Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 1 Cinta yang menggoda


__ADS_3

Suasana sore yang mendung membuat seorang perempuan cantik,menggoda,bak oriental memakai seragam sekolah putih abu-abu tengah lelah dalam kesendiriannya tengah berdiri disebuah halte bus.Wajah galau ketika melihat cuaca mendung membutanya menghela nafas dan melihat pula ada sebuah kedai kopi yang mungkin bisa buat ia berteduh sembari menunggu waktu yang tepat untuk pulang.Ga salahnya aku kesana,ujarnya dalam hati segera melangkah untuk mencari sebuah kehangatan dan inspirasi untuknya.


Saat melangkahpun ia dengan menenteng tas sekolah berusaha menyentuh slot pintu cafe dan masuk kedalam,lumayan rame juga sambil bersedekap tengak-tengok melihat tempat yang sesuai.Ga ada yang pas,,,tapi kayaknya ada yang bagus deh tersorot sebuah long table didepan barista membuat ia semangat untuk duduk disana.


"Yeeee,kosong.Mau disana sambil liat mas baristanya deh bikin kopi!"Bergegas mendekati kursinya.


Belum sempat mendekati malahan datang seseorang baru keluar dari toilet,ia menuju kekursi yang diinginkan olehnya,yaaah gagal deh.Apalagi saat beneran ia melihat ternyata sepasang kekasih,ga mungkin dong.


Berbalik arah,,,dan ia menemukan sebuah tempat satu-satunya dan dihuni oleh seorang pria yang dia taksir sekitar umur 32 tahun dan memakai pakaian santai kaos berwarna biru dongker dan celana panjang hitam dan sepatu pantofel coklat.Wajahnya memang menggoda dan tampan apalagi dari bodynya atletis banget dan so cute,aaah aku datengin deh semoga saja dia sendiri.


Langkah bahagianya pun cepat dirasakan oleh Peremuan cantik yang memang menginginkan teman ngobrol dikala mendung dan berangsur gerimis datang.Ia menoleh kearah jendela cafe,memang benar juga kalau ga ngobrol mau gimana jadinya


"Permisi kak,boleh ikutan duduk disini ga?"Suara imut itu membuat Pria tersebut terkejut seraya mendongak melihat seseorang menyapanya.


Waooow apa benar yang aku lihat ini?seorang perempuan cantik oriental dan seksi terpancar dari cara ia tersenyum dan mempesona.Heran kenapa dia berada didepanku saat ini?sembari tengak-tengok,memang ga ada lagi tempat selain dirinya sendiri meja berdua lagi.Haduuuh gimana nantinya pacarku datang bisa perang duni ini.


"Ooooh,,,boleh-boleh silahkan!"Jawabnya gelagapan mendapati ia ingin duduk bareng bersamanya.


Seketika setelah mendapatkan persetujuan dari pria tersebut,ia pun duduk dengan manis serta menaruh tas jinjingnya dibawah samping tempat duduknya.ia mengulurkan tangan untuk mengenal lebih dalam pria tersebut.


"Kak,kenalin aku Cinta.Maaf ya duduk sama kakak jadinya!"


Pria terebut menyambut pula mengulurkan tangan dan keduanya berjabat tangan."Iya ga pa-pa juga kamu ga ada tempat lagi selain disini.Ga ada yang ditungguin kan?apalagi kita cuma satu meja dua kursi lho!"Jawabnya.


Kembali teringat setelah ia memberinya senyum dan memperkenalkan dirinya pula."Aku Adrian,Adrian Sebastian.Kamu sedirian gitu kesini?"Mencoba bertanya.


"Iya kak,tadi udah nungguin Bus.Tapi ga lewat-lewat dari pada kedinginan aku kesini aja sambil pesan sesuatu,heheheheh!"Mengumbar senyumnya


"Kamu udah pesen?"Tanya Adrian perhatian.


"Belum kak,ini mau pesen!"Jawabnya sambil menoleh kearah pelayan dan mengangkat tangannya.


Tak lama seorang waiter datang menyapa dan mencatat orderan.


