
"Heiiii,siapa tadi?"Tanya Adrian memastikan.
Menaruh ponselnya,jawaban Luna membuatnya sedikit agak tenang saat mendengarnya.
"Cinta,dia ngabarin kalau lagi ada pekerjaan yaa seperti project urusan sama Dennis.Jadi ga usah dikhawatirin gitu,tuan Ryan!"Sambil mendekap pipinya.
"Ooooh,jadi aku bisa lebih lama disini nemenin kamu ya!"Sambil menyubit hidungnya.
"Aduuuh,,,sakit dong.Ayo balik lagi keruang tengah."Tariknya menggandeng bahunya.
"Yaaaah,boleh deh."Jawabnya ngikut aja berjalan sampai keruang tengah.
Tepat sekali masih banyak sekali cerita yang akan mereka bicarakan tentang siapa yang tengah dekat dengan masing-masing teman mereka.Apalagi sikap dewasa sudah membuat Adrian yakin pilihannya memang benar kadang malahan bikin sensi juga.
"Tadi kamu mau cerita siapa?"Kembali Adrian mengingatkan siapa yang telah ia katakan sejak tadi.
"Yang mana?"Berlagak lupa untuk cerita satu ini.
"Haduuuuh,,,lupaaa lagi!"Merebahkan kepalanya seraya menutupnya.Males banget kalau mendengar kata-kata Luna,ekspresinya sangat membuatnya gemes dan mendekap pipinya sampai bibirnya mancung kedepan.
"Coba ingat-ingat lagi,siapa dari pada aku introgasi orang lain?"
Kaget Luna,dia mau introgasi siapa coba?
"Emangnya siapa yang kamu introgasi,kayak ga punya kerjaan aja deh."
"Ooooh iya aku bawa camera tadi,bentar aku ambil dulu dimobil ya!"Beranjak berdiri dan meninggalkan keheranan Luna saat melihat sahabatnya beranjak meninggalkannya.
"Ryan,aku kan juga punya camera.Pake punyaku dulu gimana seeh.Sok repot-repot mengambil dimobil?"Panggilnya
Dia terhenti dan sampai didekat pintu keluar dan menjawabnya."Kalau ga pake camera milikku,ga seru juga.Percumaaa!"Keluar mengambilnya dikursi depan samping kursi.
"Haduuuh,,,kebangetan deh.Emangnya mau ngambil gambar apa seeh,sampai sok ngambil punya dia dibanding punyaku?"Herannya kembali,tapi saat meneguk minuman miliknya,ada rasa yang tertinggal.
Baru ia sadar,camera milik Adrian memang kelasnya fotografi berat ya,punya cuman buat style.Tapi apa salahnya aku punya camera style,juga sama kayak punya Ryan.Merunduk seraya menepuk keningnya ia menggelengkan kepala.
"Kalau udah hobi,apapun itu pasti dilakukan sama dia."Menoleh menunggunya belum kelihatan juga dia dari dalam.
Ya tentulah buat Adrian adalah mencarinya dimulai dari belakang bagasi.Memastikan benar atau tidaknya saat dia menaruh itu benar-benar dibelakang atau ditengah bahkan dibangku depan.
"Rasanya kemarin aku taruh dibelakang deh,saat aku habis dari rumah Cinta?"Membuka bagasi belakang.Lhooo kosong? gua taruh mana ya.
Kembali menutup pintu bagasi,berjalan kembali kepintu tengah untuk memastikan kembali apa berada disalah satu bangku kursinya.Nihil ga ada juga,kemana ya.Mikir lagi sambil mengerutkan kening serta menompangkan tangan,apa ketinggalan ya.Coba lagi deh cari didepan sambil menutup pintu tengah,mencoba kembali membuka pintu depan kemudi,masih ga percaya kalau memang ga ketemu.Kayaknya didasbor deeh,iya seingatku ada didalam situ kembali menutup pintu berjalan memutar dan membukanya.
Tersungging pula saat membukanya,ada disitu ternyata.Berarti aku bisa mengambil obyek baru buat Luna,aku harus segera masuk dan memintanya menjadi model yang natural dan keren.Gimana jadinya ya."Untung ketemu,kalau ga.Bisa-bisa aku ga dapat obyek yang bagus dari dia,heeeehh!"Membawanya masuk kedalam lalu memberikan kabar baik untuk Luna bahwa inilah waktunya untuk bisa melakukan shoot picture untuk koleksinya.
"Gimana???ada!"Kesal juga Luna menunggu terlalu lama.
