
Ternyata hujan masih memberikan hawa dinginnya kepada seseorang,suasana memang tengah dingin-dingin nya,apalagi saat Cinta tengah bangun membuka pejaman mata seraya merentangkan tangan menyambut pagi,melihat diluar masih hujan memberikan rasa kemalasan tiada tara.Dinginnya kok bikin males gerak seeh,malahan kembali rebahan miring menarik selimutnya yang sempat terlepas beberapa centi dari punggungnya lagi ia tarik dan senyum-senyum manis.
"Dinginnya pagi ini,,,kok bikin betah ya."menarik selimut dengan rapat.
Tak sadar kalau kali ini ia tinggal dengan seseorang yang memang tengah benar-benar tenggelam dalam mimpi.Dia sama sekali tak menyadari bahwa mimpinya sangat indah.
Langsung terperanjat dari ranjang kamar tidurnya,,ia sadar ternyata siang juga.Males banget bangun tapi mau gimana lagi aku harus bangun untuk sebuah kebiasaan bersama tante Mila.
Keluar dari kamar masih terbawa mimpi malas ia berjalan layaknya bayi baru jalan,entah begitu malasnya pagi ini.Ga sengaja nengok kearah kiri tepatnya kamar milik sepupunya,kok terbuka ya.Biasanya kan ditutup,hadeeeh siapa yang buka?batinnya bertanya.Tutup dulu deh biar ga berdebu,males banget beresin kamar itu.
Kok aneh ya,,,bau-bau parfum cowok deh perasaan kan sudah setahun lebih kamar ini kosong?Cinta sama sekali tak menyadari bahwa dibelakangnya sudah berdiri seorang Adrian dengn senyum-senyum jahil menyemburkan angin kearah telungkup Cinta,sontak saja ia teriak sekencang-kencangnya.
"Wuuuuuusssssss"
Langsung merinding disco,,dan menyentuh telungkupnya."Sapa ya?"Menoleh perlahan demi perlahan,inci demi inci,hatinya dingin,keringat dinginpun ikutan keluar dan membuatnya ketakutan tingkat tinggi.
Saat tepat menoleh kebelakang malahan pria tersebut menampakkan wajah seramnya dan konyolnya,"Wwwwweeeeekkkk"Sambil menjulurkan lidah hingga matanya menyatu.
"AAAAAAAAAAAA."Karena respek terlalu kencangnya ia teriak seketika Adrian mendekap mulutnya dan berkata.
"Jangan teriak.Aku ntar dikira maling lagi!"Suara nya begitu pelan sampai ia sadar kalau itu adalah Kak Adrian,pria yang menyelamatkan dirinya dari kesendirian yang hakiki.
Ia mengangguk dan ga berkata lagi.
"Beener ya jangan teriak!"Pintanya lagi.
Lagi ia mengangguk,langsung aja melepaskan dekapan mulutnya dan lega.Masih saja ga nyangka kalau ia masih sama dia semalaman,kenapa ga kepikiran kalau ada dia coba?
"Ngapain kamu teriak?"Tanya Adrian sambil berjalan mendekati jendela dan memastikan tidak ada orang yang keluar akibat suara mengejutkan tersebut.Lega juga ga ada yang dateng,,,mendekatinya lagi.
"Aku kaget kak,,,,kan kamar itu ga ada penghuninya udah setahun.Trus kok ada aroma parfum cowok ya kagetlah."Jawabnya lesu.
"Kamu ga inget aku ikutan nginep disini?"Mencoba mengingatkan.
Menggelengkan kepala.
"Hadeeh,,,ku kira kamu inget.Ohhh ya,aku pulang ya ga enak lho lama-lama tinggal disini.Nanti disangka ngapa-ngapain lagi!"
Menyentuh kedua tangan Adrian,ia pun memintanya untuk sebentar lagi menemaninya dirumah."Tunggu kak,aku buatin sarapan ya.Biar nanti ga laper pas pulang kerumahnya kakak!"Pintanya manja.
"Tapi aku buru-buru!"Jawab Adrian bingung.
"Kak,,,masak udah menenin aku ga aku kasih yang special seeh.Aku buatin sarapan,duduk dulu ya.Sambil aku buatin minum,,,yaaaa!"Berlalu sambil memberikan senyuman dan lambain tangan.
