
Ini adalah berita besar untuk Yosha,bagi Emma ini hanyalah selingan kisah cinta dua anak manusia yang cukup relevan.Emang dasar dianya sok-sok an membuat konten yang penuh realita tanpa harus melihat dimana letak bagus engganya.Yang penting bikin dan hasilnya dia post dan berhasil
Untuk Emma masih jauh dari sebuah pemberitaan bagus untuk catatan artikelnya.Ya karena juga penasaran sama rahasi yang mau dikatakan tadi jadi ikutan deh jadi wartawan aneh kayak gini.Kayak nyari target dengan sipelaku paling brutal.Padahal kalau dilihat-lihat juga ga ada masalah penting diantara kita berdua.
"Yosh,,,gimana?"Tanya Emma santai.
"Gimana apanya?"Lagi mengulangnya.
"Iya itu ,,kamu mau bikin berita apa seeh?"Lagi kesal mendapatkan jawaban ga pasti darinya.
"Pengen ngintip aja.Seru lho lihat senior sama junior lagi pacaran,,,hehehehe,pake acara sembunyi-sembunyi segala."Jawabnya pasti.
"Haaaaah,,,cuman itu aja beritanya?"
"Iya,aku kan belum cerita sama kamu soal aku ketemu siapa dicafe kemarin kan?"Kembali mengingatkan Emma yang mulai patah hati soal cerita tak kunjung ada kepastian dari Yosha.
"Oooo,iya mendingan elu cerita itu aja.aku ga mau ngintip-ngintip lagi!"Tariknya Emma penuh sekuat tenaga sampai Yosha akhirnya ngalah sama dia.
"Apaaan seeh?"Masih aja ga mau.
"Gua ga bakalan bantuin elu lagi.Kalau cuman masalah sepele dibikin Vlog,aku pengen kamu cerita yang tadi dikelaaaasss.Aku traktir deh dikantin gimana?"memberikan ide kreative untuknya.
"Yaaahhh.Ga tahu deh gimana cerita mereka."Yosha masih belum rela melepaskan beritanya.
"Udah nanti gua ajak lu cari berita yang bagusan berbobot dan memberikan banyak inspirasi yaaa.Bete gua disini,,,ayooook!"Tariknya keluar dari persembunyian mereka.
"Huuuuhhh,,,,iya ya kita balik.Awas lu ga traktir gua.Gua lipet lu dikamar gudang!"
"Emang tega ma gua gitu?"Seraya bertanya sok imyuut.
"Ya bisalah!"Langsung merangkul Emma dan membawanya kekantin.
"Eeehhh,,,ga gitu juga kali Yosh.Dilihatin banyak orang dikiranya kita jadian lagi!"
"Mana mungkin kita jadian.Kalau profesi sama tuh boswn ketemu terus sama elu.Juga ga ada kangen-kangennya lagi."
"Hahahahaha,beneran emang gitu?"Candanya lagi.
"Yaaa setidaknya gitu deh!"
Tiba-tiba dua orang pengganggu datang menyoraki keduanya,anti mainstrem ketika haris bertemu duo paling ngeselin.
"Cieeee yang lagi mesrah-mesrahan."Suara itu kompak tepat disamping mereka melintas.
"Bodo amaaaattt!"Jawab Yosha menimpali kalimat mereka.
"Jangan ngiri ya!"Lanjut Emma.
"Nganan aja luuu.Biar masuk got!"Tambah Yosha ketawa lepas.
"Apaaan sehh,bikin kesel aja ya!"Teriak Alessa.
Keduanya berbalik dan berkata.
"Ngiri bilang aja.Nanti aku umumin kok kalian butuh sosok pendamping,heheheheh!"Tandas Emma ketawa lepas.
"Kakk,kok gitu sama kita-kita?"Karmen juga ga terima pula.
Mereka pun bahagia melambaikan tangan untuk sebuah kebersamaan.Tak lama Dennis pun memastikan tidak ada lagi yang mengikuti mereka hingga sampai waktu yang mepet ini.
"Ada yang ngikutin kita lagi ga kak?"Tanya Cinta bingung.
"Udah aman.Kita masuk aja ya,kayaknya kita ga bisa deh kalau ngobrol lama disini ntar malahan tambah ketahuan.Gimana kalau kita makan disana aja dulu.Trus masuk!"Memberikan saran bagus.
"Ya bolehlah.Aku juga udah laper kak,heheheh!"
"Sip,ayo kesana."Ajaknya manis membuat senyum Cinta kembali merekah.
