
Menghela nafas panjang,Dennis pun segera berbalik dengan senyuman.Akhirnya aku busa dekat lagi sama dia setelah lama tidak ada ikatan yang membuatku semakin yakin sama dia.Masuk kedalam mobil segera melaju pulang kerumah dengan wajah ceria plus lelah yang terbayarkan adalah bisa mendapatkan kembali kedekatan dan meyakini akan lebih baik setelah lama tak ada ikatan apapun.Lain halnya dengan Vani yang tak bisa melepaskan hasrat seorang Adrian untuk menggodanya,bisa-bisa aku hancur malam ini kalau becanda terus sama dia.Layaknya seorang kekasih yang tengag kasmaran hatinya pun tak busa lepas dari apa yang diinginkan seorang pria terhadap pasanganya.
"Ayooolaaah,,,Van.Sekali aja aku ingin bersamamu!"Mendekati dengan semangat.
"Ingat bang jangan selangkah lagi mendekatiku.Aku akan teriak!"
"Ooooo,begitu.Kamu akan teriak dan Cinta akan bangun lalu menyalahkan aku gitu?"Semakin kuat untuk mendekatinya.
Vani pun pandai bermain kucing-kucingan sama Adrian,beberapa tangkapan tangan pun serasa lepas dan tawa kembali membuatnya bahagia bahkan bisa kabur dengan cepat dan masuk kedalam kamar pribadinya.Huuuuh,emang kalau bekum bisa mendapatkan seorang kekasih aku garus tetep sabar sama dia.
Kembali mendekati pintu kamar dan mengetuknya beberapa kali untuk membuatnya membuka pintu kamar."Ayolah Van,kita kan udah sepasang kekasih tadi?kamu ga ingat!"
"Engga,aku udah lupa bang!"Jawabya sambil menutup mulutnya menahan tawa itu seakan kekuar terus.
"Aku janji ga akan buat kamu kecewa Van.Ayolah bukain pintunya."Masih saja dia mengetuk pintu dan memohon untuk dibukakan.
"Ga mau,kita beda kamar.Aku mau istirahat,selamat malam!"Vani masuk kedalam kamar mandi dan ganti baju tidur,mendekati pintu kamar dan mendekatkan telinganya dipintu,apa bang Adrian masih tetep terjaga didepan kamarku?
"Sepertinya dia ga ada deh,heheheh!"Mengunci kembali kamarnya.
Suara kunci pintu kedua membuat harapannya sirna untuk berdua dan beromantis kembali bersama Vani."Beberan kamu mau tidur?"Masih saja suara itu membuatnya ingin menyahut lagi.
"Iya bang,,,selamat malam byeee.Sampai ketemu besok!"Suaranya pun tak dapat lagi didengar oleh Adrian hingga dia pun harus merelakan untuk segera melepaskan semua keinginanya dan menaiki anak tangga menuju kamar atas.
Saat langkahnya melewati kamar Cinta,dia memastikan semuanya aman.Masuk kedalam kamar dan melihat semua jendela dan lampu segera ia tutup dan padamkan,menatap polos wajahnya rasanya ingin mendekati dan duduk sejenak disampingnya.Mengecup keningnya dan menarik kembali selimut yang semakin menghangatkan tubuhnya.
"Selamat malam bidadari kecilku.Semoga mimpi indah ya,dan esok kembali segar."Memberinya senyuman dan harapan untuknya.
Beranjak berdiri dan meninggalkan lelapnya malam dan padamnya malam disaat semuanya telah sunyi dalam setiap pandangan hanyut oleh setiap waktu dalam hatinya,menutup kembali pintu kamar Cinta,kembali untuk menuju kamar miliknya dan berganti pakaian tidur.Sejenak ia duduk dipinggiran ranjang dan menatap keluar sebuah pemandangan malam diantara kaca besar dan gagah luas menyapa matanya dia tersenyum kembali.
"Malam ini adalah sesuatu yang lengkap,tanpa Cinta tanpa Vani apa artinya aku saat ini.Betapa hebatnya mereka menbuat hari-hariku semakin yakin kalau tanpa mereka aku akan sirna begitu saja karena sebuah pengkianatan ini."Tersungging mencoba merebahkan tubuhnya dalam-dalam untuk merasakan malam ini sebagai malam terbaiknya untuk melihat mentari esok dan bertemu kembali dalam dua hal kebaikan dan keindahan bersama mereka.
