Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Bab.4 Pagi ini sesuatu banget.


__ADS_3

Langkah Gladis sungguh penuh dengan teka-teki yang membuatnya semakin gugup untuk dibahas dalam setiap kilasan hatinya.Perlahan keluar dengan santai menapaki anak tangga dan keluar membuka pintu gerbang.Tak disangka seorang lelaki telah berdiri disamping pintu gerbang tengah bersandar penuh penantian untuk menunggu seseorang keluar dari rumah tersebut.


"Haaiiii,pagi!"


Kaget bukan main,saat menoleh ada seseorang telah menunggunya,entah sejak tadi atau barusan.Tapi itu sungguh membuat hatinya berdecak kagum dan mengerti apa yang dimaksud dengan jemputan khusus.


"ASTAGA,KAK ROMERO?SEJAK KAPAN ADA DISINI?"Sambil tengak-tengok melihat sekitar memang hari minggu sepi gini ya.Sampai.ga ada yang lewat satupun.


"Sorry bikin kaget elu,gimana udah siap berangkat kan?"Tanya Romero dengan sikap santainya.


"Udah kak!"Jawabnya sambil mengangguk dan antara benar itu kak Romero atau bukan.Sampai ekspresi anehnya bikin ketawa lepas sang lelaki tersebut.


"Ayo jalan,kita hari ini jalan kaki ga pa-pa kan?"Tawar Romero dengan wajah senyum khasnya.


"Ga pa-pa kak,malah seru hehehehh!"Jawabnya ikutan beriringan berjalan sambil mendongak.


Langkah keduanya memang diikuti oleh banyak hal obrolan yang ga mungkin bisa membuat keduanya terdiam seperti pertama kali bertemu dan malu-malu untuk mengungkapkan sedikit hal lucu bahkan lelucon itu seakan ga ada artinya lagi.


Meski beda umur yang lumayan jauh sekitar 5 thn dengan Romero sungguh lucu juga melihat Gladis dengan senyum bahkan jiwanya yang masih remaja beranjak dewasa akan lebih memberikan banyak makna untuknya bisa dekat dengan lelaki seperti dia.


"Emangnya kak Romero dateng kesini beneran jalan kaki atau gimana?"Tanya Gladis bingung.


"Jalan kaki dong,itu sudah rutinitas kakak seeh kaalu pagi tuh selalu tepat jam 5 pagi olah raga,kardio,shitup dan push up kalau ga sempat ngegyum."


Membulatkan bibirnya,Gladis pun mulai terpana oleh keseharian dipagi hari seorang lelaki seperti dia patut dicontoh tuh."Pantes kakak bodynya kece,siapa yang ga mau sama kak Romero yang Cool abis heheheh!"Candanya geli.


"Kalau kamu suka kan bangun pagi?"Tanya Romero dengan nada sayu.


"Eeeehhhmm,engga juga seeh.Maaf selalu hang out jadi pulangnya malam,palingan ya kena marah sama ayah sama ibu.Jadi aku harus punya pilihan sekarang?"


"Ooooh,kamu punya pilihan apa?kuliah mungkin atau seperti sekarang mulai kerja?"


"Iya seeh,mereka nuntut Gladis tuh buat kuliah diluar negri tapi kan,,,Gladis ga suka kak.Gladis tuh lebih suka kerja diCoffee shop dan itu membuatku terpesona lho sama barista-barista handal yang sering Gladis tongkrongin disana."


"Jadi kamu lebih suka bekerja dari pada kuliah?"Tanya Romero pasti.


"Iya seeh,dan untungnya ada yang mau nerima Gladis tanpa ada pengalaman.Gimana dong ga susah kan?"Tanya Gladis memastikan dengan wajah penasaran.


"Ya ga masalah,malahan gua yang ngajarin Andrea kadang buat kopi.Bikin apapun itu sama dia,terkadang seeh ada helper yang datang bantuin kami berdua."Jawabnya lugas.


"Siapa kak?"Tanya Gladis penasaran lagi.


"Reyhan,pacarnya Andrea.Mereka tuh bucin banget dan kadang kala suka berantem.Tapi disitunya gua suka gaya mereka.Penuh persaingan walau tengah pacaran.Jadi Reyhan kalau hari minggu seeh bantuin kita-kita buat ngisi sebagai helper kicthen atau waiter itu ga masalah yang penting dia bahagia sama And-rea gitu!"Jawabnya panjang lebar.


"Ooooh,jadi nanti ada kak Reyhan dateng kekedai?"Ada rasa was-was juga.


