Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 25 Apa yang terjadi? Dennis dan Cinta.


__ADS_3

Segar bugar dan kebingungan mau pake model baju apa ya buat ketemu sama kak Dennis,astaga kayak mau malam mingguan ya ribet banget kalau mikir yang bagus-bagus ini.Bagikan pertemuan pertama,padahal disekolah pertenuan merela lebih intens dan memberikan warna tersendiri dalam menjalankan tugasnya masing-masing dalam berbagi perasaan dan keyakinan untuk bisa tampil lebih prima.


Sama halnya dengan Dennis,bagiakan kejatuhan berlian ditengah gurun pasir.Inilah pertemuan yang akan dia kenang sebagai pertemuan oaling indah.Hatinya berbunga-bunga merasakan apa yang tengah dikabarkan oleh Adrian dalam menjalani sebuah pertemuan khusus bersama "teman special"nya.Mungkin ada benarnya kalau aku bisa ketemu karena ga ada yang menghalangiku seperti orang tuaku juga tante Mila.Mereka berharap tidak ada lagi pertemuan yang lebih intens selain berada disekolah.


"Mas Dennis mau kemana kok rapi banget,tapi berantakan sekali kamarnya?"Tanya Selvi bingung saat masuk kekamarnya.


"Aku mau ketemu sama Cinta,Vi.Jadi ini tuh moment terbaikku mengatakan banyak kepadanya.Kamu tahu?"Pertanyaan itu membuat senyum bahagia juga menyelimuti Selvi.


"Beneran mas,wah seneng deh dengernya.Nanti puas-puasin aja ketemu sama dia,manfaatkan segala waktu untuk dia.Selama ini kan ga pernah ketemu secara langsung diluar sekolah kan!"


Mendekati dan mendekap kedua bahu Selvi,dia sangat berterima kasih karena telah mendukungnya dalam hubungan bersama Cinta.


"Makasiiiiih banyak sudah menjadi penyemangatku Vi,aju tahu kamu pasti berharap hubungan ini akan lanjut dan mereka akan merestuinya."


"Ya ampun mas,sekolah aja belum selesai udah mau kejenjang yang serius aja!"


"Heheheheh,ya ga gitu juga kali Vi.Setidaknya hubunganku sama Cinta kan ga harus sembunyi-sembunyi kayak gini,untung juga papa sama mama ga dirumah.Selamat deh!"Memberikan senyuman.


Tanpa sadar,sebuah reflek yang diberikan Selvi kepada Dennis diluar dugaan.Tanpa sengaja ia memeluk erat bahkan mendekatkan pelukannya seakan tidak ingin melepaskan.Dennis tersenyum merunduk dan membelai rambutnya.


"Kenapa kamu cemburu ya?"


Kembali ia mendongak dan berkaca-kaca serta mengangguk pasti."Ga tahu kenapa aku harus cemburu sama mas Dennis.Padahal kita kan beda ya mas."


"Udaah,jangan sedih.Aku pasti bisa menjadi pendampingmu sampai kamu menemukan siapa yang berhak atas kamu ya!"Semakin memeluknya dan masih ingin merasakan hangatnya cinta yang diberikan Selvi.


Oke Selvi merupakan salah satu anak asuh dari tetangganya dikampung,ia mencoba mencari kedua orang tuanya untuk sebuah kepastian.Malahan ada orang baik yang mau memperkejakan dia sebagai pembantu untuk waktu sampai dia menemukan orang tuanya dan menyakini bahwa itu tidak pernah bohong soal keluarganya yang masih hidup.


Sepenggal rasa itu hadir dalam sikap Adrian saat melihat kepolosan Vani dalam menyiapkan semuanya dengan telaten tanpa mengeluh sedikitpun.Apa mungkin aku akan bersama dia benar dalam dunia nyata atau hanya settingan untuk sebuah perjanjian.


"Van,apa udah siap?"Tanya Adrian diatas teras balkon rumah.


Ia mendongak dan memberikan kode Ok,senyum hangat pun diberikan kepadaya.Tak selang,semuanya beres.Seraya mengelap keringatnya,Vani bergegas untuk merapikan dirinya,melangkah menaiki anak tangga juga dipandangi oleh Adrian penuh arti membuatnya kembali salah tingkah dibuatnya.


"Kenapa bang?"


"Kamu seksi kalau belepotan gitu!"Ketawa lepas.


Bingung juga,mana yang belepotan?segera ku bersihkan wajahku sampai menurutku bersih dan kembali tersenyum bertanya.


