Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Bab.5 Ada kalanya saat bersamanya.


__ADS_3

Andrea sebagai konsumsioner telah menyiapkan semuanya dengan bantuan Gladis menyiapkan sarapan pagi yang tertunda bersama.Aura bahagia dari Romero bertambah dengan senyuman hangat menerjang hatinya yang tengah dalam rasa lapar menjadi lebih bermakna dalam setiap detik ini.


Mengolah waktu dengan cepat dilakukan oleh Reyhan,untuk mendapatkan jatah makan pagi buatan kekasihnya.Dengan lihai dia membuat suasana menjadi lebih clear dan tentunya membuat Romero memberinya semangat untuk tampil lebih mantap.


"Ayo Rey,kamu bisa!"


"Diem lu mblo.Teriak-teriak doang!"Ujarnya kesal sambil menyelesaikan tugasnya.


"Haahahaha,ngambek ya!"Balas Romero lagi.


"Boodoo!"Sembari masih menata kerapian yang tinggal beberapa langkah lagi.


Diruang barista Andrea sibuk membuat persiapan sarapan pagi yang tertunda untuk mereka berdua.Dibantu oleh Gladis yang masih betah dan berminat untuk merasakan masakan buatan Andrea.


"Kakak hebat ya kalau masak,bisa seenak ini tampilannya!"Puji Gladis sembari ikutan menata dipiring.


Menoleh dengan jawab naturalis.


"Engga juga,kan banyak referensi diyoutube atau apalah buat ngerjain tugas ini.Ga masalah juga."Jawabnya khas sebagai kakak yang baik.


"Ooooh ya kak,tadi aku juga bawa makanan lho!"


Entah suara Gladis terlalu pelan dan tangkapan suara dari Reyhan juga tepat membuatnya sontak berteriak lantang dan senang.


"Waaah,aku mau dong!"suara lantangnya seraya menoleh penuh senyuman.


"Astagaaaa,masih denger aja.Padahal kita pelan-pelan lho ngomongnya!"Sontak Andrea terkejut heran.


"Ayo buruan selesain tugasmu,sebelum hangus lho!"Tambah Romero dengan canda gelinya.


Sambil melanjutkan bersih-bersihnya,Reyhan pun menimpali ujaran dari Romero.


"Iya mblo,gua akan datang bentar lagi!"Jawabnya pede.


Ada perasaan aneh dan patuti dipertanyakan oleh Gladis soal kalimat Mblo yang pasti akan membuatnya heran atau geli adalah pilihannya.


"Kak?Mblo itu apaan seeh!"


Menoleh dan mengangkat kedua alisnya.


"Apaan?Mblo!"Mikir saat terhenti untuk mikir,lalu perlahan konek dan menjawabnya."Oooh itu,nooooh dia tuh jomblo.Reyhan seneng banget kalau ngatain orang kayak gitu!"Ujarnya sambil mengarah kepadanya.


"Iya tuh,seneng banget kalau bilang kayak gitu sama aku.Apa dia ga mikir apa sakit hati gua!"


Dari belakang Reyhan mendekati Andrea bersandar menompangkan kedua sudut sikunya juga menatap Sembunyi-sembunyi Gladis dengan senyum khas kegenitan yang tak bisa digodain olehnya.


"Udah jadi deh,enak sepertinya!"Seru Reyhna penuh harapan.


"Iyalah,kita makan bareng ya.Biar sama-sama deketan gitu,kita makan dipojokan sana ya!"Kata Andrea menunjukkan tempat yang bagus.


Semua menoleh pada tujuan pilihan Andrea dan gimana lagi itu adalah tempat yang cocok untuk faster breakfast ala-ala mereka.Bersiap untuk membawa makanan kemeja panjang tentunya membuat keduanya sulit untuk mengatur kedekatan masing-masing bagaikan tengah bermain pazzel


"Aduuuh jangan disini.Ini tempatnya Gladis sama Romero kok!"Singgung Andrea menarik Reyhan.


"Tapi kan sama juga sayang.Duduk juga kan makannya."Timpal Reyhan kesal.


"Tapi kan ga disini,kamu tuh jauh dari Gladis deketan sama Romero.Aku deketan sama Gladis kan am-aan jadinya."Ujar Andrea bermain nada.


