Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 5 Serius ada yang beda


__ADS_3

Setelah obrolan serta ejekan keluar dari bibir Luna,mau tak mau ya harus merelakan sahabatnya berbagi kasih dengan seorang Perempuan yang tengah butuh seorang teman.Senyum dan lambaian Adrian membuat Luna semakin ada rasa kembali seperti dulu.Hatinya kini bimbang siapa yang akan membuat suasan kembali baik apakah Reyhan atau Adrian sebagai sahabat paling mengerti sebuah resiko tengah dialaminya.


Maunya pengen ditemenin sampai bosen,malahan Adrian yang bosen dan memilih sama teman barunya,ya sudahlah itu adalah pilihannya.Kembali ia menaiki anak tangga dan menuju kekamar,menatap sebuah kesemuan dalam hidupnya antara sebuah kebenaran atau sekedar halusinasi.


"Apa yang difikirkan sama Adrian ya soal aku?apa dia masih waras kalau aku beneran suka sama dia lagi!"Tersenyum geli.


Masih aja dalam perjalanan menuju rumah Cinta,ada mungkin terbesit dalam fikirannya bahwa dia tengah dibutuhin oleh dua orang wanita satunya sahabat terbaiknya yang tengah diselingkuhin oleh suaminya sendiri sedangkan saat ini ada lagi tengah butuh sebuah teman untuk berada dalam satu malam bersamanya sejak ditinggal pergi oleh tantenya.Rasanya juga masih bingung apa mungkin ada yang aneh sama diriku tanpa ada sepengetahuanku sendiri.


Sekejab ia mampir kekedai kopi miliknya,dimana tempat ngopi tersebut sangat rahasia untuk kekasihnya bernama Alea.Setidaknya sampai semuanya terbongkar oleh mata-mata hasil kerja dari Vani,Dia menginginkan sebuah kopi atau sekedar memesan makanan enak buat adeknya.


Melepas helm serta menaruhnya dispion,pandangan sorot matanya kearah kedai kopinya memang tiada duanya.Dia selalu meyakini ramai dan memberikan senyum serta sapa saat ia masuk."Sore bang,,,pa kabar?"Sapa Andra bersiap untuk menyiapkan pesanannya.


"Baiklah,keren neeh.Makin rame aja kedainya!"Keduanya saling tos bareng,lalu Adrian duduk santai dikursi meja bar.


"Mau pesan apa ini?"Ia bersiap untuk mencatat pesanannya.


"Dua kopi ice latte satu Hazelnut satunya Caramel,take away yang satu liter aja."Jawabnya pasti.


"Makanannya?"Tambah Andra lagi.


"Ooo,iya Raisin danish sama Croissant almond ya.Itu aja deh,kalau bisa Croissantnya nambah satu ya!"Ujarnya menjawab pesanan.


Memasukkan pesanannya melalui post cashier,memproses semuanya menjadi satu nota dan melakukan pembayaran oleh Adrian.


"Berapa semuanya!"Sambil mengeluarkan dompet dari saku celananya.


"Gratis bang,,,ini pembayarannya udah saya diskon 100% dan kartu langganan bang Adrian kan ditinggal disini,jadi santai aja!"Memberikan senyuman khas buat pemilik kedai kopi.


"Oke deh,,,terserah kamu deh Andra.Tapi gimana kinerja Vani disini,makin bagus atau tambah bagus?"Tanya Adrian lagi.


"Yaaa,bagus.Punya intelengensi yang baik dan mampu menghadapi apa yang dia miliki.Kinerja yang bagus dan perduli dengan kerjaan dan selanjutnya kalau ada posisi baru lagi.Bisa dia naik bang sesuatu yang dimilikinya memang cukup luar biasa!"


Setelah sibuk menjawab dan membuat menu pesanan dari Adrian,,beberapa saat kemudian telah selesai dengan baik dan tertata pasti.


"Mau makan malam sama kekasihnya ya bang?"Tanya Andra penasaran dengan pesanan yang dibuatnya.Lalu dia menyiapkan semuanya dalam tas kertas berwarna coklat polos untuk packing makanan dan minumannya.


"Engga,,mau ketemu temen baru.Jadi lebih special dari kekasihku!"Beranjak berdiri dan mengangkat pesanannya.


"Temen baru?waaah kayaknya seru neeh.Siapa bang.Menarik sepertinya!"Kembali penasaran dengan omongan yang menarik.