Menunjukkan penuh kegembiraan,kali ini Adrian berhasil akan membuat kesibukan yang berarti.
"Ini,,,maaf ya.Lama nunggu!"Langsung duduk menatapnya penuh keimutannya.
"Iyalah,juga aku punya kok camera yang bagus.Setidaknya ga sekeren yang kamu punya,kan sekedar ngambil foto seseorang kan?"Jawabnya natural tapi masih memedam kekesalan.
"Itu juga butuh waktu lho,kalau yang ini jelas pasti mendapatkan viewnya lebih perfect dan gua yakin kamu akan lebih bermakna dari hasil pengambilan gambar ini!"Menunjukkan cameranya.
"Yaaa okelah,emangny modelnnya sekarang kamu suruh pake gaya apa?"Memulai pertanyaannya.
"Eeehhhmmm,kamu ganti baju deh.Yang lebih feminim trus rambutnya dikelabang,atau di gerai atau dikuncir mau yang mana?"Menawarkan yang menarik untuk sesi kali ini.
"Digerai aja deh,lebih dewasa dan charley.Itu lebih menarik!"Memberikan ide baru.
Kembali mikir dan memastikan bayangan kalau itu akan membuat nyaman sang model.Tak lama berfikir kepastian itu segera dilaksanakan.
"Ayo buruan ganti baju,atau aku yang gantiin sekarang!"Ancamnya kearah Luna.
Langsung aja dia menutup badannya"Hiiiih,jahat banget kamu ya.Mentang-mentang kita berdua aja kamu udah berniat jahat sama aku."
"Tapiiii,,,kamu mau kaaaan!"Candanya mendekatkan wajahnya seraya menggoda.
Malu-malu mau merunduk kembali menandangnya dan mengangguk,tawa mereka bahagia banget.Seakan lupa siapa mereka dimana hati yang tengah tersakiti kembali happy fun.Ya gimana lagi kalau udah ketemu sama sahabat sefrekuensi mau gimana pun apapun permintaannya itu hanya sebuah omong kosong sebagai candaan pula aku bisa merasakan dekat dengan Adrian.Lelaki yang bertanggung jawab dan selalu melindungi berlian-berlian indahnya.Sampai dia mau menjadikan model untuk sceen selanjutnya.
Banyak gaya dan sceen yang dibuat oleh Adrian sampai kadang membuat jengkel Luna,karena setiap gayanya menjadi berantakan dan selalu dibenarkan oleh sang fotografer hingga beberapa sceen telah menghasilkan sesuatu lebih.
"Coba dong liat Ryan?dari tadi ga dikasih lihat deh.Penasaran akunya lho!"Sok manja dan merengek pengen tahu hasilnya.
Membalikkan badan seraya berujar"Entar dulu ah,ini lagi gua proses cantiknya.Biar hilang!"Jawabnya sok serius menatap layar camera.
Manyun deh gue,nungguin kepastian yang tak menentu disaat hatinya berharap hasilnya luar biasa.
"Coba gaya lagi biar aku ambil beberapa shoot yang kece ya.Jangan banyak aksi,yang natural aja oke!"Pintanya kembali bersiap untuk memotret gaya natural Luna.
"Mau difoto lagi,,,aduuuh.Gaya apa lagi?"Kembali Luna mempertanyakan hal tersebut.
"Gaya orang patah hati ditinggal suami,gitu aja hahahahahahha!"Candanya kelewat lucu malahan dia menahan tawanya dan geli juga dapat permintaan pose tengah galau.
"Hahahahaha,kamu tuh ya.Sama-sama tersakiti aja sok bilang gitu.Emangnya cuma gua yang tersakiti,elu juga weeek!"
Kesal juga sambil males lagi foto shoot terbaiknya ,walau pandangannya sok sebal dan melirik tajam.Ga tega juga Luna untuk mengejeknya lalu mendekati dan memeluknya,lalu mencium pipinya.
"Udah deh maaf,kan kita sama-sama tersakiti.Bisa aja kamu sok kesel sama aku."
"Bete aja!"Jawabnya kaku.
"Bete kenapa?"Heran deh sama jawaban Adrian.
"Meluknya bentar doang.Yang lama dong,biar aku semangat!"Dilanjutkan dengan tawa lepasnya.
__ADS_1
"Astagaaaa,emang kamu ya.Ya udaaah aku peluk deh!"Adrian pun memeluk penuh senang dan memejamkan mata.Sama halnya Luna,ia juga memejamkan mata.
"Ini malahan yang fotografernya minta dimanja,harusnya kan modelnya.Biar lancar gitu buat sceen yang bagus."Melepaskan pelukan,merebut camera milik Adrian.
