
Penyesalan pum dirasakan oleh Adrian,dia sama sekali tidak bermaksud lebih dalam soal asmara keduanya.Tetapi keadaan membuat semuanya terlihat membingungkan hingga tak bisa dikontrol lagi.Mungkin saat ini aku harus bersikap baik sama Vani,semoga saja dia tidak lagi menjadikan ini sebagai malapetaka yang akan menyesatkan keduanya.
Setelah dianggap tenang dan ga ada lagi adegan terlarang lagi sempat membuat mata dan hati Cinta sangat terkejut oleh sebuah keadaan.Ia turun kebawah serta memastikan Adrian tengah berada ditempat yang mungkin bisa ia cari untuj mendapatkan seragam sekolahnya.
"Mana ya,kak Adrian ga kelihatan lagi?"Turun kebawah mencari-cari sampai kedapur dan mendapati Vani tengah sedih kembali hingga memunculkan sebuah spekulasi dini soal hubungan keduanya.
"Kak Vani,,,disini ternyata!"Meringis menghampirinya.
Segera ia menoleh terkejut oleh panggilan Cinta yang tiba-tiba"Haaaahh,Cinta."Segera ia mengelap air matanya disaat tengah jatuh menetes membasahi pipinya.
"Kak,,tahu dimana bang Adrian ga?kok hilang lagi seeh!"Lagi menatap wajahnya yang tak mau disorot oleh mata Cinta.
"Kak,kenapa?emangnya kakak lagi marahan sama kak Adrian ya!Padahal tadi baik-baik aja kak Vani!"Mencoba mengelabuhi sikapnya,takutnya kalau bilang mereka lagi ciuman.Bisa mati aku diomelin sama Kak Adrian.
"Engga ga pa-pa,kakak sedih aja ada yang melukai kakak tapi bukan bang Adrian kok!"
"Oooooh,,,,jadi kak Adrian ga ada disini ya aku cari dulu deh kali-kali ada dimana gitu,heheheh!"Kebingungan salah tingkah,melihat sikap Vani.Lalu ia pergi meninggalkan Vani sendirian,bergegas dengan menghilang secepat kilat tapi ternyata dia mencoba mengintip apa yang terjadi dengan Vani.
Setelah beberapa saat dia mengamati penuh perasaan malahan ada tangisan yang berlarut-larut dalam hubungan keduanya.Saat berbalik pun ia dikagetkan oleh kemunculan tiba-tiba dari Adrian secara mengejutkan.
"Ngapain kamu?"
Langsung menahan nafas,bak patung yang tersudut oleh suatu hal.Ia berbalik dan mendekap mulut Adrian serta menariknya ketempat aman.
"Kak,,,ngapain seeh ngagetin segala?"Cinta begitu kesal terhadap Adrian karena begitu mengejutkan dirinya.
"Kamu ngapain juga ngintip Vani?emang ada masalah sama dia!"
"Tadi aku liat didapur dia nangis.Kenapa emangnya,kak Adrian ngapain kak Vani seeh?"Mencoba menguaknya.
"Ga ada pa-pa,emangnya kamu liatnya gimana?"Sok imyuuut pula menjawabnya.
"Eeehh,,,mana seragamku kak.Aku mau ganti baju lho,udah mau berangkat ini!"Memintanya dengan manis.
"Bentar aku ambilin dulu!"Berjalan menuju rak bajunya dan menemukannya dilemarinya lalu memberikannya."Neeh,,,buruan ganti.Telat dikit aku tinggal!"Ancamnya santai keluar dari kamar miliknya.
"Iyaaa kak."Jawabnya segera ganti baju.
Setelah keluar dari kamar,Adrian memastikan untuk melihat kondisi Vani yang tengah terpukul oleh sikapnya dalam memberikan sebuah kejutan mendebarkan hatinya.Berhenti disebuah kursi utama meja makan dirinya bertanya tentang keadaannya saat ini.
"Vani,,,kamu ga pa-pa kan?"
Rasanya kalau aku jawab dengan nada tinggi bahkan emosi pasti akan membuat curiga Cinta dan kembali menanyakan apa yang tengah terjadi lagi sama aku.Aku harus bisa jaga sikap sebelum dia tahu sebenarnya tengah terjadu.
"Engga bang,sarapannya sudah siap.Kemana Cinta udah selesai dia ganti baju?"jawabnya membuat senyuman manis hanya untuk menutupi semuanya rasa sedihnya.
"Belum kesini dia.Beneran kamu ga pa-pa,nanti kamu libur aja,takutnya menganggu kerjaan kamu dan makin down.Gimana?"
