
Cinta adalah perempuan yang pandia merangkai kata dan membuat kedua sobatnya benar-benar penasaran,lalu cerita mereka bagaikan symbet info mendenyut dihati.Meskipun membuat mereka tambah penasaran,pada akhirnya selalu seru saja apa yang diutakan oleh sang biang cerita semakin membelok-belokan cerita seakan ingin mengiming-imingi kedekatan yang hakiki."Trusss gimana,,,kelanjutannya Taaa."Makin ga percaya dengan cerita Sobatnya.
"Ya udah kak Adrian nganter aku sampai rumah.Padahal aku ga mau ngerepotin dia.Malahan menemin aku dibalkon teras kedai menunggu hujan selesai.dan tahu ga pas itu kita mau jalan aku dapat kejutan dari tante Mila!"
"Apaan?"Anna kembali tergoda penasarannya.
"Kamu pulang dianterin sama kak Adrian,, terus ketahuan sama tante Mila dan diomelin habis-habisan."
"Engggg,,,,ak!"Jawabnya menghentakkan kalimatnya.
"Lha terus gimana dong!"Tia makin penasaran.
"Ya aku sampai depan rumah dianter sama kak Adrian lalu dapat kejutan kalau tante Mila tuh keluar negri.Bayangin ga ngabar-ngabarin malahan dan aku takut kan sendirian dirumah!"
"Lhaaa terus?gimana!"Tandang Anna.
"Nginep sama aku dirumah,,,hehehehehe."Tengak-tengok kearah keduanya.
"Waooowww,,,,fantastis."Sembari Tia geleng-geleng kepala.
"Ga yangka berani banget kamu kayak gitu.Emang kamu ga diapa-apain sama kak Adrian?"Nengok lagi kearah Cinta.
Sambil bergaya santai dan bahagia dia menjawab
"Aku ga pa-pa,ga ada yang lecet kok.Coba lihat ga ada kan?"Sambil nunjukin ga ada bekas apapun ditubuh yang bisa dilihat sama dua sahabatnya.
"Bersyukur banget,kamu ketemu sama kakak bagaikan malaikat tanpa tanda jasa ya.Aku pengen deh kayak gitu!"Anna pun berharap yang lebih-lebih.
"Ga usah ngarep yang aneh-aneh deh.Ntar diomelin sama nyokap luuuu.Baru deh tobat!"Serang Cinta geli.
"Yeeee,,,kan aku pengen kayak kamu.Gantengnya itulhooo.Opaaa ayong paseeo!"
Mereka berdua ketawa geli mendengar kalimat yang kepleset ga jelas sama Anna."Hahahahahahaha,,,,,ada ajaaa kamu!"
Keasyikan ngobrol buat mereka pun sampai kelewat kalau ada wali kelas tengah melintas dihadapan ketiganya.Entah tahu atau sok cuek,,,sampai dia ngerasa banget cuman mereka yang betah ga masuk-masuk kedalam kelas.
"Pagi semuanya!"Berjalan masuk seraya menaruh buku dimeja.
"Pagi paaaak!"Jawab semuanya kompak.
Aneh deh ada yang belum dateng ya,,,mana tuh tiga cewek yang biasanya mengisi kekosongan keheningan tiba-tiba ga muncul sama sekali bahkan menghilang tanpa jejak.Heran pula sambil menghitung memang kurang kemana ya meteka?
Diluar masih saja asyik mengobrol dan tak tahu menahu atas kedatangan wali kelasnya sampai cuek tanpa ada dosa diantara mereka.
"Lha iyalah kan seru.Kalau aku seeh yang lokal aja.Biar ga susah pulang kampungnya."Jawab Anna semangat.
"Kalau aku pasrah aja deh,,,kalau ada yang deket ya syukurin aja.Kalau engga ya belum jodoh aja,hehehheeheh!"Lanjut Tia.
"Kalau kamu Cin?pasti berharap ya sama kakak itu!"Ledek Anna.
Sang wali kelas pun bertanya dan kompak jawabnya kearah yang mengejutkan dirinya.
