Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 37.Vani ada temen juga dirumah


__ADS_3

Waktu pun tengah berputar cukup lama sampai akhirnya pada sesi clossing kedai toko.Kerjaannya pun telah usai dengan merapikan beberapa file untul laporan kepada Andra sebagai laporan mingguan.Lelah juga apalagi saat ini Meta juga melakukan clossing chasier ditemani oleh Herman,sedangkan jodi mengurusi bagian depan penuh ketelatenan untuk membersihkan beberapa tempat.


Keluar dari ruang kerjanya,Melihat keduanya sibuk untuk menyelesaikan pembukuan dan melihat kerjaan Herman telah usai senyumnya pun datang penuh rasa."Eeeh,udah selesai men kerjaan lu!"


"Ya udah dong mba,kenapa mau cek list.Aku bantuin Meta itung-itungan dulu ya."Kata Herman menoleh kearahnya.


"Iyaaa,gua percaya sama elu.Ntar gua cek list deh,aku kedepan ya.Ngapelin Jodi kasihan sendirian,heheheheh!"


Meta langsung mendongak setelah beberapa saat serius untuk menghitung pembukuan kasir."Haaah,mau ngapelin Jodi.Ga salah tuh bang?"Sambil menoleh serius.


"Udahlah,ga bakalan mba Vani ngembat idolamu.Juga dia kan udah jadian sama bang Adrian!"Jawabnya mengejutkan Meta.


"Kok aku ga dikasih tahu seeh bang,kan beritanya seru buat diceritain!"Kesal banget lalau ketinggalam beritanya.


"Emang Aga ga ngabarin info penting itu?"Kembali bertanya serius pula.


Ia menjawab dengan gelengan kepala.


"Ya ampun,kasihan banget kamu ya.Bisa ya ketinggalam berita seheboh gitu,hahahah.Mungkin neeh kamu tuh kurang update kali sama Aga atau bang Andra."Ujarnya ngasal.


"Haaaah,update sama bang Andra?diomelin deh aku ga jadi orang kalau kayak gitu."


"Emang lagi mens lagi bang Andra sampai ngomelin kamu?"


"Engga juga seeh,waktu itu nanya apa ya.Salah gua bang hehehehe!"Meringis geli.


"Pantesan aja lu gitu.Ckckckckck!"Geleng-geleng kepala.


Jodi pun tengah membersihkan kaca,pandangan hangat ditujukan oleh Vani kepadanya.Ada rasa yang berbeda ketika harus melihat seorang pria dengam ketulusan hatinya saat sendiri tapi berbeda ketika harus bertemu dengannya.


"Haiiii,,,masih sibuk.Mau dibantuin ga?"Tawar Vani sok perhatian.


"Pasti ada sesuatu yag akan disembunyikan beberapa menit kalau bersikap baik kayak gitu!"Jawabnya sensi dan konsent terhadap kerjaannya.


"Jangan suudzon dulu deh,kan kamu sendiri butuh teman ngobrol atau mau dibantuin apa gitu jod?"


"Ga usahlah mba,lihatin aja ntar ada yang cemburu lagi sama gua!"Sentilnya masih santai.


"Ga usah gitu.Mau ga aku ceritain sebenarnya gimana?"


Terhenti dan penasaran langsung,berbeda juga kalau ketemu jodi dalam waktu sekian detik atau menit akan berubah pendiriannya disitualah serunya menurut Vani.


"Cerita sebenarnya?apaan!"Mengernyitkan kening bingung.


"RAHASIA SEEH!"Sembari bersedekap menatapnya.


"Yaaah ga seru dong!"Melanjutkan kerjaannya lagi.


"Ya udah deh mba,bisa angkatin kursinya ga,hehehehe!"Inget lihat kursi belum selesai dia taruh diatas meja.


"Astaga tega bener elu ma gua.Engga ah,aku nemenin Meta aja deh!"Berlalu meninggalkan Jodi yang masih serius mengelap kaca.


"Dasar ga jelas!"


Denger juga Vani,langsung menjawabnya.


"BODO AMAT!"Lanjut jalan lagi.


"Waduuuh denger juga."Kaget ternyata bisa nangkep suaraku yang volumenya dikit gini ya.


Mendekati mereka dan ternyata sudah beres,senyum senang terlihat dari meta saat meminta cek list ulang dan tanda tangan.


"Mba,udah selesai neeh.Minta tanda tangannya ya!"Senyum ramah menyerahkan pembukuanny.


"Udah selesai,tapi uang ujung sono belum selesai juga tuh!"Gumamnya sok sibuk.


