
Hati Gladis begitu senang dan bahagia setelah sebuah balasan Chatting dari Arya telah menjadi bukti bahwa kali ini adalah kebenaran apa yang akan diungkap olehnya,seraya tersenyum kearah kelana yang sama sekali belum tahu apa maksudnya itu.Tapi bagi Kelana itu bukan masalah yang membuatnya bisa berbuat banyak atas apa yang dialami oleh sahabatnya saat ini.
Mungkin nanti setelah pertemuan itu membuatnya berubah sikap,adalah waktunya untuk membuat kembali kehangatan seperti yang diinginkan oleh Gladis seperti apa yang terjadi setelah ini.
"Kenapa kamu senyum-senyum gitu?ada yang menggodamu atau gimana?"Mengernyitkan kening penasaran kepada Gladis.
"Mas Arya menjawab Chattingku.Dia bilang setuju mau ketemuan sama aku Kel,Yesss biar aku tahu apa yang terjadi!"Jawabnya senang berselebrasi.
Tersungging dan berharap tidak ada pertemuan yang ga penting merusak suasanya itu.
"Bagus itu,berarti Arya tuh masih tanggung jawab sama kamu.Terus jam berapa ketemuannya!"Tanya lagi dengan wajah kaku,kayaknya akan ada masalah besar yang mengintai Gladis neeh.Apa aku harus bertindak atau bersikap biasa aja.
Kembali fokus untuk mengetik dimana lokasi pertemuan itu,supaya ia bisa siap-siap dan tahu apa yang tengah terjadi sama Arya semalam.
"Kita ketemu dimana mas?mas Arya yang tentuin ya lokasinya!"Setelah selesai mengetik,ia mengirim pesan kepadanya.
Tak lama pesan masuk,ketika itu Arya tengah memakai baju.Sedangkan Melissa sangat ingin tahu kelanjutannya dengan tetap memegang ponsel milik tunangannya.Benar juga,beberapa saat pun terkirim dengan cepat.
"Mas,Gladis balas Chatingannya mas.Mau ketemu dimana?"Tanya Melissa melempar pertanyaannya.
"Ajakin aja ketemu ditempat biasa,supaya cepat kelar dan dia ga gangguin kita lagi kan!"Jawabnya mendekatinya serta disambut oleh Melissa dengan mengacingkan kemejanya berwarna hitam lengan pendek.
"Memangnya kamu mau melepaskan Gladis,dia kan sangat mencintaimu mas.Apa ga buru-buru sikap ini kamu ambil?"Tanya Melissa sembari menatap sorot mata Arya yang masih bingung juga.
"Rasanya seeh terlalu cepat,tapi kalau kita ukur-ulur lama-lama juga tahu sendiri dan itu akan membuat hatinya akan marah dan seperti yang kamu ketahui siapa Gladis."Kembali mengingatakan siapa dia.
Menghela nafas dan ada rasa panik juga dalam benak fikiran Melissa.Kenapa juga aku menggoda pacar orang.Juga dia mau,apa boleh buat.Ini adalah sebuah reaksi yang ga mungkin bisa aku tolak.Dia tampan dan telah membuatku menjadi dewasa dan telah tahu siapa yang menyukaiku dengan sangat setia.
Dia membalas dengan senyuman pula saat menatap Melissa.Wanita paling menggoda sampai aku berani bercinta hingga aku memberinya sebuah kehangatan dan benih yang sudah lama aku inginkan.Wanita macam apa dia,selalu memberikan keindahan yang tak pernah aku dapatkan dari Gladis.
"Kamu udah siap untuk melihat pertemuanku sama Gladis?"Mendekap dan menarik pinggulnya serta mendekat sampai pandangan licik tengah dilakukan oleh Arya.Perlahan tapi pasti French kiss pun menjelma dalam bibir keduanya penuh nikmat tanpa rasa beban apapun.
Melepaskan dengan hangat,senyuman itu membuatnya keduanya saling membenturkan kening dan menjadikan moment pagi ini sebagai moment indahnya menjelma dalam satu malam bersama.
__ADS_1
Sekarang hati Gladis semakin bimbang dan bingung,kenapa perasaanku sangat tidak nyaman bahkan ketika aku mempersiapkan sebenarnya niatku ini untuk membuktikan seperti apa aku saat ini bertemu dengan mas Arya.Apa aku yakin bisa ketemu sama dia ya.Melamun sejenak,sampai Kelana pun harus menyadarkan sesaat.
"Jangan melamun,ga baik!"Ujarnya menepisnya tepat ditelinganya.
Ia terkejut dan tak menyangkan bisa menyentuh hatinya secepat itu.Apa seeh maunya dia,apalagi saat menoleh dan tersenyum kecut melihat siapa sosok itu adalah sahabatnya.
"Apaan seeh,kan aku mempersiapkan untuk ketemu sama mas Arya.Mau gimana coba,ga ketemu sehari aja kayak gini nervousnya bukan main."Candanya mencoba kuat.
"Kamu harus kuat dong,kan cuman nanyain soal kemarin kamu ga dijemput trus dia ga ada dirumah.Rumahnya kosong lalu kamu berlagak layaknya seorang putri yang terabaikan dan menangis pergi meninggalkan itu semua kan."
