
Aneh juga saat Yosha mendengar obrolan antara Alessa dan Karmen akan memberikan video baru tentang sahabatnya.Memangnya mereka mau ngasih video apa seeh?sambil mengelu dagunya dia mencoba berfikir tapi tidak sama mentornya.
Melihat gelagat tak menentu dari orang disampingnya,langsung aja menyenggolnya.
"Aduuuh,ngapain seeh pake nyengal-nyengol pake siku lagi.Sakiiiit!"Ujarnya sambil mendekatkan ketelinga Emma.
"Kamu seeh denger aja apa yang dibicarakan mereka berdua.Lama-lama tuh mereka ga mutu,bisa bikin gara-gara aj.Lapeeer,makan yuk!"Tariknya tanpa ada sanggahan dari Yosha.
"Makaaan aja fikirannya!"Gumamnya kesal.
"Oh iya,aku lho sampai lupa sama kedekatanmu sama siapa tuh yang sempet ketemu dicafe tuh.Siapa Yosh?"Kembali tertarik sama cerita yang hampir aja dilupakan.
Nyengir ga terima"Ngapain juga dibahas,kan aku udah lupa Ma."
"Ya setidaknya kamu cerita lagi,kan gua bisa dengerin dengan baik.Lalu kita timbang-timbang apakah kamu cocok sama dia!"
"Lu kira gua nglamar kerjaan pake acara timbang-timbangan?"Kembali mengeluh.
"Hahaha,ngambek lu lucu.Pengen nabok!"Sama dengan kalimatnya,tangannya ikutan nabok pipinya.
Plaaaakkkk.
"Jahat luuu,lagi nabok gua.Kita putus!"Masih ngambek.
"Putus,diomelin sama pak Dirman lho.Kita kan mau disatuin dalam satu acara yaaa kan!"Sambil jalan menuju kekantin.
Dikantin seperti mata elang yang mengawasi sasaran utama,apa yang dicari juga ga ada.Ga Asik sama sekali deh.Kemana Dennis yang harus aku katakan bahwa gua kangen sama dia,,,eeeh ga ada.Berhenti bak patung,tapi masih bolak-balik mencari apa yang buat hatinya ga ketemu.
"Cari apa seeh kamu,kayak patung ga jelas.Makan dulu baru cari yang menginspirasilah yuuuuk!"Pintanya ga kuat menahan rasa lapar.
Menuju meja kantin,nimbrung langsung dikursi meja tanpa harus menunggu meja kosong.Memang ya kalau lagi enak-enak duduk pastinya ada tersenggol salah satunya Tia.
GEDUBUSSSSHHH,,,nabrak ga kira-kira sampai siapa yang kena tabrakan khas Yosha adalah Tia,entah ada kecocokan atau gimana ya sama dia selalu aja kena duluan adalah benar Tia.
"Aduuuuh,siapa nabrak-nabrak gua seeh.Udah tahu pennn,,,,uuh!"Matanya melotot siapa yang disampingnya.
"Apa lu,mau protes?"Udah ancang-ancang nada suara nantangin.
"Hehehehe,enggak kak.Santai ya,santai oke!"Pintanya menahan amarahnya.
"Naaah gitu dong.Kita berbagi ya jangan marah-marah melulu."Membalasnya.
"Tapi tolong dong pesenin kita ya,biar ga bangun lagi.Kita kan lagi lapar-laparnya,hehehehe!"Pinta Yosha makin jadi.
"Huuuuh,iyaa iya kaak!"Jawabnya sambil mengangkat tangannya.
"Ngapain lu angkat tangan.Ga kuat sama kita disini?"Lagi protes.
"Udah diem kak,itu Tia udah usaha lebih baik malahan ga didukung!"Sela Anna sebel pula.
"Iya Deh!"Sambil menompangkan tangan menunggu tukang baksonya datang menghampirinya.
Tiba-tiba tangannya nyolek Cinta yang enakan diem dari pada bikin koar-koar kayak Tia tadi,karena dudukku seeh paling ujung.
"Apaan seeh kaaak?"Cinta berkomentar.
"Kok tumben kamu ga sama Dennis,kemana tuh dia?"
"Engga tahu seeh kak.Emang tadi ga ketemu sama dia!"Balik nanya.
"Yaaah,kan kamu pasangannya.Ya ga Ma!"
Emma sudah siap untuk mengangguk sambil menompangkan tangan disampingnya Yosha.
