
Waaah keren juga ya Tian,,ga bisa dibayangin kalau kita beneran deket sama dia lalu ada keajaiban dan deket beneran itu sama saja membuat semangat dan semakin hidup hubungan baik akan menjadi senyuman buat Tia.Dengan sabar menanti sang idola tengah ganti baju ditoilet pria.
"Ya ampun gimana ya kalau dia ganti baju.Pasti ga bisa dibayangin kalau dia itu oria maskulin lho!"
"Itu yang aku pikirin sekarang,kenapa bisa ada orang seperti dia yang menggoda dan ga bisa dikalahin ya!"Kembali heran dengan perkataan Tia.
Obrolan keduanya sama sekali telah memecah konsentrasi untuk bisa kenal lagi sama Tian,saking serunya keduanya saling berbagi cerita tentang siapakah idola yang tengah mereka bicarakan.
"Aku juga ga tahu,apapun tentang Tian itu sungguh menggoda untuk diceritakan ya!"Sambil senyum-senyum ngangguk,sorot matanya pun mendapati Tian telah pergi agak jauh dari pandangan Vani.
"Astaga Tiaaaaa,,,,tuuuuh dia udah pergiiii.Gimana seeh ngobrol aja sampe ga ngerti dia pergi!"Bergegas mengikuti Tian kemana dia pergi.
Menoleh dan kaget juga,ikutan deh mengejar dan ga ngerti lagi harus kemana ngikutinnya,malahan ketemu sama Alea siswi Senior yang akhirnya bisa ketemu sama Mereka berdua.
"Heiiiii,kalian akhirnya ketemu juga!"Menghentikan langkah keduanya.
Yaaah terhenti juga,gagal lagi mau ngejar idola sekolah.Kenapa juga ketemu ratu model ginian sungguh membuat keadaan makin ribet aja kalau kayak gini."Yaaaah,kaaaak.Kita mau jalan dulu.Jangan ganggu deh!"Elak Vani mau menghindar pun ga bisa.
"Emang kalian mau kemana,bentar dulu Kakak mau nanya ma kalian berdua!"Menghadang tanpa memberinya ampun.
"Ituuuu,,,kaburrr lagi tuh dia.OMG ga ketulungan jauhnya!"Tunjuk Tia ga karuan ngereknya.
"Siapa seeh?"Mencoba menengok,ternyata lelaki macam dia yang dicari sama duo cewek ini.Ada aja kelakuannya."Aduuuh?,,,ntar juga ketemu.Gampang tuh nyarinya.Asal ga pindah sekolah aja yang bikin ribet!"Candanya heran.
"Tapiiiii kakkk!"
Memberinya kode khusus pada mereka."STOOOOP!waktu kalian adalah ikut sama kakak.Ada yang harus kalian kerjakan.Biar ga mubazir disini!"
"Iiiihhhh emangnya kita makanan basi apa?sampai dibikin kayak gitu?kita mau ketemu idola kak."
"Lhoooo,kam.udah ada didepan kalian idola banyak orang!"Semangat memperkenalkan dirinya sendiri.
Kaget deh akhirnya mendengar pengakuan yang memang bener-bener,tapi bukan yang didepan mata ini.
"Haaaaah,,,,,"
"Kok haaaah doang,kalian ga ngefans sama gua?"Tanya Alea serius.
"Engga,kan kita anak eksis sosial media bukan karya ilmiah yang ribet.Jadi kita ga ikutan sama Kak Al,gimana dong!"
"Ga gua kenalin lebih dekat sama Sebastian lho.Inget siapa punya pengaruh masih matang disini?"Sambil bergaya memainkan kedua alisnya seraya menunjuk lagi kearah dirinya.
"Emangnya kakak bisa kayak gitu?"Masih ragu dengan pesona Alea Siska.
"Apa yang harus bisa kalian lakukan selain harus mengejar namanya sebastian dengan obsesi yang gilaaa ini?"
"Minta dipeluk sama dia?"Langsung Tia tancap gas.
"WHAAAATTTT,MINTA PELUK DOANG!"Kagetnya lagi menyerang fikirannya.
"Ga ada yang lain,misal bikin sesuatu yang bermakna gitu biar ga mubazir acara kalian?"Kembali mengingatkan.
"Yaaaa gimana kak,kita kekurangan personil.Kan Maya lagi dirumah sakit dia.Kita ga ada kekuatan untuk bersatu kalau cuman berdua aja!"
