
Setelah bercerita cukup panjang dan sedikit perdebatan yang hakiki dari dari seorang Cinta versus tantenya.Kali ini ia mencoba menghangatkan setiap pandangan matanya untuk sendiri dan berharap ada yang datang sekedar menemaninya,mungkin juga sendiri adalah jawaban yang sesuai untuk menggambarkan kesendiriannya.
"Kenapa aku berada dalam situasi yang merepotkan ya,,,berada diantara banyak orang yang menyanyangiku,,tapi mereka orang baru.Apa itu baik untuknya!"Bersedekap dan berharap ada kejutan baik menjawabnya.
Tentu kedatangan Adrian membuat dia tersenyum mendengar curahan hatinya,perlahan melangkahkan kakinya serta memberinya senyum hangat berbisik padanya."Memangnya kenapa?"
Suara itu mengejutkan Cinta hingga ia menoleh seraya tak menyangka ternyata ada orang dibelakangnya sampai mematung hingga tak bisa berkata lagi hingga tawa lepasnya pun hadir dalam sikap polosnya."Kaaak Adrian,,ngapain seeh ngagetin aku.Bisik-bisik lagi,kirain apaan!"Sambil berbalik dan memukul-mukul dada Adrian sembari manja.
"Maaf ya,habisnya kamu ngobrol sendiri.Ngomongin apa seeh sampai denger ada orang baru tapi malahan sayang sama kamu?"Menompangkan kedua tangannya pada bahu Cinta.
"Heheheheh,tadi aku sempet nelpon tante kak!"
"Trus gimana kabarnya,apa baik-baik saja tantemu?"Semakin penasaran.
"Ya baik-baiklah,trus dia nanyain kakak.Pengen ngobrol sama kakak.Gimana mau ga?"Tanya lagi.
"Ya maulah kan,,sekarang kamu tanggung jawab kakak."Jawabnya semangat.
"Okeee,,,kalau gitu aku telpon dulu ya tante,supaya kak Adrian bisa ngobrol sama Tante Mila dan bisa bertanggung jawab atas Cinta !"Sambil memberikan senyum kepadanya.
Sembari mengangguk dan senyum-senyum bangga kalimat yang bisa Adrian ulang lagi.
"Bertanggung jawab atas nama Cinta,keren banget namanya ya!"
"Iyalah kak!"Jawab Cinta mencoba menghubungi tantenya.
Sebuah panggilan pun tertuju pada sebuah ponsel milik tante Mila.Saat tengah menikmati secangkir kopi dia pun melihat sebuah panggilan dari seorang perempuan yang dipastikan adalah keponakannya sendiri."Haiiii Cinta ada apa,kangen lagi sama tante ya?"
"Engga ini kak Adrian mau bicara sama tante bisa?"
"Ya bisa dong.Demi menjaga keponakan tante dia juga harus bertanggung jawab!"Mengumbar senyum.
"Oke deh,,,sebentar ya!"Lalu memberikan ponselnya kepada Adrian.
"Makasih ya!"
Setelah itu Adrian menyapa tante Mila,dengan perlahan membuat keakraban keduanya banyak membicarakan tentang kebiasaan Cinta.Bahkan hal itu membuatnya senang bisa mengenal lebih jauh seperti apa obrolan yang tengah dibuat oleh keduanya.Cinta pun tersenym mendapatkan sebuah kehangatan lagi ketika sang tante tidak lagi berada disisinya untuk beberap waktu.
Walau hatinya tengah sepi,tetapi dia harus yakin bahwa memang benar Adrian datang disaat yang tepat dan memberikan banyak perlindungan untuk keponakannya.
"Jadi kamu sudah nyaman ketika menjaga Cinta?apa ga ngeropotin lama-lama aku tinggal?"
"Ya enggalah tante.Cinta itu seperti adikku sendiri,jadi ga usah dikhawatirkan tentang keselamatannya."
"Oke tante akan percaya lebih ketika kamu tidak membuatnya sedih dan akan selalu memberinya banyak perhatian untuknya.Sebenarnya tante yakin dari suara dan obrolan setiap kalimat yang kamu berikan kepada tante kamu adalah seorang pria bertanggung jawab atas apa yang telah dipercayakan kepada kamu ya!"
