
Pagi-pagi Andrea sudah bangun dan berniat untuk membuat secangkir kopi untuk menyentuh fikirannya menjadi lebih berarti lagi.Setelah membereskan semuanya dalam pesona pagi dengan pakaian casual nan indah dengan tatapan masih sayu kearah luar jendela.Ia masih berharap ada yang terbaik dalam kehidupannya saat ini menatapa sosok Reyhan yang mencintainya dengan sepenuh hati.Apalagi sahabatnya yang masih dalam pergulatan cinta yang membosankan bahkan seakan membualkan semuanya dalam setiap detik yang menyentuh.
"Kemarin bagaimana ya dengan Romero dan Gladis?apa dia yakin akan satu shift terus atau membuat sesuatu lebih berarti untuknya ya?"Tersenyum lalu meneguk minumannya.
Sadar dengan Reyhan yang belum kelihatan datang untuk menjemputnya,dia pun bergegas untuk menyiapkan sarapan cepat dan nikmat yaitu secangkir kopi dan sandwich vegetarian dipenuhi juga dengan tomat dan mentimun kesukaannya.karen dia yakin dengan cara ini,pastu ada asupan inspirasi ketika dia akan melanjutkan bekerja setelah bermain cinta dengannya saat shift pagi hingga akhir dari pagelaran skateboard yang kadang membuatnya minim emosi karena tengah dalam investigasinya.
"Ooooh iya,dia juga butuh sarapan pagi?kenapa aku sampai lupa dan mengabaikannya ya!"Kembali semangat untuk sibuk didapurnya yang masih terlihat bersih dan mulai untuk menyiapkannya.
Seperti yang dibayangkan oleh Andrea,Reyhan keluar dengan pakaian casual dan lebih tampan setelah semalam harus berdandan rock dan bagikan anak muda.Sekarang lebih natural dan casual untuk membuat tersenyum manis dengan kaca mata bulat dan tampilan kece yang mungkin akan membuat kesegaran lebih berarti untuknya.
"Lelah juga kalau harus ganti fashion ya.Ga pa-palah yang penting ada kekasihku yang perhatian.Kalau seperti ini akan membuat gua lebih fresh!"Bergaya dengan santai menurunkan sedikit kaca matanya sampai tulang hidungnya.
"Apa dia ingat membuatkan gua sarapan ya pagi ini.Kalau gua langsung kesana pasti dia akan tahu seberapa butuhnya gua padanya!"Bergaya kembali lalu mengambil jaket rajutnya dan menutupi tubuhnya yang menarik.Lebih baik seperti ini dari pada gua harus berantem lagi sama Andrea.Ya betul banget tawanya lepas sambil menyiapkan semuanya hingga lengkap dan siap untuk menjemput kekasihnya saat ini.
Keluar menuju dapur dan mengambil air mineral serta meneguknya dengan cukup lega satu gelas tanpa akhir.Aaaah,lega juga enak kok minum air mineral pagi-pagi.Kenapa gua jarang ya?aneh banget saat ini lebih seger.Ujarnya seraya bergaya lebih eksis.
Mengambil kunci motor,memainkan serta berjalan menuju rak sepatu memilih lebih casual dan boats berwarna coklat pudar dengan sentuhan khas koboi membuatnya semakin brilian saat bersiap untuk keluar dan menjemput kekasihnya tersebut.
"Apa dia akan protes dengan gayaku kali ini ya?harusnya tidak.Karena ini adalah styleku untuk bertemu dengan klien kali ini!"Ucapnya sambil tersenyum saat duduk untuk memakai sepatu kesayangannya.
Memandangi lamat-lamat kegagahan sepatu yang akan dia gunakan untuk bekerja,pastinya akan membuat dirinya nyaman untuk menyambut sosok wanita idaman hatinya saat ini."Tunggu sayang,kamu akan melihat sosok Romeo yang bukan seorang Romero itu sahabatmu.Tapi dia juga sahabatku sebenarnya juga.Tapi sudahlah jangan buat hatinya galau.Cuman gua aja ya akan galau bila tidak bertemu denganmu Andrea.!"Bersiap untuk berangkat dan menoleh kembali memastikan pintu rumahnya terkunci dan siap untuk melaju menemui kekasihnya.