"Iya,santai aja.Dia memang lelaki model apapun tetep bisa terpesona dengan seorang perempuan walau ada kekasihnya.Dan itu udah biasa dalam bisnis kita!"


"Gitu ya!"Sambil mengagguk yakin.


Seperti yang dibicarakan oleh keduanya adalah kesiapan Reyhan ketika pagi datang,dia telah bersiap untuk keluar dari rumahnya dengan memakai jaket dengan terburu-buru untuk segera menjemput kekasihnya Andrea yang mana dia tengah asyik memasak dan menunggu suara motor kekasihnya datang secara mengejutkan suaranya.


"Gua harus cepet-cepet sebelum ada lonceng kematian datang menghampiriku tanpa permisi!"Bergegas memakai helm dan mengunci pintu menuju motor retronya untuk menjemput kekasihnya.


Suara motornya pun bergaung-gaung dengan tampan dan gagah segera melanju kencang kesebuah rumah dipastikan adalah milik Andrea.Ia terhenti dan melihat keluar,cepet banget dia pake kecepatan berapa?


"Lho udah nyampek,ada apa neeeh!"Sambil melihat jam tangan masih pukul 06.45.Masih pagilah buat dia untuk melakukan pekerjaan sebelum berangkat kekedai.


Tapi sudahlah,lanjutkan masak ketika suara Reyhan datang dan muncul rapi serta menyapa kekasihnya layaknya istri tercintanya dengam memeluknya dari belakang.


"Pagi sayangku,,telat ga aku datang kesini?"Sambil mencium pipinya kembali manja ria memeluknya.


Menoleh menjawab penuh makna.


"Engga juga.Kan kita masih punya waktu setengah jam sampai disana."Jawabnya lagi,lalu ia ingat dan bertanya lagi.


"Kamu jadi kan ikut part time kayak biasanya.Bantuin kita!"Tawar Andrea yakin.


"Emang perempuan itu ikut juga!"


Langsung aja Andrea nyela"Gladis namanya!"


"Ooooh ya.Itu dia Gladis.Apa dia ikutan juga!"kembali mempertanyakan lagi.


"Ya iyalah sayang.Dia itu partner baru kita.Jadi kita ga bakalan self service lagi.Palingan dia jadi waiter atau bantuin aku jadi kasier atau kitchen!"Ujarnya mengagetkan Reyhan.


Mengernyitkan kening dan melepaskan pelukannya lalu mundur dan bersandar dimeja set dapur dia menjawabnya."Ya bisa seeh,kalau dia keteter gua bisa bantuin kan,boleh?"Tanya Reyhan berharap.


"Ya bolehlah,kalau dikedai kita ini partner lho.Kalau diluar beda lagi!"Jawabnya berbalik dan mengankat sutil.


"Beda?beda gimana!"Heran lagi.


"Ya bedalah.Kita kan dikedai partner kamu boleh gombalin dia dengan gaya kamu gombalin banyak wanita diluar sana.Tapi ya jangan terlalu ya.Dia kan masih remaja dan tentunya masih stabil.Ntar kalau kamu keterusan.Jadinya nempel!"Sambil memukulkan sutilnya kearah bahunya.


"Aduuuuh,kotor bajuku!"Protes Reyhan agak menjauh.


"Hahhahaha,orang pake jaket.Mana kotor!"Ejeknya menjulurkan lidah.


"Trus ini diapain?"Tanya Reyhan sambil nunjuk kearah masakan yang tengah disajikan oleh Andrea.


"Kamu kemasin kedalam kotak-kotak itu,trus masukin ketas.Aku beres-beres dulu trus kita berangkat,daaaa!"Berlalu menuju kamarnya.


"Ya ampun,gua harus jadi petugas kemas masakan kayak gini?"Ujarnya ngedumel.

__ADS_1


Terhenti didepan pintu kamar."Ga terima!"Serang Andrea.


Mendongak dan terkejut,masih denger aja dia sama omonganku."Hehehhehe engga-engga."Jawabnya sambil menggelengkan kepala.


"Dikerjakan dengan hati ya!"Ujarnya manis sambil menyentuh hatinya.


"Iya nyonya besar!"Jawabnya kesal.


"Hahahahaha,besar banget emosimu sayang!"Tawanya lepas masuk kedalam kamar.


"Banyak juga makanannya buat siapa aja ya."Pikirnya dalam hati,lalu dia teriak bertanya kepada Andrea.


