Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 43.Vani vs Adrian dalam satu hal.


__ADS_3

Menghela nafas berat,ada apa ya sama bang Adrian ya kenapa aku harus setegang ini setelah mengobrol santai bahkan mengobrol dengan santau bisa sedingin ini.Sampai aku menoleh dan menatap dia sangat serius sampai menatap seperti itu


"Ngapain kamu kok sampai kayak gitu mandangin aku.Makin ganteng ya,hahahhaah!"


Kaget juga liat jawaban aneh dari Adrian,aku berharap dia ga tegang malahan akunya yang tertindas.Apaan seeh,apa aku tanya yang lain ya.


"Bang maaf ya kemarin aku ga bisa pulang dan nemenin Cinta,jadi kita mencar ga jadi satu!"Jawabnya memberikan harapan indah.


"Pisah gitu?truus dia sama siapa?"Tanya lagi sambil menolehkan wajah serius.


"DENNIS!"Meringis kearahnya.


"Kok bisa?karena hujan lebat kemarin ya.Ga pa-pa setidaknya kalian berdua tuh ada yang menemani.Gua juga minta maaf soalnya sahabatku itu memang butuh gua banget dan ga ga bisa ditinggal."


"Yang mana ya bang?"Meringis kearahnya.


"Nanti kamu juga tahuuu,yang jelas gua mau bicara lebih dalam soal hubungan kita berdua oke!"


Mengernyitkan kening dan berfikir lebih serius yang pada akhirnya dibasuh oleh tangan Adrian ketika melihatnya sungguh aneh.


"Udaaah ga usah difikirkan lagi,ada aja deh heheheheh!"Jawabnya kembali tertawa lepas.


"Huuuuh,abang ini lho selalu bikin aku badmood aja.Padahal udah serius,dicandain lagi!"Ketus kembali menyeruak dalam wajahnya.


"Pastinya kita akan banyak bicara,siapkan mental!"


Menoleh,kembali kaget dan bertanya lagi.


"Siapin mental?sama Cinta juga!"


"Ga ada hubungannya sama dia juga.Kita akan bicara dari hati-kehati dana dari face ke face untuk menemukan yang terbaik.Bukan sama Cinta yang masih butuh kisah khayalan dulu baru jatuh dia.Dia belum siap untuk itu,aku pastikan bicaranya santai dan menyentuh!"Jawabnya kembali menatap jalanan.


"Memangnya masalah apa seeh bang,kayaknya serius banget.Sampe harus jemput segala!"


"Serius antara kita berdua,dan itu harus kita selesaikan dengan drama yang santai aja yaaah!"Ujarnya berharap.


Hatinya bergumam ada apa ya?apa yang akan terjadi dengan hubungan ini.Mungkin ada sesuatu bisa membuat kami bisa menjalaninya ya.


Sampai dirumah,senyum hangat dibuat oleh Adrian untuk menghangatkan suasana seraya mendekati dan merangkul bahu Vani,ada balasan senyum pula darinya untuk menuju sebuah obrolan yang sudah dipastikan akan menjadi keheningan yabg berarti.


"Abang mau minum lagi atau makan?"Tanya Vani bersiap untuk membuatkan sesuatu untuk suasan yang menurutnya cukup berat.


"Eeehhm ada cemilan enak ga?"Tanya Adrian mendekatinya lalu merapikan rambut Vani yang perlahan menurun menutupi wajahnya.


"Ada bang,Bentar aku ambilin ya!"Sambil berbalik berjalan menuju kedapur.


Berbalik pula Adrian dari pandangan Vani,berat ya.Apa dia sudah nyaman sama gua apa belum ya.Nanti kalau pas aku cerita malahan dia sedih,apa benar aku cerita sebelum ada apa-apa antara gua sama Luna akan lebih mengerti yang akhirnya dia tahu dan akan kembali membuat cerita lagi dengan orang lain.


Dia masih berdiri dan menunggu kehadiran Vani dengan senyum menawan,tumben dia bersikap seperti itu?apa ada hal lain tengah menggelayuti fikirannya hingga dia mempunyai rasa percaya diri saat ini.


"Gimana bang?udah ada ide untuk ngobrol sama aku?"Tanya Vani menata makanan dan minumannya dimeja ruang tengah.


"Sudah dari tadi aku mencoba berfikir setelah kemarin ngobrol banyak sama Luna.Kamu tahu kan dia siapa?"Kembali mempertanyakan.