Memberikan senyuman sejenak lalu ia menjawabnya"Ga usahlah.Kalau aku libur tambah banyak fikiran.Apalagi nanti kalau aku buat kerja bisa lupa sedikitlah,dan hilang juga bebanku."
Perlahan Adrian mendekati dan menarik tangan Vani lalu berucap kepadanya"Maaf ya.Tadi,aku ga bermaksud seperti itu.Kamu maafin aku kan!"
Ia mengangguk,masih ada rasa yang belum diketahui oleh Vani sejak ciuman itu mendarat dan saling berpagutan hingga tak bisa bisa melepaskan begitu saja.Kembali Adrian memastikan emosionalnya Vani dan berucap.
"Beneran kamu mau kerja.Ayolah,nanti kamu malah tambah fikiran yang susah siapa kamu kan?"Kembali mengingatkan.
"Nanti ga enak sama bang Andra sama Aga lho.Aku ga ingin membuat mereka jadi berfikir aneh-aneh tentang kita bang!"
"Udah kalau urusan itu mereka juga libur,besok kamu masuk aja.Kamu tenang dirumah ya.Atau aku temani !"Memberi senyuman hangat serta menyentuh pipinya.
"Tumben mereka libur ada apa?"Tanya Vani penasaran.Tumben mereka libur bareng.
"Ya sekali-kali bisalah mereka menikmati libur bersama."
Sesaat obrolan mereka harus terputus oleh kedatangan Cinta penuh rasa santai masuk kedalam pusaran kisah kehidupan Adrian dan Vani.Senyum kembali ia tuangkan seraya mencoba membuat akrab kembali suasana meja makan bersama.
"Cieeee,,romantisnya lho.Ga pudar-pudar dari tadi?"Selorohnya mengejutkan keduanya.
Langsung mereka jaga sikap,Adrian rasanya ingin menerkam Cinta saat menatap dengan kesal.Ia pun hanya senyum-senyum nyengir merasakan pandangan sang kakaknya.Vani hanyalah tersenyum dan mengajaknya untuk segera sarapan pagi.
"Cintaaa,sarapan yuk.Udah jam berapa ini?"Ajaknya seraya duduk disamping Adrian.
"Heheheh,enak neeh sarapannya.Pasti kak Vani jago masak neeh.Kalau deh aku!"Candanya bersiap menyantapnya.
"Jangan salah,dia itu selalu membuat kakak jadi kepikiran terus saat ia memasak.Apa akan ada kejutan yang membiusku mungkin?"Candanya ketawa lepas kearah Cinta,lalu menoleh juga kearah Vani.
"Ada deh,kalimatnya terkadang bikin kak Vani ga bisa menebaknya lho Cin.Sangat diluar nalar.Jadinya terima apa adanya!"Lagi Vani menjawab penuh makna.
"Ooooh gitu.Ga bisa dong menerka keduanya,pasti kalian berdua punya misteri yang sama-sama membuat bingung kan?"Lanjut Cinta senyum-senyum.
Ia melirik lagi kearah Adrian lalu mengernyitkan kening,jawaban Cinta memang diplomatis sampai harus banyak obrolan untuk membawa mereka dalam cerita pagi ini.Setelah puas menikmati sarapan pagi,tentunya saat ini adalah kesempatan Cinta untul lebih dalam mempertanyakan sebuah rahasia antara dua pasangan ini.Sangat membingungkan.Dengan diantar oleh Vani,Cinta pun pamitan untuk berangkat sekolah,kali ini dia bersama Adrian menggunakan mobil Land cruiser prado hitam metalik.Sepercik pertanyaan muncul.
"Kalian hati-hati ya.Buat Cinta jangan banyak menjalin cinta dengan hal yang ga pasti ya.Sakit lho nanti!"Kalimat itu membuat Adrian segera menoleh dan memberi senyum kecut lalu tak ubah untuk Cinta segera menjawabnya.
__ADS_1
"Iya kak,pasti.Aku akan belajar Cinta dan sayang dari Kak Adrian supaya aku langgeng dengan pasanganku.Bener gitu kak!"Mendongak dan menyentuh tangan Adrian.
"Iya betul itu.Dan perasaan itu harus tepat dan yakin kalau ada penggantinya akan lebih baik.Ayo naik!"
Bingung mencari motor harley yang biasanya ia tumpangi bersama Adrian,tapi ga ketemu sama sekali dimana raibnya.