"Ini semua buat siapa sayang,kok banyak banget?"Panggilnya lantang.


"Ya buat kita semua dong!"Jawabnya perlahan keluar hanya kepalanya saja.


"Buat kita makan,sama Romero juga sama Gladis.Jangan mikirin perut sendiri deh sebel!"Kembali menutup pintu kamar.


Haaaah yang bener,kalau gitu gua bisa nyuapin Gladis dong.Waah seru neeh,gua harus part time tiap minggu kalau perlu gua ngelamar dikedainya Romero dan Andrea biar ketemu sama yang muda-muda heheheh.Semangat deh,mempersiapkan semuanya dengan tepat dan semakin membuat semakin semangat lagi.


Andrea keluar dari kamar dan bersiap untuk membawa tas berisikan makanan untuk dia bawa dengan hati-hati.


"Gimana sayang,udah siap.Aku yang bawa deh!"Sembari menghampirinya dengan wajah senang.


Sembari memberikan dengan kesal.


"Neeeh,bawa tuh!aku siapin motornya ya,mau muter dulu!"Berjalan keluar sambil memainkan kunci motornya.


"Oke deh!"Andrea membulatkan jarinya dengan senang.


Oke semuanya sudah siap helem pun sudah terpasang rapi dan jeli.Menata tas yang telah berisikan makanan dan bersiap untuk pegangan tentunya setelah mendapat komando dari kekasihnya.


"Siap?"Sembari menoleh kebelakang.


"Siap sayang!"Jawabnya mantap.


Kali ini Reyhan mencoba santai dalam menjalankan aksinya mengelilingi jalanan menuju kedai kopi,ada harapan yang akan dia rancang untuk sebuah kedekatan dengan Gladis.Gadis cantik yang telah membuat hatinya terpana hingga tak bisa melupakan senyuman dan tatapan segar matanya.


Seperti yang diharapkan oleh Romero dan Gladis dipinggiran trotoar ternyata lama-lama juga ramai pejalan kaki dan melihat beberapa orang saling jogging bareng dan menikmati suasana libur dihari minggu.Ada pastinya sebuah kilatan cahaya ternyata dari seorang fotografer yang mengabadikan beberapa foto kegiatan para pejalan kaki.


"Aoooo!"Gladis terkejut seraya menutup wajahnya dari kilatan cahaya.


Segera Romero menutupi wajahnya seketika dan tengak tengok melihat kilatan dari mana arahnya.Saat dia mendapati kilatan itu,hanya senyuman dan candaan pun muncul dalam dirinya.


"Kayaknya gua harus jagain actrees ini dari kilatan paparazi ya,hehehehe!"


Mendongak serta memasang wajah kesal kearah Romero"Bisa aja deh kakak ini.Mana aku bukan artis lagi!"


"Iya deh kakak,yang perhatian.Makasih ya!"Ujarnya senyum-senyum sendiri.


"Bisalah itu diatur."Candany berjalan berdua.


Melangkah tak jauh dari pandangan dibawah pohon,banyak juga yang ngantri beli ice cream.Hal tersebut memancing Gladis untuk mendekati apa itu tengah dikerumuni oleh banyak orang.


"Apa ya itu,bentar kak ya!"Gladis pun ijin untuk mencari tahu apa yang tengah ramai dikerubungi oleh banyak orang.


"Ya aku tunggu sini!"Jawabnya sambil bersandar seraya bersedekap dan menunggu,tetapi ketika dirinya mendapati Gladis rasanya susah untuk menembus keramaian itu,tawa gelinya muncul dan mendekati Gladis yang kesusahan menembus keramaian itu.


"Kenapa ga bisa nembus ya?"Tanya Romero sambil melihat apa yang tengah dikerubungi oleh banyak orang.


"Apaan seeh itu kak?kok aku ga kelihatan?"Tanya Gladis sambil loncat-loncat ingin melihatnya.


"Sebentar!"Romero pun jongkok serta meminta Gladis untuk dia gendong dari belakang."Ayo naik,kamu pasti tahu!"Ujarnya mendongak tersenyum kepadanya.


"Ga pa-pa kak?"Tanya Gladis bingung.


"Udah ga pa-pa,dari pada kamu penasaran!"Ujarnya lagi.


Mau gimana lagi,digendong deh sama kak Romero dengan tawa gelinya.Ternyata itu ice cream,dengan semangat Gladis pun membeli dua batang ice cream coklat dengan taburan kacang yang gurih membuat ia semangat untuk turun dari gendongan Romero dan memberikan kepadanya.


