Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Bab.14 Masih bersama berdua hingga malam itu.


__ADS_3

Setelah menikmati semangkuk porsi soup buntut yang masih panas dan nikmat apalagi bersama berdua merasakan seperti dalam obrolan yang tak jelas benarnya.Gladis seakan terhipnitis oleh banyak sekali cerita dan keakraban bahkan kenyamanan itu tengah bersamanya malam itu.Dan sepertinya minuman hangat itu menjadi penyempurna hubungan erat dalam satu meja bersamanya.


Apa mungkin kedekatan itu selalu membuat Romeri bahagia?atau hanya kiasan semata dikala dirinya berada dalam keheningan tanpa sebuah kejelasan status ketika tengah dekat kembali bersama Mantannya.Walau terlihat jelas tawa dan kegelian tersemat dalam kedekatan makan malam itu.Masih saja ada siratan yang begitu jelas saat dia tidak ingin mendekati Gladis sebagai kekasihnya melainkan sebuah kedekatan yang biasa saja.


"Gimana enak kan?masak ga enak seeh!"Canda Romero menuangkan kalimat pertamanya.


"Ya enaklah kak,apalagi ngobrol gini sama kakak.Itu lebih memberikan sesuatu yang lebih untukku."Jawab Gladis yakin.


Mengangguk dengan tepat senyum menyapa.


"Beneran kan,tapi kalau ga mau gendut.Kita harus begadang sekitar dua jam untuk melancarkan semua makanan dan minuman kita.Apalagi sudah dibantu oleh lemon tea hangat!"Ujarnya memainkan kedua alisnya.


"Yaaah dua jam kelamaan kak,bagaikan kelelawar aku hahahaha!"Jawabnya ngelaba.


"Ya nanti kan bisa tidur nyenyak!"Kembali berbisik"Nanti mimpinya kejar-kejaran sama gua aja biar cepet langsingnya!"Suara konyol itu membuatnya ngakak ga jelas.


"Hahahahahah,gila ya kakak lama-lama!"Sambil nowel hidung Romero tanpa sadar.


Ikutan terpental sejenak lalu menjawabnya.


"Bisa aja lu!"Kembali menampol hidungnya.


"Aduuuh,masih nyolot aja heheheh!"Sambil meringis geli kearahnya.


Setelah beberapa hal menjadi perbincangan hangat hingga keduanya pun selesai makan malam banget dan tak menyadari memang waktu harus memisahkan waktu senang dan hangat malam itu,ia pun beranjak meninggalkan meja romantis tapi komedi.


Perlahan pergi santai dan relevan serta tampilan yang bahagia buat Gladis yang mana telah usai menjalankan obrolan manis dan penuh kegembiraan adalah pusatnya.Merangkul santai sampai ada tatapan tak mengenakkan dari seorang perempuan tersebut tetapi tetap saja itu adalah pesona yang tak pernah hilang dari Romero dimana dia adalah seorang Romeo yang belum menampakkan dimana cintanya akan bersemi.


Merangkul hangat dan suasan malam memang menusuk hati dan kulitnya,ada kalimat yang dibuat oleh Gladis dengan rasa memikat hatinya.


"Kak,aku peluk ya.Dingin banget!"Kembali menampakkan senyum gelinya.


Dia menoleh lalu membalas ucapannya.


"Jangankan dipeluk bentar,lama pun ga apa-apa.Gua malah seneng ada yang memberikan kehangatan malam ini!"Jawabnya sok ngegombal.


Seraya memukul pundaknya dengan keras,ada rasa yang memang tak biasa dari Gladis atas sebuah rasa darinya."Kakak,ini lho.Kalau udah gombal keterlaluan ya.Bikin baper aja lho,gimana kalau perasaan ini berubah serius?"


"Yaa baguslah,berarti kamu butuh sayang dari gua.Ya ga?"Pede mengutarakan kalimatnya.


"Oke,kalau aku jatuh cinta gimana!"Tantangnya mendongakkan dagunya.


"Ya biasa aja.Itu hal yang patut untuk dirayakan gimana,kamu suka kan?"Kembali bertanya.


"Okelah kak,malam ini dingin banget.Aku peluk kakak erat-erat ya!"Ujarnya polos.


"Asal jangan bikin kakak kehabisan nafas ya!"Candanya membuatnya ngakak lagi.