"Gimana udah ga belepotan ga?"Tanya lagi.


"Huuuuuh,,,masih dong.Sebentar ya!"Mendekati Vani dengan harapan ingin mendapatkan sedikit sentuhan darinya.Malahan aga menjauh dari hadapannya.


"Udah ga usah takut deh!"Dapat juga menghentikan langkah kaburnya,langsung aja dia tarik tubuhnya Vani dan menabrak tubuh Adrain.


"Aduuuuh,,,abang jangan mulai lagi ya!"Kesal juga udah beberapa kali diginiin.


"Ini lho masih belepotan ah!"Mengelap bibirnya,lalu nunjukin kepadanya."Neeh ga percaya kan!"Sebuah goresan warna hitam menepi dipinggiran bibirnya.


"Haaaah!"Sambil melotot melihatnya.


"Kamu seeh ga percayaan sama aku,sekarang kamu harus percaya dengan sikapku dan perhatianku.Selama Anton belum ditemukan ya!"Mendekap pipinya hingga moyong.


"Iya bang,tapi ga sampe moyong gini kan!"Mencoba melepaskan dekapannya.


Tawa lepas pun dirasakan oleh Adrian seketika saat melepaskan dan membiarkan Vani masuk kedalam kamar.Ada rasa malu juga berada dalam keromantisan tanpa arah seperti ini.Apa mungkin akan terus seperti yang terjadi saar ini ataukah akan berakhir dengan tepat.


Merentangkan tangan seraya menghela nafas panjang sepertinya dia harus ganti baju juga untuk bisa makan malam sama Vani.Lalu dia berfikir,memangnya Vani mau pake baju apa sampai harus special seperti ini.Sebuah kemeja polos salur berwarna coklat tua dan celana hitam tengah ia satukan dalam pandangan hangat,beberapa kali dia mencoba merapikan dirinya untuk bisa membuat kagum pasangannya saat ini,mengambil sepatu slop berwarna hitam dengan aksen emas sebagai accecorisnya.Juga tak lupa sebuah jam tangan menambah kesan sebagai pertemuan bermakna serta special untuknya.


Lain halnya sama Vani dia mencoba mencari pakaian untuk makan malam.Apa yang harus aku lakukan,sama sekali tidak ada yang cocok sebuah dress berwarna hijau muda berpayet dan berenda serta lengan pendek pun dengan panjang rok seperempat betis,belahan dadanya agak rendah memberikan kesan mewah bahkan ia sama sekali tak menyadari hal tersebut.Dengan riasan mewah dan kalem membuatnya tampil mempesona untuk dirinya sendiri.


Menurut Adrian pun ada yang kurang,yaitu sebuah setelah jas berwaran hitam menambah ketampanannya.Gimana kalau aku pake kaca mata bulat ya,tambah keren kali ya.Hehehehe.Lalu dia kembali berfikir lagi.Sebenarnya yang makan malam bertemu dengan pasanganya kan Cinta dan Dennis kenapa aku harus memakai pakaian seperti ini juga ya?


"Tapi keren juga kalau hanya berdua sama Vani.Apa akan seromantis apa aku nanti!"Tertawa geli seraya merunduk menutupi wajahnya.


Sepertinya Vani pun tak menyadari apa yang akan terjadi,ia masih kekeh menyatakan bahwa akan makan malam bersama Cinta dan Dennis.Seru juga neeh melihat mereka beneran jatuh cinta dan kita berdua cuman settingan,gimana reaksinya ya.


Dennis pun bersiap dengan pakaian formal yaitu setelan kemeja berwarna biru tua dan celana jeans serta sepatu pantofel berwaran coklat serta blazzer berwarna hitam.Semakin menambah warna ketampanan seseorang menjadi 100 kali lipat,apalagi saat memakai jam tangan exclusive menambah aksinya untuk segera berangkat dan tak lupa pamitan sama Selvi.


"Selvi,aku berangkat dulu ya.Kamu jangan sedih dong aku tinggal bentar ya!"Terlihat memang,ada raut wajah sedih saat tampilan tampan itu ingin bersamanya.


"Jangan lama-lama mas,aku takut sendirian!"Ujarnya berat melepaskan kepergian sebentar saja.


"Iya,nanti kalau pulang minta beliin apa?aku bawain kok!"


"Engga,aku pengennya mas pulang dengan selamat dan aku bisa lagi melihat mas Dennis kerumah ini.Kalau engga aku kena masalah lagi sama bapak ibu nanti!"Ujarnya berharap.

