Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 2 Jovan siap-siap dengan kerjaannya.


__ADS_3

Kadang dia juga bingung kenapa bisa melihat Maya begitu semangat dengan harinya padahal ia tahu sendiri kalau dirinya tengah dalam perbaikan diri setelah hancurnya ditinggal oleh kedua orang tuanya secara tragis.Kinindia menjadi penjaga hati seorang perempuan sebatang kara tanpa siapapun.Kenapa harus aku yang jadi pelindung Maya?heeeh ga habis fikir deh.Mau gimana lagi kalau Rendra Alexander memang memberikan semua mandat untuk membuat semuanya kembali baik bahkan aku harus menjaga semuanya dengan baik.


"Jovan,,,,aku berharap kamu bisa menjaga anakku satu-satunya yang aku punyai.Aku tidak ingin kamu membuatnya kecewa,buatlah dia bahagia seperti dulu dia bahagia bersamaku.Ingat semua tanggung jawabnya sebelum ia dapatkan tolong kamu pegang dan jaga untuk masa depannya.Okey,aku tahu kamu hebat dan paling inspirasi sehebat aku!"


Pesan itu terngiang-ngiang dalam otaknya,fikirannya kadang pecah saat melihat Maya dengan polosnya dan baik hati tapi ngangenin.Bisa apa akhirnya aku harus menjaga dia seperti anakku atau keponakanku sendiri,hahhahaha.Dasar ada manjanya juga dia tapi namanya juga anak cewek mau gimana lagi.


Seperti yang dibayangkan dan dia tengah berada dalam kesibukan disebuah studio pemotretan yang dimilikinya.Sudah banyak tugas yang siap ditunggu oleh asistan pribadinya,Revanda yang sigap dengam pakaian khas seorang casual tetep seksi dengan kemeja hitam ketat serta celana katun berwarna coklat pensil serta sepatu higheels kulit berwarna hitam pula dan terikat rambutnya bak model kelas atas.


"Mba,,,,apa mas Jovan udah dateng?"Tanya salah satu rekanan dikantornya,saat tengah sibuk mengatur beberapa skedule diruang kantornya.


Mendongak dengan melihat wajah heran,lalu melihat jam tangan memastikan bahwa sekarang memang ada jam kerja untuknya.Tapi ia mengernyitkan kening lalu heran melihat keluar memastikan ada mobil Bosnya tengah datang atau belum parkir didepan kantornya.


"Belum kelihatan,,,palingan dijalan.Biasanya habis nganter ponakannya berangkat sekolah.Sabar ya!"Sambil santai dan sarkastik.


"Oooo,gituuu.Soalnya modelnya juga pada nunggu untuk shoot majalah baru kita Mba!"Sambil memberikan penjelasan.


Menghentikan kesibukannya,lalu senyum ia cukup lebar sambil menata kembali berkasnya.Mencoba untuk memberikan pengertian untuk beberap hal yang harus ditunggu oleh mereka.


"Aku aja yang tanganin mereka.Pasti mereka ga mau kalau ketinggalan sama Mas Jovan.Tahu lan dia punya pesona,heheheheh.Aku keluar dulu ya.Mau ikut?"Ujarnya hangat sambil berjalan keluar,,,belum sampai didepan pintu sambil diikuti oleh salah satu karyawannya,ia berbalik dan kembali untuk mengambil ponselnya tengah ketinggalan dimeja kerjanya.


"Eiiiitttsss ada yang ketinggalan hehehehe,rempong jadinya!"Agak berlari untuk mengambil ponselnya,lalu kembali untuk keluar mengamankan model yang tengah bosan menanti sang fotografer utama.


"Ponakan yang mana?perasaan mas Jovan tuh ga punya saudara deh.Kok bisa ya!"Tanya lagi heran.


"Biasalah relasinya banyak.Kamu pasti bingung kalau aku jelasin dengan cepat tapi tepat.Akhirya ga ngerti hehheheh!"Jelasnya manis.


"Gitu ya,,,ckckckck ada aja ya kegiatannya.Aneh-aneh deh mas Jovan."Fikirnya tengah bingung pula.


"Ga ada yang aneh kalau udah dipegang sama mas Jovan.Dia memang orang aneh dan penuh aktifitas kencengnya!"


