
Ternyata permintaan lebih itu dipagi hari telah membuatnya bagaikan pasangan yang tengah bahagia,kenapa tidak keduanya telah bercinta dan saling menikmati setiap moment bercinta hingga akhir kepuasan itu Luna berada dalam pelukan hangat Adrian,walau masih tertutup oleh selimut tebal membungkus tubuh mereka tanpa sehelai benang,ada rasa bahagia dirasakan olehnya telah saling berbagi kasih tanpa ada sebuah paksaan.
"Makasih ya,kamu telah membuatku nyaman dengan permaian ini?"Mendongak serta membelai lembut dada Adrian.
"Kamu juga,ternyata kamu sudah lama menginginkan ini?"Candany ketawa geli makin mendekap hangat lalu mencium keningnya.
"Apa kamu masih cinta sama aku,sampai kamu nekat membuat hubungan semakin intim seperti ini?"Kembali beranjak bersandar serta menarik selimutnya menutupi sebagian dadanya, jari-jarinya pun membelai telinga hingga kepipinya dengan wajah membisu.
"Kenapa ya,kalau aku ketemu sama kamu tuh.Ada satu sisi dimana kita bisa melakukan itu dengan sangat ikhlas dan ga ada lagi yang ditutup-tutupi sampai saat ini.Kita selalu bersikap dewasa kadang jaim dan kadang pula gila.Kayak seperti ini."
Kembali memeluk erat,ada yang ga mungkin bisa dijelaskan saat ini selain nyaman dan bisa berbagi cinta lagi.
"Setelah hubungan kita benar-benar terjadi lebih dalam,apa kamu akan menjaga mereka berdua dengan tulus bukan karena kamu cinta sama salah satu dari mereka?"
"Aku akan menjaga Cinta seperti adikku,dan pasti aku akan berbicara dengan Vani terutama soal kedekatanku sama kamu.Semoga dengan settingan kita selama ini dia mengerti dan ga lagi bersikap ga enak padaku."
"Aku harap kamu dewasa untuk masalah ini?atau itu hanya sebuah balas dendammu pada Kekasihmu?"
"Engga juga,Kalaupun Reyhan sama sekali tidak memberikan kehangatan yang kamu harapkan.Aku sebagai sahabatmu akan memberikan itu dan itu akan aku pertanggung jawabkan,bila kamu inginkan.Gimana?"
"Jadi kamu akan sering kesini menemaniku?atau tetep saja fokus sama mereka?"
"Kalau mereka berdua masih membutuhkan bantuanku?kenapa tidak!"
"Ga kusangka ya,kamu sangat dewasa sekali.Tidak salah kamu membuatku jatuh hati sama kamu lagi Ryan!"Mengumbar senyum untuknya.
Dia berbalik miring serta mendekap kedua pipi Luna dan memberinya ciuman yang dibalas olehnya dengan hasrat yang tiada tara.Hubungan cinta ini tak disangka bisa sejauh ini,apakah aku akan mengabarkan ini pada Vani bahwa memang benar aku telah jatuh cinta dengan orang lain bukan padanya lagi.Cinta begitu dalam pun menyematkan sebuah keinginan,saling melepas ciuman tersebut dan kecupan kening kembali mendarat hingga pelukan pun dirasakan oleh Luna saat ini.
"Aku mencintaimu karena aku tahu siapapun bisa memilikimu tapi tidak seutuhnya seperti ku Ryan.Aku sangat senang kamu telah membuktikan semua ini secara tiba-tiba dan aku menerimanya."Tawa manisnya muncul.
"Aku juga ga menyangka kamu merasakan nadir hidupku hadir dalam kekosongan ini.Kamu memberikan celah yang tak bisa aku tolak begitu saja."Malahan ia menarik selimut dan kembali bercinta hingga cinta keduanya sangat menawan.
Dimeja makan pun masih ada sayang masih diperlihatkan oleh Ryan dalam membantu setiap waktu menyiapkan sarapan pagi.Cinta yang begitu dalam sudah terpaku sangat dalam cinta keduanya tanpa ada lagi yang mengusiknya.
Luna begitu perhatian untuk menyuapi bahkan menghapus sisa makanan menempel disetiap sudut bibir Ryan.Sungguh nikmat betul suapan demi suapan diberikan olehnya,sesekali canda itu muncul dan semakin manis untuk diulang tanpa ada waktu yang menghentikan.
