Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Bab1.Sunyi itu ketika aku tanpamu


__ADS_3

Ia duduk diantara meja panjang dan memandangi sebuah gelas kosong yang telah habis setelah ia meminumnya perlahan-lahan seraya kebingungan menunggu jemputan.Yupz saat ini tepat pukul 17.35 sore dimana sebuah janji tengah dia buat bersama kekasihnya Arya.Seperti yang diharapkan dia datang tepat waktu dan ingin mengatakan satu hal bersama.Tetapi dia sama sekali tidak ada kabar sehingga Gladis berniat untuk tetap menunggunya,apa mungkin macet ya.


Setelah melihat jam tangan telah berubah setiap detik dan menit terus menggerusnya sampai rasa cemas itu berubah menjadi bete yang mana ia menompangkan tangan dan mengangkat tangan serta memesan minuman untuk terakhir kalinya.Seorang waiter datang dan menyapa hangat perempuan cantik dan flamboyan tersebut.


"Hai kak,mau pesan apa lagi?"Sapanya hangat.


"Tambah lagi deh,hot americano ya sama Churros coklatnya satu porsi aja ya."Jawabnya lemas.


"Memangnya belum ada jemputan dateng?"Tanya lagi.


Tengak-tengok bingung pula,memangnya kemana lagi jemputanku ini.Apa lupa atau sengaja mengerjaiku."Ga tahu deh,palingan macet deh.Aku tungguin dulu,dia juga belum ngabarin kok!"Bela Gladis dengan manis.


"Ya udah ditunggu kak ya pesanannya."Sambil menarik menu dan berlalu meninggalkan ia sendirian.


Suasana kedai kopi menjadi ruang baru dan nyaman ketika ia mencoba setia menunggu seseorang untuk menyapa bahkan tiba-tiba memberinya kecupan pipi.Tapi kok belum ada kabar kemana coba?menghela nafas kembali.


"Permisi kak,pesanannya sudah datang!"Sapa hangat waiter tersebut dan berganti lebih fresh.


Ia kaget dan menatap dengan jelas ada yang aneh dalam senyumnya.Kok udah ganti sekarang apa sudah malam ya.


"Lho kamu udah dateng,cepet amat!"Kata Gladis terkejut.


"Iyalah Sister,ini tuh udah jam 18.05 sore jadi kan sekarang aku udah datang buat ganti skejul.Devi kan pulang sekarang aku dong Dana,datang dengan kecantikan yang ga bisa dikalahkan oleh sister kan,heheheh!"Candanya sok akrab.


Menyajikan Secangkir Americano dan Churros coklat dengan manis,ada senyum yang dipertanyakan olehnya saat ini.


"Tumben pesen Americano?ada yang salah!"


Menyeruput dengan manis ia menjawabnya.


"Engga seeh,nungguin mas Arya kok belum dateng-dateng ya.Hampir kering aku disini lama-lama.Emang macet ga seeh jalanan"Jawabnya gelisah.


"Yaaah,aku tadi kesini ga macet-macet amat.Kan rumahku deket ga jauh-jauh.Jadi kan aku santai hehehe!"


"Heeemm tahu gitu aku ga nanya sama kamu."Kesal juga jawabannya gitu aja.


"Salah sendiri,lanjutkan kak ya.Aku ada kegiatan lagi."Kata Dana perlahan meninggalkan kesendiriannya lagi.


"Ya udah deh,tinggal aja.Selamat bekerja semangat yaaah!"Kata Gladis sambil mengangkat serta mengepal tangannya.


"Makasih sister,byeee!"Berbalik meninggalkan dirinya.


Dari jauh seorang barista bernama Kelana pun memperhatikan sosok Gladis dengan kegelisahannya yang berbeda dari biasanya.Apa yang terjadi ya sama dia.Coba deh aku temenin.Sembari menegok kearah temannya yang perlahan lengang oleh pekerjaannya.


"Bray,aku kesana dulu ya.Mau nemenin gadis tuh yang diujung sendirian dari tadi sayang dianggurin,hehehehe!"Perlahana ijin menemaninya.


"Oooh,ya sana.Ntar kalau ada lowongan ikutan ya!"Candanya mengangkat tangan dan keduanya tos saling ketawa lepas.


