
Sesuatu lebih bermakna ketika Dennis membawa Cinta pada suatu tempat yang telah dirancangnya untuk sebuah keheningan malam berdua.Antara keindahan dan sayang menjadi satu hal terbaik
memberikan sebuah kenangan pertama pertemuan antara dua hal disebuah taman berdua.Bersama bunga-bunga dan tiang-tiang serta dua kursi dan satu meja bersama makan malam telah dipesan oleh Dennis sebelum datang berdua bersamanya.
"Ayo duduk,hati-hati ya!"Sambil menata kursinya,mempersilahkan untuk Cinta duduk.
"Pelan-pelan kak,nanti cinta jatuh lho bahaya,heheheh!"Sembari meraba-raba apa yang ada didepannya.
"Kalau jatuh ya Cinta mau gimana lagi!"Candanya membuat tawa gelinya kembali tertuang dalam rasa penasaran darinya.
"Heeemmm,,,bisa aja deh.Udah bener kan aku duduknya kak!"Tanya Cinta mendongak.
"Udaaah,sebentar kakak bukain penutupnya ya!"
Dibalas pula dengan anggukan,lalu membuka ikatannya dan memperlihatkan suasana nyamanya.Alunan musik dan harmonisasi dari setiap tawa bahkan takjub dari Cinta membuatnya terharu bahkan berkaca-kaca ingin menitikan air mata,bukannya air yang mengalir memberikan kesegaran hati saat malam.
"Waaaoowww,keren banget kak.Sampai segitunya membuat seperti ini.Makasih banyaaaak!"Ujarnya terharu biru.
"Kamu suka ga?"
"Suka banget,kirain mau dilepas dihutan belantara.Udah dag dig dug lho kak aku!"Jawab Cinta ada aja bikin geli jadinya.
"Maunya seeh,tapi kalau dilepas Cinta bisa apa?"
"Teriaaaaklah kak!"Jawabnya bikin kaget pula.
"Astaga,,,itu bukannya selamat malah babak belur kena warga sekitar aku ckckckck!"Menggelengkan kepala.
"Heheheheh,maklum lah kak.Baru sekali dapat kejutan kayak gini lho.Andai saja tiap hari kayak gini!"Berharap lebih untuk kejutan malam penuh rasa ini.
"Emang mau tiap hari kayak gini?"Sahutnya mempertanyakan.
"Yaaaa,pengenlah kak.Tapi tekor iya ya,hahahahaha!"Polos banget cuitan Cinta.
"Nanti kalau tiap hari takutnya udah biasa,jadinya bosen.Ga bisa special seperti ini lagi!"Terhenti lalu bertanya lagi.
"Emangnya kalau tiap hari,kak Adrian ngijinin gitu kita berada satu waktu seperti ini?"
"Ya mungkin saja kak,juga kaka Adrian punya kekasih aku santai aja!"Jawabnya menatap penuh keceriaan.
"Beneran itu?pantas saja dia ga perduli kalau aku deket sama kamu.Apa memang dia sudah mengerti ya kalau kita itu saling cinta?"
"Ya mungkin seeh,tapi aku bersyukur lho punya kaka ketemu beberapa hari aja udah baiknya kayak kakak sendiri,heheheh!"
Obrolan ringan mereka pun sesaat kedatangan waiter untuk mengantarkan makan malam untuk dua pasangan teromantis dan membuat keduanya semakin nyata untuk bisa saling berbagi malam ini.
"Permisi kak,untuk pesanannya silahkan!"Mereka bergantian mengantarkan makanan dan minuman sebagai hidangan istimewa.
"Waaahhh,,,udah dateng makanannya terima kasih !"Ujar Cinta semangat.
"Silahkan selamat menikmati!"setelah selesai menata makanan dan minuman dengan rapi dan indah,perlahan mereka mengundurkan diri.
"Permisi kak,kami pamit semoga makan malamnya berkenan dan berkesan ya!"
"Terima kasih atas pelayanan!"Sapa hangat dari Dennis untuk para waiternya.
"Sama-sama kak,permisi!"
