
Lega juga setelah mengabari keberadaanku juga kabarku sama bang Adrian.Kan bisa santai akhirnya melepas beban yang sempet tiba-tiba memberatkan hatiku saat dekat sama Kak Dennis jadi ga masalah dong setelah aku laporan soal ini.Aman pula jadinya.
Ada rasa senang dalam raut wajah seorang Cinta sampai tawa gelinya membuat Dennis penasaran untuk memastikan kenapakah anak ini.
"Ada apa?ada yang membuat kamu senang setelah telpon tadi!"Tanya Dennis memastikan dengan senyum pula.
"Engga kak,seneng aja ngedenger kak Adrian sudah tahu sebenarnya.Jadi santai kan kalau sudah memberikan kabar baik,ga lagi bisa dimarahin lagi."
"Iya juga,tapi heran deh.Kenapa kak Adrian itu protek banget sama kamu ya.Apa ada sesuatu sama kamu?"Kembali penasaran.
"Ya gimana ga protek kak,dia kan sudah mendapatkan mandat langsung dari tante Mila.Ya gitu deh kayak kakak sendiri,heheheheh!"
"Oh ya,sebenarnya kamu nyaman ga seeh sama kak adrian atau lebih nyaman sama aku?"Menoleh memberikan pertanyaan membingungkan.
Mikir sambil sok imyuuut lalu jawabannya bikin kesel pula."Apa coba?dibayangan kakak!"
"Haaaah,,emang kakak tahu?ya enggalah."Kembali menjawabnya.
"Nyaman sama kak Adrian soalnya dia kakak yang baik lho!"
"Kok bisa seeh?"Penasaran lagi.
"Ya jelaslah dia kan lebih tua dari kita,ya nyaman aja."Jawabnya lagi.
Heran kenapa dia ga milih aku,malah pilih kak Adrian ya?
"Trus ga milih aku?kenapa coba alasannya!"
Kembali mikir,lalu ia hanya mengumbar senyum sekejab."Ada satu hal yang bisa aku dapatkan dari kak Adrian yang bukan dari kak Dennis,mau tahu ga apa?"
"Iya pengen tahu dong.Malah bikin tebak-tebakan."Serius juga jawabnya.
"Apa ya?bingung deh.Mau jawab apa?"Ujarnya menahan tawanya sambil mukul paha Dennis.
"Apaan seeh,kok aneh banget kamu lama-lama?"Ikutan ketawa juga.
"Pokoknya bedalah,nanti buat PR aja kak.Besok lusa aku serahin jawabannya?"Memainkan tangannya.
"Ada aja lagi tuh,bikin PR serahinnya nanti.Bisa apa aku?"Menggelengkan kepala.
"Ya bisalah.Apa nanti kita ketemu lagi sama kak Yosha.Aneh banget habis bikin makalah kok belum ada kabar!"Membelotkan kalimat.
"Malah bahas dia,ga penting kok.Nanti aja kalau aku ketemu sama dia aku yang bilangin.Jangam ketemu sama dia lagi."
"Lha kenapa?seru tahu ketemu dia.Ganteng,cerdas dan buat aku makin bingung.Ga kayak kak Dennis yang ga tegaan ngasih soal berat-berat sama aku.Ntar dikiranya kenapa lagi aku.Takut ngambek yaaaa!"Lagi menumjuk kearah wajahnya.
Cekatan juga sambil mau gigit jarinya Cinta yang sok semakin nggemesin.Tapi bisa lepas juga sama tawanya kembali membuat kesal plus tawa lagi.
"Kamu tuh bisaaaa aja,kalau ngeles dan bikin orang tuh tambah gemes."
"Ya dong,masih imut dan pasti ngangenin lho.Apa salahnya coba kalau Cinta bikin sesuatu yang lebih mempesona hahahahah!"
