
Direstoran pun Adrian segera memesan makanan yang menurutnya cocok untuk sarapan pagi buat Nona Luna yang kesepian.Kayaknya tomyang enak deh sama Fuyung hai,apalagi dirinya sudah berdiri direstoran Chinnesfood yang menurutnya cukup fenomenal untuk dinikmati bersama,Tapi seingatku fuyung hainya Cinta itu the best lho tapi ya ga mungkin juga aku nyuruh dia untuk masak disaat dia sekolah.Emangnya mau demo masak dia didepan Luna,hahahaha.Seperti yang dibayangkan berada direstoran dengan senyum dan tampang mempesona tidak mungkin juga ga ada yang ngelayani dengan baik-baik saja.
"Selamat pagi mas,mau pesan apa?"Sapanya hangat menatap mata Adrian.
Senyum manis miliknya pun terkembang dan menjawabnya"Aku pesan fuyung hai satu sama tom yang,itu saja."
"Mungkin sama minumnya mas?"
"Engga,dibungkus kok heheheh!"
"Ga nambah lagi?"Godanya.
"Masak ya nambah kamu seeh,kan ga seru jadinya."Jawabnya ngasal.
"Bisa aja masnya ini,ditunggu ya pesanannya!"Memberikan senyuman balasan untuknya.
"Oke aku tunggu!"
Menghela nafas,belibet juga ya kalau pesan disini pake acara digoda lagi sama mbaknya.Untung aku kuat iman,kalau engga udah pesen hotel gua.Menggelengkan kepala dan selalu ingat tiga wanita dalam hidupnya saat ini yaitu Luna,Cinta dan Vani.Kenapa mereka berpengaruh sekali dalam hidupku saat ini,kenapa juga mereka menarik dengan sisi yang berbeda ya.
Menunggu memang butuh waktu sampai akhirnya,Adrian mengangkat tangan untuk pesen yang seger-seger jadinya."Mbaaa!"Lambaian tangan khasnya pun menyapa waiter tersebut dan mendatanginya.
"Iya mas,mau pesan apa lagi?"Senyum kembali diramahkan olehnya.
"Aku tergoda oleh minuman disini,mba!"
"Ooooo,ga tergoda sama saya ya?"
Kembali menggelengkan kepala ia pun memastikan itu fitnah"Engga mba,saya pesen ice caffe latte ya satu minum disini aja!"
"Tadi ga mau pesen,sekarang pengen.Ada tambahan lagi mungkin?"
"Hahahahah,engga ada mba.Itu aja kok!"
"Oke deh mas,ditunggu ya.Kalau yang ini pasti cepet kok!"Jawabnya sambil mencatat orderan lalu mengantarkan untuk diinput pesanan milik Adrian.
Sabar menanti,apa Luna udah siap ya?bayangan khas senyum-senyum geli telah membawa dirinya dalam setiap pandangan hangat saat berada didekat Luna,ya dia tengah merasakan segarnya shower dan memainkan tubuhnya dalam nyanyian dancing on my town,seakan hatinya tengah bahagia masih saja ada yang memperhatikan dirinya disaat cinta terbaiknya meninggalkannya.
Keluar dari kamar mandi dengan balutan kimono dan menutupi rambutnya dengan handuk,ia masih bisa menatap cantiknya dirinya sendiri dalam kisah bersama khayalannya.
"Hai,cantik kenapa kamu bahagia seperti ini?"Datang pula sosok pria dengan kelembutan hati menyentuh kedua pundaknya seraya membisikkan kalimat manis untuknya.
"Aku selalu berada dalam perhatianmu sayang,kenapa pula kamu menghindar begitu saja sama aku!"Menyentuh kedua pipinya saat masih menatapnya dikaca.
"Aku bukannya menghindar,tapi akan memberikan kehangatan nantinya.Apa kamu suka dengan ini semua?"Pertanyaan itu muncul pula saat mendekap juga memberikan ciuman cukup lama dipipi Luna.
Ia meringis geli dan ga bisa dirasakan,kalau benar Adrian adalah sahabat yang memberikan kehangatan disaat luka ini tengah hilang tanpa bekas.Namun hal itu hilang seketika saat sang waiter datang memberikan minuman untuknya sampai menyadarkan sosok pria tersebut dalam lamunan khas mematung ala dirinya sendiri.
"Haloooo,,,mas.Kok melamun seeh!"Sambil menyadarkan lambaian tangan untuk Adrian.
Sadar pula,cepet lagi saat melihat wanita itu dengan tawa geli dan ramah menyodorkan minuman untuknya "Melamun ya,heheheh."
