Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 19 Luna teringat oleh Yosha


__ADS_3

Ketika pagi tengah datang disaat hati tengah terluka bahkan sendirian,tidak selalu tertuang oleh kesedihan dalam diri wanita satu ini.Merasakan pagi dengan ceria bahkan merentangkan tangan serta senyum manis telah datang ketika hari-harinya perlahan sirna.Meski dalam setiap waktu ia sama sekali merasa tidak adil atas kisah cintanya hingga harus merelakan satu hal terbaik bahkan terindah untuk merasakan bersama,hari ini tepat pukul 07.00 Wib rasa bahagia itu ada saat mengingat satu nama


seorang lelaki berada dalam satu obrolan menyenangkan,Yosha.


Meskipun ini adalah hal mustahil bahkan menyebabkan ia perlahan ada rasa tapi masih saja mencoba menahannya."Heemmm,,,pagi-pagi sudah mengingat kamu.Kenapa kamu begitu asyik kemarin?"


Beranjak turun dari ranjang,melepaskan seluruh rasa itu sambil membuka jendela hawa pagi masih membuatnya bahagia ketika mendekati balkon dan menompangkan kedua tangannya dipembatas pagar ia menyapa pagi dengan unik.


"Pagi ini aku harus bahagia,tunggu waktu yang tepat aku akan menemui mu lagi pria asyik heheheheh!"Ujarnya malu-malu dalam sikap tenang dan terkadang berubah tak karuan.


"Hari ini aku menemui siapa ya?,pastinya kalau jam segini dia pasti sekolah.Ga boleh buat kegaduhan disana.Apa aku haru menemui Ryan?ga mungkin juga!"Bersedekap memikirkan hal yang akan ia lakukan dengan baik.


"Apa aku olah raga dulu ya,supaya pagi ini aku fresh dan ga mikirin suamiku dibawa kabur orang ga bertanggung jawab.Oke ide bagus!"Berlalu untuk ganti baju dan siap untuk menjalankan aktifitas paginya.


Bertemu dengan pembantunya,ia pun pamit untuk olah raga jogging disekitaran komplek rumahnya.Tempat yang asri bahkan susah lama.ia melupakan beberapa spot indah untuk dikunjungi.


"Biiii,"Panggilnya.


"Iya non,sebentar!"Jawabnya sambil berjalan menuju ruang tengah."Kenapa non?"Memberinya sebuah senyuman untuknya,seneng rasanya telah melihat nyonya rumah ini bahagia lagi.


"Aku mau jogging dulu,nanti kalau ada yang nyari bilang aja masih keliling komplek ya.Mau nunggu silahkan kalau engga ya udah,"Memberinya senyum kembali.


"Baik non,,,non hati-hati juga,jangan terlalu dibawa sedih,dibawa heppy aja ya!"Pesannya berharap lagi.


"Iyaaa,Biiii.Aku berangkat dulu deh!"Membuka pintu dan bersiap untuk melakukan olah raga jogging mengelilingi komplek perumahan.


Seger ya,bisa menikmati pagi sendirian ga ada yang ngatur dan juga aku bebas melakukan apapun.Sama halnya sama mas Reyhan,emang aku ga bisa membahagiakan diri dengan seseorang.


"Haiiii,pagi ini aku jalan-jalan sendirian akupun ga perduli dengan siapa dia melakukan perjalanan hidup.Bagiku kalau harus berlarut-larut senang dong dia,emang mereka kira aku ga bahagia!"Berlari santai menikmati hidup.


Langkahnya memang santai sampai hatinya bahagia atas seseorang melintas disampingnya.Antara ingat atau engga,,,sebuah mobil pun terhenti agak jauh ketika melihat sosok wanita melintasi mobilnya dengan senang dan bahagia."Beneran tadi tuh?"Bingung serta bimbang,apakah benar kalau itu adalah Luna?sahabatnya.


"Kayaknya harus aku liat lagi deh!"Memundurkan mobilnya perlahan mendekatinya.


Ciiiiitzzzz,,,,,suara mobil Adrian pun mengejutkan Luna hingga ia ketakutan,menghindar begitu jau jongkok dan menutupi wajahnya.


Tak lama muncul wajah sahabatnya sambil ketawa geli.Bisa juga dia ketakutan kayak gitu.Keluar dari mobil menghampiri jongkok disampingnya.


"Kamu ngapain?"Sambil menatap dirinya.


"Siapa kamu?"Teriaknya ga berani melihat siapa dia.


Langsung aja Adrian mendekap kepalanya penuh gemasss"Luuuu kira gua penjahat apa?"