Tak lama ia turun dari anak tangga lantai tiga,bergegas untuk menemui salah satu model yang dipastikan itu adalah model baru yang belum tahu seberapa padat jam kerja yang dilakukan oleh Bosnya tersebut.Senyum hangat dan ramah diberikan oleh Revanda.


"Haiiii,selamat pagi.Lama nunggu ya mba?"Sapa hangatnya sambil merunduk melihat kolase wajahnya.


Mendongak dengan wajah polos dan suntuk melihatnya,ternyata bukan siapa-siapa.Dia hanya model yang baru dan tengah mencoba mendapatkan ketenaran saat ingin gabung dengan project yang tengah dijalankan oleh Jovan.


"Mas Jovannya mana ya,,,kok lama banget seeh?aku bete lho nunggunnya!"Geregetan sepertinya ketika menatap Revanda.


"Apa mau ke bar sebentar,kita minum gitu biar ga bosen!"Tawarnya berharap ia mau menunggu.


"Tapi bentar lagi aku ada tugas lho!tinggal 30 menit lagi."Jawabnya sambil memperlihatkan jam tangan kearah mata indah Reva.


Setelah lama bernegoisasi dengan salah satu model yang memang banyak skedule,mungkin mirachel tengah tiba-tiba memberikan kejutannya,tepat dibelakang Reva,Jovan memberinya senyum dan lambaian tangan menyapa sang model.


Ia membalas dengan senyum lebar dan bahagia,bahwa keinginannya untuk bekerja sama dengan sang Fotografer kenamaan tercapai juga.


"Haiiii mas,lama banget seeh?aku mau pergi jadinya."Sapa sang model sambil beranjak berdiri riang menyambut kedatangannya.


Heran,,,siapa yang dia sapa ya?menoleh dan ternyata itu mas Jovan,lega juga ada yang ditunggu-tunggu sudah datang.Jadi ga repot-repot bikin acara makala cerita perjalanan karier yang masih hijau dari model seperti dia.


Beranjak berdiri serta menyapa pria mempesona disetiap section Photographie,ya memang dia tengah membuat banyak proyek sampai dengan Camera khas miliknya.Senyum ramah kembali dituangkan olehnya untuk mendapatkan kerja sama dengan Model dibantu oleh beberapa team juga oleh sang asistan pribadinya Reva.


"Oke kita mulai ya!"Seraya memberikan aba-aba untuk memulai pemotretan diawal.


Persiapan pum dimulai oleh sang asistan pribadinya dalam mengarahkan lampu sorot dan mengatasi semuanya dengan baik.Beberapa sesi pemotertan telah dilakukan secara per pose hingga menghasilkan beberapa keindahan disetiap pakaian tengah melekat beberapa kali dan arahan dari Jovan.Sesi pemotretan menghasilkan ide brilian disetiap shoot dan diperiksa olehnya juga mendapat sorotan dari beberapa hal untuk memantapkan karakter sang model pada sesi akhir pemotretan.


"Oke,makasih ya.Pose yang bagus dan brilian!"kata Jovan puas dengan hasil kerja model barunya.


Ia berlari kecil mendekati sang Fotografer sembari melihat beberapa pose yang tengah ditunjukkan kepadanya.Antara senang dan bahagia telah mendapatkan seorang mentor terbaik senyuman hangat kembali dituangkan olehnya.


"Gimana mas,,,bagus ga?"Sergapnya penasaran.


Sambil memberikan slide pose dia pun menjawab dengan senyuman manis pula.


"Bagus,,,ga salah kamu kalau jadi model baru yang menjajikan.Aku salut sama kamu zen."Pujinya kembali dituangkan oleh Jovan.


Berbalik dan memastikan peluang itu ada pada Reva yang pula tersenyum padanya.


"Tuh kan mba,,,,bagus lho kalau difoto dan dimentori sama mas Jovan."Ujarnya semangat.


"Iyalah siapa lagi kalau bukan dia yang bikin model-model tambah keren dan terkenal."Jawabnya sambil mendekati Zen serta mendekap bahunya.


"Trus kamu ada acara ga setelah ini?"Tanya Jovan sambil mengamati cameranya lagi.


"Banyak mas,aku belum kuliah juga.Makasih ya aku balik dulu deh ya!"


"Ya udah hati-hati,kalau ada project lagi aku hubungin deh.Ya kan Va!"


Ia pun mengacungkan jempolnya,lalu zen berpamitan kepada kedua mentornya berlalu dengan senangnya.Lalu Reva menatap dengan wajah sarkastik kearah Jovan,sampai ia mengangkat dagunya bertanya.