__ADS_1


"Hahahahahah,iya iya.Aku berangkat dulu inget dikunci rumahnya nanti pas pulang aku kabarin ya!"Mengelus pipinya dan segera keluar dari rumah menuju mobil pribadinya.


Meluncur pelan,tak lupa dia kembali melihat Selvi memberi senyum dan lambain tangan,Malam ini adalah malam yang berat memang buat Dennis secara hatinya berada dalam sikap berbeda untuk dua perempuan yang menurutnya special juga.Cinta yang diperjuangkan,Selvi adalah harapan kedua.Tak bisa aku mengatakan ini kepada kedua orang tuaku untuk satu hal yang pasti melainkan sebuah proses yang akan membawaku dalam satu masa bersamanya.


Lama juga menunggu seseorang dengan beberapa hal,padahal udah cantik gini tapi juga harus bisa membawa diri karena aku tahu berada bersama orang yang aku sayangi.Mana ya?tengak-tengok didalam rumah memastikan kedatangan Dennis.


"Lama juga ya dia,kenapa seeh kak kalau dateng lama sekali.Kan bosen nunggunya!"Sambil ngeliat dress pastel dengan terusan celana ramping serta ikat pinggang berwarna senada.Tak lupa ia melihat sepatu jinjingnya menambah pesona dewasa seorang Cinta.


Kok haus ya akhirnya,minum dulu deh.Bergegas untuk kebelakang meneguk air mineral untuk menghilangkan haus juga nervous tengah melanda fikirannya untuk bisa berangkat bersamanya.


Setelah menanti beberapa lama,suara sebuah mobil terhenti didepan pintu pagar.


Tersenyum sambil keluar dari mobil,rasanya dia belum keluar deh.Gimana kalau aku masuk aja dan melihat kesiapannya Cinta.Ada-ada aja kalau dia belum siap,pasti lama jadinya sambil melihat jam tangan waktu sudah beranjak pukul 19.05 Wib.Jadi ketir-ketir juga jadinya.Seraya mengetuk pintu perlahan mengawasi didalam apa memang ada orang ya?


Tok,,tok.,,tok,,,tok


"Permisi,,,Cinta udah siap beluuuum?"Menungu pastinya.


Haaah,suara ketukan pintu apa itu kak Dennis ya.Sudah datang,girang banget rasanya ingin berjalan kedepan serta meraih tasnya menghampiri kedepan.


"Kak Dennis,kirain siapa?"Senyumnya kembali terbenam dalam bibirnya saat kedatangan terlihat diluar.


Membuka pintu,ia menyapa dan ingin memeluknya saja.Tapi tertahan oleh kesiapan yang dilakukan oleh Dennis untuk mengulurkan tangan kepadanya.


"Ayo berangkat,nanti kita kemalaman lho.Jadi ga ada waktu lama untuk ngedate!"Mengumbar senyum kepadanya.


Malu juga rasanya kalau kayak gitu,ya udahlah kalau gitu ikut sajalah sambil dibukakan pintu mobil"Silahkan masuk!"


"Makasih kak!"Senyum manis tertuju padanya.


Makan malam milik Adrian adalah hal paling menjanjikan untuk dirinya sendiri ketika dirinya turun dengan wajah sumringah akan sebuah kejutan untuk kekasih settingannya Vani.Sedangkan sang wanita hanya tak mengerti apa yang dimaksud olehnya adalah benar-benar berdua tanpa ada kehadiran Cinta dimeja makan.


Adrian sangat menikmati malam ini saat hanya lampu remang-remang ia hidupkan,dua lilin pun menjadi pertanda cantiknya suasana ini.Mencari wine yang telah ia simpan cukup lama dan menata bersama gelas kosong perlahan ia isi dengan takaran sesuai seraya menunggu kedatangan wanita yang dia harapkan turun.


"Lama juga dandannya,semoga saja dia special malam ini."Tersenyum mendongak keatas menunggy kedatangannya.


Kesiapan pun dilakukan oleh Vani,suara pintu kamarnya terbuka membuat harapan itu ada sampai ia benar-benar kaget dan heran,kenapa suasana seperti ini seakan beneran ada makan malam yang privat sekali malam ini.


"Kemana Cinta ya?apa dia belum datang!"Wajah serius,heran bahkan tak percaya kalau ini adalah ide gila dipersembahkan untuk dirinya.


