
Setelah melewati seharian bersama sahabat dan kekasihnya,ada rasa lelah tengah membuntutinya hingga ia membutuhkan segelas air hangat untuk menyentuh tubuhnya dalam kehangatan ini,membuka tirai jendela menatap jauh dimana semuanya sudah diantara kegelapan.Ia masih tersenyum saat meneguk dan membayangkan ketika Reyhan tengah marah-marah kepada Romero.Ada nyali juga dia memarahi Romero,tertawa geli mengingatnya.
Sudahlah,ini adalah sebuah keberasamaan yang harus kita jaga selama menjadi sebuah persahabatan yang akan menyentuh kita sampai kapanpun dan dimanapun.Berbalik dan bergegas untuk menaiki anak tangga,membuka slot pintu dan menyapa malam ini lagi.Terhenti serta bersandar serta menghidupkan saklar lampu ditembok ia masih melihat keadaan kamarnya yang rapi dan indah.
"Heeeem,masih harum.Coba kalau Reyhan nginep disini.Tempat ini pasti sudah dia ambil duluan dan aku tidur disebelah yang sempit itu.Memang sukanya bikin gerah aja!"
Kembali masuk kedalam dan merasakan kelegaan dan perlahan mendekati jendela dan membuka sedikit tirai jendela,senyumnya kembali tertuang ketika melihat bintang menjadi banyak bertebaran dalam pandangan matanya.
"Bintang,siapa yang akan menemaniku selamanya?apakah Reyhan atau siapa!"Pertanyanan itu muncul saat hatinya berada dalam sikap yang sendiri.
"Tapi rasanya aku bego kalau harus bertanya saat ini.Romero saja baru sembuh datang lagi mantannya.Maunya nolak,ga terima.Tapi.mau gimana coba?hati siapa yang tidak kangen saat mantan terbaiknya datang,huuuuh hidupmu memang ya bikin capek!"Berjalan mundur seraya menghempaskan tubuhnya diranjang.
Hatinya yang telah lelah,jiwa yang mulai capek dan mata yang menjadi pusatnya perlahan tenggelam dengan jelas.Good night,,bye the dreams.
Masih ada rasa yang menghangatkan ketika pelukan itu menjadi jawaban sesungguhnya siapa wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati.
"Apa kamu keberatan bila aku dekat lagi denganmu?"Tanya Tasya dengan menyandarkan hatinya dalam pelukan Romero.
"Sama sekali tidak,walau kita sempat berpisah.Tapi aku yakin kamu akan kembali dalam pelukanku.Dan sekarang benar kan!"Tersenyum.
Ia kembali mendongak dan mendekap kedua pipi Romero,ada perasaan cinta mendalam disetiap pandangannya."Apa kamu mau menginap malam ini denganku?"Suara Romero membuat rasa tak menyangka dalam hati Tasya,apa itu benar.
"Beneran kamu mengijinkan aku menginap malam ini dirumah kamu?"
"Kenapa tidak?ini juga sudah malam pastinya tidak baik bila kamu harus pulang terlalu larut."
Mendongak melihat jam dinding sungguh larut malam ini dalam dekapan Romero,dia bertanya sesuatu."Apa Johan tidak curiga kalau kamu pergi dan ga pulang?"
"Tidak,aku sekarang butuh kamu Rome.Aku belum bisa cerita ini semua.Yang jelas kamu masih mencintaiku dan belum pernah melupakan apa itu sayangku padamu juga sebaliknya."
"Iya aku masih mencintaimu dengan tulus.Gimana kalau kamu istirahat sekarang,ini sudah malam.Tidak baik kalau kamu harus begadang seperti ini ya!"Pintanya Menyudahi malam ini dengan pejaman mata.
Ia mengangguk dan berjalan dalam dekapan seorang pria tampan.Benar dia sama sekali tidak ada rasa benci lagi denganku,benar-benar hatinya terbuat dari apa sampai dia selembut itu.Bahkan aku melihat Romero yang sekarang dia lebih dewasa dan telah merubah hidupku saat ini.
Merebahkan tubuh Tasya dengan hangat,sebuah pandangan dekat yang tak mungkin bisa dilepaskan oleh Tasya adalah pandangan teduh telah membuatnya tersanjung oleh sikap Romero.