"Sekarang aku ya,yang foto kamu?"Siap-siap mengambil sesi sceen baru untuk Adrian.
Terssungging geli"Emang kamu pengen gua pose kayak gimana?"
Mikir lagi"Iya-ya,mau model apa?"
Menghela nafas panjang,lalu memintanya lagi.Ya kalah juga kalau kayak gitu.Kenapa juga aku ga ngerti ya.Camera kembali ketangan Adrian,jadi seharian fotogenic sudah dilakukan dengan pose natural sampai lupa waktu untuk menjemput namanya Vani Ananta,kekasih settingannya.
Waktu pun juga mepet buat Andra Juga Aga yang bersiap untuk pulang saat melihat ketiga teman kerjanya sudah berbaur dalam kesibukan yang semakin membuat kedai ramai.
"Kalian ga pa-pa kan kita tinggal.Juga kalian jawara disini kan!"Lanjut Andra santai sambil bersiap untuk pamitan.
"Santai bos,tuh ada seniornya!"Tunjuk Herman kearah Vani.Yang sibuk mengurusi pembukuan dengan ekpresi serius.
"Yaaa,santai juga trus Meta sama Jodi udah lihai kan mengatasi costomer dengan baik.
"Udah santai aja,aku bisa handle semua.Abang mah tinggal terima beresnya doang kok."
"Beneran!"Tiba-tiba Aga ikutan nimbrung disampingnya.
Huaaaah kagetnya bukan main,ini anak dari mana datengnya coba.Tetiba sudah samping gue."Eeehh,bocah kilat ngapain seeh nimbrung ga bilang-bilang.Kan jantungan gua ngeliatnya!"
"Aaaah bisa aja.Ntar Meta ma Jodi udah gua ceramahin tadi,ga masalah juga mereka seangkatan ma gua.Ya udah bisalah!"
"SOMBOOOONG!"Seru Andra Konyol.
"Iyalah bang.Kita kan satu team"Jawabnya memainkan jari-jarinya.
"Yang penting elu bukan orang ketiga aja diantara Meta dan Jodi,hahahahahaha!"Candanya ngakak.
"Nyebelin neeh,masak aku dibilang orang ketiga diantara Meta sama Jodi seeh!"Ngegasnya kece.
"Dari cara kamu pandang Jodi beda lho sama pandangin gua!"Tegas Andra.
"Ya iyalah bang,abang kan beda sama Jodi.Jodi tuh special."Jawabnya manis.
"Kalau dia?"Tunjuk Herman penasaran.
"Biasa aja!"Jawabnya lantang.
"Waah,tidur diluar luuu."Serang Andra.
"Hahhahaha,,,tidur diluar.Diangkut orang tanggung jawab luuu,bang!"Langsung aja Vani ikutan nimbrung.
"Naaaah,mba Vani aja bantuin gua bang.Masak elu engga.Awas ya ga tak masakin enak lho!"
"Aduuuh,,,,duuuuh,,,duuuh bang.Enak banget seeh jewer telinga gua.Ntar copot gimana?"Kesakitan juga deh.
Dari jauh Jodi penasaran,kayaknya seru juga obrolan mereka jadi satu.Setelah ini ikutan aaah cari sensasi dikit.Sambil dia mulai melayani costomer dengan luwes dan mantap sampai kelamaan lupa untuk gabung satu team sama mereka keburu deh pada kabur dua manusia yang dia harapkan lebih seru malahan entahlah kabur.
"Ya udah kita-kita pulang,ntar kesorean lagi!"Sambil Andra menarik tangan Aga.
"Byeee temen-temen sampe ketemu lagi!"Seakan bak boneka tanpa dosa ia melambaikan tangan.
"Byeeee!"Vani melambaikan tangan untuknya.
"Huuuh,,,,ada ada aja mereka,sebelum pulang aja ngegibah dulu.Sampai lupa pulaaang!"Kata Vani tersenyum manis.
"Mba,,pulang sendiri apa dijemput seseorang!"Tanya Herman mengejutkan.
Menoleh dengan wajah serius"Gua!"
"iyaaaalah.Pulaaang ma siapa?"
"Ada Deh,kalau ga ada jemputan anterin ya."
"Brani berapa?"Skakmat Herman.
"Dasar luuu,matre banget ma gua!"Candanya kabur dari pantauan Jodi.
Ga seru deh setelah mereka pada buyar,ga jadi ikutan nimbrung sama mereka."Yaaa nasib gua ga ngumpul ama mereka!"Berjalan dengan lemas untuk mencatat orderan siap dibuat oleh Herman.
