Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 44.Pertemuan antara Jodi Dan Luna


__ADS_3

Setelah keduanya saling memahami tentang karakter masing-masing,tentunya cover buku juga membuat Jodi mantap untuk memilih sebuah novel horor dengan judul LEWAT TENGAH MALAM-GANJIL dimana adegan dan intrument music yabg dirasakan oleh pembaca akan menjadi seru akan membuat semakin terhanyut dalam cerita ini.Sedangkan Luna masih tetap dengan drama kesukaannya diantara banyak hal yang membuatnya senang adalah mendapatkan teman baru.Tapi tidak seperti Yosha,sepertinya dia bisa membawa karakternya bersamaku saat berduaan.


"Gimana kamu suka kan covernya?"Tanya Luna tersenyum menunggu reaksi Jodi.


Sesaat ia memandangi cover majalah LEWAT TENGAH MALAM-GANJIL.Lalu ada rasa ingin membacanya pun harus dengan senyum sinis menatap Luna.


"Kamu kenapa,ada yang aneh ya?"Mulai khawatir saat pilihannya jatuh ditangan Jodi adalah cerita horor.


"Haaaah,kenapa memangnya?"Merubah raut wajahnya kembali polos dan seakan tak mengerti dengan pertanyaan Luna.


"Engga tadi aku lihat kamu kok aneh banget setelah cover novel horor itu kayaknya udah merasukimu deh!"


Menghela nafas panjang,dia menjawab penuh kelegaan."Ya enggalah,mana mungkin heheheh!"Jawabnya sambil tersenyum.


"Mau bayar sekarang,atau masih nyari buku lagi yang lebih seru mungkin?"Tawar Luna membuat Jodi bingung mau buru-buru pulang atau membaca dulu ya.


"Memangnya kita langsung berpisah,aku kan belum kenal nama kamu?"Memainkan kedua alisnya serta wajah ceria kembali ia tayangkan.


"Ooooh iya,lupaaaa.Mentang-mentang udah dapat buku udah pada pisah gitu?"Tawanya lepas.


"Oke,namaku Jodi.Singkat aja ya kalau panjang-panjang kayak mau apa gitu?"Sambil mengangkat kedua bahunya.


"Ooooh ya.Namaku Luna,itu aja kan kamu bilang Jangan panjang-panjang kalau kenalan sebuah nama!"


"Ooooh,Luna.Nama yang bagus!"Ujarnya sambil membisikkan ketelinga Luna.


"Makasih,mau bayar sekarang?"


"Boleh,mana.Biar aku paketin jadi satu.Biar ga panjang-panjang antriannya.Kamu tunggu sana aja ya.Sambil liat-liat yang bening-bening selain aku!"Candanya ngakak.


"Apaan seeh,beneran kamu mau bayarin.Ntar ga cukup lagi uangnya."Sindir Luna bete.


"Ya kalau ga cukup,tinggal bukumu aja aku tinggal.Bayar punya ku doang,hahahah!"jawabnya ngelawak.


"Indah banget.Awas ya kalau ga cukupaku cek cuma buku kamu yang kebawa.Aku marah sama kamu!"


"Iya-iya.Tunggu sana dong!"Dorongnya sambil sok gaya.


"Idiiiih,,,sok banget deh.Heheheheh."Berlalu meninggalkan Jodi yang siap mengantri dikasir.


Luna pun berharap apa yang dibicarakan oleh Jodi adalah cuman candaan aja.Ya masak aku harus melepaskan buku kesayanganku lagi,dan buat dia senang bisa bawa bukunya sendiri.Sampai dipojokan,Luna juga masih ngeliat-liat juga beberapa buku yang dipajang secara acak ditumpukan kotak yang mana diobral dengan harga miring.Ga ada yang sesuai kalau aku lihat-lihat disini,palingan udah lama itu.


"Udah aku bayar!"Bisiknya lagi bikin kaget juga Luna yang serius ngeliat beberapa cover majalah yang lucu-lucu.


"Astagaaaa.Ngagetin banget,suka ya ngageti orang!"Sambil terkejut menutup kedua telinganya.


"Ya kalau lagi serius lebih suka kan kalau dikagetin.Biar ada nuansa lebih ceria!"


"Ceria dari mana Jodi,bete iya coba lihat kamu beliin juga ga buku punyaku?"Pintanya pengen liat aja biar ga bolak-balik masuk lagi.


