobrol lagi.Tapi aku lupa lho siapa kamu?"
"Yo-sha.Masak lupa!"
Sambil menepuk kening,akhirnya sadar dan ingat siapa pria yang berada diujung itu."Astaga maaf aku lupa lho.Aku kira siapa,maklumlah banyak klien yang sok iseng.Jadi kan tahu sendiri jadi apa aku heheheh!"
"Ya udah lanjutin romantismenya sama suami kamu.Maaf ya gangguuuu banget."Meringis geli.
"Nanti ya dilanjut,itu bukan suamiku.Itu sahabatku lho!"
"Sahabat atau lebih dari sahabat?"Tanya Yosha menggoda.
"Hahahahah,bukanlah.Santai aja nanti dilanjut ya.Aku lagi masakin dia sebagai permintaan untuk semalam bersamaku.Nginep gitu,pembantuku lagi mudik."
"Ya udah,aku tutup dulu ya.Nanti kita sambung okey!"Pinta Yosha menutup telponnya.
"Oke,inget jangan lupa ya!"
"SIIIIAP,HEHEHEH!"menutup ponselnya.
"Huuuh,,,ggemesin banget seeh.Bilangnya sahabat,kasihan banget tuh yang dianggap sahabat!"Ujarnya menggelengkan kepala.
Yosha menunggu sebuah kepastian antara kangen sayang atau cinta.Saat menoleh dan bersiap untuk kembali kedapur,ada hal yang memang akan dipertanyakan oleh Adrian walau hanya sebuah basa-basi tanpa arti.
"Gimana bisa masak?"Mendekati dan menompangkan tangan dibahu pundak Adrian.
"Ya mana bisa aku lanjutin,kan kamu yang bilang suruh matiin kompor aja!"Bersedekap sambil menatap sok serius padanya.
"Heheheh,maaf ya.Ada kendala dikit!"
"Siapa tadi,kayaknya seru deh!"Kembali mengubah haluan obrolan.
"Itu ada penggemarku pengen ngobrol sama aku.Tapi kan kita masih sibuk!"Jawabnya sedikit bingung.
"Siapa seeh.Ngapain juga aku bilang sama Reyhan,konyol banget!"
Sambil nunjuk kearah mukanya"Janji mau jaga rahasia ya.Jangan ngakak ya!"
"APAAA COBA?"
"Yosha,pengen ngobrol sama aku.Kangen katanya,gimana ga ketawa kan?"Kembali memastikan.
"Ennggga,cuman yaaa hahhahaha,lucu aja.Bentar aku ingat-ingat deh dia itu seperti apa ya.Nanti deh kalau aku bareng lagi nganterin Cinta.Aku tanyain dia.Kayak gimana wujudnya!"
"Emang model gimana wujudnyaaaaa?penampakan atau gimana!"Tanya lagi.
"Ada deeeeeh,kita lanjutin masaknyaaaa!"Dia membalikkan tubuh Luna dan memulai untuk memasak kembali.
__ADS_1