"Bisa aja lu.Ya udah bentar ya."Berjalan keluar dari bar.


"Lu mau lama atau bentar suka-suka aja.Ntar kan kalau keteter kan aku tinggal panggil elu,gampang kan?"Jawabnya sok enteng.


"Oke deh,jalan dulu!"Bergegas untuk menemani sosok perempuan cantik dan gemoy,ada rasa yang tersirat begitu dalam saat melihatnya penuh diam.


Langkah Kelana sang barista memang sudah ditebak oleh Dana.Pasti dia mau nemenin my Sister,ga pa-pa deh dari pada nganggur dan juga sendiri entar kesambet bahaya juga.Memang Kelana ada-ada saja,nyolek targetnya dan pura-pura menghilang begitu saja sampai membuatnya kebingungan.Dimana tadi yang gangguin aku?emang ada ya.Sambil garuk-garuk kepala,sikapnya yang bingung dan tak bisa dikatakan lagi.Kejutan membuatnya ia teriak tak kala sosok itu ada didepannya hanya menampakkan kepalanya.


"HUAAAAAHHHHH!"Teriaknya dengan nada suara besar.


"AAAAAA!"Sambil mendekap kedua pipinya.


Tawanya begitu bahagia saat melihat,ketakutan yang berujung kesal dan kaget bukan maen.Sampai harus menyentuh jantungnya apakah tidak apa-apa saat ini.Menghela nafas panjang rasanya ingin memarahi tapi udah keburu kaget jadi lupa kalau dia adalah teman baiknya.


"Hahahahaha,emangnya kenapa kamu?sendirian bengong ga jelas deh!"Perlahan duduk disamping Gladis yang masih terlihat memakai wajah kesal.


"Kamu tahu kan,aku dari tadi nungguin mas Arya ga dateng-dateng.Kenapa ya dia?"Melempar pertanyaan itu kepada Kelana.


"Ya mana gua tahu.Kan Arya pacar kamu,masak ya aku jadi asistannya.Bikin ngeri aja kamu ya!"Sambil menunjukkan ekpresi membuat Gladis ikutan bingung,sadar pula lama-lama.


"Iya-ya harusnya kan aku lebih tahu.Tapi kok malah nanya sama kamu!"


"Eatdah,,,baru sadar.Mending elu pulang istirahat atau elu samperin aja tuh Arya,kenapa ga jemput kamu kan beres.Tuh dua opsi yang gua kasih sama elu secara cuma-cuma ga lebih dan ga kurang.Pilih mana terserah elu!"Sok kepedean memberikan solusi tentang masalah yang dihadapi oleh kegelisahan Gladis.

__ADS_1


Sambil pasrah dan turun dari kursi semanyamnya yang diperkirakan sudah satu jam lebih ia duduk tanpa jawaban,mau juga sama saran dari Kelana.


"Aku pulang dulu ya,makasih lho idenya!"Sambil menepuk tangan Kelana,Gladis memberi senyum lebar dan siap untuk pulang.


"Eeeh,ngomong-ngomong ga sakit tuh pantat dari tadi duduk.Apa tambah kempes,heheheh!"Ujarnya tiba-tiba berbisik padanya.


Langsung aja lirikan sinis kearah Kelana membuat dirinya kaget dan seakan salah ngomong deh.


"Haaaah,salah ya?"


"SAKIIIT NA.ADUUUH RASANYA KEMPES DEH!"Jalan pun bagaikan simpase,karena efek yang ditimbulkan tanpa ada perpindahan tempat.


Kelana yang ngeliat jalannya Gladis serasa ga beres,ngakak bukan maen dia."Hahahahaha,gila lu.Jalan yang bener disangka apa-apa lagi."


Nengok kebelakang dan merespon dengan keras ucapan Kelana."Emang dasar lu,ga ngajakin jalan malah diketawain.Awas lu ya."Ancamnya kesel.


Menggelengkan kepala dengan tawa yang belum lepas dari raut wajah gembira kelana.Tapi sesaat ia bingung juga,mikir kemana tuh Arya kok ga jemput dia ya.Kalau ada perasaan yang ga enak pasti dia cerita ma aku,aaah udahlah semoga aja ga ada masalah sama hubungan mereka.Kan aku ngefans sama kedekatan mereka.