Dia berbalik dan bingung,,,kenapa juga aku haru bertemu cewek seperti dia.Ga enak deh ninggalinnya.Huuuh,,,ikutan kedapur nemenin Cinta tengah membuat sesuatu,apalagi masih pagi juga.
"Huuaaaahhh,,,,memang pagi ini kita tidak mendapatkan mentari pagi yang cerah ya!"Tiba-tiba Adrian nimbrung disampingnya.
Segera menoleh mendengar suaranya,lalu ia membalas dengan senyuman lagi.
"Iya kak,biasanya seeh aku bangun pagi trus olah raga keliling komplek.Berhubung musimnya kayak gini,ya diem aja dirumah!"Jawabnya mulai sibuk membuat sarapan.
"Kamu mau bikin apa?"Bingung juga ngeliatnya,banyak sekali bahan yang digunakan oleh Cinta,sampai ia kebingungan.
"Soup daging kak,,,supaya badan kita hangat,dan ga terasa sakit-sakit gitu!"
Langsung aja Dia nyelonong jawabannya.
"Kalau hangat mah,,,yang dipeluk lah!"Jawabnya menyentil Cinta dengan memainkan kedua alisnya.
"Kakak,,,genit banget seeh!"Nyubit perut Adrian.
Kesakitan pula,,,"Heiiii,jahil banget kamu ya!"Sontak membalas cubitannya.
"Kak,berani juga ya!"Kaget pula dapat balasan dari Adrian.
"Nanti ga pa-pa kan aku tinggal?"Tanya Adrian sambil nyicipin masakan Cinta.
"Yaaaah ditinggal.Jangan dong kak,tinggal disini aja ya sampai Tanteku pulang,ga pa-pa aku jamin kehidupan kakak disini."Ujarnya sambil membawa mengakhiri proses memasaknya.
"Ya ga bisa lah.Kan kakak punya kehidupan sendiri,rumah juga ga boleh ditinggal-tinggal.Ntar malahan dipindahin sama orang gara-gara sepi gimana?"Ikutan bantuin bawa beberapa makanan kemeja makan.
Menoleh sewot"Emang bisa gitu?mana ada kak!"Jawab Cinta sambil ketawa lepas.
"Ya bisa dong,,,hahahahahaha!"
"Ya udah,,,yang penting ga bikin kak Adrian pulang cepet,,,kita bisa sarapan bareng!"Sembari sumringah bahagia melihatnya.
Tepat diruang meja makan keduanya saling berpandangan saling melempar senyum bahkan sampai obrolan ringan sampai lelucon aneh yang terkadang ga masuk difikiran Cinta,dia hanya menggelengkan kepala.Ada aja bisa jawab tapi ga tahu maksudnya.Meskipun begitu akan membuat hati sang perempuan layaknya sebagai special moment untuknya.
Setelah sarapan pagi,Akhirnya Adrian pun pamit untuk pulang.Ditemani oleh Cinta mengantar sampai pintu utama dan lambaian tangan hangat dari perempuan cantik,manis,bak oriental tengah bahagia melepaskan sesaat seorang pria tampan penuh rasa dewasa dan perhatian pula.
"Yaaah,udah pergi.Sendiri lagi!"Bersandar dipintu menghela nafas panjang.Kembali masuk kedalam rumah.Sepi memiliki makna lain dalam hidup Cinta tanpa koma.
Diperjalanan pulang,ada moment baik tengah dirasakan oleh Adrian.Pria sepertiku mengenal dia seperti perempuan polos dan baik,kenapa ga aku jaga saja.Atau mungkin nanti aku mengenal tantenya seperti apa seeh sampai harus tega melepaskan walau hanya sejenak siapa Cinta.
"Beruntung banget ketemu perempuan seperti dia.Meskipun akan ketemu lagi,,,semoga dia mengharap pertemuan itu kembali datang."Tersungging geli dan bahagia,ga ketemu sama kekasihku malahan ketemu pengganti lucu seperti dia.
Tak lama kemudian seseorang telah lama menunggu penuh kecemasan,didepan rumah sosok wanita paras wajahnya panik mondar-mandir tengah bingung menanti pemilik rumahnya sama sekali kosong.
"Dimana seeh Adrian,lama sekali ga ada jawaban aku telpon juga ga aktif."Haduuuh pusing deh sambil lihatin ponselnya,kembali menelpon sama sekali ga aktif.
"Apa dia marah sama aku,karena soal kemarin?tapi dia kemana coba?"Kembali berfikir serius dan belum menemukan sesuatu yang berarti.