"Selamat malam,semoga mimpi indah ya!"Mengecup keningnya,seketika ia memejamkan mata.
Melepaskan kecupan itu,pejaman mata sayang kembali muncul,seraya ucapan hangat pun tertuang indah dalam balutan malam.
"Makasih ya,kamu masih menerimaku!"
Tersenyum kaku dan perlahan meninggalkan kesendiriannya disetiap kehampaan.Romero menoleh serta mematikan lampu kamar dan menutup pintu."Mimpi indah ya!"Kembali menutup pintu.
Saat keluar dari kamar serta kembali menutup pintu dan membiarkan ia sendirian.Tersungging,kenapa juga gua melepaskan dia sendirian,tapi sudahlah mendingan gua tidur besok masih ada waktu untuk berbagi dengan Andrea.
Berjalan keruang tengah dan membuka bajunya,menaruhnya dikursi sebelah.Enak juga sekali-kali kalau aku tidur disofa,empuk dan suasana juga panas.Perlahan dia tengahdah dan memeluk bantal.Masih terjaga beberapa saat tersenyum saat bayangan indah itu datang.Apa mungkin dia butuh seseorang atau hanya membuat sebuah konspirasi tentang dirinya atau tidak.Sama sekali gua tidak mengerti,biarlah itu menjadi sebuah misteri nantinya.
Pagi kembali datang,sebuah pesan masuk dari Andrea pun memasuki ponselnya.Suasana masih pagi,sahabatnya pun memilih untuk kerja pagi dengan menyambung waktu saat ia teringat ingin bertemu dengan seseorang bersama kekasihnya.
"Pagi Rome,kamu masuk sore aja ya.Gua ada ketemu sama seseorang.Bisa kan,pleace kasih gua waktu ya!thank's sebelumnya!"Notice pun ia kirim saat berada dikamarnya dan siap untuk berangkat kerja.
Tuuuiiiing,,suara ponsel milik Romero pun berdering membuatnya sedikit bergerak.Tetapi beberapa saat ia terbangun,dengan sayu-sayu ia mengernyitkan kening dan mencari-cari ponsel dan mendapati sebuah pesan yang masuk barusan.
Dia bersandar serta merebahkan fikirannya untuk kembali menatap dan menghayati setiap kalimat yang dikirimkan oleh Andrea,sembari menguap serta merentangkan tangan,dia kembali untuk membacanya.
"Pagi Rome,kamu masuk sore aja ya.Gua ada ketemu sama seseorang.Bisa kan,pleace kasih gua waktu ya!thank's sebelumnya!"
Senyum-senyum geli,tumben dia ada acara sama siapa seeh sampai harus ijin kayak gini.Berfikir kembali,kenapa engga An.Elu kan salah satu penyemangatku oke bolehlah."Iya boleh,apa seeh yang engga buat lu.Lanjutkan ya.Peace!"Notice smile pun terkirim pula menghiasi layar ponsel miliknya.
Saat didapur dan menyiapkan makanan,Andrea pun terima sebuah pesan dengan menikmati sebuah sarapan pagi segar dan bahagia selalu Sandwich enak juga sama juice seperti Gladis berikan kemarin.
"Heemmm,enak juga.Serasa menikmati sarapan dengan privat sendiri.Seru!"Suara ponselnya pun berbunyi nyaring membuatnya segera menoleh dan mendapati pesan masuk.
"Yesss makasih Rome,kamu memang sahabat terbaikku."Ujarnya semangat.Yes,sekarang masuk pagi dan tentunya sama Gladis pasti dia nanyain dimana tuh Romero tersayang hihihihi.
Bergegas untuk merapikan semuanya dengan tepat apalagi pagi ini tuh cocok banget buat jalan kekedai,lalu apa kabar sama Reyhan ya.Dimana dia,apa sudah siap menjemputku?"Bersiap untuk menata makanan bekal untuk kekasihnya.
Berjalan keluar dan mengunci pintu,saat menoleh pun dikagetkan olehnya.
"SURPRISER!"
__ADS_1
"AAAAAAA,SIALAN KAMU.BIKIN KAGET AJA DEH!"Hampir aja pingsan dalam pelukannya.
"Kaget,luar biasa gua kali ini sudag membuat kamu terkejut!"Sambil merentangkan tangan.
