
Dengan mengamati sekitar dia mencoba kuat untuk memberikan kejutan kepada kekasihnya Hanastasya.Entah fikiran model apa lagi yang terkait dalam benak Romero saat tahu kalau kekasihnya memang tengah dekat dengan seorang pemilik hotel tersebut.Apa dia tidak memikirkan seberapa jauh hubungan yang sudah dijalani sangat lama telah hilang begitu saja.
Mendekati beberapa centi pintu utama Villa,dia mengetuk pintu dengan pelan.Saat itu keduanya saling berciuman diruang tamu.Seketika keduanya pun terkejut dan senyum Tasya membuat sedikit jengkel Johan atas sebuah gangguan yang tengah merusak romantisme cinta keduanya.
"Sebentar ya.Ada yang datang!"Menghentikan ciumannya.
"Aduuuh,siapa seeh ganggu-ganggu!"Menoleh dengan wajah emosi.Tinggal sedikit lagi aku menguasai cintanya.
"Biar aku buka dulu ya!"Beranjak berdiri sambil menyentuh tangan Johan.
Johan pun menarik tangan Tasya dan menyuruhnya untuk kembali duduk.
"Jangan,biar aku aja.Nanti ada yang cemburu gimana!"Bisiknya memberi senyum kearah wajahnya,lalu kembali mencium pipinya.
"Ya udah,aku tunggu disini deh!"Jawabnya mengalah.
"Nah gitu dong,ngertiin aku!"Pujinya sambil membelai pipinya.
Johan pun segera beranjak berdiri dan menghampiri seseorang diluar.Ada sebuah ketakutan dalam diri Romero ketika harus melihat siapa yang datang membukakan pintu untuk dirinya,apakah pria itu atau kekasihnya atau malahan orang lain.Itu memang sangat membuatku tidak bisa berfikir lebih jernih lagi.
Saat mendekati dengan wajah waspada,Johan membuka pintu dan mendapati bukan seperti orang delivery,dari penampilannya berbeda.
"Permisi pak maaf saya mengantarkan paket untuk anda."Sambil matanya mulai bergerak mencari sesuatu.
"Terima kasih,sebentar tipsnya!"Sambil mengeluarkan uang dari dompetnya.
Sambil melihat paketan yang benar seperti yang ia pesan adalah gaun tidur untuk kekasih barunya.
"Kamu tidak membacanya kan?"Tanya Johan penasaran.Lalu memberikan uang tips kepadanya.
"Baca apa ya?"Seakan tak tahu apa-apa.
"Ooooh,sudahlah lupakan.Makasih ya,buat kamu!"Sambil membawanya dan perlahan menutup pintu.
Dari dalam sebuah panggilan sayang terdengar sangat jelas bahwa itu adalah suara yang Romero kenal selama ini."Maasss,udah belum!"
Matanya terbelalak saat mendengar panggilan itu.Apa benar Tasya ada didalam ya?
Menoleh dan menjawabnya."Sebentar Tasya sayang.Mas masih didepan."Jawabnya santai perlahan memberi senyum kepada Romero.
"Siapa pak?kekasihnya bapak ya!"Canda Romero dengan mencoba tenang.
"Iya baru dapat cantik lagi,mau banget kalau buat istri.Makasih banyak,ini gaun tidur buat Tasya.Pasti dia seksi banget!"Ujarnya bahagia.
Wajahnya memerah dan emosi tingkat tinggi seakan kalau tega gua bisa hancurin pintu ini dan aku hajar pria ini karena telah berani menyentuh kekasihku.Tapi sudahlah,gua masih punya etika buat dia.
"Ya udah salam buat kekasih bapak dari Romero ya.Terima kasih banyak pak!"Berlalu dan pergi dengan wajah penuh murka dan amarah yang ga bisa disembunyikan lagi olehnya.
Segera senyum itu perlahan pergi dan Johan masuk kembali dan menghampiri kekasihnya yang tengah lama menunggunya.
"Kok lama seeh mas?"
"Iya tadi ngobrol bentar sama delivery ya.Neeh buat kamu!"Sambil memberikan hadiah special buatnya.
"Apaan ini mas?"Tanya Tasya bingung-bingung gimana gitu dan senyumnya berubah aneh saat membacanya.