"Luna,ya mana aku tahu lah bang.Kan belum pernah ketemu.Tahunya itu dia adalah sahabatnya bang Adrian.Itu aja,trus ada hubungannya ya sama dia?"Kembali penasaran.


"Iya,duduk dulu deh."Ajaknya merangkul duduk bersama.


Kini keduanya saling berhadapan saling bertatap muka dan mulai memahami arti dari pertemuan ini.Apa-apa belum selesai ia sudah tersenyum dan menunggu berita apa yang akan dikatakan oleh Adrian.Membuat hati deg-deg an,mungkin akan banyak kejutan datang padanya saat cerita itu mulai diutarakan olehnya.


"Maaf sebelumnya Van,aku selama ini udah buat kamu menderita dengan keadaan ini.Kamu berpisah dengan Anton dan sekarang kita melakukan settingan yang menurut kamu sangat melelahkan.Apa itu membuatmu semakin terpuruk?"


Heran kenapa sampai harus bilang seperti itu,malahan bang Adrian telah menyelematkanku dalam hubungan yang ga jelas dan terbukti kalau memang Anton sudah membuatnya hancur malahan.


"Menderita?menderita dalam hal apa ini bang,abang tahu kan sejak abang menyatakan bahwa ingin mencintaiku dan mencoba membuat aku melupakan mas Anton aku sudah menyatakan untuk bisa move on.Tapi ga segampang gitu juga kali bang."


"Iya tahu,tapi selama ini kamu jalani hidupmu denganku gimana?"


"Nyaman,aku sangat nyaman dan bisa kembali dengan hidupku dimana aku ga tahu harus kemana.Ada abang sudah membuatku bahagia atau hanya sekedar settingan itu aku terima.Jadi kalau abang mau bilang sayang sama aku,aku terima bahkan abang mencintaiku aku terima karena sikap abang itu sangat membuatku nyaman!"


"Tapi kamu tidak benar mencintaiku dengan setulus hatimu kan?"

__ADS_1


"Aku rasa ini sudah mulai aku merasakan itu bang,cinta abang kepadaku adalah hal mutlak abang lakukan hanya untuk membuatku bangkit.Aku sama sekali tidak berharap lebih karena dari awal saja itu kita sudag settingan."


"Tapi kamu bener tulus ga sama aku,aku takut ini akan menjadi kecewa dan pastinya kamu akan sedih!"


"Sedih?kenapa juga bang.Aku tahu berada disini bersama abang itu seperti cinta alami tanpa buatan apapun bentuknya.Mungkin sejenis cinta-cintaan.Cinta monyet yang monyetnya abang aku juga ga tahu pasti!"Jawabnya menahan tawanya.


"Kurang ajar,serius-serius ada lagi dibecandain!"Gumamnya dalam hati.


"Sejujurnya aku mulai mencintai abang dengan kelebihan dan kekurangan itu.Tapi memang ada masalah apa?kok ya harus banyak rangkaian yang ga jelas sampai aku bingung."Mengangkat tangannya.


"Sebenarnya aku ngobrol denganmu ini,ingin menegaskan kalau kita hanya settingan dan tidak ada hubungan cinta yang valid kan."


"Apaan seeh?"Makin bingung aja,kenapa makin muter-muter ga jelas.


"Aku mencintai orang lain,bukan kamu Vani.Sebenarnya ini memang konyol ya aku bilang seperti ini.Tapi yang aku takutkan adalah bila kamu sudah memulai untuk mencintaiku dan aku menolak apa itu sama sekali kamu terkhianati dengan jelas dimatamu!Karena dari awal aku mencoba untuk bilang seperti itu.Malahan kamu anggap main-main.Dan sekarang aku berada dalam situasi seperti ini kamu apa akan tetep mencintaiku?"


"Oooo,maksudnya cinta bertepuk sebelah tangan?"Mengangkat keningnya.


"Iya.Apa kamu mau melepaskan aku sebgai kekasih settingan.Lalu kita tidak punya hubungan lain yang mungkin akan membuatmu terbebani?"


"Menurutku engga bang,aku sudah bilang kita hanya sekedar kekasih settingan.Ga lebih kan?trus apa yang harus dipermasalahkan!"


Krik,,krik,,krik,,krik


Kembali kalimat aneh menyerang Adrian,iya juga ya kenapa aku harus bersikap dan berbicara serius sama Vani.Padahal dia menganggapnya bukan tengah saling mencintai tapi apa mungkin dia mencoba menyembunyikan ini semua.


