Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Bab 1.Antara


__ADS_3

Pagi ini terasa berat untuk bagun,setelah lama begadang dan ga ada artinya menunggu seseorang dikedai kopi sampai harus bertahan disaat kepastian itu berubah menjadi ketidak pastian untuk satu hal.Mengapa bisa aku bersikap menanti datangnya seorang pria yang selama ini aku banggkan sama sekali ga muncul?kenapa dengan dia,apa dia sudah bersikap aneh saat melihatku dengan ketulusan cintanya.


Jelas itu membuatku ingin melupakan dan duduk termenung menunggu pagi yang memang tidak kelihatan karena mendung sudah menyapa dipagi hari.Pagi ini aku berat banget deh mau melangjah kaki sejenak saja.Tapi saat melihat jam weker sudah menunjukkan pukul 06.25 Wib.Tak mungkin aku bisa menolaknya untuk mempersiapkan semuanya,merapikan tempat tidur,membuka jendela kamar serta menata tirai jendela yang sudah menutupi kehangatan malam.


Berjalan keluar serta menyambut pagi,pesona seorang Gladis memang tidak ada duanya.Cantik,seksi dan elegan serta ya sekitar umur 19 tahun.Mengejar menjadi seorang barista adalah pilihannya setelah tak mau lagi melanjutkan kuliah atas saran kedua orang tuanya.


"Nak,kamu tuh kuliah dulu.Baru nanti Ayah siapkan kerjaan buat kamu.Gimana?sayang lho nilai bagus ga dipake kuliah!"Pinta sang ayah sambil menyentuh bahunya untuk sekedar menyadarkannya.


Ibu pula mendekati dan ingin anaknya kuliah dijurusan bisnis atau sastra dimana dua pilihan itu akan membuatnya semakin kuat dalam berbisnis atau membuat sebuah pemikiran tentang pengajaran entah menjadi dosen atau apalah.


"Iya nak,sayang banget lho.Ibu sudah membayangkan kamu sebagai seorang dosen pengajar atau ketua bisnis ayahmu.Malahan kamu memilih jalan lain.Ibu tahu setiap pekerjaan akan memberikan banyak cela hidupmu.Tapi kamu yakin dengan pilihanmu?"


"Aku yakin Yah,bu.Setiap apa yanh Gladis lakukan semoga bermanfaat buat setiap orang.Terutama buat Ayah sama Ibu,supaya bangga punya anak dengan tekat kuat untuk berbeda dari ayah sama ibu ya kan!"Menjawabnya dengan bijak dan diplomatis.


Sambil mendekap kedua bahunya,adalah pilihan sulit yang akan membuat anaknya kembali dalam jalan terbaiknya."Yaaah,ibu ga bisa maksa kalau kayak gini.Ya kan yah!"Sambil menoleh kearah sang Ayah.


"Semoga pilihanmu adalah jalan hidupmu yang baru untuk kesuksesanmu ya nak!"Lanjut sang Ayah ikutan bangga dengan jalan pilihan anaknya.


"Aku boleh memilih pekerjaan yang aku suka kan Yah,ibu.Supaya aku punya Passion kuat dipekerjaanku nanti!"


"Iya ayah akan setuju sekali bila kamu memilih dengan Passion kamu.Tanpa passion itu kamu sama sekali bukan Gladis kan?"Sang Ayah akhirnya luluh dengan pilihan anaknya.


Sejak berada dalam pilihannya,ia memilih sebagai seorang barista saat melihat seorang pria dengan pesona yang menggoda hingga dia hanya memberikan senyum hangat saat latte art tengah menjadi kejutan baik untuk.


"Waoow,keren banget kak.Pengen deh bisa kayak gitu!"Ujarnya semangat mendapatkan suguhan menarik dari sang idola.


"Mangkanya belajar dong,kamu minat banget ya pengen jadi barista?"


"Ya bangetlah.Neeeh aku coba ya rossetanya!"Sambil mengangkat secangkir cappucino dengan suasana yang dingin menjadi sehangat pandangan sang barista.


Kali ini ia mencoba jauh dari kedua orang tuanya untuk memulai hidup mandiri.Berada dikota bandung dengan aksen kopi tiada duanya.Gladis pun memilih pesona yang elegan dengan sikap feminim untuk memastikan dirinya berada dalam sikap natural untuk mendapatkan secangkir kopi hitam yang telah ia racik tanpa gula.