"Haduuuh bisa saja aku terhanyut sama lamunanku mba!"Meringis tanpa ada rasa bersalah.
"Minumannya silahkan,sebentar lagi pesanan makananya sudah siap kok.Jadi ga usah melamun lagi ya!permisi."Sambil berlalu menertawakan dia.
"Makasih mba!"Jawabnya sok alim.
Lama juga sambil sruput coffe ia melirik beberapa sudut restoran dan hanya senyum kembali ia tuangkan saat waitrees cantik tengah sibuk membuat orderan.Berseri-seri juga saat melihat kehadiran menu yang telah dipesan datang dengan rangkaian kata untuknya.
"Permisi mas,pesanannya sudah siap.Fuyung hai dan tom yang."
"Makasih sayang!"Dengan sentuhan senyum lebar membuat Sang waitrees kebingungan mendapatkan respon aneh.
Perlahan berdiri memastikan pesanan telah lengkap,membuka dan mengamati lalu menatapnya."Makasih ya,sampai ketemu lagi!"Berlalu membalikkan badan,rasanya ada juga yang menarik darinya.
Ia hanya tersungging dengan kalimat terakhir menyusut pergi.Ada aja mas tadi,menarik juga.Ramah apalagi,kenapa seeh bayangin dia,kesel deh kalau kayak gini bikin salah tingkah aja.
"Wanita itu banyak karakternya,dia memang ada hal menarik yang harus aku ketahui.Siapa tahu kenal dan akrab,pasti ada yang menggoda darinya."Senyum batinnya tertular menuju mobil dan segera pergi menemui Luna seorang.
Kembali ingatannya ga bakalan hilang secepat itu,kenapa memandang banyak wanita itu membuatku lebih fresh dan ga mikirin berat-berat seperti membayangkan hancurnya cintaku sama Alea.Buat apa harus dibicarakan pagi kalau ada yang lebih dan membuatku senang.
Didepan cermin,Luna kembali menata diri dengan pakaian santai juga terasa segar saat bisa merasakan aroma harumnya parfum yang perlahan menembus tubuh hingga bajunya dan rambut terkuncir rapi,kembali ia memakai lipstik natural dan sepertinya aku bisa membuat hati Adrian luluh untuk pagi ini bersamanya.
"Sekarang tinggal nunggu Adrian dan menata meja makan,supaya ga dibilang aneh-aneh ma dia.Kan biasa dia kayak gitu!"Agak kesel juga seeh kalau udah bicara hal yang saling bersebrangan dengannya.
Tapi hari ini ia sangat berharap untuk sebuah kebaikan bersamanya lebih lama,turun kebawah memastikan semuanya baik dan membayangkan apa yang akan dia bawakan.Oh ya kenapa.aku ga bikin minuman buat kita berdua ya,baru sadar neeh bergegas membuat minuman segar bersama senyuman dan bahagianya aneh banget kenapa begitu sumringah hatiku saat ini,apa aku akan cerita tentang seseorang itu ya.Kembali tawanya lepas saat mengingatnya.
"Apa udah kelihatan ya Ryan?kok lama ya!"Sambil tengak-tengok dari dapur ya jelas belum kelihatan.Sudahlah nanti juga suaranya bikin ngeri.
Beneran Adrian memang pandai bak seorang maling yang bisa masuk tanpa ada suara bahkan hadirnya sungguh membuat kaget yang punya rumah,entahlah aku paling suka membuat sebuah surpriser menegangkan.Ternyata Ryan berada dibelakang sambil menangkap aksi santai tapi tetep ga ada suara karena makanannya sudah aku taruh dimeja,dan aku sudah melepas sepatuku untuk menghilangkan bunyi sepatu yang disaat hening pun akan terasa kerasa walau hanya selangkah demi selangkah mendekati kesibukan Luna,ga mikir panjang langsung aja pelukan dari belakang dan menyandarkan kemanjaan khas untuknya.
"Surpriser!"Beneran suara itu mematahkan konsetrasinya dan akhirnya tumpah mengenai keduanya minuman yang tengah ia blender muncrat kemana-mana.
__ADS_1
BLUUUURRRRSZZZZZZZTTTTTRRRRRRZZZZ,suara blender yang masih muter dan tanpa penutupnya,so pasti muncrat dan meleber kemana-mana dan serangan isengnya kena juga berantakan juice avocado kemuka mereka tanpa ampun.
"HAAAAAAAHHHHHHH,,,,,!"