"Kamu yakin ga menyesal sejak hubunganmu sama Anton kandas dan malah mencoba membuat kekasih settingan denganku.Apa itu tidak membuatmu sakit hati nantinya."


Sambil menyentuh tangan Adrian,ia berusaha untuk meyakinkan kalau hatinya tidak apa-apa bika harus benar tidak ada hubungan serius dengan Adrian sang kekasih settingan.


"Engga beneran.Aku tahu itu memang berat.Tapi kenapan juga harus difikirkan lebih jauh.bang Adrian pun punya kehidupan yang benar-benar nyata dengan kekasih abang sekarang.Sedangkan aku cuman apa yaaa,heran mau dijelasin!"


"Terima kasih ya kamu mengerti hal ini!"Ujar Adrian memeluknya.


Rasanya ini pelukan yang membuat jantung Vani berdetak kencang,seketika ia memejamkan mata merasakan setiap sentuhan ini?kenapa sangat nyaman.Aku sama sekali tidak ingin melepaskan pelukan ini.Hingga tak disangka ia menitikan air mata,sampai sadar dan segera mengelapnya hingga tuntas.


Hampir saja sebam mataku,perlahan itu sangat menyakitkan.Kenapa disaat aku mulai mengenal bang Adrian dengan Cinta yang hanya konyol saja itu membuat aku senang tapi hasilnya sekarang harus berakhir secepat ini.


"Kamu ga pa-pa kan?ada sesuatu yang membuatmu sedih kan!"menyentuh dagunya dan mengamati ada keanehan terlihat jelas.


"Ga ada bang,saat abang bicara seperti itu.Langsung aja flasback kemasa dimana aku mengenal mas Anton dan dia hilang entah kemana.Sama sekali tidak perduli bahkan membuatku sakit seperti ini!"


"Kamu yakin?"Kembali menyentuh pipinya tatapan itu kembali tajam sampai Vani gelagapan menjawabnya.


"I-ya bena-rrr bang.Aku-ga pa-paa!"Jawabnya perlahan ga tahan juga luluh lagi air mataku didepannya,dan kembali memeluknya.


Terisak-isak tanpa ada yang bisa menghentikannya.Ternyata ini yang membuatnya sedih,ga bisa juga aku mengakhiri hubungan ini.Apapun itu aku harus pintar membuat sandiwara saat ini untuk membuat keduanya benar-benar bahagia.Aduuuh tugas berat kembali membuatku harus menjadi romeo yang kuat untuk mereka.


"Aku sudah menyadari hal ini,kamu pasti akan seperti ini.Maaf aku terlalu melampaui ego yang benar-benar tidak pernah dilakukan oleh seorang pria saat ini.Aku minta maaf banget!"Sambil menyentuh kedua tangan.


"Kenapa bang,setiap dekat dengan abang tuh aku merasa nyaman sampai aku ga bisa bilang selain terima kasih sudah membuat hatiku nyaman.Tapi setidaknya aku ingin lebih dekat sama abang.Aku ga perduli cinta abang begitu besar buat sahabat abang.Tapi aku juga ingin lebih menyanyagi abang seperti kekasihku.Aku mengharapkan itu."


"Dan aku harus bersandiwara sampai kamu mendapatkan yang terbaik dalam hidupmu kedepannya.Bukannya aku melihat kamu sudah dekat dengan Jodi?"Wajah waspada seakan ingin menampar dirinya sendiri.Kenapa juga aku harus bicara seperti itu sama dia.


Senyum baru terkuak,Vani sebenarnya yakin dengan Jodi tapi masih diambang bimbang saat harus memilih antara Jodi dan Adrian.Kenapa aku berada dalam dua pilihan?seperti apa ini hidupku.


"Aku tahu bang,tapi setidaknya ketika abang memberikan sedikit rasa cinta itu aku bisa menerima dengan sangat baik.Aku masih sayang sama bang Adrian lho.Beneran!"Kembali matanya berkaca-kaca.


Perlahan membasuh linangan air mata tanpa harus tertahan lagi,seketika ia mendekap tangan dan menciumnya.Aku ingin dekat denganmu bang,tapi apa daya semuanya itu terkadang membuatku semakin ga berguna.


"Aku selalu berharap kamu bisa menjadi pilihanku walau itu yang kedua.Kamu ga pa-pa kan?"Menyentuh pipinya.