"Oooh iya kak,kita naik ini?"Tanya Cinta mengarahkan kedua jari-jarinya kearah mobil keren tersebut.
Mengernyitkan kening dan memberinya jempol untuk Cinta.
"Lalu kemana motornya kak?"Tanya Cinta lagi.
"Biar kamu ga masuk angin Cinta."Jawab Vani tertawa lepas.
"Ooooouuu,,,gitu.Ya udah deh,keren banget naik mobil sekarang,jadi nyaman deh.Aku berangkat dulu ya kak!"Menghampirinya dan mencium pipi kanan dan kiri Vani.
"Iya hati-hati dijalan,jangan ngebut ya!"Jawabnya membalas serta mengelus-elus bahunya Cinta.
Tak disangka lagi,Adrian pagi ini menang banyak setelah beberapa keromantisan yang tengah dia berikan,sekian kalinya ia memeluk dan mencium keningnya.Ingin rasanya menghindar tapi sudah terlambat.Hanya tawa geli dirasakan oleh Cinta saat melihatnya sembari melambaikan tangan dan masuk kedalam mobil.
Rasanya ingin nyubit pinggulnya deh sampai dia kesakitan,selalu membuat kejutan yang merugikan Vani dan menguntungkan untuk dirinya sendiri.Masuk kedalam serta menutup pintu mobil,menghidupkan mesin segera berlalu meninggalkan kesendirian Vani dalam lamunan sesaat.
"Neeeh,,,rasain bang!"Gemes banget deh expresinya.
"Adooooh!"Kesakitan dan sepertinya puas juga Vani melihatnya.
Dari dalam Cinta hanya menahan tawanya ketika melihat reaksi kesakitan dari Adrian.Keduanya pun berangkat bersama menuju sekolahan.
Diperjalanan pun ada sebuah pertanyaan dari seorang Cinta pada sebuah hubungan inti seorang pria dengan wanita dalam tahap yang lebih romantis.
"Kak,,,aku boleh nanya ga?"Sambil menoleh kearah Adrian.
"Nanya apa?kayaknya kamu udah kebanyakan nanya deh dari kemarin,heheheheh!"Candanya geli.
"Kaaakakk,kan nanya ya banyak lah!"Jawabnya kesal sembari menampakkan expresi lucunya hingga tawanya kembali muncul tiba-tiba.
"Oke,,,oke.Kalau itu sebuah pertanyaan yang bagus dan tidak membuat ribet itu adalah pilihan yang bagus buat kakak!"Menjawabnya penuh retrorika.
Nyengir juga,,,belum aja nanya udah kalimatnya kayak gitu mau gimana coba membayangkan kalimat tengah dirangkai oleh Cinta.Bingung lagi, masih mikir lalu Adrian pun berujar lagi.
"Heiii,kok ga nanya-nanya?"Sambil meninju pipinya sampai dia kaget,lagi melirik tajam kearahnya.
"Waduuuhhhh,,,,ngajak berantem neeh kakakku!"Juga menyiapkan kepalan tangan.
"Kakak memang cinta sama kak Vani ya?"Kalimat itu membuatnya berhenti mendadak hingga ia terpental pula.
Ciiiiittttttzzzzz.
"Kaaaak,,,,gimana seeh?hampir benjol kepalakuuuuu!!!!!"Sambil mengepal kedua tangan lalu meninju bahunya.
"Kamu nanya apa tadi?"
Kembali terbakar emosi hingga kekesalan ga ada duanya keluar dengan pasti."Kakaaaakkk,,,kakak tahu ga kalau aku nanya itu simple kok.Ga neko-neko.Kakak cinta sama kak Vani?"Kembali menatapnya lalu dia hanya terdiam lalu menjalankan mobilnya.
"Rahasia ya?,ya udah kalau masih mengganjal aku tunggu deh sampe clear.Juga aku ga nuntut aneh-aneh sama kakak.Kan aku masih fokus sekolah!"Sambil meringis kearahnya.
Menoleh serta berkata"Maaf ya,aku belum bisa menjawab itu semua.Karena kamu harus tahu nantinya seperti apa ya!"
"Oke deh,,,kak!"Jawabnya mengacungkan jempolnya.
Pagi kali ini juga membuat Aga yang terbangun dengan lepas serta merentangkan tangan.Pagi memang indah saat ia perlahan membuka pejaman mata mengambil dan melihat jam weker masih menunjukkan pukul 06.35 WIB,,masih pagi kok!