"Iya tante,pasti aku akan jaga Cinta dengan baik dan ga mungkin akan mengecewakan tante.Karena dia sangat baik dan cantik!"Sambil tersenyum menyentuh kepalanya,lalu mendekapnya.
"Iya keponakana tante itu memang cantik dan ga ada yang bisa memiliki kecuali ada ijin dari tante.Tapi sekarang ada pengganti tante disini.Jadi ga masalah juga."
"Memang benar juga seeh tante,!"
"Ooooh ya,ngomong-ngomong kamu kerja atau?"Kembali pertanyaan itu muncul kembali.
"Aku punya usaha tante,jadi banyak hal yang harus saya kerjakan.Mungkin kita bisa jadi partner mungkin?apa tante tertarik,hehehehe!"Canda Adrian geli.
"Belum ketemu udah ngajak partneran.Gimana ini pasti kamu seorang pekerja keras ya!"
"Ya bisa dibilang gitulah tante."Jawabnya seadanya.
"Berapa umur kamu?"Tanya Tante Mila penasaran dengan umurnya,apalagi cara bicaranya layaknya tengah berbisnis dengan seorang kolega.
"Tante bisa tebak ga?dari cara bicara seorang pria pasti udah tahu banget dong tebakannya,hehehehe!"Membuat teka-tekinya.
"Yaaa sekitar 35 an atau kuranglah.Dari cara bicaramu itu masih menunjukkan seseorang yang masih muda dan punya talenta kan?"Memberikan tebakan itu dengan benar.
"Yup,,,betul umurku tepat 35 tahun dan sekarang tengah punya bisnis kedai kopi dan sekarang tengah dalam proses yang bagus untuk sebuah pencapaian."
"Waooow keren juga kamu.Tante jadi ga khawatir lagi dong kalau kamu jaga Cinta dengan baik.Setidaknya itu akan membuatnya tahu kalau kamu bisa mengajaknya untuk bekerja sama dalam hal yaaa part time untuk pembelajaran mungkin.Itu sangat bisa untuk dia lebih bertanggung jawab!"
"Apa tante memperbolehkan Cinta kerja part time dikedai kopi ku?"Tak percaya untuk bisa mengulang kalimatnya.
"Ya boleh dong.Tapi tanya dulu dianya mau atau engga.Setidaknya dia akan menyukai pekerjaan itu dan akan tahu seberapa besar orang berjuang dengan pekerjaannya."
"Oke nanti saya akan tanyakan,,tapi lama-lama seru juga ya ngobrol sama tante!"Nyaman kembali dituangkan oleh Adrian kepada tante Mila.
"Iya dong kita kan cuman beda 5 Tahun deh kalau kamu bicara soal umur yang tepat tante tebak tadi lho ya!"
__ADS_1
"Jadiiiii!"Kembali dia tersenyum.
"Jangan pernah lagi panggil aku tante ya.Panggil aja mba Mila,ga beda jauh kali hehehehe!"
"Oke mbaaa,,,Mila.Terima kasih telah merubah statusnya jadi aku ga terlalu ribet kalau harus memanggil mba Mila dengan sebutan tante,heheheh!"
"Iya juga,cukup Cinta saja yang memanggilku seperti itu.Untuk kamu jangan oke!"
"Siap mba!"Sambil memberikan hormat kepadanya.
Cinta pun bingung sambil menatap serta garuk-garuk kepala melihat tingkah sang kakaknya.Melihat hal tersebut ia hanya menahan tawa serta menyubit pipinya.
"Lain kali kita bicara lagi ya.Makasih lho atas waktunya Adrian bisa ngobrol banyak sama kamu.Mungkin lain waktu malahan kita sampai lupa waktu kalau ngobrol."Candanya penuh tawa.
"Iya juga kali ya."
"Oke deh,Mba cuman bisa minta tolong sama kamu buat jagain keponakan Mba satu-satunya yang tersisa dikehidupan ini sama kamu.Kalau kamu bisa jaga dia dengan baik kan mba ga jadi buru-buru pulang,lebih tenang karena ada kamu.Selamat sore ya.Jaga baik-baik Cinta oke!"
"Iya mba,,saya akan jaga Cinta seperti adik sendiri.Seperti pesan Mba sama Adrian!"
