Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Pary 47.Rencana Yosha dan Emma


__ADS_3

Keduanya keluar menampakkan kedua wajah mereka,saling tengak-tengok memastikan keadaan sudah sepi.Kembali saling bertatapan Yosha pun berjalan keluar diikuti oleh Emma untuk memulai ide penculikan versi ringannya.Santai tapi masih dalam pandangan wajar dan waspada saat melangkah diantara keramaian yang perlahan sirna dan bisa dihitung jari.Beberapa orang ada yang masih berjalan santai,saling kejar-kejaran juga saling mengobrol bahkan saling berduaan.


"Kita cuman gini-gini aja ya,beda ma yang lain!"Tiba-tiba Yosha berkata.


Menoleh seketika,mendengar kalimat yang dicurahkan olehnya sama sekali membuat dirinya heran.Ngomong apa tuh?


"Emang beda gimana?ya jelas kita beda gua peremuan elu laki Yosh!sebel deh kalau udah satu frekuensi sama elu.Ada aja yang aneh!"


"Haaaah,apaan?"Kembali sadar omelan khas Emma.


"Lho,ga nyambung tadi?"Tandas Emma geram.


"Engga tuh!"Jawabnya menggelengkan kepala.


"Tadi ngapain bilang kita cuman gini-gini aja,beda ma yang lain tuh kenapaaaaa?"Kembali mengulang kalimatnya.


"Hehehehe,asal aja gua ngomong.Biar ga tegang gitu!Kan elu jiwanya tegang kalau diajak misi ginian!"Lanjut Yosha.


"Ga penting deh,jelasnya kita tuh mau gimana sekarang.Jadi sama ide lu buat nyulik Thalia?"


"Ya engga juga seeh.Cuman nanya aja."Menoleh menampakkan wajah serius.


"Ya kalau nanya doang,ngapaian pake acara nyulik segala seeh.Bilang aja minjem gitu,kan kesannya ga kriminal!"


Dari belakang,suara itu membuat keduanya terkejut bagaikan disambar petir.Ada aja yang denger kalau ngomong aneh-aneh.Telinga siapa seeh tuh.


"Haaaah,,ngapaian lu disini?"Tanya Yosha kaget liat Dennis udah dibelakang keduanya.


"Lhoooo,,,kapan lu dibelakang kita Nis?"


Kesal juga kalau dipanggil ga lengkap.


"Yang lengkap kalau manggilnya!"Sambil melotot matanya mengarah padanya.


"Hehehehehe,jangan marah gitu dong.Inget masih muda ntar darah tinggi lho!"Emma mencoba mendinginkan suasana.


"Ya emang lengkap dong manggilnya masak Nis,dikira si manis tuh kucing tetangga gua.Gimana ga terima coba?"Lanjut Dennis bercerita.


"Oooooh,karena itu.Kamu ga mau namamu dipanggil sepotong doang,hehehhhe!"Canda Emma sambil mukul bahunya.


"Iya,trus ngapain kalian.Mau nyulik siapa?"Kembali menegaskan.


"Hiiiiih,siapa yang mau nyulik.Emang kita tampang penculik?kan kita orang-orang penting.Jadi ga usah deh acara sok gituan?"Bela Yosha yakin.


"Trus ngapain pake acara nyulik segala.Gua laporin lho sama pihak sekolah.Mam-pus lu."


Lama-lama emosi juga Emma mendengar keduanya mulai dipojokin sama Dennis.Langsung aja dia jewer telinganya dan membawanya oergi jauh dari hadapan Yosha.


"Adoooooh.,,saki Ma!"


"Panggil nama lengkap!"Samb jewer telinga Dennis dan membawa pergi.


"Emma sakit tauuu!"Langsung aja dengan susah payah ia bisa melepaskan jeweran tangan Emma yang tajam dan keras.


Sembari mengusuk-ngusuk telinganya yang memerah akibat jeweran khasnya,tak bisa lagi dikatakan kalau mereka adalah sahabat yang ga bisa lepas dari kegilaan masing-masing.


"Elu ga usah sok lapor-lapor deh.Inget elu laporin kita,elu juga han-cur.Juga kenapa seeh elu tiba-tiba dibelakang kita.Sok nguping lagi!"Bete sambil menjauhkan strategi ide yang mulai dilancarkan oleh Yosha.