"Ya udaaah gua sama jomblo lagi.Ga aada selingan nya gitu?"


"Enak aja kakak nyari selingan didepan pacar kakak.Cari sensasi aja deh!"Tampar Gladis ketawa ngakak.


"Haaaah,tuuuh Gladis aja ga mau deketan ma elu. Elu masih nekad deketin dia!"Serang Romero pede.


"Dasar lu mblo ga tahu kalau nyari selingan tuh asyik!"Semprotnya kesal.


"Udah deh kak,jangan berantem.Ntar ga makan-makan.Diet jadinya ini cerita!"Lanjut Gladis membuyarkan suasana ramai perang mulut.


"Ya dia yang ga mau minggir!"Senggol Reyhan.


"Kan Andrea yang bilang tadi elu disini ama gua.Ga tahu kalau marah kayak apa,petcah kacanya.Rugi gua!"Tancap Romero.


"Yaaa deh!"Ngalah juga,dari pada ntar ga dibayar sama ownernya ga asyik juga lama-lama.


"Hahahahha,gitu dong kak.Ngalah bentar lebih asyik kok!"Ujar Gladis sambil mengacungkan dua jempol penuh keimyutan.


Andrea pun hanya geleng-geleng kepala melihat dua sahabat satu udah bener satunya malahan membelot,ada memang seperti itu.Tapi mesrah juga pada suap-suapan bikin keselek lihatnya.


"Astaga kalian mesrah amat seeh?"Singgung Andrea heran.


"Ya salah siapa,gua ga boleh deket sama dia!"


"Udah diem,makan neeh.Aaaa!"Sambil menyuapi dengan penuh nasinya.


"Eeeiuuh,emang mulut gua mirip kuda nil bisa selebar daun kelor.Bikin susah aja lama-lama!"Kesal juga dari tadi dikerjai sama Romero.

__ADS_1


"Hahahhaha,yang akur kak.Biar nanti ada hikmahnya!"Lanjut Gladis masih ngakak.


"Iya hikmahnya dia yang kenyang.Gua kurang!"Lanjut Romero.


"Lu bisa ngegas juga Rome."Kaget dilanjut ketawa ngakak.


Sejauh ini hubungan persahabatan mereka bagaikan sebuah saudara sekandung dan realitanya saat ketiganya bertemu membuat nyaman juga hatinya Gladis bisa bertemu dengan mereka yang bersikap baik-baik dan menganggapnya sebagai adik paling bontot sendiri dengan kelakuan manis dan sok imyut.


Setelah obrolan dan candaan makan pagi usai,keduanya pun melepaskan rasa kenyangnya dengan aktifitas sendiri-sendiri.Seperti yang dirasakan oleh Reyhan dia lebih suka ngerokok elektrik dan merasakan asap elegan tengah keluar dari mulutnya,beberap kali bermain cerita dengan Gladis yang suka banget mandangin wajah lucunya Reyhan.Dari dalam,Andrea senyum-senyum sendiri melihat kelakuan Reyhan yang sudah mulai dekat dengan Gladis.Juga rasa senang pula saat Romero mendekati Andrea sembari memberinya minuman segar untuknya.


"Neeeh buat lu,Ngapain juga ketawa sendiri kayak gitu?"Romero ikutan melihat kelakuan mereka berdua lucu juga lama-lama.


"Yaaa,biarin deh Reyhan deket sama Gladis.Juga dia butuh referensi hidup kan."Jawabnya tersenyum kearahnya.


"Iya seeh,palingan dia juga cinta ama elu sampai mati.Ga bakalan selingkuh dia,Tahu sendiri kalau dia berani selingkuh ada gua!"Ujarnya bangga.


Nampol bahunya dengan tawa lepasnya.


"Udah jangan kelewatan gitu dong.Lepasin masa lalu.Cari yang baru tuuuh depan heheheh."Candanya ngakak.


Beberapa saat dia memberikan sebuah lembaran surat kepada Andrea,dengan wajah ga enak dia mencoba mencari pendapat tentang surat yang diberikan oleh mantannya tersebut.


"Neeeh,lu baca!"


"Haaah,surat.Ngapain pake surat kan kita udah deketan gini!"Sok pede juga Andrea.


"Bukaaan ituuuu!"Sambil menggerutuk gigi-giginya."Surat dari Tasya!"Jawabnya kosong menatap kedepan.