"Teruuus kalau aku pasangannya,aku ikut terus nempel sama dia?"Tanya lagi.
"Tumben jawabnya sensi banget tuh!"Lanjut Emma santai.
"Iya lagi cemburu ya,kalau ga ada dia gitu!"Tambah Emma makin senyum-senyum.
Anna menoleh kearah Cinta,juga penasaran kemana ya kak Dennis ga muncul-muncul dihadapannya."Kemana kak Dennis emangnya Cin?"Bisiknya penasaran pula.
"Mana gua tahu.Entahlah jangan banyak-banyak nanya.Lagi ga pas momentnya."Jawab Cinta bingung.
Keduanya saling berpandangan lalu ketawa geli,bisa juga bete Cinta.Ya mau gimana lagi.
Perpust keduanya saling jalan bareng dan menikmati suasan hening dan lebih mengarah sebuah hal serius untuk memastikan ketemu sama apa tengah diincar oleh keduanya.Jelas itu membuat Thalia senang pula bisa intens sama Dennis,nyaman juga sama dia pantes aja banyak yang suka salah satunya Cinta.
"Kamu mau cari buku apa?"Tanya Dennis mencoba berbicara lebih kearah rasa penasaran.
"Apa ya?ya jelas yang roman-roman.Ada kan?"Memastikan pula.
"Ya adalah mau aku cariin?"Menawarkan diri.
"Boleh juga,awas lho jangan buat aku menitikan air mata karena ceritanya sedih ya!"Ancamnya sambil menunjuk kearah Dennis.
Ketawa geli melihat ancaman lucunya.
"Apaan seeh,kan belum ketemu!"Jawabnya menggelengkan kepala.
"Oh ya kalau kamu tuh suka baca tentang apa seeh,selain filosophi lho ya!"Kembali membuat pernyataan hampir membingungkan Dennis.
"Apa ya,ga ada lagi.Apa kita cari yang novel romannya tuh ditoko buku nanti pas kita pulang sekolah.Kita ketemu disana."
"Ga bisa ya kita satu mobil gitu?"
"Ya ga bisalah.Kan kita sama-sama bawa mobil,masak iya aku parkirin disekolaha.Ntar digembok sama satpam besok baru bisa ngambil."
"Ya ga pa-pa,aku jemput.Gimana?"Menghadap Dennis lebih dekat.
__ADS_1
Oooo,dia mulai menunjukkan sisi ambisiusnya untuk dekat denganku,tapi aku suka.Tidak pemalu seperti Cinta dan penuh hasrat seperti ini.Aku jadu bisa membuat sesuatu lebih berarti.
"Beneran kamu mau jemput aku?"
"Yaaaa,kenapa tidak seeh!"Mukul bahunya Dennis dengan tawa lepasnya.
"Emang kamu tuh,kalau sudah membuat pernyataan jadi bikin orang ketar-ketir aja."
"Ya itu sebagian dari stigma seorang Thalia,yang menginginkan pertemanan itu benar lebih deket dan berarti."
Mendongak keatas ada juga sebuah buku yang menarik untuk ditarik dari tangannya seketika,membuat Thalia tersenyum penasaran sama apa hasil tangkapan bukunya.
"Coba dong liat?bagus ga!"Pengen tahu juga neeh orang.
Sambil nunjukin sampulnya,Dennis pun berkata.
"Neeh,buku antara bayangan dan cinta.Kamu suka kan?"
"Suka dong,apalagi kamu yang pilihin.Pasti cerita itu bermakna nantinya buat aku untuk mengenal apa bayangan Cinta tanpa ada orang ketiga yang menghampiriku dengan tiba-tiba!"Jawabnya semangat.
"Maksudnya?"Bingung sama pernyataan Thalia.
"Ya kita kan tengah menjalani kedekatan sebagai teman baik.Ga usahlah bawa-bawa orang lain,supaya kita tuh lebih deket dan tahu seperti apa kelemahan kita terhadap pasangan masing-masing,gitu!"Jawabnya sambil bolak-balik buku yang sudah ia rampas dari tangan Dennis.
"Kalau aku punya pasangan gimana?"Tanya Dennis mencoba menggoda.
"Break sebentar buat aku.Nanti juga kamu jalan sama dia,dan bisa enjoy tanpa memikirkan siapa aku karena kamu sudah membuatku nyaman.Jadi ga masalah kan?"
"Ya,,ya,,ya memang membingungkan.Tapi gua suka!"Sambil menompangkan tangannya dirak buku.