Sambil nunjukin kantong karton dan jelas dia membelikan untuknya,untung aja cuman candaan doang.Ga mungkin dong bisa aku marah sama dia,yang mana akhirnya senyumanku lebar saat melihat apa yang aku inginkan sudah menjadi milikku.


"Waah beneran kamu beliin,makasih ya.Atau aku bayar?"Kata Luna sambil meraoh dompet didalam tasnya.


"Ga usah,ini namanya pertemanan pertama kali.Jadi harus mau nerima oke!"Jodi pun menolak membayar harga bukunya.


"Ayolah,kita kan baru kenal.Ga enak lho aku!"Kata Luna ga enak.


"Ga usaah,aku marah lho.Ini.buatku aja deh!"Lagi menariknya.


"Yaaaah,ga jadi dong baca buku itu!"Kebingungan mencari-carinya karena diumpetin dibelakang pinggulnya.


"Ya deh,tapi kita mampir kecafe ya.Aku udah laper.Aku traktir atas kebaikan kamu."


Mikir cukup lama,masak gitu aja balasannya gede banget pake acara ditraktir lagi sama dia.


"Udaaah ayo ikut.Dari pada buku kamu aku sita gimana?"Tawarnya merebut tas kantong tersebut,berhasil ditangannya.Bisa lengah juga Jodi hehehhe.


"Lho kok gitu seeh,kan!"


Tanpa pikir panjang Luna menarik tangan Jodi dan membawanya kecafe sebelah,disitulah drama dimulai.Antara saling memesan dengan gaya mereka masing-masing.Tentunya stategi yang difikirkan oleh Jodi sungguh membuat hati Luna gregetan.


"Mas pesan!"Panggil Luna saat berada satu meja dengan Jodi diruang menurutnya sangat ikonik untuk berada berdua saja.


"Keren juga kamu pesen tempatnya!"Puji Jodi sambil mengawasi beberapa sudut ruangan.


"Iya dong.Selapar-laparnya aku masih bisa berfikir untuk mencari tempat seunik gini.Kamu suka kan Jod?"


Sambil menompangkan tangan belum menjawab pertanyaan dari Jodi,datang seorang waiter menghampiri keduanya.


"Selamat siang kak,mau pesan apa?"Sang waiter siap dengan taking ordernya.


"Aku cofee latte sama juice watermelon dan nasi goreng special deh.Kalau kamu jod?"Mengarah pandangan itu padanya.


"Waduuuh,,,kelaparan sepertinya!"Ujarnya ketawa geli.


"Mau gimana Jodi,berdebat sama kamu butuh tenaga lho!"Jawabnya santai.


"Kalau masnya,pesan apa?"Kembali untuk menulis pesanan.


"Samain aja,cuman tambahin mineral water satu trus coffee latte diganti cappucino ya mas!"

__ADS_1


"Ada tambahan lagi?"Menatap keduanya dengan senyum ramah.


"Ga ada deh,kalau kamu?"Menoleh kearah Luna.


"Udah itu aja mas!"Jawabnya memberi senyuman untuk sang waiter.


"Oke ditunggu pesananya ya,terima kasih!"Memberinya senyuman serta berlalu dari hadapan keduanya.


"Jodi,kamu baru ya dateng kesini.Maksudnya toko buku itu?"Sambil nunjuk kearah toko buku disebrang jalan.


"Sebenarnya aku juga gabut,tadi mau kemana ga tahunya nyasar kesini.Ya gimana lagi,masuk dan ga tahu harus gimana-gimana.Goalnya gila apa engga! ehhh ketemu sama seseorang."


Membulatkan matanya dan mengangkat kedua alisnya lalu berkata."Aku maksudnya?"Sembari nunjuk kearahnya.


Mengangguk pasti,itu benar dia yang telah memberinya celah bahwa akan susah bila todak menemukan wanita seperti dia saat itu juga.


"Tanpamu aku apa disana?"Sambil mendesah ringan membuat Luna ketawa geli.


"Hahahahahaha,bisa gitu ya.Aku kan jadi gimana ya.aku ucapkan terima kasih!"Sambil bergaya ucapan terima kasihnya.


"Memang tanpa kamu,ini akan aku baca atau aku pajang sebagi hadiah yang sangat memukau!"Menunjukkan bukunya,lalu melihat dan pastinya serem juga kalau dibaca sendiri.


"Emang brani baca sendirian tuh buku?"Tantang Luna menyakini hal tersebut.


Balik tersungging,tantangan itu kadang membuatnya berkata"Harus ada temennya.Bener itu,dari covernya aja udah serem.Jadi butuh teman juga aku,hahahahaha!"