Ya waktu memang ga bisa ditebak oleh apapun itu,hadir dalam satu rasa dan makna semuanya berada dalam kebahagiaan Seorng wanita yang mana ia menginginkan sebuah kebaikan sempat terabaikan dan Sang Pangeran datang memberikan banyak kasih sayang.
"Aku pulang dulu,apa nanti kamu butuh teman lagi!"Luna mengantarnya sampai didepan pintu,rasa ingin melepaskan itu berat bahkan sentuhan tangan tak mungkin lepas begitu saja.
"Yakin kamu ga mau lebih lama disini,atau nanti malam kamu menemaniku lagi?"Berharap lebih soal kedekatan ini.
"Nanti deh ya,aku kabarin lagi.Butuh banyak untuk bertemu Cinta dan Vani.Kamu ga pa-pa kan aku tinggal sendiri!"
Bersandar dan berfikir realistis lalu ia pun menyentuh dada Adrian kembali memeluknya dengan hangat."Aku butuh kepastian ya.Jangan buat aku menjadi seseorang yang sendiri lagi."
"Kenapa engga,kamu tuh memang butuh perhatian ya.Aku pamit dulu bye!"Melepaskan pelukan dan berlalu melambaikan tangan untuk kekasihnya.
"Byee!"Balasan lambaian tangan pun diberikan olehnya.
Huuuuh,sepi lagi setelah ia memainkan seluruh raga dan jiwaku.Aku bahagia ternyata dia ada hati juga sama aku.Semoga balasan ini bukan karena dia bersalah atas perlakuan kekasihnya kepada suamiku.Kenapa juga suamiku bisa terjerat begitu dalam sampai seperti ini.
"Apa dia pengganti rasa sakitku selama ini?semoga dia baik-baik saja dan bisa membuatku nyaman terus.Makasih Ryan."Memberinya senyuma manis dan menutup kembali pintunya.
Dalam perjalan pulang,ada rasa bersalah yang telah dilakukan oleh Adrain.Tapi kenapa ia begitu senang menerima ini semua?apa mungkin aku bisa menjaganya melebihi suaminya.Apa memang dia butuh seorang yang dewasa dan mampu memberikan banyak perhatian.Apa mungkin aku bisa bilang sama Vani tentang kejadian ini ya.Kalau Cinta tidak perlu tahu,aku hanya ingin berbicara dengannya untuk sikapku kepada Luna.
"Ya,saatnya Vani bersikap apa padaku?aku sama sekali tidak tahu bahkan saat sikap itu berubah aku harus bisa menjelaskan siapa Luna!"
"Lalu kalau dia tidak terima dengan apa yang aku berikan saat ini.Pasti akan membuat banyak spekulasi yang sangat membunuhnya dan apa mungkin akan menjadi keuntungan bagiku mendapatkan Luna."
Aaah jangan berfikir sejahat itu sama Vani,apa dia sudah siap untuk bisa berbicara denganku,aku hubungin saja dia sambil menghubunginya saat ia tengah sarapan juga ngobrol santai bersama Jodi.
Ada sikap lunak ketika harus berada satu situasi dengan pria yang sudah secara tiba-tiba memberikan perhatian yang mana itu sangat menyentuhnya hingga saling mengerti adalah jawabannya saat ini.
"Kamu yakin ga ada masalah sama aku setelah ini Jodi,apa kamu akan merasa kesal ketika bertemu denganku bahkan itu membuatmu jengkel?"Menatap dengan memainkan sendoknya.
Terssenyum dan berkata"Tidak juga,akan banyak hal yang lebih baik saat kamu sudah mau menerimaku dengan baik saat itu juga aku tahu kamu adalah perempuan yang baik!"Mengumbar senyum untuknya.
"Tapi,,,,"Belum selesai melanjutkan pembicaraannya malahan sebuah panggilan dari Adrian membuatnya menghentikan obrolan ini.
"Sebentar ya,bang Adrian telpon!"Menghentikan sejenak obrolan ini.
"Iya silahkan!"Sambil mengangkat keningnya serta menyakini memang lebih baik seperti itu.
"Hallo bang ada apa?"Sapanya hangat sampai menbuat dirinya penasaran.
"Kamu dimana Van,bisa kita bicara sekarang?"Tanya Adrian memastikan.
"Bisa bang,tapi aku dirumahnya Jodi sekarang.Apa aku pulang dulu?"
"Ooooo,dirumahnya Jodi bisa sharelok ga.Aku jemput sekarang.Penting aku pengen banget bicara sama kamu ya."