"Mereka bertiga kemana ya,,,kok ga kelihatan?"Tanya Pak guru sambil bingung tengak tengok.
"Disana kayaknya pak! belum masuk dari tadi?" Jawab salah satu murid dengan polosnya.
"Haaaaahhhh,,,,,enak banget mereka ya!"Bergegas mendekati pintu kelas dan tengak- tengok mencari keberadaannya.Ngintip keluar,Astaga malahan mereka asyik banget ngobrolnya.
Berjalan mendekati mereka,,,berdiri dan bersedekap menatap ketiganya,,,,
"Kalian ngapain disini?"Suara itu mengejutkan ketiganya dan mendongak,,,astaga kaget banget ada yang muncul tiba-tiba dihadapan kita bertiga.
"Pak Dion,,,,pagi pak!"
"Pagiiii,,,trus ngapain kalian masih diluar?"Tanya lagi.
"Kan belum masuk pak!"Jawab Tia pede.
Menghela nafas lalu beliau menampakkan jam tangan tepat dimata mereka semua.
"Coba lihat jam berapa ini?"
Mata mereka pun tersorot dan menyakini kalau iji udah jam 07.00 tepat pagi.Rasa-rasanya ada yang aneh deh sama kita.Apa ya?
"Emang kenapa pak?"Tanya Cinta bingung.
"MASUUUUUKKKKK!"Lantang sekali perintahnya,,,sampai ketiganya langsung kalang kabut dibuatnya.
"Yaaa pak!"Cabut bagai atletik yang tengah mengejar finish didepan.
Geleng-geleng kepala sambil tak percaya melihat mereka bisa lupa kalau udah bertiga kumpul deh.Kok bisa seeh kelakuan mereka bisa gitu ya.Masuk lagi deh dan memulai pelajaran,,,rasanya hening dan mereka bagaikan berada dalam sangkar emas dan pemain utama tengah bermain dalam melodi.
Cukup lama pelajaran kalau udah dipegang oleh guru paling tegas dan bisa melibas siapapun tanpa ampun dan pilih-pilih sebuah kesalahan yang dibuatnya.Diruang perpusatakaan pun hening disitulah rentetan buku yang akan dipilih oleh salah satu seorang murid yang tengah sibuk mencari sebuah jawaban dari pekerjaannya.
"Dennis,,,udah dapat bukunya?"Tanya salah satu temannya yang juga sibuk mencari dan mendapatkan satu buku ditangannya.
Dia menoleh dan tersenyum menjawabnya.
"Bentar lagi,,,kamu udah dapat?"Jawabnya sambil menoleh kearah temannya melalui lubang deretan buku didepannya.
"Memang apa yang kamu cari,,,sampai segitu besarnya mendapatkan buku itu?"
Tersungging dan menjawabnya"Filsafat dari dari seniman dunia.Plato Republika,,,beliau sangat memberikan banyak hal tentang pemikiran orang-orang menjadi lebih baik!"Ujar Dennis yakin.
"Oke aku duluan ya.Kamu masih betah disini?"Sambil masih menatapnya.
"Masih,,,lah.Hati-hati ya!"Sambil melambaikan tangan.
Dennis kali ini menjadi salah satu seorang senior yang tengah sibuk menyelesaikan beberapa kerjaan dari wali kelasnya juga.Sibuk dan bisa juga dia berusaha menyelesaikan bukunya,dan bergerak menuju reception untuk menyelesaikan penyewaan hingga senyum sukses keluar dengan menenteng beberapa tambahan buku.
"Dapat juga akhirnya,,ga masalah kalau harus bersikap baik dan hasilnya pasti luar binasa!"Jawabnya senang berjalan sambil melewati ruang kelas 8 IPS.
Dan bagaikan seorang idola baru yang memang selalu dipegang oleh Dennis,,ia lewat saja menjadi perhatian lebih dari para cewek-cewek yang akan menatap atau sekedar mencuri perhatian lebih untuk lelaki penarik hati.
