
Kini setelah lebatnya hujan telah hilang,mentari perlahan menampakkan rasa hangat diantara pagi dan cahaya terang membuat rebahan Vani semakin segar,saat ia membuka pejaman mata.Sontak dirinya terperanjak dari keadaan dimana ia berada ditempat yang berbeda.Bingung sekaligus ga percaya kenapa bisa berada disini ya.Apa aku hanya mimpi,coba ah aku tabok apakah terasa sakit?
Uji coba pun dilakukan olehnya.
PLAAAAKKKK,,,,Suara itu membuatnya ia memekik kesakitan"Aooouuuuu,,,gila beneran ini ga mimpi lho.
Lagi dia memandangi ruang sudut kamar,ada sosok yang membuatnya menyipitkan mata sampai tak percaya kalau ia berada dikamarnya Jodi.
"Astaga apa benar itu jodi?"Menahan nafasnya,segera ia turun dari ranjang dan berlari untuk melihat Jodi masih ada dirumah atau ga.
Berjalan keluar tengak-tengok mencari keberadaannya,tapi dimana dia ya kok sepi ga ada orang.Lagi mencoba melihat kedapur untuk memastikan apakah benar ada didapur,tapi sayang sama sekali tidak ada.Malaham sebuah pesan tulisan yang sengaja dia tempel untuk memberitahukan keberadaannya.
"Lho,tulisan apa ini!"Bersedekap lalu membacanya.
"Selamat pagi mba,maaf hari ini aku lagi joging palingan balik sekitar sejaman lagi.Kalau mau bikin apa-apa sudah aku siapkan tadi pagi.Tinggal menikmati aja.Untuk bikin kopi seeh mba bisa kan,takutnya udah dingin.Salam sehat dari Jodi!"
Tersenyum tertunduk malu,bisa juga dia membuat pesan yang membuatku makin geli aja sama kamu.
Apa kamu khawatir kalau aku kabur gitu aja.Enggalah jodi,baiklah gimana kalau aku buatkan sarapan pasti dia capek kalau pulang dari joging.
Sama halnya dengan Cinta yang tetiba terbangun dan mendapati Dennis sudah raib kemana pastinya dia memberikan sebuah pesan pula dimeja makan.Karena tempat terbaik yang pernah diceritakan olehnya adalah tempat kumpulnya makanan dan candaan bersama.
"Huuaaaaahhh,,,selamat pagi dunia."Senyum segar dan bahagia menyambutnya penuh semangat."Ooooh iya,kak Dennis apa sudah bangun ya.Aku liat deh,pengen tahu kayak gimana kalau lagi tidur."Beranjak turun dari ranjang,segera masuk kedalam kamar sepupunya.
Belum menunjukkan perhatian,masih membuka pintu ia heran,kemana ya kak Dennis kok udah rapi kamarnya.Masuk aaah,kali-kali lagi mandi aku panggil aaah.
"Kak Denniissss,kaaaak.Lagi mandi ya?"Sambil melihat dikamar mandi.Heran ga ada jawaban,kemana ya?mendekati pintunkamar mandi memasang telinganya dan mendekatkan kepintu kamar mandi.Kok ga ada sama sekali suara gemericik air atau apa ya.
Buka aja,kali-kali ketiduran,Cekleeeekkkkk
"Pagiiiiii kaaak!"Sapanya hangat.
Matanya melotot bingung,kemana ya kok ga ada.Waduuuuh hilang kemana ya?Garuk-garuk kepala bingung mau nyari dimana lagi.Padahal udah ga ada jejaknya.
"Kemana ya,kak Adrian!"Bingung juga.
"Kaaak,,,kakak ,,kakak dimana ya?"Sambil mencari keluar dari kamar tidur menjelajahi setiap sudut ruang.Tak ketemu juga,ada yang salah kali ya.
Berjalan putus asa,ia pun duduk santai menompangkan tangan dengan rengekan khas anak kecil."Kaaak,,,kak Dennis dimana kakak,,,eheemm"Hampir aja nangis,tapi saat merunduk ia heran ada kertas ada tulisannya lagi apa ini.
"Pagi Cinta,apa bingung nyari kakak?"
"iyalah kak.Kakak dimana coba?aku lho bingung nyari kakak!"Bingung sambil menutup wajahnya.
"Tenang aja kakak udah pulang pagi-pagi.Masak ya nungguin kamu bangun keburu telat sekolah dong.Jadi kakak tadi sekitar jam 05.00 pagi udah kabur.Dan pulang buat ganti baju,nanti apa kakak jemput atau gimana?"