"I-iya bang.Aku sharelok ya,jangan panik konsentrasi aja nyetirnya!"Berpesan kepadanya.
"Iyaaa,makasih!"
"Yups sama-sama!"Menutup telponnya.
Jodi memastikan itu audah selesai obrolan hangat bersama Adrian,cukup singkat dan pastinya itu membuatnya juga penasaran akhirnya.
"Kamu habis bicara sama bang Adrian ya?"
__ADS_1
"Iya jod,biasalah.Dia kemarin tuh kerumah sahabatnya dan nginep.Dan pas banget aku sama kamu kejebak hujan lebat dan Cinta mau kerumah juga ga bisa. Jadi dia dirumah sama kekasihnya Dennis."
"Oooh,iya Cinta itu siapa seeh.Kok selaku aku denger nama itu dekat banget sama kalian berdua,apa penting banget ya."Tanya Jodi penasaran.
"Kamu pengen tahu banget atau sekedarnya?"Kembali menggodanya.
"Heemmm!pengen tahulah!"Sambil menompangkan tangan dan tetep menatap Vani.
"Tatapanmu Jodi membuatku berdetak ga karuan saja!"Candanya ketawa geli sambil menyentuh hatinya.
"Hahahhahaha,bisa juga kamu becanda seperti itu.Kamu juga lama-lama menarik hatiku!"
"Tapi sayang aku ga punya ha-ti!"Jawabnya mengejutkan Jodi.
"Haaah kok bisa?apa memang ada hal lain yang membuatmu ga punya hati!"Jodi seakan semakin bingung.
"Ya gimana,aku selalu terlena oleh siapapun sampai harus terjerat dengan mas Anton.Malahan sekarang hilang entah kemana.Jadi deh Bang Adrian yang jadi penjagaku.Hanya penjagaku lho.Ga lebih!"
Jodi sangat senang dan bersemangat mendapatkan sebuah kalimat yang membuat hatinya segera menyentuh kedua tangan Vani.
"Yang benar itu?apa ga salah!"
"Salah besar Jod!"Jawabnya kaku.
"Kenapa?"
"Karena kamu tiba-tiba menyentuh tanganku?kenapa!"Sambil merunduk melihat tangan Jodi begitu erat menyentuh dan mungkin itu menyadarkan dirinya untuk melepaskannya.
"Maaf!"Kaget juga,ga sadar lagi.
Vani menahan tawanya,geli juga melihat dirinya begitu kaget saat tak menyadari hal tersebut menjadi lebih baik saat melihatnya.
"Tadi mau nanya soal Cinta kan?kok bisa lari kesana-kesini dan malahan ga tahu kemana arahnya?"Tanya Vani bingung.
"Oooh iya.Kenapa gitu ya?apa aku sudah melupakan satu hal dan itu sangat menggangguku!"
Menompangkan tangan lalu berkata"Apa ada satu hal yang menjeratmu sampai seperti ini?"
"Hehehe,sejak aku membocengmu sampai sekarang.Aku belum bisa sadar kalau kamu semalam dirumahku Van."
"Of course,itu jawaban yang membuatmu sampai saat ini gagal fokus karena hal ini!"Meringis kearahnya.
"Mungkin kali ya!hahahaha."
Obrolan santai itu perlahan sirna tak kala kedatangan seorang pria dipastikan adalah Adrian sudah sampai dan berada didepan rumah Jodi.Keluar dari mobil dan memastikan ini adalah rumah temannya.
"Bener ini rumahnya Jodi.Baru tahu kalau dia punya sesuatu yang lebih,hebat!"Mencoba menghubungi Vani yang tengah mengobrol pasti bersamanya.
"Udah,sekarang aku didepan rumahnya Jodi.Boleh aku masuk!"
Lalu pandangan Vani mengarah langsung kemata Jodi dan berkata."bang Adrian sudah didepan,mau nyamperin ga?"
"Haaaaah,beneran.Aku yang temui dia sekarang!"Jawabnya beranjak berdiri menghampiri sosok teman didepan rumahnya.
"Naaah kan,aku ditinggal.Gitu aja udah cabut kayak roket aja!"Sebal juga,ga ada kode atau embel-embel apa langsung tancap gas menuju pintu depan.
Mau ga mau ya harus ngikutin dari belakang,memastikan tidak ada masalah saat mereka berdua bertemu.Juga sebagai teman pastinya senang bisa menyambutnya pertama kali menginjakkan kakinya dirumah Jodi.
