Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Bab.11 Tasya kali ini menemaninya.


__ADS_3

Hatinya kembali bimbang antara sebuah pendekatan antara Romero atau kembali kepada Johan.Pria yang telah membuatnya jatuh cinta dan tak pernah melupakan setiap kesetiaan dalam kisah hidupnya.Meski kali ini berada dalam bayang-bayang seorang kepercayaan Johan,hatinya tengah berkecamuk untuk satu hal saja.Mencintainya atau tidak?


Langkahnya pun beranjak untuk menemui kekasihnya dikamar pribadinya,saat ia melangkah keluar sesaat melihat pak Rendy dengan tampilan seriusnya terus mengawasi setiap sudut rumah setelah melihat kedatangan orang asing dalam kehidupan Seorang Tasya.Kenapa dengan pak Rendy?apa dia bersikap aneh setelah kedatangan Romero tidak mungkin.Semoga saja tidak ada masalah serius menghampiri pak Rendy untuk membuat masalah kepadanya.


Melangkah dengan pelan menuju kamar pribadi Johan,Saat membuka slot pintu ia menyapa hangat dengan senyuman kepada pria yang tergeletak tak berdaya dalam koma berkepanjangan,mungkin inilah yang dia inginkan untuk bisa membuatnya kembali bangkit wakau hanya menyapa dengan senyuman ia pun sangat bahagia.


"Haaaai,pagi Mas.Maaf ya aku baru datang lagi!"Bergegas untuk mendekati dan duduk disampingnya.


Menompangkan dagu dan duduk seraya menyentuh tangan kekasihnya,adalah sebuah harapan untuk mengajaknya kembali bangkit bersama.


"Kamu tahu,setiap waktu aku berdoa untuk kesembuhan kamu mas.Apapun itu aku lakukan untuk kesembuhan kamu mas.Banyak yang harus aku ceritakan tentang sahabatku.Dulu yang sangat aku cintai."Kembali mengelus tangannya.


"Tapi sebenarnya itu bohong,aku hanya dekat saja ga lebih.Kamu adalah pilihan hidup yang terbaik,aku ingin kita bangkit bersama dan bisa melawan itu semua.Aku sangat merindukan moment penting itu.Bersamamu dan bisa melewati dan melawan setiap penghalang hidup kita.Kita bisa ya!"Kembali tersenyum,tetiba matanya pun berkaca-kaca.Ia pun sedih tak bisa lagi membuat tersenyum kekasihnya ini.


"Aku,,,akan selalu kuat.Akan selalu bisa berada disisimu mas.Aku tahu sekarang kamu seperti ini,tapi aku bisa bangkit karena pak Rendy selalu setia dan loyal kepada kita.Dan kamu tahu,aku telah membuat perjanjian dengan sahabatku untuk bisa mengembalikan semua yang kamu miliki.Supaya aku tidak sendiri bersama kamu mas ya!"


Ia kembali menuangkan semua keinginan hatinya untuk bisa merasakan kebahagiaan yang masih dirampas oleh waktu selama ini.


Diluar pak Rendy pun mulai membuat sebuah peraturan untuk beberapa orang yang menjaga rumah milik Johan secara baik-baik.Sebuah peraturan dimana untuk menjaga kebaikan Tian Johan dan kekasihnya.


"Kalian bisa kan lebih mengawasi bila tidak ada saya dirumah ini untuk bisa menjaga Tuan Johan dan Nona Tasya.Mereka adalah sebuah berlian yang harus kita jaga.Jangan sampai kita lengah atau lalai oleh satu orangpun ya!"


"Baik pak."


"Oke dan tadi kan ada yang datang seorang pria mengaku sahabatnya Tasya.Tetap waspada kepada dia ya.Kita juga tidak tahu apa yang diinginkan nantinya oleh dia.Tetap waspada dan yakin kalau dia bukan orang sembarangan yang bisa kita percayai dengan baik.Akan banyak sekali manipulasi-manipulasi yang akan membuat kita hancur akhirnya oke!"