"Ini kak,buat kakak yang telah membantuku menggendong aku tadi!"Sembari memberikan kepadanya.


"Gua dapat juga,enak juga ya!"Seraya tersenyum menerima pemberian dari Gladis.


Lalu keduanya saling menggigit ice creamnya dan enak juga,kembali jalan menapaki menuju kedai kopi juga dengan obrolan.Sambil jalan keduanya saling tos candanya pun masih samar-samar menjadi icon jalan kaki keduanya.


Beberapa saat Reyhan telah sampai didepan kedai kopi dan parking area motor.Heran mendapati sebuah motor milik Romero tengah terparkir tapi kedai kopi masih tutup.Dimanakah gerangan?


"Sayang,kok ada motornya sijomblo.Tapi orang ga ada kemana ya?"Sembari melepaskan helemnya.


"Ya kemana emangnya ya?"Bingung juga.


"Padahal dia berangkat duluan lho.Kok malah ga ada!"Turun dari motor serta memberikan kepalanya yang masih terikat oleh tali helem untuk melepaskannya.


"Udaaah!"Jawabnya dengan manis lalu menaruhnya kembali diatas spion.


Keduanya pun jalan bareng dan masih bingung,hilang kemana atau singgah dimana dia.Coba kalau ketiduran didalam.Tapi kok susah dibuka,berarti belum datang dong dia.


"Kemana lagi dia tuh,biasanya datang tepat waktu.Kok malahan sekarang minggat kemana lagi dia!"


"Ooooh ya,aku jadi kan part time lagi disini?"Tiba-tiba Reyhan menawarkan diri.


"Ya bolehlah sayang.Emangnya aku ga pernah nagsih kamu ijin buat kerja disini.Ini kan juga usahaku sama Romero jadi dia welcome aja sama siapapun asaaaaal!"

__ADS_1


"Kerjaan selesai dan ga buat costomer compalin kan?"


Meringis kearahnya dengan nada manis.


"Bagusss!"Sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Tapi kok lama seeh kemana diaaaa!"Sambil duduk dibangku depan kedai.


Sambil mengangkat kedua bahunya Reyhan pun tak tahu juga.Lama juga mengobrol tanpa arah,tiba-tiba dari arah berlawanan Reyhan pun melihat sosok Jomblo itu dengan pedenya jalan bareng sama Idamannya Gladis.Sungguh cepet sekali mencuri startnya.


"Naaaah itu dia,cepet banget ngambil startnya!"Tunjuk Reyhan sambil melihat kedatangan mereka berdua.


Menoleh seketika Andrea dengan wajah heran dan ga habis fikir,bisa-bisanya dia jalan kaki dan santai banget sama anak baru itu.Ada sesuatu kah.Kembali menoleha kearah Reyhan yang semangat juangnya tumbuh,ga pa-pa lah.Juga mereka semangat jadinya cari duit.


"Cieeee,ada yang curi startnya ayangku neeh!"Canda Andrea dengan sok gak kenal.ngeliat keduanya.


"Haaaah,apaan seeh kak?"Tanya Gladis heran.


"Kalian udah lama nungguin kita?"


Belum Reyhan mau angkat bicara soal ini,langsung aja Andrea tancap gas.


"Tah,,,uuu!"Dipotong kalimat oleh Andrea.


"Udah lama dong,udah sejam kita nungguin.Kalian asyik-asyikan berduaan.Jahaaat kalian!"Drama kha Andrea muncul.


Romero pun menunduk dan garuk-garuk kepala,ada aja yang dituangin sama Andrea.Aktrees masa lampau muncul lagi dan membuat Gladis merasa ga enak.


"Maaf kak ya.Aku telat ya!"


Langsung aja kedua lelaki itu langsung heboh dan mengarahkan pandangan kaget kepada Gladis.


"Haaaah,kamu telat!"


Tengak-tengok bingung mendengar kalimat yang diucapkan oleh Gladis.Dengan nada heran pun menyerang keduanya.


"Kak,aku ga telat seperti yang kalian pikirkan.aku telat kerja karena ngobrol asyik sama kak Romero."Jawabnya membela diri.


"Cieeee asyik bener ya kita main drama dipagi hari.Penuh adrenalin ya heheheheh!"Canda Andrea memeluk Gladis.


"Ooooh ya,kita siap-siap buka ya."Kata Romero membuka pintu.


