
Hujan masih saja membuat fikiran panik ala Cinta saat ia tengah berada dalam ketidak pastian yang berlarut-larut saat ini.Dennis pun tak ingin membuat suasana paniknya menjadi sikap yang menyedihkan saat ini,dengan sabar dia memberikan perhatian untuk kekasihnya bahwa waktu yang tepat adalah berada dalam kesabaran bersama hatinya.
"Kamu ga udah panik gini deh,hujan ini sangat lebat lho.Aku juga ga berani untuk mengantarkan kamu pergi kerumah kak Adrian.Apa kamu coba hubungi Kak Vani lagi supaya kamu ga panik gini lho.Ga enak dilihatnya!"Mendekati perlahan memeluknya.
"Iya kak,aku hubungin deh.Biar dia ga khawatir mikirin aku!"
Dia mengangguk dan meminjamkan ponselnya,karena yakin saat ini untuk melangkah mengambil ponselpun butuh waktu dan keberanian sampai ia harus membuat teriakan lagi.
"Ini pake aja ponsel kakak.Kamu hubungin aja jangan diWA.Sama saja nanti ga diangkat ya!"
Memberikan senyum manis untuk Dennis dan mencoba menghubunginya.Untung saja aku ingat no telponnya segera ia menghubungi.
Nun jauh dirumah Jodi,setelah keduanya ganti baju dan kehangatan kembali dirasakan Vani.Dia membuatkan minuman hangat untuk wanita yang tengah bingung kenapa aku harus terjebak dirumah temanku.Duduk dengan menghangatkan tubuhnya menggunakan tangan,dengan tubuhnya terbalutkan oleh jaket terusan rajut tebal dan terpaksa harus memakai kaos kaki tebal pula.
"Permisi mba,minumnya selagi hangat.Wedang jahe merah untuk menghangatkan tubuh mba Vani .Silahkan diminum?"Pintanya sambil menyodorkan.
"Makasih ya Jod,maaf jadi ngerepotin kayak gini!"Jawabnya sambil mendekap minuman sesekali menghirup aromanya.
"Ya yang salah kan saya mba,maaf ya.Kalau ga keberatan mba nginep aja disini apalagi hujannya ga bakalan berhenti lama juga kan!"
Menghela nafas panjang,menoleh kepadanya
"Iya juga.Kasihan kamu juga,masak ya hujan-hujanan lagi heheheh!"Jawabnya ringan.
"Oooo,ya kamu beneran tinggal sendiri.Takutnya ntar ada yang bangun kaget lihat aku dirumah ini!"
"Tenang mba,aman.Aku sudah lama tinggal disini sendiri,kadang seeh omku kesini tapi ya ga masalah dia kesininya tiap tahun aja kok!"Memberinya senyum.
Ia pun mengangguk dan beneran yakin karena tidak terlalu banyak foto yang ia pajang selain lukisan dan mytime dengan seseorang yang patut ia tanyakan."Siapa itu jod,pacar kamu ya?"
Menompangkan tangan dia malah memberikan senyum terbaiknya hampir membuatnya meleleh.Jodi tuh cakep dan santai,sikapnya sungguh membuat banyak perempuan jatuh hati padanya.Tapi belum ada yang berani untuk serius pula.
"Itu mantan terindahku mba,aku sama dia putus karena status kita yang berbeda jauh.Jadi ya harus direlakan lah!"
"Oooooh,gitu ya.Maaf deh udah membuka luka lama!"
"Gimana mau buka luka lama mba,tiap hari juga gua pantengin dia.Kangen kadang,heheheh!"
"Aneh banget neeh orang,udah tahu mantan masih aja dikangenin."Canda Vani geli.
"Kali-kali mba kalau ada keajaiban aku bisa balikan lagi sama dia,gitu!"
"Hahhahahaha,cowok gitu ya masih ngarep aja sama mantannya!"Kembali berkelakar.
"Bener banget mba,susah move on lho!"Jawabnya semangat.
"Huuuuuh,,,ada aja kamu ya."
Tak lama kemudian suara ponsel milik Vani pun berdering,membuatnya kebingungan carinya dimana ya.Lupa tadi naruhnya."Sambil bingung tengak-tengok melihat keberadaan ponselnya.
"Mana ya,ada suara ga ada rupa deh.Ponselku disekitar mana ya?"