"Aku lebih suka sama kamu,hahahahah!"
Suara-suara yang memang dipastikan oleh Alessa dan Karmen adalah benar Dennis dan peremouan lain yang belum mereka ketahui,apa harus itu dilaporkan kepada Cinta atau akan mereka buat sebuah rekaman yang dibuat oleh mereka tanpa sengaja diponselnya.Apa akan pengaruh sama hubungan Dennis dan Cinta ya?
"Udah kamu rekam kan Men?"
"Udah Al,kasihan juga Cinta.Masak kekasihnya udah punya gandengan lain,hihihihi!"Jawabnya berbisik.
"Iya ganas banget ternyata kak Dennis sama perempuan itu."
"Kabuuur yuuuk!"
Karmen mengangguk dan saling ketawa-ketiwi geli untuk melancarkan aksi selanjutnya.Keluar dari perpustakaan mereka sangat bahagia.Bukan bahagia melihat keduanya akrab dan makin so sweet tapi akan memberikan rekaman suara itu kepada Cinta langsung apa akan ada hati yang terluka.
"Gimana kalau nanti kita kirimin percakapan mereka?apa ada sesuatu diantara mereka ya!"
"Iya kamu pengen banget mereka putus,padahal baru ketahuan kalau mereka adalah pasangan kekasih."
"Ya itu kan harapanku,kalau aku ga bisa dapetin kak Dennis pasti juga Cinta ga bakalan dapat.Adil kan!"
Tak disangka sosok misterius itu datang dan menghantam obrolan mereka untuk sebuah cerita busuk menghancurkan temannya sendiri.
Menoleh kaget melihat cowok yang dipastikan selalu membuat mereka penasaran.Apa seeh keuntungannya dia untuk membyat rencana kita jadi berantakan.
"Kamu siapa seeh sebenarnya?selalu saja mencampuri urusan kita?"Alessa mendekati cowok tersebut.
"Kamu mau tahu siapa aku?siapa yang ga tertarik dengan sikap dinginku.Bahkan aku dekat sama kamu aja maleees.byeeee!"Berlalu santai dan seperti ga ada beban.
Sambil jingkrak-jingkrak ga terima,Alessa sangat kesal sama pria tersebut.Siapa sebenarnya dia,dikelas mana dia singgah dan apa yang dia inginkan.
"Kenapa seeh dia tuh bikin aku keseeel aja!"
"Udah kita cari tahu bareng-bareng siapa dia.Ini rekaman jangan sampai hilang atau terhapus.Kita sekarang fokus sama dia aja gimana.Selaku saja bikin kita kaget dan emosi."Ujarnya bersiap untuk strategi lainnya.
"Boleh juga."Jawab Karmen sedikit ada ide.
Langsung aja dia tancap ga tanpa memberitahukan pada Alessa tentang langkah seribu bayangan yang dibuat oleh Karmen sampai ia teriak manggil-manggil."Karmeeeen,mauuu kemana kamu?"
Ia berbalik lalu hanya menghentikan dengan tangannya.Tak lagi mengikuti kegilaan Karmen sebagai seorang enemy selanjutnya.
"Huuuuh sendirian gua.Kekantin aja deh!"Langsung cus dengan muka ditekuk tapi tetap saja ada halangan saat ia datang.
Masih juga kumpul-kumpul dikantin,Cinta ga mau kalah sama Yosha untuk urusan lain seperti menyangkut bersama Dennis sebagai obrolan paling seru sampai Emma pun menjadi mediator diantara keduanya,sedangkan Anna dan Tia hanya menyahut sesuka dia saja.
"Ya kalau kamu ga sama Dennis dan dia butuh orang lain gimana?apa kamu ga cemburu!"Seketika pertanyaan itu menyerangnya lagi.
"Ya ga pa-pa kan aku juga masih punya Kak Adrian.Dia lebih sayang sama aku dibanding kak Dennis!"
"Widiiih,serem banget ya!"Serang Emma lagi.
"Tapi kalau kamu emosi kayak gini ya.Secara dilihat-lihat ada nuansa ingin melabrak saja kamu ya.Tapi ga masalah,aku aja sering ngelabrak Yosha bermain cinta sama anak ABG lho!"
"Busyeeeet,,,sejahat itu!"Lanjut Tia kaget.
"Iyaaa,ga tahu kan kalau idola kamu seperti itu?"Lanjut Emma membakar asmara.