Sampai juga diparkiran sekolah,suasana juga masih ga terlalu ramai untuk mereka turun dari mobil.Dibalik tawa yang bahagia dan jelas pasti alan ada sedikit problema menyengat keduanya yaitu melintas sebuah mobil dimana ada sosok menyentuh mata Dennis untuk sekedar mengawasi,sama halnya dengan Cinta yang heran liat mobilnya siapa.
"Hoooooiiiiiii,lihatin apa?"Mainin tangannya untuk menyadarkan Dennis dengan suara gedenya.
Sadar pula saat Cinta tahu apa yang dibayangkan oleh Dennis saat sadar itu adalah melihat orang lain."Apa?"Melotot heran mengarah kearah Dennis.
"Siapa tadi?"
"Entah,,,siapa juga ga tahu heheheh,ayo jalan!"Ajaknya merangkul segera masuk kedalam sekolahan.
Tak lama pula akhirnya tak jauh langkah mereka,sosok sedari tadi sempat ia lihat telah keluar dari dalam mobil,dipastikan adalah Thalia.Saingan baru buat Cinta untuk berbagi perasaan bahkan sayang ada dua yang berlain kata.
"DENNIIIS!"panggilnya sok ga berdosa,apalagai lambaian tangannya juga membuat Dennis menoleh kebelakang.
"Siapa ya?"Ikutan balik pula kebelakang.
"Haiiiii!"Sapa berlari kecil mendekati Dennis.
"Waduuuh,mampus deh ketemu dia didepan Cinta lagi.Apa yang akan difikirkan sama dia ya!"Batinnya sambil melirik kearah Cinta.
"Gaya sok ninggalin aku.Kita kan sekelas,ngapain pake ninggalin segala."Senggolnya pede.
"Maaf kak,siapa ya?"Tanya Cinta bingung.
Malapetaka hampir runtuh diantara Cinta dan Dennis,apa dia akan berbicara yang tidak-tidak soal kedekatanku sama Thalia ya?Tak lama kemudian ada penyelamat datang tiba-tiba membuat lega.
"Thalia,ayo jalan.Ada yang harus kita bicarakan ya.Penting!"Bisiknya lalu menariknya jauh dari pandangan mereka berdua.
Menoleh kaget melihat sosok aneh datang tiba-tiba."Haaaah,Yosha ada yang penting ya?"
"Ada ayooo,kita pergi dulu!"Dorongnya pergi meninggalkan keromantisan mereka berdua.
Mengelus dada lega banget kayak lepas dari serangan singa betina.Pasti itulah kebenaran tepat dirasakan oleh Dennis saat menatap Cinta.
"Lho kak,siapa seeh dia.Kok diajak pergi sama Kak Yosha.Kan aku juga butuh sama dia!"Bingung melihatnya.
"Udah nanti aja,kita cari dia okey.Kita masuk sekarang yaaaa!"Ajaknya membuat suasana kembali segar.
Ditempat rahasia yang bisa menyembunyikan sesaat seorang siswi bernama Thalia.Yosha pun memberikan penjelasan kepada dirinya untuk bersikap baik-baik saja sama Dennis.
"Thalia,maaf banget ya.Bukannya gua ga asyik sama kamu.Tapi kamu harus tahu kalau mereka itu pasangan kekasih,dan kamu tahu kan kalau Cinta itu gampang emosian dan labil.Jadi jangan banyak bicara lebih lah soal kedekatanmu sama dia oke!"Sambil mengacungkan jempolnya.
"Ya mana gua tahu Yosh,kalau mereka jadian.Tapi tenang kok aju ga bakalan suka sama Dennis.Santai aja!"Jawabnya melakukan pembelaan.
"Beneran gitu?"Senang banget sama penjelasannya.
"Tapi kalau terpaksa,gimana dong!"
"WHAAAATTTT?GILAAA KAMU YA!"Sambil menepuk keningnya.
"Aduuuh,becanda Yosh.Gua tahu kalau kamu galak pasti serem.Pastinya aku ga bakalan buat kesalahan,daaaa!"Berlalu masuk kedalam tanpa ada rengkuhan tangan lagi.