"Bisa aja deh,hahahahah!"Sambil mukul bahunya lagi.


"Tidak harus seperti itu dong,peluk lagi lho.Atau kakak kebutin dijalanan neeh!"Ancamnya sambil memasang gas polnya.


"Yeee ngancam ceritanya ya!"Makin ngakak aja cerita yang dibangun oleh keduanya.


Sesaat pesanan yang telah dimakan hingga tak tersisa dari Reyhan dan Andrea membuat matanya terbelalak tak berdaya melihatnya.Apa yang terjadi sama sayangku sampai segitunya kalau makan ampe ga tersisa.


"Kenapa kamu yang?laper banget ya!"Tanya Andrea penasaran.


Terhenti dan mendongak kearah Andrea,meringis dan membuat hal lucu dalam pandangan kekasihnya."Heheheheh,iya.Ga tahu ya laper campur emosi itu berat!"


"Haaaaah,masyaaak.Kaciaaaan!"Sambil ngacak-ngacak rambutnya.

__ADS_1


"Mau gimana lagi,udah terlanjur.Pulang yuk besok gua kerja lho!"Beranjak berdiri dan menarik tangannya.


"Yaaaah,tahu waktu lama-lama ya.Bolehlah!"Ujarnya santai lagi.Siapa suruh lama-lama makan,kan udah malem banget tuh.


Beranjak menuju abang-abang yang tengah sibuk,Reyhan pun mengeluarkan dompet dan membayarnya.Sedikit ia mengintip dan mengangguk-anggukan kepala tanda ada keamanan yang masih aman untuk ditetapkan.


"Amaaaan!"Ujarnya lega.


Menoleh"Kenapa?khawatir ya!"Meringis kearahnya.


Meringis sambil geleng-geleng kepala,ada aja kelakuan kekasihnya tersebut.Setelah membayar pun keduanya berjalan beriringan dan naik motor saling melengkapi satu sama lain.Tak mungkin bisa untuk menatap wajah serius Reyhan yang tengah fokus kedepan jalanan,lalu ada sikap jailnya sambil nyolek hidungnya dengan senyum khasnya.


"Kok serius lagi seeh?ada apaan!"


"Ya namanya nyetir kan serius sayang!"Jawabnya menoleh memberinya senyum hangat.Kemudian dia mencoba bertanya lebih seru lagi.


"Kamu ga capek lihat aku naik motor melulu,ga ganti naek apa gitu?"Tersenyum kembali kearahnya.


Ada perasaan heran mengernyitkan kening,kok tiba-tiba menyinggung hal lain.Apa dia lagi galau ya,makin erat dekapannya dan menyandarkan dagunya lalu menjawab hangat pula.


"Ga ada fikiran aneh-aneh yang ada dalam otak gua sayang.Apapun itu kan kita jalani bersama.Ga mungkin dong dari dulu gua protes apapun itu tentang kamu.Kan gua sehati dalam apapun,gitu aja!"


"Beneran?ga berpaling saat ada yang berbeda?"Kembali bertanya.


"Engga,asal jangan keluar pake buggati ajaaa!"Celetuknya ngakak.


"Astaga,,,tinggi banget khayalanmu sayang.Kan aku belum bisa kayak gitu!"Mengeluhlah pada akhirnya.


"Hahahahaha,booong.Ya mana gua bisa berbaling secepat itu.Kan kita nyaman-nyaman aja sama hubungan kita.Harusnya kamu tuh ya ga usah khawatirkan finansial.Kita bangun sama-sama gitu!"Sambil mukul bahunya.


"Aduuuuh,,,gila sakit.Kenceng amat mukulnya!"Seru Reyhan ga terima.


"Salah sendiri nanya ya engga-engga.Kan males jadinya,tangan deh yang berbicara!"Lanjutnya santai.


"Iyaaa gua maafin.Asal jangan mikir tentang buggati ya.Ntar struk malahan,hahahahah!"Makin ngakak jadinya.


"Kalau ga nyampe ga pa-pa kan?gua bisa cari yang lain kan!"Semoga saja dia masih ga ngerti.


Sambil mengangguk geli dan iya-iya aja,apapun itu membuatnya senang ketawa."Iya-iya!"Masih belum sadar untuk menjawabnya.


Tapi menurut pemikiran Andrea,udah malas debat ditengah jalan.Ujung-ujungnya berantem lagi kan ga seru.Juga ga pulang-pulang ntar malahan membuat suasana makin panas ga jadi dingin lagi apalagi hangat karena dia.