"Pagi dunia,,,maaf lagi single ga bisa nyapa kekasih,heheheeheh!"Beranjak berdiri lalu membuka tirai jendela,segaaaarrrnya.Apalagi libur seneng banget deh.
Keluar dari kamat,tak lupa cuci muka sejenak. Menuju kedapur membuat sarapan pagi untuk sepupunya yang masih molor,ya diakui seeh kalau kak Andra adalah saudara serta kakak terbaiknya saat ini karena selalu melindungi dan membuatnya nyaman.Coba kalau dia bukan kakakku mau aku heheheh.Nasib,,nasib jadi single kok gini amat ya,kesibukannya dimulai dari memasak dengan ide creativenya.
Suara alarm ponsel Andra berbunyi sampai membuatnya semakin males saja.Sampai harus mengambil bantal lagi untuk menutupi kepalanya dari berisiknya pengganggu mimpinya.
"Astaga kenapa ganggu seeh!"Kembali tengkurap dan menarik selimut.
Didapur pun ia membuat sebuah lagu hip hop dengan nuansa kebahagiaan untuk menyelesaikan alur masak-memasak hingga aroma harum dan nempel dalam pejaman mata dan mencicipinya.
"Heeemmm,,,,enaknyaaa.Sedap tak terkira."Ujarnya memuji masakannya pagi ini,yaitu soup buntut dengan sentuhan jamur kancing dipotong dengan rasa khas gurih dengan taburan daun bawang dan bawang goreng serta bawang geprek,aroma semerbak hingga jadi ia tuang dimangkok juga kembali ia membuat menu selanjutnya.
Lagi Aga mendongak kearah kamar milik Andra,kok belum keluar-keluar ya bang Andra emang kenapa dia.Apa kecapean sampai males keluar?Ya udah deh selesain ini dulu lalu bangunin dia supaya ga setengah-setengah jadinya.
"Uuuuhhhh,,,aaahhhhh!"Dirinya berbaik badan seraya merentangkan tangan.Mencoba untuk bangun walau masih lelah banget,pokoknya harus bangun pagi saat tersirat sebuah misi kemarin untuk menemukan sosok Anton yang masih menjadi misteri.
"Kemana seeh Anton tuh.Susah banget dicarinya,apa dia diculik ya sampai ga ketemu sampe sekarang!"Mikir sebelum turun dari ranjang.
"Kayaknya aku harus bersiap deh pagi ini!"Bergegas turun dari ranjang menuju kamar mandi merasakan segarnya pagi dalam hembusan gemericik shower.
Tak lama pun ia keluar berbalut handuk,menuju kaca besar terpampang menempel didinding terasa gagah dan macho ketika dia tengah mempertontonkan tubuh atletisnya hingga siapapun bisa terpana olehnya.
__ADS_1
"Seksi juga aku.Kapan Vani jatuh hati sama aku ya,hahahahaha!"Tawanya begitu lepas sampai lupa kalau itu sekarang menjadi milik Adrian.
Suara ketukan pintu membuat ia segera menoleh dan bertanya heran"Siapa?"
"Ya akulah bang.Siapa lagi coba?"Jawabnya lantang didepan pintu.
"Ohhh iya ya,kok bisa lupa ya!"Menepuk keningnya."Bentar ya,aku ganti baju dulu.Mau ikutan?"Candanya geli.
"Gaaaaa,,,indah banget bang Andra,emang mau bikin kegaduhan antara kita.Aku tunggu dimeja makan ya."Berlalu kembali kemeja makan.
"Iya Juga ya,hehehehehe!"
Membuka lemari pakaian,mendapati kemeja slimfit berwarna coffee serta celana jeans hitam.Tampan dan menggoda,apalagi kalau diselingi sebuah jaket jeans pula.Semakin membuatnya makin mempesona.Saat keluar dari kamar menuju meja makan dan menyapa hangat perempuan yang tengah menantinya santai memberinya senyum.
"Pagi sepupuku yang cantik,,,,!"Sapanya mendekati lalu menutupi hidungnya."Kok ada yang aneh seeh sama kamu?"Kata Andra mendekati,membuka sumpalan hidungnya lagi mencari bau-bau ga sedap dalam tubuh Aga.
"Apaaan seh bang?sok nutupin hidung segala!"Sewot deh akhirnya.
"Bau banget,,,belum mandi ya kamu!"Langsung kearah yang lebih baik.
"Heheheheheh,,,,iya belum bang!"Nyengir malu-malu banget.
"Mandi sana,,,kalau cantik siapa yang seneng!"Tanya Andra menggoda.