"Kasihan juga Jodi,gua bantuin aaah.Kan ga enak dilihatnya!"Turun bagaikan pahlawan power ranger.


"Pede banget lu bantuin dia.Sama gua ga mau tuh dia!"


Terhenti dan menoleh"Kenapa mba?"


"Lha gua disuruh angkat-angkat kursi kan berat."


"Iya-iya berat hidupnya mba Vani kan ga ada duanya,hahahahahah!"Candanya langsung kabur.


"Anjiiiirrr,,,luuu Hermaaaan!"Kesel juga mau ngelempar apa aja yang penting bukan apa-apa hanya sekedar bulpen.


Tahu ada yang melayang malahan lebih sigap Herman bak seorang hero menghindari lemparan lembing tersebut.Malahan yang kena Jodi dengan tampang udah capek kena deh keningnya.


CEPLAAAAAKKKK,,,KLUUUTIIIK,,,KLUTIIIKK


"Adoooh,,,siapa yang ngelempar seeh!"Kesakitan ngusuk-ngusuk keningnya.


Vani langsung menoleh dan sok sibuk meneliti mana tulisan yang belum selesai dikerjain.Herman cuman angkat tangan sambil mesem-mesem,lalu menatap Meta ia hanya berjoget tik tok.Sok ga kenal gitu,tapi dilihat dari kakinya sok sibuk dan aneh pasti ini mba Vani deh.Resek amat ya.


"Mba,ga usah sok ga tahu deh.Siapa tadi yang lempar bulpen ini?"Sambil nunjukin kewajahnya.


Matanya sok menyatu dan kebingan juga menjawabnya."Engga,,,,engga bukan gua kok.Pengen aja kali nyerang kamu!"Sambil kembali sibuk mengurusi pembukuan yang telah usai.


"Siapa hayooo?"Sambil tengak-tengok mengarah ke Herman dan Meta ga ada yang ngaku.


"Gua sumpahin jatuh cinta sama gua,kan asyik!"


"Anjiiiirrr,,,untung bukan guaaaa.Slamet-slamet!"Ujar Herman sambil menutup mulutnya,lalu ketuk-ketuk meja beberapa kali.


"Waduuuh i don't loved!"Jawab Meta sok kaget.


Meringis dan berbalik menjawabnya.


"Gua jod,masak ya jatuh cinta sama berondong seeh.Kan ga seru hehheheh!"


"Heeeh,,,siapa bilang mba ga seru.Buktinya sekarang banyak kok yang kayak gitu.Awet muda lagi!"


"Huuus mulutmu!"Serang Vani sambil menutup mulutnya.


"Heheheheh,maaf.Aku keceleposan mba."


"Keceplosan kali!"Lanjut Herman jadi ikut bantu-bantu Jodi.


"Iya deh maaf,emosi gua sama tuh orang!"Tunjuk kearah Herman.

__ADS_1


"Tapi kan ga kena weeeek!"Ledek Herman.


"Sebagai permintaan maaf mba Vani kepada gua marilah traktir aku yaaaa!"Sambil memainkan matanya berkali-kali.


"Haaaah,nraktir kamuuuuu!"Serasa jantungnya copot,kenapa bisa gini seeh kan cuma lempar bulpen dan ga sadar kena dia.Tekor deh dia kalau kayak gini.


"Tapi anterin aku pulang,gimana!"Memberikan tawaran special.


"Ga ada yang jemput?"


"Yang jemput lagi selingkuh!"Jawab Vani santai


Ketiganya langsung menganga mulutnya.


"Haaaaaah,kok bisa?"


"Ya bisalah nanti aku jelasin pada kepo.Pokoknya anterin pulang gua traktir makan.Mauuu gak?"


"Wiiiih enak banget,mendingan gua kena tadi ya.Dapat makan enak dari mba Vani!"Menyesal juga akhirnya setelah sebuah persetujuan itu siap digol kan.


"Rejeki neeh,bang Herman traktir Meta dong!"


"Boleh asal kamu mau nginep dirumahku.Gimana?????"


"Waduuuhh,ga deh.Bang Herman kan liar,ga jadi apa nanti aku sama elu bang!"Segera menolaknya.


"Trus udah beres semua neeh kerjaan kalian?"Tanya Vani serius.


"Bereess,tinggal angkat kaki aja!"Jawab Meta bergaya.


"Gua juga udah."Lanjut Herman.


Menoleh kearah Jodi"Gua,udahlah!"Sambil nunjuk kearah mukanya dengan songong.


"Gemesin banget seeh lho!"Serunya sinis.


"Hahahahaha,,,bisa juga deh mba Vani!"Semangat nyubit dagunya.


