
Lalu Yosha pun masih bersiap mencari keberadaan orang yang akan siap untuk srseorang disaat tengah berada dalam satu masalah.Tak lama setelah fokus pantengin keberadaan target ketemu juga,dan anehnya kenapa gua bisa masuk sini ya,sambil mendongak keatas sebuah nama yang terpampang jelas diantara semua sekolah yaitu PERPUSTAKAAN SEKOLAH.Entahlah apapun itu harus ditemukan dengan baik.
"Permisi ada yang masuk kesini 3 cewek mba.Kalau namanya seeh ga populer tapi akraaab banget saya jadi suka!"
"Haaaaaahhhh,,,,tadi ada lho yang nanya sama kayak mas.Tapi yaaa ga tahu ketahuan apa ga?"
"Ketahuan gimana?"
"Maksudnya gini mas,,tadi sempet ada yang masuk tapi ga tahu ketemu apa engga gitu.Kalau ga ketemu ya tadi sempet liat seeh nyelonong sambil manyuuun.Gitu!"
"Oooooh,,,ada tanda-tanda mereka keluar ga mba?"Tanya Yosha bingung.
"Kayaknya belum deh.Mas masuk aja deh biar tahu,,,"Sambil memberikan senyuman untuknya.
"Makasih ya mba,,,"Berlalu masuk kedalam dan sedikit terpesona oleh pesona penjaga perpust.
"Orang mana seeh,,kok bikin aku naksir neeh,heheheheheh!"Ujarnya berjalan masuk kedalam.
Lagi pencarian tengah dilakukan sama Yosha karena waktu tidak akan datang lebih lambat tapi akan ceoat lebih baik.Saat tengak-tengok setiap lorong pun belum menemukannya targetnya,saat tengok kesekian kalinya akhirnya lega juga sampai menghela nafas mendekati mereka yang tengah serius berbagi fikiran.Mendekati dengan gaya wibawa seorang Yosha menyapa mereka bertiga.
"Haiiiii,,,pa kabar!"Sok akrab dikenal oleh Yosha sambil duduk disamping Anna.
"Haaaah,,,kak Yosha.Mimpi apa kak kesini?"
"Yeeee,,,ga kalian yang ngimpi.Tiba-tiba datang kesini sehat kalian?"Tanya Yosha sambil pegang kening satu-satu trio Cinta,Tia,dan Anna.
"Ngapain seeh kak.Aku sehat kok,,,beda tuh Cinta ma Anna.Masih bingung ga jelas."Belanya ga mau kalah.
"Ini,,ini nyalahin mulu.Kan kita bertiga yang kesini berbarengan ga satu-satu kan."Lanjut Tia.
"Kakak nyari buku apa?kok tumben kesini!"Tanya Cinta menatapnya kembali senyum manis kepadanya.
"Oooohhh iya.Nyari kamu,,,,ayooo ikut aku!"Tariknya dari geng mereka,,seketika mereka berdua pun menolaknya.
"Eeeehhhhh ,,jangan dong.Ntar hilang ga balik.mau tanggung jawab?"Tanya Anna lagi.
"Iya neeh.Emang ada apa kakak sok bawa temen kita tanpa persetujuan dia sama kita berdua!" Anna kembali buka suara.
"Ya kalian harus tahu kalau kita berdua ada bisnis rahasia.Kalian ga boleh tahu,,,bahkan dapat bagian pun ogaaah gua ngasih,weeeeekkkk!"Sambil julurin lidah.
"Iiiiiihhhhh,,,brekele banget seeh!"
"Bentar ya.Tapi lama deh sepertinya.Aku pinjem dulu yaaaa.Bidadariku yang cantik,mempesona, dan menawan."Sambil menatap wajah Cinta sambil memberi kode khusus padanya.
Ia hanya mengangguk dan menoleh kearah kedua sahabat mereka"Aku pergi dulu ya Tia,,,Anna.Nanti aku kasih tahu deh kalau aku habis ngapain yaaaa!"
"Siiiip deh."
"Jangan lupa,janjinya!"sahut Anna.
"Oke!"Jawab Cinta sambil mengacungkan jempol kepada mereka berdua.