"Sudah kuduga kan.Cemen banget kamu Jodi,kalau aku berani aja baca ini sampai habis!"


Menunjukkan novel kebanggaannya,ada tawa yang mengundang lagi ikutan bersama.


"Heiiiii,heiiii,itu beda lho!"Sambil ketawa geli.


"Mana bisa kayak gitu.Ga adil,mending kita tukeran dan tahu dimana rasa takut dan rasa terhanyutnya kita dalam satu bab atau satu hal saat membaca dengan rasa ingin tahu."


"Dasar emang takut kali ya bacanya,hahahahaha!"Sembari menggelengkan kepala.


Kenapa bisa ya ketemu sama seseorang dimana hatinya tengah menjadi dilema.Dimana seorang lelaki tengah bersikap baik-baik untuk bisa memberikan nyaman hingga tak bisa ditolak lagi oleh Luna sebagai wanita penuh cinta.Sebuah rasa itu menjadi banyak hal untuk dituangkan lagi dalam makan siang bersama Jodi.


"Jodi!kenapa seeh aku bisa ketemu sama kamu,heran sok baik dan sekarang satu meja lagi sama kamu?"Membuat pernyataan yang hanya bisa dia mengerti ketika menanti datangnya makan siang bersamanya.


"Apalagi aku,berharap mendapatkan apa yang bukan pilihan.Malahan mendapatkan pilihan yang tak diragukan lagi.Siapa kalau bukan Lu-na!"


"Oh iya kamu kerja dimana seeh,aku liat penampilanmu ada sedikit aura seorang pemain kopi?"Kembali mengumbar rasa tahunya.


"Cappuccino?adalah kopi yang dihasilkan dengan strong dan foam yang lembut.Mungkin belum datang tapi aku akan menjelaskan apa pekerjaanku.Pastinya kamu bisa jawab dan itu akan menaikkan sebuah pengetahuan untuk kamu dapatkan!"Sambil mengangkat kedua alisnya membuat tebakan.


Menompangkan tangan,seakan menyelidik dengan tepat tapi ada juga yang bikin Jodi mengumbar tawa geli padanya."Aku tahu deh dari kalimat yang kamu utarakan itu jelas kamu tuh seorang,,,,,,,,,Designer kan!"Jawabnya ngakak guling-guling.


Yang membuat pertanyaan gitu,langsung shock bukan main.Hatinya hancur dan ga bisa dikatakan lagi kalau cappuccino adalah identik dengan jiwanya seorang barista,kenapa dia membelokkan.Ga nyambung banget sampe merunduk serta memegang kepalanya dan berkata.


"Hahahhaahahah,maaf.Aku tahu kok kalau kamu barista sama seperti yang dilakukan sama sahabatku.Bahwa hidup ga akan lengkap tanpa cappuccino kok.Dan dia menyadari tanpa seruput kopi dipagi hari akan menganggu fikirannya,benar kan?"Kembali mentasbihkan kalimat yang menurutnya formal.


Lega juga apa yang diutarakan oleh Luna.Tapi siapa yang punya filosofi seperti itu.Kayaknya pernah tahu tapi bener ga ya orang itu cuman dia.


"Kayaknya aku pernah denger deh petuah itu?apa mungkin itu orangnya satu aja atau lebih!"


Lagi membuat teka-teki untuk Jodi,disaat ia menyeruput secangkir cappuccino."Hayo siapa?ga banyak yang tahu.Kalau hanya sekedar membaca karakternya pasti kamu bisa.Kalau engga ya ga masalah lah!"Ujarnya mengindahkan itu semua.


Berfikir serius lalu mencoba mencuri kalimat itu dari sorot mata Luna.Belum juga aku menemukannya.Kayaknya susah apalagi formal banget tidak menjurus satu karakter.


"Formal banget seeh,jadi aku susah lho menebaknya."Mengernyitkan kening untuk serius menjawabnya tapi ga bisa.


"Udah ga usah difikirkan.Ribet,cuman aku aja yang tahu heheheheh!"


"Sebenarnya siapa seeh?"Pertanyaan itu belum selesai datang seorang waiter untuk clear up piring kosong yang ada dihadapan mereka untuk dibersihkan.


"Permisi kak,untuk piring kosongnya bisa saya angkat!"Meminta ijin kepada costomer.


"Iya angkat aja mas,sekalian dia deh.Bikin ribet aja,bikin teka-teki ga jelaaaas!"Protesnya.