"Waaah,emang seru kak sama ABG gitu!"
Menoleh kearah Emma dan ga terima sama pernyataannya yang seakan membunuhnya.
"Dasar luuu,ga punya etika.Masak gua disangkut-sangkutin sama Anak ABG mau jadi apa gua?"
"Idola anak-anak gitu,hahahhahah!"lanjut Emma ketawa lepas.
"Gua ga mau deh satu project sama kak Yosha harus ada yang lebih membelaku?"
"Siapaaa?"
"Tuh sampingnya kakak,lebih pro sama kita-kita ya ga Na."
__ADS_1
"Iya betul tuh!"Jawabnya yakin.
Muncul deh Alessa sendirian diantara jarak yang ga begitu jauh dari mereka,sensi sendiri.
"Lho ada yang sendiri neeh!"Suara lantang Yosha membuat pandangan mereka kearah Alessa.
"Waduuuh,patah hati neeh ga ada yang nemenin!"Lanjut Anna senyum-senyum sendiri.
"Sini-sini masih ada tempat kok.Tuh tinggal satu slot."Jawab Emma yakin nunjukin.
"Heheheheh,duduk deket aku ya!"Tiba-tiba Cinta tersudut lagi.
"Ya ga pa-pa kali.Kan sama-sama penyuka Lawan jenis dari pada satu jenis,hehehehe!"Nada gilanya Emma muncul kembali.
Pilihan yang tepat untuk seorang pecinta novel roman memang andalan dari seorang Dennis.Hebat juga dia bisa memilihkan sebuah buku yang menurutku juga membuka mata bahwa dia sosok romantis dan perhatian,kenapa aku tidak berfikir seperti itu sejak melihat pindah kelas.
"Atau kamu mau baca,aku temani.Aku sudah pernah baca kok.Bagus banget ceritanya.Ayo sambil duduk lebih seru bacanya."Ajaknya merangkul pundaknya.
Senyum kebahagiaan pun dirasakan oleh Thalia ia melirik dan yakin ini awal aku bisa dekat sama pria romantis.Aku harus bisa membuat suasan ini dan sebaliknya menjadi tempat terbaik untuk bersamanya.
"Kamu baca buku apa?"Saat duduk disampingnya.
"Ini,tentang ilmu psikolgis.Lebih seru dan memberikan banyak tantangan untuk mendapatkan perhatian khusus bagi seorang pria kepada lawan jenisnya."
"Kamu yakin itu?"Selanya mendekap bahu Dennis dan menyandarkan kepalanya penuh rasa sayang.
Batin Dennis bergejolak,kenapa dia bisa sedekat ini sama aku.Apa tidak berlebihan kalau dia bersikap seperti itu padaku?heran pesona apa yang aku berikan saat ini sama dia.Sampai harus bermain Cinta dibelakangnya.
"Sebuah keyakinan itu sulit untuk diselesaikan dengan baik.Ga mungkin juga aku menerima cinta begitu saja.Butuh sebuah pembuktian bahkan seorang pujangga pun harus merelakan apapun untuk mendapatkan keinginannya.Sangat relevan bukan?"Tambahnya membuat ia makin tersentuh,bukannya sadar apa yang dia lakukan hanya akan membuat permainanya semakin gila saja.
"Gilaaa,aku salut sama kamu Dennis.Aku benar-benar kagum sama pemikiran yang sangat beresiko untuk dekat dengan seorang satu perempuan satu atau lebih akan memberikan hal sangat disukai oleh seorang perempuan?"
"Apa itu?"Kembali mengernyitkan kening.
"Perhatian lebih dan sayang sama pasangannya.Apa seperti itu juga kamu berikan pada siapa?"Mencoba mencari tahu apakah itu benar,perempuan yang dekat sama dia benar-benar untuk satu hal.
"Cinta,perempuan yang selalu membuatku nyaman dan bisa mengerti banyak hal."Memberikan senyum untuknya.
"Apakah akan sama denganku?"
Mengangkat kedua pundaknya pula ia tersungging."Mungkin juga,heheheheh!"
"Yaaa,aku tunggu kabar baiknya aja yaaakan!"Memberinya senyuman.
"Kamu yang sabar ya,kita kan cuman teman sedangkan Cinta itu lebih dari teman.Aku harap itu adalah keinginan yang ga terlalu tinggi untuk kamu dapatkan.Mengerti kan!"