"Kenapa?liat-liat kayak gitu!"Tanya Jovan heran.


"Gimana ponakan kamu?udah ga nakal lagi."Berjalan menuju kursi sofa yang terdiri atas sofa panjang berwarna coklat dan dua kursi sofa singel serta meja kaca dengan vas bunga.


Menghempaskan tubuhnya disofa,meletakkan camera disamping sofa duduknya dia menjawab dengan santai.


"Memang ya,kalau punya ponakan itu harus benar-benar extra hati-hati.Jadi ya seperti anak sendiri."Ujarnya sambil menoleh kearah Reva.


Reva bersandar dengan santai melihat kelakuan Sahabatnya tengah menjelaskan tentang keponakannya,lalu ia menjawabnya dengan bijak.


"Ya mau gimana lagi Van,cewek jaman sekarang itu butuh sebuah pengakuan dari lawan jenisnya untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai idola baru.Kamu tahu kan seperti apa May,sedikit demi sedikit ia punya pesona yang bisa membuat siapa saja menjadi terpikat!"Sambil menoleh penuh arti.


"Jadi apa yang harus aku lakukan untuk May,apa memang aku harus siap mengawasi dengan baik seperti aku mempunyai seorang anak perempuan?"


"Yupz itu memang tanggung jawab lho.Apalagi langsung dari Ayahnya sendiri dan dia adalah sahabat terbaikmu Rendra Alexander."

__ADS_1


"Kenapa orang baik cepet sekali meninggalkan kita.Malahan yang banyak tingkah masih aja dikasih untuk memperbanyak tingkahnya kita sampai kita bosan dan bersikap baik lagi ya?"Kembali berujar.


"Mangkanya kamu banyakin main cewek,sypaya hidupmu makin panjang van.Dan aku adalah orang pertama yang akan menuntut kamu soal kerjaan profesional kamu!Jangan banyak gaya maupun banyak janji bisa-bisa kamu kena batunya."


"Ga pa-pa kalau batunya kecil seperti kerikil,pasti ga sakit."Selanya pede.


"Kalau batu kali abis kamu,hahahahha!"Jawabnya ngasal.


Sambil mengangkat kedua bahunya sambil berfikir keras yang mana nantinya akan dia berikan senyuman hanya untuk Reva.Nyubit dagunya dengan gemas lalu dia ingat tentang malam minggy kali ini.Reva pun membalas dengan senyuman khas miliknya.


"Oooo,iya ntar kamu mau kemana malam minggunya sama siapa?"Tanya Jovan sambil penasaran kearah Sahabatnya.


Ketawa geli"Pengen tahu aja neeh Om satu ini.Suka-suka gua dong mau keluar ama siapa!"Sambil mengangkat dagunya.


"Oke,,,emang gua Om-Om yang perhatian sama Ponakananya.Mau ga nanti kamu keluar sama gua sama May.Seru tuh kalau dibayangin!"Sambil merebahkan kepalanya senyum-senyum ga kebayang.


"Apaaan seeh?"Jawabnya ketawa geli lagi.


"Kan aku mau keluar sama Virgo.Pria blasteran yang bikin gemeeeesssss banget!"Sambil nyubit pipi Jovan.


"Aduuuuhhhh,kok aku yang jadi sasarannya?"Melepaskan cubitan yang dianggap sakit olehnya.


"Ya kamu,kepooo banget sama kehidupanku,jadi aku yaaa harus bilang kalau sama dia."


"Emang dia asyik ya?sampai kamu mau sama dia!"Lagi menatap dengan wajah penasaran.


Berssedekap dengan menatap geli Jovan.


"Ga seperti kamu Van,dia itu perhatian.Seksi seeh seperti kamu yang doyan fitness dan pokoknya kalau ketemu sama dia bikin adem ayem dan sesuatu banget lho,jangan ngiri lho!"Sambil senyum-senyum nunjuk kearahnya.


"Oke kalau kayak gitu,nanti kalau dia bikin kamu ga nyaman atau selingkuhin kamu.Bilaaaang,aku yang pertama berdiri digaris depan!"


"Emangnya mau lari jarak jauh?"Jawabnya ketawa ngakak.


"Revaaa,kan aku semangat buat kamu!"Serunya ga terima sambil ngacak-ngacak dirinya.