"Oke jaga yang baik-baik.Kalau nyaman sama dia mba ga bisa bilang apa-apa ya.Kamu harus bisa membuatnya senyaman mungkin dan mungkin ada hal lain yang akan memberikan rasa perhatian lebih untuknya!"Kembali memberikan suport untuknya.
"Baik mba,aku akan selalu nyaman ketika bersamanya,akan selalu jaga dia sebagai adik yang imyuuut dan lucu!"Masih saja tangannya usil nyubit hidungnya.
"Kaaak,sakittt!"Rengeknya.
"Hahahahah,kamu apain seeh dia sampe kayak gitu?"
"Gimana ga gemes mba,,dia cabby dan mempesona!"
"Itu awalnya ya.Ga tahu akhirnya lho."Lagi ga jadi putus deh telponnya.
"Ya udah ya,,,mba akhiri.Yang jelas kamu yang bertanggung jawab atas Cinta selama mba belum balik dan kasih kabar baik terus untuk keponakan tante,,byeee Adrian!"
"Bye mba! pasti aku akan kabarin terus."Menutup ponselnya dan memberikan kepada Cinta.
"Makasih ya,sudah diajak ngobrol sama tante Mila.Dan sekarang dia pun memberikan tanggung jawab kamu sama kakak.Jadiiiii!"
"Jadi apa kak?"
"Jangan nakal dong.Ntar kakak jewer lho,hahahaha!"
Suasana sore memang memberikan keindahan dan keakraban yang terpancar dalam hati seorang Cinta yang begitu dalam dan semakin membuatnya yakin dalam sebuah pertanggung jawaban seorang Adrian.Tante Mila pun ga bisa membayangkan bagaimana senang dan bahagaianya Keponakan satu-satunya mendapatkan seorang kakak dan bertanggung jawab kepadanya.
"Kak,tadi ngomong apa aja sama tante Mila?menang seru ya sampai ada acara ketawa-ketawa dan sepertinya akrab deh aku lihat dari tadi?"Tanya Cinta memulai sebuah rasa penasarannya.
"Ya seru seeh ngobrol tante kamu,sampai dia nebak umur kakak tepat lho!"Jawabnya yakin.
"Memangnya tante tahu berapa umurnya kakak saat ini?"Kembali mengernyitkaj kening,kok bisa ya emangnya tante Mila itu sejenis peramal gitu ya sampai harus bisa menebak umurnya kak Adrian.
"Tahu,,tepat lagi.Umur kakak tuh 35 dan ya ga beda jauh sama umurnya tante kamu.Cuman ya beda dikitlah jadi aku manggilnya mba,,bukan tante.Kalau kamu tetep aja tante,hahahaha!"Jawannya ketawa lepas.
"Haaaah,kok bisa seeh.Aku ga terima lho dibilang gitu.Seolah-olah aku yang paling kecil."Ujar Cinta ga terima.
"Mau gimana lagi,mba Mila itu menarik kayaknya sampai ponakannya cantik banget kayak gini!"Sambil nyubit pipinya lagi.
"Kaaaak,sakit ah.Dari tadi kalau ga nyubit,ngerecokin aja.Sebel deh!"
"Yaaa ga pa-pa kan kamu adiknya kakak!"Mendekati dan mengelus rambutnya.
"Tapi kalau aku sayangnya lebih dari kakak gimana?"Tanya Cinta memancing.
"Belum saatnya,kamu tuh harus fokus sama sekolah.Kakak fokus sama kerjaan dan jagain kamu.Inget jangan ada cinta sebelum tepat waktu."
Lagi dia ngambul deh setelah mendapatkan sebuah warning dari sang kakaknya.Salah sendiri jadi kakak kok seperti kekasihnya sendiri jadi ga salah dong kalau aku beneran nyaman sama kamu kak.Lepas ini aku akan bicara sama Kak Dennis soal hubunganku sama Kak Adrian,masih tahap belum disesuaikan bahkan direncanakan oleh yang lebih bertanggung jawab soal kehidupan Dirinya sendiri yaitu Cinta.
"Kak,apa aku bisa pulang kerumah atau gimana ya.Takutnya rumah sepi dan ga ada orang jadi kosong!"
"Oooo,gitu ya sebentar aku ngomong sama Vani dulu.Apa dia mau nemenin kamu atau gimana?"
"Ooh ya deh kak.Aku tungguin disini ya hehehehe!"Sambil bersandar dibalkon lagi.