"Hebat bener ya dia,kalau udah marah apapun ga bisa dielakkan sama Dennis.Emang kalau marahnya perempuan itu seperti elang yang kelaparan hehehhehe!"Tengak-tengok kok sepi ya,coba aaah keruang kelasnya Dennis kan lebih seru.Kali-kali masih tertinggal tuh target.


Emma pun menyenggol Dennis dan mengajaknya jalan kedepan duluan,maunya protes.Tapi.kalah sama amarah seorang perempuan seperti Emma.Kejam dan membunuhnya.


"Kemana tadi tuh,Yosha?"


"Udaaah ga usah diurusin dia.Udah gede,masak mau ketoilet aja dijagain.Kita tungguin didepan aja.Lu parkir dimana?"Gandeng Emma lanjut.


"Ya kayak biasanya,dideket sana Ma!"


"EM-MA,panggil nama lengkap ya."


"Oooh iya,Emma."Jawabny pasti.


"Trus ga nyasar tuh anak?"Masih menampakkan rasa khawatir.


"Ya ampun,ngapain juga diperhatiin.Juga tahu arah jalan pulang juga."Dalam hatinya pun bergumam.


"Semoga bisa dia ketemu sama targetnya.Supaya kelar urusannya.Padahal sepele,cuman Yosha aja kurang kerjaan,heeeh bete jadinya gandeng Dennis.Udah gitu pinter banget kalau ngomong.Bikin emosi aja dia!"Sambil menghela nafas panjang.


Target mulai dibidik oleh Yosha,tepat diluar ruangan kelas dia perlahan menemukan sosok perempuan yang masih berada dikelas dan tengah bersiap untuk keluar ruangan.Senyum sinis Yosha dipastikan akan senang setelah mendapatkan targetnya.


Saat ia keluar memang tepat,ramah dan bersahaja saat melintas sosok target keluar penuh senyuman.


"Haiiiii,,,cantik.Pa kabar!"Sapa hangat sang pemain cinta.


"Lhooo,kamu lagi.Kemana tuh Dennis?kok ga kelihatan!"Tengak-tengok mencarinya.


"Udah ga usah dicari.Kita ngobrol yuk,gua tertarik sama elu!"


Bersedekap dan bersandar santai melihat gimana senyum dan godaan hangat seorang Yosha.


"Tumben ngajak ngobrol,ada apa?kita juga jarang ketemu kan?"


"Ya iyalah jarang ketemu kita kan punya perbedaan aku seorang Konten creator dan elu!"


"Pemain cinta,hahahahaha!"Jawabnya ngakak.


"Dasar lu,nyindir.Emangnya kenapa seeh tumben banget ngajak gua ngobrol.Sekarang apa nanti?"


"Eeeehhhmm,nanti deh gimana?"Sorean atau malam gitu!"Menawarkan waktu yang sesuai.


"Sibuk gua Yosh,belum main biola.Lagi juga belum main cowok,gimana dong?"Jawabnya makin menggoda.

__ADS_1


"Trus gimana dong,gua pengen ngonbrol sama elu.Kayaknya seru deh!"


"Ya serulah kalau kita ngobrol kan sefrekuensi,tapi tenang ya.Gua atur deh besok gimana?masih minat ga!"Kembali membuat rencana.


"Boleh juga,kapan seeh elu main biola.Gua pengen lihat gimana seksinya seorang Thalia memainkan biola dengan pesona luar biasa.Gimana ya?"Mikir dengan bayangan tak menentu.


Sambil nunjuk kearah muka Yosha.


"Awas lu,pikirannya kotor sama gua.Gua tonjok lu habis jadi mendiang Yosha!"


"Weeeeeh,,,sadis banget."Ngeri deh liatnya.


"Makanya jangan macam-macam,ingat perempuan macam gini jangan disia-siakan."


"Oke kalau begitu.Besok aku jemput ya."Semangat untuk menjemputnya.


"Pake motor itu kan,jangan pake mobil oke.Biar bisa aku memelukmu heheheh!"Tawanya makin ngelawak.


"Bisa aja lu.Ayo bareng gua jalan,sebelum gua diusir sama pihak sekolah."Sambil jalan ninggalin Thalia.


Tengak-tengok tertawa geli ngikuti gaya Yosha sok maskulin.Tapi memang bener kalau liat dari belakang ada sesuatu yang menggoda,sampai ada rasa menatap serta menompangkan tangan dan mengigit bibirnya.


"Tungguin dong,bikin gemes aja deh!"Ketawa lepas berlari kecil mengejarnya.