"Waooow ada yang langsung jatuh Cinta!"Meta sambil mendesah dan memasang lope-lope ditangannya


"Geli banget seeh liat kalian,hahhahah!"Herman tahan tawa.


Waktu memang sudah menujukkan pukul 22.00 malam,sepertinya Vani memberikan sebuah pesan lewat WA kepada Adrian supaya ga khawatir lagi.


"Bentar ya jod,aku kabarin bang Adrian duku biar ga khawatir dia!"


"Beres,ayo keluar gerah lama-lama disini!"Ujarnya melangkah dengan tas kerjanya.


"Meta mau nginep sini atau kabur sekarang?"Toleh kearahnya wajah serius Herman menainkan tangannya.


"Ya kaburlah bang."Jawabnya langsung tancap gas keluar dari kedai kopi.


"Bang,gua pulang bareng Jodi ya.Santai aja disana kalau perlu lanjutkan aksimu bang biar ada hasilnya.Salam dari Vani seorang."Sambil menahan tawanya ia mengirim pesan keponsel Adrian.


Terkirim juga suara ponselnya berdering saat keduanya sedang asyik nonton film horor yang menegangkan.Tumben ada film yang terselip dengan adegan pembunuhan berantai penuh ketegangan demi adegan sampai pada akhirnya keduanya teriak kencang.


"Haaaaaaahhhh!"


Perlahan membuka sela jari-jarinya dan mengintip lebih jauh,apakah sudah hilang.Sambil menoleh kearah Luna masih saja dia ketakutan.


"Gua kerjain aaah,hehehehe!"Ide jahilnya pun muncul,beranjak jongkok sambil menyiapkan wajah extremnya.Apakah akan berhasil?


Luna masih saja mengatur nafasnya,ia mencoba kembali membuka sela-sela jarinya.Alangkah kagetnya sampai hatinya benar-benar hancur oleh kelakuan sahabatnya.


"HAAAAAHHHHHH!"Tabokan tangan Luna begitu pas sampai Adrian terjatuh akibat tampolan khas miliknya.


GEDUBRAAAKKK,,,GULING-GULING KESAKITAN.


"Adoooohhhhh,,,sakit Lun."Teriaknya sambil kembali guling-guling disampingnya.


Sadar juga sama apa yang dia lakukan,terdiam sambil melihat tingkah Adrian kesakitan heran juga melihatnya."Haaaah,kamu kenapa Ryan?"Perlahan menolongnya.


Ia bersila dan kembali membuat kelucuan untuk menyentuh hati Luna hingga tawa lepasnya pun keluar.


"Sakiiit tahu Lun,kamu tuh jahat ya sama aku!"


"Ya kamu seh,udah tahu sama-sama penakut nontonnya malahan gangguin aku.Ya udah kena deh!"Tawanya geli mendekap pipinya.


"Mana yang sakit?"sok perhatian.


"Ini,merah kan!"Tunjuk Adrian.


"Ga pa-pa merah itu cinta Ryan,hehehehe!"Jawabnya santai.


"Sakit tahuuu!"Beranjak berdiri.


Tak elak dirinya pun menyadari untuk melihat ponsel miliknya sempet berdering nyaring,ada yang masuk sepertinya.Coba ah cek dulu kali-kali ada yang penting.


"Bang,gua pulang bareng jodi ya.Santai aja disana kalau perlu lanjutkan aksimu bang biar ada hasilnya.Salam dari Vani seorang."Terkirim juga,lalu ia membaca dalam hati.Kurang ajar dia mau selingkuh sama Jodi,tapi ga pa-palah juga aku selingkuh sama sahabatku juga sekarang.


Aneh sambil mengernyitkan kening ia bertanya heran"Siapa yang ganggu kita?cemburu pastinya ya!"Sensi juga lihatnya.


"Masak aku selingkuh sama kamu,dia malah selingkuh juga sama teman kerjanya."Ujar Adrian menjelaskan.


"Siapa?"Tak percaya dengan jawaban Adrian.


"Vani,pacar gua!"Jawabnya serius.


"Astaga,Va-ni?ga usah difikirin.Yang penting kan kamu nemenin aku,ga usah galau besok udah boleh pulang kok!"Jawabnya manis.


"Kalau ga mau?"Lanjut Adrian.


"Ya terseraaaah!"Ga tahunya saat liat dilayar ada adegan pembunuhan lagi sampai membuat jantungan Adrian disampingnya.


"AAAAAAAAAAAAAA,,,,,!"Langsung deh mendekap dan sembunyi dibelakang badannya Ryan.