"Ntar kalau diangkut,terima ga aku bawa pergi?"Melanjutkan kalimatnya.


Meringis geli"Terima ga ya kalau diangkut.Tapi kasihan!"


"Jawaban teka-teki aja belum kelar mau diangkut aku.Mana bisa coba?"


"Ya udah aku fikirkan lagi!"Sambil mikir jauh kemana-mana sampai bengong dan sikap bengongnya itu bikin ketawa lagi untuk Luna.


"Hahahahah,lucu juga ya kalau mikirnya jauh banget sampai ga terjangkau."seraya menutup mulutnya.


"Memang siapa seeh dia?bikin heran.Tokoh dunia bukan,tokoh nasional apalagi,,,,bukan!"


"Ryan namanya.Udah puas ga bingung lagi dan penasaran?"


"Ooooh,Ryan?Ryan siapa ya.Sahabatmu!"Kembali menegaskan.


"Dia tidak hanya sahabat,tapi sudah menjadi malaikat yang baik untuk menemaniku disaat aku sedih senang dan bahagia.Tapi dia nemenin disaat aku sedih aja.Senang ya sekarang sama kamu heheheh!"


"Bisa juga kalau gitu ya.Trus kamu tinggal sendiri atau sama siapa gitu?sama sahabatmu itu?"


"Engga,aku tinggal sendiri.Dia mengurusi kekasihnya dan adiknya.Dan aku sahabatnya yang bisa membagi waktu hanya disaat yang tepat saja."

__ADS_1


"Heran,bisa juga neeh cowok bersikap multiguna kayak gitu ya.Jadi penasaran deh.Kayak gimana dia itu?punya sahabat seperti kamu,trus dia juga ngurusin kekasihnya juga adiknya.Aneh banget kok bisa ya?"


"Naaah disitulah kelebihannya,bisa membuat banyak orang jadi lebih nyaman.Aku jadi nyaman deh sama dia!"Menompangkan tangan dan berasa geli kalau harus mengingatnya.


"Ini juga aneh,berperan penting diantara kekasih dan adiknya.Ngomong-ngomong adiknya cewek apa cowok ya?"Kembali bertanya.


"Eeeemmm,,,cewek!"


Kagum juga dia sama sahabatnya Luna sampai dia mengacungkan dua jempol untuknya.Sangat memberikan inspirasi untuk satu hal yang berguna untuknya.Apa mungkin aku mengenalnya ya,lama-lama menjurus juga pada satu nama.Tapi beda namanya yang aku tahu itu Adrian tapi kok dia bilang Ryan ya.Sudahlah ga usah diperpanjang.Ntar jadi masalah lagi.


"Apa kita cari tempat lain lagi buat kita jalan-jalan.Ketaman situ aja yuk.Sambil bahas yang seru-seru gitu!"Pinta Jodi mengarah kesebuah taman yang menurutnya lebih berharga untuk setiap makna.


"Boleh juga,lama-lama disini juga enak.Banyar lebih nantinya!"Bisik Luna menampakkan sifat seorang ibu-ibu muda.


"Tahu aja kalau kayak gitu.Cabut yuk!"Sambil mengangkat mineral waternya.


Menoleh dan heran juga mau dibawa pula


"Dibawa juga?"Candanya geli.


"Ini kan masih belum kebuka Lunaaa.Sayang banget kalau dibuka."Belanya yakin.


"Ooooh sama mineral water sayang,sama aku sayang ga?"Ujarnya kembali membawa tawa lepaanya.


Heran orang satu ini bisa aja bikin lawakan yang bikin aku geleng-geleng kepala.Kenapa bisa gitu ya.Santai aja deh kalau kayak gitu bisa ngobrollah mendapatkan hal yang lebih bermanfaat.


Tak lama setelah sedikit banyolan membawa keduanya keluar dari zona kenyang menuju zona paling dianggap romatis karena taman yang akan mereka singgahi adalah tempat terbaik untuk mengundang kalimat lagi dalam obrolan ringan keduanya.


"Kamu tadi bilang sahabatmu lebih memilih waktu tepat untukmu,tapi maaf ya aku jadi pengen tahu.Kamu tinggal sendiri atau ada yang menemani mungkin?"


Pertanyaan itu berakhir disaat keduanya duduk berada dalam keheningan angin sepoi-sepoi dan menjadikan semuanya satu hal yang sama.


"Sendiri,kenapa emangnya.Mau nemenin?"