Berbalik mengulurkan tangan,sentuhan tangan pun direngkuh oleh Thalia dengan senyuman.Kayak nonton drama korea aja,baru kenal udah kayak gini.Tawa keduanya memang ga ada habisnya kalau udah liat kekonyolan Yosha,ada manfaatnya juga kalau deket sama dia.Jadi ga ada beban.


"Jadi besok ya kita janjian,awas lu ingkar.Gua cari ampe setiap komplek,lu kagak ada.Gua pindahin rumah lu kerumah gua!"Ancamnya bikin ketawa ngakak.


"Iyaaa Yosh gua ga bakalan ingkar janji sama elu.Juga pengen banget naik motor keramat lu!"Meringis sambil mengacungkan kedua jarinya.


"Kita jadi barengan keparkiran?"Sambil menoleh kearah Thalia.


"Jadilah,masak gua sendirian hehheheh!" Jawabnya enteng jalan bareng Yosha.


Diparkiran pun Emma sok-sok an gaya nungguin Dennis dan memastikan untuk masuk kedalam mobil dengan wajah yang masih belum jelas pastinya kayak apa.Emang aneh bangetbanak satu ini.Udah ngedandeng,nyuruh pulang duluan lagi,emak bukan.Kalau nolak juga bahaya kalau kayak gini.


"Hati-hati dijalan ya.Inget jangan kemana-mana stay at home."Sambil melambaikan tangan.


"Hiiiiih,emang elu emak gua."Sontak kesel.


"Ya engga juga,kan elu sahabat gua Ni-sssss!"Langsung tutup mulut setelah sadar apa yang dia katakan sangat tidak disukai olehnya.


"Iyaaaa Maaaaaa,byeeee!"Tancap gas dan meringis kearahnya hingga buat dirinya ikutan kesal mendengar panggilan khusus yang diberikan oleh Dennis dengan tawa lepasnya minggat ninggalin dirinya.


"Woooooiiiii,gua bukan mama lu ya hiiiii!"Sambil mengepal kedua tangannya ia sangat kesal mendengar serangan macam itu.


Bahagianya Dennis sampai kabur dan lepas dari bullyan khas Emma,lagian juga kalau ketemu sama dia ga ada bener-benernya sampai hati dia bisa menjadi sahabat baik adalah ketika fikiran dan hati sama-sama adem dan ga terlalu banyak yang dijelaskan secara harfiah,sampai Yosha dan Thalia sampai kaget mendengar teriakan Emma yang menggelegar sampai arah sekitar 1 km.


"Luuuu ngapain seeh,pake teriak-teriak segala.Udah mirip Toa perpust tahu!"Hajar Yosha kesal.


Keduanya datang menghampiri dan tengak-tengok ngeliat kemana mobil yang biasa parkir didepan sini."Mana yang punya mobil disini?"


Memedam kekesalannya.


"Emang kenapa seeh,elu kalau ketemu ma Dennis maunya berantem aja."Sambil memastikan keadaan Emma.


"Iya,trus kabur gitu dia?"tanya Thalia sambil bersedekap mengarah padanya.


"Iya,trus mau gimana gua dibilang mama ma di-a.Ngapain pake acara panggil gua seperti itu!"


Menahan tawanya,sembari geleng-geleng kepala.Ada aja yang tengah difikirannya Emma.Marah dan ga cocok sama dia.


"Elu Ma,gimana seeh!"Lanjut Thalia.


"Em-ma.Itu panggilan gua,yang lengkap!"Ujarnya kesal lagi.


"Maaf,lupa.Em-ma tapi kemana tuh Dennis kok kabur duluan ya!"Mengarah curiga ke Emma.


"Ya mana gua tahu,kebelet kali di-a!"Jawabnya gelagapan.


Menghela nafas,lalu cabut deh dia dari kedua belah pihak tanpa harus pamit lagi.Sampai keduanya bengong ngeliatnya.


"Lu mau kemana Tha?"Lirik Emma heran.


"Pulang gua,capek.Ntar mau ada urusan ma seseorang lho gue.Penasaran kan????"Sambil menggoda keduanya lalu masuk kedalam mobilnya.


"Wooooi,siapa?"Yosha pun penasaran pula.


Membuka kaca mobil,menjawabnya.


"Rahasia weeek!"Sambil menjulurkan lidahnya.