Suara motor gedhe khas harley davidson berwarna hitam perlahan mendekati rumahnya,Terdengar jelas mendekati sampai terlihat.Hal tersebut membuatnya tersenyum senang untuk menyambutnya bergegas berlari kearah garasi.
"Adrian,kamu kemana aja?kok.baru pulang?"Sapanya hangat mendekatinya,mencoba menyentuh tanganya
"Ada masalah?"Sambil melepaskan helmnya,menaruh dispion.Menatap santai perlakuan sok perhatian seperti itu.
"Lhoooo,kamu marah ya.Maaf deh aku kemarin ada urusan sama temen.Jadi ga bisa ngabarin.Maaf ya!"Menampakkan wajah sedih.
Turun dari motor,seakan tak ingin memperhatikan apa yang tengah dibuat drama oleh wanita semacam dia.
__ADS_1
"Ga masalah.Aku biasa aja!"Jawabnya masuk kedalam tanpa menunggunya.
"Astaga dia ngambek.Semoga saja ga sampai tahu kalau aku keluar sama dia!"
Terhenti didepan pintu,dia melirik kearah Kekasihnya.Aku tahu apa yang kamu lakukan sama aku semalam.Kamu kira aku ga tahu,aku ga bodoh.
Kamu selingkuh bagiku itu adalah kebiasaanmu untuk mencari yang lebih dari aku,buat apa aku masih kamu butuhin lagi?
Ia kembali mengejar Kekasihnya dan meraih tangannya untuk menghentikan langkah sesaatnya juga inginkan sebuah penjelasan lebih soal semalam.
"Kamu kemana seeh,aku khawatir banget lho!"
Terkejut,segera membalikkan badannya dan kembali mengulang kalimatnya.
"Kamu khawatir sama aku?ga salah!.Kamu tahu ga semalaman aku nungguin kamu dan ga dateng.Kirain ketemu klien!"Seraya membelalakkan mata kearahnya.
"Iya dong.Kamu tahu kan aku coba hubungin kamu malahan ga ada jawaban sama sekali lho.Pleace beri tahu aku dimana kamu semalam?"
Menahan tangannya,dia mengambil ponselnya disaku dan memeriksanya."Oooh,sorry hapeku lowbeat.Neeh liatin!"Sambil menunjukkan kearahnya.
"Apa?sampai segitunya.Kabariiiin dong!"Merengek manja.
"Ga usah kebanyakan gaya.Aku udah ngantuk mau tidur dulu.Pulaaang sana.Males aku lihat kamu disini!"Usirnya dari depan rumahnya.
"Adrian,aku tuh perhatian sama kamu.Perhatian sama keadaan kamu yang tengah sendirian."Belanya penuh harapan.
"Pulang ga?,,,,aku ga mau debat sama kamu okey!"Usirnya kedua kalinya membuat sang kekasihnya kembali pulang dengan kekesalan atas perlakuan kekasihnya.
"Oke,,aku pulang.Tapi.aku ga bakalan nyerah buat kamu!aku akan datang terus sampai kamu mau maafin aku!"
Membuka pintu dan mengabaikan apa yang diutarakan olehnya,dia hanya melambaikan tangan seraya masuk kedalam dan menutupnya.
Kesal banget,,,kenapa Adrian keras seperti itu lagi.Apa memang ada yang disembunyikan sama dia,aku ga mau dia lepas dariku.Aku harus banyak berusaha untuk mendapatkan dia lagi.Mengambil ponselnya ia menghubungi seseorang untuk bertemu.
"Halllo,kita bisa ketemu kan?"
"Bisa,aku tunggu dikedai kopi biasanya ya!"
Sembari mengangguk,ia menjawabnya.
"Oke,,aku segera kesana!"Menutup ponselnya,ia menoleh melihat reaksi dari Adrian.Sama sekali ga ada itikat baik untuk kembali menemuinya.
Bergegas Alea pergi mencoba menenangkan diri setelah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari kekasihnya.Kenapa dia bisa berubah seperti itu,aku masih ingin bersamamu sayang.Tak lama kemudian mobil taxi terhenti didepan rumah Adrian,segera ia pergi dengan taxi tersebut.Dari balik tirai jendela senyum sinis dia berikan sesaat menyadari gelagatnya yang sungguh mencurigakan.