Bergegas untuk pergi masih sempat saja dia menjawabnya"Ya adalah,kalau cerita sekarang ga seru.Nanti Vani bisa nimbrung lagi gosip-gosip yang ga jelas.Makasih ya!"Adrian pun mengundurkan diri dari kedai kopi miliknya.


"Oke deh bang,sukses ya buat acara terbaiknya!"Pesan mengesankan Andra membuat ia tersenyum dan melambaikan tangan dan keluar menuju parkiran dan bersiap untuk kerumah Cinta Alessa.


Persiapan pun dilakukan oleh Alea untuk berangkat liburan bersama Reyhan,,kehidupan baru yang terbawa oleh pesona selingkuhannya.Entah mengapa dia memilih seorang wanita lain dibandingkan istrinya sendiri.Tak bisa dibayangkan lagi oleh Luna bahwa dia memulai hubungan terlarang tanpa ia ketahui siapa wanita yang telah menjeratnya.


"Malam sayang,kita sudah siap untuk pergi kali ini?"Sembari menghampiri Alea yang tengah berharap dia memberikan kesenangan terbaiknya.


"Ya siap dong,buat kamu aku akan siap jalan-jalan sama kamu!"Jawabnya memeluk erat.


"Ayo kita segera berangkat,nanti kita ketinggalan pesawat!"Ajaknya berjalan sambil menbawa koper miliknya.


"Ayooo,,,aku sudah ga sabar ingin bersamamu terus!"Ujar Alea dengan senangnya.


Dia pun sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini,melepaskan Luna dan menjalani perjalanan liburan bersama kekasihnya.Alea pun sama,ketika Reyhan lebih memilih dirinya bahkan ini adalah sebuah keseriusan yang terpancar dalam senyum dan sorot mata seorang pria pemain cinta.


"Kita kemana sebenarnya mas?"Tanya Alea bingung sambil mendekap bahu Reyhan.


"Kita akan keluar negri,,aku ingin kita liburan yang lama di Inggris,juga disana aku lagi ada proyek!"


Kaget bukan kepalang,,,kejutan itu membuat ia semakin tak percaya dan tak menyangka dia berani mengajaknya pergi jauh.Apa itu benar?


"Apaa mas?beneran kita mau ke Inggris?emangnya ga kelamaan kita liburan terlalu lama disana.Trus istrinya mas apa ga nyariin?"Tanya Alea kembali memaparkan penasarannya.


"Tenang aja,dia akan kuat dengan keadaan ini.Mungkin juga sahabatnya akan menjadi teman terbaiknnya saat kita pergi bersama!"Jelasnya santai.


"Siapa mas?"Menoleh seraya mengernyitkan kening.


"Ryan,,,pria yang sudah lama menjadi sahabatnya sebelum aku dan Luna kenal.Dia sangat bertanggung jawab.Sangat hebat dibandingkan aku yang sekarang lebih memilihmu.Kamu suka kan?"


Sembari mengusuk tangan Reyhan,rasa bahagia kembali menyelimuti kehidupan Alea saat ini.Aku sukses merebut hati mas Reyhan dari istrinya.Pria dengan kemapanan juga telah memberikan sebuah keinginan yang belum pernah aku dapatkan dari pria bernama Adrian.Pria yang cuek bahkan seakan tak menyukainya.


"Untuk apa aku memilih bahkan memohon lebih untuk pria yang sama sekali tidak perduli denganku.Masih ada pengganti dalam deretan hidupku ini.Semoga aku menjadi istrinya dan aku bisa menjadi Ratu terbaik menggantikan Luna."Tersenyum senang sambil memeluk dan bersandar hangat dalam perjalanan menuju bandara.


Di supermarket,ketika sibuk memilih dan memilah adalah sebuah keasyikan yang dilakukan oleh Cinta untuk membuat resep special untuk menyambut seseorang akan menginap dan menemaninya malam ini.Dengan pakaian santai kaos putih dan celana pendek serta jacket berwarna hitam rajut dia masih semangat mencari bahan makanan dengan teliti,tak lama ia melihat sebuah gelato ice cream membuat matanya berbinar-binar.


"Waoooww gelato.Tapi aku masih belanja dulu!"Sambil melihat keranjang miliknya juga sudah hampir lengkap.


"Nyari minuman dulu deh,kali-kali ada yang seger dan membuat nyaman Kak Adrian!"Berjalan santai menuju cheeler minuman dan menemukan dan segera memasukkan kekeranjang.