"Waaah kebangetan tuh.Diajak ketemuan ntar malahana kabur kemana lagi?"Heran liat manusia satu tuh.


"Ya kali,kalau ketemu pacarnya Yosh.Kayak ga tahu Thalia aja deh.Dia kan koleksinya banyak hehehehe."


"Gua masuk kagak ya,kriteria dia!"Berharap sambil menengok terus kearahnya pergi menuggunakan mobilnya.


"Mana gua tahu,kan dia sendiri yang mentuin sama siapa perginya kan!"Sambil melirik lagi kearah Yosha.


Sadar juga sama tiro bocil yang menurut mereka penting untuk dicari,emang pada kemana ya.


"Trus kemana tuh Cinta,Tia sama Anna.Minggat kemana mereka?"Bingung nyari entah dimana.


"Iya ya,kan harusnya Dennis yang nganter pulang.Kalau ga gitu dijemput sama Kakaknya itu."


Sambil mengangguk jawaban itu kembali tertuang lagi."Lha iya,coba gua hubungin tuh mereka dimana sekarang."Mengambil ponselnya dan menghubungi salah satunya.Jelas yang tersambung pasti Tia.


"Siapa lu telpon?"Penasaran,soalnya ga ada lagi selain Tia.Kan dia ada rasa sama bocil satu itu.


Meringis kearahnya

__ADS_1


"Ti-a.Heheheh!"


"Aaah,payah lu.Kan elu serobot semua bisa!"Sergap Emma sok-sok an.


"Enak aja lu,biaya makan mereka gimana,berat!"Jawabnya kembali serius menghubungi Tia.


Diperjalanan pulang,Tia merasakan ada nada panggilannya tengah berbunyi nyaring.Seketika ia melihat sambil garuk-garuk kepala melihat sosok nama yang membingungkan.


"Tumben seeh nelpon gua,neeh orang!"Ujar Tia heran.


"Siapa Tia?"Anna pun bingung lihat ekpresinya Sahabat satu neeh.


"Kak Yosha!tumben dia telpon aku."Jawabnya yakin.


"Ya emang kangen kali dia,hahhahaha!"


"Ngasal deh kalau ngomong!"Jawabnya ga terima.


"Angkat aja deh.Kali-kali ada yang penting!"Nada halus seorang Cinta tambah bikin kesel Tia.


"Iya-ya gua angkat!"Jawabnya sebal lagi.


Santai dan nikmat keduanya ternyat udah hilang dari peredaran.Berada disebuah kedai kopi,buat melepas lelah yang sangat setelah mendapatkan ujian hidup yang tak mungkin bisa dijalani secepat itu.


"Hallooo,kak.Tumben nelpon ada apa?"Jawabnya sambil nyedot ice cappuccino.


"Lu dimana sama dua kawanan lu?"Tanya Yosha heran."Kok pada ga nunjukin batang hidungnya!"


"Kak,kita tuh udah pulang setengah jam yang lalu.Ngapain juga harus santai disana,emangnya kita satpam jagain sekolaham 24 jam?"Jawabnya enjoy banget.


"Lhoooo,masak seeh?"Nengok kearah Emma dan nanya jam berapa."Sekarang jam berapa seeh Ma?"Tanya lagi,belum sadar.Tapi korban sudah ngerasa ga enak.


"Ma lagi.Gua ga bakalan anggap lu partner lagi.baru tahu rasa lu!"Lagi sambil nunjuk-nunjuk kemuka Yosha.


"Maaf,hehehhe.Kelepasan!"Jawabnya geli.


"Ya ampun kak.Mangkanya dong,kalau nanya tuh yang lengkap.Sekarang udah jam 2 siang kaleee!"


Jawabnya sensi.


"Ooooo,ya udah gua pulang dulu deh!"


"Haaah,gitu doang.Trus ga ada yang penting untuk dikabarkan?"Tanya Tia kembali ngegas.


"Ga ada.Kalau elu lagi dimana seeh sekarang.Masih sama tuh Cinta ma Anna?"Balik lagi belum lengkap kalau gitu.


"Ada sama gua,aman.Kita dikedai kopi biasanya,filosofi kopi hehehheh!"


"Gayamu.Ya udah pulangnya bareng-bareng ya.Takut ada rawan penculikan lho!"Ujarnya memperingatkan.


"Lu kira kita anak Sd apa?ditakut-takutin gituan?"Lanjut Tia lagi ngegas.


"Ya engga gitu.Tuh Cinta siapa yang jemput?"Kembali mengubah suasana.