"Siap pak!"


"Dan ingat jangan ada lagi yang datang terlambat dan tidak melaporkan apapun kepada saya.Karena itu sangat penting bagi saya bahwa akan ada orang yang masih tidak suka dengan pergerakan saya,selain Tuan Johan yang masih tergeletak dikamarnya.Kalian tahu kan siapa rivalnya tuan Johan,yaitu Anton.Dia tidak boleh tahu dimana tuan Johan tinggal.Dan jangan sekali-kali kalian membocorkannya,akan berakibat fatal buat kalian ya."


Sebuah pesan menohok untuk pengawal yang telah menjadi bagian rumah kediaman milik tuan Johan untuk bisa menjaga dan menghindari hal-hal yang mencurigakan untuk satu hal yang berarti.Saat dia berbalik dan memastikan semuanya aman.Segera kembali untuk masuk kedalam menemui wanita yang tengah bersama tuan Johan,beberapa kali mengetuk pintu.Segera menoleh terkejut oleh ketukan pelan tersebut,sosok pria masuk dengan senyuman mendekatinya.


"Bagiamana keadaan tuan Johan?apa masih seperti biasanya!"Menaruh kedua tangannya di pinggulnya.


Menoleh dengan wajah datar sebuah jawaban pun datang tepat waktu."Ya seperti ini pak,sampai kapan keadaan mas Johan seperti ini.Aku sangat tidak enak bila terus-terusan merepotkan anda pak Rendy!"


Tersenyum menoleh kearahnya.


"Jangan merasa bersalah dalam hal ini.Kita juga tidak tahu dengan keadaan tuan Johan saat itu kan.Kenapa juga disaat dia mengalami hal tersebut saya masih berada diluar negri,kalau tahu seperti ini saya sudah lama mencegahnya!"Sepertinya penyesalan juga dirasakan oleh pak Rendy untuk satu hal ini.


"Memang saat itu perjanjian yang telah mereka lakukan baik-baik saja awalnya.Dan semuanya sirna dalam beberapa waktu yang tak mungkin bisa aku tolak!"


"Terus apa maksud anda mengajak sahabat anda datang kesini.Bisa kita bicara diruangan kerja saya.Supaya tuan Johan tidak terganggu ya!"Ajakanya bergegas untuk keluar dari kamar pribadi Johan.


Sembari mengangguk,ia setuju untuk keluar dan membicarakan hal tersebut secara rahasia.Dengan senyum hangat,ia berpamitan untuk membicarakan sesuatu hal untuk masalah privasi bersama pak Rendy.Langkah keduanya cukup beriringan dimana keduanya menuju ruangan yang memang dipastikan adalah ruangan tempat pak Rendy.Sampai didepan pintu dia perlahan membukakan pintu untuknya,langkah Tasya pun perlahan masuk mendekati meja kerja pak Rendy sedangkan pemilik ruangan pun menutupnya dan mengunci dengan rapat untuk memastikan tidak ada yang menganggungya sama sekali.


Melihat-lihat ruangan yang sudah lama menjadi milik pak Rendy,tempat elegan dan penuh nilai artistik.Langkah Tasya pun terhenti bersedekap dan berbalik menatapnya.Memang pak Rendy telah menjadi loyalis yang setia untuk mas Johan,pasti itu sangat membuatnya semakin kuat untuk membuat perubahan dalam setiap hidup kekasihnya.


"Bagaimana?pertama kali kan anda datang keruang kerja saya!"Tersenyum mendekati dan terhenti serta memasukkan kedua tangannya dikantong celana.

__ADS_1


"Bagus,pantas saja tempat kerja ini sangat privat sekali ya.Apa tersimpan sesuatu?"Penasaran juga dengan tatapannya.


"Ini adalah tempat yang saya pilih ketika saya kembali dari luar negri setelah keadaan tuan Johan seperti ini.Selama ini saya juga yang merawat tempat tinggal rahasia ini agar privasi seorang tuan Johan menjadi lebih berarti."