Dennis begitu juga merasakan bagaimana hidupnya saat ini ketika harus berada dalam kehampaan,dalam perjalanan pulang pun dia seakaj khawatir dengan perasaan Selvi yang dianggap sebagai teman baiknya pula.Apa dia sudah tidur atau belum ya?atau malah menunggu aku diruang tamu.Aduuuuh kasihan juga dai kalau ga dijaga dengan baik.
Seperti yang diperkirakan oleh Dennis,sembari garuk-garuk lehernya seorang wanita tengah tergeletak dengan wajah ngantuk berat menunggu kedatangan seorang pria yang tengah pamitan disaat sore penuh kehangatan perlahan datang.Tapi sesaat ia pun telah lewat dalam pejaman mata hingga tak terdengar lagi kedatangannya.Sampai suara ia membuka pintu perlahan dan mengawasi sekitar,agak remang-remang juga melihat suasana sudut berjalan masuk,tak menyadari tangan Selvi pun tengah jatuh menggantung dikursi hingga tertabrak oleh paha Dennis.
Kaget juga,tak bisa bergerak cepat bak patung segera matanya melihat apa yang tengah menghalangi dirinya tadi."Astagaaaa,Selvi kamu nungguin aku ternyata,hehehehe!"Ga nyangka juga,melihat kepolosannya menarik juga.
"Aku harus mengangkatmu sebelum serangan nyamuk merusak kulit mulusmu!"Mengangkat tubuh Selvi dan membawanya kekamarnya.
"Cantik juga kalau kamu seperti ini Vi.Jangan buat aku makin bingung siapa yang akan aku pilih nantinya."Membuka pintu kamar,perlahan merebahkan pelan-pelan keranjang.
Sedikit ia bergerak dan tak sadar berada dalam kamar miliknya.Pandangan itu ketika merunduk dan hampir beberapa centi menyentuh pipinya.Kecupan pipi untuknya supaya hatinya kembali tenang bisa melihat seseorang dengan nada manis terdiam tanpa kata.Beranjak bangun dan menarik selimut untuknya.
"Selamat malam,semoga mimpimu indah ya!"Memberinya senyuman,perlahan berjalan mundur serta keluar dari kamarnya menutup kembali.
Lega juga malam ini aku bisa membuat seseorang menjadi lebih nyaman,semoga esok aku bisa ketemu sama Cinta dan berbagi cerita lagi.Sayang banget cuman sebentar melihatnya,malahan kembali melihat sosok yang berbeda dari harapanku.
Merebahkan dalam-dalam disetiap pejaman mata,hingga esok kembali hadir disapa pagi oleh seseorang tersadar ketika pagi telah memberikan kesegaran untuk memulai pagi buta disaat ranjang hangat membuatnya begitu heran kenapa aku bisa berada dikamar ya?
"Lho siapa yang ngangkat aku sampai sini ya?perasaan aku nunggu mas Dennis diruang tamu deh!"Bingung juga,seketika melihat pakaiannya,huuuh ternyata aku hanya dipindah saja sama dia.
Perlahan untuk merapikan hati yang tengah gundah dan tak mengerti apa-apa kenapa sampai ia ketiduran untuk menunggu tuan mudanya.Tersenyum malu,gimana kalau dia ngeliat aku tengah lelap seperti kemarin.Mengelap wajahnya,setelah menatap dirinya cukup lama ia segera merapikan diri dan menata semua kesiapan untuk sang Tuan muda miliknya.
"Semoga mas Dennis ga bicarain tadi malam ya.Gimana nantinya aku bisa malu ini!"Ujarnya sambil menata semua perlengkapan pagi untuk menyapa pagi.
Yups pagi ini adalah udara segar untuk Tuan muda bernama Dennis.Dia adalah seorang lelaki tampan ketika harus berhadapan dengan cerminnya pagi ini sampai auranya pun ga lekang secepat senyuman menghangatkan nantinya.Menoleh untuk meraih tas selempangnya segera turun dan memastikan ada seseorang untuk dia bahas kemarin,karena kemarin itu seru untuk dibagikan.
"Pagi Selvi,cerah banget hari ini!"Pujinya sambil menatap dirinya.
"Pagi mas Dennis,gimana semalam lancar acaranya?"Menyiapkan ketika Dennis duduk dikursi utama dan ia mendongak memberikan jawabannya.
"Lancar banget,makasih ya.Kamu sampai nunggin.Ketiduran la-giiii!maaf ya nungguin lama."Memberinya senyuman banget.