"Mau drama model apapun,kamu ga akan bisa bohongin aku Alea.Inget banyak mata yang akan mengawasi kamu!"Ujarnya santai masuk kedalam dan merebahkan tubuhnya disofa.
Mencoba tenggelam sejenak,dia memang inginkan sebuah kejelasan dalam sebuah hubungan berat ini untuk disudahi sama sekali tak nyaman bila harus bertemu dan menjalani kisah dengan wanita posesif macam dia.Tak habis fikir sejahat itu dia mengingikan apapun untuk melancarkan keinginannya.
Alea pun sampai dikedai kopi biasanya,kecurigaan seorang barista kedai pun menyambut dengan ramah siapa yang datang.Seperti yang diucapkan oleh Adrian bahwa wanita yang harus ia awasi adalah Alea Kinandari kekasihnya yang tengah bertemu dengan seseorang.
"Van,ntar ada cewek yang dateng kekedai kita,ini fotonya!"Segera ia mengirimkan Via WA."Tolong kamu awasi sebisa mungkin dan dapatkan informasi sebanyak-banyaknya untuk bisa aku dapatkan oke!"Mengirimkan pesan kepadanya.
"Baik bang ,,,!nanti bakalan gua pasangin camera pengintai supaya gampang ngawasinya!"Jawab Vani salah satu barista kepercayaannya.
Ia tersungging,target sudah berada didepan mata camera pengintai sudah terpasang didepan kaca pembatas mesin coffe dengan sentuhan cangkir berwarna biru gelap membuat pengintaian sangat mudah dan terselubung dengan baik.
"Jadi kerjaan gua lancar,,,ga repot-repot amat hehehehe!"
Sesosok pria dengan pakaian casual tengah lama menunggu dan dipastikan itu adalah target kedua.Memang patut untuk dicurigai siapakah selingkuhan dari Bosnya tersebut.Dari cara pandang Vani dia adalah seorang pengusaha dari beberapa pakaian dan ponsel yang digunakan supdah dipastikan dia memiliki keunggulan dibidang property.
"Sejak kapan kamu Van jadi mata-mata yang rapi dan ga ada yang menyangka bisa seperti ini.Lucu juga gua bisa kayak gini!"
Suara hangat Dari Alea saat mendekati dan menyapa pria tersebut terlihat jelas bahwa keduanya saling menyapa dan berpelukan untuk mempererat hubungan terselubung mereka.
"Haiiii,sayang.Udah lama nungguin aku?"Tanya Alea memeluk erat dan mendapat ciuman dari pria tersebut.
Vani yang melihat gelagat keduanya saling bermesrahan membuatnya geli sambil menutup mulutnya dengan nada geli."Hiiiiiih?,,,geli banget deh liatnya!"
Malahan dari belakang teman kerjanya pun kaget dengan sikapnya lalu mendekati dan menepuk bahunya,PUUUUKKKKK.
"Heiiii,kamu ngapain kok gayanya gitu amat?"Tanya Andra bingung.
"Engga gua lihat tuh lho.Sepasang kekasih gitu amat ya kalau udah lama ga ketemu!"Jawabnya menoleh seketika.
"Aaah,,,ga pernah ketemu gimana?orang dua hari yang lalu kesini.Ngapain seberat itu kangennya!"Kembali bertanya sambil menatap Vani.
"Ya mana gua tahuuuu,,,kan baru gua liatnya."Jawabnya sambil sok sibuk.
Dia hanya mengangguk dan pastinya itu tidak begitu mencurigakan,apalagi liat Vani begitu sibuk memulai membuat orderan.Mengambil struk yang tengah keluar dimesin printer dia mengambilnya dan matanya memang ga lepas dari pandangannya dua sosok sepasang selingkuhan tengah berbagi cerita.
"Gimana Adrian?dia luluh sama kamu!"Tanya selingkuhannya dengan nada santai.
"Aneh sekarang dia mas,aku bete deh.Kenapa dia berubah begitu cepat dan bikin kacau hatiku saja!"Ujarnya kesal.
"Kan bisa kamu tinggalin dia.Apa susahnya,juga ada aku?"Sambil meneguk minuman segar yang baru dia pesan."Kamu ga minum?"Tawarnya menatap tajam.
"Mauuuu."Jawabnya centil.
Pria tersebut mengangkat tangan memanggil salah satu waiter untuk memesan minuman.
"Mas,,,"Panggilnya lantang.
Segera sang waiter datang melayaninya.