Lanjut Yosha membawa Cinta ketempat yang hanya mereka berdua tahu tanpa ada yang mengetahuinya.Bahkan sorot mata beberapa orang memang sangat mengejutkan buat Cinta hingga hanya memberi senyum,tak kala sadar kalau tangan yosha masih memegang tangan perempuan bernama Cinta.
"Kak,,,bisa dilepasin ga tanganku.Dilihatin ma orang lho."Bisik Cinta ga enak dipantengin banyak orang.
"Bodo amat,,,,yang penting mereka ga tahu kelanjutannya yang akan kamu lihat nanti.Lebih parah lagi lho!"Jelasnya membuat risau Cinta.
Kaget bukan kepalang,memang apa seeh yang dibuat oleh kak Yosha.Bener-bener membuatku penasaran dan bingung ga jelas."Paraaah,,,apanya?"
"Nanti kamu tahu sendiri ya!"Memberinya senyum manis.
Sambil melangkah menuju tempat rahasia dan mungkin beneran rahasia sampai tidak ada yang menyangka kalau ada sosok pria tengah sendirian tanpa arah dan berada dalam kesedihan.Mengintip agak jauh dan memberikan sebuah petunjuk siapa dia.
"Kamu tahu kan siapa yang duduk dideket pohon itu?"Sambil berbisik nunjuk kearah seseorang diujung sana.
Memperhatikan dengan wajah serius,mengernyitkan kening serta masih bingung kembali mendongak dan bertanya lagi sama Yosha.
"Emang siapa itu kak?"
"Yaaaah,,,,masih nannya.Kan udah tahu itu sosok seperti siaaapppaaa?lama-lama kamu tak cium deh kalau sok ga tahu!"
"Iiiiiiuuuuhhhhh,ngarep banget seeh?"Jijik juga kalau Yosha udah nafsu gitu sambil nutup mulutnya.
"Itu Dennis,,,ngapain tuh dia disini.Sendirian lagi!"Jelasnya memberitahu.
"Haaaahhhh,,,,yang bener????itu kak Dennis!"
Nyablak aja suaranya,,,langsung aja dia mendekap mulutnya dan menariknya sembunyi lagi.
Dennis yang masih berfikir lebih jauh bahkan seakan tengah patah hati,,,tersadar dan menyakini ada orang tapi dimana ya.Sembari tengak tengok ga jelas dimana suara itu kok perlahan menghilang.Beranjak bangun,,,lagi Yosha ngintip dan demen banget nyekap Cinta sampai dia kehabisan nafas.Tabokan berkali-kali darinya membuatnya segera melepaskan tangannya.
"Astaaaggaaa,,,maaf Cin,,,mau ko'it ya.Heheheheheh,,,lupa elu juga manusia kan!"Meringis geli,,,juga angkat tangan keduanya.
"Jahaaaattttt bangeet deh!"Nyubitpun ga tanggung-tanggung bikin gantian Yosha hampir aja teriak.
"Aduuuuuuuhhhhh.Mampus dah guaaa!"Teriaknya tapi ga bisa kenceng,karena Cinta tahu dia pasti akan teriak pula,tentunya juga segera mendekapnya.
"Dieeem kak.Tak cium nanti ko'it lho!"Pintanya sambil dekep mulutnya Yosha dan mengancam.
Langsung aja Yosha ngangguk-ngangguk nurut.
Anak jaman sekarang bisa aja ngancam seniornya,beneran kembali seperti semula aku hukum deh dia.Ga perduli gua didemo dua sobatnya yang bocor juga tuh ga pa-pa gua menegakkan sebuah kebenaran yang hakiki.
"Eluuuuu,,,,sana sekarang bikin dia bangkit lagi.Kayaknya ada yang disembunyikan deh.Eluuu kesana harus beres dan kembali dengan baik ya.Sanaaa!"Dorongnya sambil berpesan kepadanya.
"Kok akuuu kak!"Sambil nunjuk kemukanya.
"Udaaaah,,,sana.Ga boleh nolak ya bocah baik,,oke!"Sembari berpesan dan mendorongnya dengan pelan-pelan agar ga ketahuan siapa dalang sesungguhnya.