"Haaaah,Tasya.Hanastasya kekasih lu-yang selingkuh naksir sama bosnya itu?"Kaget bukan maen.


Diluar pun keduanya asyik bercanda bagaikan sworang playboy payah tanpa ada kata selain nggodain sampai ketawa ngakak.


"Emang ya kalau udah cabby,imyut itu adalah pilihan yang mutlak untuk dipertahankan!"Ujar Reyhan menatap dengan senyuman.


"Apaan seeh kak,gombal mulu.Ntar aku laporin sama kak Andrea kena deh!"


"Yaaah,,,Andrea.Udah biasa kali,ga tahu deh dulu gua sama Andrea itu gimana?"Melempar pertanyaannya.


"Memangnya gimana kak?"


Mendekap pembatas pagar dan merasakan hawa sejuk itu memang masih ada."Dia yang membuatku kembali dalam masa kelam menjadi lebih baik.Dan selalu menyuport gua dan Romero dalam hal yang berbeda.Karena kita sahabatan udah lama.Dia mengalami depresi yang ga bakalan bisa ditebak oleh siapapun kalau hatinya benar-benar remuk.Dan gua berhadapan dengan kenyataan kalau gua kehilangan semuanya tanpa ada yang tersisa!"


"Hebat ya kak Andrea bisa memberikan support itu kepada sahabat dan kekasihnya.Adil lagi."Ujarnya senang.


Kok Andrea pegang surat dan membaca dengan emosi yang ga stabil.Trus Romero pandangannya sangat kesal juga,waduh pasti ada apa-apa neeh.


"Kita masuk yuk,kayaknya ada yang serius didalam!"Ajak Reyhan kedalam.


"Ga brani kak.Kan aku ga tahu apa-apa?kakak aja deh yang masuk,aku lihat dari sini aja.Ntar ga nyambung lagi!"Dorongnya dag dig dug dear.


"Oke gua masuk.Tunggu sini,awas jangan loncat.Kayak bajing loncat lho ntar!"Ujarnya bikin ketawa ngakak aja.


"Hahahaha,kak Reyhan bisa aja deh!"Tampolnya bahu Reyhan.


"Gua masuk dulu."Sambil jalan masuk kedalam.


"Iyaaaa!"Jawabnya kesal pula.


Tiba-tiba Gladis menarik baju Reyhan dengan kalimat yang menghentikan sementara duet mereka didalam.


"Kakak yakin,mau ikutan nimbrung sama mereka?emang masalahnya besar ya!"Tanya Gladis heran.


"Naaaah,mangkanya itu kakak harus masuk.Kamu tunggu diluar biar ga berabe nantinya,gimana setuju ga?"Berbalik dan menatapnya dengan gemas.


Kembali meringis dan mempersilahkan untuk masuk,tapi dirinya mencoba menengok kembali.Apa yang dibicarakan oleh mereka ya?


Didalam ada pertentangan yang membuat mereka bersikap aneh dan seakan dalam sebuah perdebaatan yang mungkin membuat Reyhan penasaran.Dia meyakini sebuah surat yang membuat sorot matanya sipit,tapi saat ingin masuk belum ada tanda-tanda yang mencurigakan bahkan membuat Reyhan bersikap untuk protektive kepada mereka berdua.


"Lho,ga jadi masuk kak?"Tanya Gladis heran.


Menoleh kearaha wajahnya,sembari menjawabnya ada perasaan yang harus dijaga dulu.


"Belum,belum ada yang berbahaya kok.Gua lihat mereka baik-baik saja kalau dari gaya bicaranya!"Sambil menunjukkkan dengan tangan.


Mengangguk serta mengerti dimana letaknya.


"Oooo,iya ya.Memang belum ada yang dikhawatirkan."Jawab Gladis bersedekap ikutan mengamati keduanya.


Jelas itu membuat Andrea tidak habis fikir sampai ada surat yang memang sangat sensitive untuk diulang lagi.Apa memang ga ada lagi lelaki didunia ini yang kedua setelah Romero.


"Andrea gua dapat surat dari mantan.Kamu tahu kan dia siapa?"Sambil bersandar dipinggiran meja bar saling berjajar seraya memberikan sebuah amplop putih dengan sebuah goresan nama perlahan membuatnya terkejut.