"Eeehhh,,,eeehhh,,,ada kak Dennis lho!"Bisik salah satu cewek yang melihatnya.
"Ya ampun,,,gantengnya kelewatan lho!"Sambil bergidik geli.
"Ooooo,,,itu kak Dennis lewat,,,ga suka kalian?"Tanya Cinta sambil nunjuk kearah luar.
"MANAAAA!"Anna pun beranjak berdiri dan bingung nyari.
"Iiiiih dimana?"Ikutan bingung.
Tersorot saat ini telah hilang dari pandangan dan semakin bingung aja acara belajar ala pak Dion ketika ada godaan datang menjemput mereka dan meributkan seisi kelas.
"Heiiiii,,,,heiiiiii.Udaaah,,,udah.Jangan ganjen gitu dong!!!!!"Mencoba menghentikan langkah mereka untuk tidak anarkis lagi.
"Haduuuhhhh.,,kok cepet banget seeh perginya!"Kesel deh jadinya.
Suasan kembali kondusif dan Dennis memang tidak terlalu banyak diharapkan.Sekali diharapkan bisa-bisa ada bentrok antar sekolah.Tapi rasanya belum bisa terjadi disaat Cinta tidak bergerak sama sekali terhadap reaksi kimia hingga sosial dan pada akhirnya suasana belajar berakhir diistirahat dan semua murid berhamburan keluar.
Lagi saat Cinta keluar dari pintu saja pun masih s mendapat senggolan beberapa siswi hingga kesel juga.Heran deh,,pada ngiri sama kelebihanku kali ya.
GEDEBUSSSS,,,,JATUH DEH!
"Eeiiitssss jangan gitu dong."Nimbrung banget dilantai,,,dan segera dibantu oleh keduanya, saling sikut dan senggol memang dihadapkan pada Tia dan Anna.
"Minggiiiiir napa.Ini lagi jatuh cintanya!"Senggol Tia kesel.
"Ayoooo banguuuun,,,ga usah bengek deh.Semangat dooong!" Anna ngasih semangat.
Akhirnya keduanya nolong dan mencari sesuatu hingga dia berkata lagi"Susah ya kalau namaku Cinta,,,jatuhhhh ya Cinta.Pataah ya Cintanya apalagi ya!"
"Heheheheh ga usah ngelawak deh loe.Ayo nyari inspirasi dimana gitu biar kita lebih tahu siapa itu kakak barumu yang tampan menggoda."Jawab Tia geli.
__ADS_1
Langkah ketiganya memang masih dalam tahap pencarian tempat yang sesuai dan berharga banget.Apalagi disaat pencarian ketiganya ga sinkron bahkan membuat suasana menjadi lebih aneh dan membingungkan.
"Memangnya kita sekarang kemana coba?"Tanya Anna bingung.
"Yang penting ga keujung sekolahan noooh..."Tunjuk Cinta kearah ujung sekolahan yang juga sudutnya dipenuhi banyak anak sekolah pula.
"Gimana kalau kita tuh harus cari ilmu pengetahuan diperpust gimana?"Tawaran itu mengejutkan Cinta dan Anna.
Saling berpandangan,heran bikin pusing aja kelakuan Tia.Sejak kapan dia bisa memberikan ide creative bahkan membuat keduanya tak bisa berkata lagi selain memberikan penjelasan untuknya.
"Heiii,,,sadar Tia.Kita ga seperti itu lho!"Jawab Anna bingung.
Tiba-tiba Cinta mendekap kening dan memeriksa keadaannya,apa dia ngigau dan ga sadar untuk berbicara lebih serius lagi."Tia kamu sadar ga sama yang kamu bicarakan tadi?apa itu ga berlebihan?"
Menggelengkan kepala dan yakin itu benar untuknya."Iya,,,,,begitu.Ga ada yang salah kan.Apa salahnya kita coba nyari pendalaman yang hakiki soal ini semua."
"Pendalaman tentang apa yang kamu inginkan?"Bingung juga Anna dengan sikap Tia kali ini.