Dalang pun berjalan lancar,,,Cinta pun ketar-ketir antara mendekat atau ga usahlah.Malahan nanti ga selesai lagi.Aduuuuh balik lagi deh,,,takut bener gua sama satu orang tuh.Pas putar balik dan langkahnya hampir kena halangan tangan dari Yosha huuuuhhh kesel banget.
"Jangan kabur dulu.Gua lipet luuu ntar!"Bisiknya mengancam.
"Tapiiii aku takuut kak!"Jawab Cinta deg-deg an.
Saat melangkah belum genap Empat langkah,,,ia malahan nginjek daun kering.KREEEKKKSSSSSSSS,,Suaranya nyaring banget dan indah sampai Cinta ga bergerak bagai patung karena takut ketahuan sama Dennis,tapi apa mau dikata segera pula dia menoleh dan heran kenapa dia ada disini.
"Cinta ngapain kamu disini?"Tanya Dennis penasaran atas kedatangannya secara sembunyi-sembunyi.
"Aduuuuh ketahuaaan.Ngapain ada daun gangguin gua lagi disini."keluuuhnya ga nyangka ketahuan.
Sambil menoleh dan wajahnya takut,panik,bingung pun ada dalam benaknya.Senyum-senyum pun masih ga jelas antara benar atau ga gua,yaa lemes deh.Yosha yang melihat itu langsung cabut,,,kabur ala lari maraton takutnya kena sama Dennis dikiranya tengah ngintip.Tapi belum seperempat jalan dia mikir lagi.Balik aja deh biar aku ga nanya sama bocah itu lagi kan ngeselin dia biar dia ga sok jual mahal ceritanya.
Ngintip lagiii.
"Kamu kok tahu kalau aku ada disini?ada perlu apa?"
Lhaaa dia nanya lagi,apa yang harus aku jawab kan aku juga ga tahu.Cuman berfikir cepat ala bluethooth itu susah tapi harus dicoba.
"Aku,,,aku aku nyari kakak dari tadi.Jadi kalau nemuin disini aku kan tahu kak,hehehehehe!"Garing tapi lebih ngenes hidupku saat ini.
"Kakak mau bicara sama kamu.Untung kamu kesini ,jadi kakak ga repot-repot nyari kamu lagi!"
Mencoba berani dan mendekati serta bertanya keberadaannya berada disini,ada apa mungkin semoga saja tahu dan bisa selesai acaranya.Yosha pun menyimak bahkan saat dia mengeluarkan ponselnya mencoba untuk merekam dan memastikan aman.
"Tadi maaf,,,kakak sempet datengin kamu keperpust.Dan kakak ga sengaja denger kamu bicara sama temen-temen kamu soal kakak sama tante Mila dan ada nama yang asing buat kakak.Siapa dia?"
Melongo dan ga bisa jawab,,,masih peluh bibir ini mau jawab.Kenapa dia tahu begitu cepat seeh jadi yang kabur dan nabrak anak tadi itu kak Dennis dengerin obrolanku sama Tia dan Anna.Apa yang harus aku jawab ya.Aduuuh mampus dehhh jadi apa nantinya ini.
"Gini kak,maaf ya sebenarnya tuh.Udah lama tante Mila ga setuju sama hubungan kita.Dan aku ga bilang karena kak Dennis selalu baik sama aku.Trus kakak kepikiran ya?maaf ya.Bukannya gitu kak!"
"Udah ga pa-pa.Tapi sekarang gimana kabarnya tante Mila.Apa dia baik-baik aja?"
"Baik-baik kok,,tapi selama sebulan ga diindonesia kak.Dia lagi diinggris ada urusan penting katanya."
__ADS_1
"Oooohhh!"Jawabnya masih lemas.
"Trus kenapa kakak disini?"Menyentuh tangan Dennis.
Dari jauh Yosha rasanya ngiri melihat adengan pegangan tangan yang dilakukam oleh keduanya.Rasanya ga adil kalau aku cuman jadi penonton.Kalau gua ikutan hancur drama ini,,heeeh ada aja kelakuan mereka.
"Kakak pengen nenangin diri.Yaaah setelah kamu cerita kayak gitu kakak kepikiran apa benar tante Mila beneran ga setuju sama hubungan kita.Trus kenapa gitu?"Tanya Dennis penasaran lagi.