"Hadeeeh,,,,dasar lebay.Kan Ada kakak.Jadi kalian tetep bertiga,gimana?"Memberikan solusi.
__ADS_1
"Emangnya mau ngapain seeh kak?"Tanya vani makin bingung.
"Ikut kakak,keperpustakaan.Sekarang!"Sambil jalan tanpa nunggu aba-aba ikutan keduanya menuju tempat angker tersebut.
"Haaah,perpust?angker banget kak disana!"Jawab Vani yakin.
"Angker gimana coba?"Berbalik mendekati keduanya.
"Ya angker aja.Kita kan ga suka disana!"Jawabnya sambil meringis geli.
"Aku aja kalian keperpust bukan untuk acara uji nyali,uji pengetahuan.Tapi disana itu kalian bisa tenang mendapat materi dari gua."Jelasnya.
"Ooooh,,,,tapi ga ada lagi yang diajak gitu siapa lagi!"Menampakkan wajah polosnya dan berharap ada yang kesangkut sama mereka.
"Siapa?Tian lagi!"Serang Alea kesal lagi.
"Mungkin kali kak!"
"Ga ada,,,,,ayoooo ikuuut dulluuu!"Tariknya Alea membawa paksa mereka keruang perpustakaan.
"Ga mau kak,,,kita masih ada keperluan lho.Mau ketemu sama,,,,,"Tia menolaknya.
"Ketemu siapa?Tian lagi!"Langsung pandangan ga suka kearahnya memang benar-benar tajam.
Meringis dan geleng-geleng kepala.
"Kita mau ketemu sama Kak Revan ma Ka Doni,kak Al,,,ada urusan penting!"Jawabnya yakin.
"Tapi besok kita bisa ketemu lagi kan?"Masih memberikan banyak lagi pada keduanya.
Bersedekap,ia pun mengangguk-angguk serta perlahan melepaskan keduanya yang tak ingin berada satu meja Alea saat ini.Mungkin akan lebih bagus lagi kalau mereka bisa ikut,tapi malahan sama sekali menolak dan akhirnya Alea pun luluh untuk menunda ide kecenya saat memilih mereka.
"Ya udah deh,,,kalau kalian ga mau ikut.It's okey,tapi ingat besok harus hadir pagi jam 09.00 WIB didepan perpust ya.Ada yang harus dibahas oke,byeeee!"Berlalu meningggalkan dua cewek tersebut dengan wajah kesal.
"Yeesss,,,kabuurrr yuk!"Ujar Vani kearah Tia dengan semangat.
"Legaaaa.Ga jadi anggota tetap kak Alea bisa jalan-jalan lagi deh."Santai menuju tempat dimana mereka bisa menemukan lelaki yang tengah menjadi target kedua setelah Tian hilang dari peredaran.
Bagimana pun Tian memiliki banyak hal yang akan dia dapatkan dari Revan dan Doni.Seperti yang dibayangkan banyak sekali antara lain tentang bagaimana cara lebih dekat dengan Tian,apalagi lelaki seperti dia adalah pesona luar biasa yang dapat mereka raih dengan baik.
"Kemana ya Kak Revan ma Kak Doni!"Terdiam tengak tengok ga jelas.
"Sepertinya kita memang harus sama mereka berdua deh.Ada yang memang harus kita bicarakan."Lanjut Vani yakin.
"Bener juga,,,dari pada sama kak Alea bisa-bisa kita pusing menghadapi orang seperti dia kan!"
"Iya betul!"Jawabnya sembari jalan mencari keberadaan sang Senior.
Masih lemas dan tak berdaya dalam ranjang rumah sakit,May seakan tersenyum saja sambil melihat Om Jovan tengah membuat sesuatu project bersama Reva untuk penampilan selanjutnya.Ada rasa cocok diantara mereka sampai aku harus membuat moment penting untuk mereka.
"Om,,,lagi ngapain?"Tanya May dengan nada parau.
Dia menoleh dan memberi senyum untuk keponakannya.Benar saja dia beranjak untuk mendekatinya."Kamu mau ikutan?"
Ia hanya menggeleng,geli juga tawaran itu pun juga membuat tawa Reva pula."Jovaan,kamu tuh ada aja.Ya mungkin dia bosan sendirian terbaring kayak gitu!"
__ADS_1
"Iya neeh kak,pengen banget cepet sembuh dan bisa jalan-jalan sama Tia dan Vani.Tapi masih lama ya?"