"Selamat siang kaka,mau pesan apa?"Sambutnya hangat mulai mencatat orderan.


Wajah bingung serta memainkan jarinya didagunya,ia mencoba menemukan sesuatu yang hangat untuknya."Aku pesen hot cocholate pake hazelnut ya,yang Take away yang large ya."Pintanya memastikan.


"Ada lagi?"


Cinta menoleh kearah Adrian sambil menawarkan sesuatu mungkin ada yang ditambahkan."Kak,mau nambah lagi pesanannya!"Tatap Cinta dengan hangat.


Mengangkat keningnya dan menjawab"Ga usah ini aja belum habis.Kamu aja mau nambah cake mungkin?"


Berfikir cukup singkat dan mendongak kearh waiternya."Sama croisant coklat deh dua.Dipisah ya,aku satu kakak satu.Itu aja,ga ada tambahan lagi!"Jawabnya ramah.


"Lho kok aku dipesenin lagi.Ini aja belum habis!"Ujarnya sambil nunjukin tripple waffle dengan garnis strawberry dengan saus coklat dan putih menyapa indah dan scup ice cream.


"Ga pa-pa kak,biar tambah lama aja kita ngobrolnya."


"Oke pesanannya silahkan ditunggu ya.Terima kasih!"Berlalu dengan meninggalkan keduanya penuh senyuman.


"Cinta,kita baru kenal lho.Jangan terlalu baik sama orang.Ntar disalah gunakan gimana!"Ia pun berpesan.


"Kalau sama Kak Adrian mana bisa jahat sama aku,aku tahu kok dari cara pandang kakak terhadapku.Mangkanya aku seneng duduk disini."


"Trus,nanti kalau ada yanga dateng gimana?"Tambah Adrian senyum-senyum menatapnya.


"Ga ada Kak,mau taruhan kalu hujan kayak gini.Jangan sahabat atau teman,pacar aja ogah dateng!"Sentilnya gemas.


"Ooooh gitu ya?jadi kamu menjamin kita berada disini ga ada yang ganggu dan kita lebih menikmati obrolan kita sebagai teman baru!"Kembali mengulasnya.


Menyertikkan jarinya ia menjawab lugas.


"Tepat sekali kak!aku suka pemikiran kakak!"Jawabnya pasti.


"Ya okelah aku akan ngobrol sama,,,,"Belum selesai meneruskan kalimat,Cinta pun menjawabnya.


"Cinta Alessa Wiguna!"Sambil memberikan senyum lebarnya.


Sambil mengangguk dia bercanda pula.


"Lengkap juga ya!"Tawahya lepas begitu saja.


"Mau gimana lagi kak!"Jawabnya menompangkan tangan serta menyandarkan dagunya.


Sudah 15 menit pesanan pun datang,keramahan pun kembali dituangkan seorang waiternya dengan mengantarkan makanan dan minuman sesuai pesanan,senangnya Cinta dan menatap hidangan dan bersiap untuk menyantapnya.Ga kebayang kali ini bisa satu meja dengan pria baik dan penuh obrolan hangat hingga waktu pun tidak bisa dikatakan sore lagi mendekati pukul 20.05 Cinta baru sadar kalau ia harus pulang.


"Tapi kan kakak juga jarang ketemu aku nantinya!"Jawabnya sambil melihat jam tangan.


"Ya kita saling share lokasi dong.Supaya kamu tahu kakak dimana biasanya nongkrong!"Memberinya senyuman manis.


"Iya juga seeh!"Tanpa sengaja Cinta melihat jam tangan sudah menunjukkan waktu malam.


"Haaaah,astaga kak!"Sambil menutup mulutnya ia terkejut melihat jam tangan.


"Kenapa?"Tanya Adrian heran.


"Udah jam Delapan malam.Aku pasti dicariin deh sama Tante Mila.Astaga kena marah neeh!"Ia mulai kebingungan,dan tak menyangka sebuah pesan singkat Watshapp pun terkirim setengah jam yang lalu.