"Belum,,,tante Mila belum ngasih jawabannya.Setidaknya itu kalau aku tanyain selaku saja sok menghindar dan ga ada berita yang bener lho.Sabar ya kak."Kembali membuat tenang hatinya Dennis.
"Tapi kamu tahu kan,,,aku sangat mencintaimu.Walau ya banyak yang bilang ini hanya sebuah gombalan semata dari orang-orang dan menganggap itu ga serius.Aku bisa buktikan itu!"Kembali menyentuh tangan Cinta.
"Iya kak aku tahu.Setidaknya cuman kita aja yang tahu masalah ini.Aku ingin semuanya tidak mengerti dengan apa yang kita jalani saat ini,aku sebenarnya seneng sama kak Dennis tuh baik,penyanyang dan bertanggung jawab.Tapi malah seperti ini tanggapan dari Tante Mila."
Tersenyum mengangguk dan kembali menyakinkan untuk bisa menjalani hubungan ini dengan baik lalu ia terbesit sebuah nama tadi,,apa pantas kau tanyakan ya?
"Cinta,,aku nanya kamu ga marah kan?"Tanya Dennis ragu-ragu.
"Apa kak?"Bingung juga sambil mengernyitkan kening.
"Adrian itu siapa?"
"Oooo,,,,kak Adrian.Dia sama baiknya kayak kak Dennis.Ga tahu ya selalu ketemu orang baik.Dia jagain aku,padahal baru kenal!"
Kaget,,,kok bisa seistimewa itu ya.Apa ga salah padahal kan yang lebih mengenal Cinta lebih lama itu aku.Bukannya dia,aneh!
"Kok bisa?apa kamu sudah bilang sama Tante Mila."
Meringis geli dan malu-malu"hihihihi maaf kak belum.Nanti pas pulangnya baru aku deh laporan.Tapi kakak jangan cemburu,aku menganggapya tuh sebagai kakak terbaikku,kalau kak Dennis kan beda lagi,ya kan!"
"Tapi setidaknya kamu ngomong sama tante mu,,biar ga jadi apa-apa.Apalagi fitnah,,apa kamu masih tinggal sendiri dirumah,apa butuh temen?"kembali menanyakan.
"Ga usah kak,,juga kak Adrian jagain aku.Dia juga ga ngapa-ngapain aku kok."
"Beneran kamu ga pa-pa,aku takutnya kamu disaat lengah diapa-apain lagi sama dia.Kita kan ga tahu orang baru lagi!"Jawabnya khawatir.
"Engga kok kak,,,kalau ada apa-apa kan aku bisa hubungin kak Dennis kan.Dan bisa juga orang yang jaga komplek itu.Tapi untuk saat ini aku baik-baik saja dan jangan khawatir lagi!"
"Atau aku bilang sama Tia atau Anna buat nemenin kamu.Ga baik lho dijagain sama cowok yang baru kenal lagi!"Menawarkan diri.
"Ga usah kak.Bener ga usah,ntar mereka malahan bikin aduuuh rameee.Aku ga bisa istirahat.Kalau kak Adrian tuh datengnya kalau sore aja sampia malem paginya ngantar aku sekolah.Dan pergi lagi!"Menjelaskan dengan detail.
"Trus kamu ga nanya sama dia apa kerjaannya gitu?"Semakin khawatir.
"Aku yakin itu hanya sebuah waktu.Dimana nantu kita bisa bicara baik-baik sama sesama cowok gitu.Gimana,nanti kan aku bicara sama tante dan jelasin tentang kak Adrian,,trus kalau udah clear urusannya aku temuin ya kalian berdua.Kan sama-sama cowok jadi kan ga ada rasa cemburu.Kan kakak cemburu sama aku karena aku deket sama cowok yang baik pula,perhatian dan sayang sama aku,hehehehehehe!"Mendekap pinggangnya,rasanya ga mau lepas dan nempel aja gitu.
Pegel juga ya,,,aku videoin mereka,pengen kabur ntar ga tahu akhirnya gimana kan ga seru.Masak bikin video setengah-setengah bikin konten itu memang butuh pengorbanan juga hasilnya pasti bagus.Sabar deh ntar juga akan selesai.