"Hebat,saya sangat kagum dengan anda.Sangat membuat keadaan menjadi lebih baik."Berjalan memutar dan mengamati setiap lukisan dan beberapa hiasan dibuffet yang juga dipenuhi oleh buku dan beberapa ornamen berbasis nuasa Eropa.


"Dan anda tahu,disini saya punya kamar rahasia yang tidak boleh anda lewatkan.Apa anda mau melihatnya?"Ajaknya dengan tatapan nakal.


"Kenapa tidak?tempat ini juga menjadi bagian dari mas Johan.Jadi aku masih berhak untuk melihatnya kan?"Kembali menjawabnya.


"Mari silahkan!"Ajaknya membuka sebuah kode khusus disebuah ral buku yang rapi.Sebuah buku sampul berwarna hitam tengah ia ambil dan membuat kode untuk membukanya.


Begitu tercengangnya Tasya melihat kemegahan dan elegan sebuah ruangan tidur yang cukup hangat dengan kaca yang mengarah pada sebuah pantulan tubuh mereka.Lukisan indah pun terpajang seorang perempuan cantik dengan pakaian kimono tengah mengenakan payung tradisional dengan goresan lembut membawa pada sosok apa yang diinginkan oleh seorang Rendy.


"Suasan kamar anda sangat hening ya.Indah dan kaca itu apa?"Sembari menunjuk pada sebuah kaca terpampang tinggi dengan panjang dan lebarnya cukup untuk menikmati sebuah bioskop film.


Menghela nafas,Perlahan mendekati Tasya dengan lembut menyentuh tangannya serta mencium lembut.Ia terkejut dan heran kenapa dengan dia?apa ada sesuatu yang dia inginkan.


"Maksud anda apa?mencium tanganku!"Mengernyitkan kening.


"Sebenarnya saya sudah lama menginginkan sesuatu dari anda.Apa anda bersedia?"Menatap serta mengangkat kedua alisnya.


Mendongak,sepertinya dia tidak beres lama-lama berada disini.Apa aku harus pergi,tapi saat aku harus pergi tidak mungkin aku harus berteriak seperti orang bodoh dan ketakutan.Itu sama saja membuatku semakin tal berdaya dihadapannya.


"Anda menginginkan apa dariku?"Pertanyaan itu menyerang fikirannya.


"Sebuah kepastian dalam diri anda,apa anda mencintai tuan Johan atau mencintai sahabat anda?karena saya mempunyai kartu sesungguhnya siapa anda sebelum mengenal tuan Johan."Tersenyum sinis seakan ingin membuka luka lamanya.


"Yaaa setidaknya,sebagai kepercayaan tuan Johan saya bisa melihat banyak kebohongan yang selama ini anda simpan.Tidak mungkin bila semuanya terkuak dihadapan tuan Johan,anda masih tetap berada disini?.Tapi satu yang anda harus ingat bahwa kesehatan tuan Johan sama sekali tidak bisa diprediksi,jadi apapun itu nantinya akan menjadi keputusan anda adalah keputusanku juga."Tersenyum pada kemenangan yang dia miliki.


"Trus apa yang anda inginkan dari saya?"


"Saya hanya ingin ya,kebebasan hati seorang tuan Johan terhadap anda adalah benar.Sangat disayangkan bila anda melakukan hal yang buruk dibelakangnya.Saya sangat tidak suka!"Mendekati serta jarinya menyentuh hidungnya.


Ia hanya tertawa lepas dan tak bisa dibayangkan sekoyol itu permintaan seorang pria yang sangat ia kagumi.Tapi dia yakin apa yang dia minta adalah sebuah kebaikan untuk menjadikan semuanya klise dan jelas bahwa satu hal cinta itu akan selalu untuk Johan seorang.