"Naaah udah selesai,,sekarang beli gelato,hehehehe.Yang seger kan ga ada lagi selain ini!"Berjalan menuju showcase gelato dengan rasa macam-macam sampai kebingungan milih yang mana.


Puas deh setelah belanja dan semua yang telah didapat juga telah menjadi satu dalam tas belanjaan,bahagianya malam ini bisa makan malam sama cowok,hahahahahah.Mimpi apa kemarin bisa ketemu cowok seperti dia.Ada aja,sambil keluar dia bergegas mencari taxi untuk segera siap-siap memasak.


"Jalan pak.Dijalan Akasia komplek perumahan dirgantara ya no.35!"Sambil menepuk bahu tempat duduk kemudi supir.


Menoleh serta menjawabnya"Baik Mba,,,!"Sambil menjalankan mobilnya menuju alamat yang telah ditujukan oleh Cinta.


Langkah perjalanan Cinta diliputi sebuah rasa bahagia,sama halnya dengan Adrian dia membayangkan bagaimana rasa bahagia mempunyai seorang adik lucu dalam pertemuan khas ini.Sampai pula didepan rumah Cinta,ia turun dan segera masuk kedalam rumah dan bergegas menuju dapur mengeluarkan hasil belanjaannya serta bersiap untuk menata diri bersama apron kesayangannya,tak lupa juga melepas jacket rajutnya serta bersiap untuk memulai memasak.


"Tapi kayaknya aku harus liat tutorial diyoutube deh.Semangaaat!"Mengeluarkan ponsel,mencari chanel memasak untuk menu special dengan Chef favoritnya.


Menghayati penuh makna arti,bahwa dirinya tengah sibuk membuat menu malam ini.Fuyung hai,nasi goreng special dan hasil special terakhir dan berakhir dengan soup buntut rasa original plus oriental menjadi pilihannya.


Tak lama akhirnya Adrian,,,datang membawakan oleh-oleh serta senyumnya ga ketinggalan untuk menyapa dengan mengetuk pintu rumah Cinta.


Tok,,,,tok,,,tok,,,tok,,,


"Permisi,,Cinta,kakak udah dateng!"Panggilnya sambil menyiapkan kejutan untuknya.


Didapur pun dia merasakan samar-samar panggilan suara dari luar,,kembali menegaskan pendengarannya untuk sebuah kepastian.


"Ada yang panggil-panggil sepertinya.Tapi siapa ya?"Mematikan kompor dan menghentikan proses memasak,bergegas untuk menemui panggilan seseorang dari depan.


Udah dateng juga kak Adrian,seneng banget rasanya ada yang mau menemaniku malam ini.Jadi ga sendiri deh.Ga bakalan takut.


"Haaiiii,kak.Udah dateng!"Sapanya sambil membuka pintu untuk tamunya.


"Iya dong,kalau malam-malam dateng ntar dikira mau ngapain lagi heheheheh!"Sambil menunjukkan apa yang tengah dibawa oleh Adrian.


"Kakak,repot-repot amat seeh.Aku ga mau ngerepotin kakak."Ujarnya sambil menatapnya.


"Ya enggaklah.Gini doang bikin repot!"Jawabnya santai.


Tariknya masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Ayooo,masuk dulu kak!aku buatin makan malam buat kakak.Special dan mantap pasti kakak suka!"Memberikan kabar baik untuk Adrian.Dan membawa masuk kedalam.


Sambil garuk-garuk kepala,ga enak juga udah bawa makanan masih saja dibuatin masakan sama Cinta.Ada enaknya juga dimasakin."Boleh aku ikutan kedapur?bantu-bantu kamu gitu!"


"Ga usah kak,lihat-lihat aja.Atau langsung kemeja makan ya.Aku bawain semuanya dan kakak menikmati makanan buatanku ya!"Menghentikan langkahnya.


"Ya ga enaklah,aku bantuin deh.Supaya kita segera makan.Kakak udah laper!"Bisiknya bikin telinga Cinta kegelian.


"Hahahaha,kumat deh.Jangan gila atau genit ya sama aku.Nanti aku bilangin lho sama tante ku!"Memberikan ancaman ringan untuk Adrian.


Sambil mengangkat tangan dan sadar untuk tidak berbuat kurang ajar,Dia pun bercanda.