Rasanya belum ada waktu yang tepat buat Yosha untuk mendapatkan informasi selanjutnya.Ketika senyum itu kembali datang adalah bisa mendapatkan teman baik selama ini setslah cukup perpisahan antara Dennis dan Yosha dimana dia lebih memilih kelas sastra dibandingkan kelas IPS yang terkenal dengan kreasi anak-anak yang lebih flexibel.
"Kamu sebenarnya mau cerita apa seeh Yosh,dari tadi aku tuh penasaran lho!"Sambil mendekati dagang bakso dan memesan satu porsi untuk santap pagi kali ini.
"Mang baksonya 2 ya,,duduk disana!"ujarnya sambil nunjuk kearah Yosha mojok.
Belum ada jawaban karena situasi masih belum kondusif untuk keduanya berbagi cerita.
"Baik non,ditunggu ya!"
"Sip!"Sambil membulatkan jarinya.
Bergegas mendekati Yosha,rasa penasaran itu muncul saat keduanya saling berhadapan saling senyum-senyum manis."Udah ga usah senyum-senyum,,,cepetan cerita.Dari tadi ke cancel aja.Penasaran tahuuuu!"
Membulatkan bibirnya,ternyata antusias juga Emma mau mendengarkan ceritaku.
Menjorokkan badan dan mendekati Emma,suara khasnya pun muncul disaat keduanya sudah klop untuk berbagi cerita."Gini lho kemarin kan aku habis bikin video vlognya Dennis."Belum sempet ngelanjutin malahan Emma kembali mempertanyakan kepindahan Dennis dari kelasnya.
"Oooh ya kenapa Dennis pindah kelas?aoa dia ga nau gabung ama kita gitu?"
Kesel lagi,padahal udah menuju satu puncak acara pemberitahuan,malahan bahas lainnya."Kamu mau dengerin ceritaku atau cerita Dennis?"Kembali menekankan ceritanya.
"Heheheheheh,ya ceritamu lah.Siapa lagi!"Nyengir dapat teguran pas darinya.
"Oke,,,kemarin kan aku ngintipin Dennis mengeluarkan isi hatinya tentang cintanya sama Cinta.Lalu aku ngikutin tuh cinta dan akhirnya banyak yang diungkapkan sama keduanya.Kasihan kalau aku lihat.Hubungan mereka itu kayaknya belum dapat lampu hijau deh dari tantenya Cinta!"Belum selesai ngobrol ada iklan dari mang tukang bakso nganter kemeja mereka.
"Permisi mas mba,baksonya silahkan dinikmati ya."
Menoleh bebarengan lalu menjawabya."Makasih maaaang!"
__ADS_1
"Iya mariiii!"Sambil berlalu dari meja meja mereka.
Malahan ada adegan yang buat Emma ga terima sama kelakuan Yosha,beranjak berdiri lalu hampir mengikuti mang tukang bakso untuk ngikut balik kegerobaknya."Yoshaaaa,mau kemana!"Kaget melihat kelakuannya ngikut mang bakso.
"Ikut mang Bakso kan diajak tadi,mariiiii!"Tawa lepasnya membuat Emma menepuk keningnya.Gila orang satu ini selalu bikin kesel deh.
"Siapa yang ngajakin Yoshaaaa.Duduk lagi dong pleace aku bete' lho lama-lama gini sama elu!"Rengeknya ga terima.
"Heheheheh,becanda.Mana mungkin gua ikutan sama dia."Kembali duduk santai.
"Trus gimana tadi?"Mendongak menahan rasa emosi tingkat tingginya.
"Ya gitu trus gua pulang sama mereka bertiga,ngikut seeh aku dari belakang!"
"Elu tuh ya,demen banget deh kalau ngintilin orang dari belakang.Apa seeh ambisimu buat acara ngintilin orang?"Tanya lagi.
"Ga ada,seru aja!"Jawabnya pass.
"Lalu aku mendapatkan sebuah pertemuan yang jarang diterima oleh kita-kita semua karena waktu itu ada Dennis,gua sama Cinta.Dan elu pastu ga bakalan nyangka kalau Cinta itu punya kakak lho."
Kageeetnya khas banget"Haaaahhhh,kakak?sejak kapan dia punya kakak?"Mikir lagi ampe pusing.
"Itu dia,sekarang lagi dibahas oleh mereka berdua.Soalnya kan sejak dulu Cinta itu ga punya kakak,apalagi cowok.Dia kan anak tunggal yatim piatu ditinggal sama orang tuanya.Ya kan!"Mulai dari kejelasan itu Emma mulai menelisik arti dari cerita Yosha.