"Yaaaah pulang duluan deh.Ga usah kak!"Jawabnya membatin lagi.
Melihat jam dinding sudah hampir menjunjukkan pukul 06.15 matanya ga bisa dibohongi lagi langsung aja tancap gas untuk mandi dan beberes semuanya hingga selesai.Masih ada waktu untuk sarapan pagi.Ia ingat pun sama sarapan paginya,apa aku bawain ya kak Dennis dari rumah,ga pa-pa deh kalau ga mau dimakan kan bisa aku makan lagi berdua deh heheheh.
Seperti yang dibayangkan seorang pelajar dosaat waktu yang mepet ternyata ada perhatian juga kalau Dennis datang lagi dengan rapi dan tepat untuk dilanjutkan sebagai penjemput special perempuan cantik tersebut.Ketukan pintu membuatnya kaget dan mendongak seketika,siapa ketuk pintu pagi-pagi gini.Kak Adrian lagi apadia mau marah-marah sama aku.Bahaya ini.
"Iya bentar,sabaaaar ya!"Melangkah bergegas sambil panik pula membukanya.
"Pagi kak A,,,,,."Kaget lagi,memastikan bukan Adrian ternyata,kak Dennis sambill mengucek-ngucek mata,lagi memastikan.
"Kenapa?heran liat kakak didepan kamu sekarang!"
"Hehehehehe,ternyata beneran kak Dennis.Masuk dulu kak aku buatin minum gimana?"Tawarnya menarik tangannya.
"Ga usah,kita berangkat sekarang aja.Biar ga telat."Ujarnya menolak.
"Beneran ga mau masuk?"
"Ingat jam berapa ini?"Sambil menunjukkan jam tangannya.
Meringis dan patuh juga dia.
"Heheheheheh,iya deh kak.Aku masuk dulu ambil tas ya!"Bergegas kembali masuk kedalam.
"Cepetaaaan!"Pintanya lantang.
"Iyaaaaa!"Lari deh akhirnya,saat membelokkan arah.Hampir saja ia lupa sama kotak makan yang sudah lama ia persiapkan.
Tak lama kelihatan juga,ya udah masuk aja dulu kedalam mobil.Cinta pun mengunci pintu dan membawa lari kedalam mobil dan menutup pintunya.
"Neeh buat kakak,sarapan pagi."
"Repot-repot amat,kan aku udah dimasakin sama Selvi!"Jawabnya konsetrasi mengemudi.
"Haaah????Selvi.Siapa itu?"Kaget menunjukkan ekspresi lucu.
"Ga usah cemburu ya.Dia itu asistan rumah tangga dirumah."
"Lho kok baru tahu aku,trus yang dulu kerja sama kak Dennis kemana?"Protes lagi.
"Ya pulang kampunglah.Bibi tuh udah tua dan sering sakit-sakitan.Jadi mama nyari orang lagi buat bantuin dirumah.Jadilah Selvi,anaknya bibi yang ikutan kesini tukeran gitu,hehehehe!"
"Ooooo,tukeran.Tapi ga sama dia kan?"Sambil menunjuk kearah wajah Dennis.
"Ya enggalah."Sambil mengelus rambutnya.
__ADS_1
"awas aja perhatian kakak terbagi dua sama Selvi.Aku ga terima lho."Ancamnya.
"Iyaaa.Yakinlah!"Mencoba menenangkan.
Tapi dari lubuk hati terdalam Dennis,ada rasa bingung pula diantara dua perempuan ini.sebaliknya aku juga ada kasihan sama Selvi karena dia sangat butuh seorang pelindung apa dia juga ada perasaan yang sama denganku.Aku ga tahu sama sekali.Tapi dari sikapnya memang dia suka sama aku,ada lagi perempuan yang satu ini duduk disebelahku juga berharap seperti itu.
Ingin disayang dan dimanjakan,aku pun harus berfikir jernih lagi untuk masalah dua hal yang berbeda ini.Lucu juga kalau liat dia perhatian serta ga macam-macam sama siapapun kecuali sama kakaknya saat ini.Heran mau dibawa kemana hubungan ini.
"Kamu udah hubungin kak Adrian ga?mau berangkat sama siapa.Ntar malah dicariin lagi sama dia!"Mencoba mengingatkan
Sambil menutupi kedua matanya,ia ingat pula kalimat untung menghubungi kakak terbaiknya.
"Astaga kak Dennis makasih banyak lho udah ngingetin aku buat nelpon kak Adrian.Coba kalau lupa jadi apa aku?"