"Ga akan Cinta,,,nanti kalau ketemu sama tantemu aku ga bisa ngapa-ngapain lagi.Datengin kamu dan ngajak kamu makan kayak gini,hehehehe!"


"Jadi ini kesempatan ya buat kakak buat deket sama aku ya!"Sembari mendekati dengan gaya centilnya.


"Mungkin,hahahahahah!"


Dimeja makan keduanya saling berpandangan,menikmati malam bersama hanya berdua dan menikmati makanan hasil racikan Cinta dan sayang.Sangat membekas dilidah Adrian sampai dia berkata.


"Heeemm,,,enak juga masakanmu.Jarang-jarang lho aku dapat masakan rumahan seenak ini!"Jawab Adrian memuji.


Kaget juga Cinta mendapat pujian ini,kembali ia bertanya"Beneran kak,enak.Apa mungkin cuman perasaan kakak aja!"


"Iya Cintaku,,,beneran enak banget!"Kembali memberikan bunga pujian.


"Apa kak?kayaknya ada yang salah deh sama kalimatnya!"Bertanya lagi.


"Yang mana?"Bingung juga,ada yang aneh kah cara ku tadi berbicara sama dia.


"Tadiiiii,,itu lho.Cintaku, kan aneh aku jadi gimana gitu!"Sok malu-malu mau.


"Masak?"Kembali mencoba sadar tapi ga bisa.


"Iya,apa maksudnya itu?"


Memberikan senyuman manis padanya"Itu bukti sayangku sama kamu.Tapi tidak special seperti aku mencintaimu.Mungkin butuh waktu kali ya."


"Kok butuh waktu.Emang kenapa sama Cinta!"


"Kamu tuh masih sekolah.Hal itu pasti akan menganggu kehidupanmu,serius sekolah lebih baik dari pada harus jatuh cinta!"


"Salah ya kalau namaku Cinta,,jatuh cinta salah,cinta sejati salah,apalagi cinta mati.Lebih bahaya lagi kak!"


Berfikir sejenak dan berakhir dengan tawa manisnya keduanya."Kamu tuh,,paling bisa bikin suasana tambah hangat."


"Oooh,iya kamu makananya beli apa bikin sendiri?"Tanya Adrian penasaran.Ga mungkin deh anak ini masak segini banyaknya.


"Ga percaya kan,kalau aku masak sendiri."Mendongak kearahnya.


"Ya mana Kakak percaya.Kan kamu orangnya tuh sama kayak anak sekolah biasanya.Jarang didapur!"


"Heeemmm ngejek ya,aku tuh liat diyoutube kak.Liat chef favoritku chef Arnold.Tampan,rupawan sayaang!"


"Sayang kenapa?"Tiba-tiba penasaran pula.


"Sayang udah ada yang punya,,,hehehehehe.Yang didepanku juga sama,,,,sayang!"


"Sayang apanya!"


"Sayang Bangetttt!"Tandasnya hampir membuatnya tersedak saat sesuap sudah sampai mulutnya.


Beranjak berdiri dan memberikan minuman untuk Adrian yang mana telah tersedak akibat ujaran khas manis dari Cinta.


"Astaga kak,,maaf ya.Hati-hati dong kalau makan!"Sambil memberikan air minumnya,segera dia menghabiskan dan mengambil nafas terbaiknya untuk mengatur lagi,slow down.Perlahan tapi pasti akan memberikan rasa tenang dan lega buat kakak tercinta,,,


"Eheeemmn,,,huuuh.Lega banget makasih ya!"Menoleh memberinya senyuman hangat kembali.


"Iya kak,dilanjut lagi dong.Masak udah pake kuah masih kesedak seeh,bikin kaget.Bete lagi!"Kesal juga hampir jantungan dibuatnya.


"Ya maaf,kalimatmu dari tadi mengandung racun tanpa umpan.Jadi kakak ga bisa terima!"


"Yeeee emang aku tukang pancing keributan.Bikin bahaya penonton."Menompangkan kedua tangannya seraya menatapnya.


"Dari semua makanan yang masak hari ini enak banget.Kakak suka,tapi ada yang ga kakak suka!"


"Apa kak?"Heran ada lagi yang diutarakan oleh sang pria tampan ini.


"Kalimatmu meracuniku dari tadi.Sampai mau nambah ga jadi!"