"Yaaaah,lepas la-giiiii!"Heran deh,kok bisa lepas dari gua secepat itu.
__ADS_1
"Elu ngapain disini?"Tiba-tiba suara Emma membuatnya kaget bukan main.Padahal tempat ini rahasia malahan bisa dengan gampang ditemukan sama teman semetornya.
"Whaaaaaaa,,,,,muke gile lho.Huuuuh!"Teriaknya sambil ketakutan.Kaget ada makhluk tak kasat mata tetiba datang membuat terkejut seperti ini.
"Emangnya sekaget itu ya.Melihat kedatanganku tiba-tiba gini?"Sik bergaya santai.
Agak menjauh dan yakin kalau memang kedatangannya cepat banget sampai tahu sembunyi disini."Iya.Bagaikan moster gitu.Tapi engga ju-ga!"
"Dasaaaar lu bilang aku mosteeeeerrrrr!"Sambil jewer telinganya.
"Adoooohhh,maaf Jeng.Aku khilaf!"Pintanya jelas yakin.
"Ngapain juga kamu ngajakin orang ketiga kesini?ada yang harus dibicarakan secara serius kah?"Lagi dipertanyatakan.
"Itu biar ga ada masalah gitu,kamu tahu kan Cinta seperti apa sayangnya sama Dennis dan tahu kalau dia deket sama Cewek itu.Tahu kan?"Membuat pernyataan.
"Ya tahu seeh,jiwanya dia kan masih meronta-ronta kalau ada yang gangguin kekasihnya.Untung gua dulu engga!"
"Ya iyalah ga ada yang deketin!"
"Apa?"Mulai deh keluar tanduknya.
"Cabuuuut aaah,byeee!"Tancap gas kabur dari peredarannya Emma.
"Tuh kan ditinggal lagi."Kembali mengejarnya.
Lari khas Yosha memang tiada duanya,sampai hati ada dua orang cewek yang dipastikan adalah Alessa dan Karmen tengah santai jalan bareng pun hampir dihantam olehnya.Maklumlah tubuh tegap dan besar membuat mereka langsung ambil posisi menghindar memberikan jalan.
"Woooiii,,,wooiii minggir.Truk mau lewaaaaaat!"Dari jauh udah kedenger sampai sakit telinga keduanya.
"Kayak ada suara-suara gitu ya."Menoleh kearah Karmen.
"Iya mana suaranya ya?"Mengangkat kedua bahunya.
GEDEBUSSSSSS ga sampai beberapa menit sebuah hantaman dari Yosha hampir membuat mereka terpental masing-masing,sampai Karmen memutar dan bisa memegang tiang sekolahan.Sayangnya Alessa terpental jatuh kelantai.
"Aaaaaa."Tuiiiiing gedebuussss jatuh deh dilantai.
Semua anak yang ngeliat Alessa tiarap dilantai ga berhenti-hentinya untuk ketawa lepas.Apalagi Karmen berusaha kuat,walau terasa shock dan ga habis fikir bisa melihat truk lewat ga pake klakson tadi.
"Brekele tuh kak Yosha,SAKIIIIIT TAHUUUUUU!"Teriaknya lantang,bin malu banget dilihatin sama anak-anak.
Karmen menoleh,kaget pula melihat aksi Alessa bak militer baru bangun dari tiarapnya."Haduuuuhhh,,,KARMEEEEEN BANTUIN AKU BANGUUUUUUN!"Rengeknya lantang.
"Bentar napa,aku lagi atur nafas lhoooo!"Seakan ga kuat untuk melepaskan pegangannya.
Tak ayal beberapa anak mencoba bantuin Alessa dari jatuhnya rasa malu dilantai tadi.
"Kamu ga pa-pa kan!"
"Apaaan?sakiiiit banget!"Jawabnya berantakan pula rambutnya ga elok dan cantik.