"Supaya kita kenal lah dikit-dikit sama yang tadi lewat.Sempet bikin kita heboh itu tadiiiii.Inget ga seeh!"Mencoba menyadarkan mereka berdua.
Jelas Anna mengerti banget tapi tidak sama Cinta.Malahan Cinta semakin bingung dengan apa yang akan membuat dirinya tambah pusing kalau harus berfikir tentang ilmu yang hakiki saat ini,tahu sendiri kalau itu adalah hal yang sangat ga masuk akal.
"Boleh juga tuh!"Sambil kepalanya tiiiiing dapat info lebih natural ketimbang satunya.
"Kok gitu seeh.Aku pergi ketempat lainnya deh!"Langsung aja cabut tanpa permisi.
Segera mengehentikan langkahnya sambil menarik kedua tangan Cinta.
"Engggaaaa boleh!"Jawab Anna.
"Sambil kita cerita kak Adrian,,biar tambah seru gitu!"Jawab Tia mengecohkan segalanya.
Tak lama ada Dua duo yang nyebelin datang membuat suasana semakin hot couple,mereka bisa dibilang populer karena cuman duo aja ga seperti Trio sahabat yang ga naik-naik daun.Ntar katanya kalau naik daun malahan bikin ancur akhirnya.
"Cieeee.Ngomongin siapa?"Sahut Melati bikin gara-gara deh akhirnya
"Siapa itu kak Adrian?siapa cobaaaa!"Lanjut Karmen semangat.
"Apa sasaran kalian yang baru ya?atau hanya mencari sesuatu yang pengen kalian dapatkaaaan!!!!"Tambah Melati
Sambil memainkan kedua jempol dan telunjuknya saling bergesekan."Atau duit.Kalian jual diri ya?"
Menebak asal-asalan.
"APAAAAA?????GA SALAH!"Jawab Tia dan Anna bersamaan.
"Neeeh,,,ga pernah masuk gang perpustakaan.Ini jadi fikirannya ga karuan.Kongsleeeet!"Lanjut Cinta senyum-senyum geli.
Melati pun ga terima dan mulai maju serta mendorong tubuh Cinta hingga terpental agak jauh."Jaga omongan luuu!"
"Yang jaga omongan itu kamu Mel,,,punya fikiran kok ga dipake.Emang lari dimana?"Lanjut Anna makin keras aja.
"Wooiiiii,main keroyokan ini.Ga terima gua!"Santap Karmen ikut-ikutan.
"Lha emang kalian ngomong kan ga mikir.Cuman gaya doang dan terkenal ya kan.Ga punya isi kaaaaan?benerrrr kan!"Tambah Cinta pasang badan lagi.
Ternyata keributan mereka sangat ketara bahkan bisa dibilang gerombolan tengah beradu omongan hingga pertengkaran pun menghajar mereka sebagai team yang berberda pendapat.
"Apaan seeh,,,ganggu mulu deh.Sana cari penyegaran disaannnaaa noooh!"Tunjuk Tia makin semangat aja.
"Iya ataaauuuuu kesaaaannnnna!"Tunjuk cinta denfan mengarah kepohon sepi.
"Kalian ngeledek kita berdua!"Lagi Karmen ga terima.
"Udah cabut yuuuukkk,,,males ada nyamuk gigit lho.Ntar kena demam berdarah bahaya!"Bisik Anna ketawa lepas.
"Ayoooo.Biarin deh dua cewek ga jelas ini bingung mikirin siapa tadi!!!!"Lantang Cinta berujar.
"BODO AMAAATTTTT,HAHAHAHAHAHA!"
"Hiiiiih,,,,ngeselin banget mereka bertiga.Kenapa juga kita ga bisa ngalahin mereka seeh?"Kesal pula Melati melihatnya.
"Lain kali kita bikin satu-satu ancur Mel,,,ga terima gua diginiin."Tambah Karmen.
"Ya samalah.Cabuuut!"Berbalik dan kaget juga ada yang nongol dihadapan mereka.
"Kaaak Dannis!"Saling melotot dan tak percaya sama kedatangannya sungguh mengejutkan.