"Tapi ya jangan kelamaan disini.Banyak angin,ntar masuk angin.Masuk kedalam!"Rangkulnya masuk kedalam.
"Mulai deh proteknya sama adiknya."Bete juga setelah perhatiannya sungguh mengganggunya.
"Ya karena kakak udah dapat mandat dari tante Mila.Jadi ga boleh nolak sama sekali ya.Hehehehehe!"Beranjak menuju kekamar atas dan menemui Vani.
__ADS_1
Cinta pun ga bisa dong sekedar duduk,gimana kalau aku jalan-jalan aja.Kan biar tahu sudut-sudur rumah milik kak Adrian.Ga pa-palah yang penting asyik.Sampai juga Adrian dikamarnya dan mengetuk pintunya.
Tok,,,tok,,,tok,,,tok,,tok
"Van,,,vaniiiii.Kamu ga pa-pa?"
Vani yang masih terdiam pun terkejut dan beranjak berdiri serta mengelap air matanya,menjawab panggilan kekasihnya yang jelas untuk mengetahui kabarnya.
"i,,,,ya bentar bang.Aku buk,,ain!"Beranjak berdiri serta membukakan pintu untuknya.
Segera membukakan pintu,lalu Vani memberikan senyuman hangat ketika Adrian menyapa hangat.
"Heiiii,,,gimana perasaan kamu udah mendingan atau,,,,masih berat?"
"Masih bang,,,gimana ya.Aku masih kepikiran sama Anton.Dia sama sekali tidak mengabari aku."
Setelah terdiam beberapa saat,dia pun memberikan penjelasan dan ide untuk sebuah ketenangan hatinya yang gundah saat ini.
"Abang punya ide neeh,,apa mending abang ketempatnya Anton dan jelasin semuanya sambil nganterin Cinta.Nanti biar bisa jelas seperti apa keputusannya.Kalau kamu nemuin dia sekarang jadi berantem.Mending aku aja gimana?"
"Trus aku gimana bang?"Tanya Vani bingung.
"Kamu nginep disini aja,ga usah dipikirin.Ntar kalau ganti baju pake punyaku aja.Soalnya Cinta ga bisa ditinggal,kalau kamu ga pa-pa kan sambil menangin diri ya."Sambil menyentuh bahunya.
Ia hanya mengangguk dan pasrah dengan keadaan,besok kamu libur aja.Istirahat,dan aku bilangin sama Andra untuk handle semuanya pagi dan sore ampe malem ada Desta sama Yanuar.Okey jangan dipikirin dong!"Tetiba memeluk dan mengelus punggungnya tak lama sebuah kecupan mendarat dikeningnya.
Hatinya bergetar,ini beneran kekasih boongan apa beneran seeh.Kenapa bang Adrian sebaik ini sama aku,apa dia mencoba sebuah kasih sayang dari aku dan sampai-sampai aku beneran dibuat baper sama dia.Kenapa bisa begini seeh,aku kejebak lagi dalam situasi menyakitkan ini.
Kembali ia mendongak dan mengangguk saja.Senyum pun cukup berat untuk diulas lagi dan ia menjawabnya."Iya bang,,hati-hati.Aku nitip pesan baik untuk Anton ya."
"Oke,nanti aku kabarin kok.Semuanya pasti akan baik-baik saja.Hati-hati dirumah ya!"Sambil mengusuk bahunya,lalu pergi meninggalkan kedekatan sejenak antara Adrian dan Vani.
Bergegas turun kebawah dan menemui adiknya dengan manis kembali mengajaknya pulang kerumah miliknya."Ayo sekarang aku antar!"
"Tapiiii,kak Vani kok ga kelihatan?"Tanya Cinta bingung tengak-tengok mencari keberadaannya.
"Udah ga pa-pa,dia istirahat capek habis masak tadi.Juga mungkin lagi ada masalah sedikit!"Sambil nunjukin antara jari dan jempol tengah hampir menyatu.
"Haaaahhh,,,trus ditinggalin gitu.Enak aja,kakak kalau ada urusan aku ga pa-pa tinggal aja.Kalau Kak Vani ada apa-apa gimana!"Langsung aja ngegas kearahnya.
"Wooowww,,,tumben banget kamu kayak gituuuu!"Sambil nyubitnya.