Menoleh lalu kembali memarahi Karmen yang belum bisa lepas dari pegangan tiangnya."Heiiii,ngapain juga tuh dipeluk-peluk.Ayo pergiiiiiii!"Tariknya sebal ga bisa lepas-lepas juga dia dari pelukan gratisan.
"Aku shock sama yang tadi Al!"Jawabnya masih ketakutan.
"Heran ditabrak truk model apa tadi sampai kayak gini!"Mikir sejauh itu.
Sampai didepan kelas,Yosha ngos-ngosan mengatur nafasnya sambil melihat keadaan udah kondusif.Gilaaa gua bisa juga lari sampai nabrak tuh dua bocah.Haduuuuh,,,capeknya.Duduk dilantai sembari kipas-kipas seraya mengatur nafasnya.
"Huuuh,,,huuuuh,,,huuuh,,,masak ketemu monster sampai lari kayak gini.Mana bocah-bocah kena tabrak gua lagi.Gimana tuh nasibnya!"Menoleh, memastikan dari jauh apakah mereka masih terlihat.
"Engga juga.Huuuuuh,berat banget bisa lari sejauh itu.Emang dasar pula tuh Emma ngagetin segala.Pake acara marah-marah lagi."Senderan menanti tenaganya pulih.
Tak sadar pula ada seseorang tengah berdiri dengan heran,bersedekap menggelengkan kepala menyapa dirinya."Ngapain kamu duduk dibawah gitu?"Suara yang sangat dikenalnya,dimulai dari sepatu kinclong naik keatas rapi dan senyuman khas miliknya.
"Eeeeeh,pak Dirman.Pagi pak!"Sapanya sambil manggut-manggut.
"Udah masuk sana!"Ujarnya lantang.
Lari bagaikan dikejar satpol pp,Yosha bagaikan petir yang menyambar masuk kedalam tanpa komando lagi.Sembari menggelengkan kepala ikutan masuk dan melihat anak-anak juga belum kelihatan banyak yang masuk.
"Pagi semuanya!"Sapanya hangat.
"Pagi pak!"Jawab semuanya kompak.
Juga beberapa saat setelah sapaan hangat dari pak Dirman,mereke sudah siap untuk memulai mata pelajaran.Emma datang penuh rasa santai menyapa pula."Pagi paaaaak!"Sembari masuk kedalam.
"Lho habis dari mana tuh.Kok telat masuknya."mendongak heran melihat Emma salah satu siswi paling rajin masuk malahan belakangan masuknya.
"Tuh pak habis ngejar Yosha.Kurang ajar banget,udah tahu duduk sebangku ninggalin lagi!"
Ga terima juga sambil nunjuk kearahnya.
"Lha elu,galak banget ma gua.Takut!!!"Jawabnya ngeles.
"Udah deh,jangan berantem ntar kalian saya bawa ke KUA baru tahu rasa lho!"Ujarnya geli.
"Ngapain ke KUA pak?"Emma kaget bukan main.
"Nyatet orang nikahan.Masak ya nikanin kalian mana ada wali mau wakilin kalain,hahahahha!"
Tawanya lepas diikutin anak-anak lainya,konyol juga jadinya.Ya udah tapi ada kata yang siap dilontarkan oleh Emma saat melihat Yosha saat duduk bareng bersama menghadapi pelajaran khas dari pak Dirman.
"Ngapain kamu ninggalin gua tadi?"Serasa kesal tanpa menoleh kearahnya.
"Ya takut aja.Kan kalau elu marah pasti bisa jadi besar,ya ambil amannya aja!"
"Haduuuh,gua kan mau nanya ngapain bawa kabur Thalia.Juga aku ga minat sama kamu.Kita kan mentor doang!"Bersiap menerima pelajaran.
Menghela nafas dan mengelus dada,ada angin segar menghinggapi dirinya tanpa ada beban lagi.
"Emangnya Thalia itu ada tanda-tanda suka sama Dennis?"Penasaran juga.