"Ga pa-pa mas,yang penting mas Dennis seneng kan kabarnya buat aku pasti akan bahagia juga."
"Temenin sarapan ya.Kita makan bareng dan aku bisa tenang untuk berangkat sekolah,yaa!"Pintanya sambil berharap.
"Ya deh,aku temenin.Tapi nanti kalau ada bapak sama ibu aku ga ikutan kan?"
__ADS_1
Segera anggukan dan menompangkan tangan menunggu untuk sarapan bareng.
Pagi-pagi pula buat Vani untuk bangun dan menata kembali sarapan pagi untuk dua orang yang mulai ia sayangi,entah sekedar menyanyangi atau hanya sebuah kewajibannya adalah untuk mereka adalah tanggung jawab barunya.Menyiapkan dengan pakaian santai dan apron berwarn abu-abu serta rambut yang ia kuncir dan make up natural membuatnya makin segar kali ini.Sama halnya dengan Cinta yang kelabakan untuk menata dirinya dan mengawasi beberapa kali waktu jam dinding yang terus berputar begitu lambat tapi pasti untuk segera turun dan membantu sang kakak perempuan.
"Pagi kak,ada yang bisa aku bantu?"Melangkah dengan semangat turun dari tangga.
Mendongak mengumbar senyum untuknya.
"Ga usah,bentar lagi udah selesai.Mendingan kamu siapin minum aja yang ringan-ringan supaya ga kotor bajunya yaaaa!"Candanya sambil bergaya.
"Beres kak."Jawabnya mulai menata minuman untuk ia siapkan dimeja makan.
"Trus gimana ketemu sama Dennis,seru ga?"Tanya Vani menggoda.
"Hehheheh,kakak.Emangnya kakak juga ga seru apa berduaan sama kak Adrian!"Kembali membalikkan suasana.
Ia hanya terdiam padam dan ga bisa bergaya bagaikan mati kutu.Rasa itu memang telah membunuhnya dan rasanya ga usah lagi membahas kisahnya semalam bersama pasangannya.
"Udaaah,jangan ditanya.Kakak malu jawabnya!"Sambil berjalan kedapur entah mengambil apa.
"Haaaah,kok gitu.Kan kak Vani romantis sama kak Adrian.Aku harus banyak belajar dari kalian untuk masalah ini,masalah cinta!"
"Itu kan namanya kamu.Pastinya ga akan terabaikan lagi untuk menjalankan hubungan baik dengan pasangan kamu ya kaaan!"
"Iya juga.Tapi aku harus banyak belajar sama kak Vani deh!"Sambil memainkan kedua jarinya kearah gayanya.
"Ya bolehlah!"Jawabnya tersenyum manis.
Lalu ingat juga sama seseorang yang belum kelihatan berada dimeja makan,sampai hati Ia bertanya tentang keberadaannya.
"Lalu kemana ya bang Adrian?"Mengarah kepandangan Cinta.
Senyum lebar seraya mengangkat kedua pundaknya ia menggelengkan kepala.
"Ga tahu kak,kayaknya kak Adrian belum bangun deh.Apa aku bangunin dulu ya!"Menawarkan bantuan.
"Siap kak!"Sambil hormat dan berbalik badan bergegas menaiki anak tangga menuju pintu kamar,mengetuk pintunya.
Tok,,,tok,,,tok ,,,tok,,tok
"Kak Adrian,,bangun kak.Udah siang lhoooo!"Panggilnya manja.
Lagi ia mengetuk pintunya,tapi ga ada balasan sama sekali,kemana ya! khawatir juga.Gimana kalau aku masuk aja deh ga pa-pa masuk aja deh.Kliiik,membuka pintu perlahan melangkah masuk langkah demi langkah seraya tengak tengok bingung.Gelap banget tapi tetep waspada deh.
"Kaaaak,kak Adrian.Masih hiduuup kah hehehehhe!"Ngomong apaan seeh aku ini.Tangannya pun meraba-raba ditembok menemukan sakeral lampu.
"Naaah,ketemu deh!"Kliiik lampu pun menyala,haaaah.Malahan tengkurap tidurnya enak banget ya,heheheh.
Mendekati tirai jendela masih tertutup mentari pagi dan hanya dua lampu menyinari seseorang tengah tertutup oleh selimutnya.Melongo,,,ooh kak Adrian seksi juga kalau ga pake baju hihihihi sambil menutup mulutnya.Aku godain deh,bergerak untuk membuka perlahan tirai jendela hingga terbuka lebar.Kejutan pun dirasakan olehnya dan terangkat pula kepalanya seakan malas banget melihat cahaya datang.