Tiba-tiba ada yang lewat dan berkata lebih seru dan membuat keduanya kaget dan menatap sarkastik.


"Kalau jodoh ga kemana ya?ada aja jalannya!hehehehehehe!"Melintas bagai roket tengah diisi ulang bahan bakarnya.


"APAAAN SEEEHH?"Jawab keduanya kompak.


Kaget juga,kompak mengungkapkan kalimat keduanya.Heran dan seakan saling membuang muka masing-masing dan ga mikir lagi.


"Huuuuh,mending minum kopi biar ada inspirasi.Biar ga suntuk!"Jawab Reva beranjak pergi tanpa mengajak Jovan,alangkah kagetnya dia hanya melihat tanpa berkata apa-apa juga ganya heran dengan sikap sahabatnya.


Lagi berfikir lebih fokus dan kembali untuk memiikirkan setelah ini dia harus fokus dalam dua hal yang berbeda,mengurusi kedai kopi dan beberapa hal tentang peninggalan Rendra Alexander yang masih bisa dia telusuri lagi selain sebagai pengaman untuk masa depan Maya Alexander.Hatinya masih diambang kebimbangan untuk kembali menata siapa sebenarnya Virgo yang akan dekat dengan Sahabatnya sendiri Reva.


Dilantai dua tepat dikantin yang tengah didesain oleh salah satu rekannya bernama Aldan juga mia tengah berhasil membuat desain kedai kopi minimalis dan tentunya rame dengan konsep tak kalah keren untuk ketenangan dan kenyamanan para karyawannya.


"Haiiii,mba Reva.Tumben sendirian mana empunya ga kelihatan?"Tanya Mia penuh senyum mendekatinya.


"Masih mikir dia disofa deket ruangannya,habisnya banyak fikiran dia entah mikir apa,mau mikir masa depannya kali,hehehehe!"Jawabnya ngawur.


"Emang seeh kalau dia harus udah mikirin yang lebih matang!"Jawabnya Aldan sambil membuat orderan kopi,menghidupkan mesin lalu lupa juga belum nanya pesanan kopi yang tengah akan dia buat.


"Ooooh,iya pesen kopi apa?long black,cappuccino atau,,,,?"


"Cappuccino aja deh yang large sekalian.Biar nanti mikirnya jelas dan ga ada yang dilewatkan.Sayang lho kalau ga bikin inspirasi tapi sering diganggun ma Jovan.Bikin bete aja."


"Hahahhahah,emang kalian itu jodoh tapi belum ketemu jalurnya.Ya masih diambang mendekati tapi masih muter-muter dulu diprovinsi mana gitu trus take off dan landing kapan juga ga tahu!"Sambil memastikan reaksi Reva.


"Aku kan ga ada fikiran deket sama Jovan,dia mengangkatku sebagai asistan pribadi,dan tumben kerjaannya sama-sama itu aja.Palingan biasanya aku udah kemana-mana nyari project dengan klien lainnya.Ya karena sekarang weekend ga banyak kerjaan.Besok libur."Jawabnya kece.


Selesai dibuat versi takeaway Cappuccino,,,lalu memberikan orderan dengan pegangan penahan panas untuknya.


"Cappuccino special.Udah aku tambahin extra shot ya.Kalau kurang manis,pandangin aku mba,hehehehe!"Ujarnya becanda.


"Mandangin kamuuuu????maleeess!"Jawabnya melotot dan bergaya menatap mata belok.Lalu pergi lagi entah kemana.


"Yaaaahhh kabur dia.Emang ga jelas!"Lemah tak berdaya seletelah kepergian Reva.


"Kamu seeh,banyak gaya males dia nangkepnya hahahha!"Tambah Mia geli.


"Ya sudahlah!"Mengangkat kedua bahunya dengan lemas saat menatap Mia.


Langkahnya cukup santai menaiki anak tangga kembali berjalan menuju ruangannya.Tapi kayaknya aku harus membawa berkasku kebalkon deh.Pasti ada aja inpirasi datang saat minum kopi.Melenggang mampir menuju ruangan dan bergegas merapikan beberap berkas,saat kembali ga menemukan namanya Jovan lagi duduk disofa,aah palingan balik lagi keruangannya.