"Syukur deh dia ga ngeh!"Ujarnya dalam hati.


Dalam hati seorang Andrea"Gua tahu elu ga nyaman karena status kita.Tapi gua yakin itulah uniknya kita.Semoga semangatmu menjadi hadiah nantinya buat gua Rey!"Tersenyum kembali.


Sampai didepan rumah Gladis,suara motornya pun pelan.Sosok gadis manis itu turun dari jok motor dan mengucapkan kalimat handal yang selalu menjadi akhiran manis.


"Makasih kak,udah menemin Gladis.Mau mampir ga atau nginep gitu,heheheh!"Tawarnya centil.


"Lain kali aja,ini udah malem!"Sambil menyentuh rambutnya.


"Kak,nanti kalau besok aku timbang badan berat badanku ga ideal.Aku bisa tuntut kakak lho!"Sambil mengacungkan tangan kewajahnya.


Sontal wajah kaget dan heran menyerang dirinya dengan tepat,lalu dia menjawabnya.


"Heheeheh,atau besok gua bangunin deh biar bisa olah raga.Ya joging gitu atau ikutan olah raga kayak kakak gimana?"Tawarnya.


"Yang gimana kak?"Menjorokkan badannya penasaran.


"Ya besok aku bangunin,inget hapenya jangan dimatiin biar bisa dihubungin ya.Selamat malam"Sambil mengecup keningnya.

__ADS_1


Matanya kembali melotot kaget,perhatian apa lagi yang diberikan sama kak Romero ini ya.Sampai aku pengen melayang aja deh didepannya lalu dia bahagia ikutan hehehehehe.


"Makasih kak!"Sambil tersenyum malu.


Sambil memainkan jarinya,dia memberikan sentuhan hangat lagi.Ada rasa yang membuatnya semakin geli adalah mendekap pipinya hingga monyong mulutnya.


"Hahahahahaha,kayak ikan koi lu!"Candanya ngakak.


Pandangan ga enak,sebel sepertinya dia segera berbalik tanpa kata.Hanya tatapan kesal dan jengkel udah dibuat ga nyaman banget.


"Heiiii,ngambek?"Tanya Romero terhenti tawanya seraya menatapnya.


Ia menoleh lalu menjawabnya."Iyaaaa,byeee kak.Besok ketemu lagi!"Masuk kedalam penuh emosi.


"Daaaa,mimpi indah ya!"Sambil melambaikan tangan.


Saat berbalik pun dia menjulurkan lidahnya,geli juga lihat anak satu ini.Lucu dan nggemesin,udahlah sekarang udah malam pulang ajalah.Bergegas menuju motornya dan menghidupkan mesin serta berlalu penuh rasa kantuk begitu dalam.Disetiap raga ini masih berada dalam kebingingungan tampak terus menghantui fikirannya.Antara dua hal memang sulit untuk dibagi tetapi nikmat untuk dijalani.


Huuuuh,,,capek juga ya setelah shif sore sama kak Romero,jadinya aku harus menghela nafas sejenak disofa dan menenggelamkan hati yang penuh dusta.Ya dusta ini memang membuatku semakin gila,mau gimana coba?penganggu sekaligus pelindungku hadir begitu saja dan membuat keadaan semakin nyaman.


"Kenapa ya,kak Romero perhatian banget sama aku,udah gitu nyium keningku lagi!"Tawanya lepas dan malu gimana lagi.Tapi sesaat kalah sama kantuk yang begitu dalam hingga ia menguap.


"Huuuuuaaahhh,ngantuk banget.Jam berapa seeh ini?"Sambil mendongak kearah jam dinding.


"Haaaah,udah malam banget jam satu."Langsung bangun dan bergegas untuk menaiki anak tangga serta membuka pintu kamarnya dan merebahkan sejenak dalam bayangan buram,,aaah ga mandi deh.Besok aja Goodnight.


Masih dalam perjalanan dimana akhirnya dia sampai dirumah dengan lelah pula.Shift sore kali ini membuatnya semakin larut disetiap masa sulit.Membuka pintu pagar hingga menutupnya dan beralih menuju teras yang dia rasa semakin membuat senyuman itu datang.Apalagi saat ia masuk hawa kehangatan malam menjadikan dia sebagai pria penuh kebahagiaan dalam kesendiriannya.