Yaaah,hilang lagi mereka dari pandanganku ga ada yang menemaniku lagi dalam batin Cinta.Taoi ketika melihata makanannya hatinya kembali memikirkan kak Adrian dan kak Vani?mereka lagi ngapain ya!.
"Kenapa Cinta,kok bengong!"Tanya Dennis menatapnya lagi.
"Kalau kayak gini,jadi ingat sama kak Adrian sama kak Vani,heheheheh!"
"Ga pa-pa mungkin mereka punya kegiatan sendiri lebih seru malahan!"Mencoba menenangkan hati gundah gulananya.
"Kita juga punya sesuatu untuk dikenang lho kalau pertama kayak gini?"Kembali Dennis berujar.
"Iya juga,tempat yang bagus dan romantis membuatku jadi ga karuan lho mikirnya!"Canda Cinta tertawa lepas.
Ada juga canda tengah dibuat oleh Dennis untuk menambah sebuah kemsrahan yang sudah lama hilang dalam pandangan mata Cinta.Lelaki yang telah memujanya begitu lama sudah hadir disaat hatinya tengah dalam kebimbangan atas sebuah keindahan cinta.
"Oh ya kapan tante Mila pulang dari luar negri?lama.juga ga denger beritanya!"Tanya Dennis membuat suasan kembali hidup.
"Tante Mila banyak urusan disana,perkebunannya terus bagus dan bisa dia tangani dengan baik.Juga disini ada kak Adrian yang sudah mau menjagaku dan memberikan waktu untuk kita ketemu.Jadi tante ga khawatir kalau aku disini."
"Hebat ya,tante Mila bisa percaya dengan cepat sama Kak Adrian.Aku jadi cemburu!"
"Heiiii,,,kak kenapa harus cemburu sama Kak Adrian,memang dia bukan siapa-siapaku.Tapi saat dia menjagaku layak kalau aku panggil dia seorang pahlawan.Telah membuatku tidak sembrono mengambil banyak keputusan,dan kak Dennis tahu kan seperti apa dia!"
"Ya pasti dia baik,dan punya pacar ga dia?"Mencoba mempertanyakan.
"Adalah,itu Kak Vani.Dia sekarang tinggal sama kak Adrian satu rumah,akur juga mereka.Tapi setidaknya aku melihat ada masalah yang masih membuatku terus bertanya-tanya lho!"
"Apa itu?"Sontak saja menjadi pertanyaan buat Dennis.
"Ada deh,,,nanti kalau udah ketemu baru kita bicarakan kak,hahahahaha!"Candanya geli.
"Kamu tuh udah pintar yaaaa kalau buat kakak penasaran!"
"Iya dong,Cinta.Trus gimana kabarnya papa sama mama kak Dennis?"
"Mereka lagi diluar kota,ga tahu lama sekali mereka ga balik-balik."
"Kangen deh pengen ketemu sama mereka.Kangen punya orang tua yang lengkap seperti kak Dennis,hihihihi!"
Menompangkan tangan dan kembali bertanya"Seberapa kangen kamu sama mama papa ku?sampai ingat sama mereka."
"Sepertinya mereka itu pengganti Ayah sama Bunda deh.Aku kangen banget dipeluk sama mereka."Memberi senyum selebar-lebarnya.
__ADS_1
"Ya nanti kalau mereka balik aku salamin dan kalian bisa kembali kumpul kan!"
"Iya deh,ngomong-ngomong kenapa seeh kak Dennis harus sembunyi-sembunyi dari tante Mila kalau ada aku?"Pertanyaan itu sangat sulit dijawab keasliannya,tetapi ada cara yang baik untuk membuatnya kembali tenang.
"Kita masih sekolah,dan terpaut juga jauh.Belum lagi kita kuliah atau ada kerjaan lain,bagiku seeh kalau cewek harus sabar menunggu cowoknya selesai mapan baru itu yang harus dilakukan oleh sang cowok untuk memastikan semuanya baik-baik saja!"
"Ooooh,,,begitu.Setidaknya aku tahu kak kalau sikap tante Mila seperti itu kepadaku karena hal itu.Ya mengerti seeh!"Kembali melamun untuk sebuah ketidak pastian.