"Kalian tuh.Ga punya acara yang berfaedah ya?ganguiiiin orang aja."
Malu-malu dan berlagak genit menggoda seniornya."Kaaak ,,,,engga.Mereka aja ausah diatur.Supaya nanti terkenal bisa bareng-bareng kita ya kan Men!"Menoleh kearah Karmen.
"Iyaaa,,,pada ga tahu diri mereka masak gitu aja ngambek."Lanjut Melati mendekati Dannis.
"Ga salah?gua tahu lho apa yang kalian ributkan.Ga punya adab sama temen kalian ya.Percuma lho terkenal tapi kayak gini,ga menarik!"Jawab Dannis pergi meninggalkan keduanya.
"Lhoooo kak.Mau kemana?kan belum selesai!"Panggil Karmen heran.
"Iya kak beneran kita ga ngajak ribut!"
Sambil berjalan,,Dennis berbalik dan menutup mulutnya.Lalu dengan jempolnya dia memberikan pujian tapi akhirnya hujatan membuat mereka kesal pula.Juga lambaian tangan untuk keduanya yang begitu kesal oleh sikapnya.
"Apaaaa?kak Dennis membenci kita!"Berbalik arah ke Karmen.
"Ga nyangka deh.Kita ga dihargain sama dia.Senior pujaan kita!"Rengeknya ga terima.
Kesal memang ada dalam fikiran dan sikap yang telah diberikan oleh Dennis.Saat ini waktu paling tepat untuk membangkitkan semangat trio sahabat sama sekali entah butuh sebuah pengakuan atau engga.Berjalan mencari keberadaan mereka apa betul arahnya menuju perpustakaan atau engga adalah dengan bertanya pada salah satu siswa yang tengah bergurau bersama.
"Permisi bother,,,tahu tadi kemana Tiga cewek yang tengah berantem didepan sana?"Sambil nunjuk kearah Dua sahabat yang kesal dan pergi entah kemana.
"Ooooo,yang tadi mas,,,kayaknya kesana deh.Perpust!"Jawab salah satunya ingat.
"Oooh ya,,,"Tanya lagi.
"Iya,,,kesana mas.Tumben mereka pada sadar ada arah yang baik!"Canda satunya geli.
Dia pun tertawa geli pula"Iya iya makasih banyak ya!"Sambil berlalu mengejar keberadaannya.
Langkahnya kembali semangat,ada yang perlu dibahas yaitu kedekatan hakiki diantara Dennis dan Cinta.Cewek unik yang harus ia dapatkan dengan baik-baik itupun jalan terbaiknya agar mendapatkan jawaba yang sempat dia berikan waktu itu.
"Kamu gimana sama aku?apa ada sesuatu perasaan yang hangat gitu waktu kita ngobrolin kedekatan kita!"Tanya Dennis tengah duduk berdua dipinggiran lantai atas balkon cafe.
"Heeemmn,,,,gimana ya kak.Aku masih belum dikasih waktu sama tante Mila.Ya tunggu aja sekitar dua hari atau tiga hari pasti aku kabarin yaaaaa!"
Sambil menatapnya sembari menompangkan tangan,senyim Dennis begitu khas sampai hatinya Cinta beneran berdebar bingung yang mana aku dapatkan apakah perasaanku yang masih kosong atau perasaannya kak Dennis yang butuh singgahan itu.Tapi kan aku ga bisa,,belum lulus.
"Semoga aja dia bisa menjawabnya dengan pasti apa dia yakin sama aku atau yaaah entar deh.Ga nau mikir yang aneh-aneh deh!"
Sampai direception perpust dia pun bertanya pada salah satu petugasnya untuk memastikan ada siswi yang masuk kedalam ruangan baca sebanyak 3 orang.Pastinya itu akan membuat kata sulit karena banyaka banget yang masuk.
"Permisi mba,mau tanya?"
Mendongak seraya beranjak berdiri sambil memberikan kerahaman untuknya"Iya mas,mau tanya apa?"