"Haaaah,makan malam sama abang?berdua!"Tanya Vani heran.


"Iya,siapa lagi."


"Trus dimana Cin-ta kok ga kelihatan?"Bingung tengak tengok nyari keberadaannya.


"Sudah,,,ga usah ditunggu.Hanya kita berdua,kan sayang kalau harus diabaikan demi kedatangan Cinta.Dia punya acara sendiri,jadi kita juga punya acara sendiri juga,gimana?"


"Berdua gitu?"Sambil memainkan jarinya dengan wajah pasrah.


Mengangguk dan menariknya untuk beranjak duduk dikursi yang telah dipersiapkan oleh Adrian."Silahkan duduk,kita nikmati ya makan malamnya!"


Tak lama kemudian keduanya duduk berhadapan dengan wajah manis,tapi bagi Vani ini akan menjadi lucu ketika hanya mereka berdua saja yang duduk tanpa ada yang menjamu keduanya.


Beberapa saat tawa gelinya,bahkan ingin memalingkan dari pandangan Adrian pun.penuh dengan tawa gelinya."Abang,tidak menyewa seorang pelayan untuk makan malam kita?"


"Maksudnya?"Serasa masih bingung juga,kenapa dia bertanya seperti itu?.


"Oke aku akan melayani abang malam ini ya!"Sambil beranjak berdiri serta menyiapkan makan malam untuknya.


Senyum heran pun datang seketika saat Vani telaten memberikan permintaan Adrian penuh perhatian,ternyata satu hal ini bisa tak bisa terfikirkan dalam otakku ya.Apa yang aku bayangkan adalah bisa melihat kami berdua saling berpandangan,malahan seperti ini.Ada malunya juga akhirnya.


"Apa mau nambah lagi?"Mengangkat kening,senyum geli kembali ditawarkan oleh Vani.


"Sudah cukup kok,sekarang gantian ya.Supaya kita sama-sama melayani!"Beranjak berdiri memberikan ide creativenya.Menyentuh kedua bahu Vani,Adrian pun mempersilahkannya untuk duduk kembali.


"Haaaah,abang mau melayani aku?ga salah!"Tanya Vani kembali.


"Tidak dong,nanti kalau kita beneran ga settingan kan ga canggung lagi!"


Melotot dan menahan nafasnya lagi,lagi-lagi kalimat tidak masuk akal dia buat hanya untuk membuatku terombang-ambing dalam suasana seperti ini.Kenapa bisa terjadi ya?"


"Bang,jangan bicara itu deh.Aku jadi sedih lho,pleace ya!"Ujarnya berkaca-kaca menatap Adrian.


Pandangan teduh pun diberikan olehnya sembari menaruh pesanannya,malahan membuat treatrikal romantis dengan menyentuh pipinya dan menyeka air mata yang perlahan akan turun secara berantai membasahi pipinya.


"Udah ga boleh sedih gitu dong.Nanti kita ga makan-makan gimana laper jadinya!"Suara lembutnya membuat hatinya makin luluh,entar sebentar atau seterusnya.

__ADS_1


Ia kembali menyentuh tangan Adrian dan mengangguk,Jadilah makan malam seru-seruan ini adalah awal keduanya yakin untuk menjalaninya sampai waktu yang ga bisa diprediksi lagi oleh Adrian.Harapannya adalah membuat jatuh hati sang wanita untuk mendapatkan kasih sayang yang sama-sama hilang entah dimana.


Kembali dia duduk dan menatap setiap wajah sudut hatinya dimana saat itu senyum kembali tertuang begitu saja."Kenapa bang?ada yang aneh sama aku?"Tanya Vani menompangkan tangan seraya bahagia malam ini.


"Ga tahu juga ya,kamu tuh sekarang berbeda dari biasanya yang aku lihat.Semakin dewasa dan seksi,heheheh!"Pujinya memberikan ciuman jarak jauh pula.


"Haaahhh,,,,apa?bisa aja deh.Aku kan Vani yang abang lihat seperti biasa lho!"


"Ya udah,kita makan ya.Aku pengen ngerasain makan malam ini unik dan membekas dihatiku!"Jawabnya sembari menyentuh dadanya.


"Heeemmm,,,sok manis."Dilanjutkan dengan tawa yang begitu lepas.


Masakan westerns food tengah diracik oleh Vani dengan ide creativenya menonton youtube akhir-akhir ini sampai jadilah makanan yang sedap memikat.