"Berdo'a yang terbaik.aja buat kalian.Semoga kalian selalu diberi jalan terbaik buat rahasia-rahasiaan model ginian,heheheheh!"Sambil nutup mulutnya.
"Ya udah kalau gitu.Kamu masuk dulu biar ga ada curiga sama yang lainnya ya!"Sambil mendekap pipinya.
"Iya kak,kakak ga bileh mikirin yang macam-macam ya.Pasti aku bisa selesain sendiri oke"Sambil mengacungkan jempol imutnya.
"Hahahhaha bisa aja kamu.Udah sana bentar lagi kakak juga nyusul kok!"Suruhnya segera pergi dari taman belakang sekolahan.
Sambil berlalu Cinta masih saja mengumbar senyum dan berbalik kearah Dennis dan mlambaikan tangan,,juga dibalas dengan senyuman pula.
"Yessss udah selesai dramanya!"Langsung aja Yosha berbalik dan menyimpannya.Video ini akan aku jaga dan aku pelajari dimana kesalahannya dan aku bisa ngejek dia hahahahahaha!"Tawa bahagianya saat ingat gimana kalau dia tahu aku yang membuat video ini.
Jalan santai sambil menyimpannya disaku,dia berjalan menuju lorong masuk kedalam kelas,dari jauh Cinta melihat Yosha dengan entengnya jalan masuk segera ia memanggilnya"Kaaaak Yosha tungguin!"Panggilnya membuat ia menoleh kearahnya.
"Hadeeeh,,,bocah satu ini ketemu lagi!"Lemes deh kalau lihat Cinta dengan semangat juangnya mendekatinya.
"Kaaaak,,,tadi sembunyi dimana?"Tanya Cinta penasaran.
"Diplafon!"Jawabnya ngasal.
Terhenti dan heran,,,kok bisa seeh swmbunyi diplafon,,,kan ga ada yang bocor disana.Ihhhh kesel deh kalau ditanya ga pernah nyenengin bikin esmosi aja ini.
"Udaaaah nanti aja.Kalau pulang gua kabarin ya gua tahu no. elu kok santai aja byeeeee bocah aneh,daaaaa!"Berlalu dan entah kemana,,juga kelasnya diujung ya hilang dari pandanganku.
Waduuun segera masuk neeeh biar kena guru lainnya aku.Ini kan udah waktunya ya,langsung gerak cepat menuju kelasnya.Didalam kelas keduanya tengak tengok ga jelas dan memeriksa sampe bawah kolong meja dan juga Anna nanyain pula sama anak-anak lainnya.
"Kalian liat Cinta ga seehh?"
"Mana gua tahu.Perginya kan sama kalian berdua.Kok ya ga tahu seeh!"
"Iya neeh aneh.Sahabatnya sendiri diilangin.Paraaah neeeh!"
"Iya sok nanya lagi.Padahal udah nempel kalian bertiga masih nanya."
"Iyaaa maaap,,,!"Jawab Tia kesal.
Berjalan kedepan pintu kelas,memastikan apakah ia akan muncul seperti yang diharapkan.Tia pun kebingungan bolak balik tengak tengok dan ngeliat Anna juga sambil mengangkat kedua bahunya menjawab secara kode khusus padanya.
Dan bahaya pun muncul,datang dari arah bersamaan seorang guru yang dipastikan akan mengisi mata pelajaran terakhir dan akan menjadi malapetaka buat Cinta yang masih belum ditemukan sosoknya.
"Waduuuh,,,bu Ninda udah muncul neeh.Tapi kok Cinta ga muncul-muncul bisa bahaya ini!"Sambil menerawang jauh dan berharap ada keajaiban.
Memang kalau sebuah keajaiban datang dengan tiba-tiba adalah benar terjadi seperti yang dikejar oleh Cinta dari belakang muncul tengah berlari kencang dan ngos-ngosan ga karuan kalau mengejar sesuatu.Terhenti lagi,,,kayaknya bu Ninda tuh.Waduuuh kejaaarrr sambil berlari kencang melewati bu Ninda.