Heran melihat penampilannya dengam menatap penuh curiga kalau saat ini dia sama sekali tidak seperti akan berangkat kerja.Sibuk dengan kehidupannya.
"Kamu mau kemana?"Heran mengernyitkan kening.
"Gua mau kemana?ya jelas mau nganterin kamulah.Gimana seeh!"Bergaya dengan santai.
"Engga,kok tampilannya ada yang aneh gitu."Tanya lagi.
"Aneh sama penampilanku?"Sambil melihat dengan teliti,mendongak lagi kearah Andrea.
"Kamu teliti banget ya,kalau soal penampilanku?kamu tuh memang wanita idamanku!"Mendekap kedua pipinya.
Sambil mukul dadanya,tawanya lepas.
"Iya dong,emang mau kemana?"Tanya Andrea lagi bingung.
"Sini-sini gua bisikin?"panggilnya sembari melambaikan tangan sebentar.
Yaaah namanya juga pengen tahu,mau aja dibisikin sama Reyhan."Apaan seeh?"
Setelah mendekat dia memberikan sebuah jawaban yang memang mengejutkan dirinya.
"Gua Libur,lupa kalau sekarang tanggal merah."Jawabnya geli.
"Haaaah,yang bener!"Seraya menghindar agak jauh dengan tatapan konyolnya.
"Truss,gimana dong!"Tanya Reyhan lagi.
"Ya part time lagi lah dikedai.Mau ga?"Tanya Andrea menawarkan diri.
"Boleh jugaaa!"Sambil mengangguk yakin.
"Sekarang kita berangkat ya!"Ujarnya bersiap jalan duluan lalu diikuti oleh Reyhan yang siap untuk mengantarnya dan ikutan part time bersamanya.
"Siapa?"menoleh penasaran,kembali menatap jalanan dengan santai.
"Ya itu temen gua,nanti kan ada acara ketemuan gitu.Dia mau nawarin produk sama gua,jadi ya gua iyain ketemuan!"Jawabnya jelas.
"Trus kamu udah bilang sama Jomblo kalau elu mau ketemu sama temen lu tuh?"
"Udaaah,tadi pagi udah aku kabarin dia."
"Truuuss?"
"ya setujulah!"
"Baguslah kalau gitu!"Timpalnya dengan mengangguk pasti.
"Trus,Gladis ikutan pagi apa sore sama Jomblo.Kan udah kita berdua yang dikedai?"Tanya Reyhan heran.
"Astaga,lupa gua ga ngabarin Gladis.Gua kabarin dulu ya biar dia masuk sore juga,supaya ada cemistry antara mereka berdua.Beda generasi beda gimana gitu,heheheh!"
"Yaaah elu seneng,gua engga!"Sentilnya ga kerasa.
Kaget juga dapat notice dari kekasihnya kayak gitu,bodo amat.Gua kabarin Gladis dulu deh biar dia ga segera berangkat kerja.Mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan kepadanya.
"Haaiii pagi Gladis,maaf neeh kak Andrea mau ngabarin kalau kamu masuk sore aja ya.Sama Kak Romero biar kamu deket sama dia ya,ga pa-pa kan!makasih sebelumnya.Salam sayang buat kamu!"Mengirimkan pesan kepada Gladis saat ia baru keluar dari dalam kamar mandi dan bersiap untuk berangkat.
Pesan terkirim dan segera direspon oleh Gladis saat ia tengah beranjak duduk santai serta membuka pesan ponsel dan mengeringkan rambutnya.
"Haaaah,masuk sore.Tumben dapat skejul bagus hehehehehe!"Ujarnya senang.
Langsung menaruh ponselnya dan rebahan kembali dan berfikir masih pagi,kemana ya enaknya.Gimana kabarnya kak Romero kemana ya dia?berfikir serius lalu tiba-tiba tenggelam dalam mimpi lagi.
Romero pun antara bangun atau engga,masih membuatnya kembali bingung.Huuuh,juga udah pagi saat nya kembali olah raga saja dari pada aku harus santai seperti ini.Jalan-jalan dulu deh,beranjak bangun serta meraih baju yang tersampir dikursi sofa mengalungkan dan berjalan perlahan masuk kedalam kamarnya.
Tersenyum saat melihat Tasya tengah terlelap,berbalik dan memandangnya pasti dia capek semalam nungguin gua dan mengobrol sampai larut.Biarin deh,gua mau keliling dulu sebelum waktunya dia bangun gua udah balik.