"SIA-PA?"Mengernyitkan kening.


"Baca aja!"Sambil mendongak kearah keluar dan mendapati kedua orang sahabatnya menunggu dengan waspada.

__ADS_1


Dengan wajah cermat serta mengernyitkan kening,Andrea pun membaca sebuah nama yang terasa ga asing buatnya sampai ia kembali mendongak dengan emosi,benar ini mantannya dulu.Tapi untuk apa dia kirim surat seperti ini,apa maksudnya coba?


"Ini maksudnya apa?"Tanya Andrea sinis.


"Ya itu baca aja,ujung-ujungnya juga pengen ketemu sama gua lagi!"Jawabnya bersedekap menoleh dengan heran.


"Gila apa dia?udah bikin kamu sakit hati,depresi lagi.Setelah dia melakukan pengkhianatan itu dengan cara ini lantas ingin menbuat hubunganmu sama dia baik lagi?"Meluapkan emosinya.


"Terus mau gimana?apa pendapat elu soal ini!"Santai saja dia mendapati hal tersebut.


"Gua ga habis fikir ya,dimana fikirannya dia.Kenapa dia bersikap seperti itu pada elu dulu.Emang harus dibedakan lagi?"Lanjut Andrea masih ga terima.


"Tapi An,gua tahu itu masa lalu.Sekarang udah berubah waktunya.Sekarang ya sekarang,dulu ya dulu!"


Pandangan sinis kembali mengarah kepadanya.


"Oooo,kamu pengen mengulang masa lalumu dengan kembali mengulang seperti apa dia kepadamu?kamu ga inget.Kamu tuh bisa kayak gini karena bisa melupakan dia.Lalu ngapain juga dia datang lagi.Udahlah jangan datang.Pleace jangan jadi orang bego untuk dia!"Andrea menyentuh tangan Romero dengan berharap.


"Tapi setidaknya aku harus tahu kenapa dia memintaku hadir saat ini.Mungkin ada kesalahan yang belum dia ketahui dan dia mencoba minta maaf!"


"Apa?emang dia Gladis yang masih remaja.Sifatnya masih kanan kiri bingung.Kalian udah dewasa waktu itu.Kenapa juga ga difikirkan oleh dia itu!"Dengan membelalakkan mata seakan masih ga terima sahabatnya kembali untuk datang kembali pada masa lalunya yang kelam.


"Gua penasaran aja,kenapa dia masih ingat sama gua dan memintaku datang.Ada apa ini."


"Jangan terlalu polos pada keadaan saat ini Rome,kamu tahu kan.Dia berharap karena dia tahu kamu masih mencintainya!"Sembari jari telunjuknya mengarah kedadanya.


Diluar Ada ketegangan tersendiri antara Reyhan dan Gladis,ada rasa khawatir tengah menggelayuti benaknya sampai ia berasa dalam drama besar kali ini.


"Waduuuh,kenapa tuh kak.Kayaknya kak Andrea marah besar deh sama kak Romero.Ada apa kak?"Sambil mendekap bahu serta mengoyang-goyangkankannya.


"Mana gua tahu.Gua masuk ya,biar tahu gitu.Kasihan sama siapa ya gua?"kebingungan mau masuk,tapi kalau Andrea tengah marah ga bisa dinego.


Ga pa-pa deh gua harus bisa masuk.


"Gua masuk dulu.Kamu disini aja,kalau ada costomer masuk tolong ajakin diluar dulu gitu biar ga ada masalah lagi ya!"Pintanya berpesan.


Gladis pun mengangguk dan melepaskan Reyhan untuk mencoba mencari tahu ketegangan macam apa yang tengah direbutkan oleh mereka berdua.


Dengan wajah panik dan tentunya harus tahu juga ini ada apa dengan mereka berdua.


"Ayolah kasih gua kesempatan buat ketemu sama dia pleace!"Mencoba memohon.


"GA-AKAN,GUA GA MAU ELU JATUH UNTUK KEDUA KALINYA."Suara itu semakin membuat Reyhan untuk menahan amarah Andrea.


"Tenang-tenang,kalian kenapa sampai kayak gini?"Menyentuh kedua bahu Andrea.


Menoleh dan berkata."Elu tahu ga,dia tuh masih berharap sama MANTANNYA ITU!"Sambil membelalakkan mata kearah Reyhan.