"HAAAAAAAAAHHHHH,"
Suara mereka sangat merdu bahkan merusak telinga masing-masing,untung saja ga ada yang denger karena memang ga sampai teriakan itu langsung gerak cepat buat Adrian menutup mulut embernya Luna.
"Dieeemmnn,,,Lun.Ntar aku digebukin orang sekampung!"Masih saja ia berbicara dengan wajah belepotan bagaikan apapun itu seperti HULK tanpa perubahan berarti.
"Gimana aku ga teriak Ryaaaaan,liaaaat aku kayak apa ini!"Rengeknya ga bisa bayangin udah dandan cantik-cantik langsung jadi malapetaka saat ini.
"Hahahahahaha,maaf ya!"Berjalan mundur sambil ga nyangka bisa hasilnya seperti ini,eksekusi yang berbahaya.
"Huuuuhhh,,,,pokoknya bersihkan ini semua.Aku mandi lagiiiii-iii!"Ujarnya merengek sambil jingkrak-jingkrak.
"Iya-iya maaf,aku bersihin.Mana yang harus aku bersihin!"Malahan sok ngacau Luna.
"STOOOOPPP!jangan mendekat.Aku tahu pasti kamu nyari kesempatan kan,"Tunjuknya kearah Adrian.
"Trusss aku gimana?"Tanya Ryan bingung.
"Ga tahu!"Jawabnya membalikkan tubuhnya dan pergi naik kembali untuk ganti baju.
"Yaaaaahhhh,Gimana ini!"Sambil memandangi dirinya sendiri.
"Mau ngasih kejutan,,,kayak gini deh!"Mendongak dan bertanya kepada Luna.
"LUUUUN,AKU PINJAM BAJUNYA REYHAN YA.BERANTAKAN KAYAK GINI!"Pintanya lantang.
"Ya bentar,,,aku ganti baju dulu.Awas jangan naik kesini!"Ancamnya lantang pula.
"Huuuuh,sebenarnya kesempatan.Tapi apa daya,nunggu deh!"Berbalik badan dan melihat dapur Luna berantakan,eneg juga lihatnya.
Ya udah sambil buka baju dan telanjang dada,pede aja buat Adrian untuk membersihkan kotoran hasil kejutan yang ga bisa dibayangkan lagi.Bagi Luna,adalah mandi lagi dan lagi huuuh emang Ryan kalau bikin kejutan ga tanggung-tanggung deh.Kesibukan Ryan dibawah pun juga membutuhkan waktu hingga keringat datang mengucur perlahan membasahi badannya nan atletis sedap dipandang.
"Baju model apa lagi buat Ryan ini,susah banget nyarinya."Memilah-milah bajunya dan menemukan kaos football berwarna biru dengan bahan tipis dan celana mungkin,menarik sebuah celana pendek untuknya.
Menatap pakaian untuk Sahabatnya,tersenyum juga kalau dibayangin,lucu kali ya kalau Ryan pake baju ginian.Lucu banget deh,segera deh turun palingan dia kesal liaht aku ga turun-turun dari sini dan cuekin dia.Salah sendiri bikin sensasi ga jelas gini.
"Hihihihihihi kayak gimana nasibnya Ryan.Pasti emosi juga dia aku ga turun-turun."Menenteng baju yang akan dia berikan kepadanya.
Sampai dibawah langkah kaki Luna santai dan membawa baju dengan nyanyian ga jelas,yang penting bisa buat hatiku senang aja hingga sampai didepan meja makan,waooow ada pemandangan indah tuh.Seksi juga dia.
"Eheeemmm!"Seketika ia berdehem menghentikan kesibukan Adrian.
"Heeemmn,,,ngambek ceritanya!"Menaruh bajunya dimeja,perlahan mendekati dengan senyum geli.
"Ada kuli bangunan ya pak,seksi amat!"Candanya sambil menaruh kedua tangannya dipinggul dan tawanya lepas begitu saja.
"Udah kalau ga mau bantuin,bikinin minuman segar kek.Biar tambah semangat kerjanya."
Pintanya masih serius membersihkan temboknya.
"Oooohhh,,bapak haus ya.Bentar ya aku buatin yang seger-seger!"Jawab Luna semangat mengambil air mineral dingin dikulkas dan menaruhnya dimeja,lalu mengambil syrup rasa coco pandan dan menuangkan sesuai takaran pas.Tak lupa juga mengambil beberapa es batu untuk menambah rasa dingin dan segar digelas.
Menuangkan dengan pelan dan mendapatkan tekstur pas,kembali dia mengembalikan dengan rapi serta mengambil straw untuk disajikan dengan khas ala Luna."Permisi,,,minuman segar siap untuk dihidangkan,selagi masih dingin,heheheheh!"