"Kamu baru pulang?"Suara itu membuat Romero terkejut bukan main.Siapa yang menyapaku malam-malam,menoleh dan mendapati sosok wanita yang memang bukan lagi orang asing dalam dirinya.Ya dia adalah Mantan yang ternyata tengah membutuhkan dirinya saat ini.


"Tasya?gimana kamu bisa masuk!"Mengernyitkan kening,bingung kenapa dia bisa berada dirumahku seeh?


Berjalan mendekati dan mendekap bahunya serta menyandarkan kepalanya dia berujar.


"Terlalu kesepian kalau aku membuat malam dengan mas Johan,ada kalanya aku membutuhkan seseorang yang bisa membuatku semakin hangat malam ini!"Berputar dan memeluk hangat sosok Romero yang masih cuek dengannya.


"Untuk apa juga kamu kesini?kamu tuh harus jaga Johan.Supaya dia lebih baik lagi!"Seketika jari Tasya menutupi bibir Romero dengan tatapan teduh tanpa menolak apapun.


"Aku masih butuh kamu untuk satu hal Rome,kamu tahu kan bagaimana hancurnya hatiku saat itu.Dia saat ini entah berada dalam kehidupan seperti apa?kamu harus membuatku kembali nyaman seperti dulu!"Pintanya halus.


"Tidak mungkin,gua aja masih bingung kenapa elu bisa berada disituasi yang membuat gua bingung seperti ini."Tertawa tak percaya dia bisa berucap seperti itu.


"Tapi kali ini aku membutuhkanmu Rome,aku ingin kamu bisa membantuku dan mengembalikan apa itu kebahagiaan mas Johan!"


"Setelah kamu meninggalkan aku?heeem!"Tatapan santai tapi penuh makna menjurus kearah Tasya.


"Aku bisa jelaskan semuanya,aku tahu waktu itu aku salah!"Jawabnya mencoba membuat drama.


"Udah malam,kalau kamu mau tidur disini.Disana kamu tidur ya!"Sambil mengarahkan jarinya pada ruang tidur pojokan."Aku sudah lelah dan ngantuk banget okey!"Bergegas meninggalkan kekesalan Tasya yang berubah setelah mendapatkan perlakuan seperti itu.


Ia berbalik dan mengancamnya.


"Oke kalau kamu tidak mau membantuku,aku akan buat kamu tidak tenang dalam hidupmu!"Suaranya cukup lantang sampai Romero berhenti pada anak tangga lalu tersenyum menoleh kepadanya.


"Kamu mau buat apa sama hidup gua.Gua udah capek besok kita bicara ya!"Kembali berjalan menuju kamarnya dan masuk tanpa mengucap satu kata untuknya.


Masih ada kesal dihati Tasya,tapi mau gimana.lagi dengan kehidupannya saat ini.Seakan bagaikan parasit yang menginginkan banyak hal terbaik untuk dirinya dan mungkin juga saat ini bukan waktu yang tepat untuk satu hal tersebut.


Masih belum bisa terfikirkan kenapa dia kembali berada dalam kehidupanku.Saat gua bertemu lagi dengan dia sama sekali belum ada cemistry menyentuh hati gua.Seakan dia datang hanya sebagai pelarian semata.Apakah memang kalau dia datang hanya memanfaatkan gua itu adalah sebuah kesalahan besar.Masih banyak pertentangan dalam hidup gua.Apalagi Andrea orang paling vocal dalam sikap hidupku ini.


Lalu siapa lagi kalau bukan perempuan yang menggemaskan tersebut.Mungkin gua bisa menyelesaikan semuanya dalam sikap yang berbeda tetapi dia juga akan memberikan pencerahanlah dalam hidupku saat ini.

__ADS_1


Tak mungkin terjaga juga Romero saat merasakan fikirannya melayang entah kemana.Jelas itu akan membuat hatinya semakin tak menentu dalam setiap sikap yang benar-benar menyentuh hatinya.


"Gua harap Andrea masih melindungi gua dari apapun yang membuatku bingung.Sangat tidak etis bila fua harus kembali sama dia,apa yang dia inginkan selama ini hanya ada pada Johan kekasihnya itu!"Tersungging terlalu lama ia menjadi kekasihnya sampai harus bingung siapa yang akan menjadi pilihannya.


__ADS_2