"Hadiah buat malam nanti kita berdua aja.Tadi dapat salam lho dari deliverynya,tapi aneh lho orang rapi keren ga kayak biasanya!"Jawab Johan bingung,lalu duduk disampingnya.
"Siapa memangnya?"Sambil menatap Johan,lalu dia menjawab dengan santai.
"Romero namanya,keren ya."Menoleh seraya terpesona oleh namanya.
Matanya terbelalak dan ga percaya dengan apa yang diutarakan oleh kekasihnya,"Beneran itu Ro-me-ro?"
"Iya dia,Romero.Kamu kenal?"Menatap curiga.
"Temenku itu.Ya temen deket!"Jawabnya mencoba untuk tenang.
"Tapi ga sedeket seperti kita kan?"kembali memastikan.
"Enggalah!"Jawabnya mencoba senang,padahal hancur hatinya.Seakan momet romantisnya pun berubah menjadi petaka dalam hidupnya saat ini.
__ADS_1
"Sebentar ya,aku lihat dulu dia.Beneran itu temenku apa bukan!"Kata Tasya dengan menyentuh tangan Johan,dan berharap dia memberikan waktu untuk melihatnya.
"Yaaa,silahkan.Entar keburu jauh lagi!"Jawabnya ramah dan ga berfikiran macam-macam.
Bergegas Tasya berajalan agak terburu-buru untuk segera melihat apa benar Romero yang dimaksudkan adalah kekasihnya,kalau benar itu dia bisa sedih dan hubunganku sama dia berakhir seketika.Saat mendekati jendela besar,Ia benar-benar hancur.Ternyata dia adalah kekasihnya sendiri,pasti dia mencoba tegar untuk tidak berbuat apapun itu padaku.Seakan memukul kaca jendela yang tebal dan ada sedih yang membuatnya ingin menitikan air mata.
Tetapi itu sulit,apalagi saat Romero mencoba membalikkan badan.Dia melihat sosok ya dia cintai tengah berada didepannya,dia malahan tersenyum dan melambaikan tangan serta memberikan ciuman jarak jauhnya.Tertunduk tanpa kata dan tak bisa melihat lagi apa yang dimaksud oleh pengkhianatan selama ini.
Dari belakang Johan pun menyentuh dan memeluknya dari belakang dan tahu sebenarnya siapa lelaki yang datang mengantarkan paketnya tersebut.Sembari mencium rambutnya dia semakin erat mendekapnya membuat hati Tasya semakin bergejolak antara Romero atau Johan.
"Jangan pernah panggil dia lagi,atau berikan harapan kepadanya ya.Aku tahu sekarang dia akan melepaskanmu dengan berat dan aku akan menjadi pelindungmu seutuhnya."Sentuhan kalimat itu membuat hati Tasya semakin pecah dan remuk berkali-kali setelah keinginan Johan hanya pada Tasya.
"Tapi aku menyesal mas,kenapa kamu hadir dalam hidupku dan membuat semuanya sirna."Sembari tetesan air matanya menjadi gelap oleh ruang waktu dalam setiap belaian sang kekasih.
Membalikkan tubuhnya dan mendekap pipinya,dirinya berkata untuk bisa membuatnya tenang dan menjadi lebih mengerti akan sebuah keadaan baik dalam hatinya saat ini.
"Aku tahu sebenarnya kamu berat.Tapi akan lebih berat lagi kalau kamu meminta maaf kepadanya.Apa mungkin dia bisa memaafkan segampang itu.Lebih baik kamu bersamaku ya.Aku akan menjagamu sebaik mungkin,okey!"Johan mencoba membuat suasana kembali hangat dan tentunya akan semakin indah bila berkata.
Huuuuh,inilah akhirnya gua harus berada dalam perhatian Andrea sahabat terbaikku yang tak segan-segan membuat hidupku kembali bangkit dan saat itulah gua tahu siapa orang yang berhak bahagia atas pilihannya.Mungkin gua cukup menjaganya sampai waktu tersebut dan kini gua harus bisa menjalani hidup gua sendirian.
Saat sampai dirumah dia pun segera menutup pagar rumahnya dan bergegas masuk kedalam,tetapi sebuah kejutan yang ga mungkin lagi dirasakan olehnya datang.Yaitu sebuah undangan makan malam untuknya dari seseorang yang sempat dia kenal waktu itu.