"Haiiii bang,pa kabar?"Sapa Jodi bagaikan ga ketemu selama setahun keduanya saling berpelukan.
"Hai,Jod?kamu ga bilang punya rumah sebagus ini.Apa ga mau gua main kesini?"Candanya geli.
Melepaskan pelukan"Ya gitu bang.Masak aku sombong bilang punya rumah kece kayak gini.Ntar gimana jadinya."
"Hahhahahah,bisa juga lu!"Sambil memukul dadanya.
"Ayo bang masuk,aku buatin minum ya!"Ajaknya masuk kedalam.
"Memangnya kamu mau ngobrol banyak sama aku?"Kembali menggodanya.
"Hahhahaha,ya ga juga kali bang.Ada tamu baru pertama kali lagi datang kerumahku ya harus dilayanin dong.Ayo masuk!"Kembali mengajaknya masuk.
"Iya deh,heheheh!"Jawabnya ikutan masuk kedalam lalu mendapat sambutan dari Vani yang senang memeluknya bagaikan kekasihnya.
"Haaai,bang aju kangen banget lho!"
Seakan malu-malu gimana ya,melihat sepasang kekasih setelah pertemuan dirumah yang menyejukkan ini.Mau kabur juga ga bisa,atau aku harus gimana ya.Senyum Adrian saat menoleh kearah Jodi sambil mukul bahunya.
"Lu bisa aja malu-malu kayak gini.Doa aja ga punya malu meluk-meluk aku!"Candanya ngakak.
Sadar juga sama kalimat yang dituangkan oleh Adrian,seketika ia melepaskan pelukan dan salah tingkah mau ngapain juga bingung. Senyum-senyum merdeka saat Jodi melihatnya.
"Ayo bang duduk,berdiri aja deh setelah ketemu kekasihnya!"Kembali mengajaknya untuk duduk bareng.
"Aku buatkan minum ya."Tawar Vani setelah punya ide cemerlang.
"Ga usah repot-repot,aku ga lama seeh."Menoleh dan mengarah ke Jodi."Kamu libur kan Jod?"Tanya Adrian langsung.
Sambil mengangguk dia menjawabnya"Iya,bang.Kenapa disuruh masuk lagi?"Membuat opini lucu tentang kerjaannya.
"Ya kalau kamu mau?"Jawabnya ngakak.
__ADS_1
"Hahahaha,becanda mulu bang.Dapat lotre ya?"Tanya Jodi heran.
"Engga juga seeh.Cuman kalau serius mulu ga enak.Wajah ini seakan keriput hehehehe!"Sambil menyentuh kedua pipinya.
"Hemmm,,,ada yang nyindir neeh!"Tiba-tiba Vani nimbrung juga sampai diruang tamu.
"Kamu kok cepet seeh bikin minumannya?apa asal aja kamu bikin?"Tanya lagi heran.
"Ya enggalah bang.Barista senior tuh apa-apa cepat.Sampai bikin minuman aja cepet!"Jawabnya pede.
Sambil garuk-garuk kepala,aneh lagi omingan Vani.Seakan ingin membunuhnya."Kalian ya kalau udah ketemu kayak ga ada lagi yang harus dikatakan lho.Selalu bikin cemburu!"Ujar Jodi yakin.
"Oooooh,,,jadi cemburu dia sama kamu Van.Bisa juga kamu cemburu.Biasanya datar aja,hahhaah!"Lagi Adrian membuat lelucon untuknya.
"Masak seeh,dari tadi biasanya saja dia bahkan santai dan lebih gimana ya.Menjiwai sebagai seorang pria yang lebih dewasa!"Jawab Vani memperagakan dengan luwesnya.
"Berarti sekarang kamu tuh diantara hubungan kita berdua.kamu bingung berada dimana kan?posisi yang terbaik untuk menempatkannya?"Lagi membuat tebakan untuknya.
"Mungkin juga ya.Tapi silahkan diminum dulu,biar ga kering bang!"Lanjutnya Jodi memberikan saran.
"Ooooh iya.Lupa ada minuman special ada yang bikin!"Jawabnya meyakinkan kembali mengarah ke Vani.
"Mangkanya bang,segera diminum biar ga nunggunya lama.Dingin lho."Pintanya lagi.