"Tadi ada 3 siswi masuk keruangan perpust ga?lihat ga mbanya!"
"Waduuuuh?,,,banyak seeh yang masuk dari tadi.Coba aja dicari mas,mungkin nyelip dimana gitu,,heheheh."Jawabnya ngasal.
"Emangnya apaan nyelip.Ya udah deh mba makasih ya.!aku cari dulu deh."Sambil bergegas mencari keberadaannya.
"Iyaaa maaaasss.!"Sambil menatap teruuus,,,yaaa nyelonong deh.Mana tahu yang dicari model gimana.Ya udah sambil mengangkat kedua bahunya dan kembali duduk.
Bersedekap dan mencoba menemukan pencarian keberadaannya,sembari masih bingung mencari petunjuk dia akhirnya memilih melewati lorong sepi paling ujung.Disana Dennis mencari setiap cela buku dan beberapa kali salah melihat orang hingga senyuman macam-macam atau bahkan salah tingkahnya seseorang membuat malu juga akhirnya.
Tapi saat dia mendapati keberadaan Cinta,,,wajah sumringah pun telah ia umbar dengan mendekati perlahan tetapi masih saja mereka tidak menyadari keberadaan lelaki tersebut.Saat mendekati lewat rak sebelahnya sesaat dia ingin menyapa dan membuat kejutan malahan terhenti oleh sebuah nama yang mengganggunya.
__ADS_1
"Lhoooo,,,emangnya kamu suka sama Kak Adrian ya.Padahal kan banyak lho yang menyukaimu Cin!"Seloroh Anna.
"Iya,,,masak mentang-mentang ketemu dicafe dan mengantarkan pulang,,,sampe ditemenin semalaman gimana coba.Siapa yang ga ngiri!"Tandas Tia.
"Ya gimana aku takut sendiri,tante Mila pergi sebulan baru balik.Iya kalau bener,jadi ada rasa deh sama Kak Adrian!"Jawab Cinta polos bahkan bahagia kalau harus mengulangnya terus.
Deg,,,siapa Adrian?apa kekasih barunya,harusnya aku butuh kepastian saat ini.Malahan dia punya pasangan lain yang lebih dari aku,apa aku harus terus sama Cinta atau gimana ya.
"Yaaa,,,entar katanya mau diajak kerumahnya.Gantian gitu!"Kata Cinta senang.
"Astaga,,beneran kamu diajak kerumahnya.Berdua aja!"Tanya Tia sambil mengangkat dua jarinya.
Ia mengangguk senang.
"Emang kamu ya.Ada makna yang hoki buat namamu,,,lalu sebelumnya apa kamu deket sama seseorang Cin?"
Malu-malu mau jawab,,takutnya dikira ngigau atau apalah,lalu ia mengangguk.
"Siapa?"Tanya Anna penasaran.
"Awassss jangan teriak ya."Mengancam keduanya agar tidak bocor lagi.
"Iyaaaa!"Jawab Tia sambil berbisik.
"Kak Dannis."
Keduanya saling menutup mulut masing-masing dan ga percaya sama sekali apa yang dikatakan oleh Cinta.Beneran si dia ngigau besaaar.
"Ga mungkin,,,,ga mungkin!"
"Iya.Tapi aku bingung,,,tante Mila yang bilang aku ga boleh sama Kak Dannis!"
"Kenapa?"tanya Anna lagi.
"Ga tahu.Pokoknya ga boleh,jadi ya pupus deeeeh!!!"
"Yaaahhhh ga seru dong!"Lanjut keduanya bersamaan.
Duaaaarrrr,,,,ternyata gua sama sekali ga ada dalam fikirannya Cinta.Kenapa gua harus berharap banyak sama dia ya.Bego,,,,sekarang elu tahu sendirikan kebaikan Cinta bukan karena sayang atau apalah.Dia hanya bersikap baik supaya elu ga terluka Nis.Sabar ya,,,dia pergi bagai tanpa nyawa bahkan seakan tak menyadari menabrak seorang siswa dan bukunya berjatuhan kelantai.