Tetapi tatapan teduh dari Dennis menyiratkan banyak masalah keluarga antara dirinya dan Cinta.Masa lalu yang sudah terlanjur diketahui oleh Dennis dan tidak akan terlupakan adalah memang sebuah kesalahan yang dilakukan oleh keluarga Dennis.Menghancurkan bisnis bahkan membuat mereka terseok-seok oleh kehidupan waktu itu sampai membuat tante Mila murka dan mengambil alih semuanya dalam sikapnya.
"Seandainya kamu tahu sebenarnya Cinta,pa kamu masih mencintai papa sama mama?apa kamu akan benci dan tidak akan lagi menjadi bagian keluargaku lagi?"
Suara ponsel Cinta berbunyi sebuah pesan masuk,seketika ia melirik dan mendapati sebuah nama yang dipastikan adalah Adrian."Sebentar kak ya,ada pesan dari kak Adrian!"Ujarnya sambil membuka pesan.
Ia hanya memberikan senyum,lalu melihat jam tangan masih ada waktu satu jam lagi untuk bisa melihat keindahan tertera dalam pancaran seorang Cinta.Tak lama ia tersenyum dan menunjukkan sebuah foto dimana Adrian dan Vani tengah melakukan sesi makan malam seru berdua saja dirumahnya
"Ya ampun cantik banget kak Vani,jahat banget kita ga diajak makan malamnya lho,lihat kak!"Sambil menunjukkan layar ponselnya kearah Dennis.
Mengernyitkan kening,"Bisa juga mereka seromantis kita ya!"
"Iya lho,,,aku ga nyangka.Ntar aku marahin deh mereka berdua.Kan ga seru jadinya!"Sewot pula sambil menompangkan tangan.
"Udahlah,itu pasti trik mereka buat bikin acara kayak gitu juga.Biar kita ga bisa saingin keromantisan kita!"Jawab Dennis menenangkan.
"Oke,boleh kalau kita selfi juga.Kita kasih kirim ya fotonya!"Ujar Cinta bersiap untuk membuat foto berdua.
"Iya kita kasih sekarang sama mereka!"Jawabnya tersenyum manis.
Lain halnya dengan Adrian yang sukses membuat hati Cinta patah,senyuman kembali tertuang dalam kebersamaan untuk saling melempar senyum bahagia.
"Kita tunggu seperti apa balasan mereka!"
Menompangkan tangan,heran pula saat menunggu penantian balasan dari Cinta.Tak lama pula kiriman foto pun datang,sumringah sebuah pesan masuk sebuah foto selfinl keduanya dengan manis.
"Heiiii,,,lihat gimana lucunya Cinta.Gemes banget kan!"
"Iya bang,,,"Jawabnya sambil mengarah kepadanya,"Emangnya siapa cowok yang sama Cinta itu?"Kembali mempertanyakan.
"Itu pacarnya,Dennis.Tapi ga tahu deh kenapa dia sama sekali tidak disukai sama tantenya Cinta.Nanti aku tanyakan dulu supaya jelas dan aku bisa mengambil keputusan yang baik sama Cinta.Apapun itu harus juga diketahui oleh tantenya,apalagi aku cuman mengawasinya aja!"
"Oooo,,,aneh juga ya.Kayaknya mereka berdua cocok ya!"Tersenyum kearahnya.
"Iya seperti kita berdua!"Lanjut Adrian dengan bangganya.
"Iiiiih ,,,apaan seeh bang.Kita kan settingan aja!"Jawabnya geli.
"Ya saat ini setingan,,tapi ga tahu selanjutnya!"
Menghela nafas kearahnya"Kok berharap sekali seeh kalau hal-hal seperti ini?"
"Iyalah,gimana kalau kita dansa.Supaya makin romantis."Adrian menawarkan diri.
Dia hanya menggelengkan kepala,malahan mengulurkan tangan."Nanti aku puterin lagu romantis,sebelum mereka pulang.Mau ya!"Pintanya kembali memaksa.