"Aku jadi penasaran sama makananku ini bang?"Ujar Vani mencicipi.


"Emangnya kamu ga cicipin semuanya?"Tiba-tiba terkejut juga mendengar kalimat Vani.


"Jadi kamu ga tahu rasa makanan yang kamu buat ini?enak atau ga!"Sambil memainkan garpunya.


Mengangguk dan kembali tertawa geli.


"Nanti kalau ga enak,maaf ya!"Ujarnya menepisnya.


"Yaaa oke lah.Aku akan terima,aku cicipin!"Tak disangka setelah mengambil satu sendok,Adrian pun merasakan ada yang aneh sama makanannya.


Wajah takut dan bersalah pun dirasakan oleh Vani saat kembali bertanya kepada Adrian."Gimana bang?enaaak!"


Setelah berfikir dan merasakan apa yang tengah dia kunyah perlahan-lahan,bagaimana kalau aku menggoda Vani ya.Tapi ga tega juga nanti malaha bersalah banget,padahal enak sama seperti yang direstoran mahal.


"Bang?gimana rasanya!"Kembali penasaran.


"Heeemmm,,,mantaap!"Pujinya sambil memberikan jempol untuknya.


Seakan bahagia ia membulatkan matanya,raut wajah senang pun menjadi awal senyum indah merona dalam hatinya pun terpancar begitu menghangatkan.


"Beneran kan bang?kalau gitu coba deh aku cicipin yang ini!"Semangat sekali buat Vani untuk menikmati masakan lainnya.


"Lasagna kamu memang enak dan the best deh!"Pujinya hangat.


"Heemm,ga rugi deh kelamaan didapur jadinya luar biasa ya!"


"Trus kamu suka kan tinggal disini?"Tiba-tiba ia sedikit tersedak ketika mendengar kalimat realistis itu.Antara suka atau engga juga masing bingung.


"Ga tahu juga ya,tapi aku udah merasa enak kok kalu ada Cinta!"


"Heemnn,jangan bawa-bawa Cinta deh.Bawa tu kasih sayang,kenyamanan dan hati yang ikhlas untuk menemaniku.Gimana seru kan?"Memainkan kedua alisnya penuh dengan tawa lepasnya.


Disebuah restoran dengan suasana romantis juga memberikan sebuah makna terbaik dalam pertemuan antara Dennis dan Cinta.Tak kala setiap kehadiran Cinta dan kebahagiaan telah memberikan banyak rasa senang ketika bergadeng tangan.Ide manis dibuat oleh Dennis dengan menutup kedua matanya untuk sebuah romantisasi keduanya.


"Sebentar deh,kayaknya aku akan punya kejutan untuk kamu.Tapi kamu tutup mata ya!"Pintanya menoleh dengan mengambil sebuah kain.


"Apa?sampai tutup mata segala kak,emangnya mau diapain aku?"Tanya Cinta penuh kepolosan.


"Ya supaya lebih seru dan kamu bisa merasakan adrenalin yang lebih bermakna gitu saat kita berdua saja!"


"Heemmm,,,jahat banget.Entar malah ditinggal awas ya.Aku bilangin sama kak Adrian lho!"Ancamnya sambil menunjuk kearahnya.


"Ya enggalah.Masak mau buang kamu,kan aku cinta sama kamu!"


"Ya emang namaku Cinta!"Jawabnya sewot.


"Pengen kejutan ga?"Tanya lagi menggoda.


Meringis menampakkan wajah riangnya berharap itu benar."Iya deh kak!"Jawabnya memejamkan mata.


Lucu juga kalau dia seperti ini,perlahan keluar dari mobil dia berlari memutar untuk menjemputnya."Ayo kita turun,hati-hati ya!"Ujarnya memegang kedua tangan serta membawanya keluar.


Beberapa saat memang perjalanan keduanya dipenuhi oleh hororisme yang memang membuatnya sedikit begidik dan seketika bertanya tentang keberadaannya.


"Dimana seeh kak tempatnya kok ga nyampek-nyampek ya,kayak mau penjelajahan aja deh!"Asal aja kalau ngomong.


"Hahhahaha,tenang dong.Nanti juga sampai!"


"Haaaah,nanti?"Jawabnya masih meraba-raba dimana aku dibawa sama kak Dennis.


Memang kejutan itu sangat indah saat Dennis berikan kepada pasangannya.Teringat indah pula saat Yosha hanya sendiri terdiam menatap langit membayangkan sosok wanita yang telah datang dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2