"Yang kedua,kamu memastikan itu kalau dia kakaknya Cinta beneran atau hanya sebuah pengelabuhan tentang apa ya?"Kembali berfikir serius.
"Ga tahu deh,nanti juga terungkap jelas.Kan gua bukan detektif jadi bukan ranah gua untuk menyelidiki.Jelasnya nanti akan ada penjelasan dari Dennis sendiri."Jawabnya mengangguk pasti.
"Lalu ada lagi ga?"Tanya Emma sibuk menikmati makan bakso.
"Ada dong,setelah kakaknya jemput Cinta.Jelas kita pulang,tapi kamu tahu kan perasaan Dennis itu seperti apa!"
"Sakit hati!"Langsung mengena dan pas.
"Betuuul,itu jawaban yang relative benar.Tapi setelah kita pisah.Ini ceritaku sendiri ya,waktu aku mampir ke kedai kopi langganan gua gua ketemu sama sosok wanita cantik,teduh ketika dipandang,asyik diajak ngobrol dan pokoknya dia itu special banget deh buat gua,ckckckck.Kapan ya gua akan ketemu sama dia lagi?"
"Haaaahhhh,elu bisa ketemu wanita cantik,dicafe itu?"
kembali Yosha mengangguk dengan jelas,yakin kalau itu adalah kesabarannya yang diharapkan oleh Yosha.
"Trus kamu ngobrol dong.Seru dong!"Menghentikan menikmati baksonya.
"Iya,jelasnya kita tuh nyambung ternyata dalam hal Vlog dan dunia editor lho.Seandainya aku kesana,apa ketemu dia lagi ya?"
"Setidaknya harapan kamu untuk ketemu dia,adalah saat hatimu tengah gundah.Itu harus ketemu sama gua.Gua bakalan buat hidup loe enak dan nyaman!"Tiba-tiba seorang Emma bilang gitu membuat hati Yosha kaget dong.
"Yang bener ga boong tuh?apa yang kamu katakan memang membuat banyak orang suka sama sikap lu yang care sama setiap orang?"Tanya Yosha lagi.
"Iyalah kan gua wartawan junior harus mengetahui lawan baca berita seperti kamu.Ada untungnya kan kita saling berbagi cerita.Berbagi rasa dan kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan!"
"Tapi apa aku yakin sama dia ya,ga sama kamu!"Menompangkan tangan sambil melihat dirinya kembali menikmati baksonya.
"Astaga lu keselek?,bentar gua ambilin minum!"Langsung beranjak mengambil air mineral untuknya.
"Buruuuannn Yosh,,,sebelum aku tewaaas!"Panggilnya masih batuk-batuk.
"Iya bentar napa seeh"Menarik pintu cheeler dan memberikan minuman kepadanya."Neeh minum,,habisin!"Memberikan sambil duduk kembali.
Celeguk,,,celeguk,,celeguk"Aaaaahhh,,legaaa.Enak bangettt.Makasih ya!huuuuh leganyaaa."merasakan tenggorokannya ga ada yang nyangkut berat.
"Iya sama-sama.Emangnya kenapa lu bisa kesedak kayak gitu!"
"Luuu ga nyadar tadi bilang apa sama gua.Nyindir ga liat-liat,kan aku perasaan tahuuuu!"
"Ooooh maaf ya.Duuuh sayang,,,sampe kayak gini jeleknya!"
"Jahaaat kamu!"Rengeknya sambil manja geli gitu.
"Lalu kamu mau apa setelah ini,mau nemuin dia lagi atau gimana?"
"Kalau nyaman kenapa engga seeh dilanjutin,,,,sebagai temen aja!"
Nyengir juga bibirnya"Temen apa teman.Ga mungkin deh kalau kamu tuh bisa mwnjadi teman terbaik buat siapa itu kenalan baru kamu?"
"Luna namanya."
"Lunaaa.Bagus banget namanya,lain kali ajakin napa ketemu sama dia mungkin kalau ngobrol sama aku,aku bisa membuat suasana lebih feminim dan bisa saling curhat.Kan jadi ide bagus buat aku nerusin artikel ku yang ketunda."
Menyentuh dagunya lalu berkata"Ambisius banget kamu tuh ya.Selalu ingin mengalahkan segala hal untuk sebuah kerjaan yang membuatmu ingin diselesaikan secara lugas."