Sampai dipintu balkon malahan manyun,,,dia udah duluan duduk disana sambil mengamati sekitar gedung yang menurutnya akan menjadi pose untuk salah satu model dadakan khasnya.Kenapa seeh dia duluan kesini.Padahal aku pengen merasakan hawa weekend sendiri tanpa siapapun malahan udah duluan disitu lagi.Pojokan dan bersedekap tengak-tengok mengawasi bagaimana pemandangan itu indah untuk dishoot.


"Kok malah disini seeh?"Kalimat protes datang dari dalam menuju ruang duduk dikanopi pinggiran balkon.


Dia menoleh dan menjawab santai pula.


"Karena kerjaan udah selesai,aku lebuh suka disini.Kayaknya bagus deh kalau ada yang mau jado model sebentar untuk mendapatkan fiew bagus disana!"Sambil nunjuk kearah pojokan kiri lalu menatap Reva dengan senyum manis.


"Haaaah,kan bahaya itu Van.Ntar modelnya jatuh kamu mau tanggung jawab!"Tanya Reva resah.


Mendekati dengan sorot matanya kearah minuman Take away yang harumnya aroma mulai menggoda dirinya untuk merebutnya.


"Apaan ini?enak!"Langsung aja dia ambil tanpa ijin selanjutnya sama yang punya.


"Jovaaaaaannn,itu kopiku.Bikin sendiri sanaaaa!"Teriaknya ga terima.


Meneguk nikmat dan heemmm pass banget.

__ADS_1


"Heemmmm,,,,enak.Pass banget kamu order yang large.Jadi kita bagi ya!"Tawarnya sok baik.


"Hadeeeeh,malesss banget seeh."Sambil menunduk serta menepuk keningnya.


"Gimana?tawarannya!"Tanya lagi.


"Iya,,,bagi aja.Juga udah kamu minum,ntar ngambek lagi ga aku kasih iklhas!"Jawabnya masih menata beberapa hal baginya dimeja.


"Bukan itu Vaaaa,,,"senggolnnya sambil duduk disampingnya.


Kaget,heran menoleh kepada Jovan.


"Apaaan?"Tanya lagi.


"Kamu jadi modelnya gimana!sekali aja,ntar kalau jelek baru aku ganti modelnya."


"Berdiri disana?"Nunjuk pake bulpen yang tengah ia pegang.


Mengangguk senang dan tahu apa yang diinginkan oleh sang Fotografernya.


"Aaaaah,gila luuu.Emang aku mau uji nyali.Ga,,,ga,,,ga cari aja model yang mau kamu suruh-suruh.Aku mah ogah,jantungan ntar."


"Maksudnya?"Heran pula sama penolakannya.


"Kamu suruh aku berdiri diatas pembatas itu.Sama saja buat aku bunuh diri.Udah tahu ngeri banget tempat itu,malahan kamu bikin yang engga,engga lagi."


"Bukan berdiri diatas pembatas sayangku.Itu dibawah,jejeran sama pembatas bukan uji nyali.Kamu tuh ya mana aku tega buat kamu jatuh berkeping-keping diatas gedung lalu jatuh tak berdaya gitu!"


Akhirnya nyambung juga,ternyata permintaannya dari Jovan bukan seperti ekspetasinya.Ya malu deh kalau dilihat orang lain.Untungnya sekarang jado privat working job disini jadi ga banyak orang yang mantengin aku disini.


"Hehehehehe,,,,kirain uji nyali Van.Kan ga tahu aku."Sebel juga baru tahu kalau permintaannya memang bener-bener bikin hatinya selamat.


"Enggalah,kalau aku sampai nyuruh kamu gaya kayak uji nyali.Bisa-bisa aku dicari Virgo lho!"Bisiknya ketelinga Reva.


Geli juga sampai hati dia menggosok-gosok telinganya serta agak menjauh dari Jovan yang mencuri kesempatan darinya.


"Hiiiiiih,,,genit banget deh lama-lama kamu ya.Pengen berhadapan ma amarahku?"


Tersungging,,,menjawabnya.


"Kamu marahnya gimana?juga ga bikin aku takut malah bikin geli aja kan!"Jelas Jovan tersenyum mukul keningnya Reva.


PUUUUKKKKZZZ


"Aduuuh,jahil banget seeh kamu.sakit keningku ntar hilang ingatan malahan aku ngigau kamu lagi!"Jawabnya lagi bete.


"Haaaah,beneran ngigau gua.Ya ga pa-palah!"Jawabnya geli lagi.