Sembari duduk santai disebuah balkon apartemennya,ia mencoba menghayalkan bahwa mendung kali ini adalah massa yang baik ketika cahaya mentari menjadi pilihan tepat untuk meneguknya.


Ditempat lain Seorang barista keren dan mempesona bernama Romero telah membuka kedai kopinya saat ini.Bersama rekan seperjuanganya Andrea telah menjadikan kedai kopi miliknya dengan nuansa vintage dan dipadukan dengan pesona anak muda menjadi lebih bergaya.Berada dipinggiran kota menjadikan ia semangat untuk melayani costomer dipagi hari dikala mendung menyapa.


Andrea sebagai kasir dan pandai untuk mengolah costomer menjadi lebih cerah dipagi hari,senyum dan keramahannya menjadi andalan baginya untuk menggaet sebanyak mungkin pengujung dan senyum itu pula ia bagikan untuk Romero.Pria yang telah membuat hatinya seakan meleleh karena satu hal.Hot dan mempesona,kenapa.seeh elu bikin gua kayak gini Rome,selalu tampilannya gagah dan tak mungkin aku melepaskan kekagumanku padamu.


"Mau dibantuin gaaa?"Sapanya dengan wajah ceria.


Menoleh serta masih konsent membuat latte art dia menjawabnya"Ga usah,kamu fokus aja dikasir.Ntar uangnya aku ambil ga tahu lagi!"Jawabnya sok dewasa banget.


"Heheheheh,bisa aja deh kamu.Kan aku jadi malu."Ujar garuk-garuk telungkupnya.Ada yang beda kali ini.


Antrian kesekian kalinya dalam membuat kopi dengan system take away otlet,membuat keduanya menjadi lebih dekat satu sama lain.Setelah ide lama yang dibuat oleh Romero serta menggandeng sahabatnya Andrea,akhirnta mereka berhasil membuat kedai kopi yang telah membuat hati mereka menyatu sebagai rekanan yang sangat mendukung.


"Tambah apa lagi kak?"Sapa Andrea dengan sigap bertanya.


"Tambah muffin sama cheesecake ya.Dimakan sini aja sambil lihat baristanya!"Tiba-tiba berbisik kearah Andrea.


Tawa geli Andrea memang lucu dan ia tahu saat melihat sosok Romero memang menjadi pemikat terbaik kedai kopi ini.Sikap baik dan ramahnya menjadi pesona tiada arti.Banyak sekali cerita-cerita indah saat menjadi bagian dari kedai kopi bernama SEANTERO KITA COFFEE.


Setelah puas menatap dan mendapatkan art latte dari Romero,senyum hangat kembali menjadi hal baru terindah menbekas dihati pelanggan.Dan rata-rata pelanggannya adalah kalau ga cewek ya wanita kantoran dimana dekat sekali dengan kedai ini.Rutinitas pagi adalah memandangi seorang pria dengan hangat penuh senyuman dan bisa menikmati segelas kopi atau minuman lainnya.


Apalagi Andrea dengan kecantikan dan elegan serta memiliki senyum hangat bagi kaum pria juga menjadi daya tarik tersendiri.Saling melengkapi dengan pesona masing-masing.


Cukup melelahkan,saat week end adalah pilihan banyak orang untuk mengakhiri masa kantornya dipagi hari sembari menikmati moody sang kopi dengan cita rasa berbeda.


"Gimana penjualannya?"Tanya Romero mendekati Andrea.


"Keren kan?"Jawabnya menjabarkan penjualan pagi ini.


Menoleh seraya tersenyum dan menyubit pipinya.


"Kamuuu tuh ya,bisa aja bikin aku seneng!"Gemes banget nyubitnya.


"Aduuuuh!sakit Rome,Nyari dong kekasih biar biasa dicubitin tiap hari!"Ujarnya kesal.


"Tapi kaalu liat kamu cabby tuh gemes!"Jawabnya geli.


"Ntar awas ya sampai salah paham,bisa-bisa berantem tuh sama Rey lho kamu!"Bidiknya dengan memainkan tangannya.


"Ya ga mungkin Rey berantem sama gua,jelas dia mengerti karena kita ini partner.Bukan kearah yang lain seperti ada cinta gitu!"Jawabnya memainkan kedua alisnya berkali-kali.