"Yoshaaa,ini adalah permulaan menjadi seorang pemain baru yang sangat dibutuhkan untuk membuat berita dengan konteks yang lebih memadai dan bisa membuat banyak orang tertarik untuk satu berita dengan nilai jual yang bagus Aku menghasilkan setiap artikel kan juga berdasarkan kebenaran yang hakiki."
"Oke ternyata kamu lebih memulai sebuah kritis dalam mengolah kerjaan kamu menjadi sebuah rentetan yang mengena ya!"
"Ya jelas dong kan kita bisa mengatasi itu semua dari pola pikir kita sebagai pemain sejati dalam pewarta berita."Tak lupa ia mengecek jam tangannya untuk segera masuk kedalam kelas lagi.Lalu nunjukun kearah Yosha untuk segera masuk kedalam.
"Masuk yuk,ini jam terakhir kita bertemu satu mata pelajaran dan selesai ajakin aku maen ya.Supaya bisa ketemu sama siapa kenalanmu tadi."Mengumbar kesenangannya.
"Enak banget luuu,ntar ganggu gua.Engga ah!"Beranjak berdiri kabur duluan.
"Yoshaaaaa,kok kabur duluan seeh!"Panggilnya lagi.
Berbalik badan dia menjawab"Kan elu yang traktir gua.Gimana seeh!"
"Ya tungguin napa?kan kita satu kelas."Jawabnya.
"Ya gua tungguin dikelas,oke hahahahaha!"
__ADS_1
Berbalik dan membayar baksonya dan berujar.
"Dasar luuu,,,kalau traktiran aja no satu.Sekarang ninggalin juga no satu."
"Makasih mang,,baksonya."berlalu dari hadapannya.
"Iya neng sama-sama!"
Memang ya,,,kebangetan banget kalau Yosha udah ninggalin gua.Ga da kata nungguin gitu,sebelnya sampe keubun-ubun dan dipastikan ini adalah kesukaan gua untuk buat dia ngajakin ketemuan sama Wanita itu,hehehehe.Jahat banget kamu Emma,ya mau gimana lagi.Bertemu orang baru akan membuatmu yakin kalau kamu adalah mentor berharga untuk Yosha.Gua ga jahat,cuman menjadi penyeimbang buat dia untuk memastikan dia ga salah langkah untuk meneruskan kedekatan dengan seseorang baru dalam hidupnya.
Yakin pasti untuk sebuah hubungan baik antara Dennis dan Cinta.Kayaknya obrolan mereka harua ditunda untuk kedekatan disuasana berbeda.Mereka berdua pun berpisah masing-masing untuk masuk kedalam kelas,rasa iri tengah dirasakan oleh Alessa dan Karmen.
Sikap mereka sangat tidak menyukai siapa Cinta itu dalam mendekati incaran Alessa.
"Enak banget,,dia bisa deket sama kak Dennis.Apa kelebihannya dia coba sampai berani mendekati idola kita!"Suara kekesalan Alessa disambut oleh sinis pula oleh Karmen.
"Iya padahal kita sudah bersusah payah mendapatkan perhatian kak Dennis,masak sama sekali ga direspon sama dia seeh,jahat banget!"
"Ini yang harus dikasih pelajaran tuh Cinta.Populer engga,sok jadi pemerhati kak Dennis.Harus kita selesaikan nanti!"Berlalu meninggalkan langkah Cinta masuk kedalam kelas.
"Bener banget tuh.Nanti kita atur rencana kita!"Sambil masuk kedalam kelas mereka.
Tersirat sebuah obrolan yang mengatas namakan sebuah persaingan tidak sehat,pak Dion pun mendapatkan informan dari mereka berdua untuk Cinta.Tak salah bila mereka sangat membenci Cinta,hanya karena ingin dekat sama Dennis,henat kamu Dennis bapak.aja ga nyangka kamu sepopuler itu saat pindah kelas dan menampakkan kelebihanmu.
Sampai dikelas,,,belum sempat pak Dion masuk,Cinta sudah merasakan lega ga kena omel lagi darinya.Segera ia duduk dan menyapa mereka berdua sebagai sahabat baiknya
"Haiiiiii,nungguin ya!"Duduk disamping Anna.
"Heemmm,yang lagi ketemuan.Asyik ketemunya?"Bisik Tia penasaran.
"Aaah,biasa aja deh.Ga ada yang special hihihihihi!"Sambil bahagia gitu.
"Belum datang ya pak Dion."Waspada juga Cinta kepada satu guru paling killer ini.