Heeemmn,,,selalu saja dibuat seperti ini.Mau gimana lagi,apapun itu aku harus bisa sama bang Adrian.Demi malam ini selesai dan aku bisa istirahat dengan tenang menatap dirinya.
Beranjak berdiri,memainkan langkah kakinya untuk memainkan sebuah gerakan lebih fantasi bersama pasangannya,sebuah lagu romantis dari ponsel pun berdering memainkan makna lagu bersama dansa malam ini.
"Kamu tahu?inilah moment yang aku inginkan bila bersama pasanganku untuk memadu cinta yang terdalam!"
Mencibir sejenak,tawa itu kembali membuat nuansa hangat kembali saat Vani menjawabnya.
"Oh ya,malahan ini adalah moment paling bikin aku nervous bang.Ga ada yang seromantis bang Adrian,hampir aja aku terhanyut oleh lagunya!"
"Tapi itu hanya khayalanmu kan?aku ga bisa seperti ini lama-lama."Memutar tubuh Vani dan kembali mendekap penuh arti.
Kecupan pun mengarah Kepunggung Vani membuat ia tersentak kaget,serta menolehnya.Lirikan dan senyuman nakal membuat dansa kembali lebih seru dan berakhir dengan pelukan dan kecupan mendarat dikeningnya.
Entah kenapa bisa seperti itu,aku mendapatkan kemesrahan secepat ini dan perlahan aku menyukainya dengan segala hal baik untuk malam ini."Bang,ini hanya sebuah simbol aja untuk kita berdua kan,bukan lebih dari yang abang inginkan lebih dari sebuah kemesrahan?"
"Belum saatnya kita mengatakan itu,akan banyak lagi urusan yang akan kita selesaikan nantinya.Tidak saat ini aku langsung menyukaimu,tapi kita akan jalani dengan alami oke!"Sambil menyentuh tangannya.
"Iya bang,aku tahu.Awal kita melakukan ini karena settingan kan,heheheh!"Kembali bangga hanya sebuah settingan.
"Tapi akan berubah nantinya bila kita tahu sebenarnya hati kita kemana!"Menatap teduh.
"Haduuuh,serem banget kalimatnya.Aku ga bisa bilang apa lagi!"
"Apa lagi,kita akan tunggu kedatangan Cinta.Karena waktu dia bentar lagi habis"Menatap kembali memastikan pesannya.
Tak ayal sebuah kemesrahan pun hadir dimeja romantis ala Cinta dan Dennis,obrolan mereka telah usai dengan waktu sangat tipis untuk diulang lagi.Banyak cerita yang masih tersimpan untuk dikatakan lagi dalam setiap sesi berikutnya.
Meskipun perlahan larut dan menjadi waktu penentu untuk segera pulang kerumah,ada hal lain masih tersembunyi dalam benak Dennis.Melihat waktu perlahan terkikis,dia perlahan memperlihatkan jam sudah waktunya untuk pulang.
"Lihat,,,kita ga bisa lama-lama disini Cinta.Maaf ya!"
"Yaaaahhhh,,,,aku pengen lebih lama disini kak.Tapi kita harus pulang,heemmmm!"Ujarnya ga habis fikir.
"Sudah saatnya pulang lho.Ini juga sudah malem mana mungkin kita bisa menginap disini?"
"Iya deh,,,"Pasrah juga akhirnya.
Setelah menyelesaikan beberapa hal terutama mengenang malam ini sebagai malam terbaik sekian lama sudah menjadikan hati seorang Dennis sangat lega bisa bercengkraman bersama-sama untuk waktu yang tak begitu lama.
Keduanya beranjak pergi dan meninggalkan sebuah moment menyenangkan pulang bersama,tak lain pula sama Adrian dan Vani mereka pun tengah merasakan malam special bersama walau dalam sikap yang berbeda.
"Mau berdansa denganku?"Ajaknya beranjak berdiri mengulurkan tangan.
"Untuk malam ini aja kan bang?"Tawar Vani mengumbar senyum padanya.
__ADS_1
"Ya kita mulai malam ini,kalau cocok kita bisa melanjutkan kapan-kapan!"Tandas Adrian yakin.