"Heemmm,nambah kak?atau buat besok aku hangetin kan kakak breakfast lagi besok."Tawarnya memberikan solusi.


"Bisa juga.Waktu juga udah mulai malam!"Sambil melihat jam tangan.


"Oke deh,aku beberes dulu.Kakak boleh kedepan."Beranjak berdiri menata piring dan lainnya.


"Trus kakak,ngapain didepan kalau kamu sibuk dibelakang.Enak aja.Aku bantuin dong enak lagi masakannya."


"Ga usah kak.Ini kan kerjaan istri buat nyenengin suaminya!"Kembali asal aja kalau ngegombal.


"Haaaah,,kerjaan istri terus suaminya siapa?"Kaget lagi mendapat serangan dadakan,banyak kode yang diberikan oleh Cinta kepada Adrian.Entah apa yang ada dibenaknya sekarang,hanya candaan tiada henti diberikan oleh dirinya.


"Kak Adrian,,,!"Menoleh dengan senyum nyengir kearah Adrian.


"Mimpimu tinggi sekali nak!ampe bingung bilangnya!"Ikutan sibuk merapikan peralatan makan dimeja.


Berbalik setelah menaruh semuanya diwastafel,Cinta pun ga terima dengan panggilan sebuah nama "Nak" dari sang kakak.


"Apaaaa, nak?kakak.Jangan panggil kayak gitu bikin aku lemes jadinya!"


"Trusss apa!"Mendekatinya ikutan menaruh peralatan makan seraya menoleh kepadanya.


"Bebeb gitu.Biar serasa aku punya pacar,hahahahahahah!"Candanya makin gila.


"Makin malam kayaknya kamu udah butuh istirahat deh!"Sambil menyentuh pipinya.


"Kak,,,jarang-jarang aku dapat dekapan seperti ini.Aku ga nyangka!"Langsung pelukan hangat pria yang berada didepannya.


Menghela nafas,,,kembali Adrian meraih pelukan itu semakin mendekap membuat Cinta semakin nyaman ga bisa dikatakan lagi."Kalau aku peluk kamu terus,,,kapan selesainya!"


"Ga mau,,,sejam lagi kak.Biar anget badanku!"Mendongak kearah Adrian.


"Yaaaah,,,,kalau gitu mau gimana lagi!"Melepaskan pelukannya,membalikkan badan Cinta yang tengah merasakan hangat-hangatnya berubah kembali kesal.


"Kita selesaikan dulu supaya,nanti kamu dapat pelukan lagi dari aku.Gimana?"Tawarnya memberikan solusi kembali.

__ADS_1


"Iya deh,,,bantuin kak.Biar cepat dan aku bisa dekat lagi sama kakak!"


Mengangguk pasti,disambut pula oleh tawa kegirangan dari Cinta.Perempuan satu ini emang butuh sebuah sentuhan dari orang terdekatnya.Tak ayal itulah yang diingini seorang perempuan ketika tengah menjadi sebatang kara dalam beberapa bulan kemudian.


"Cinta,,,kamu mau kopi ga?"Tanya Adrian mengeluarkan minuman khas seorang penikmat kopi.


"Boleh kak,,,manis apa pahit?"Tanya Cinta sembari menata piringnya yang tengah kering.


"Manis dong,,,demi kamu kakak kasih taste caramel atau hazelnut.Supaya kita punya pendirian yang berbeda!"Jawabnya sambil menata dimeja.


"Sama gelas ya.Kita berbagi minuman bareng!"Tambahnya lagi.


Cinta pun usai dengan pekerjaannya didapur,beranjak membawa gelas dan tentunya dengan kalimat menggugah selera" berbagi pendirian,kalau aku seeh maunya berbagi Cinta sama kakak.Biar ada yang melekat dihati kita kak,hahahahaha!"Candaan sang puitis kembali dituangkan lagi olehnya.


"Kamu kok lama-lama jago banget ngegombal ya.Kalah lho kakak sama kamu!"Ga percaya udah sampai level berapa dia berkata.


"Kan aku jurusan bahasa kak.Tanpa kata yang terbuang sia-sia itu rugi.Apalagi deket sama kakak,kalau ga romantis mana bisa aku!"Jawabnya meringis saat melihat reaksi wajahnya,melongo dan polos banget.


"Udah,jangan bikin cuitan yang membuatku terganggu.Nanti kaka SP bahaya lho!"


Mendongak lagi dan ga terima"Apaan SP?"