Seperti fikirannya sama juga dengan perasaan kekasihnya,Andrea pun bersiap untuk menanti datangnya Reyhan setelah semuanya telah siap untuk dihidangkan.Sarapan pagi yang telah tersiap penuh kenikmatan dan tentunya memberikan senyum miliknya.
__ADS_1
"Makanan pagi sudah siap,tinggal nunggu Reyhan.Sabar deh!"Sambil mengibaskan kedua tangannya menunggu kedatangannya.
Berjalan kedepan menunggu apa masih ada waktu untuk menunggunya,kenapa tidak.Apalagi perjalanan pagi ini dilihat dari tatapan jam dinding menjadi waktunya bertemu.
"Yaaa pasti dia masih melirik cewek lain,ya sudahlah.Mata lelaki memang hebat banget!"Mengabaikan dan kembali untuk mempersiapkan yang lebih baik.
Berjalan santai pun rasanya masih dalam keadaan bingung apa benar dia datang ya,mendongak keatas dan melihat jam dinding lagi."Kenapa mandangin jam lagi.Padahal kan masih pagi juga!"Tersenyum kecut.
Suara ketukan pintu membuatnya terkejut hampir-hampir saja jantungnya copot.
Tok,,,tok ,,tok.,,tok ,,,tok.
"Haaaah,siapa tuh?"Memanglingkan wajah kearah keluar.
"Heeemmm,,,kamu ternyata!"Dengan wajah ketus ia membukakan pintu.
"Haaaaiiii,surpriser!Pagi ini gua kerja!"Lanjut Reyhan dengan garingnya menyapa Andrea yang ikutan menatap ga jelas sama dia.Apa seeh yang dia inginkan pagi ini.Kalau ga bikin panik ya gini ini.
"Ooooh,udah dateng.Kirain mantengin cewek dulu baru kesini!"Jawabnya melengos masuk kedalam.
Wajah heran dan tak percaya melihat kekasihnya bersikap seperti itu membuatnya segera bertanya dong."Heeiii,kamu kenapa?ga heran sama penampilanku?"Terus mengikutinya masuk kedalam.
"Engga tuh,kan biasa aja!"Jawabnya menoleh sambil menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
"Hemmm,kirain kamu terkesima sama penampilanku ini.Tadi udah ganti style lho!"Jawabnya nyelonong menuju dapur dan mencari minuman segar.
Duduk dimeja makan,ada senyuman yang dibuat Andrea lebih segar dan bisa menjalani pagi ini dengan menyapanya dan bersama dalam sarapan pagi.
"Ayo kita sarapan,aku udah siapkan makanan untuk kamu sayang!"Bersedekap menompangkan tangan dimeja makan.
"Hemmm,oooh ya.Masak apa?"Tanya Reyhan setelah menikmati segelas air mineral dengan tepat.
"Ini nasi goreng dan telur ceplok juga ada nugget hehheheh,ga pa-pa kan?"Sapanya meringis geli.
"Ya ga pa-palah dari pada gua ga sarapan pagi.Ntar gimana dong kerjaannya,laper mulu!"Ujarnya dengan wajah santai tapi ya memang Reyhan penuh terima apa adanya.
"Oke deh kalau gitu,gua siapkan sekarang ya,mau banyak atau dikit?"Tawar Andrea sambil menyiapkan piring dan nasi untuk Reyhan.
"Dikit dulu deh,ntar kalau habis nambah lagi.Boleh kan!"Candanya geli lagi.
"Ya boleh dong,kalau masih sisa kamu bawa buat bekel atau buat Romero?"Sambil menyiapkan dan menaruhnya didepan meja Reyhan.
Mendongak dan menjawabnya"Kayaknya ga usah repot-repot deh buat si jomblo satu tuh.Dia pasti ada yang bikinin sarapan pagi,kalau ga Gladis ya mungkin ada gitu yang lain!"
Mengernyitkan kening"Siapa?apa ada orang lain yang deket sama Romero?"Tanya Andrea bingung.
"Ya ga tahu juga!"Jawabnya ngasal.
__ADS_1
"Heeemmm,udah mulai membuat spekulasi yang ga jelas ini!"Ujar Andrea dengan wajah heran menatap tajam.