"Ya lama lah.Kan kamu baru berapa jam disini.Kan Om Jovan disini jadi kamu ga bakalan sendirian lama-lama."Jawabnya.
Sambil menunjukkan foto-foto sketsa yang akan dia gunakan untuk pemotretan selanjutanya,May pun kagum juga kalau ada model baru yang cukup potensial dalam kerjaan Jovan.
"Lihat siapa yang Om foto tadi?"Sambil menujukkan filenya di tablet.
Menatap yakin dan pasti kalau itu memang wanita cantik yang duduk santai tengah menemani jovan dalam menyelesaikan beberapa kerjaannya.
"Kamu laper ga?Om belikan makanan ya!"Tanya Jovan sambil mengelus keningnya.
"Iya seeh Om lapar,tapi ga enak makan."Jawab May malas.
"May,gimana kalau tante pesenin pasta aja.Kan kamu paling suka sama pasta!"Tawar Reva memberikan ide briliannya.
"Gimana ya?kalau Tante Reva yang masakin aku mau.Kalau dibeliin males,bumbunya kayak gitu aja!"Jawab may kembali menolak.
"Lho emangnya apa bedanya masakan resto sama masakan tante Reva?ada bedanya ya?"tengak-tengok membalikkan badannya.
Mengehela nafas panjang"Heeeemmm,Om Jovan emang ga perhatian sama Tante Reva ya.Sampai makanan yang dibuatnya aja ga tahu rasanya.Ya beda dong Om,kalau tante masak.Ada sensasi yang lebih menggoda lho.Buktinya aku sering nyicipin bahkan ngabisin!"Nyengir kearah Jovan.
"Pantas aja,aku dapat sisa dan kamu tuh palinh pinter kalau ngelak ya!"Kesal juga sambil nyubit hidungnya.
"Aduuuuh,,,om sakit!"Sambil nampol tangannya Jovan.
"Makanya jangan banyak makan,diet dikit-dikut biar bisa jadi modelny Om Jovan!"Bisiknya kearah May.
Reva pun penasaran sama apa yang dibisikkan oleh Jovan kepada May,iapun seger nimbrung kearah keduanya."Ngomong apaan seeh?kasih tahu dong.Masak disembunyiin bareng-bareng seeh!"
"Yeeee,,,ga ada.Hahahahaha!"Jawab May senang.
"Kalian ya,kompak banget.Kalau jaga rahasia!"Kesal juga akhirnya Reva.
Mana ya Kak Revan ma Kak Doni,kayaknya mereka tuh punya jurus andalan yang bisa buat keadaan semakin halusinasi aja.Sampai dicari ga ada jejaknya sama sekali.Dan mereka ga nyadar kalau kedunya tuh tenang dan damai dikantin setelah puas menghabiskan semua makanan dan leha-leha santai di kantin.
"Naaaah,itu dia mereka!"Tunjuk Vani semangat.
"Heemmm,kenapa ga bilang kalau disini.Kan gua ga jadi seribet ini kalau mereka memang ada disini!"
Melangkah senang mendekati lalu duduk bareng satu meja bersama incaran keduanya.
"Kaaaak,susah sekali seeh nyarinya.Emangnya kakak udah lama disini?"Tanya Tia heran.
"Ya udahlah,sampe dipalak tuh Alea sambil ceramahin kita berdua."Jawab Doni kesal.
"Ceramahin apa?"Penasaran pula akhirnya.
"Biasa ide kita buat ngalahin Tian.Dapat serangan keras dari Alea.Entah emangnya kita belum pantas kan gantung sepatu basket?"Melempar pertanyaan itu kepada Tia dan Vani.
"Tapi setdaknya kak Revan dan kak Doni tuh udah punya jalur eksekusi yang beda.Kenapa juga seeh balik lagi ke basket.Biarin aja dia nyari suporter yang kece-kece gitu,jadi kita bisa ikutan gaya-gayaan hehehehehe!"Jawab Tia.
"Tapi menurutku ya,kenapa kak Alea ngajakin kita ngotot banget buat acara yang dia buat seeh kak?"Tanya Vani kembali.
"Ya nantinya kalau Alea dan kita-kita udah pada lulus kalian kan yang mengisi kekosongan diantara kami.Dan kami bisa mencarikan jalan terbaik untuk setiap organisasi yang akan kaliam naungi.Gitu!"
__ADS_1
"Emangnya perlu gitu?"Mencoba menegakkan pertanyaannya.