"Gilaaaa luuuu.Kaget gua,kirain kenapa."


"Udah matiin aja.Aku ga mau lihat lagi."Teriaknya nungging dan menyembunyikan kepalanya.Tak mau lagi untuk melihatnya.


"Cemen banget.Gitu doang!"Langsung aja dimatiin.

__ADS_1


Jail lagi tengah terjadi dalam fikiran Adrian untuk menggodanya,ga sangka dia berani mendekap dan mengangkat tubuh Luna yang seksi itu sambil teriak."Haaaah,ku makan kau.Jangan harap bisa lepas dariku!"


Wajah seramnya makin membuat ketakutan ala-ala Luna dalam drama horor yang mencekam dirinya tanpa ampun."Jangan lagi takutin aku Ryan.Ntar aku ga bisa tidur kamu mau tanggung jawab!"Tanya Luna masih sembunyi dibelakang badannya.


"Ya boleh banget.Semangat dong gua!"Semangat juang tinggi pun datang darinya.


Tabokan lagi mengenai punggungnya,kencang lagi.


BOOOOOKKKKKZZZZZ


"Eeeekzzz,sakit Luuuuun!"Pura-pura langsung pingsan disampingnya.


Kaget dong masak ditabok segitu aja udah pingsan,kebingungan mengoyang-goyangkan tubuhnya yang masih saja ga mau sadar.


"Ryaaaan,,,,bangun ryaaan.Jangan nakutin aku dooooong,pleaceee!"Masih saja goyang-goyang dan ketakutan.


Kembali tingkat jailnya naik level,sambil menyipitkan mata mengambil remote tv langsung dia gendein volume.


"HWWUUUUYUUUYYYHHHAAAAZXNZBZBANAKABAB"suara itu membuat langsung shock dan tentunya pingsan tanpa laporan sama yang jahilin.Sampai akhirnya ia jatuh ditubuh Ryan.


BUUUUKKKK,,,,,"Aduuuh pingsan beneran.Berat lagi!"Benar dia berada diatas tubuhnya,beneran tergeletak tak berdaya sampai-sampai tak bisa mengangkatnya.


"Astagaaa,ini memang berat banget dia beneran tidur lama ini.Ayoooo banguuuun!"Sambil nahan tubuhnya sampai merebahkan dikursinya.


"Haaaiiiii,Luuunaaa bangun dong."Sambil memberinya tiupan pelan-pelan untuk memberikan rasa dingin apakah dia akan bangun.


Bersandar pasrah deh,tapi kalau dilihat sepertinya menarik kalau ia tengah tidur ya.Aduuuh bikin gemes ga kuat deh kalau kayak gini.Gua pilih yang mana ya,Luna atau Vani atau Cinta yang masih merekahkan asmaranya sama Dennis.Entahlah,tapi dia masih ada rasa sama orang lain.


Lain halnya dengan Vani yang seakan masih berada dalam satu bangku motor,dengan santai tapi terlalu menahan rasa takut karena nyetirnya seperti pembalap liar.


"Jooddddiiiiii,,,jangan kenceng-kenceng.Kita ga lomba balapan lhooo!"Teriaknya tepat ditelinga.


"Bodoooo mba,aku suka lho ada cewek teriak-teriak terasa seksi gitu hahahahah!"


"Busyeeeet orang teriak-teriak dibilang seksi.Ga salah."Balasnya ga terima.


"Kita makan dimana mba?"Tanya Jodi lantang bertanya.


"Tahu deh,terserah kamu.Asal jangan yang macam-macam ya."


"Apanya yang macam-macam mba.Kita masak bareng dirumahku ya.Biar ga mahal-mahal keluarin duit ya mau kan!"


"HAAAAAAHHHHH,GA SALAH????"Tuiiiiinggg mikir jauh banget sampe ga bisa disalahkan lagi deh,udah malam dirumah orang lagi.Semoga aja ga kena ciduk.


Sadar pula kalau Cinta mau datang kerumahnya,malahan dia berbalik arah kerumah Jodi.Apa yang harus aku katakan sama dia?


"Truuuusss aku ada janji sama adiknya bang Adrian lho,ntar kalau dia sampai dirumah ga ada orang gimana,nangis dia!"Tanya lagi.


"Santai aja mba,cuaca bagus kok.Aku bisa anterin kok setelah masak yaaaa,pleace!"


"Haduuuh,,,mampus deh.Semoga aja ga ada apa-apa antara aku dan Cinta!"Mikir lagi.


Apa-apaan ini Jodi,oke gua lagi ada salah sama elu tapi kok ya gini amat ya.Sampai harus piknik kerumah orang malam-malam ya udah deh aku hubungin Cinta biar dia ga buru-buru pulang.