"Pagi kaaaak.Udah siang lhoooo!"Kembali mendekati Adrian dan duduk disamping ranjang sambil menyentuh bahunya.
"Eeeyyy,,,kamu Cinta.Udah siap?"Tanya Adrian membalikkan badannya dan bersandar mencoba mengumpulkan nyawa terbaiknya.
Senyum nakalnya muncul saat melihat tubuh Adrian benar-benar terekspose oleh kedua mata untuk menggigit bibirnya.
"Kakak berkeringat,seksi banget deh hehehehe!"Pujinnya malu-malu mau.
"Apaan seeh kamu tuh.Nakal juga ya!"Jawabnya sambil tersenyum menutup serta membasuh wajahnya.Menjorokkan badannya serta berbisik kepadanya."Kamu mau tunggu disini atau dibawah,kakak mau mandi dulu heemm!"
"Aku tunggu diluar aja deh,sambil menatap balkonnya kakak.Supaya kak Vani ga khawatir aku turun malahan kakak ga ikutan bareng ya."Beranjak berdiri sambil menyentuh bahu kekarnya.
Turun dari ranjang,pandangan hangat pun tertuju pada Cinta.Tetapi saat ini aku harus bersikap baik-baik sama dia,seperti bidadari yang menyentuh hatiku.Hawa segar dan menyegarkan pun dirasakan oleh Adrian saat merasakan hembusan shower telah membasahi dirinya bahkan senyuman akan kedatangan khayalan indah menyentuh seluruh raga ini hingga mencoba keluar dengan sikap tampan dan semakin cool.
Pakaian casual dan rapi tengah dipilih oleh Adrian untuk memulai pagi hari penuh realita dan kejutan demi kejutan datang dalam dirinya.Santai juga melihat seseorang itu dari jauh bahwa hanya merasakan hawa indah menyentuhnya saat usai berpakaian menuju balkon menyapa sang adik.
"Heiiii,kok ngelamun seeh!"Tiba-tiba suara itu menyentuh rontoknya khayalan khas Cinta seraya menyentuh kedua bahunya.
Ia kembali menoleh dan menjawabnya.
__ADS_1
"Indah ya berada dalam dekapan seorang lelaki,apalagi dia selalu melindungi dan memberikan ketenangan seperti kakak!"Berbalik serta menyapa penuh hangat,lalu memeluk erat bahkan merasakan detak jantung sama dalam sikap gugup untuk kali ini.
"Tapi kamu harus bisa memulai itu semua dengan baik.Tanpa kakak,kamu harus baik dan selalu sayang sama Dennis ya.Kakak akan selalu melindungimu ya!"
Melepaskan pelukan kembali mengangguk yakin inilah sosok yang tengah aku inginkan sebagai pria pelindung hatiku dan jiwa ragaku saat ini.Merasakan moment berdua membuatnya nyaman dan tak ingin untuk membaginya bersama orang lain.
Tetapi ada orang lain tengah menunggunya dibawah,aneh.Kok lama juga ya apa yang mereka bicarakan.Pasti seru deh,aku harus menguliknya dengan sikap humorisku supaya mereka mau cerita ya.Tunggu deh,sambil berdiri menyentuh sandaran kursi lama juga ya.Lagi mencoba mengintip keatas cukup lama.
"Ayo kita turun,pasti kak Vani nungguin lho.Apa kita ga turun,biar dia makan sendiri?"Dilanjutkan dengan tawa gelinya.
"Engga deh.Ntar aku malah diomelin sama kak Vani.Dikirain nyomot cintanya kakak lagi."Candanya geli pula.
"Ayoooo turun."Mengulurkan tangan,disambut oleh rengkuhan tangan Cinta pergi turun kebawah untuk menyapa seseorang dengan harapan pasti akan berkumpul bersama.
"Heheheh,turun juga ya kak!"Jawabnya konyol.
Menarik tangan Cinta menuruni anak tangga,suara langkah keduanya menyapa Vani yang perlahan mengangkat dagunya penuh senyum menyambut keduanya menghampiri meja makan.
"Pagi kak Vani!"Sapanya memeluk dan mencium pipinya.