"Pak Rendy,cintaku kepada mas Johan tidak akan lepas begitu saja.Ingat cintaku itu hanya untuk mas Johan bukan orang lain lagi."Jawabnya yakin.


"Oooh ya?"Semakin mendekat dan tinggal beberapa centi lagi ada rasa berbeda ketika kedekatan dua bibir yang tengah berhasrat menjadi satu hal utuh untuk kenikmatan sesaat.


Ternyata Tasya sangat menginginkan ciuman itu,beberapa kali kenikmatan itu terus bersambung dalam kehangatan ketika keduanya saling tenggelam dalam asmara gila tanpa batas.Keduanya saling bersentuhan,bahkan Rendy telah menguasai keadaan Tasya dengan perlahan memainkan tangannya untuk perlahan melucuti pakaiannya juga memberinya kecupan mendarat dileher jenjangnya,******* itupun tak terlelakkan apalagi saat Rendy berhasil telah menikmati setiap lekuk tubuhnya.


Tak terima dengan permainan Rendy,Tasya pula memainkan tangannya melucuti setiap pakaian yang melekat ditubuhnya hingga ia terkesima oleh tubuh atletisnya dengan tatto indah melekat ditubuhnya,hingga ciuman Tasya mendarat didada Rendy.Diapun menikmati ciuman yang dilayangkan oleh wanita penuh hasrat untuk melepaskan semua keinginannya selama ini.Kedua saling berpandangan dekapan tangan Rendy membuat rasa hangat itu kembali dalam rebahan tubuh keduanya terbaring diranjang.


Tasya pun pasrah dengan permainan Rendy yang semakin kuat untuk merasakan mulusnya tubuh wanita pujaannya sama sekali tak terjamah oleh kekasihnya.Keduanya pun saling bercinta merasakan hati yang selama ini saling memuja hingga dalam menyatu dengan ******* semakin dalam dan tenggelam saling berpandangan mendekap tubuh Tasya seakan meraskan cinta terlarangnya telah terjamah seluruhnya.Ia tersenyum dalam dekapan Rendy dalam balutan selimut tebal menutupi sebagian tubuhnya.


Membelai setiap lekuk wajah Tasya,ada rasa senang terlihat oleh Rendy."Ternyata Anda menginginkan permainan ini ya!"Tersenyum menatapnya.


"Rasanya aku sudah lama ingin mendapatkan kehangatan dari anda pak Rendy.Dan sekarang aku mendapatkannya.Terima kasih ya!"Senyum bahagia keduanya memang berada dalam cinta segi empat antara banyak cinta tanpa makna.

__ADS_1


Pelayan itu pun mencoba menjenguk tuan Johan dengan wajah yang sedih.Kenapa bisa terjadi hal seperti ini dalam hidup tuannya.Saat mendekati dengan wajah sedihnya dan mengamati pejaman mata bahkan tubuhnya sama sekali tak bergerak.


"Selamat pagi Tuan,apa kabar?apa anda sudah membaik!"Tanya Anna dengan isak tangis berkaca-kaca.Antara sedih dan bingung,terlalu lama kehidupannya berada disini tanpa ada yang memberikan suport baginya.


"Apa anda tidak ingin segera bangun dan memanggil Nona Tasya untuk kembali hidup bahagia atau hanya ingin membuatnya sebagai kekasih anda?"


"Atau anda sudah bosan dengan kehidupan Nona Tasya sampai harus seperti ini?"


Banyak sekalia curahan hati seorang Anna disaat ia menyadari sebuah hubungan yang tidak baik tengah dilakukan oleh Tasya semenjak jatuhnya tuan Johan dalam permasalahan tak berujung.Banyak sekali ketidak sukaan seorang Anna terhadap Nona Tasya,dan ia berharap tidak lagi menganggapnya sebagai nyonya dikeluarga tuan Johan.


"Semoga saja,saya tidak melihat hubungan terlarang itu cukup jauh tuan.Saya sangat berhatap tuan segera sadar dan bangun dari koma tuan untuk kembali membuat keputusan penting ini.Maaf tuan saya sangat kecewa dengan Nona Tasya selama ini.Semoga tuan mendengarnya ya!"Sambil menyentuh tangannya.