"Heeemm,bisa juga kali.Kan kalian juga sering tanding siapa yang menang!"


"Ya jelas akulah!"Sambil bergaya.


Tawa lepasnya begitu indah saat gaya yang ditampilkan oleh Romero memang menjadi pilihan yang lucu dan menyentuh hatinya.Sembari bersedekap ia tak menyangka dengan tawa pula serta geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya ini.


"Kamu tuh selalu pede aja sama kelakuanmu.Kalau Rey tahu paling juga heran lihat kamu kayak gini!"

__ADS_1


Lalu dia ingat sempat membuat lowongan kerja dan membutuhkan seorang barista dan waiter atau waitrees kepada Andrea,hingga dia pun seakan tak ingat padahal kelupaan.Memang alibi yang dibuat olehnya sungguh menggelikan.


"Oooooh,iya kamu udah buat lowongan kerjaan diwebsite kita?"Tiba-tiba ingat dan mencoba untuk mengingatnya.


Wajah pucatnya hampir kelihatan saat mencoba mengingatnya,ingat ga ya gua?


"Haaaah,apaan tuh.Emang pernah ya!"Mikir lagi dan garuk-garuk kepala.


"Astaga udah apa belum?"Tanya Romero lagi.


Meringis geli,ia pun mengangkat jarinya dan berkata."Ooooh itu iya-ya udah kok!"Dalam hatinya pun berujar.


"Tapi sebenarnya belum heheheh,maaf plend.Aku khilaf!"


"Ada ga yang ngelamar?"Tanya Romero dengan wajah songongnya.


"Bentar gua lihat!"Sambil mengaktifkan laptopnya seraya berbalik badan dan menaruhnya diatas meja kerjanya.


Mengamati dengan teliti,ternyata masih kosong.Ada aja yang ga kenal sama SEANTERO KITA COFFEE,lalu ia mencoba fokus untuk membuat ketebalan kalimat dan mencari sesuatu yang lebih bermakna.Kembali membuat lebih berwarna hingga ia menghasilkan sebuah kalimat naturalis.


"Emangnya kamu nyari cewek apa cowok?atau yaaaang gimana gitu!"Liriknya senyum-senyum kearahnya.


"Trus kamu cocoknya yang gimana?"Tanya Romero bersedekap diantara pandangan keduanya didepan laptop.


Entah angin apa,tiba-tiba muncul seorang perempuan sesuai dengan keinginan Romero.Cantik,penunjang creatifitas kerja dan cabby menggoda serta fresh graduate.Datang dengan senyum dan rapi untuk menyapa pemilik kedai kopi.


"Selamat pagi kak!"Sapanya hangat.


Seketika keduanya menoleh dengan wajah kaget dan tak menyangka ada yang datang membeli coffe.Dengan semangat Romero menyapanya dengan senyum lebar.


"Haaiiii,pagi.Selamat datang di SEANTERO KITA COFFEE.Mau pesan apa?"Datang menghampirinya dengan bersiap dimeja kasir.


"Heemmm,kalau ada cewek aja nyerobot.Mau battle apa gimana itu!"Andrea kesal dengan sikap sahabatnya.


"Biarin lah,gaya gua lah!"Menoleh kearahnya.


"Yaaa udah aku tunggu disini aja deh!"Bersandar menunggu reaksinya.


Meringis serta memberikan sebuah lamaran kerja lengkap dengan amplop coklat ia memberikan kepada Romero."Kak,saya mau melamar kerja masih ada lowongan?"Memberikan senyum hangat .


"Ooooh,mau ngelamar kerja!"Berbinar-binar pula mata sang Romero."Coba lihat.Ya udah kita duduk dulu ya.Tunggu sebentar!"Bergegas keluar dari ruang bar dan menuju long table serta mengajaknya untuk interview.


Dari dalam Andrea pun berjalan mendekati meja kasir dan menatap keduanya dengan wajah waspada,antara menarik atau tertarikkah dia kepada seorang perempuan.


Di long table,obrolan pun dilakukan oleh Romero.Seakan menjadi seorang HRD yang keren dan penuh pesona,ada percakapan yang dimulai dengan nada hangatnya.


"Kamu fresh graduate ya?"Sembari membuka File lamaran milik Gladis.


"Iya pak!,saya baru lulus."Jawabnya polos.