"Iya pak mau pesan apa?"Tanya sang waiter menyiapkan catatan orderan.
"Kamu minum aja atau pesan makanan juga?"
"Minum aja,ice coffe caramel ya satu.Itu aja deh!"
"Ice coffee caramel satu mas ya.Itu aja ga ada lainnya nanti gabung aja sama minuman pesanan saya ini ya!"Ujarnya berpesan.
"Baik Pak,untuk pesanannya ditunggu ya.Terima kasih!"Berlalu dengan senyuman manis.
__ADS_1
"Pantesan Bos ga suka sama dia.Centil banget,ganjen iya!"Jawabnya dalam hati sambil menatapnya lugas.
Kembali dalam obrolan dua pasangan menggoda tersebut."Memangnya kamu beneran suka sama dia?"
"Ya suka banget mas."
"Trus aku dikemanain?"Sergapnya .
"Dia kan bisa aku manfaatin.Sayang lho kalau cowok seperti dia ga dimanfaatin.Rugi banget,,,bisa menghasilkan.Dia kan fotografer terkenal dan aku terkenal dengan nama dia,ga pa-pa kan sayang!"Jelasnya manja.
"Ya bisa diatur,kalau kamu suka sama dia terus ga pa-pa.Fasilitas yang kamu punya aku ambil lagi."Ancamnya santai.
"Jangan dong,,,trus aku tinggal dimana?dikosan yang sempit?aduuuh ga cocok!"
Nyentil suara hati Vani begitu tersayat mendengarnya."Busyeeeet matreee amat tuh cewek,pengen gua labrak.Tapi ga tahu apa permasalahannya kan ga seru juga.Biarin biar tahu dia bobroknya kayak apa!"
"Ya kamu harus nurut.Putusin dia atau selingkuhin dia terus sampai kamu puas mendapatkan apa yang kamu mau?"Sambil memberikan saran penting.
"Baik,,,demi kamu sayang aku akan berbuat apapun.Aku sayang kamu!"Menyentuh tangan Kekasihnya.
Setelah obrolan hangat dan menggoda keduannya kembali mesrah untuk menikmati setiap suasana yang ditampilkan dalam kedai kopi.Kemesrahan itu benar-benar terekam jelas dalam camera mini yang sudah diselipkan oleh Vani sejak tadi.
Setelah kepergian pasangan selingkuhan terbaik itu menghilang,Andra melihat ada benda yang mencurigakan tengah terselip diantara cangkir-cangkir tersebut,ketika dia tengah merapikan kembali beberapa gelas dan mengelap bagian atas mesin kopi.
"Bang gua ketoilet dulu ya.Ga kuat neeh?"Tiba-tiba digangguin sama Vani.
"Kenapa emangnya?"Tanya Andra sensi.
Ia membisikkan sesuatu kepadanya."Aku ga kuat, rasanya pengen beranak,,,ijin dulu ya."
Sontak langsung kaget sambil menoleh kearahnya.
"Busyeeet luuuu.Jorok amat,udah sana dari pada terjadi disini bahaya!"Usirnya seketika sambil nutupin hidungnya.
"Iya-iya,ga sampe segitunya kali bang.Kan belum keluar,awas luuu!"Berjalan kebelakang sambil mengepal tangannya pengen nonjok aja.
"Muke gile tuh anak,cantik-cantik jorok.Sok laporan pake jelas lagi ngomongnya,hihihihi!"Geli sendiri akhirnya.
Saat tengah mengelap dia melihat ada benda aneh apa ya?mengambil dan mengamati dengan heran,,,benda apa itu sampai nyelip begitu aja disini.Sambil garuk-garuk kepala dia pantengin dan ditanyain sama anak-anak yang lain juga ga ada yang ngerti sama sekali.Emang kalau nanya yang lain pasti jawabnya ga tahu bang.Entahlah bang barang apaan tuh!
kembali dari belakang toilet,,,keluar dengan lega dan bahagia sekali Vani mendapatkan ketenangan dan keberhasilan yang mumgkin belum ia rasain sebelumnya.Sangat mempesona sekali.
"Alhamdulillah legaaanya!"Sambil melepas penatnya sambil mengelus-elus perutnya.
"Balik lagi,,,udah enteng banget!"jawabnya ketawa lepas.
Berjalan kedepan dan melihat Andra tengah kebingungan dengan benda yang dia pegang kecil banget tapi ada cameranya,tapi apa ya.Gua lupa namanya apa ya?