"Ya mana gua tahu,tapi apapun itu kita harus ngasih tahu dan bagi tugas gimana aku sama Dennis elu sama Thalia,gimana?"
__ADS_1
"Buat apa coba?"Bisiknya lagi.
Pandangan pak Dirman masih ada mengarah ke mereka berdua lalu berkata."Kalian masih bicarain apa seeh?kok serius banget!"
Aneh banget kenapa suara itu lantang dan mengarah pada kami?apa beliau dengar!
"Kita pak?"Tanya Emma seakan ga percaya.
"Iyalah,kalian berdua.Sudah jangan serius kalau lagi ngobrolin yang penting.Nanti aja ya oke!"Sambil membulatkan tangan tanda Oke.
"Baik pak!"Jawab keduanya kompak.
"Naaah gitu dong,mentor adalah pilihan yang tepat.Tapi setidaknya kalian serius belajar juga ya!"Kembali berpesan.
Seperti yang tengah dibayangkan oleh dua mentor dikelas sebelah,ada tawa lepas dari Thalia saat mengingat dia hilang ditangan Yosha,sampai harus bilang yang sesungguhnya.
"Eeeh,kamu tahu kan tadi aku dibawa kabur sama Yosha Lucu banget.Apa ga aneh gitu dia sama aku.Padahal kan aku ga ada apa-apa sama kamu kan,ya kan?"Sambil berbicara santai saat tengah serius menghadapi pelajaran Ekonomi.
"Ya mereka takutnya Cinta dengan emosi yang labil bisa marah sama kamu,lalu kamu ga terima dan perang deh."
"Dennis,inget kita ini senior.Jadi kalau berfikir juga senior pula,aku tahu kok apa yang dimiliki oleh Cinta itu kamu.Jadi buat apa aku ada sesuatu sama kamu.Kalau kamu minta!"Jawabnya menahan tawanya.
"Bisa juga berbicara macam itu!"Tegang juga akhirnya.
"Mau ga entar malam keluar ma gua?ada hal yang harus aku katakan sama kamu.Mau ga!"
"Masalah apa?"Menoleh mengernyitkan kening.
"Adalah,yang penting kamu yang aku jemput nantu kerumahmu.Mau ga?atau kamu takut sama Cinta,heheheheh!"Memberinya tantangan.
"Mana aku takut sama Cinta.Boleh juga,gua terima tantanganmu!"
"Yakin!"Mengumbar senyum lagi.
"Oke!"
Keduanya saling tos dan yakin akan sedang menysun rencana yang baik.Pertemuan yang sangat special bahkan dihari sabtu ini adalah akhir weekend yang memberikan banyak teka-teki antara keduanya.
Menoleh Tia penasaran tentang janji yang dibuat oleh Cinta kepada Dennis diwaktu malam minggu ini,entah apa yang akan dijawab olehnya adalah sikap santai seorang perempuan tanpa beban.
"Kamu ntar ada acara ga sama kak Dennis?"
Mikir agak jauh lalu berkata lagi"Engga tahu seeh.Kayaknya ga ada deh,aku mau fokus sama Kak Adrian.Kangen aku sama dia,heheheh!"Jawabnya nyengir malu-malu mau.
"Heeemm,,,dasar sukanya sama yang dewasa.Biat ga dikecewain gitu?"seloroh Anna langsung tancap gas.
"Ya ga gitu.Kak Adrian tuh yang buat aku aman dan terkendali,setidaknya kangen itu adalah wajar sebagai adik lho!"
"Inget adik ketemu gede,bukan lahir dari kecil dan tumbuh bareng dalam satu kandungan emak lu.Tahu kan?"Kembali mengingatkan pada Cinta.
"Ya mungkin seperti itu.Tapi aku tetep ada kangen sama kak Adrian,trus kalau keluar sama kak Dennis pun ada waktunya.Ga selalu week end bray.Gitu!"
"Oooh,gitu sekejab langsung lupa sama kak Dennis ya!"