"Palingan jadi bulan-bulanannya dan omelan khas dia.Apa dia suka ngomel-ngomel?"
Menggelengkan kepala"Kayaknya engga deh.Tapi ga tahu juga.Makasih banyak kak!"Menyentuh tangan Dennis.
Segera menghubungi sang kakak,wajah serius untuk segera mendengar suara paraunya belum juga terlihat jelas dalam fikirannya.Apa memang dia masih tidur ya?
Siapa yang sangka,pagi ini Adrian masih merasakan selimut yang hangat bersama mimpi panjangnya.Entah mimpi apa sampai senyum ini sangat menyentuh hatinya dengan lekas untuk segera bangun dalam keadaan tak menentu.
Tangannya dimulai untuk bergerak mencari keberadaan ponselnya.
"Apa seeh ganggu-ganggu padahal masih gelap kayak gini!"
Ya dia lupa tengah berada disebuah rumah mewah pula dengan aksen britany raya sampai-sampai kelihatan masih gelap saja.
"Hallooo selamat malam!"Jawabnya masih sayu-sayu matanya menatap sekitar.
"Haaaah,selamat malam?ini udah siang kak Adrian.Jam berapa ini sekarang!"Langsung aja Cinta ngegas sampai membuatnya bangun seketika dan tengak-tengok.
"Haaah,ini benar udah siang?"Segera bangun dan bergegas untuk berjalan walau gloyoran bagai tengah mabuk dia mencoba menyadarkan dirinya dengan rasa ini.
"Iya kak,emangnya kakak dimana ini?"Kembali bertanya lagi,padahal lupa juga dia ada dimana sekarang.
Berjalan sempoyongan menuju tirai jendela berwarna merah maroon dan cukup lebar bagaikan bioskop dan membukanya lagi."Haaaah,beneran udah siang."Sambil melihat ponsel siapa juga tengah menelponnya.
Mengernyitkan kening dan muncul diantara tirai jendela yang megah bak bioskop,Adrian masih bingung.
"Aku dimana ya?"
"Lho emangnya kakak ga pulang?"
"Siapa yang pulang coba,semalam tuh hujan deras Sayang.Jadi ya ga pulang lah kakak!"
"Ooooh,masih dirumahnya sahabatnya kakak?"
"Iya betul dirumahnya sahabat kakak.Lha kamu sekarang berangkat sekolah siapa yang nganterin?"Tanya balik.
"Kak Dennis dong,dia nginep dirumahku weeeek!"
"Apa?"Mengernyitkan kening lagi.
"Ga salah?trus kemana Vani?"Kembali benar-benar kalau kedua pujaan hatinya tidak berada satu rumah kemarin.
"Dia nginep dirumah temannya,katanya hujan deras lebat lagi kak.Siapa yang berani pulang kayak gitu."
"Oooo,gitu.Ya aku terima deh alasan kamu,tapi kok bisa Vani nginep dirumah temennya.Kan rumahnya jauh-jauh semua.Apalagi Andra?"
"Ya mana ku tahu kak.Yang penting aku sudah laporanya ya.Selamat pagi.Aku berangkat dulu,dada kakakku,muuuaachhh!"Menutup telponnya.
"Haaaah,,,halooo,,,halooo.Haloooo Cinta kamu masih hidup ga?"Suara telpon putus pun terdengar putus-putus.Jadi gimana ini.
Adrian mencoba menyadarkan kembali fikirannya untuk membayangkan dimana Vani bisa ga pulang semalam."Kok bisa Vani sampai ga pulang-pulang.Ada apa ini?"
Mencoba menghubungi Vani yang telah usai memasak.Mengangkat makanan dan siap untuk ia siapkan sarapan pagi untuk Jodi seorang.Lha siapa lagi kalau bukan dia.Kan cuman dia sama aku aja,heheheheh santai juga ngebatinnya.
Suara ponsel kembali membuyarkan apapun yang ia pikirkan kembali.Kenapa lagi sama ponselku ini ya.Rajin banget ada yang hubungin,meraih dan melihatnya.Alangkah kagetnya siapa yang menghubungi kali ini.
"Haaaah,bang Adrian?ada apa ya!"Langsung mengangkat dan menjawabnya pelan penuh kesopanan."Pagi bang,ada apa ya kok tumben telpon aku!"Meringis menunggu bom meletus kencang.
"Kamu dimana sekarang?"Tanya Adrian kaku.
"Dirumahnya Jodi,hehheheeh."