Setelah mendengar suara mungkin dia kenal tapi masih ga yakin"Beneran kamu itu,,,,,,?"


"Iyaaaa,,,tumben ngapain luuu jalan-jalan,haaah?"Beranjak berdiri dan melepaskan dekapan sahabatnya.


Benar juga,Adrian yang bisa membuat kejahilan yanh mungkin ga nyaman buatku tapi menyenangkan buat dirinya."Hiiiih,,,Selalu deh bikin takut,,,!"Sambil mukul-mukul badannya.


"Heeiii sakitlah,"Mencoba menghindarinya.


"Kamu mau ikut jogging ga?"Tawar Luna kearah tatapan lebih cerah.


"Enggalah,,,aku cuman lewat aja.Malesss!"Langsung aja dia pergi dan masuk kedalam mobil.


"Lhoooo ,,,gitu aja?"Heran sambil nunduk menompangkan kedua tangannya dipinggungnya.


Menoleh beranjak mendekatinya dan kembali menuntutnya.


"Heeiiii,,,kok gitu aja.Cuman jahilin aku ya?"Sambil mukul pintu mobil Adrian.


"Weeekk,,,,gua tinggal dulu ada yang lebih serius!"Tancap gas melarikan diri kesebuah rumah dimana dipastikan adalah tempat terbaiknya berbagi.


Mengernyitkan kening,lagi dua kali herannya saat memastikan ada yang aneh.Ga masalah,emang kelakuannya gitu dari dulu.Aaah lari aja deh bosen liat sikapnya.


Meskipun itu hanya selingan berarti,baginya adalah bisa membuat kembali moody tampil lebih maximal adalah mampir kesebuah taman dan menghasilkan hawa segar kembali.


"Apa nanti aku akan ketemu sama dia lagi ya,semoga ajaaa!"Senyum geli mengangkat bahunya lengkap good moody.


Dari sebuah bayangan yang ditampilkan oleh Luna terhadap Yosha,membuat dirinya sangay antusias kalau harus ketemu sama seseorang itu dimana akan membuatnya semakin tahu dimana nyaman akan dia perjuangkan."Kamu kenapa dari tdi senyum-senyum sendiri.Ada yang menggodamu?"Tanya teman sebangkunya.


Menoleh"Kepooooo,,,suka-suka hidup gua.Eluu tumben perhatian sama gua!"


"Ya iyalah.Tuh pak Irwan ngeliatin kamu dari tadi."Tunjuknya kearah sang guru dengan wajah sorotnya membuatnya kaget.


Mendongak serta mengangkat dagu dia pun bertanya dengan hangat"Haaaiii,pak!"Sambil melambaikan tangan.


"Lagi bahagia pak,heheheheh!"


"Bisa kamu bahagia?"Kaget melihat jawaban muridnya.


"Ya bisa pak,"Jawabnya meringis pasti.


"Huuuuuhhh,,,,ya udah buka halaman 5 kerjakan sekarang sampai habis.Bapak tinggal dulu ya!"Beranjak merapikan bukunya lalu keluar untuk sebuah urusan.


Suasana kelas hening sejenak saat langkah sang guru beranjak makin jauh dari ruang kelas,seperti ada komando yang mengintip langkah sang guru hilang dari pandangan seorang siswa.


"Gaeeesss,,,udah pergi Pak Irwan!"


"Yeeesss,huuuuh!"Semuanya bersorak bahagia menyemangati semuanya.


Tak mau kehilangan kesempatan dari pertanyaan sebelumnya,ia pun kembali bertanya lagi.


"Kamu bahagia karena apa neeh?vlog kamu sukses ditonton banyak orang atau gimana seeh?"Mengabaikan tugas dari gurunya.

__ADS_1


"Ada hal yang membuatku senang lho.Kamu pengen tahu?"


"Ya iyalah,,,masak kalau kamu bahagia aku engga!"Sok-sok an bergaya.


"Sini gua bisikin,biar kamu aja yang tahu bukan lainnya!"Mendekati Emma dengan tulus mengatakan hal lucu baginya.


"Keren neeh!"Menyelipkan rambutnya dan berusaha untuk mengerti apa yang akan dikatakan olehnya.


"Guaaaa,,,,,"Belum sempet dibuang kalimatnya untuk Emma,eeehh semua siswa malahan kumpul ngerubutin mereka berdua tanpa dosa sama sekali dan pede.