Sebuah kertas terselip dislot pintu,segera dia membukanya dan membacanya.
"Siapa malam-malam gini datang kesini?"Mengambil dan membolak-balikkan kertas dengan aksen indah terbungkus plastik.
Kembali dia tengak-tengok mencari siapa yang mengirimkan ini,tapi memang suasana malam sudah membuatnya semakin lelah untuk mengawasi sekitar,segeralah ia masuk dan kembali menutup pintunya.
"Aneh,siapa ya!"Terhenti lalu berniat untuk membukanya.
Haaaah,Berani sekali dia mengundangku makan malam.Mendongak dengan wajah tak habis fikir melihat ini semua.Sebuah kejutan dari mantan kekasihnya telah membuatnya gila dan tak mungkin lagi untuk melihatnya lagi malahan dia berani mengundangnya untuk bertemu.
"Malam Romero,maaf bukannya aku melupakanmu selama ini.Tetapi waktu itu adalah waktu terberat kita untuk menyakini bahwa semua itu adalah kesalahanku.Aku ingin mengatakan sesuatu yang mungkin bisa membuatmu senang dan kita mungkin bisa berteman lagi.
Maaf ya aku sudah membuatmu terluka,saatnya aku ingin menjelaskan selama ini untuk sebuah masa depan kita masing-masing nantinya.Aku harap kamu datang ya.Aku tunggu besok malam diHotel dimana awal kita berpisah.Terima kasih!"
Menutup sebuah surat,rasanya aneh bahkan heran dengan sikap yang dimiliki oleh mantannya.Apa dia tengah sendirian atau tidak ada yang mengganggunya.
"Ooooh,Johan namanya kalau ga salah."Berjalan masuk dan menaiki anak tangga membuka pintu dan melepaskan rasa lelahnya saat ini.
Merebahkan tubuhnya dan melempar kartu undangan yang bersifat privat.Kenapa dia memintaku secara privat datang ya.Apa dia sudah bosan mungkin.Apa dia ingat lagi,Kembali bangkit dan lupa belum mandi.Segera ia membersihkan diri dan membuat segelas minuman hangat untuknya saat ini sambil menatap keluar pemandangan didapur.
Tiba-tiba sekilas muncul sosok perempuan yang telah membuatnya penuh kehangatan dalam langkah mengantarnya menuju rumah pribadinya.
"Haaaah,kenapa dia yang muncul seeh!sok imut lagi!"Ujarnya menahan tawa gelinya.
"Tapi asyik juga dia,apa memang dia masih muda dan seakan masih butuh perhatian dari seorang yang lebih senior mungkin!"Tersinggung geli.
Lalu ia mematung tersadar kalau dirinya memang sudah senior bila dihadapkan dalam tingkatan berbeda.
"Oooh iya kenapa gua bego ya.Kan gua senior dihadapannya.Bisa mati kutu gua lama-lama kayak gini!"
Menghabiskan seteguk demi seteguk minuman hangat telah membuatnya kembali fresh dan apa mungkin gua harus istirahat,menoleh kaget ternyata sudah malam juga ya.Tepat pukul 24.00 WIB telah membuatnya harus menyerah gimana dengan keadaan.
"Gimana sama Andrea ya?apa dia masih begadang!"Mikir dua kali membayangkan Wajah Andrea.
Malahan ia udah tenggelam dalam mimpi setelah say goodbye dengan Reyhan setelah saling menggombal bareng-bareng serta membicarakan soal kedekatannya antara Romero dan Gladis.
Lalu bagaimana Gladis,sama halnya dengan Andrea.Ia bagaikan baby kecil yang telah lelap oleh malam pengganti kehangatan bersama selimut tebal dan suara lagu romansa romantis telah menenggelamkannya lebih dalam.
Morning telah menyapa kembali dalam cerahnya mentari pagi menyapa disetiap pejaman mata seakan kembali datang.Romero pun menjadi seorang pria pertama yang telah membuka mata tepat pukul 05.15 dimana dia telah melakukan yoga dan olah raga kebugaran lainnya yaitu kardio.Tubuhnya yang atletis pun terbasahi oleh keringat yang telah membuat jiwanya kembali semangat dan ingin menyambut pagi menjadi lebih baik.