"Adoooooh,,,sakit kak."berontak lalu menggosok-gosok pipinya berkali-kali.
"Hahahahah,ya udah kalau gitu aku jalan dulu.Nyari mangsa,,,kamu ga pa-pa kan aku tinggal!"
"Mangsa?emang drakula apa!"Heran ga nyangka deh.
"Nanti aku mampir kerumahmu ya,dan mana kuncinya aku minta buat ngambilin baju sekolahmu.Masak mau pake baju itu lagi.Jorooooknya!"Sambil nutupin hidungnya.
"Hiiiih,,,segitunya ya sama aku!"Menatap tajam seraya mengambil kuncinya didalam tas sekolahnya.
"Kalau gitu aku nitip Vani ya sama kamu.Jagain dia dan kalau perlu hibur dia supaya lebih membaik ya.Aku pergi dulu daaaa!"Melambaikan tangan kepadanya.
"Oke kak,serahkan padaku.Akan aku jagain kak Vani hehehehe."Jawabnya mengacungkan jempol untuknya.
Adrian pun keluar untuk segera bertemu dengan seseorang yang dipastikan akan lebih seru untuk bertemu.Menggunakan sebuah mobil Land cruiser prado berwarna hitam,untuk sebuah keamanan disaat malam memulai sebuah misi barunya untuk mendapatkan info terbarunya soal Anton yang telah berpaling lebih cepat dari prediksi yang dibuat oleh keduanya.
"Ada-ada saja kamu Ton,,,padahal aku sama Vani cuma pura-pura untuk tidak membuat Cinta semakin dekat sama aku.Malahan kamu anggap berlebihan soal ini,huuuhhh ckckckckck."
Setelah selesai mandi dan ganti baju,ada perasaan cemburu antara Dennis terhadap kakak terbarunya Cinta yaitu Adrian.Apa memang tidak ada hubungan lebih dari sebuah persaudaraan atau hanya pengalihan yang menyebabkan kalimat yang sempat dituangkan oleh Adrian sudah memicu dirinya untuk bersikap realitis.
"Kayaknya aku harus ketemu sama Cinta,supaya ga da lagi yang harus ditutup-tutupi semua harus diketahui dengan pasti!"Segera menyiapkan diri untuk bersiap menemui Cinta.
Saat keluar dari kamar dia bergegas untuk menuju ruang makan dan menemui pembantunya untuk memastikan keberadaannya saat ini.Melintas pun sebuah senyuman datang menghampiri Perempuan tersebut yang tengah memasak.
"Selvi,,,kamu masih sibuk?"Bersedekap menunggu jawabanya.
Menoleh terkejut oleh panggilan khas pria dimana dia adalah Dennis Tuan mudanya."Eehhh,mas Dennis.Mau kemana?"
"Maaf ya,aku mau keluar sebentar.Nanti kalau aku pulangnya malem kamu tinggal tidur aja.Dan kamu ga pa-pa kan aku tinggal sendiri.Ada urusan soalnya."
"Oh,,,iya-iya ga pa-pa mas.Saya bisa kok ditinggal sendiri."
"Ya udah aku berangkat dulu,,,nanti kunci aja rumahnya,aku bawa kunci serep kok."Berlalu meninggalkan Selvi tengah sendirian.
Masih pandangan lepas dan serius melihat Tuan mudanya sangat menggoda membuat hatinya berbunga-bunga.Kenapa seeh Tuan besar punya anak sekeren itu.Tampan lagi,bikin gemes aja.
__ADS_1
Bergegas pula Dennis untuk segera menemui perempuan yang dianggap sebagai kekasih hatinya untuk menemani dan sekalian ngobrol bareng sama Adrian.Menurut Cinta,Adrian aelalu nginep dirumahnya untuk menjaganya.Aku juga bisa jagain dia sebagai kekasihku kenapa harus orang lain coba yang ingin menemaninya.
Emangnya aku ga bisa gitu jaga dia,melaju bersama mobil Rubicon berwarn hitam metalik segera menuju rumah Kekasihnya.Entah apa dalam benaknya saat ini ketika hatinya tengah terusik oleh kehadiran seorang pria yang diyakini bukanlah seorang pengganti hatinya hingga dia berani untuk bertemu tanpa sebuah persetujuan hingga membuat kejutan malam ini.