Berlalu kembali keruang Barista,kembali disapa sama rekannya juga Dana yang tiba-tiba ngelihat doang dan menatapnya dengan wajah aneh saat ia mulai bersandar disamping meja barista.


"Wooooi,ngapain lu ngeliat Gladis gitu amat.Apa ada yang aneh!"Sambil nepukin kedua tangannya sampai kaget pula Dana.


"Iiiih,mas Kelana neeh.Selalu aja bikin kaget.Emang kemana seeh mas Arya ga tanggung jawab banget dari tadi ditungguin ga dateng-dateng.Kan kasihan tuh mba Gladis nunggu ampe gitu jalannya."Meluapkan emosinya.


"Ga tahu juga seeh,udah deh ga usah diurusin tuh ada costomer minggat.Beresin mejanya!"


"Iyaaaa bang!"Jawabnya melantukan lagu manis manja kesalnya.


Sampai dipinggiran Trotoar,ia pun masuk kedalam taxi dengan wajah sendu dan lebih maksimal untuk mencari tahu keberadaan Kekasihnya.Emang hatinya tidak terkena sinyal-sinyal berarti dalam hidupnya saat ini.Tapi kenapa bisa ya aku ga ada fikiran untuk nelpon dia gitu.Dimana sekarang?kenapa bisa ga jemput.Apa ada masalah ya.


"Jalan bang!"Pintanya melanjutkan perjalanan,supir taxi pun segera mengangguk dan menjalankan tugasnya untuk mengantar Gladis ketempat tujuannya.


"Bisa-bisanya dia ga ngabarin aku.Ga ngasih tahu kalau telat,eeeh sampai sekarang pun ga ada jawaban aku telpon."Seraya melihat layar ponselnya sibuk ga bisa angkat teleponnya.


Tak lama pun Gladis sampai didepan rumah Arya,hatinya terkejut.Seraya keluar membayar ongkos taxi ada yang aneh.Kemana ya penghuni rumah ini kok sepi ga ada orang lagi seraya melangkah dengan hati-hati ia mendapati pintu gerbang kosong dan ga ada penghuninya sama sekali.


"Kemana ya,mas Arya.Apa dia sedang sakit dan dibawa kerumah sakit?"Segera ia mengambil ponsel dan menghubunginya lagi.


Tapi sama sekali ga ada jawaban yang berarti,sampai ia kembali mencoba menghubungi Ibunya mas Arya dan sesaat memang tersambung,dia kebingungan saat melihat layar ponselnya dan bertanya kepada Arya.


"Ibu matiin aja.Besok aku bicara sama dia langsung ya!"Kata Arya memberikan ide kepadanya.


"Iya-ya ibu matiin telponnya."Jawabnya langsung mematikan ponselnya.


Seketika Gladis terkejut dengan sikap ibunya mas Arya yang perlahan berubah sikap dan menutup panggilan ponselnya.Ada apa ini ya?.


Ia sama sekali tak menyadari bahwa tengah ada pertemuan keluarga secara tertutup di Villa milik Arya.Dia telah mantap untuk memilih Melissa untuk menjadi pendamping hidupnya.Suasana akrab dan nyaman menjadi alasan keluarga Arya meminang Kekasih barunya untuk menjadi bagian keluarga ini.Moment bahagia ini menjadi cerita tersendiri buat dua keluarga yang merasakan indahnya menyatukan tali persaudaraan menjadi satu dalam acara pertunangan.


Masih ada rasa tak biasa dalam diri Gladis,sampai harus meinggalkan rumah kediaman milik keluarga Arya dan berjalan menelusuri setiap jalanan trotoar,langkah kosongnya membuatnya semakin tak menyangka apa yang terjadi dengan Arya dan keluarganya.Apa yang terjadi sampai harus menghindar seperti ini.


Cukup jauh ia berjalan dengan banyak fikiran menggelayuti hati bahkan fikirannya seakan terpecah karena banyak keganjilan telah menyentuh dirinya bersama Arya,kenapa dia bisa bersikap seperti itu apa sebenarnya tengah terjadi.


Terdengar sebuah motor perlahan terhenti dan mengikutinya,memang dari jauh Kelana sudah tahu kalau itu adalah Gladis.Kenapa dengan dia?apa ada masalah ya!