"Oke aku minum,silahkan kalian berpandangan.Mungkin ada yang tersembunyi dalam diri kalian sampai harus menungguku meneguknya."Serasa nikmat juga merasakan minuman khas Vani.
"Heeemm aaahh,,,,enak juga buatanmu."Puji Adrian menyakini hal itu.
Menghela nafas panjang,menoleh kearah Jodi lalu dia berkata."Jod,boleh ga aku pinjam Vani untuk pulang,ada yang harus dibicarakan lho.Pen-tiiiing banget!"Ujarnya sambil menutupi dengan punggung tangannya.
"Boleh bang,mau bawa silahkan.Ga ada lagi kan yang kita obrolkan lagi Van?"
"Ya ga ada seeh.Kan udah dateng bang Adriannya.Jadi kita potong aja sampai nanti ada sambungannya."Jawab Vani yakin.
"Beneran ga pa-pa?takutnya kamu menyesal dan membuatku tidak nyaman lagi disini!"Kembali membuat lelucon untuknya.
"Ga ada menyesal bang.Emang apaan seeh kok serius banget obrolannya sampai mau dijemput segala?"Vani mengernyitkan kening.
"Ga juga tapi.Sangat penting buat hubungan.Kita seeh kedepannnya."
Seakan ga ada akhlak buat Jodi sambil mengelus pahanya dia menoleh keluar dan berujar.
"Sampai depan juga.Ga sampai disini?"Menampakkan wajah lucunya.
"Hahhahah,salah satu lagu kesukaanku lho itu!"Sambil memastiakan itu.
"Ya udah kita balik dulu Jod,kalau lama-lama malah ganggu liburmu.Selamat istirahat,nanti kalau kita udah selesai ngobrolnya aku kabarin.Kan kalian masih ada yang dibicarakan ya kaaaan?"Mengarah ke vani.
"Bisaa aja mengarahnya keaku.Kenapa ga ketempat lain."Kesel juga kena pandangan seperti itu.
"Kalau ketempat lain.Kamu ga bakalan ken mental,hehehehh!"Ketawanya pun mengarah ke Jodi.
"Iya juga,kena mental dan akhirnya down.Gimana?"Tanya lagi.
"Bang ayo pulang,aku masak jadi bulan -bulanan kalian seeh tega banget deh."Pintanya berharap untuk segera angkat kaki dari rumah Jodi.
"Iya kita pulang,ayo!"Ajaknya mengulurkan tangan.
"Trus ini ga diberesin?"Lagi mengarah kemeja dimana ada dua cangkir minuman untuk dibersihkan.
"Ya angkat aja aku tungguin."
Jodi pun bersuara lantang untuk itu.
"Eeeeh,jangan.Nanti aja aku yang beresin kalian berdua pulang aja obrolanya segera expired lho kalau ga dibicarakan!"Kata Jodi menjelaskan.
"Enak aja.Siapa yang bikin minuman tadi?"Langsung aja nyinyir Adrian.
"Dia!"Sambil mengarah pada Vani.
"Ya aku lah.Aduuuuh,bete deh!"Langsung diberesin sampai membuat tawa lepas Jodi dan Adrian.
"Memang ya bang,cepet banget kena mentalnya."Kembali ketawa menutupi mulutnya.
"Tahu aja,kalau dia seperti itu.Bikin greget jadinya.Gemes gitu!"
"Kok aku ga ya?"Menoleh dengan wajah serius.
"Ya belum,ntar kalau ydah ketemu feelnya baru tahu deh Vani seperti apa!"Jelasnya.
"Ooooog,yayayaya.Aku pastikan itu lebih cepat dari biasanya kalau deket sama dia!"
"Yakin itu,pasti kamu suka sama dia ya!"
"Sambil mengangguk,tanpa sadar dia menjawabnya."Iya ya.Seru seeh soalnya dia!"
"Tu kan.Ada rasa kamu sama dia.Nanti.aku bicarain sama dia ya!"Langsung menembak jitu pas pada sasarannya.
"Aduuuh kena mental juga aku bang!"Sambil menutupi wajahnya.
"Hahahahahah,kalian berdua sama saja."Jawabnya yakin.
__ADS_1
Sudah selesai semua aku tata rapi dan bisa kembali kedepan untuk memastikan mereka tidak membicarakanku yang tidak-tidak.Juga aku bisa lama pula deket sama Jodi.Dia memang mulai ya menggodaku sampai aku nanti harus bilang sama bang Adrian sesungguhnya semoga dia mengerti dan yakin itu pilihanku.