"Santai aja,belum menampakkan wujudnya,heheheheh!"Tambah Anna ngakak.
Langkah seorang guru mendekati pintu kelas cukup menegangkan apalagi sikap pak Dion yang ramah dan menjurus pada satu target membuat banyak siswa dibuat bingung atas sikapnya.Tumben dia baik dan menyapa semuanya santai dan hangat.
"Selamat siang,ini pelajaran kita yang tertunda tadi.Jadi segera diselesaikan"Sambil menatap kearah para siswa.
"Ohhh ya,nanti untuk siswi bernama Cinta nanti ngobrol sama saya ya."Ujarnya sambil memberi senyuman untuknya.
Alangkah kagetnya sampai dia mematung ga bisa berkata apa-apa,ada apa ini kok bisa aku mau diajak ngobrol sama pak Dion.
"Kamu ada salah apa sama pak Dion,Cintaaa!"Bisik Anna nyubit lengannya.
"Mana aku tahuuu,mati dah aku sama pak Dion!"
Lanjutnya ketakutan.
"Tenang aja.Kita ngobrol santai aja,ga serius kok!"Jawabnya santai.
Menyentuh bahu Cinta dan mengelus-eluskan tangannya,Tia pun berpesan"Sabar ya.Mungkin ada yang ditanyakan soal lainnya oke!"
Ia mengangguk seraya menoleh kepada Tia.
Selanjutnya akan banyak soal yang diberikan oleh pak Dion kepada siswa dan siswinya,beberapa hal tentang biologi dimana mereka sama sekali bingung harus berkata apa.Bahwa pelajaran ini sangat membingungkan sampai ga bisa diungkap lagi selain belajar dan belajar.
Waktu sekolah pun berakhir suara bel berbunyi membuat semuanya bersiap untuk segera keluar dari kelas dan mengundurkan diri masing-masing.Seperti yang disinggung oleh Pak Dion diawal pertemuan masuk kelas.Cinta pun respek untuk mendekati pak Dion dan bertanya lagi.
"Permisi pak,ada yang mau dibicarakan ya?"Antara benar atau tidak itu sangat membuatnya takut sekali.
"Ooooh iya,kita ngobrol diruangan bapak ya!"Sambil merapikan buku memasukkan kedalam tas,keduanya pun keluar menuju ruang guru.
"Cinta,,kita tinggal atau ditungguin?"Tanya Tia was-was.
"Kamu ada yang jemput?"Tanya pak Dion.
"Ada pak!"
"Oke bilangin sama yang jemput kamu.Nunggunya setengah jam lagi,saya ada obrolan penting sama kamu ya!"
"Oooh iya pak!"
"Jadi kalian berdua tergantung seeh,mau pulang atau nungguin Cinta terserah deh.Bapak ngobrol dulu sama Cinta ya!"Berlalu keruangan guru bersama Cinta.
"Baik pak!"Jawabnya memberi senyuman.
Kabur deh mereka jalan kaki menuju lorong dan mendapati Dennis tengah menunggu Cinta,pandangannya memang agak sensitive saat melihat mereka berdua tanpa Cinta.Ada apa sama mereka sampai ga barengin pulang.
"Haiiii kak Denn,,,is!"Sapa Anna ketakutan.
"Kalian ga sama Cin,,,ta.Kemana dia?"Tanya Dennis bingung.
"Cintanya la,,,gi sama pak Dion.ada obrolan tadi katanya mau diselesaikan,,,gitu kak!"Jawan Tia.
"Obrolan apa ya?"
"Ya mana kita tahu kak.Kalau tahu mah,,,kita kabarin kak Dennisnya!"
Mengangkat dagunya,lalu resah dan gelisah antara menunggu atau ditinggal saja.Tapi kalau aku tinggal juga kasihan,nanti malahan aku dianggap ga tanggung jawab sama dia.
"Ooo kalau gitu kalian tinggal aja.Biar kakak yang nungguin Cinta.Ntar ada yang marah lagi!"Ujarnya berpesan.
"Ya udah kak,kita duluan ga pa-pa kan?"
"Engga,,engga pa-pa."Jawab Dennis yakin.
__ADS_1
Kini tinggal mereka berdua pulang,tinggal Dennis yang merasa aneh aja.Tumben dia ngobrol sama pak Dion,ada masalah apa ya.Apa ada sesuatu yang disembunyikan sama Cinta dan diketahui sama Pak Dion,waaah parah neeh.Aku harus tahu masalahnya apa!