"Dis,elu kok jalan.Bareng ma gua sini!"Panggilnya serius bingung lihat dia ga ada respon sama sekali .


"Heiiii,Dis kamu ga pa-pa kan?"Terhenti seraya mematikan mesin motornya dan bergegas mengejar langkah sahabatnya tanpa menghiraukan dirinya saat ini.


Menarik tangannya,hingga akhirnya langkah Gladis bisa terhenti sejenak dan ia menoleh dengan tetesan air matanya.


"Lho elu kenapa?ga diapa-apain kan sama Arya?"Mendekati dan membasuh air matanya.


Seketika ia memeluk erat dan menangis sejadi-jadinya.Terisak-isak tak percaya dengan apa yang dia lihat tadi,tanpa ada jawaban dari siapapun dan kepastian itu hilang begitu saja.


"Ayo aku antar pulang,kamu harus cerita sama gua ya!"Ajaknya sambil menarik Gladis yang perlahan menolak dan ingin sendiri.


"Ga Na,aku pengen sendiri dulu!"


"Ga bisa elu sendiri kayak gini.Udah malem lho,ikut gua pulang.Besok gua antar pulang gimana!"Memberikan saran kepadanya.


Antara galau dan sedih menjadi titik akhir yang ga bisa dikatakan lagi.Dari pada aku harus berdebat dengan Kelana lebih baik aku ikut saja sama permintaannya.Berjalan menuju motor dan memastikan Gladis tidak apa-apa dan ia berharap masih ada senyum walau kaku.

__ADS_1


Dirumah Kelana,yupz dia tengah tinggal sendirian dan ditinggal Adiknya untuk kuliah diluar kota.Jadi kali ini dia menjadi sebatang kara dan butuh teman pula.Gladis turun dari motor dan melihat rumahnya Kelana sepi bahkan lampunya mati ia bertanya.


"Adik lu kemana Na,kok ga ada.kelihatannya sepi!"Tanya Gladis dengan isakan tangisan yang belum reda-reda.


Isakan tangis Gladis yang ga sirna-sirna bikin Kelana menahan tawanya.Lucu banget kalau dilihat."Ngapain elu ketawa.Kan aku nanya bener?"Sambil mukul bahunya.


"Maaf,Dis kamu tadi tuh kalau nanya sambil gini,,ehek,,ehek,,Adik lu kemana Na,kok ga ada?ehek,,ehek,,ehek"Ujarnya dengan nada terisak-isak.


"Kelanaaaaa,kamu tuh ya.Ga tahu apa kalau aku lagi sedih!"Ujarnya ngambek.


"Heeemmm,gitu aja ngambek.Ayo masuk!"Ajaknya merangkul kedalam rumah.


Menghidupkan saklar lampu dan perlahan terang dan nyaman juga rumah Kelana.Gini ya kalau anak arsitek tapi nyasar jadi barista.Rumahnya enak dipandang dan artistik banget cukup dua warna Abu-abu dan hitam.Kadang seeh juga ngeri lihat setiap sudutnya yang begitu dipenuhi oleh beberapa lukisan dan ornamen lainnya yang bikin menggigil padahal artistik banget lho.


"Kamu mau langsung tidur apa ngopi dulu,kita cerita ya!"


Heran deh,kalau nanya selalu bikin sensasi.Ya mau gimana lagi kalau kayak gini."Emang boleh gua ngopi malam-malam!"Tanya Gladis bingung.


"Hehehehe,ga tahu juga seeh.Ngeteh aja ya biar nyaman dan bisa cerita.Kan gua penasaran sama elu tiba-tiba nangis gitu!"Sambil garuk-garuk kepala.


"Ya udah kamu mandi dulu,gua buatin minum yaaah!"Memberinya senyum pada Kelana.


"Boleh deh,makasih ya!"Sambil nyubit pipi chabbynya,lalu kabur lari keatas.


"Duuuh,sakit tahu!"Protesnya memegang pipinya.


Dari atas dia menjulurkan lidahnya.


Heran deh,rumah segede gini tinggal sendirian lagi.Bikin bete,nanti aja ceritanya pasti deh dia juga sedih sama kisah gua.Kenapa ya bisa kayak gini sambil menuju dapur serta membuat minuman hangat.Setelah menyiapkan minuman kayaknya ada pemandangan bagus diatas.Kenapa engga!