"Permisi bu,,,Cinta lewat!"Ujarnya mengejutkannya.
"Heiiiii,dari mana kamu.Baru masuk!"Terhenti dan membelalakkan mat kaget pula.
Lagi berhenti dan ngatur nafasnya ia menjawab santai pula."Ngecilin badan bu.Biar langsing gitu heheheeheh!"
"Dasaaar nyindir ibu ya!"Kesel juga anal didiknya berkata seperti itu.
"Ya kalau ibu mau kejar Cinta dong,,,heheheheh!"Kabur lagi dan disambut oleh Tia yang seneng banget ngeliat sahabatnya kembali lagi ga ngilang terus.
"Syuuuukuur deh kamu dateng."Jawab Tia senang.
"Capeeeek gueeee!"Sambil ngos-ngosan ngatur nafas.
"Dari mana seeh?emang tadi dibawa sama Kak Yosha kemana?"Tanya Tia bingung sambil berduaan masuk kedalam kelas duduk bareng.
"Rahasia,,,itu cuman aku sama kak Yosha yang tahu,,,,heheheheh!"
"Lagak luuu,,,diajak jalan ya sama Kak Yosha."Suara Anna begitu menarik perhatian banyak orang sampai menoleh kearah mereka bertiga dengan tampang serius dan ga percaya.
Tapi untungnya sebelum berondong kalimat bertubi-tubi hampir menyerang,datanglah bu Ninda yang membuat suasan kelas ga jadi ribut soal-soal yang ga penting.
"Selamat siang anak-anak!"Sapanya berjalan masuk menuju meja kebesarannya sebagai seorang guru.
Dennis pun perlahan bisa bernafas lega mendengar penjelasan dari Cinta soal asmaranya.Kenapa aku harus bersikap seperti utu karena aku beneran sangat sayang sama kamu Cin.Ga mungkin aku harus berpaling dari siapapun kecuali sama kamu.Ingat aku akan menjagamu trus walaupun ada yang menjagamu sekarang dan aku akan buktikan kalau aku memang menjadi pilihanmu bukan karena apapun.Tapi banyak hal yang akan kita jalani bersama.
Rasanya kali ini kedai kopi akan menjadi semarak karena kehadiran Abang Adrian yang tiba-tiba datang mengunjungi kedai miliknya dan bertemu dengan Andra juga Vani dimana ia menjadi sasaran empuk untuk masalah pribadinya tersebut.Seperti yang diharapkan menjadi mentor pun dilakukan oleh mereka berdua.
Saat membuka pintu senyuman pun terarah ke Andra yang tengah membuat pesanan kopi dan juga Vani senyum hangat menyapa kehadirannya saat perlahan mendekatinya.
"Pagi baaang,,,pa kabar!"Sapa Vani semangat.
Kaget juga Andra sampai menoleh dengan wajah ga enak.Sorot wajahnya memang sangat tidak diharapkan olehnya sambil bertanya juga heran melihatnya.
"Haaaah,,,kenapa bang?"
"Kok tumben manggil bang Adrian dengan sebutan itu?"
Adrian yang mendengarpun mendekati dan duduk didepan meja bar dan menjawabnya"Iya,,masak aku kayak gini dipanggil Pak.Kan ga sesuai Ndra.Kamu ya yang nyuruh manggil aku bapak,,kapan aku ngelahirinnya."
Tawa lepas Andra memang khas bahkan seakan mengejek Vani yang mulai gemas dengan sikap seniornya."Hahahahah,,,bisa juga ya."
"Abang seeh sok-sok an nyuruh aku manggil Pak.Diomelin kan!"Seru Vani unjuk gigi.
__ADS_1
"Ya biar sopan aja gitu,perlahan kalau tua aja panggil dia Pak,hahhahahah!"Lanjut Andra.
"Ooooh iya kok tumben kesini.Biasanya jarang banget ada urusan sama siapa?"Penasaran pula sama Kedatangannya.
Menunjuk tepat kehidungnya sampai melotot serius kearah jari Adrian,,,Vani pun protes.
"Baaang,,,ga kurang deket lagi,indah banget jarinya nyentuh keperawananku!"Serang Vani pede banget.