"Ooooh,ponselnya mba Vani ya.Bentar aku ambilin.Ada didapur tadi aku taruhnya.Bentar ya aku ambilin!"Beranjak untuk kedapur dan meraih ponsel milik Vani.
Sedikit melihat seeh,uknown number.Siapa malam-malam gini godain dia ada-ada aja deh sambil berjalan kembali kedepan menyerahkan ponselnya."Ini mba ponselnya,"Memberikan senyum.
Menoleh dan mendongak."Oooh,,,makasih ya!"Mengangkatnya,heran siapa ya.
"Oke mba!"Kembali duduk dan menyeruput minumannya.Hangat dan membuatnya kembali segar saat kembali bersandar.
Vani mencoba mengangkat ponselnya,tumben malam-malam ga jelas yang hubungin aku."Halloo selamat malam!"
"Malam kak,ini Cinta heheheheh!"
"Astaga kamu ternyata,ada apa?"Masih aja belum sadara sama keinginan Cinta menghubunginya.
"Kak,kakak dimana seeh.Kok ga ngabarin aku,aku sekarang masih rumahnya Cinta lho!"Ujarnya sebal.
"Ya ampun maaf Cinta!"Sambil menepuk keningnya."Kakak lupa ngasih tahu,kalau sekarang kan hujannya lebat neeh jadi kakak ga bisa pulang kerumah.Kakak nginep dirumah temennya kaka.Ga pa-pa kan?kamu ga sendirian kan?"
"Hehehehe,engga kak.Kan aku seharian sama kak Dennis,jadi aman deh sekarang!"Ujarnya sambil memberinya senyum gemas sama Dennis.
Balasan Dennis membuat Cinta langsung ill Fill deh ngeliatnya.Konyol banget.
"Jadi kamu sama Dennis sekarang ya?"Tanya lagi memastikan.
"Iya jadinya kak Dennis nginep deh disini sama Cinta!"
"Oooooh,gitu.Ya udah kalau ada temennya.Inget ga boleh macam-macam ya.Nanti bisa kena marah sama bang Adrian lho."Kembali berpesan.
"Iya kak.Tahu,tapi kak Vani ga pa-pa kan?nginep dirumah siapa kak?"Sembari berbisik.
"Ga pa-pa,kak Vani aman kok.Tapi ya gini maunya bentar doang malahan dikasih hujan lebat kayak gini.Ya udah nginep aja dari pada ada apa-apa disini kan bahaya juga!"
"Iya seeh kak,udah makan kak?"Tanya Cinta penasaran.
"Belum,kalau kamu?"
"Sama belum juga.Ini mau bikin makan malam,gara-gara tadi teriak kak liat kilatan petir.Eeeh ga brani deh Cinta kebelakang dan bikin apa gitu."
"Ya udah kamu bikin apa gitu yang cepet,biar ga demo tuh perut.Itu aja ya,besok kakak kabarin lagi ya!"
"Ya udah deh kak,makasih ya.Udah boleh diijinin nginep sama kak Dennis."Meringis senang.
"Iya sama-sama,bye Cinta!"
"Bye kak,hati-hati!"Menutup telponnya dengan manja.
__ADS_1
"Iya,kamu juga lho!"Menutup ponselnya.
Rasa senang dana bahagia datang dari senyuman Dennis saat melihat raut wajah Cinta sangat bahagia pula bercakap-cakap sama kakaknya.Jadi ga banyak yang harus dikerjakan selain menatapnya.
"Kenapa kak,bahagia banget deh?"
"Kakak seneng lho liat kamu kayak gitu,trus ngomong-ngomong kakak boleh ganti baju kak.Bau bangeeeet!"Sambil memainkan tangannya.
"Heheheheh,maaf kak ya.Aku ambilin sekarang ya.Ayo biar ga kesana-kesini lagi langsung aku antar kekamar,aku juga mau ganti baju juga."Ujaranya beranjak berdiri dan menarik tangannya.
"Ganti baju bareng?"Sumringah banget mendapat kode uniknya.
"Ya enggaalaah kak.Enak banget kalau kayak gitu!"Jawabnya sinis kearahnya.
"Heheheheh,kirain mau gimana kita!"Ujarnya geli.
Lalu hal terindah kali kembali dibuat oleh Jodi,karena malam begitu hampir larut dia bergegas untuk kedapur dan membuat masakan untuk temannya saat ini Vani.Wajah herannya pun diikuti sampai kedapur untuk ikutan masak juga.