Mereka pun bersemangat untuk membuat sesuatu lebih berarti dan berenergi dalam pembukaan toko dihari minggu yang ceria.Setelah beberapa saat mereka saling menyibukkan diri.Dimana Gladis mendapatkan kesempatan untul training singkat dari Reyhan dan bahagianya dia memberikan pengajaran itu membuat Andrea hanya geleng-geleng kepala melihat antusiasnya mereka berdua saling bekerja sama.


Romero pun tak habis fikir juga,kenapa juga Reyhan bisa klop dengan Gladis.Sampai ada bisikan untuk Andrea dalam mengompori hubungan keduanya.Tapi tetep saja Andrea masih santai bahkan sempat menabok pipi Romero dengan tawa lepasnya.


"Lihat tuh laki lu,berani banget godain sama manjain Gladis.Kan ga gitu juga kali,ini kan tempat kerja bukan tempat mencari cinta!"


Melirik tajam serta bersedekap dengan nada sinis pula."Kalau cemburu bilang.Reyhan itu tahu siapa Andrea siapa Gladis,dia tahu dimana dia gua hajar ampe minta ampun,jangan sok tahu ya!"Sambil menompangkan kedua tangannya dipinggul dengan mengangkat dagunya.


"O,,,o ga mempan deh!"Jawabnya sambil berlalu sibuk kembali menata beberap hal kesibukan dibar.


Menghela nafas sembari menggelengkan kepala,tapi lama-lama senyum juga liat kelakuan Reyhan dan Gladis bikin ngakak deh.Tamu makin banyak dan kesibukan telah mereka lupa untuk breakfast kali ini sampai-sampai waktu yang belum ditentukan malahan perut Romero berbunyi nyaring.


KRUUUUKKK,,,,KRUUUKKK,KKRRRUUUK.


Suara itu membuat pandangan Andrea kembali kearah Romero yang terasa kelaparan.Saat dia menyentuh perutnya dengan nada sedih,gini rasanya menjadi jomblo tanpa tujuan hidup.Berada dalam kehidupan Andrea dan Reyhan ga ada hasilnya sama sekali malahan sakit banget rasanya.


"Bunyi apa tuh barusan?"Tanya Andrea kebingungan nyari dimana tempatnya.Sampai jongkok-jongkok ga ketemu juga.Mendongak dan bertanya kepada Romero.


"Rome,tadi suara apa tuh.Kok aneh dicari ga ada?"Masih aja penasaran.


"Masih ada ga suaranya?"Tanya lagi.


"Hehehehehe,ga ada.Kemana ya?"Kembali bertanya kemana suara itu kepada Romero.


"Guaaa lapeeer beb,bukan suara aneh-aneh!"Rengeknya sambil menampakkan wajah memelas.


"Astaga kamu laperrr,kenapa ga bilang seeh mblo!"Beranjak berdiri dan mendekap bahunya.


"Ya mana kita bisa makan,sekali buka udah banyak costomer yang datang.Ya maklumlah kalau kayak gitu!"Jawabnya menghela nafas lagi.


"Oke deh,gua atur sekarang?"Sembari berbalik arah melihat costomer udah lenyap seperti diterjang angin ****** beliung tanpa sisa.


Lalu melihat Reyhan masih aja nyari-nyari kesempatan dan godain Gladis.Duuuh masih kurang aja sama wanita sepertiku ada aja yang dicari-cari.


Ia berjalan keluar dan menepuk pundak Reyhan,pandangan itu tersorot tajam hingga membuat Gladis melihat kejadian itu hanya terdiam dengan menutup mulutnya.


"Ampuuuunnnn,sayang.Ga deh lagi!"Jawabnya kaget dan berkata-kata aneh.


"Gua kan udah tahu kelakuan lu sayang,santai aja kali."Melepas tepukan pundak dan berganti posisi untuk mengajaknya makan.


"Ayok makan yuk,udah pada laper.Aku bawa bekel lho!"Ajak Andrea mengulurkan tangan.


"Tapi kak,kan masih banyak kerjaan lain!"Tandas Gladis.


"Udah ga usah dipikirin,biar Kak Reyhan yang ngurusin.Biasanya dia kok ya.Ayooo dong!"Rangkulnya pergi dan berbalik menjulurkan lidah serta mengedipkan mata seakan mengejeknya.


"Lhoooo kok gua ga diajak.Gua juga laper!"


"Nanti aja kalau udah kelar baru boleh makan!"Jawabnya dengan geli.


"Yaaaah,nasib dah!"Ujarnya kesal.

__ADS_1


__ADS_2