"Busyeeeet.Untung aja ga ilang tuh hidungmuuuu!"Sambil mengelus-elus dadanya,,,Andra pun heran.
"Kok tumben seeh nyari dia,ga nyari aku?"Tanya Andra serius.
"Sekali-kali nyari dia,kan ga pa-pa.Bosen liat lu terus kan ada dia aku ada sesuatu gitu!"
"Haaaah,,,,sumpah bang?nyari aku!"Sambil nunjuk kemukanya.
"Iyaaa,,,ngobrol yuk diatas!"Ajaknya sambil pesen kopi.
"Kopi ya Ndra,,ice cappuccino pake caramel.Gua tunggu."Mengarah ke Vani"Vaaani,,, bawain ya.Aku tunggu,,kamu juga bawa minum kita lama ngobrolnya!"Turun dari kursi meja bar.
"Waduuuuh masalah besar neeh!"Jawab Vani kaget.
"Iyaaa besar banget,,gua tunggu ya!"Langsung naik keatas,,,Vani pun penasaran dan pikirannya pun udah aneh-aneh antara benar atau ga ini sebuah mimpi atau nyata.
Menoleh kearah Andra"Bang,,,mau ngomong apa ya pak Adrian itu?"
"Bahas nama "Pak",tuhhh barusan kamu ucapin!"Sambil geleng-geleng kepala.
"Haaaah,,,masak gitu aja dibesar- besarin seeh!"Sahut Vani bingung.
"Ya kalau ga dibesar-besarin kan kekecilan jadinya gimana seeh luuu!"
Sambil ngepal kedua tangan,kesal dan gemas akhirnya sampai ia menumpahkan amarahnya.
"Iiiiiihhhh,bang Andra bikin emosi aja deh."
Selesai juga pesenannya Adrian dan special order buat Vani."Neeh van, buat bang Adrian.Elu minta bikinin apa?"
"Ice coklat aja pake esspresso ya pake wipping cream trus makasih ya."Sambil mengumbar senyum.
"Enak aja,,,bikin sendiri sini.Aku yang jaga posisi lain!"Minggir dan narik Vani ketempat barista.
"Lhaaaa kirain dibikinin,ternyata bikin sendiri seeh baaaaang!"
"Manja banget.Ntar aku cubit neeeh!"Sambil melotot dan pasang jurus kearahnya.
"Iya,,,iya,,,iya,,,,aku bikin baaaaaaang!"Jawabnya kesel deh,,,bikin lagi dengan gaya naturalnya sibuk bagai tengah mendapat banyak orderan.
Senyum manis Andra pun menjawab semuanya dengan mantap"Naaah,,,udah jadi.Udah sana bawa keatas dan kalian ngobrol deh ampe bosen.Kalau udah bosen gantian ya,,,,hehehehehe!"Candanya sambil mengangkat alishya beberapa kali.
"Abang neeh ah.Godain aja dari tadi,aku jadi deg-degan deh.Semoga ga ada apa-apa!"Jawabnya naik keatas,,,tepatnya balkon sembari merasakan hembusan angin yang perlahan memang menggoda untuk ditampilkan.
Sampai dianak tangga atas,,,Vani mulai tengak tengok mencari keberadaan Bosnya yang tengah duduk paling pojok den kanopi berwarna hitam dan itu adalah tempat favoritnya untuk menikmati suasana apapun disana.Lalu dibawah Aga pun bergegas mendekati seniornya bernama Andra serta penasaran kali-kali dapat jawaban saat tengah menanyakan keberadaan Bosnya dan Vani tumben bisa ngonbrol seprivat gitu.
"Bang,,,ngapain tuh mba Vani ma bang Adrian?apa mereka ada bisnis ya!"
"Penasaran juga?"Tanya Andra kaget.
"Ya iyalah bang.Siapa yang ga penasaran kalau liat gituan."Jawabnya pasti.
"Biasanya kalau diajak ngobrol serius gitu ada dua hal!"Sambil menjelaskan dua jarinya yang tengah ia tunjukkan.
"Apa itu bang?"Sambil menompangkan tangan makin penasaran.
"Ga tahuuuuu,,,hahahahaha!"