"Pagi sayang,kamu ga mau ya kakakmu telat turun jadi kamu nungguin?"Tanya Vani tersenyum duduk dikursi sebelah kanan Adrian.
"Iya,manja juga dia.!"Jawab Adrian menyubit pipi cabbynya.
"Kakak,Sakit lho."Rengeknya sambil duduk monyong juga ngeliat tawa keduanya menatap mereka.
"Ya udah kita sarapan,nanti kamu telat lho!"Vani menyiapkan piring dan menata makanannya serta memberikan kepada Adrian"Mau apa lagi bang?"Melirik kearahnya.
"Sama itu deh,sayurnya enak sepertinya!"Jawab Adrian memilihnya.
"Kamu yang mana Cinta?"Kembali menawarkan pada sang Adik.
"Apa aja kak,laper jadinya kalau ngeliat yang enak-enak gini hehehehe!"Jawabnya sambil menompangkan tangan.
Diruang meja makan masih banyak hal terurai dengan keakraban bahkan keintiman yang tidak sama sekali belum pernah dirasakan oleh Cinta.Apa ini adalah keluarga baruku dan aku harus menikmatinya semuanya dalam kasih sayang sebagai adik dari kedua kakakku ini.Mereka sangat sayang sama aku dan seakan aku sudah lama berada bersama mereka.
Didalam mobil pun aku bertanya tentang Kak Vani,aneh juga ya kalau harus selalu bertanya tentang seorang kakak perempuan dalam kesehariannya."Kak boleh nanya ga?"
Menoleh dan menjawabnya"Ya bolehlah,kenapa engga.Kamu tuh udah seperti adiknya kakak.Jadi sewajarnya kamu nanya secara baik-baik sama kakak,apa coba?"Sambil mengumbar senyum kepdanya.
"Apa boleh ya,kalau aku ternyata lebih menyukai seorang kakak dibanding kekasihku?"
Mengernyitkan kening dan menoleh bingung,pertanyaannya gimana seeh bikin bingung aja."Apa maksudnya Cinta?heemmm!"Menyentuh rambutnya.
"Gini kak,aku lihat kak Adrian suka banget ya sama kak Vani sampai harus tinggal satu rumah sama dia?"
"Iya dong,aku sudah menjadikan dia itu pasangan apa adanya.Kakak tidak menganggap sebagai kekasih saja tapi sudah lebih dari itu.Kalau kamu kenapa keberatan ya aku mencintai kak Vani?"
Meringis geli"Engga seeh kak,aku cemburu sama kakak.Itu aja!"
"Cemburu karena apa?"Kembali bertanya.
"Kakak lebih dewasa dan mencintai dua wanita ya aku sama kak Vani.Jadi aku berharap menjadi lebih seperti kak Vani,bukan adiknya kakak.Karena aku ada rasa sama kak Adrian!"
Tawa lepasnya kembali kumat sampai hati Cinta berkata seperti itu,menoleh dan menyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja dalam situasi apapun itu"Hahhahaha,kamu tuh lucu lho Cinta.Ga mungkin dong kakak menyukaimu trus menduakan kak Vani.Setidaknya kamu ada Dennis,hayo gimana?kamu masih belum siap sama dia ya!"
Mengangguk dan berkata jelas lagi.
"Aku memang tidak pernah cocok karena masa lalu kak.Mungkin kakak bisa tanya langsung sama tante Mila,apa yang membuat tante Mila sangat tidak setuju dengan hubungan kami kak!"
Mikir panjang juga,emangnya masa lalunya mereka ada apa sampai harus seperti itu sampai dikhawatirkan pula oleh perasaan hati seorang Cinta.
"Ya udah nanti kakak coba telpon deh tante Mila,apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian.Kakak yakin akan buat sebuah solusi nantinya bila sudah mendapatkan kejelasan dari tante kamu oke,kamu tenang aja!"Memberikan harapan untuknya.
"Makasih kak ya,aku sangat berharap sekali tentang hal itu.Supaya aku bisa tenang dengan siapa aku mencintai seseorang."
"Aku rasa ga perlu deh sejauh itu buat kamu fikirkan.Nanti akan ada jalan terbaik disaat kamu sudah siap dengan kehidupan kamu,yakin deh sama kakak ya!"Mendekap dan memberikan semangat.
Sentuhan tangan pun diberikan oleh Cinta dengan harapan lebih bahwa akan ada cela sedikitpun tentang kedekatanku denganmu kak,senyum pun kembali terurai.
__ADS_1