Saat itulah sebuah panggilan pagi diponselnya ketika ia melakukan Shitup beberapa kali untuk meratakan perutnya untuk menjaga agar tetap standart dan mempesona.
Dengan cepat Romero menghidupkan panggilan Video Call untuk menyapa seseorang yang tengah bangun dan masih malas dikamar.
"Haiii,tumben kamu bangun lebih awal.Ada apa Andrea Dinata?"Tanya Romero dengan semangat untuk meratakan tubuhnya.
"Haiii,Romero sang romeo.Pa kabar?kamu masih latihan?"Tanya Andrea masih kusut dan bermalasan diranjang.
"Iyalah,harusnya Reyhan tuh seperti gua.Ga gendut-gendut amat.Suruh dia olah ragalah.Jangan main skatboard doang.Bisa patah tuh pijakanny!"Sembari melanjutkan yang terakhir.
__ADS_1
"Kayak gak tahu aja Reyhan seperti apa Rome,kamu kan tahu.Dan harusnya elu tuh sebagai sahabat gua,juga sahabatnya Reyhan juga mensupport dong.Jangan diambil sendiri aja seksinya!"Sembari bergaya sensual.
"Jangan salahkan gua kalau elu jadi berbadan dua karena godaanmu yang membunuhku!"Candanya lepas dan mengakhiri latihan pagi ini.
"Bisa emangnya?"Pancing Andrea sinis.
"Ya mungkin bisa seeh!"Jawabnya mengambil minuman fresh dibotol serta menengaknya dengan buru-buru hingga ambyar membasahi dadanya.
"Waaaoow seksinya sahabatku ini!"Pujinya dengan geli.
"Aku mau siap-siap,untuk berangkat."Jawab Romero bersiap bangun dari rebahannya setelah kecapean sebentar menjalankan rutinitas hariannya.
Kaget dan beranjak bangun dari ranjang,Ada rasa kagetnya kembali menggelayutinya.
"Kamu mau berangkat sekarang?emangnya mau kemana coba?ini kan hari minggu.Agak telat dikit dong ga pa-pa deh!"Sembari nyengir kearahnya.
"Yaaaah,elu tahu kan kalau minggu adalah waktu yang tepat buat kita menjalankan misi itu!"Jelasnya yakin.
"Ya udahlah.Terserah kamu gua masak dulu terus berangkat kerja,mau dimasakin apa sekarang?"Tawar Andrea beranjak keluar dari kamar serta membuka jendela.
"Aku tutup dulu ya!"Bersiap untuk menutup Video callnya.
"Tadi mau nawarin apa sama gua.Kok ga lanjut?"Sewot juga akhirnya Romero.
"Heheheh,iya.Mau dimasakin apa?nanti gua gabungin sama Reyhan gituuuu!"
"Apa aja deh yang penting sehat buat sarapan dan keseharian gua!"Jawabnya mengumbar senyum.
"Okeeeey,ditunggu ya.Byeeee!"Sambil melambaikan tangan dengan menutup ponselnya.
"Byeeee!"Jawab Romero sambil melambaikan tangan pula.
Seneng banget saat ini gua ga masak,ada yang bawain.Jadi santai aja dulu,menghilangkan keringat supaya ga bahaya buat mandi.Ngapain ya?apa aku menghubungi Gladis biar dia ga cepet-cepet siap-siap untuk berangkat kekedai.Tapi berapa nomornya lupa ga minta.Kebanyakan ngobrol sama dia lupa deh segalanya.
Aaah,mandi ajalah dari pada nanti telat.Menghidupkan shower dan menghantam tubuhnya dengan segar,rasanya segar ketika semuanya telah memenuhi setiap rasa hingga selesai dia pun bersiap dengan pakaian rapi.Saatnya untuk menjemput siapa ya,apa aku membuat kejutan untuk Gladis kasihan juga kalau dia memilih untuk berangkat sendiri.
"Ga pa-palah gua juga butuh penyegaran yang bagus-bagus kayak dia,hahahahah!"Tawanya lepas saat bergegas mengambil tas selempang dan bersiap dengan topi paginya untuk jalan kaki dengan santai.Padahal cukup jauh kalau dikira dari rumah Gladis.