"Heiii,ngapain juga aku ditinggal.Kan kesepakatan awal kita.Aku yang masakin kamu jod!"Kata Vani sambil ikutan nimbrung disampingnya.
"Ga usah deh mba,biar aku aja.Nanti malah kecapean mba Vaninya."
"Lho ya jangan dong,inget kesepakatan kita apa?"
"Udah lupa,mba Vani duduk aja.Aku masakin neeh cepet kok.Aku kan jago masaknya."
Sambil mengangkat tanganya,akhirnya menyerah juga kalau saat ini Vani harus melihat kelihaian Jodi dalam memasak kali ini.Saat menatapnya ada perasaan yang ga karuan menggelayuti perempuan satu ini.Kenapa aku suka liat dia kalau masak ya,apalagi gayanya songong tuh berubah aura menjadi seorang yang bertanggung jawab.Kenapa gitu ya.Heran deh geli sendiri jadinya.
Tampan-tampan kenapa kalimat itu ga jauh-jauh seeh menggambarkan pria semacam dia.Apa kamu tahu apa yang aku lihat saat ini ketika harus menguji ini semua dalam pandanganku?aku perlahan jatuh hati sama kamu.Malahan sesekali Jodi memandang Vani dengan senyuman itu,bikin malu juga.
"Haduuuh,dia mandangin aku lagi!"Kata-kata itu keluar seketika.
"Kenapa sama mba Vani ya,apa dia terpesona sama aku?"Muncul kata itu seraya kembali tertawa lepas.
"Kamu masak apa seeh Jod?kok serius banget!"Menghampiri dan mengawasi dari belakang.
"Ada deh mba,kalau malam kayak gini kitabtuh harus makan-makanan sehat seperti sayuran dan sejenisnya.Biar ga gendut gitu!"
Bersedekap mencibirnya dengan manis.
"Nyindir aku ya!"Santai sambil mencari sudut ruang yang berbeda.
Menoleh memberinya senyuman kembali dan mengubah haluan."Ga juga mba,mba tuh tetep seksi menggoda,heheheh!"
"Ooooo,emang tipenya model yang mana?mantanmu atau model kayak aku?"Tanya lagi.
"Kalau ditanyain seperti itu,hanya ada jawaban yang bisa membuatku senang untuk pasanganku mba."
"Yaaa yang gimana?"Kembali penasaran.
"Haaaahhhh,bisa aja lu.Ga usah deh baik-baikin aku deh.Ga bakalan kok aku ngasih SP atau apa?ini kan udah beda Joooodiiiii!"
"Aku bantuin ya,seru deh kamu masak.Aromanya itu waaooow."Kata Vani sambil merundukkan badan merasakan aroma sedap menyentuh hidungnya.
"Udah siap mba,minta tolong tempat sayur dan piring ya dua ditata rapi dimeja makan.Bisa???"Meringis kepadanya.
Sambil mukul bahu Jodi,semangat juga Vani untuk bersiap membantunya"Naaah gitu dong,aku siapin ya."
Kali ini Vani seneng juga berada dalam balutan kehangatan ditengah malam.Ada acara makan malam juga diantara kita.Kenapa seeh aku bisa tiba-tiba sama dia.Mimpi atau beneran ya,tapi terkadang sikapnya yang pendiam telah membuatnya berubah arah.
"Siap mba!"Jawabnya senang.
Berdua dalam satu meja makan antara Vani dan Jodi,waktupun sudah menunjukkan pukul 22.05 pertanda waktu paling krusial disaat makan malam.Tapi mau gimana ini adalah sebuah kejutan tanpa sebab saat sang pria membuat sebuah menu special untuknya.
"Silahkan mba,selamat menikmati!"Sambil menatap penuh bahagia.
"Aku duluan neeh?"Tanya Vani gugup.
"Iya dong mba,kan special buat kita makan malamnya.Jarang-jarang kan!"Mengumbar senyuman.
"Heeemmm jarang ya liat yang tampan masak seperti ini?"Pujinya mulai mencicipinya.
"Aku cicipin ya!"Kembali berujar.
"Apalagi yang memuji itu lho lebih menggoda,hahahaha!"Dilanjutkan tawa lepasnya.