Sambil menutup tawanya dengan buku pelajaran"Biarin,kalian pasti cemburu ya.Aku ada dua pria yang melindungiku jadi aman heheheh!"
Pelajaran pertama telah usai dan pastinya akan memberikan banyak waktu luang untuk mereka para siswa dan siswi untuk tampil sebagai seorang anak yang tengah lepas dari kandang singa,padahal ga sebagian berfikir seperti itu.
Thalia pun mulai membuat kesepakatan untuk datang keperpustakaan untuk mengajaknya lebih dalam berdua juga mendalami apa tengah menjadi hobby Dennis seorang philosophi hidup disaat tawaran itu membuatnya suka.
"Dennis mau ga ikut aku keperpust,aku pengen kamu bisa mengajari aku bisa bersikap baik untuk satu buku untuk menambah ilmu.Juga sebagai kedekatan kita,sejak kamu pindah kelas kan aku tahu kamu ga ngajak aku.Walau kita satu bangku lho,duduk bareng!"
"Memangnya kamu suka dengan buku-buku tentang filosofi atau lainnya?"
"Engga juga seeh,kalau ada novel roman.Suka itu,buat mendalami karakter supaya nanti kalau aku deket bener-bener sama seseorang bisa ga gabut gitu.Eeeh kaku!"Tiba-tiba hampir salah ngomong.
Geli juga mendapatkan obrolan lucu dari Thalia sampai harus menimpali dengan tepat."Lucu ya,nanti kalau ketemu novel roman dan aku bisa membawa karakter tersebut kedalam dunia nyata.Berhasil kaaaan,hehehe!"
"Ya udah kalau kamunya mau gitu.Lets go!"Beranjak berdiri segera menuju keperpust.
"Yuk!"Jawabnya diikuti oleh Thalia untuk bisa menikmati hiburan kali ini menantang.
Langkah keduanya menjadi perbincangan banyak dikalangan anak-anak yang biasanya mwlihat bersama Cinta kok malah tiba-tiba sama orang lain.Tapi ada kecocokan yang pasti juga.
Penyakit itu juga muncul saat Alessa dengan kaget bahkan ga percaya kalau ada seseorang telah mengganti peran kekasih sesungguhnya untuk jalan bareng bersama.
"Lhoooo,ga salah liat kan kita?siapa itu sama kak Dennis!"Tunjuk kearah mereka berdua.
"Iyaaa,aneh banget.Trus kemana tuh Cinta?ga diajak ya!"
"Mana ku tahu!"Jawabnya mengangkat kedua bahunya,lalu angkat tangan.
"Apa kita ikutin dan kita videoin trus kita laporan tuh sama kak Yosha kan nanti kita dapat keuntungan yang jelas dari ketua senior seperti dia."Karmen memberikan saran.
"Boleh juga,punya privillage itu bagus lho buat kita!"Jawab Alessa.
"Gimana ya nanti balesan dari kak Yosha,suka kali ya hehehehhe!"
Ternyata kedatangan Yosha dan Emma tepat dibelakang mereka bagaikan enemy yang mengejutkan.
"Apaaaa?mau gimana!"Sambil senyum-senyum dibelakang mereka berdua bersedekap menatap aksi mereka.
"Haaaah,siapa itu?"Langsung menoleh kearah belakang.
"Haaaiiii,mau bikin gara-gara lagi.Udah,jangan dulu sebelum kalian turun tahkta ya,heheheh!"Lanjut Emma sok pede banget.
Saling berpadangan dan keduanya memang punya ide untuk kabur dan itu membuat mereka kesel banget.
"Yuk,lari!"Memberinya kode.
Sampai hati keduanya cuss tanpa laporan.
"KABUUUUURRRRR!"
"Waduuuuh.Enak banget sok kabur-kabur segala!"Sepertinya pengen ngejar.
__ADS_1
"Jangan kejar.Capek,ga ada guna buat kita!"
"Ooooh ya udah.Kita bikin acara lain yuk!"Ajaknya ambil bagian lain.