Ia tersipu malu-malu serta mengulurkan sebuah tangan untuk memulai keromantisan kedua kalinya untuk memantapkan semua rasa terdalam,terpendam sedemikian hati ini menjadi satu.Setiap langkah,setiap sentuhan bahkan setiap makna menjadi pandangan manis hingga pandangan teduh menyeruain dengan nada khas miliknya.
"Nanti kalau Cinta pulang gimana?kia belum selesai dansa bang!"
"Yaaaa,,kita minta videoin.Gimana ide cemerlang kan?"
Mengernyitkan kening,heran kenapa juga bang Adrian pengen banget membuat moment ini lebih bermakna dibandingkan aku dengan mas Anton?apa memang aku dekat dengan dia dalam situasi benar tanpa harus membuat salah satu merasa terluka.
Diperjalanan pun rasa senyum dan bahagia adalah kunci terbaik dalam satu ruang bersama seorang terkasih.Masih saja pandangan hangat dan sentuhan Dennis kepada Cinta adalah sayang terbaiknya saat ini.Tak ayal semua itu berakhir menyenangkan untuk dituangkan dalam hatiku.
"Makasih ya kak,sudah mengajakku ketemu.Walaupun cuman sebentar,aku pengennya lama seeh,hihihihi!"Meringis kearahnya.
"Mungkin lain kali kita ketemu lagi ya.Juga disekolah kita masih bisa ketemu kan!"Jawan Dennis memberinya harapan lagi.
"Iya juga kak,tapi kan tadi lebih special kak.Aku pengennya seperti itu!"Ujarnya jengkel lama-lama kalau kayak gini.
Dia malah ketawa lepas sambil mendekap kepala Cinta,lalu berkata."Udah malam kita harus balik kemasing-masing tempat kita.Besok ketemu lagiiiii!"Sambil mancung gemes nyubit pipinya Cinta.
Melirik tajam sakit juga cubitan kak Adrian,emangnya aku apaan sampai dicubit kayak gitu.Beberapa kali mengusap hasil cubitannya.
"Sakiiiiit,awas ya kalau gitu lagi aku bilangin sama kak Adrian lho!"Ancamnya sambil menunjuk kearahnya.
"Hahahahahaha,,,,bisa aja deh!"
Lain halnya dengan Adrian yang semakin romantis memutar tubuh Vani hingga ia tak bisa mengendalikan dirinya sendiri dalam dekapan penuh paksaan,******* tak terduga mengarah kepadanya saat menjatuhkan rebahannya dibahu sang lelaki.Dia membelai bahkan mengintip setiap nafas yang terus terendus dengan terbata-bata.
"Kamu ga pa-pa kan?"Tersungging bahkan perlahan hatinya sudah bisa menguasai pesona seorang Vani.
"Kenapa abang berbuat seperti itu padaku?"Tanya Vani bingung masih dalam cengkeraman Adrian.
"Aku belum akan melepaskanmu saat ini,karena menurutku kamu adalah berlian yang indah malam ini."Pujinya tersenyum.
"Apa aku akan seperti ini terus sampai Cinta datang dan melihat kita seperti ini?"Mencoba untuk melepaskan cengkeramannya.
Mengangguk dan menompangkan dagunya dipundak Vani."Itu berarti dia tahu kalau kita itu saling mencintai sayang!"Memberikan senyuman dalam bisikannya.
"Haaah???"Ia menoleh cemas.
Ternyata malam ini memang adalah waktu dimana aku berada dalam cengkeraman,tapi kenapa begitu nyaman dia memberikan sentuhan ini.Apappun itu akan membuat hatiku semakin runtuh oleh seluruh perhatiannya.
Meskipun hatinya tengah ketar-ketir,tapi tidak sama Dennis.Dia sangat menikmati perjalanan sampai didepan rumah kediaman Adrian,suara halus mobil memasuki ruangan garasi.
"Sampai juga ya!"Sambil mematikan mesin mobilnya,alangkah terkejutnya malahan dia mendapati Cinta tengah terlelap begitu jauh dalam mimpi malamnya.