Dia menoleh dan matanya melotot,seger banget kalau aku coba sekarang,,,mantap neeh buatan Luna bikin ngiler aja.Lepasin dulu deh kerjaannya saatnya meneguk yang segar-segar.
"Waaah baik banget sayangku ini!"Lagi kalimat keceplosan membuat kaget dan heran Luna yang mendengarnya.
"Apaaaa?????"Sambil bersedekap tak percaya kalimat tadi.
Menoleh sambil meneguk,ketawa geli sambil menaruh kembali minumannya."Sayaaaangku,hahhahahah!"Sambil mendekatinya dan mendekap pipinya,masih saja ketawa lepas.
"Ryaaan,jangan becanda terus dong.Aku nanti baper gimana coba?"Mempertanyakan kembali.
"Ga pa-pa,itu sayangku sebagai sahabat lho ya.Ga lebih!"Jawabnya lagi menatap teduh.
"Kalau aku minta lebih?"Tandasnya menggoda.
"Waooow,kenapa engga!"Langsung aja memeluknya.
"Heiiiii,kamu keringetan.Ga mauuuu!"Menghindar agak jauh dan mengangkat kedua tangannya.
"Ya udah aku minum dulu,,,"Kembali sambil garuk-garuk kepala,beda sekali kadang moodynya ga jelas juga.
Kepalang segar dan nikmat,langsung aja dia tenggak sampai tumpah mengalir ditubuhnya seakan tambah bikin Luna menahan nafasnya,gilaaa dia menggoda banget seeh.Kenapa juga dia menjadi penggodaku,salah tingkah jadinya saat itu juga.
"Ryaaaan,jangan bikin aku deg-deg an dong!"Rengeknya manja.
Kaget sama tingkah konyol sahabatnya.
__ADS_1
"Itu kamu ngapain seeh sok seksi numpahin minuman dibadan kamu,bikin aku ga tahaaaaan!"Geli-geli bagai ulat kepanasan.
Bersedekap dan kesel juga."Mulai dramanya,,,aku lanjutin ya.Kamu siapin yang lain aja!"Pintanya kembali sibuk menata barang-barang yang berantakan akibat aksinya tadi.
"Iya-iya,,,aku siapin!"Ikutan kesel juga kalau gitu.
Memang ya kalau udah satu frekuensi,kadang pula ga ada yang bener bahkan membuat setiap pertemuan bahkan obrolan hangat pun sirna tanpa bekas apapun.Usai juga kerjaan Adrian merapikan semua alat dan hasil karyanya didapur Luna hingga kembali bersih.Senyum senang pun dituangkan olehnya,saatnya menyiapkan dan menata semua perlengkapan tempat untuk masakannya.Harum dan menggoda banget ngebuat perutnya bunyi seketika sampai kedengeran sama Adrian.
KRUUUCUUUKKK KRUUUKKKZZZ
Segera menoleh heran bunyi apa yang barusan ia dengar."Haaaah,bunyi apaan tuh?"Bingung nyari-nyari.
"Heheheheheh,perutku Ryan.Laper banget!"seraya menyentuh perutnya.
"Haaaaah,,,,sampai berdendang gitu,ckckckckck!"
Heran deh,bisa aja Luna seperti itu,ada banyak hal yang membuat tawa itu kembali membuat rasa bosan hilang begitu saja.Seperti yang diinginkan oleh Luna adalah segera mandi dan bisa makan bareng dimeja makan.
"Ryan,mandi ya.Aku tungguin makan bareng kita ya!!!!"Merayunya menyentuh kedua tangannya.
"Iya,aku mandi.Udah kamu pinjemin kan baju buat aku."Meringis kearahnya.
"Udah dong,tuh dimeja!"Tunjukknya.
Mendongak dan pastinya cocok juga kalau aku yang make"Makasih ya!"Jalan mengambil bajunya,tapi tangannya pun jail menyentuhdan mengelitik perutnya.
"Haaaahhh,,,Ryaaannn.Geli tahu."Kesel lagi dibuatnya.
Menoleh sambil meringis geli"Yaaa seru kan,tunggu aku inget."Berbalik serta bergaya sok cool membuat senyum-senyum nakal Luna terkembang.
"Iyaaaah!"Memberikan ciuman manja.
"Ahhhh,aku terlena!"Jawabnya seakan tertembak oleh ciumannya hingga pergi untuk membersihkan dirinya.