Dari jauh terdengar tawa ngakak dari Andrea yang sempat mendengar ketika serius menatap keduanya disebrang agak jauh.


"Hahahahahah,Bapak.Udah tua lu Rome!"Ketawa ngikik ga nyangka bisa dipanggil setua itu.


Segera Dia menoleh dengan lirikan tajam dan sinis mengarah padanya,Andrea masih saja ga bisa menahan tawanya.Gladis hanya mesem-mesem doang melihat tatapan dan tawa yang berbeda.


"Diam Rea.Cengengas-cengenges lu!"


"Ooooouuu,pak Romero marah.Maaf!"Sambil menutup mulutnya.


Kembali konsent dan memberinya senyuman kearahnya."Udah jangan panggil gua bapak lagi.Panggil yang lain kek siapa gitu Mas atau kakak gitu,kan lebih berarti!"Ujarnya menjelaskan.


"Ooooh,maaf kak.Saya kira udah bapak-bapak,hehehehe!"Lanjutnya ikutan nyengir.


Setelah obrolan hangat antara Romero dan Gladis ada hal baik tengah membawa pada kedekatan yang belun tentu dejat begitu saja.Akan banyak kejutan yang akan dirasakan oleh Gladis ketika berada dalam tiga hal berbeda kali ini.


Setelah melihat dan menimbang beberapa hal dengan waktu cukup lama,Andrea pun kena imbasnya dengan menjadi battle job antara Kasir dan Barista menjadi satu dengan kelihaian dan berakhir dengan keputusan yang diberikan oleh Romero adalah keputusan mengejutkan buat Gladis untuk gabung bersama SEANTERO KITA COFFEE.


"Selamat ya,kamu bisa bekerja disini lho!"Ujarnya mengulurkan tangan dengan senyum hangat.


"Ooooh ya kak!"Ia tersenyum dan bola matanya terkembang ketika bahagia itu membuatnya senang


"Iya beneran kamu keterima kok!"


Saking senengnya ia turun dari kursi dan jingkrak-jingkrak bikin malu aja tapi seru juga sampai senyum sambil garuk-garuk kepala dilakukan oleh Romero dengan muka merah padam.Tak disangka Gladis terlalu semangat dan memeluk Romero tanpa ia sadari.


"Makasih banyak kak!aku akan berjuang untuk kedai ini!"Peluknya erat sampai sang lelaki pun terkejut tak bisa berkata lagi dengan wajah makin bingung.


Tak ayal Andrea pun hanya melongo melihat kejadian langka tersebut dan tak ingin melewatkan moment penting itu dengan mengabadikan bersama ponsel pribadinya.Ada senyum yang tersemat diantara para costomer yang melihatnya sampai berkata.


"Siapa itu kok bahagia banget,adiknya ya!"

__ADS_1


Tiba-tiba fokusnya pun terbelah sampai ia menoleh dengan tak percaya."Haaaaah!"


"I-iya kak,heheheh!"


"Ooooo pantesan.Akrab banget dia sama kakaknya!"Sambil mengangguk yakin.


Dalam hati seorang sahabat ia juga bahagia melihat kedetan yang membuat keduanya menjadi lebih akrab.Apa bahagia karena langsung dapat jawaban dari Romero,sudahlah yang penting kan kita nanti bisa bekerja sama dan menghasilkan sesuatu yang bagus juga.


Setelah melihat kondisi kedai kopi yang perlahan sepi dan bisa turun dari ruang barista,Andrea pun mendekati Romero dan perempuan yang mana akan menjadi bagian dari kedai kopi ini.


"Haiiii,!"Sapa Hangat Andrea dengan menompnagkan tangan dipinggulnya serta menjorokkan badan penuh senyuman.


"Haiiii,kak!"Jawab Gladis dengan senyum manis serta mengulurkan tangan."Aku Gladis kak.Senang bisa bekerja sama sama kakak!"


"Aku Andrea,sahabatnya dia hehehheh!"Sambil senyum-senyum menujuk kearah Romero.


Menoleh kearah Romero dan bertanya.


"Trus gimana,diterima kan?"Tanya Andrea penasaran.


"Iya kak,aku diterima lho sama Kak Romero!"


Sambil mengangkat dagu,ada perubahan panggilan nama yang membuatnya semakin heran.


"Oooo,kak Romero?bukan pak ya!"Meringis geli.