Tapi apa mau dikata,tiba-tiba petir menyambar kencang dan seperti yang dibayangkan Vaji langsung mendekap kencang Jodi dan teriak kencang."AAAAAAAAAAA,,,,JODI PETIRRRR!"


"Waduuuh,mau ujan mba.Kita balik apa gimana ini!"Sambil menghentikan motornya.


CIIIIITTTTTT,,,,terhenti pula dipinggiran trotoar dan perlahan kembali membuat rencana yang akan saling menguntungkan bersama.


"Rumahmu deket ga dari sini?"Tanya Vani gelisah.


"Tuuuh bentar lagi nyampek!"Jawabnya nunjukin rumah minimalis dan keren juga Jodi.


"Ooooh,syukur deh.Ayo kerumahmu sebelum hujan lebat.Anginnya kenceng lagi!"Ujarnya ketakutan anginnya mulai menunjukkan tanduknya.


WUUUSSSSS,,,,WUUUUUUSSSSS,,,,WUUUSSSSS.


"Yuuuuukkk,pegangan mba!"Menghidupkan mesin motor dan siap untuk tancap gas menuju rumah,tak disangka beberapa saat tinggal beberapa rumah hujan lebat.


Suara petir dan hujan deras pun memberikan hadiah basah-basahan diantara mereka.Beneran ini tuh game berhadiah kalau malam-malam kayak gini.Apalagi langit semakin gelap bahaya juga kalau balik secepat ini.Terhenti didepan pagar keduanya sudah basah kuyup,Jodi turun dari motor dan membuka gembok kunci.


"Kok lama Jod,kamu tinggal sendiri?"Tanya Vani diantara pecahnya hujan dan suara petir yang menyambar.


Menoleh dengan wajah gelisah,susah banget seeh buka gemboknya dan KREEKKKS.Kebuka deh dengan cukup lama membukanya.Berlari mendekati motornya dan mengajaknya masuk kedalam.


"Ayo mba buruan!masuk."Ajaknya masuk menuntun motornya.


"Iya-ya,kamu tinggal sendiri?"Tanya Vani lagi memastikan sampai dikanopi garasi.


"Hehehehehe,sendiri!"Jawabnya meringis kearahnya.


"Dingiiiiiiiin banget!"Sambil bersedekap kedinginan.


"Maaf mba,jadi kayak gini deh jadinya!"Membuka pintu.


Menghela nafas,memang ga tahu lagi harus gimana dia bilang.Apapun itu kesalahan yang dilakukan oleh Jodi adalah awal kesalahan darinya.Sedikit kesalahan juga berdampak untuknya.Bergegas Jodi mengambilkan handuk kering dan baju ganti untuknya.


"Haduuuuh,,,dinginnya.Kenapa juga bisa hujan sederas ini."Ga nyangka bisa kejebak dalam situasi kali ini.


Dirumah Cinta,rasanya berat banget deh untuk segera kerumah Adrian.Cuaca malam ini sangat tidak mendukung,malahan ia khawatir sama Vani yang sedari tadi ga ada kabar.Sampai ia berjalan kedepan melihat hujan begitu lebat.Bukannya sebuah kejutan menyenangkan malahan kilatan petir membuatnya teriak sambil menutup wajahnya.


"AAAAAAAAAA,,,,,KAAAK!"


Kilatan itu membuat mata Dennis panik saat suara itu hampir menggema membuat panik Cinta,segera dia berlari dan memeluknya.


"Astaga,kenapa kamu Cinta?"Peluknya dan membawanya jauh dari jendela.


"Kak,aku takut banget.Gimana sama Kak Vani ya.Apa dia ga pa-pa?"


Membawanya kekursi tengah dan memeluk serta memberikan kehangatan untuknya.


"Udah ga usah dipikirin kak Vani.Nanti dia pasti hubungin kamu kok.Kamu tenang ya!"Mencoba menenangkan Cinta.


Ia hanya mengangguk dan bersembunyi dalam pelukan Dennis."Jadi gimana diantar ga kerumah kak Vani?"


"Ga tahu deh,hujannya nakutin kak!"Jawabnya sambil mendongak kearah Dennis.


"Kamu tenang ya.Jangan takut ya!"Masih mengelus rambutnya.


Sama halnya dengan Adrian yang sangat bingung,Luna yang belum sadar dari pingsan,garuk-garuk kepala.Dan mengintip dari jauh hujannya memang deras gimana kabar mereka berdua ya?tung ting tung ting tang.

__ADS_1


__ADS_2