"Heemmm,,,ga usah ngeledek deh!"Sinis pula jadinya.
Ternyata banyak juga yang diobrolin dimeja makan sampai menikmati juga situasi bersama dalam malam ini,sama halnya dengan Cinta saat menjamu Dennis.Soup hangat pun dia buat sangat special bersama daging empuk juga teman specialnya pangsit ayam menyatu untuk menghangatkan malam bersama ketika keduanya tanp sebuah seragam sekolah berubah menjadi anak rumahan bersama.
"Masakan sudah kak!"Kata Cinta membawanya kemeja makan.
"Heeemmm,,,harumnya aroma membuat perut lapar juga ya."Ujarnya menanti untuk disantap.
"Naaah lapar juga kan?heheheh.Tunggu aku siapin mangkuknya sama peralatan makannya ya kak.Ditunggu!"
Sambil mengacungkan kedua jempolnya Dennis pun berucap"Oke deh yang penting special dan mantap!"
"Heheheheh,bentar kak!"Cinta bergegas menyiapkan semuanya dengan hangat.
Keduanya duduk bersama remang-remang suasana lampu yang sengaja dibuat istimewa oleh Dennis hingga aksennya sungguh memberikan estetika lebih romantis.
"Kakak bisa aja ya,bikin suasana kayak gini.Roma-tis,hehehehe!"Ujarnya ketawa geli.
"Ya sekali-kali,bisa buat suasana kayak gini nanti kan kalau ketemu sama Kakakmu mana bisa aku buat kayak gini!"
"Kakak takut?"Lanjut Cinta bertanya.
__ADS_1
"Haaaah,,,takut?enggalah cuman sungkan aja hahahahah!"
"Sama aja kak!"Bete jadinya sembari menompangkan tangan.
"Ya udah aku coba dulu,enak apa engga!"
"Boleh dong."Menyiapkan menu santap malam untuk Dennis.
"Seger juga rasanya,sedap,enak dan cocok banget deh jadinya!"Pujinya sambil menghitung setiap kalimat yang dituangkan oleh Dennis.
Benar juga keduanya tersenyum hangat dan bahagia untuk bisa bersama.Menjadikan sebuah moment yang berarti diantara keduanya sampai hati ini merupakan malam jebakan menjadi moment paling menyentuh.
"Kenapa seeh kamu bisa tinggal sendiri jod?padahal kan ada temen-temen dikedai yang cocok buat tinggal bareng?"
"Sendiri lebih berarti,bisa santai dan menikmati hidup sama ya santailah mba."
"Lebih keren sendiri ternyata ya.Kenapa aku ga mikirin hal tersebut,malahan harus tinggal sama bang Adrian."
"He'emm,itu lebih baik kali.Kalau mba Vani sama bang Adrian pasti akan lebih baik terjamin keamanannya.Trus gimana hubungan mba Vani sama itu tuh hehehehe!"Sambil mengungkit-ungkit masalah lalu.
"Itu,siapa?"Lupa deh segalanya.
"Yaaah,,lupaaa.Ga seru dong!"Sambil menutup mukanya.
"Heheheheh,emang apaan seeh?"Kembali membuat pertanyaan lagi.
"Maaf ya,,,ituuuuu Ant-on!"Langsung meringis antara takut malu atau dihantam nantinya sama Vani.
"Oooooo,iya itu?dia.Aaah males deh ngomongin dia,udah bikin kasus lagi."Males lagi jawabnya.
"KASUS?KASUS APAAN!"melotot kaget sepertinya harus dijelaskan lagi.
"Ga usah dibahas ya Jodi,itu malah bikin aku ga enak tahu.Ngobrol yang lainnya gimana?"Coba angkat kaki dari meja makan.
"Heheheh,maaf mba.Kan aku nanya biasanya aja jangan cabut ya."
"Gimana aku mau cabut Jod,ini udah malam.Kayak gelandangan dong jadinya."Candanya sambil mengambil peralatan makan dan segala bentuknya kedapur.
Ikutan bangun membantu kerepotan yang tengah dilakukan oleh Vani.Jodi bersikap santai dan ingin selalu membantunya dengan perhatian-perhatian kecil untuk meluluhkan hatinya sejenak.Takutnya membekas dan ga terima kalau kayak gini.
"Aku bantuin mba ya,nanti kecapekan bahaya lho.Bisa dicabik-cabik aku,hehehehe."Makin menggoda Vani.