Gedubraaaakkkk,,"Oooh maaf ya.Aku buru-buru!"
Seketika Cinta menoleh dan mencari suara yang dia kenal.Memang ga asing lagi suaranya itu,siapa ya tengak-tengok,ia berlari memutar kebelakang malahan mendapati seorang siswa tengah merapikan bukunya berserakan dilantai.
"Haduuuh,,,bisa jalan ga seeh dia."Ujarnya kesal memunguti buku-bukunya.
Heran deh,,,siapa yang nabrak dia tadi ya.Kok ga ada aneh huuuh balik deh ketempat keduanya dengan wajah masih penasaran siapa sebenarnya coba?
"Kenapa Cin,,,kabur mulu deh kayaknya dari tadi.Emang luuu punya sikap kayak maling.Ngilaaaang muluuu!"Kesal jadinya Tia.
"Iya neeeh sejak ketemu sama kakak Adrian.Jadi aneh!"Sambil bernyanyi ria,lalu dilanjutkan tawa mereka.
"Engga gua sepertinya lihat seseorang.Tapi malahan pergi entah kemana,,,belum ketahuan gitu!"Jawabnya yakin.
"Yakinnnn,,,siapa coba?tahu!"Tantang Anna.
Menggelengkan kepala dan berkata"Ga ada.Ga nemu!"
"Yaaaa udah,,kita cari buku yang bermanfaat disini,supaya apa!"Kata Tia memberi nasehat.
"Seperti kutu buku,,,ya ga?"Tandas Anna.
"Itu tahu,,,heheheheh!"Lanjut Tia.
"Ayooo cari!"Lanjutnya sibuk nyari bukunya.
Dalam benak hati Cinta,,,dia ga tenang.Sebenarnya siapa ya tadi.Apa mungkin kalau ga salah benernya itu langsung deg hatinya kacau fikirannya pun entah ringan dan bagai terhempas angin sepoi-sepoi.Eeeh gileee bener angin tornado ampe ga bisa disadarkan dengan cepat seperti ada yang mengganjal dihatinya.
Dennis telah berhasil kabur dari pandangan Cinta,,,sekarang ia berada ditempat sepi yang ga bakalan ditemukan oleh siapapun kecuali ada yang nyasar kesana.Yupz belakang sekolah yang sepi pastinya dan hanya dia yang tahu lokasi paling rahasia karena hanya Dennis dan Cinta juga satunya lagi Pak Dion yang terkenal galaknya busyeeet ambyaarrr anak IPS.
Dengan wajah ga percaya dia teringiang kalimat demi kalimat yang dibicarakan oleh mereka bertiga dengan santai tanpa beban dan ga karuan gimana akhirnya.Layaknya dihajar anak satu sekolah dimaki oleh pak Dion sampai hancur dan ditabrak truk tronton ampe ga ada sisa.Seperti itulah perasaan Dennis saat ini.
"Kenapa kamu ga bilang sebenarnya seeh Cinta,,aku padahal berharap banget sama kamu.Kamu bisa memberikan hal baik untukku dan bisa aku menyakinkan kalau aku sangat melindungimu.Malahan seperti ini."Sepertinya hatinya tengah hancur dan tak bisa ada yang mengobati.
Dia pun duduk diatas kayu dan menghadap pohon besar dan tak bisa lagi mengungkapkan lagi.Tapi dari jauh Yosha pun tahu apa yang tengah terjadi dengan teman dekatnya tersebut.Ngapain dia nyasar kesini,pantesan dicari ga ada,,kaki udah ngejer kram dan laper dicari kemana-mana.Diujung sekolah,,dibawah tangga dan diatas atap malah ga ada disini rupanya.
"Kenapa dia ya,,,gua samperin,,engaa,gua samperiiiiin enggaaa,,,gua samperiiiiiin....ntar gua dihajar ma dia.Pasti dia ada masalah ini sampai ketempat seangker ini,hihihihihi,,,kabuuur!"
