
Ada kalanya waktu yang terbaik adalah disisi seorang kekasih tercinta.Tasya pun beranjak masuk kedalam kamar milik Johan,saat menatap Johan tergeletak tak berdaya dan sama sekali tidak meresponnya.Akan banyak sebuah nestapa dalam dirinya untuk mendekati dan berbagi cerita indah saat itu.
Dengan senyum kaku tetapi matanya kembali sebam setelah melihat ketidak mampuan seorang lelaki yang sangat ia sayangi telah cukup lama tanpa sebuah kabar baik atas sadarnya dari koma.Duduk disampingnya,menyentuh tangannya dan berharap setiap pegangan tangan antara Tasya dan Johan telah memberikan sentuhan supaya dia kembali sadar.
"Kamu tahu,aku sekarang bertemu dengan sahabatku.Walau sebenarnya dia adalah mantanku,aku memilihmu karena kamu memiliki cinta lebuh besar dan menyakinkan aku untuk bisa bersamamu.Kamu juga harus bisa segera bangun,aku ga ingin ini selalu membuat banyak orang berfikir tentang hal yang tak begitu penting untuk bersaing merebutkan apa yang kita punya mas."
Menompangkan dagunya didekat ranjang dan ia bersimpu disamping.Semuanya hanyalah ilusi yang menyentuh dirinya dengan sangat tajam,kenapa aku bisa berada dalam kelemahan ini dan semuanya hanya pak Rendy yang bisa melakukan itu semua dengan mudah.
Benar saat ini Pak Rendy telah berada dalam keberhasilannya dalam menjatuhkan siapa pria yang telah membuatnya kembali dalam kepemimpinannya.Ada sesuatu yang membuatnya bangga adalah memanipulasi sebuah kalimat perjanjian hingga Anton menjadi bagian permainan pak Rendy.Tepat dia datang membawa sebuah kabar baik untuk Anton.
Dirumah mewah kedatangannya pun disambut oleh perampas kekayaan milik Johan.Keduanya saling tertawa lepas saat mengetahui keberhasilan mereka adalah sebuah strategi lama untuk membuat Johan tumbang sebagai pimpinannya.Tepat diruang tengah salam sapa sworang Anton begitu bangganya menyambut kehadiran Pak Rendy.
"Haiiii,pak Rendy apa kabar?"Sapanya memeluknya dengan erat.
"Baik,Anton.Kamu bagaiamana.Baik juga kan?"Sambil melepaskan pelukan itu.
"Ayo,mari kita duduk.Ada yang harus kita bicarakan lagi."Ujarnya memintanya untuk mengobrol lebih penting.
__ADS_1
"Oooh ya,silahkan."Sambil berjalan menuju ruang tamu.
Keduanya duduk bersebrangan,sebuah obrolan tengah dibuat oleh mereka berdua untuk menjalankan bisnis barunya ini melalui jaringan yang dimiliki oleh Johan.Sepertinya memang ada hal yang harus diselesaikan dengan tepat waktu.
"Apa kita masih aman berada diperusahaan milik Johan?"Tanya Anton dengan wajah waspada.
Sambil bersandar serta menyilakan kakinya,ada keyakinan yang ada dalam diri seorang Pak Rendy."Aman,apalagi Tasya itu orangnya lemah.Siapa yang bisa merebut itu semua adalah keteledorannya dia dan mau saja dengan kerja sama fiktif itu,"Ujarnya dengan tawa lepasnya.
"Iya juga,kita bisa mendapatkan apa yanh kita inginkan saat ini juga karena Johan terlalu percaya pada pekerjaan kita!"
"Aku rasa aset yang berharga sekarang hanya Hanatasya siapa lagi!"Jawab Pak Rendy dengan serius.
"Iya juga."Keduanya tertawa lepas mendegar hal tersebut.
"Kita bisa manfaatkan dia dengan segala cara kita supaya dia bisa menggaet siapapun untuk melakukan kontrak dengan perusahaan yang dia miliki dan kita merampasnya lagi.Bagaiamana?"Menawarkan idenya.
"Sangat brilian dan itu adalah tugas anda kan,sebagai orang terdekat dari Johan."
__ADS_1
Mengangguk penuh ambisi apapun itu adalah kemenangan dirinya untuk meraih mimpinya.Tetapi saat ini adalah incaran yang masih sulit dimana Tasya telah menemukan sebuah tempat baru yaitu Seseorang pria dimana dia bisa menjadi sebuah boomerang untuk mereka saat ini.
"Tapi kita juga harus hati-hati dengan seseorang dimana itu akan membuat kita semakin hancur disaat kita tidak menyadarinya.Kamu harus siap untuk satu masalah ini."Rendy pun memberikan sebuah isyarat.
"Siapa dia,supaya aku bisa menyingkirkan dari permainan kita.Kita tidak mungkin memberi ruang untuknya lama-lama ya kan?"Anton pun bersiap untuk membuat strategi.
Tersungging lalu menjawabnya dengan santai.
"Tidak masalah,dia belum berbahaya seperti yang kita bayangkan.Masih kita melihat dengan baik seperti apa keinginan dari Tasya adalah keinginan untuk membuat kita bisa berfikir lebih cepat mengatasinya!"
Beranjak berdiri serta berjalan menjauh darinya mendekati sebuah kaca besar didepan matanya,ia juga merasakan seperti apa energi setiap orang untuk membuat hatinya bisa melancarkan apapun dalam dirinya.
"Kalau menurut anda belum berbahaya,saya tidak akan bergerak cepat.Tapi kalau sudah membiat kita kepanasan nantinya.Jangan harapa menghentikan saya untuk menyingkirkan dia dengan cara saya."
"Oke,itu pilihan terbaik anda.Saya akan menyelesaikan siapa itu Johan.Tetapi tidak juga secepat itu,itu akan membuat curiga siapapun yang melihat ini semua."Sembari mengangguk.
Keyakinan itu adalah sebuah misi seorang Rendy untuk mendapatkan apa yang menjadi ambisi terbaiknya.Menjatuhkan seorang pemimpin dan mendapatkan keistimewaan untuk mengawasi bahkan membuat seorang wanita itu takluk dalam waktu yang tak tertentu.
__ADS_1