"Saya tinggal dulu tuan,nanti saya akan kembali lagi menjenguk anda!"Segera ia mengakhiri curahan hati seorang pelayan tersebut dengan perlahan pergi meninggalkan kesendirian tuan mudanya.


Menutup dan terhenti didepan pintu,ia menyeka air matanya dan menghela nafas kembali menguatkan dirinya untuk bekerja secara baik-baik.Saat itulah dia melihat Tasya keluar dari ruangan milik pak Rendy dengan wajah bahagia dan sumringah membuatnya kembali bertanya-tanya tentang keberadaannya diruangan tersebut mungkin akan membuat tenang saat perlahan menghampirinya dengan pertanyaan penuh penasaran.


"Nona Tasya,anda dari mana?"Pertanyaan dan tatapan wajah serius mengarah kepadanya seakan tengah melakukan penyelidikan serius.


Ia terkejut saat sosok pelayan itu tepat didepannya,dengan wajah heran dan ada rasa khawatir saat pandangan itu berubah menjadi pertanyaan serius.


"Tidak,aku hanya bicara serius dengan pak Rendy.Ada masalah?"Tatapan kembali tajam melawan tatapan wajah Anna.


"Tidak,saya hanya ingin memastikan aja."Jawabnya mencoba tenang dengan senyuman aneh.


"Okelah kalau seperti itu,kamu habis dari kamarnya mas Johan ya?"Kembali menegaskan lagi.


Mengangguk dan jawaban ringan akan diutarakan oleh Anna."Iya,,,Non."


Tak lama kemudian pak Rendy keluar dengan pakaian yang berbeda.Sama sekali membuatnya mengernyitkan kening,cepat sekali ganti baju.Tidak seperti biasanya.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu Anna?ada yang aneh!"Ikutan bingung dengan tatapan Anna.


"Tidak pak,saya hanya heran saja.Mungkin ada keperluan penting ya,sampai harus ganti baju?"Memberi senyum sinis.


"Mau gimana lagi,sudah saatnya aku ganti baju.Nanti aku ada pertemuan khusus dengan seseorang."Jawabnya segera berlalu meninggalkan mereka berdua.


"Ada lagi yang mau ditanyakan Anna?sebelum aku pergi juga menenangkan diriku lagi!"


"Tidak ada Nona,saya permisi!"Segera berlalu meninggalkan mereka berdua.


Rasanya mereka heran dan ada curiga ketika pertanyaan itu datang dalam raut wajah Anna dengan penuh misteri.Ada apa dengan dia ya?


"Kenapa ya sama Anna,tidak seperti biasanya dia?"Pertanyaan itu muncul dengan menatap Rendy.


Mengangkat kedua pundaknya,mau bertanya juga tidak akan dijawab olehnya.Saat itulah Rendy untuk pamit pergi meninggalkan sejenak hubungan ini jauh-jauh dari rasa curiga Anna pelayan setia Johan.


"Saya pergi dulu Nona,mungkin ada yang harus saya selesaikan dulu ya.Besok kita ketemu lagi ya!"Mwngumbar senyum kearah Tasya swmbari menyentuh tangannya.


"Iya pak Rendy,semoga lancar urusan anda ya."Jawabnya mengumbar senyum kepadanya.

__ADS_1


Langkah Pak Rendy pun perlahan meninggalkan senyuman Tasya saat melihat sosok pria yang telah memberinya kehangatan singkatnya.Entah kapan lagi aku bisa merasakan itu lagi.Dan kepergian Tasya menghilang dari depan pintu ruangan kerja.Mungkin ada curiga tengah dibenak fikiran Anna,tetapi belum juga bisa ditemukan olehnya saat itu juga.Pasti akan membuat banyak rasa penasaran yang berbeda.


__ADS_2