"Jahat kamu ya,hahahahha!"Lanjut Vani makin bisa membuat suasana semakin kece.
Tawa khas milik Jodi perlahan memikat hati Vani,disitulah jebakan yang sebenarnya.Apa aku kuat berada diantara dia dan bang Adrian.Pesonanya saja membuat takjub olehnya,sampai-sampai aku tidak memikirkan dia sebagai pria potensial dalam hidupku.
Hingga malam telah membuat setiap insan larut dalam tenggelam mimpi menembus sebuah kenyamanan.Adrian telah berhasil membuat Luna kembali sadar mungkin ini adalah kebahagiaan yang terindah buat kelegaan hatinya bisa melihat senyum dan masih tak percaya apa yang tengah terjadi padanya.
Perlahan membuka pejaman mata serta mengucek berkali-kali hingga wajahnya seakan berada dalam dunia berbeda apa mungkin aku ditempat lain atau,saat menoleh pun ia mendapati senyum hangat dan pelukan dari sosok pria disampingnya.
"Syukur deh kamu udah sadar Lun."Bahagianya Adrian melihat anugrah malam ini.
"Aku dimana ya?"Kalimat itu membuat mimik.wajah Adrian berubah drastis,apa dia amnesia aejak pingsan tadi.Apa ada yang ketuker ya?menyentuh keningnya memastikan ada yang benar-benar ga ada.
"Kamu udah sadar kan?"
"Sadar?dari apa?"Tanya Luna bingung.
"Kamu tadi pingsan?"
"Lalu aku dimana?"Kembali membuat puyeng Adrian.
"Ya masih diruang tengah dong.Mana mungkin aku mengangkatmu kekamar.Beraaat!"Jawabnya jengkel.
"Oooooh,ternyata aku pingsan dari tadi ya,hahahahahah!"Tawa lepasnya begity gurih tanpa ada beban sekalipun.
"Lha terus gimana?apa ada yang salah!"
"Adalah!"Jawabnya masih ling-lung.
"Apa?"Kembali bingung melihatnya.
"Kamu perhatian sekali sampai berada terus disampingku,love you Ryan!"Langsung memeluk erat siapa pria yang telah menemaninya.
Tersenyum,juga masih berfikir jauh kemana-mana,kenapa sampai harus bersikap seperti itu.Aku khawatir banget sama dia lho.
"Oke maaf yang tadi ya.Apa kamu marah sama aku?"Kembali menegaskan lagi.
Menggelengkan kepala"Kamu tuh ga bikin aku marah.Aku malahan seneng lho kamu bisa berada disini.Makasih banyak ya!"Kembali memeluknya.
Masih belum percaya lagi sama Luna,tapi sudahlah kenapa juga aku ambil pusing masalah sepele ini.Sikap bengongnya membuat Luna heran dan mengernyitkan kening lalu bertanya.
"Kenapa lagi seeh Ryan?kamu ga pa-pa kan!"Menyentuh pipinya.
Tersungging lalu membalasnya.
"Ga ada,sekarang udah malam banget kamu istirahat ya.Besok aku harus balik kerumah memastikan Vani dan Cinta berada dalam satu tempat yang aman.Karena kamu sudah aman sama aku!"Kembali membuat hatinya bahagia lagi.
"Ayo anterin,nanti aku teriak dan jatuh kamu mau tanggung jawab!"Ajaknya beranjak berdiri dan memintanya untuk menemani kekamar.
"Haaaah,sampai tidur bareng?"Masih ga percaya.
"Ya enggalah.Kamu kan punya kamar sendiri,sebelahan seeh agak ujung!"Jawabnya.
"Mangkanya ayo buruan,aku udah ngantuk berat ini!"Tariknya lagi tanpa menunggu aba-aba selanjutnya dari Adrian yang masih bingung melihat sikapnya.
Beranjak berdiri dan mau aja untuk bisa membawanya dalam ketenangan malam ini,walau hanya bersebelahan tapi setidaknya aku bisa membuatnya nyaman dan tahu siapa yang oantas untuk menemaninya saat ini.Yakin dan tetep memberikan pelukan perpisahan malam dan kecupan kening meluncur tepat membuat Luna memejamkan mata dan bahagia itu bersama Ryan ternyata,heheheheh.
__ADS_1