"Haaah,kok bisa dirumah dia.Emang ada acara apa sama dia?"
"Gini lho bang,kemarin kan karena aku usil dan bikin dia agak terluka dengan lemparan bulpennya.Jadi aku te-bus deh kesalahanku dan bikin dia masakan buat makan malam.Eeeeh hujan lebaaaat banget.Sampai aku harus bilang apa sama dia!"
"Oooo,ya udah.Yang penting kamu ga disentuh dia dan kamu menerima itu!"
"Ya enggalah bang.Kan aku baik-baik saja,ga bakalan lho aku berkhianat sama abang.Inget kita kan punya perjanjian jadi aku ga seperti itulah.Tapi aku udah mulai terpesona sama dia lho hihihihihi!"
"Bisa ya ngomong gitu sama aku."Kesal juga,ada rasa cemburu yang dalam dari Adrian.
"Abang cemburu sama aku?"
"Menurut kamu?"Lanjutkan kalimat.
"Iya seeh,heheheh.Tapi tenang aja aku ga ngapa-ngapain sama dia,yakinlah bang sama aku."
__ADS_1
"Bener ya kamu ga ngapa-ngapain sama dia.Kamu tuh milikku sekarang!"
"Oh ya?"Mencoba menggoda sambil mengigit bibirnya.
"Iyalah,kamu tuh wanita yang aku impikan!"
"Ya udah maaf deh.Nanti ketemu dikedai atau dirumah aja?"Tanya Vani meminta kejelasannya.
"Dirumah aja,nanti malah dikira apa-apa lagi kalau kita ketemu dikedai.Kasihan juga Jodi nanti fikirnya aku ga ngijinin kamu lagi deket sama dia.Sebagai teman!"
Belum jawab,ternyata udah duluan dicerca oleh Adrian.Lemes juga akhirnya"Ya udah hati-hati,jaga kesehatan oke!"
"Oke bang,makasih ya atas perhatiannya!"Kalimat itu perlahan menghilang saat Adrian memutuskan sambungan sinyal ponselnya.
Heran punya kekasih malahan kelayapan kemana-mana.Menompangkan kedua tangannya dipembatas pagar.Dari jauh pun Luna datang dengan pakaian super seksi yaitu hanya sebuah kemeja putih menutupi tubuhnya dan beranjak untuk menndekati sosok pria yang hanya mengenakan boxer dengan tampilan seksi bak atletlis tengah merenung.
"Heiiii,mikirin apa?"Tiba-tiba langsung memeluknya dari belakang.
"Heiii,kamu kenapa ga bangunin aku lebih awal?"Terkejut dengan pelukan hangat,ia berbalik dan menatap wajah Luna yang serasa makin sensual saja untuk dipandang.
"Telpon dari siapa?Cinya atau Vani!"Tanya Luna sembari menahan tawanya.
"Mereka berdua sangat berarti untukku saat ini Luna.Jadi kamu jangan cemburu ya!"
Menompangkan kedua tangan Luna di pundak Adrian ia hanya berkata."Trus kalau aku apa,paling special?"Ujarnya tersenyum lepas dan seakan ingin mendekatkan kedua pandangan itu menjadi ciuman manis.
Bagai patung yang tengah terdiam,ada rasa ingin saling merasakan apa yang sudah lama terdiam selama ini.Pandangan itu sangat teduh sampai keduanya pun terbawa sebuah moment untuk saling memiliki hingga tak dapat dibendung pula sebuah ciuman mendalam disetiap keinginan untuk saling menyatu dan merasakan cinta itu ada dalam keduanya.
Tak pelak rasa itu semakin mereka nikmati kedua bibir yang menyatu saling merasakan begitu dalam.Senyuman bahkan keinginan itu semakin dalam untuk diteguk bersama.
"Apa kamu menginginkan hal lebih untuk ini?"Tanya Adrian menawarkan kehangatan sesaat.
"Apa kamu keberatan?"Kembali menimpalinya.
Membelai wajah Adrian,Luna memang menginginkan lebih dari sekedar ciuman yang membawanya dalam kenikmatan ini.Tapi ia ingat siapa Ryan sebenarnya.Pria yang hanya bisa mendukung dan melindungi tidak lebih dari seorang kekasih.Akupun hanya bisa memeluk dan merasakan kehangatan itu seraya menyentuh sebuah ciuman dipundak Adrian.
Ia hanya tersenyum untuk beberapa waktu,hingga hatinya kembali luluh oleh sebuah persahabatan.