Ia mengangguk dan berkata.


"Aku akan bersabar untuk ini bang sampai aku beneran hati ini milik orang lain.Tidak lagi sama abang!"Lanjutnya dengan tawa lepasnya.


Kembali memeluk Vani"Ooooh Vani kamu kenapa bisa membuatku dilema dan akhirnya aku harus membuat banyak keputusan."Melepaskan pelukan,sesaat mencium pipinya "Tapi ingat kita tetep satu rumah untuk menyakinkan Cinta kalau kita adalah seorang!"


Secepatnya Vani melanjutkan jawaban Adrian.


"Kekasih settingan,hahahaha!"Kembali memeluk Adrian.

__ADS_1


Entah aura apa yang bersemayam dalam jiwa Adrian,siapa yang dekat dengannya sangat tidak ingin melepaskan walau hanya dalam buaian miliknya.Vani bahkan tak ingin melepaskan dan bersedia menjadi yang kedua untuk Cinta yang terbaik ini.


Bagaimana dengan Cinta ketika diawal ada rasa yang tersembunyi malahan belum ada respek dari Adrian.Cinta mungkin butuh satu hal untuk memastikan semuanya dalam menjalani bersama untuk mendekati bahkan memilikinya.Tetapi ia kembali berfikir untuk bisa menjadikan sebagai adik.Hanyalah dua wanita dalam hidup Adrian berada dalam satu cinta dan berbeda arah.


Sepertinya Luna ingin mendapatkan namanya kebebasan dalam menjalankan hidupnya saat ini.Sepertinya setelah memandangi dirinya dengan pakaian menarik dan elegan,sudah sepantasnya ia bisa keluar jalan-jalan setelah menikmati sejenak cinta terbaik dalam hidupnya.


"Rasanya aku harus menikmati udara segar dan membayangkan bahwa aku akan mendapatkan kejutan kali ini.Yess jalan-jalan!"Ujarnya semangat untuk meraih tas dan kembali menatap cermin apakah aku cocok kali ini jalan-jalan ya.


Huuuuh,,,bete juga kalau harus berada dirumah saat tengah sendiri.Itu sangat membuat hati semakin bosan,apalagi tadi aku sudah mulai banyak ngobrol sama Vani.Mau gimana lagi,mandi ah bau juga habis olahraga habis itu jalan-jalan.


"Heheheheh,tumben punya ide cemerlang.Ga mungkin dong harus gua lewatin!"Candanya sambil berada dalam moody bagus.


Apa mungkin ini jalan-jalan yang bagus buatku saat ini setelah berpisah yaa sama Adrian.butuh waktu juga dia untuk mengurus semua kerjaannya.Apa daya hatiku selalu hanya untuk dia.Bertemu,bercanda,dan saling berbagi.


Ide saat ini masih bingung,sesaat kenapa aku ga ketoko buku saja.Membaca adalah sebuah moment paling menyenangkan untuk menenangkan fikiran dengan cafe yang unik untuk aku tongkrongin.Ke mall udah bosen,ya dari pada bosen-bosen amat kenapa ga kesana aja.


"Kesana nyari buku apalagi ya,udah beberapa novel sudah aku baca dan aku menang untuk urusan hati tanpa perasaan.Palingan kadang logika yang berontak untuk satu hal ini."Tersenyum geli dan ga mungkin pula aku menolaknya.


Sama halnya saat ini ketika Jodi selesai mandi dan juga merasakan kesegaran setelah ganti baju, santai dan relevan untuk menyambut liburannya kali ini untuk menjajal setiap jalanan.Tapi kenapa dua lebih memilih lebih aman berada ditoko buku.Why dengan diriku?apa memang aku butuh referensi yang mungkin membuatku tahu siapa itu literasi buku.


"Buku,kayaknya ada yang menarik deh disana?"Hatinya pun tergerak untuk berada disana dengan waktu cukup lama.Karena dia yakin dengan menjelajahi beberapa buku yang semept ia lihat diinternet akan memberikan kesibukan barunya.


Turun dan melangkah santai layaknya sering mengujungi toko tersebut.Tetapi pada dasarnya aku sama sekali ga tahu gimana harus memulainya.Sok pede dan masuk,tengak-tengok bingung melihat rak yang berjajar rapi dengan kategori buku novel dan sejenisnya.Tapi ada juga jual alat musik lengkap juga ya.