Matanya melotot dan ga bisa mau ngomong apa ngeliat uforia teman-temannya kehilangan berita spectakuler dari Yosha."Kalian ngapain coba?"Tengak-tengok bingung liat semuanya senyum dengan caranya sendiri.


Emma yang tadinya serius dan memejamkan mata,ingin merasakan kalimat khas dari Yosha malahan kaget bukan maen karena keonaran khasnya."ASTAGAAAAA!KALIAN MAU DEMO DIMANA?"Sontak aja suara lantang Emma memang mengejutkan semuanya hingga tutup telinga semuanya.


"Juga ngapain seeh,ini kan privasi sama teman sebangku biar ga bocor.Kalo gini ga bocor lagi,banjir bandang dong!"Kesal juga dirasakan oleh Yosha.


"Ya kita-kita juga pengen tahu lah Yosh,lu kira temen sebangku lu doang.Kita pengen tahu ya ga!"


"Yoooiiiii!"Kompak jawabnya bagaikan konser musik aja.


"Hadeeehhh ga jadi deh.Lain kali aja!"Kesal deh moodynya berubah drastis,lalu dia ogah-ogahan bikin tugas yang diberikan sama pak Irwan.


"Yaaaah,,,Yosha masak ngambek seh ga mau gitu ngasih tahu gue?"Lemes deh jadinya kalau kayak gini.


"Maleeeeessss!"Jawabnya bete.


"Bubar deh,kan ga jadi bilang.Sebel jadinya!"Menompangkan tangan,manyun juga Emma melihatnya.


Sontak pada bubar dan kembali normal,dalam hati Emma masih ganjel seeh kalimat apa yang mau dikatakan sama Yosha itu.Apa memang berhubungan dengan Vlognya tentang keseruan dirinya atau orang lain.Masih mencoba untuk kembali belajar,menoleh kearahnya dengan wajah serius lalu memainkan keningnya beberapa kali berharap kode itu muncul secara tiba-tiba dan dimengerti sama teman sebangkunya.


Malahan dirinya tetep santai dan ngerjain tugas sampai selesai,saat ngintip soalnya wiiiih otak cerdas wajah aneh.Ini dia patut neeh ngikut dikit-dikit"Nyontek ya.Males aku ngerjainnya!"


Wajah aneh pun dia tampakkan dengan nada khas halus tapi nyakitin."Males ngerjain apa kagak bisa lu.Gua tahunya elu cuman itu doang!"


"Heheheheheh,kebawa malesnya sama cerita elu yang batal tadi.Jadi ga konsen gua!"


"Alesan.Ntar kalau udah jam istirahat gua kasih tahu deh.Kan tinggal beberapa menit lagi!"


Senengnya kayak mau dapat permen lolypop padahal juga engga"Beneran mau cerita ma gua!"


Mengangguk lagi,yesss aku dapat berita bagus neeh.Ntar buat artikel aaah buat menyusunnya.Tapi saat gua noleh sama dia,ada perasaan tersembunyi yang harus segera dibicarakan.Apa ya?


Serius juga dirasakan oleh Dennis saat ia berada beda kelas dengan Yosha,masih bisa dibayangkan kalau aku beneran tidak mendapatkan hatinya Cinta lagi itu sangat membuatku terpukul.


Seberapa jauh aku memperjuangkan hatiku byat dia tapi apa daya itu semua tinggal butuh waktu apakah akan runtuh atau tidak.


"Oke,,,pelajaran kali ini sudah selesai,kalian boleh istirahat!"Ujar salah satu guru memberikan instruksi untuk siswa merasakan nuansa sekolah penuh santai dan jelas membuat mereka senang.


"Yesss,,sekarang gua harus temuin Cinta,apa dia memang serius sama aku atau hanya sebagai teman."Bergegas keluar kelas,berhenti dibibir pintu dia tengak-tengok mencari keberadaan Cinta,mungkin dia ada disekitar sini.


Ia berjalan keluar dan sedikit berlari mencari dimana dia tengah istirahat.Saat itu juga Yosha keluar bersama Emma dimana ia sangat pensaran dengan cerita tertunda darinya.


"Gua ya,apa ya?"Mikir jauh banget dan menemukan sosok lelaki tengah buru-buru mencari sesuatu hingga akhirnya batal lagi.


Menyipitkan mata merasakan ada yang aneh sama Dennis,langkahnya semakin dipercepat hingga membuat bengong Emma yang hanya melihat Yosha kabur dari pandanganya."Lhoooo,,,lhoooo,,,


minggat kemana lagi!"


"Yoshaaaa,mau kemana seeh!"Teriaknya kesal.