Kesel juga dapat jawaban ga sesuai dengan prediksi"Heeeehhhh,,,kirain tahu.Nyatanya ga tahu juga."
"Kalau tahu ngaapain?"Sambil mencibirkan bibirnya.
"Gemes deh!"
"Gemes pengen ngapai?"
"Nampol abang!"Langsung cabut dari muka Adrian setika.
"Busyeeeet,,,,cewek macam apa tuh.Emosi jiwa aja deh ckckckckck!"
Keduanya saling berhadapan dan berada satu meja dan dua kursi juga dua minuman dimana itu adalah kelengkapan yang akan mereka jadikan sebuah moment baru untuk menguak sebuah permasalahan barunya.
"Kamu tahu ga aku ajak kesini,,,ngobrol?"Menyilangkan kaki kirinya dan menompangkan kedua tangan dilututnya.
"Ga tahu bang,emang ada apa?"Tanya Vina udah ketar ketir.
"Ini masalah kemarin yang aku minta buat ngawasin cewek yang aku suruh tuh.Inget ga,,kalau ga inget kebangetan deh!"Udah menampakkan wajah kesal belum tahu aslinya.
Meringis lebar dan terlihat gigi-giginya putih dan tertata rapi."hehehehe,ingetlah bang.Kenapa emangnya!"
"Ternyata beneran mereka itu pacaran,kenapa ya gua bisa kena prank selama ini!"Sambil menyeruput ice cappuccinonya.
"Maksudnya gimana bang?apa mereka ada hubungan dengan orang lain!atau keduanya punya status resmi sampai harus saya awasin model kemarin?"
"Iya mereka punya eratan ikatan dilingkaranku dan sahabatku.Kamu tahu kan yang cewek itu!"
Vani mengangguk dan memastikan.
"Dia itu kekasihku,,,yang hebatnya dia ga tahu kalu ini cafe ku!"
"Haaaah,,yang bener bang.Jahat banget!"
"Trussss satunya?"Kembali ia penasaran.
"Yang cowoknya itu suaminya sahabatku,,,jadi mereka selingkuh rapi banget dan kadang ga jelas juga.Tapi akhirnya ketahuan juga mereka seperti itu!"
"Truuusss gimana sama Istrinya?"
"Yaaa dia milih ga pulang suaminya,,,sampai dia nelpon aku buat nemenin dia.Sedih banget liatnya?"
"Trus abang nyari kesempatan dong!"Santap Vani.
"Kesempatan apa?"Bingung juga kalau Vani udah memutar balikkan fakta,,coba aja dia memutar balikkan minuman didepannya bisa bahaya lagi kalau dilihatnya.
"Peluk dia!,,,naaah pasti ya.Sok perhatian dengan peluk-peluk dia,,,padahal pengeeen yaaa!"
Sambil menutup mukanya,,,dia kena tembak sama Vani.Emang ya kalau masalah romantis dan heroik dia bisa tahu mau marah pun ga bisa udah ngelewatin privasiku.Tapi bener juga gitu.
"Adoooohhhh,,,kamu kok bilang gitu seeh Vani?"
seraya menampakkan wajah kesalnya.
"Ya emang gitu.mau gimana?"Jawabnya santai.
"Trus aku harus gimana?"
"Nikahin biar ga romantis aja,tapi buka-bukaan hati,hahahahaha!"Jawabnya makin ngasal aja.
Menjorokkan badannya,Adrian pun berujar"Ama luuu ya nikahnya!"Bisiknya nantangin.
"Enak aja.Ada yang nganggur ngapain aku yang diajak seeh.Kan aku udah punya!"Sambil nyibirin bibirnya lagi.
"Ya gua fitnah pacar loe biar dia putusin kamu.Trus kamu jadian ma gua."
Lantang bener Dia berujar"Enak banget ngomongnya!enggaaa."Lanjut Vani makin kesal.
"Sssssstttttt,,,,rahasia ini!"Sesekali penikmat kopi dengan hempasan angin mengarah pada mereka berdua.Ya hasilnya keduannya saling menahan malu dan untungnya pada kuat malunya.
__ADS_1
"Maaffff,maaaf ya!"Sambil berkali-kali tengak tengok kayak udah ga ada muka lagi keduanya.