Sambil nabok bahu Yosha,Emma garing lama-lama denger Yosha ngoceh ga ada faedahnya.Langsung aja pamitan.PLOOOOOKKKKK


"Wooooiii,gua pulang ya.Males dengerin lu ngoceh kayak apaan aja,byeeee!"Langsung aja dia cabut bikin Yosha kebingungan liatnya.


"Lhoooo,minggat lagi dirimu?"Memandang dengan wajah tak menyangka bisa meninggalkan dirinya sendirian.


Menoleh lalu menjawab lagi"Biarin,capek gua.Mau pulang aja bobok cantik dulu ya,byeee!"Melambaikan tangan sok cantik vs manjalita.


"Yaaah,ikut dong.Kali-kali bisa nemenin dirumah!"Seakan terfokus pada Emma.


"Haloooo,kak.Apa masih ada sinyal?halooooo!"Panggil Tia menyadarkan dirinya.


"Eeeehh,,,masih nyambung ya."Meringis baru sadar.


"Iyaaa,lanjut apa engga neeh ngobrolnya?"Tawar Tia udah mulai kesel dicuekin.


"Nanti ya,gua masih sama Emma!"Ujarnya membisikkan kalimat.


"Huuuuu,,dasar ga jelas!"Jawabnya kesal,lalu menutup ponselnya.


Terdiam sejenak,"Haloooo!,Haloooo!"Sambil liat layar ponselnya."Kok mati?ya udah deh ntar,saatnya ngejar Emma!"Bergegas mendekati saat ia udah masuk kedalam mobil dan siap tancap gas.


"Maaaa,elu mau kemana!"


Mendengar panggilan itu,ia seakan hancur dirinya dalam sekejab.Menurunkan kaca mobil dan menjawab ketus."APAAAA?MAAAA,,MAAAA,EMANG GUA MAMA LU!"


"Ya ga gitu kali.Seharusnya tuh kamu tungguin gua lalu kita ngobrol lagi.Bukan kayak gini kabur ga jelas,kan bete'!"


"Udah ngomelnya?gua mau pulang capek,mau bobok siang.Daaaa!"Langsung kabur tanpa ada lagi protes sejauh itu,Wuuuuussss pergi deh.


"Astaga belum mau bilang.Aku mau maen kerumah lu.Malahan hilang duluan gima-na seeh!"Bersedekap lalu merunduk lemas dan harus cabut dengan wajah ga jelas.


"Pulang,sendiri lagi.Ga ada yang dibonceng lagi.Kenapa juga ga ada yang mau sama gua ya?"Kembali mikir.


Lalu ingat sama perkataan Thalia tadi.


"Gua pengen naik motor keramat lu."Sambil senyum kearahnya.


"Gilaaa tuh si Thalia.Masak motor gua dibilang keramat,keramat dari mana coba!"Menghampirinya lalu menaiki dan memakai helem dengan safety helmet.Melaju santai menjajali jalanan disiang hari yang panas.


Dalam menikmati jalanan yang harus dingat adalah Thalia,dia pengen banget naik motor gua.Tapi kok ada yang lebih menggoda ya,wanita kemarin itu namanya Luna,dewasa cantik dan membuatku kangen ternyata.Gimana kalau ntar gua hubungin dia ya,pasti seneng deh jadinya.


"Thalia,Luna,Tia sama Emma.Mana yang mantap ya heheheheh!"


Dasar lu kemaruk banget bray,tapi kalau difikir-fikir gua lebih mengarah sama Mba Luna deh.Lebih dewasa lebih baik dan lebih segalanya.Apa karena dia dewasa banget ya.udah deh yang penting sampai rumah gua akan menghubungi Emma dulu deh kalau dia ga jawab baru alasan kedua.Cinta tak harus memaksa,tapi kalau ada strategi mana bisa nolak,yess.


Dijalanan Emma mikir lagi sama sikap Yosha yang akhir-akhir ini lebih deket sama gua ketimbang nyari siapa gitu?Oh ya Tia! kenapa ga dia aja yang dijadiin kekasih kek.Biar gimana gitu hidupnya kan lebih fresh.Kalau sama aku Yosh,elu tuh kayak air tawar pengen rasa yang lain,nambah rasa itu ga tahunya kurang lagi.Nambah lagi,kan gimana coba jadi ga seru gitu.Maaf ya.

__ADS_1


__ADS_2