__ADS_1
Mengambil pakaian olah raga,berganti baju.Sebelum berangkat pun dia mengecup kening wanita tersebut dan meninggalkannya.Sadar dengan sebuah kecupan itu lantas tak membuatnya segera bangun,tetapi membuka sedikit matanya sayu-sayu melihat apakah dia sudah pergi.Suara pintunya pun kembali tertutup membuatnya segera membuka pejaman mata dan bersandar sejenak serta mengingat seperti itukah dia saat tanpa aku.Selalu menguatkan dirinya sendiri.
Tasya pun beranjak bangun dan kembali mencari pakaian yang cocok untuknya tepat sekali aku mendapatkan sebuah kaos berwarna biru oblong dan celana pendek miliknya.Bagus juga sembari tersenyum ia melepaskan pakaiannya dan merasakan hempasan shower telah membuatnya kembali segar dalam fikiran beratnya selama ini.
"Mas,aku akan kembali menyakinkan Romero untuk kembali padaku.Terima kasih kamu telah memberikan apa yang selama ini kamu berikan kepadaku.Dan tak ingin kembali lagi untuk menguatkanku,karena kamu telah membuatku kuat atas perjuanganmu."Sembari memejamkan mata.
Bukan sekarang aku mengumbar sebuah rahasi besar yang akan membuatmu terkejut selama ini.Aku menyadari ini tidak gampang ketika aku harus mengatakan ini kepadamu bahwa aku tengah mengalami masa sulit dengan mas Johan.
Setelah perenungan yang cukup panjang ia oun keluar dengan mengeringkan rambutnya dan berpakaian santai milik Romero dan menguncir rambutnya,tanpa sebuah make up dan tampil sedikit berisi membuatnya tersenyum untuk satu hal yang sangat indah.Didapur ia membuat sebuah sarapan pagi untuk mantan kekasihnya,dengan telaten membuatkan soup ayam dan juga membuatkan penuh kenikmatan.Perlahan ia memotong daging yang sempat ia dapatkan didalam freezer dan memotongnya serta menggoreng dan membumbuinya dengan balado sedap khas favoritnya saat menjadi kenangan itu ada dalam setiap maknanya.
"Heemm,aroma yang enak!"Pujinya sendiri seraya mencicipi setiap masakan dengan sensasi yang menyenangkan.
Selama ini pasti Andrea yang membuatkan masakan buat Romero,sayang banget dia sama Romero dan aku telah lama mengabaikan itu semuanya dalam setiap waktu.Ada saatnya ketika aku harus berterima kasih kepadanya.Apa.aku harus ketemu dengan dia,itupun harus aku fikirkan lagi.
"Saat ini Rome telah menerimaku dengan baik saja aku sudah bahagia seperti ini.Bagaimana kalau benar dia mau memelukku dan mengatakan itu lagi."Harapan yang memang berada dalam jauh diujung.
Langkah kaki Romero kali ini menikmati jalanan sore dengan santai bahkan rasanya ingin menemui Gladis.Itupun kalau dia masuk pagi seperti Andrea.Apa gua kesana atau?tidak mungkin.Jangan karena dia sempat bilang semalam tinggal sendirian dan aku dengan gampangnya masuk dan bertamu kerumahnya.Itu tidak mungkin.
"Tidak masalah,nanti juga ketemu.Aku lanjutkan lariku lagi!"Setelah terhenti disebuah taman dan duduk menghela nafas,kembali Romero menjalankan rutinitas dirinya untuk kardio dan lari pagi.
Coba saja kalau Tasya tidak kerumah,pasti aku melakukannya dirumah.Sayang ada dia,jadi aku harus menundanya dulu.Berlari dengan memandangi penuh senyuman dipagi hari yang ramai pula kadang heran.Hebat ya mereka bisa berkumpul bersama.
Terhenti kembali dan mengatur nafasnya,sembaru tengak-tengok cukup jauh juga kalau aku melakukan olah raga saat ini.Apa Tasya udah bangun ya?
"Gua harus pulang dan memastikan kalau Tasya tidak melakukan apapun selain sadar dari mimpinya.Iya itu harapanku."Sambil memutar arah untuk kembali kerumahnya.