Cabut deh dia dari pengawasan untuk kebaikan Dennis.Sambil jalan dan mikir tentunya itu sangat tidak bisa diharapkan lagi kalau engga ketemu sama biangnya neeh.Coba deh aku cari dia,,,lalalalalala binguuuuung.Seakan melangkah dengan ga pasti lalu Yosha mikir,,,lha sekarang mereka ngetem dimana ya?
Mikir sambil jalan memang ga ada hasilnya,,,neeh sekolahan gede banget lokasinya yang strategis,,tapi kalau gua nyari fa nanya dikira peribahasa "Sesat dijalan karena buntu!" eeeh bener ga seeh peribahasa itu.Haduuuh kok tiba-tiba gini ya.Ga pake reating kanan atau kiri dia belok dan nabrak biang keributan.
GEDUBRAAAAAKKKKKKK
"AAAAAHHHHHHHH"Bruuukkkkk,,,pada berjatuhan tuh dua cewek nyebelin disekolahan.Ko ya muncul gitu.Padahal.ga ngarep deh ketemu sama mereka berdua.Kan aku pengennya ketemu sama mereka bertiga.
"Kalian ga pa-pa?"Cuman nanya ga nolongin.
"Kaaaak,,,bantuuuiiiin dong.Tarik kitaaaa,udah jatuhin ga nolongin lagi."Karmen ga terima.
"Iyaaa neeeh ga punya mata kakak ya."
Indah banget kalimat mereka pengen gua tendang,,,ntar jadi kekerasan senior ke junior.Ga nolongin suaranya ampe 100km kedengeran.Ya udah tanpa ngeliat muka mereka,,,kedua tangan Yosha pun dia ulurkan untuk menarik tubuh mereka dari segala rasa sakit akibat hempasanku tadi heheheheh.
"Uuuuuhhhh,,,,gilaaa berat banget.Makan apa sewh kalian!"
Sambil benerin baju dan mengibas-ngibaskan apa yang bisa dihilangkan dan menata kembali penampilan mereka secara baik-baik.
"Ya makan nasi lah kak.Emang makan apa?"
"MENYAAAAAN.Kalian tuh dari awal ketemu ampe sekarang ngegaaasss mulu.Ga afdol gitu kalau ga bikin sakit telinga gua?"
"Hehehehe,,,maaf kak ganteng.Sorry deh ga lagi kita marah-marah sama kak Yosha."Karmen sadar,nanti takut pollingnya hangus gara-gara dia juga bisa ngomporin banyak siswa untuk tidak memilih mereka lagi nanti disaat pemilihan kedua.
"Yeeee,,,,sok genit.Gua mau nanya dijawab ga?"
"Nanya apa kak,,pasti kita jawab kok mana mungkin engga!"Jawab Melati sebel.
Sambil mengangkat dagu dan menompangkan tangan kearah pinggangnya dia bersua.
"Kalian ketemu ga sama adik-adikku yang cantik,mempeson dan menawan!"
"Siapa tuh?kita!"Tanya Karmen nebak.
"Ya bukanlah kan kalian berdua.Jadi cukup dua aja kalimatnya!"
"Apa coba!"
"Ngeselin dan nyebelin!"Tandas Yosha kesal.
"Hiiiiiiiih,,,kok gitu seeh sama kita berdua?"
"Ya iya.Cuman itu seeh yang nyantol dikepalaku!" Jawabnya santai.
"Truuus yang kakak cari itu siapa sebenarnya?"Maju deh pertanyaan itu.
"Cinta,,Tia,,sama Anna.Mereka tuh incaran guaaa.bukan kalian."
"Yeeee,,,mana kita tahuuu."Jawab Melati bingung.
"Beneran ga tahuuu.Awas loe gua nikahin kalau kalian mencoba menyembunyikan mereka."Sambil ngancam bahaya eksitensinya mereka berdua.
"Astaaaagaaaa.Kabuuur yuk!"Ajak Karmen tariknya pergi.
"Yuuuuuk,,,males ada yang ngigau!"Jawabnya yakin sambil pergi entah kemana.
__ADS_1