"Waduuuh,kok gitu.Emang dia ga sakit hati?"Menoleh kearah Andrea,lalu kembali mengarah ke Romero.


"Mblo,elu tuh gimana seeh.Move on,moooove.Kita-kita ini ga ingin elu jatuh kedua kalinya dan berakibat sama diri lu.Ngerti dong!"


Pintanya ikutan menyadarkannya.


"Tapi Rey,dia ingin ketemu.Ngajak ketemu sama Gua.Gua ga bisa nolak gitu aja setelah menghayati kalimat dia!"


Sambil mengacungkan jari kearah muka Romero.


"Dasar lu ya,ga punya sakit hati lagi lu.Tuh masih ada yang bisa untuk mengubah hidup lu.Gladis,walau dia masih remaja masih bisa elu jadiin sebagai perempuan baik-baik yang bisa move on.Jangan sama dia lah.Tahu kan waktu itu!"Pinta Reyhan mencoba untuk menyadarkannya.


"Selama ini gua memang ga bisa lepas dari bayang-bayang dia.Gua masih sayang sama dia!"Jawab Romero berharap kepada mereka berdua.


Mereka berdua pun shock,selama ini ternyata dia belum bisa melupakan siapa yang telah membuatnya hancur.Membuatnya jatuh hingga hampir tidak ada yang bisa menyelamatakannya lagi.Tapi kenapa bisa kembali lagi ingatannya tentang dia.Apa masih kurang seribu wanita bahkan ada seorang perempuan hadir perlahan menyempurnakan senyuman Andrea dan menenangkan Reyhan hanya sebuah kolase yang tak berarti.


Reyhan,pun tahu dari sorot mata Romero bahwa dia telah menghilangkan sebuah kebencian yang selama itu mennjangkit dirinya telah sirna,telah punah bahkan seakan itu membuatnya semakin tahu bahwa memang sejauh apapun dari ingatan seorang mantan.Masih saja dia menjadikan harapan besar yang tak bisa diuntaikan lagi.


Sore menjelang,waktu semakin membuat keadaan kedai semakin ramai dan hanya mereka berempat yang telah berjibagu melawan semua keramaian itu dengan semangat dan yakin akan kesuksesan untuk Romero dan mencoba untuk mengalihkan perhatiannya.Dengan manis dan santai dirinya melayani costomer penuh ketepatan disetiap orderan hingga waktu yang telah berakhir.


"Huuuuuh,rame juga ya kak.Kok bisa seeh !"Canda Gladis kearah reyhan yang belum percaya ini adalah pertama kali bekerja dan mendapatkan sebuah kejutan berarti dalam pekerjaannya.


"Ya ginilah kalau hari minggu,pokoknya kalau weekend.Kita tuh harus siap mental dan semangat,yang akhirnya kita sendiri bangga pada hasilnya!"Jawab Reyhan sembari membersihkan tempat meja dan dibantu oleh Gladis.


Dari samping Andrea memastikan ia telah membuat keputusan untuk tidak menyentuh dulu Romero disaat kesibukan yang telah membuatnya lupa siapa mantannya tersebut.Membersihkan area barista dengan tekun tanpa sebuah suara dimana akan memecah keheningan kesibukan tengah dijalaninya.


"Semoga saja dia ga bahas itu lagi.Semoga ya tuhaaan!"Harapan terbesar Andrea adalah tetap menguatkan hati seorang sahabatnya dimana dia mengalami masalah hidup yang berat.


Sedikit tersenyum,tiba-tiba terceletuk suara dari Andrea"Butuh bantuan ga?"


Dia menoleh dengan senyum serta menjawab dengan candaan pula."Basiiiii,kalimat itu aja yang bisa elu berikan pada gua!"Sambil tawa lepasnya ringan dan ga ada bayangan apapun.


"Ya gimana.Aku udah selesai masak yaaa nangkring gini.Mau bantuin diarea depan udah dua couple kece tuh,ga ada matinya mereka ngobrol ampe besok ya dijabanin aja!"Jawab Andrea sembari geleng-geleng kepala ga habis fikir seperti itu kedekatan dan kekonyolan mereka untuk satu team.


Romero menghela nafas,


"Berat ya?"Ujarnya menatap dirinya dengan artian yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2