Menghela nafas panjang diselingin tawa gelinya,capek juga dia perjalanan seperti ini.
"Huuuuuh,gemesnya kalau liat kamu pules kayak gini.Pengen ngecup aja deh,heheheh!"Nyubit halus gemas.
Sesaat ia gerak dan masih terbawa oleh mimpinya,hampir aja bikin hatinya tersayat oleh gerakannya.Jadi aku harus ngangkat kamu dong,ga pa-palah supaya pernah aja bawa kamu masuk kedalam kamar.Keluar dari ruang kemudi,Dennis menuju pintu sebelah dan membuka dan berusaha sekuat tenaga untuk membopong kekasihnya keluar dari dalam mobil membawanya masuk kedalam.
Saat tangannya mencoba meraih slot pintu,ternyata terkunci.Kerja keras lagi dong sambil mengetuk pintu beberapa kali,pandangan serta wajah memerah ia rasakan sendiri.
Tok,,tok,,tok,,suara ketukan pintu membuat Keduanya langsung melepaskan romantisme tersebut."Ada yang dateng,kamu tunggu sini ya.Aku lihat siapa yang datang!"Menahan langkah kaget Vani.
Ia mengangguk serta serius pula merasakan apa yang tengah membuatnya sedikit ragu,siapakah mereka atau hanya seorang tamu datang menyapa keromantisan mereka.Ternyata engga saat Adrian membuka pintu dan mendapati Cinta tengah digendong oleh Dennis,seketika ia panik tapi dengan cepat kekasihnya menghentikan sebuah suaranya.
"Stttttt kak,dia tidur,heheheh!"
"Haaaah,aku kira mabuk dia.Aku bawa ya,pasti berat!"Pintanya kepada Dennis.
Cukup berat juga sampai rela memberikan rasa berat itu kepada Adrian,lega juga setelah bawa anak seberat itu.Heheheh"Masuk dulu Dennis,ketemu sama Vani.Aku bawa Cinta kekamarnya dulu!"Berbalik badan serta membawa lelapnya Cinta tanpa ada sadar pun darinya.
Dari dalam Vani heran dan tersenyum geli melihat kelakuan Cinta yang sangat lelap dan ga sadar saat dibawa sampai ia hanya menahan tawanya.
"Kenapa kamu bisa ketawa Van?"Mengernyitkan kening bingung.
"Berat bang?"Tanya Vani makin penasaran.
"Iyalah,,,,minggir dulu.Kamu temuin Dennis ya diruang tamu,aku keatas dulu!"ujarnya segera membawa adiknya untuk segera merebahkan tubuhnya diranjang.
Ia mengangguk,bergegas menghamipri Dennis yang masih betah untuk segera menunggu Adrian untuk pamit,malahan muncul seseorang wanita dari dalam."Malam,,,temennya Cinta ya!"Sapanya hangat.
Sambil mengangguk juga heran,siapa ya dia?
"Iya kak,Cinta tadi ketiduran dan saya bopong nalahan diminta sama kak Adrian!"
"Heemmm,,,memangnya habis ngapain?makan malam aja?"melontarkan pertanyaan.
"Iya kak,kalau begitu saya pamit ya!"Kata Dennis bergegas untuk pergi.
Dari jauh pun Adrian sedikit berlari dan mendekatinya"Kok buru-buru ga ngobrol dulu mungkin."Mengumbar senyumnya.
"Ga usah deh kak,juga udah malem.Aku pamit dulu deh,permisi!"Berlalu sambil menyalami keduanya.
"Hati-hati jangan ngebut,udah malem lho!"
"Beres kak!"Jawabnya berlalu memalingkan wajahnya dan keluar dari rumah Adrian.
Keduanya saling berpandangan.
"Kenapa?"Sambil mengangkat kedua alisnya.
"Engga ada!"Jawabnya menggelengkan kepala.
Perlahan mendekati"Kita tidur berdua ya.Mumpung Cinta udah lelap duluan!"Godanya sambil mendekati dengan gaya nakalnya.
"Baaanggg,jangan macam-macam ya!"Berusaha menghindar.
__ADS_1