Dia berbalik dan mengajaknya untuk ikutan mengejar Dennis,mau gimana lagi.Demi sebuah berita unik masih tersimpan dikepala Yosha,Emma pun ikutan deh ga perduli ini adalah berita bagus yang harus dikejar olehnya saat ini.


Astagaaa Yosha,larimu cepet banget seeh.Kamu tuh dulu pemain basket ya jelas aku kalah kan aku cuman penonton kamu.Awas ya kalau ketemu gua hajar,dari tadi bikin penasaran aja.Tak ketinggalan juga Dia mengejar ketertinggalan dari sahabatnya lalu sampai juga dia menemui Cinta yang diapit dua sahabatnya Siapa lagi kalau bukan Tia dan Anna.


"Cintaaaa!"Panggilnya Dennis lega sudah menemukannya.


Ketiganya menoleh bak pemain drakor yang tengah dipanggil oleh kakak idola sekolahan,waoooww senengnya sekarang Cinta jadi pusat perhatian akibat panggilan lantang Dennis terhadapnya.


"Asyiiiikkk,ada yang nyariin tuh!"seru Tia.


"he,em,,,enak juga jadi kamu Cin!"Tambah Anna senang.


Dia berlari kencang dan menemui sang target untuk sebuah pertanyaan khas miliknya."Iya kak,ada apa?"Polosnya ia menjawab sambil bersemu merah.


"Cieeee,,,maluuuu!"Canda Anna geli.


"Udah biasain aja cara pandangnya!"Bisik Tia.


"Maaff ya,,aju boleh bicara sama Cinta.Berdua aja!"Sambil mengatur nafasnya masih tersengal-sengal.


Dari belakang larinya Yosha memang cepat dan berhenti agak jauh dari mereka,tak sadar ada tiang dia mengintip dengan serius apa yang akan dibicarakan olehnya.Tak disangka malahan ada truk yang menabraknya dari samping,siapa lagi kalau bukan Emma yang seksi dan semok sedikit.


BRUUUUUUKKKKKSSSSS,GEDUBRAKKKJ...badan Emma langsung menabrak tepat badan Yosha hingga ia sesak tak bisa gerak.


"Maa,ngapain nabrak guaaaa!"


"Aduuuuhhh,,,maaf deh.Kamu seeh larinya kecepatan.Jadi ga ada remnya!"Juga beranjak untuk melepaskan himpitannya.


"Eluuu seeh banyak gaya.Lari ga pake rem pakem,sakit tahu."Beberapa orang ketawa ketiwi lihat kelakuan mereka.


"Ada apaan seeh?kok kita kayaknya diem-diem gini gayanya?"Tanya Emma bingung.


"Tuh liat,,,ada Dennis mau ngobrol sama Cinta.Itu kenapa ya mereka!"


Menatap dengan nada kesal,itu mah biasa kali.

__ADS_1


"Itu biasa kali Yosh.Ya mungkin ada urusan bisnis atau apa itu.Ngapain elu tertarik sama mereka?"Tanya lagi.


"Ya harusnya hadi berita terkini kan!"


"Ooooh,,,gitu!"


Masih dalam negoisasi antara Dennis dan Cinta untuk ngobrol tanpa embel-embel mereka berdua,yaitu Tia dan Anna.Sepertinya bisa untuk dinego dengan kelas menengah baik.


"Boleh kita berdua ngobrol saja?ada yang mau kita bahas penting!"Pinta Dennis minta ijin sama keduanya.


"Mau diangkut dia!"Tanya Tia penasaran


Dennis pun mengangguk


"Angkut aja!"Lanjut Anna.


"Heeeh,,,emang aku barang,,,angkat angkut aja!"


"Ya kali-kali kamu barang berharga kak Dennis,siapa tahu.Kan kita ga tahu kan Na!"


"Iya,,mangkanya angkut aja kak.Ga pa-pa,ga beresiko juga kali kak!"


"Ya udah aku bawa sekarang ya!"Langsung merangkul Cinta membawanya kesebuah tempat favorit mereka taman belakang tanpa ada yang tahu.


"Tuuuuh dia berhasil.Bawa target,kita ngikutin lagi?"Tanya Emma sarkastik.


Mengangguk cepat"Iya,ayoo jalan sebelum mereka hilaaaang!"Tariknya sambil jalan cepat.


"Ini neeh,,,mangkanya aku ga mau gaul sama luuu.Nyari beritaaaa ga jelas hobbynya.!"