"Ya surat pernyataan!"Jelasnya heran.


"Ooooo,pernyataan kalau aku butuh kakak,dan kakak juga butuh aku kan,,,cakeeeep!"Sambil jempolnya nongol didepan Adrian.


"Hahahahahah,kalah ini kalau aku beradu gombalan sama kamu.Kakak nyerah deh!"Jawabnya mengangkat tangan.


"Jangan mengangkat kedua tangan,kalau ada yang meraih bisa-bisa ada kehangatan selanjutnya!"


"Haaaaah,,,bisa juga ya.Ampun deh."Kembali duduk dan tak menyangka jantungnya begitu berdetak ga karuan saat dirinya mendapatkan gombalan bertubi-tubi sampai ga bisa ngelawan lagi.


"Kenapa kak?"Lalu dia memilih rasa caramel.


"Aku yang ini kak ya.Coba dulu baru berkata!"Lagi melanjutkan aksinya.


"Apa ga campur sama Hazelnut,supaya rasa itu benar-benar berwarna."


"Engga deh,,,kalau berwarna nanti kakak susah memilihnya.Aku lebih netral aja,cuman manisnya ada diaku saat ini."Kembali mematahkan suara sang kakak.


"Hahahahah,tumben sadar."


"Aku belum sadar kak,kalau kakak itu menghangatkan malam ini.Walaupun minuman ini dingin dan berasa segar,hihihihi!"


"Oke kalau itu mau kamu.Tapi coba liat sekarang jam berapa?"Tunjuknya kearah jam dinding.


Ia menatap dan sayu-sayu melihat,benar udah jam 10 malam.Tapi saat meneguk minuman tersebut hatinya kembali semangat untuk menjawabnya.


"Kenapa itu hanya waktu dan angka.Yang bikin aku belum tidur adalah kakak yang menerangiku malam ini,,,heheheheh!"


Sambil menutup kepalanya,ga habis-habisnya dia berkomentar bak pujangga cinta.Bisa-bisa cowok disekolahannya habis digombalin sampe ga tersisa."Sudah berapa korban yang kamu jadikan kambing hitam cintamu?"


Berfikir dengan santai,menatap langit-langit dan kembali menjawabnya."Ga ada tuh.Aku kan pemalu kak.Cuman sama kakak aja aku berani,kan kakak baik hati!"Sambil memukul pinggulnya.


"Awas ya kalau kakak nemuin ada yang demo didepan rumah kamu karena korban gombalanmu.Kakak ga bisa tanggung jawab ya!"Kembali mengeles.


"Tanggung jawab aja kak,kakak kan pria perkasa,,,"Senyum-senyum sambil mengangkat tangannya.


Senyum kecut kearah Cinta yang tak habis-habisnya membuat gombalan tiada henti hingga membuat Adrian resah.Apalagi ketika harus menatapnya malahan sorot mata sayu pun perlahan menggelayuti pandangannya.


"Ka ga ngantuk?ini udah malem lho,besok kan harus sekolah."Menyentuh kepalanya serasa mengacak-ngacak rambutnya.


"Iya,,,neeeh kak,,,HUUUUAAAAAAHHHHH."Nguap juga akhirnya setelah mendapat sentuhan dari sang kakak perhatian."Kakak,,,jaaahhhaaat.Masak udah ngusuk-ngusuk kepalaku,malahan aku yang ngantuk!"Sambil menguap kedua kalinya sembari membalikkan punggung tangannya menutupi mulutnya yang ga tahan sama hawa ngantuknya.


Juga ketika dia melihat keluar dari ruang tengah menuju jendela tralis besinya melindungi suasana kaca besar dan kokoh tersebut.Udah gelap dan angin kencang,,petir tiba-tiba berkilat mengejutkan pandangan sayu Cinta.


BLEEEEDEEERRRRR,,,,,,


"WHaaaaaaaaahhhh,,,kak!"Dia berlari kencang dan melompat kearah Adrian yang masih santai menikmati segelas kopi literan.


Bruuuukkkkk,,,tragedi tumpah tapi bukan darah melainkan sebuah gelas yang penuh kopi kandas dibaju keduanya.Tapi namanya juga takut banget sama petir sampai ga perduli basah atau apalah terpenting adalah mendapatkan perlindungan darinya.


"Astaaaagggaaa,Cinta.Kakak basah ini!"Ucapnya emosi tingkat memerah.