Kembali garuk-garuk kepala dan malu-malu menjawabnya"Ya engga juga kali.Kan nanya doang mungkin kalau minat kerumahmu kan tetep harua ada ijin dari kamu juga kan!"


"Ya boleh juga,supaya ada yang nemenin gitu.Tapi aku seneng juga kalau ada yang nemenin.Tapi gimana dong kalau kalian berdua pas datang bareng.Apa yang aku lakukan pada kalian berdua ya.Heheheh!"Aneh juga kali ya.


"Ya kita ngobrol bareng itu lebih seru ngobrol dengan dua karakter yang berbeda.Pasti kamu akan menemukan sesuatu yang unik dari kita berdua."


"Kamu yakin mau ngobrol sama sahabatku itu?apa akan berfikir untuk berfikir seribu kali untuk memastikan itu semua."


Setelah pertemuan menjanjikan dua hal berbeda,keduanya pun berpisah untuk kembali dalam aktifutas berbeda.Sama hal dengan Jodi yang terus menatap cover novel horornya diruang tengah.Apa memang asyik ya aku baca atau aku kasihin sama Meta atau Aga mereka kan suka sama cerita horor.Kalau aku mana mungkin sempat baca gini,huuuuh payah.Ga bisa milih akhirnya ga berguna kan?


"Apa coba aku tawarkan sama mereka berdua supaya yaa ada gunanya dan juga mereka bisalah merasakan apa namanya sensasi menikmati cerita horor.Coba besok aku sama siapa kerjanya!"Duduk sambil melihat ponselnya dan mengamati bersama Aga atau Meta.


"Huhhh,Meta lagi.Bisa banyak kata dia nanya dari mana aku dapatkan buku ini.Kalau ga dijelasin dari silsilahnya dulu.Kalau dijelasin makin aneh lagi ngejar lagi rasa penasarannya."Menatap kembali.


"Horor?pilihan yang bingung."Sambil menyeruput kopi yang sudah dia buat setelah merengung lama diruang tengah.


Mencoba menghubungi Meta yang tengah sibuk diruang bar,entah ngapain juga berantem sama Andra."Apa lagi bang,emang banyak oderannya?"


"Tuhhh coba liat.Bisa kan?"


"Ya bisalah.Emang gua anak kemarin sore kagak bisa ngapa-ngapain?"Sok kepedean.


"Bagus,aku kebelakang dulu mau ngerjain tugas dulu."Ujarnya bersiap mengambil beberapa berkas untuk dikerjakan.


Suara ponsel milik Meta berdering ketika tengah ditaruh dikotak kasir,sama sekali ia tak menyadari kalau engga dapat jeweran dari Andra yang terganggu suara ponsel nada dering BTS.


"Heiiii,bunyi tuh hape.Masih sok sibuk aja!"Jewernya kesal liat tingkah anehnya.


"Adooooh bang,,sakit tahuuu.Gimana seeh,jangan dijewerlah.Ntar beda sebelah gimana?"Ga terima juga sama kekesalannya.Melirik tajam kearahnya,tampak wajah ketusnya muncul sambil tangannya meraba mencari-cari keberadaannya.


"Apaaaa?"Bentaknya lantang.


"Bikin bete aja!"Mengangkat ponsel,malahan liat nama yang membingungkan.


"Ngapain lagi nelpon gua segala!"


Lalu mengangkatnya"Haloooo,ngapain bang nelpon-nelpon gua kangen?"


"Elu mau ga novel horor?"


"Horor,abang aja udah horor nawarin novel horor ngeri tahu?"


"Ya kalau elu ga mau,gua kasihin sama Aga!"


"Yaaaah,,mau deh.Mau deh hehehheh!"


"Dasar lu,,ga mau kalah sama temen sebelah!"Kesal pula menjawabnya.


Tengak-tengok bingung.


"Sebelah mana?"


"Ya sebelah sana tuuuuh.Besok deh aku bawain,awas lu tunjukin sama Aga.Ga bakalan gua kasih,tahu kan kalian kalau udah berantem.Aku korbannya."


"Hehehheh,iya bang.Pasti deh makasih ya.Love you bang!"


"You too!"Jawabnya menutup ponsel.

__ADS_1


Girang banget akhirnya dapat sesuatu yang berharga pula dari abang tercintanya.Seakan dapat mawar segepok sampai Andra yang mencoba mendekati heran liat tingkah lakunya.


"Hiiiiiih,orang gila nampak!"Begidik juga liatnya.


__ADS_2