"Mau berita bagus ga?kan kita sama-sama wartawan tapi beda akses,hehehehe!"Ancam Yosha yang mengakibatkan Emma harus setuju,padahal masalah kayak gini mah bisa dia cari sendiri.


"Iyaaaa!"Jawabnya pasrah.


Langkah mereka terburu-buru saat melintasi dua sahabatnya Cinta,sampai ada perasaan ga enak saat melihat kelakuan mereka dalam mencari sesuatu."Permisi bocah-bocah brekele.Kita lewat ya!"


Emma hanya mengumbar senyum manis semanis kurma,keduanya pun begidik geli lihat mereka jalan bareng.Dan ngeliat aja,kok bisa seeh dua wartawan itu akrab banget biasanya kan saling serang sampai bikin sekolahan rame akibat ulah mereka berdua tapi kok tumben akur ya.


"Lhooo,,biasanya kan mereka tuh ga akur ya!"


"Iyaaa,kok sekarang jalan bareng.Aneh lagi jalannya!"


"Iya kayak ngejar berita apa gitu ya."Lanjut Anna.


"Kayaknya mereka mau cari berita khusus deh sama seseorang.Dan kita ga bisa ikut-ikutan gitu!"Lanjut Tia.


"Ya udahlah nanti kan kita bisa korek-korek beritanya dari kak Yosha.Kalau kita minta berita,dia minta apa ya?"Anna bingung nanya.


"Ya mana gua tahu.Kalau minta pasti minta traktiran dicafe mahal.Emang kamu sanggup!"


Nyengir lagi"Hehehehehe iya juga.Aaah ntar deh difikirin lagi!"Saat jalan lagi ada lagi kendala melintas.


"Stoooppp!"


"Kita sekarang cuman berdua kalian mau ngapain?"Tanya karmen menahan langkah keduanya.


"Apaan seeh,ga ada yang perlu stop,kan kita balik badan juga bisa,weeeekkkk!"


"Kalian kok ga sama itu satunya!"Bersedekap seraya menatap tajam.


"Haaaahhhh,,,yang mana?"Tanya Anna kaget.


"Hadeehhh,itu Cinta kemana?"


"Astagaaa,,kemana dia Naaa?hilaaang?"Tanya Tia sok heboh mengalihkan perhatiannya.


"Ga tahu,kita cari yuuuuk!"Berbalik badan.


"Ayuuuuukkkk,,,byeee!"Jawab Tia berbalik dan melambaikan tangan perpisahan.


"Heeiiii,mau kemana kalian.Kita belum selesai ngobrolnyaaaaa!"Teriak Alessa.


"Males dengerin kalian ceramah yang ga ada akhirnya!"Bisa juga cabut dari keramaian dua hal menyakitkan hati mereka.


"Iiiihhhhh,kesel deh liat mereka gitu!"Jingkrak-jingkrak ga terima.


"Udaaah,sabar aja!"Karmen mencoba menenangkan.


Masih dalam misi Yosha untuk menguak satu hal diantara mereka,Emma pun ikutan antusias jadinya kalau harus melewati jalanan yang berliku seperti ini membuatnya tahu apa yang harus diberitakan saat itu juga.


"Apa ga beresiko kalau kita ngambil videonya Dennis.Secara dia kan orangnya baik-baik dengan prestasi mentereng disekolahan Yosh?"Tanya Emma kembali memikirkan dampaknya nanti.


"Ini video privasi kita.Ga bakalan gua bawa-bawa keluar.Tahu sendiri akibatnya,banyak yang cemburu."Jawab Yosha menjelaskan.


"Oooh,ya udah kalau gitu.Gua pegang lho kata-kata loe.Awas mangkir dari awal perjanjian kita ya!"Ancaman Emma lebih sadis dari yang dibayangkan.


"Iya,,,iya kita harus bisa waspada oke!"Pesannya ikutan mengendap-endap dibelakang mereka.


Sampai juga ditaman belakang,Dennis membuka gerbang belakang dan merasakan ada hal aneh yang mengikuti mereka.Beberapa kali dia mengawasi dengan cara dia untuk tidak bocor pertemuan ini tetepa saja membuatnya ga tenang.


"Gimana kalau kita makan disana aja!"Tunjuk Dennis kearah tukang bakso ujung depan sekolah.


"Kenapa kak?"


"Kayaknya ada yang ngikutin kita deh dari tadi.Takutnya mereka tahu apa yang kita bicarakan!"

__ADS_1


Mengangguk ia menyetujuinya.


"Iya deh!"Jawabnya mengikuti langkah Dennis.


__ADS_2