Sambil mengangguk,ada rasa kesal juga tapi seketika ia menjawabnya"Kalau teman tapi mesrah gimana?bisa diterima!"Candanya menahan tawanya.
"Hahahahah,bisa aja kamu."Jawabnya geli seraya menggelengkan kepala.
Saat ini memang rasa ingin tahu Karmen akan sesosik pria yang selalu menganggunya apakah memang ada disekolahan ini.Padahal ga ada yang tahu seperti apa kehidupannya tiba-tiba muncul dan membuat curiga bahkan seperti tidak mengharapkan siapa dia ada disetiap hadirnya dua sahabat ini
Menyadari dirinya diikuti secara diam-diam oleh Karmen.Sosok itu tersenyum dan menghilang seperti ga ada jejak yang bisa dilacaknya,bahkan wangi parfum yang terhirup didalam tubuhnya pun hilang.
"Waduuuh hilang,kemana ya!"Tepat berada ditanah kosong dan hanya dirinya sendir benar-benar sangat bingung.Dia lari kemana apalagi ditempat seangker kayak gini ga ada jejaknya.
"Kok rasanya ngeri banget ya tempat ini?"Sambil menyentuh telungkupnya,apa bener ya tempat ini serem.
Tak lama kemudian,lewat seorang senior disebuah lorong jalanan sekolahan tersebut.Dan melihat Karmen tengah kebingungan segera menegurnya.
"Karmen,kamu ngapain disitu?"Panggilnya lantang sambil membawa buku.
Ia menoleh dan kaget lalu senyum-senyum menjawab panggilan itu.
"Ini kak,lagi nyari seseorang.Kok ga ada ya,hilaaang gitu heheheh!"Jawabnya bingung.
"Jangan lama-lama disitu.Ntar kamu kerasukan bikin heboh lagi.Sini bantuin aku!"Panggilnya.
"Beneran kak?hiiiiiih serem amat!"Langsung lari dan mendekati seakan ga percaya sama omongan seniornya.
"Yeeee,,,,ga tahu cerita yang dulu?"
Ia menggelengkan kepala.
"Ayo sambil jalan.Kakak ga mau kamu jadi korban berikutnya!"Ajaknya segera pergi dari temoat serem itu.
Sambil jalan jelas Karmen sangat ingin tahu tentang tempat yang ia datangi itu.Apa memang bener yang diomongin sama dia ya.
"Kak beneran tuh,kakak bilang kalau tempat itu serem?"
"Iya,tum-ben kemana pasanganmu Alessa?"
"Ga ikut seeh!"Jawabnya sambil garuk-garuk kepala.
"Kamu tuh ya,sok berani kesono.Awas lagi kesana habis kamu tinggal nama!"
Terhenti serta menoleh tak percaya.
"Haaaah,tinggal nama?kok bisa seeh kak!"
"Ceritanya panjang,sampai mau diukur itu susah.Tapi yang jelas jangan pernah kamu berfikir jelek ataupun jahat.Itu akan membuat kamu terbayang-bayang seorang pria yang selalu akan mengingatkan kita untuk tidak berbuat jahat.Ingat itu,kalau kamu ketemu sosok lelaki yang ganteng dan dingin.Berarti kamu dan pasanganmu tuh Alessa jahat banget.Awas lho kalau kelewatan,,,kamu mau dia atau kamu diurutan ketiga setelah melakukan kejahatan itu?"
"Astaga kak,siapa aja yang tahu cerita itu yang lebih ngerti.Biar aku bisa tahu gitu?"Kembali penasaran.
"Heeeem,kalau ga Emma ya Dennis.Salah satu dari mereka pakar pengertian hal tersebut.Aju hanya tahu seperti itu,hemm!"Menoleh dan memberikan senyuman padanya.
"Ooooh,gitu.Ya udah makasih kak,aku pergi dulu."Balikin buku yang ikutan dia bawa,langsung kabur dan panik.Kenapa aku bisa kesana ya,duuuuh untung ga mampus duluan hiiiiiii.
Mikir lagi lalu sambil jalan tergesa-gesa ia mencari keberadaan Alessa.Kemana ya dia,masak aku bisa ketemu orang seperti itu ya.Ga kasat mata,pantesan ya aku kalau ngomong sama dia kok banyak yang ngelait dan mikir kalau kita berdua itu memang udah gila.Lalu inget kenapa aku ga telpon Alessa aja,bego deh setelah mendapat cerita seperti itu.
__ADS_1