Dia bersandar dan muter-muter tuh benda sampe pengen ngecek aja digoogle apa benda tuh.
"Ini apaan seeh,masak aga ada yang tahu.Unik kecil ga berasa megang.Masak ya upil!"Ujarnya bingung.
Vani kaget seraya melotot dan mematung,waduhhhh ketahuan sama bang Andra bisa-bisa sampai tujuh lapis aku diwawancarai sama dia.Bergegas mendekati dan merampas dengan cepat lalu mengantongnya dan pura-pura jatuh kemana.
"Haaaahhhh,,,,apaan tuh bang?"Sigap banget tangannya seakan terlatih sebagai seorang enemy.
"Haduuuuh,,,,Vani.Eluuu ngapaian ngagetin gua seeh!"Semprotnya emosi diganggu sama Vani.
"Lhaaa emang abang ngapain?"Tanya Vani sok ga tahu sambil melirik tajam kearahnya.
"Tuuuh tadi ngapain coba nyenggol guaaa!"Emosi deh akhirnya dia.
"Emang kenapa bang?"
"Tuh benda tadi kemana kok ilaaang cariin napa?"Pintanya sambil muterin badan Vani.
"Ya mana aku tahu.Emang apaan bang?"Tanya balik pura-pura bingung.
Sambil menghela nafas panjang dia berujar.
"Ya mangkanya itu gua nanya sama eluuu.Yaaah malah diilangin.Sengaja ya."
"Memang apaan seeh?"Lagi nyolot.
"Ya itu gua mau kasih tahu sama eluuu,,gua tanya sama eluuu.Kan elu orang terakhir yang tahu tuh benda.Emang kamu liat itu apa?"
Sambil menggelengkan kepala dia berkata.
"Engga tahu,,yang penting gua udah bebas lega.Dan bebas tugas.Tuh liat udah jam berapa!"Tunjuknya kearah jam dinding.
Fokus juga Andra kearah Jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 13.00.
"Elu masuk jam berapa coba tadi?"Tanya Andra.
"Ya jam 5 subuh,,,sekarang aku pulang.Pamit dulu!"Sambil mengulurkan tangan mau mencium tangan Andra.
"Emang kamu tuh kalau mau pulang,kayak anak sekolahan aja.Pamit ma orang tua!"
"Iyalah bang,,,kan abang udah tua.Jadi harus gua hormati!"Jawabnya memberi senyuman.
"Sialam luuuu.Gitu ama orang tua!"Hardiknya ga terima.
"Hahahahahah,aku pamit dulu ya bang.Jagain cafenya jangan sampe geser lagi!"
"Iyaaa,banyak omong lu ga pulang-pulang."Ujarnya kesal.
Senyum dan lambaian tangan pun meninggalkan sementara kehidupan Kedai kopi milik Andra,tak bisa dibayangkan kalau dia menyadari kalau itu camera pengintai bisa-bisa habis gua sama bang Andra dan pastinya dia melakukan introgasinya.Ckckckckckck,sembari ia geleng-geleng kepala menuju ruang loker dan ganti baju.Lalu memindahkan camera pengintainya kesakunya untuk dilaporkan kepada Bosnya yaitu mas Adrian.
Diparkiran iapun menaiki sebuah motor retro kece khas jiwanya dengan helem hitam tanpa kaca karena ia menggunakan kaca mata hitam bulat menuju sebuah tujuan utama.Dalam hatinya berfikir begitu keras kenapa sampai segitunya ya hubungan antara kekasihnya Bos dengan selingkuhannya seperti itu.Apa dia memang sekedar memanfaatkan siapa sebenarnya bang Adrian ya?pusing kalau diingat lama-lama membuatnya semakin tak berdaya.
"Untung aja aku punya cowok ga macem-macem kayak dia.Coba aja macem-macem,udah ga ada maaf buat kamu!"Ujarnya membatin.
Suasana siang telah membuatnya menjadi arah terbaik saat melihat pemandangan tak terlalu macet dan membuatnya semakin semangat untuk berbagi hati dan cinta dengan Bosnya.
__ADS_1
"Apaaa?aku harus berbagi cinta dengannya! seperti apa jadinya kalau aku harus bersikap seperti itu.Aku kan agen mata-mata yang perlahan sukses dengan gayaku sendiri."Tersenyum bangga.