"Ya aku sendirilah.Masak abang,weeeek!"beranjak berdiri kabur dari hadapannya.
"Dasar,ngegas mulu ya!"Sambil nyubit bahu Aga.
"Iiiiiih sakit baaaang!."
"Udah buruan mandi nanti gua ajak jalan-jalan ya.Yang cantik yang manis dan mempesona ya."Senyum-senyum geli memainkan kedua alisnya.
Menoleh membalas penuh kekonyolan membuat tawa kembali dibuat Andra semakin menghangatkan suasana."Minumannya belum bikin ini?"Suara lantangnya menusuk telinga Aga hingga segera muncul dan menjawabnya.
"Iya belum bang,bikin yang enak ya.Aku mauuuu!"Jawabnya teriak dari dalam.
Menghela nafas lagi,mentang-mentang aku barista.Ada aja permintaan anehnya dibikinin apa kek.Yang penting kan segar dihatinya sampai geleng-geleng kepala.Sembari menunggu selesai mandi sepupunya,menu special pun dibuat oleh Andra apalagi menu hangat hot chocolate dengan wipping cream serta menuangkan rasa hazelnut membuat sensasi hangat dan menyegarkan fikiran perempuan cantik tengah selesai berdandan sesuai expetasinya.
"Pagi bang,,,udah cantik kan aku?"Sapanya bergaya disampingnya.
Mengacungkan jempol,senyum bangga kembali diberikan kepada Aga."Mantaaap ,,,,nanti aku rekomendasikan sebagai perempuan cantik mempesona gimana?"
"Emangnya aku jualan.Sampe nawarin segitunya sama orang!"Duduk disampingnya menata piring
"Kan kamu single,belum laku heheheheh!"
"Nyindiiirrrr,,,banget seeh.Masak ga tahu kalau abang juga masih single.Pede lagi!"Ujarnya kesal.
"Ya deh,,kita sama-sama single.Tapi kapan kita punya pasangan ya,"Tanya Andra lagi.
"Mangkanya jangan pilih-pilih orang,jadi susah deh kalau kayak gitu."
"Ya entahlah yang penting nanti kita jalan-jalan dan menemukan sosok pria yang kita cari semalam adalah benar dia."
"Tapi dimana ya dia?"Sambil mikir.
Pagi kali ini adalah waktu untuk mereka menjalankan jalan-jalan khas seorang pemuda pemudi mencari sosok yang menurut mereka gampang ditemukan ketika ga dicari,tapi mengapa susah sekali kalau beneran dicarinya.
"Kamu udah siap untuk jalan-jalan kita hari ini?"Tanya Andra sambil turun tangga menuju parkiran motor,mengambil helem dan memberikan kepada Aga.
"Siap dong bang,,,yang penting perjalanannya seru aku mau lho.Gratis lagi,!"Mengedipkan matanya.
"Emang ya kalau jalan-jalan ala kamu tuh bikin semangat kita!"Menaiki motor dan dibonceng pula Aga menuju tempat tinggal Anton.
Vani hanya terdiam berada disebuah rumah,ini adalah waktu terbaiknya untuk membuat sebuah kepastian dirinya untuk kembali dalam fikiran yang jernih.Apa dia masih marah ya sama aku? Coba deh aku hubungi dia.
Wajah resah dan tak bisa dikatakan lagi,kenapa aku mau menjadi kekasih boongan sana bang Adrian seeh.Ngapain juga dia ngambek kan aku cuman boongan coba?
Sama sekali ga ada jawaban,emangnya kemana dia.Apa dia membalasku tanpa menjawab apapin panggilanku.Huuuuuh sabar-sabar masih ada waktu untuk bisa menghubungi kamu mas.
"Kak,nanti kemana setelah nganter aku sekolah?"
Menoleh heran tumben nanya gitu,ada apa neeh dia"Kenapa kamu tanya gitu?"
"Engga,aku lihat tuh kak Vani butuh teman deh,kan aku udah mendingan ga kayak dia.Temenin yah,kasih dia semangat dan tentunya buat dia kembali happy."
"Trus kamu mau ngapain?"Tanya Adrian heran.
"Yaaaah,sekolah lah dan ketemu sama kak Dennis hehehehehehe.Boleh ya kak!"Menyentuh tangannya.
"Asal ga kebablasan aja.Jalanin seperti persahabatan.Kalau udah tahu mau kemana arah nya baru.Jalanin dengan pelan-pelan oke!"Memberinya nasehat.
"Oke kak!"Mengacungkan dua jempol untuk kakak tercintanya.
__ADS_1