"Elu bisa aja kalau godain orang tahu!"Sinis banget sampai dorong Andra dengan konyolnya.


"Hiiiii,ngambek!"Kaget serta senyum cantik kearah Gladis,"Haaaiii,selamat ya.Udah gabung sama kita berdua!"Mengulurkan tangan.


"Terima kasih kak,kakak siapa ya!"Pertanyaan itu membuat tawa Romero pecah dan ngakak.


"HHAHAHHAHAHA,ELU SIAPA COBA!"Sambil nunjuk kearah hidung Andrea.


"Biasa aja kaleee.Bahagia banget deh!"Santai dan menjawab pertanyaan dari Gladis.


"Perkenalkan nama gua Andrea,sahabatnya sekaligus partner kerja Romero.Kita udah bareng bikin kedai ini udah berapa lama bang?"Lanjut Andrea kearah Romero.


"Eeemmmm,,,,sekitar dua tahun deh kalau ga salah!"Sambil menompangkan tangan dipingangnya.


"Ooooo,dua tahun.Lumayan keren kak.Kakak berdua aja gitu menjalankan bisnis ini?"Tanya Gladis terpesona dengan mengembangkan bola matanya.


"Nanti sama aku aja ya,belajarnya.Biasanya seeh kalau sama Ownernya itu bisa-bisa basa-basi!"Bisiknya bikin tawa Gladis mengembang.


"Kalian bicarain apa seeh?"Tanya Romero penasaran.


Sambil geleng-geleng kepala dan memainkan tangan mereka ada rahasia yang mereka sembunyikan."Udah mulai akrab ya.Awas kalau terjadi sesuatu,gua jadiin sate berdua ya!"


"Waduuuh,,,enak tuh kak!"Jawab Gladis tersenyum semangat mendengar kalimat SATE.


Selanjutnya adalah mengenalkan sebuah keindahan SEANTERO KITA COFFEE dan sejarah yang telah membuat mereka berdua menjadi sahabat juga berani mengembangkan satu kedai dengan tangan dingin keduanya.Memang banyak perselihan diantara keduanya sampai akhirnya obrolan itu berakhir dengan tutupnya kedai tepat pukul 21.05.


Sudah seharian pula kedekatan mereka saat berada disebuah pekerjaan baru.Dengan manis pula Gladis menutup serta mendapat arahan langsung dari mereka berdua,hingga mematikan lampu kedai dan menutupnya.Ketiganya berdiri berada dalam pandangan serta senyuman akan awal yang baik.


"Gimana pertama kali bekerja dengan kita-kita?"Tanya Romero dengan senyum berharap benar-benar dalam nuansa baik-baik seraya bersedekap.


"Luar biasa kak,bisa bekerja dengan kakak yang hebat!"


"Rasanya akan ada yang besar kepala neeh!"Canda Andrea dengan mesem-mesem melirik kearah keduanya.


"Mungkin?"Jawabnya mengarah padanya.


"Oooou,kakak berdua ini selalu bertengkar ya.Apa ada jodoh yang belum dekat sampai kayak gini!"


"Hemmm,,,yang belum pumya jodoh tuh dia.Kalau aku udah ada.Bentar lagi datang ya beberap menit lagi!"Sambil melihat jam tangan.


"Ooooh ya,hahahaahaha!"Jawabnya ngakak.


Ga terima dengan ejekan Gladis akhirnya sikap sewotnya serta mengangkat dagu."Gua diketawain bocah lagi!"


Manyun juga dia,mendapat predikat bocil.Memang masih ya aku dipanggil bocah sama seniorku ini.Sambil memeluk Gladis,Andrea pun berujar.


"Santai ya Dis,nanti kamu akan tahu siapa sebenarnya dia!"Mencoba menenangkannya.


Beberapa waktu pun berlalu,sebuah motor sport pun terhenti didepan mereka bertiga.Dengan membuka kaca helm dia menyapa hangat semuanya yang berdiri seakan tengah menanti siapa yang datang.


"Heeiiii,pada nungguin ya!"Sapanya turun dari motor,melepaskan helem dan menaruhnya dimotor.


Seperti keakraban yang biasa terjadi,saling sapa antara keduanya saling tos dan berpelukan.


"Masih kuat berada disini sendiri!"Sapanya saling bermain gaya.

__ADS_1


"Ya mau gimana lagi!"Sambil mengangkat kedua pundaknya.


__ADS_2