"Bang,tumben pada kabur-kaburan tuh tadi bang Andra sama Aga."Mendekati meja bar penasaran pula.
"Ya emang udah pada waktunya pulang mereka,kenapa ga ikutan hehhehe!"Tanya Herman ngejek.
"Yaaah,ketinggalan.Pada cerita apaan seeh?kan gua juga pengen tahu!"
Diluar bar,Vani masih sempat-sempatnya untuk membisikkan kalimat untuk Jodi karena semangat ingin tahu obrolan apa tengah mereka bicarakan.
"Ga ada Jod,kamu tuh ya!"Bisiknya bikin kaget juga.
Menoleh sedikit agak terpental ia kaget bukan main"Astaga Mba,sejak kapan ada disini?"Sambil mengelus dadanya beberapa kali.
Tega-teganya ngebuat gua jantungan dengan gaya seperti itu,santai dengan pesona senyuman manis kepadanya.
"Udah sana,kerja lagi.Kan sayang ga padat jatah jawaban dari gua,heheheh!"
Manyun juga dia,Herman pun geleng-geleng kepala.Bisa kepo juga dia ya?heran deh ngeliatnya.Mendongak melihat Herman yang masih sibuk sebagai barista tunggal Vani mengumbar senyum kepadanya.
"Tumben kamu ga ada jawaban yang konyol,biasanya rajanya konyol kamu setelah bang Andra!"Tanya Vani penasaran memainkan kedua alisnya.
"Ya mau gimana mba, Jodi dan Meta kan gitu susah untuk diajak lebih dewasa.Maklum Fresh juice!"
__ADS_1
Kaget mendengarnya"Haaaahhh,apaaa?fresh juice!"
"Dari pada fresh graduate,kan mending fresh juice lebih seger!"
Membalikkan badannya,,ada rasa kesal juga saat melihat jawaban dari Herman."Adaaa aja jawabnya!"Berjalan keluar dan memastikan keadaan aman,eeh ketemu sama Meta.
Seru juga kalau ngobrol sama dia,apalagi suasana kedai berangsur-angsur sepi membuat lebih fokus untuk berbagi cerita sama dia.
"Metaaaa,,,lagi ngapain?"Sayu-sayu panggilan itu membuatnya agak ngeri seeh apalagi suasananya aga gimana gitu.
"Hiiiihhhh,,,kok serem ya.Emang ada panggilan apa?"Soalnya Meta terlalu fokus dengan kerjaannya menata kembali set meja dengan santai tanpa ada yang mengganggu.
"Heiiii,kok ga jawab seeh.Bikin bete aja kamu ya!"
Taboknya kearah pudaknya.
Menoleh seketika,wajah heran dan lebih kearah polosnya melihat sosok itu datang mengejutkan dirinya.
"Waaah,mba Vani to.Kirain sapa hehehehe!"Kembali kerja dengan santai penuh senyuman.
"Emang tadi ngiranya siapa?"
"Makhluk haluuusss,heheheheh!"Ujarnya nyengir geli.
"Bisa juga secantik gua dibilang makhluk halus.Sehalus apa coba?"
"Sehalus sutra,heheheh.Mba Vani kok udah ga kelihatan sama mas Anton.Kemana dia mba?"
Sebel deh,masih aja ada yang nanyain itu lagi sama gua.Kalau ga dijawab ntar kenapa-napa lagi sama dia.Gua tahu kalau Meta tuh tinggat penasarannya cukup tinggi sampai harus bilang sebenarnya agar lebih rapat lagi cerita yang dia buat untuknya tak lagi menyentuh kata penasaran.
"Udah putus,kenapa nanya-nanya?"Sambil mengangkat dagunya.
"Ya nanya aja.Kan biasa putus sama pacara ya kan.Aku aja santai mba kalau udah namanya putus,ya emang ga ada kecocokan.Aku seeh udah putus 5 kali dan santai aja!"Jawabnya memang santai ga ada lagi yang harus diperdebatkan.
"Kok bisa seeh?"
"Heheheheh,penasaran juga kan!"Sambil menggodanya.
"Ya iyalah Met,,"
"Emang gua meteor mba.Metaa,atau panggil aja Ta gitu kan lebih manusiawi!"
Menahan tawanya"Bisa juga kamu.Lalu gimana kamu sama Jodi?"
Langsung pandangan serius mengarah ke Jodi yang belum merasa terabaikan oleh segalanya.Jadi ga ada tuh pandang-pandangan kepadanya.