Santai aja jalan menapaki setiap anak tangga menuju balkon dan ada rasa yang tertinggal sampai dirinya melangkah keluar dan menyambut hawa segar dimalam hari,gimana ga seru coba kalau aku disini lama-lama.


Menoleh dan meneriaki Sahabatnya.


"Naaa,aku dibalkon ya!"Ujarnya lantang.


Didalam kamar mandi,suara Gladis seakan membuatnya terkejut lepas mendengarnya.Heran bisa aja dia teriak malam-malam kayak gini.Untung aja ga ada yang protes.Jadi gua nunggunya juga santai dan jelas pasti ada yang harus kita bicarakan dengan jelas dan yakin.


Sesaat Kelana keluar dengan celana pendek serta handuk yang menutupi punggungnya.Santai didepan cermin dan bergaya bak seorang pria mempesona tanpa dosa.Beberapa kali dia memastikan ketampanannya belum pudar sampai saat ini.


"Kenapa ya,ketampananku ga ada habisnya?semoga ada aja yang nempel ma gua heheheh!"Candanya datar.


Mengambil sweter hangat serta merapikan rambutnya dengan tatanan khas dirinya.Menaruh dan menatap kembali serta melihat-lihat beberapa pori-pori dalam kulit wajahnya.Seneng banget ampe kelupaan kalau ada yang menunggunya.


"Kemana seeh Kelana neeh?apa dia lupa apa ketiduran ya?haduuuh bikin kesel aja deh."Ujarnnya menunggu dengan gemas dan menggenggam kedua tangannya.


Setelah lama mencoba bersabar dengan menghitung waktu diatas bintang tengah bersinar akhirnya,ia mendengar suara langkah kakinya dibalut oleh sandal santai keluar menuju balkon dimana hanya satu orang yang menantinya.


Gladis menoleh dengan wajah kesal,langsung aja dia melontarkan banyak kalimat untuknya.


"Kamu kemana aja seeh?aku tungguin ga muncul-muncul kirain tidur!"Sambil menatap jauh sejajar pemandangan malam.


Duduk santai,segera menyeruput teh yang masih hangat perlahan meninggalkan jejak panasnya secara dalam-dalam,menoleh dan merasakan hangatnya."Aaaah,enak banget deh kalau kita ngeteh malam-malam kayak gini ya!"Sembari menyeringai senang.


"Iya juga seeh,tapi kan aku sedih.Kenapa kamu ga sedih seeh?"Kembali bersikap konyol.


Sadar dan ingat ada hal tersembunyi tengah dirasakan oleh Gladis."Ohhh ya,kamu kenapa?sampai bisa nangis segitunya coba?"Tanya Kelana sembari menoleh dan menghadap Gladis yang saat ia tatap memang ada kesedihan yang mendalam.


Mengumpulkan kekuatan hatinya dalam-dalam ada yang menggajal sampai ia mengingat sebuah percakapan santai antara Gladis dan Arya disebuah long table cafe dimana mereka tengah saling berbagi cerita.


"Apa dia punya pilihan yang lain ya,Kel.Aku ngerasa ada yang dirahasiakan deh sama mas Arya kepadaku!"


"Rahasia apa seeh?memangnya sampai segitunya rahasia yang kalian pendam!jelasin dong."Pintanya tiba-tiba menyentuh tangannya.


Mata Gladis pun tersorot kearahnya dengan wajah kaget dan tak menyangka dia bisa menyentuh tanganku selembut itu.


"Kenapa? protes!tangannya gua pegang?"Tanya Kelana dengan sinis.


Meringis geli."Engga deh.Ga pa-pa kok!"


"Naaah gitu dong santai!"Jawabnya lugas.

__ADS_1


"Aku ga bisa menyangka kalau nantinya hubunganku sama mas Arya itu akan kandas.Tapi kamu akan menguatkanku kan!"Menoleh dengan perlahan menitikan air mata yang ga bisa ia bendung begitu saja.


"Kandas?alasanya!"Ada permasalahan yang tidak bisa dimengerti oleh Kelana.Apapun itu akan menyentuh hatinya dengan cepat.


__ADS_2