"Kok ngarep banget seeh kamu.Ga malu sama jmur yang godain anak dibawah umur!"Ujar sok ga perduli dirinya yang memang satu frekuensi umur sama Jovan.


Langsung merunduk bingung sambil mengamati lantai dan sarkastik banget ga bisa bayangin itu terjadi padanya.


"Ngapain?"Tanya Reva heran.


"Tuh lagi lihat anak dibawah umur,emangnya umur berapa seeh?"Tanya Jovan bingung.


"Hadeeeh,ga usah dibawa-bawa deh.Jadi ga shoot gambar aku?"Kembali keawal untuk melunakkan suasana.


"Jadilah!"Jawabnya semangat dengan beranjak berdiri serta menyiapkan semua peralatannya.


Menggelengkan kepala dengan heran dan tak bisa dibayangkan dengan jelas apa yang akan dilakukan oleh Reva terhadap Jovan.


"Aneeh!"Beranjak berdiri kesal kedua kalinya melihat permintaan dari Bosnya.


Dia berjalan masuk kedalam dan mencari pakaian yang cocok untuknya,lagi bikin Reva repot sampai harus nungguin beberapa waktu untuk membawa teamnya guna menjadikan Model dadakan yang cukup sensual dan tentunya bikin aneh buat sang model.


"Aku mau diapain coba?"


"Ya kita jadiin model baru mba.Itu pesan mas Jovan sama kita!inget project kita adalah bersama membangun kerja sama bersama-sama dan hasilnya bagus."Jawab salah satu kru yang tengah mencari pakaian yang pas untuknya.


"Gini ya,kalau jadi model.Bisa-bisanya dibuat repot sama Krunya sendiri!"


"Ya emang gitu kerjanya mereka dan kita-kita Va.Emangnya kenapa seeh,ga suka!"


"Aku lagi project lainnya Van.Kali-kali dapat cuan lainnya!"


Nyengir lagi"Entar aja,kan besok libur.Ada kerjaan buat kamu dirumah!"


Mancung deh bibirnya Reva kembali diperlihatkan untuk membuat semua irang disekitarnya ketawa geli.Mau gimana lagi,pose terbaik hasil arahan Jovan dan dadakan juga siska jadi asistan yang mengarahkan dan menjadikan Model ala Reva beneran terlaksana,beberapa baju yang terbuka sampai tertutup membuat make up natural sampai yang fantastic pose wajah menjadi nilai tersendiri.


Dari cara Jovan membuat ide-ide creativenya menjadikan Reva pasrah dan beberapa kali terciduk memperhatikan setiap gerakan Sang Photografer dengan senyum manis pertanda ia setuju telah dibuat ga karuan dan hasilnya memang luar biasa bahkan membuat sang model tal percaya sama hasil yang dibuat olehnya.


"Neeeh kalau kamu pengen tahu hasilnya!"Kata Jovan sambil memberikan hasil potret terbaik kepada sang korban dadakan ini.


Segera Ia mengambil camera milik Jovan dan melakukan slide gambar cantik juga aku,bisa gaya kayak gini.Senyum-senyum kearahnya sambil pasang wajah bersemi-bersemi hingga serinya berubah-ubah dan berkata.


"Makasih ya,aku suka sama project kamu Van.Luar biasa."Reflek ia memeluk rekan kerjanya.


Namanya juga dapat pelukan hangat dari Reva,ngapain juga ga dinikmati sambil menompnagkan kedua tanganya menatap kearah pemandangan sambil tersenyum manis pula.Team kru lainnya hanya senyum-senyum melihat kelakuan keduanya dengan tepat dan jelas terpasang dipandangan mereka yang juga tengah sibuk kembali menata peralaran yang sudah dipakai untuk pengambilan beberapa gambar dalam sceenshoot team pagi ini.


"Neeeh minum dulu.Aku tahu kamu haus!"K.ata Jovan sambil memberikan minuman mineral kepada Reva.


"Makasih ya,tahu aja aku haus!"Semangat menerima pemberian dari Jovan.


"Itulah gunanya sahabat,seperti aku ya!"Sambil tebar pesona.

__ADS_1


Lagi sadar dan menatap sinis lalu kembali duduk menata kembali dirinya dalam lelahnya kali ini.Kenapa juga dia sok sibuk tapi hasilnya bagus dan bikin geregetan deh.Ada apa lagi nanti ya?


__ADS_2