"Dia partner kerja aja mba,males sama dia tuh!"
"Kok bisa?"Bersedekap serius kembali menatapnya.
"Karena rekam jejaknya PLAYBOOY ABISSS!"
"Yaaaah,karena itu.Taklukin aja kali kan masih banyak waktu buat kalian menjalani dengan sebaik-baiknya.Mungkin jodoh rumit tapi kalau udah ketemu,mampus lu!"
"Gua mampus?engga.Palingan ya kita cerai lagi mba.Kan udah berpengalaman."Jawabnya santai lagi.
"Emang ya kamu tuh,belum tahu gimana rasa sakitnya bener-bener cinta tapi ditinggalin dan menyakitkan saat tanpa hubungan lagi.Lalu kita berharap malahan yang harapkan lenyap seperti itu."
"Beneran seperti itu mas Anton mba,ya ampun sadis banget!"Sambil menutup mulutnya.
"Yaaah,kamu baru sadar lha aku.Baru tahu kemarin-kemarin.Juga akhirnya aku settingan ma seseorang."Jawabnya tertahan.
"Sama siapa mba setingannya?"Lagi mencuri kalimat yang ga bisa diharapkan lagi.
"Bosen,,,aku masuk lagi ya.Kamu lanjutin deh byeeee!"Jawabnya kabur dari pandangan Meta.
"Lhoooo,,,kaaakkk.Kok pergi seeh kan belum selesai ceritanya!"Rengeknya sebel.
Membalikkan badan lalu senyum itu muncul dan menjawabnya lagi"Kapan-kapan lagi disambung heheheh!"
Romantisanya kedua sahabat ini sampai lupa sama status masing-masing.Setelah puas dengan hasil fotografinya yang memukau sampai-sampai Luna berkali-kali melihat hasil jepretan camera yang dibuat oleh Adrian.Kagum banget gua sama dia bisa membuatku lebih natural dan punya aksen lebih baik.Seandainya bila aku kenal dia dan selalu menjadi bagian hidupnya pasti ga kayak gini.
Senyum ini kembali tertuang begitu saja,aku sangat bahagia walau hanya sebagai sahabat saja.Sebagai sahabat sama sekali dia tidak membuatku terluka malahan menyentuh hatiku penuh rasa sayang.
"Kamu memang brilian ya,kalau dalam hal fotografi.Aku saja sampai ga nyangka lho kenapa kamu bisa sehebat ini!"Sambil jitak keningnya saking gemesnya.
Terpental juga akhirnya,menatap kesal kearahnya dan berkata"Jahat elu ya.Bukannya ngasih cium kek,atau apa kek.Malahan ngasih ginian!"Ujarnya membalasnya.
Plaaaakkk"Aduuuuhhh,beneran sakit lho.Aku ga sampai sesakit gini nampol kamu Ryan."Mengusuk keningnya.
"Hahahahahahah,i love you!"Langsung memeluk penuh tawa lepasnya.
Sensi juga Luna sampai harus memukul punggung Adrian,sebel banget.Nyari-nyari kesempatan deh kalau udah berduaan kayak gini.
"Aduuuh Luna sakit,,,kamu berandalan ya lama-lama iiiih serem banget!"Beranjak berdiri dan agak menjauh darinya.
"Huuuuh,seberandal apa seeh aku.Kalau ga ya kamu yang berandalan soal CINTA?"Sambil bergaya seakan menyinggung kalimat tertera dalam bibirnya.
Bersandar dan melepaskan lelah ini,memang banyak masalah dalam kisah cintaku saat ini sampai aku memilih ketiga-tiganya dalam urusan sayang yang berbeda dimana Luna,Vani dan Cinta adalah moment terbaiknya menikmati hidupnya saat ini.Seakan tak pernah lekang oleh waktu saat menatap mereka.
"Gua ga tahu harus bilang apa sama siapapun itu entah kamu,Vani atau Cinta sekalipun.Kalian itu penyemangat hidupku dalam moment yang berbeda."Sambil menyentuh pipinya,membelai penuh senyuman.
"Memang berat ya jadi pria yang perhatian seperti kamu.Aku saja heran kenapa bisa kamu menikmati kehidupanmu dalam satu hal berbeda dan itu menyenangkan!"Menoleh mengumbar senyum padanya.
"Boleh kan aku menjadi wanita special buat kamu?"Sambil menyentuh hatinya.
Sambil mengangguk penuh senyuman,itulah jawaban terbaik seorang Adrian.Dengan sebuah harapan untuk selalu yang terbaik.
__ADS_1