Terhenti didepan garasi motor,sembari menaruh kedua tangannya disaku lalu terhenti untuk menutup pintu.Kalau gua jalan kaki pasti makin capek.Naik motor sajalah,bergegasa santai memakai helem dan siap menggeber pagi ini dengan kecepatan tinggi serta melewati jalanan kota yang masih normal untuk ditapaki dengan jelas.
Melewati setiap perjalanan dengan senyuman dan konsentrasi,tak ayal beberapa menit ia sampai didepan parkiran kedai kopi.Terhenti serta menompangkan kakinya kirinya ditangki motor serta menompangkan tangannya pula dia memandangi kedainya yang masih tutup dan keadaan masih sepi.Padahal udah jam 6 pagi,segera turun dari motor dan keinginannya adalah menjemput Gladis dengan jalan kaki pula.
Pasti lebih seru deh kalau ngobrol sama dia lagi,berarti gua harus kesana dan menyapanya dengan manis.Apa lagi kalau ga nyapa dia itu rasanya ada yang kurang.
"Apa mungkin karena dia,gua semangat kayak gini ya!"Mikir juga sampai ga bisa bayangin kalau melihat Ekpresi dia datang menunggunya.
Sama halnya dengan Gladis yang tengah bangun dengan beratnya,apalagi saat menguap begitu kuat dan bergegas untuk menata dirinya yang masih belum sadar kalau kali ini adalah awal untuknya bekerja dikedai kopi milik SEANTERO KITA COFFEE.
"Ternyata udah pagi,kirain masih malam!"Membuka cahaya mentari saat tengah menghangatkan menyorot membuatnya tersenyum untuk menyambutnya.
"Sekarang aku ngapain yaaa,huaaaah.Masak kali ya atau gimana enaknya!"Bingung juga setelah perlahan menyadari bahwa saat ini adalah waktu berangkat kerja.
Menjelang pukul 06.35 antara sadar atau engga,saat menoleh melihat jam dinding serta menyipitkan kedua matanya seraya terkejut ternyata sudah mendekati untuk berangkat kerja.
"Haaaah,astaga beneran tuh jam setengah tujuh?"Kaget serta mengucek kedua matanya.
Kembali mendekati serta merasakan hawa menggoda untuk bekerja,membuatnya segera bersiap untuk menjalankan tugasnya.
"Aduuuh,mau bikin apa ini sandwich kali ya.Lebih cepat atau apa ya?"Kebingungan susah mikir dan mondar-mandir ga karuan.
Ada bau ga sedap yang ikutan mondar mandir sampai ia sadar belum mandi juga."Haaaaah,aku kan belum mandi.Haduuuuh,,,"Berlari kekamar mandi dan merasakan kecepatan mandi hingga selesai dan keluar dengan lega.
"Legaaaa,neeeh udah mandi!"Santai sambil mengalungkan handuk dilehernya serta mengerongkan rambutnya habis keramas.
"Buat Sandwich aja deh,dari pada ribet dan bikin pusing.Trus nanti dimakan disana sama kakak-kaka dikedai pasti seru.Bikin aaah."Bersiap untuk membuat hidangan sarapan pagi dengan semangat untuk membuat hati para kakak tercinta terpesona hingga memujinya.
Setelah membuat sarapan,Gladis bersiap untuk ganti baju dan membuat hatinya kembali ceria saat minggu pagi adalah saatnya untuk membuat hati orang-orang terpana dengan kesegaran dan kecantikan yang sudah ia prediksi membuat keramaian nantinya.
"Apa nanti bisa seramai yang aku bayangkan ya?"Melamun dengan senyum-senyum geli saat mendapati banyak pelanggan aaah,pastinya nggemesin deh aku heheheh.
Semuanya sudah siap,tinggal apa lagi ya.Kalau aku harus mikir lebih fresh saatnya meninggalkan rumahku.Huuuuh byeee,aku tinggal dulu ya.Semoga hari ini bahagia,sambil menyiapkan sandwichnya dikotak makanan plastik dan siap untuk ditaruh ditas kerjanya.Saatnya keluar membuka pintu serta keluar dan menutupnya kembali.Huuuh hari pertama kerja dihari minggu ada apa ya nanti!
__ADS_1