Langkahnya memang dipenuhi oleh penasaran selama dia berfikir dan memastikan tidak akan terjadi apa-apa.Hingga sampai didepan rumah,rasanya mengatur nafasnya begitu tersengal-sengal hingga merundukkan badan.Saaat mendongak pun masih ada mobil pribadinya tengah dipinggiran garasi miliknya.
"Huuuuh,untung sudah sampek.Coba kalau sudah ga ada mobilnya makin bahaya juga."Perlahan mengatur nafasnya kembali dan berjalan masuk kedalam.
Mengamati dari dalam pintu,ia tengak-tengok melihat keadaan didalam.Kayaknya dia tidak melakukan hal-hal yang membuatku berprasangka buruk.Membuka perlahan dan memanggil pelan layaknya tengah melakukan operasi militer.
"Tasyaaa,Tassyaaa!"Panggilnya beberap kali sehingga membuatnya menoleh saat tengah memasak.
"Siapa panggil-panggil.Sepertinya seeh suara Rome,kenapa panggil-panggilnya seperti itu?"Heran,mau gimana lagi aku harus menjawabnya.
"Iyaaa,Rome aku didapur.Kenapa?"Jawabnya lantang.
Huuuuh,lega juga panggilanku ada yang ngejawab.Bergegas untuk kedapur dan mematung melihat sosok Tasya telah berubah menjadi seorang wanita berbeda dengan tampilan yang sangat menggoda sekali.
"Tasya,kamu ganti baju ya?"Mendekati dan tak ayal memeluknya dari belakang.
"Hehehehe,iya.Abisnya aku mana bisa kalau santai harus pake gaun itu lagi Rome!"Jawabnya geli sembari mendongak kearah Romero.
"Gua kira kamu udah melakukan hal yang tidak-tidak tadi!"Ujarnya khawatir.
"Yang tidak-tidak?maksudnya apa!"Tanya lagi menghentikan kegiatan memasaknya.
Sambil merentangkan tangan,ada hal lain yang membuatnya khawatir dan masih saja rasa itu ga pernah hilang dengan sendirinya."Engga,aku takutnya kamu kabur lagi atau gimana dari aku!"
Tertawa lepas sembari menutup mulutnya,ia baru sadar kalau memang Romero itu orangnya sangat bucin dan selalu berharap untuk kembali kepadaku.Ia berbalik dan merangkulnya ada kalimat yang akan ia ucapkan untuknya.
"Maaf,selama ini aku membuatmmu terluka.Tapi sebenarnya ada masalah yang sama sekali belum kamu ketahui selama ini Rome."Ujarnya menatap kaku.
"Apa itu,apa sangat rahasia?"Kembali mempertanyakan lagi.
"Ya mungkin akan rahasia kalau aku yang menyimpannya.Belum saatnya aku menceritakan ini semua kepadamu ya.Mungkin lain waktu okey?"Meminta sebuah waktu yang tepat untuk berbagi cerita ini.
Sambil mendongak dan mengangguk,pasti dia butuh waktu yang tepat untuk satu masalah hidupunya dan aku harus menghargainya secara baik-baik.
Perlahan Tasya mencium bau asam dari tubuh Romero yang telah melakukan olah raga pagi,beberapa kali ia mencium bau khasnya serta memintanya untuk mandi."Astaga baunya,mandi dong.Lalu aku buatkan sarapan pagi.Kita sarapan bareng ya."Pintanya halus.
"Masak gua bau seeh?"Sambil menciumi ketiaknya beberapa kali.
"Hahahahah,udah nyium baunya.Ntar habis lagi!"Canda Tasya geli.
"Ya memang gua harus mandi!"Tiba-tiba mencium pipi Tasya dan kabur penuh kesenangan.
"Romeeee,,,,jahat sekali seeh.Nyari kesempatan aja deh!"Rengek Tasya ga teriam mendapatkan kejutan yang mengejutkan ini.
Sembari jalan mundur ada tawa lepasnya dan perlahan meninggalkannya sendiri.Lambaian tangannya pun membuat Tasya berbalik dengan senyum malu bahwa masih ada cinta antara aku dan Rome.Maaf aku harus menyimpan air mata ini untukmu,tidak pantas aku memperlihatkam kepadamu Rome.Pria paling mencintaiku selamanya.
__ADS_1