Ada sedih juga seeh kalau dirasa memang menyedihkan,apa dia ga tahu hati kekasihnya kayak gimana kalau ga ada sikap yang ga jelas dalam dirinya gitu?Apalagi saat menatap Kelana yang perlahan pergi untuk ganti baju dan mempersiapkan waktu terbaik buat sahabatnya.Memang tidak terlalu special tetapi ini adalah waktu dimana dia bisa memberikan sesuatu yang terbaik buat sahabat satu-satunya dalam hidup ini.
Setelah persiapan matang pun dibuat oleh Gladis,tentunya masih ada perasaan yang ga nyangka harus ketemu dalam keadaan ga karuan seperti ini.Apa yaaa yang akan dibicarakan sama mas Arya nanti ya,sepertinya membuatku tak bisa bernafas saat ia tengah berdiri didepan pintu teras menunggu Kelana keluar dari kamarnya.
"Apa yang dibicarakan nanti sama Gladis.Kok kelihatan aneh banget dari tadi ya!"Sembari turun dan menata fikirannya,bilamana terjadi sesuatu pasti akan berakibat fatal nantinya.
Langkahnya ikutan berat saat turun seraya keluar mendekati Gladis yang mana dia masih mematung memikirkan sosok seperti apa Arya selanjutnya.
"Ga usah kayak gitu kali,kan ketemu setiap hari masih saja kayak gitu!"Sindirnya dengan sinis menatap sesekali wajahnya.
Menoleh seraya kaget dan mendongak lalu menjawabnya."Haaaah,kamu udah siap Kelana?aku kira kamu ketiduran lagi!"
"Kamu kira mentang-mentang sekarang week end aku males gitu!"Selorohnya dengan nada santai.
"Ya mungkin heheheheh!"
Merangkul dan mengajaknya pergi keluar menuju mobil yang telah dia siapkan sedari tadi.Aku tahu pasti nanti kalau dia ada apa-apa kan aku ga repot.Biasanya aku bonceng karena dia lagi bener aja.Nanti kalau ga bener bisa-bisa pingsan dijalan mau jadi apa dia.
"Lho kok tumben kita naik mobil?"Tanya Gladis bingung.
"Ga tega aku ngajak kamu jalan-jalan pake motor,ntar kepanasan gimana?"Jawabnya masuk kedalam mobil.
"Oooooh,gitu ya!"Ujarnya sambil ikutan masuk dan mikirnya cukup lama,tapi.kalau ga masuk ya gimana lagi.
__ADS_1
Melaju santai,seperti biasanya ada pertanyaan muncul ketika Gladis sembari senyum hangat kearah Kelana.Apa dia siap dengan apa yang diberikan sama Arya.Aku ga yakin kalau dia dalam kondisi baik-baik saja.Coba kalau Tiara ga tiba-tiba berangkat keprancis buat acara modelingnya pasti aku ajak biar ga jadi salah sangka.Tapi ya dia,mau apa lagi.Ujung-unjungnya aku percaya sama kamu Kelana.Setiap kamu jalan sama Gladis ga ada tuh tersembunyi sebuah cemburu malahan biasa aja.Karena kalian ya seperti itu.
"Kamu ga pa-pa kan Dis?"Kembali bertanya seraya menoleh beberapa kali dengan menatap penuh arti.
"Ga pa-pa seeh Kel,tapi kok ada yang berat gitu dalam hatiku.Ada apa ya?"Masih saja ia gelisah dan menanyakan kepadanya.
"Kamu santai aja,pertemuan dengan Arya itu kan udah seribu kali pun kalian tetep sepasang kekasih yang baik dan ga bisa dipisahkan lho!"Jawabnya menghibur Gladis.
"Beneran?tapi menurutku kamu sama Tiara lebih cocok.Aku pengen deh punya pasangan yang ga aneh-aneh kayak kamu.Ada lagi ga ya stoknya?"Tanya Gladis dengan polosnya.
"Ya ga adalah.Stok udah habis!"Jawabnya pede.
Kesel juga,kalau udah dipuji setinggi langit kayak lupa ma daratan yang ada buaya-buaya lainnya.Jelas itu menyentuh hatinya begitu saja dan jelas pasti akan membuat fikirannya swkali lagi pusing.
"Hehehehe,pengen ditonjok apa ditabok seeh?ngomong tinggi banget kayak ga ada yang ngalahin?"Terkadang ada gemesnya juga kalau kayak gini.
Menoleh dan berkata dengan tawa.
"Dicium aja,gua mau hahahahaha!"Seakan berkelakar dengan tawa lepasnya.
"Haaaaah,enak aja.Ditampol dong hahahaha!"Tawanya renyah dengan tampolan mantap.
"Aduuuh,gila kamu ya.Ntar aku laporin sama Arya ga dapat ampun lho!"Ancamnya sambil mengangkat jari telunjuknya.
"Emang berani,weeeeek!"Kembali pede banget menjulurkan lidahnya.
"Ya berani dong."Selorohnya.
"Trus kamu mau ketemuan dimana coba?apa sampai kita keliling muterin kota bandung!"Tanya Kelana dengan nada sinis.
"Namanya juga Kelana,yaaaa kita harus berkelana gitu,siiiip!"Sambil mengacungkan jempol kepadanya.
"Enak dikamu,ga enak sama aku dong!"
__ADS_1