Belum mau melepaskan pelukannya,rasanya petir itu suka sekali membuat keributa dan kilatan itu makin kencang saja menyerang dirinya.


"Aku takut kaaaak.Nanti dulu kalau petirnya udah hilaaaaang!"Mendekap erat tanpa membuka matanya.


Beneran dia ketakuan,sampai menahan tawa gelinya.Sampai segitunya dia takut coba saja kalau sendiri bisa-bisa mati berdiri Cinta.


"Kamu beneran takut,,sampe sekenceng ini pegang-pegang kakak?"Masih ga percaya sama kelakuannya Cinta.


"Takuuuuuut,,,,kak.Kalau kayak gini Cinta beneran takut ga boong lho.Ngerriiiii!"Jawabnya gemetar.


"Ya udah ayo bangun,,,kakak antar kekamar oke!"Pintanya beranjak berdiri dan perlahan menenangkan Cinta.


Kembali kilatan dan petir tiba-tiba mengusik teriakan Cinta dan sesekali ia bersembunyi dibalik tubuh Adrian sambil mengantarnya kekamarnya.


"Ayoooo,hati-hati.Ga ada petir yang gangguin kamu selama kakak disini!"


"Tapi kak,,,sereeeemmmm!"


Tak lama kemudian lampu padam seketika dan hanya pandangan kosong serta teriakan-teriakan gila Cinta yang semakin menjadi-jadi sampai bingung ngebuat dia diam gimana ya,hujan juga semakin deras dan ga bisa ditinggal lagi.Mirip banget kayak baby yang masih balita.


"Iya ayo udah sampai neeh!"Perlahan susah banget ya,semoga batrey ponsel ku ga lowbeat.Kalau udah lowbeat bahaya udah diujung tanduk.Kegelapan akan membuat Cinta susah tidur bahkan semalaman akan begadang seperti dirinya.


"Tungguin ya kak,,aku takut lihat ujannya deres banget lho."Cinta rasanya tak ingin melepaskan kakaknya dan membiarkan tidur sendirian.


Hawa dingin pun merasuki tubuh Cinta yang hanya menggunakan kaos basah dan celana katun pendeknya,sama juga dengan Adrian dimana dia hanya menggunakan kemeja lengan pendek berwarna putih untungnya ga terlalu kelihatan akibat lampu mati yang mengunci keduanya dalam detik-detik menuju menit-menit yang menegangkan.Sampai pula diranjang,,,,Cinta masih saja berkutat sama kaosnya yang tengah basah.


"Kak,,,kaosku basah!"Rengeknya ga bisa tidur kalau bajunya basah.


"Ya sama Cinta,,,punya kakak basah.Gimana dong!"


"Aku ganti baju dulu ya.Awas jangan ngintip,,nanti aku teriak kenceng lho."Ancamnya sambil menunjuk kearahnya.


"Astaga Cinta,,,gimana kakak mau ngintipin kamu.Disini gelapnya minta ampun,cuman lampu hape doang yang hidup."Sanggahnya masih ngeyel.


"Kakak,,,kepojokan sana."Tunjuknya kekursi yang memang samar-samar ia lihat ketika kilatan petir itu ada bentuknya.


"Iyaaaaa.Kakak kesana."Jawabnya makin ngedumel.Mau ga mau yaaaa nurutin deh sampai dia ganti baju.Enak juga duduk disini empuk dan bikin lega banget kalau sandaran.


"Enak banget seeh kursi kayunya ada bantalnya.Enak neeh buat rebahan."Segera Adrian ambil posisi penting dalam tidurnya.


"Syukur deh.Kakak ga macam-macam!"Tenang rasanya melihat kakaknya malah udah tenggelam dalam mimpi.

__ADS_1


Iapun segera ganti pakaian dan memakai piyama,mengambil selimut didalam lemari ia pun dengan telaten menyelimutinya dengan rapat dan hanya senyuman manis tertuang didalam bibirnya.


Lega aku jadi bisa tidur dengan tenang,,mengambil selimutnya dan serasa malam ini menjadi malam menyenangkan telah ditemani seorang kakak yang bertanggung jawab kepadanya.Sesekali ia menoleh dan melihat nyenyak tidurnya seakan tak menyadari diri sendiri pun ikutan tenggelam dalam mimpi.Malam penuh dengan kejutan tak biasa dalam diri Cinta,ia bahagia sekali.


__ADS_2