"Gua butuh alat musik ga ya?"Berfikir sambil menyentuh dagunya,tapi ga bakalan asyik kalau ga dikelilingin sampai cocok milih alat musik apa.


"Tapi niat gua kan,cari buku bukan cari Alat musik.Kasihan kalau nganggur jadi apa?masak ya harus dijual lagi.Sayang banget.


Rasanya ada yang manggil-manggil untuk dibaca deh.Kalau ga sampai kayak gini,juga ngapain berada disini.Cari dulu deh yang pasti-pasti nantinya aku juga bisa mendapatkan apa yang diinginkan ya ga!


Langkah demi langkahnmencari buku yang sesuai dengannya,ga mungkin juga buku filosofi.Kan gua bukan orang sastra,cuman kesasar aja kesini nyari yang sesuai.Apa yang dirasakan oleh Luna saat ini adalah mencari novel romantis lagi.Buat apa kalau ga baca ini juga akhirnya hidupku juga ga jelas,Adrian yang harus bersikap pada tiga wanita salah satunya aku.Berada dalam bayang-bayang yang ga mungkin lagi dijelaskan secara baik-baik lebih suka aku mencarinya.


BRUUUUUKKKKK,ADUUUUHHHH ada yang terpental agak jauh.Respek juga Jodi untuk menangkapnya takut ada yang terluka sama ketidak sengajaan menabrak orang saking seriusnya mencari buku.


"Aaaahhh ,,,,"Kaget bukan main berada dalam pelukan seorang lelaki yang menurutnya menggoda.


"Kamu ga pa-pa kan?"Pandangan itu membuat keduanya terpaku oleh suasana lagu romantis ditengah-tengah rasa yang kalut ini.


Ia menggelengkan kepala,tapi seketika Jodi sadar dengan sikapnya langsung menarik dan tubuh Luna untuk membuatnya nyaman kembali.Wajah bingung dan malu juga kenapa bisa ada adegan seperti ini sampai malu padam dirasakan oleh Jodi.


"Maaf ya.Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu.Aku takutnya kamu jatuh dan terluka.Jadi maaf banget ya atas kelakuanku tadu ya!"Ujarnya cukup panjang sampai Luna hanya tersenyum dan tak tahu harus bilang apa karena dia merasa bersalah banget dengan tabrakan yang hampir membuat wanita itu berada dalam jurang rasa sakit.


"Udaaah,udah.Jangan banyak bicara.Ga pa-pa,namanya juga ga tahu!"Kembali meluruskan dengan manis.


"Sedang cari buku ya?"Meringis seakan ada rasa sungkan menggelayuti Jodi.


"Iya,biasalah.Aku tuh orangnya drama jadi ya ga masalah juga nyari buku disini!"


Tiba-tiba Jodi bingung sama pilihannya,gua orang apa ya.Bener dia kalau dia orang drama pasti carinya palingan kisah drama lah gua nyari model apa ya.Meringis sambil garuk-garuk kepala bingung juga nyari buku apa ya?


"Kamu kenapa?kok aneh ba-nget.Nyari apa?"


Tanya Luna sedikit bingung dan perlahan menangkap ada yang aneh dalam padangannya.


"Pasti kamu bingung mau cari buku apa kan,yang cocok untuk bisa dipelajari,ya kan?"Sambil bergurau menggodanya.


"Kok tahu seeh?memang aku kesini ga tahu,tapi pengen banget kesini.Apa coba buku yang cocok buatku?"


Mengamati dari style dan penampilan keren dan pastinya ga ada buku yang cocok buat dia lalu tawanya lepas kembali.


"Kenapa ada yang aneh sama aku?"


Menggelengkan kepala lalu berkata.


"Kamu mau cari buku apa?bingung kan!"


"Iya,cocoknya buku apa ya?"


Bersedekap dan menyakinkan lagi,kalau dia harus menemukan moody nya dulu untuk dipastikan apa yang dia suka adalah pilihannya sendiri bukan hasil darinya.


"Coba kamu liat covernya kamu suka yang mana.Biasanya seeh cover bisa membuat moody sang pembaca lebih varian sukanya,gitu."

__ADS_1


Sambil menganggguk yakin ga yakin pula,ada saja pilihan yang kadang membuat pandangan Luna kepadanya sangat penuh tawa memangnya dia suka dengan jalan ceritanya.Atau mungkin terpaksa suka juga ga tahu.


__ADS_2