Melepas sebuah pelukan,tetapi Adrian tak ingin melepaskan romantis itu dalam-dalam.
"Apa kita sarapan pagi ini?"Tanya Luna mengumbar ketertarikan seorang pria maskulin yang telah menghangatkan dirinya sejenak.
"Boleh juga,aku mau menggendongmu!"Langsung saja Adrian membopongnya hingga sedikit teriakan terkejut sejenak membuat Luna tertawa lepas.
"Hahahhaha,kamu kuat membawaku kekamar?"
"Aku ingin memakai bajuku lagi.Nanti malahan kita bercinta dimeja makan!"Ujarnya nakal.
"Oh ya,apa itu memang kemauanmu!"Tandas Luna menggoda.
"Tidak juga.Tapi aku harus mengerjakan satunhal lagi,kamu mau kemana hari ini?"Tanya Adrian lekas meninggalkan pertanyaan mengambang dari ucapannya.
Bersedekap menggelengkan kepala,ga heran juga akhirnya dia pergi meninggalkanku.Aku juga harus siap-siap untuk merapikan diriku sendiri juga mengobrol kembali sama dia.Tersungging juga berada dalam dilema kali ini.
Vani pun menoleh saat mendengar suara pintu terbuka,pasti itu Jodi.Dia pasti lelah dan aku harus menghampirinya didepan supaya dia tidak berfikir negatif lagi tentangku.
"Apa sudah puas joggingnya?"Sambil bersandar menatapnya.
"Mbaaa,udah bangun.Aku kira belum."Melepas jaketnya dan berjalan menuju kamarnya.
"Ya udahlah Jod,emangnya aku kamu.Pria yang sendirian menginginkan semuanya dalam santaimu?"Ujarnya becanda.
"Hahahah,aku jadi gimana gitu.Aku mandi dulu ya mba!"Ujarnya menuju pintu kamar dan membuka,masih saja menampakkan wajah imyutnya saat perlahan menutup kembali pintu kamarnya.
"Oke deh,aku tunggu ya!"Sambil membulatkan kedua tangannya,berbalik kembali menuju meja makan.
Didalam kamar mandi,enak juga ya kalau ada yang memperhatikan.Ga sendirian lagi kayak dulu.Sering-sering aja aku ajak mba Vani kerumahku dan kita ngobrol banyak hal seru juga.
Didapur semua sudah siap,tinggal aku membuatkan minuman segar buatnya.Ada apa yang didalam kulkasnya?buaha apa gitu yang biaa membuatnya kembali segar saat jogging pagi ini.
"Apa aku buatkan juice ya supaya dia bisa kembali fit dan bisa bekerja dengan semangat!"Lalu membuka pintu kulkas,mencari beberapa buah dan pastinya aku buatkan watermelon dan nanas dicampur sama jeruk.Lebih segar untuk dinikmati.
Suara nyanyian Jodi membuat sedikit berisik untuk konsetrasi dalam memotong buah sampai Vani harus menenangkan dirinya saat harus membuat potongan sesuai keinginannya.
Mendongak dan mencoba tenang dan hasilnya kalimatnya muncul sesaat.
"Tenang Van,kamu harus bisa tahan dan ga tergoda sama suara nyanyiannya yang buruk!"
Tak lama dia keluar dengan balutan handuk dipinggangnya sambil pede banget memamerkan badannya yang proposional,gimana ga menarik hati coba sampai mata Vani sekejab jelalatan melihatnya.
"Astaga Jodi seksinyaaaa!"Batinnya pun bergejolak tanpa makna.
"Hai mba,,kenapa ada yang aneh?"Menatapnya sambil mengeringkan rambutnya.
"he,,em.Kenapa kamu menggodaku coba?dengan hanya bertelanjang dada!"
"Haaaah,masak?"Sadar pula,langsung ia memeluk tubuhnya.Rasanya malu bener kalau sudah kayak gini."Maaf mba,aku masuk dulu ya."berlari masuk kedalam.
"Heeemm,,,untung aja ga lepas tuh semuanya!"Ngeri juga liatnya.
"Iyaaa,aku tunggu.Heheheheh!"Menahan tawa lepasnya.
__ADS_1
Huuuuh ada saja kelakuan Jodi,tapi menarik juga kalau liat dia seperti itu.Jarang-jarang liat body bagus macam dia.Seakan lebih mengingat pula sebenarnya Adrian juga menarik tapi untuk saat ini aku fokus sama bang Adrian supaya aku tahu sampai mana dia mencintaiku.