Malu juga ngeliat perhatian Adrian kepadaku,kenapa juga aku harus bersikap aneh sama dia.Juga dia ga tertarik sama aku,huuuh.Memang punya sahabat satu aja kayak gitu udah repot,apalagi sepuluh lagi mau bikin apa coba?
Segarnya pagi ini,dua kali mandi seakan makin menunjukkan keseksianku kalau kayak gini.Tampil mempesona dihadapan Luna memang adalah kepastian yang akan menyentuh hatinya,tapi dia masih mencintai suaminya yang tega menyelingkuhinnya dengan wanita yang ternyata kekasihku.Kenapa bisa seperti ini,sama sekali aku ga bisa bayangkan kalau seperti itu.
Dimeja makan,Luna cukup lama menanti datangnya pangeran Adrian turun tahta kebawah,lama sekali seeh sampai harus menunggu dan memainkan beberapa intonasi jari-jarinya.Wajah berseri-seri telah membuat dirinya seperti dalam bayangan cinta mendalam untuk bisa dia jalankan dengan baik.
"Mana la-giii,,,Ryan.Ga ada bentukannya sama sekali!"Mendongak melihat sosoknya sama sekali tidak nampak beberapa waktu.
"Apa ketiduran dia ya?"Beranjak berdiri saat menoleh malahan ada yang datang.
Sebuah kejutan menyentuh hati Luna,waooow pria macam apa seeh dia.Selalu saja pake apa aja tampilannya cool dan aku ga bisa buat hatiku berdetak kagum bahkan sekarang aku ga percaya kalau Ryan datang dengan pesona menggoda dan harum tak ternilai harganya.
"Ryaaan,ganteng banget!"Pujinya dalam hati.
Ya benar saja sampai ia senyum-senyum melihat pesona lelaki seperti dia berada dalam setiap langkah mendekatinya.Ya aku ga salah memberikan style kece buat dia dan aku sangat ingin memeluknya.Huuuuh pengen banget dipeluk sama kamuuuu.Aku kangen dipeluk.
Mengangkat kedua alisnya,nampak melihat reaksi Luna mematung dan menatap dengan sebuah teka-teki yang berubah begitu saja.
"Kamu kenapa?"Heran menatapnya.
"Heemmm,kenapa?"Kembali malahan bertanya.
"Kamuuuu kenapa?"Sambil menyentuh kedua bahunya.
Senyum kembali terkembang,lalu menjawabnya.
"Engga,,ga pa-pa kok.Cuman aku kagum sama kamu aja,ayo makan aku udah laper!"Ajaknya menarik tangannya.
Nyengir juga,harusny yang makan kan dia kok malahan ngajak aku.Tadi kan aku udah sarapan dibikinin sama Vani.Tapi sudahlah,aku temani saja dia ntar ngambek ga jadi makan kurus trus dia sakit gimana dong.Aku juga yang ngerawat.
"Ya udah ayo kita makan,mau disuapin ga?"Tiba-tiba mengumbar perhatian lebih sampai Luna pun ga bisa menolaknya.
Mengangguk berkali-kali,harapan itu ada buatnya seneng banget deh dapat perhatiannya sampai-sampai aku merangkul bahunya dan bersandar pula."Heemm,kita mau makan.Ga pacaran lho!"
"Hehehehe,iya-iya.Aku tahu!"Jawabnya segera duduk dan menunggu Ryan menyiapkan makanannya.Tapi ga konek juga untuk dia,lantas duduk dan menatapnya,malahan Luna menunggunya.
"Ngapain kok senyum-senyum aja?"Tanya Ryan bingung.
"Heheheh,suapin!"
"Haaaah,beneran minta suapin?"Kaget bukan maen,ternyata bisa juga dia seriusin perkara ini.
Mengangguk kembali,
"Astaga,kirain becanda doang dianggep serius.Beneran minta disuapin?"Tanya Adrian lagi.
"Iya beneran!"Jawabnya yakin.
"Mau sama apa?"Menawarkan kearah Luna.
__ADS_1
"Apa aja,semua juga boleh kok.Aku suka kalau kamu yang suapin heheheheh!"Jawabnya tertawa geli.
Sarapan pagi buat Luna merupakan yang terindah saat ini,aku ga bisa bayangin kalau didepanku harusnya mas Reyhan,malaham Ryan.Kenapa kalau saat terbaikku malahan sama dia ga sama suamiku sendiri.Heran mau gimana lagi aku harus bersikap sama kamu mas,aku ga nyangka bisa ada orang sebaik kamu Ryan.Perhatian pun seakan ga pernah hilang dari seorang sahabat untuknya.