"Jadi kita harus pulang dong.Tapi masih gerimis lho!"Jawab Adrian.

__ADS_1


"Tapi kak,lihat neeh tanteku udah WA.Aku pulang dulu ya.Maaf kak!aku harus buru-buru."Beranjak berdiri sambil meraih tas jinjing dan tak lupa membawa minumannya.


"Huuuuh,,,aku juga harus pulang.Mana mungkin aku nginep disini!"Beranjak berdiri menuju kasir dan membayarnya.


Hanya menatap ia pergi menuju pintu keluar,Adrian pun membayarnya.


"Berapa semuanya mas?"Tanya Adrian mengeluarkan dompetnya.


"Maaf mas,tadi udah dibayar sama Mba yang duduk sama mas tadi!"


"Haaaah yang bener?"Kaget bukan kepalang,kapan dia bayarnya ya?


"Oooh,oke deh makasih ya mas!"Sembari berlalu dari kasir,dan melihat Cinta masih berdiri kebingungan bagimana caranya dia pulang.


Senyum kegembiraan Adrian terpancar saat dia keluar dan berdiri disampingnya.Melihat Cinta yang tengah panik akan suruhan sang tante untuk segera pulang pun menjadi pemicunya.Tepatnya dibalkon cafe dia masih belum berani untuk bisa segera pulang.Dengan senang hati Adrian pun berada disampingnya untuk menemaninya.


"Katanya mau pulang,,,kok malah masih disini?"


Menoleh dan nyengir kearah Adrian,ia pun berujar.


"Masih hujan kak,ga tahu deh dapat omelan model apa dari tante Mila.Ga kebayang cerewetnya,hehehe."Menoleh kearahnya.


"Ga pa-pa kali telat pulang,juga besok libur kan.Sekarang kan hari sabtu!"Jawabnya sambil bersedekap.


"Iya kak,tapi kalau pulang terlalu malam juga kena marah lagi.Dia pasti gelisah nungguin aku pulang."


"Aku anterin ya,tapi pake motor tuh?"Tawar Adrian sambil menunjukkan motor harley davidson retro terparkir rapi diparkiran.


"Woooow,keren juga motor kakak."Puji Cinta ga yangka bisa melihat motor sekeren itu.


"Gimana mau aku antar atau,,,,,"Belum selesai ngelanjutin obrolannya.


"Kalau udah malem gini.Ga pa-pa kak aku pulangnya kehujanan.Dari pada makin telat pulangnya.Jadi apa aku ntar!"Lanjut Cinta bodo amat.


"Ya udah,kamu pake jaket kakak ya.Biar ga kehujanan."Sambil menyodorkan untuknya.


"Tapi kan ntar malahan kakak yang basah kuyup."Elak Cinta ga yakin.


Ga banyak omong,Adrian pun memakaikan jaket kulitnya kebadan Cinta.Iapun ga bisa menolaknya,lalu mengacingkan menutup kancingnya."Daaan,udah ga usah basa-basi kan!"Ujarnya selesai.


"Heheheheh iya kak!"Jawabnya polos.


Keduanya berlari menuju parkiran dan Cinta pun menaiki motor besar tersebut dan mendekap hangat pria yang maskulin dan membuatnya ga bisa berkata lagi selain I Love you kak.Senyum kegirangan pun tersemat dalam dekapannya,Adrian hanya senyum-senyum melihat kelakuan perempuan satu ini.Walau kehujanan masih tetep nekat saja untuk diantara pulang kerumahnya.


Diperjalanan pulang,Adrian pun bertanya tentang alamat rumah yang ditinggali oleh Cinta.


"Kamu tinggal dimana?biar ga nyasar Ta,"Tanya Adrian sambil konsetrasi mengemudi motor.


"Oke,,,,ga jauh juga dari sini!"Kembali memberikan senyumnya.


Perjalanan menyenangkan terdengar indah,ga nyangka bisa ketemu seorang pria yang perhatian dengan dirinya secepat itu.Apa aku memang ditakdirkan ketemu pria seperti dia ya?Sambil mengamati wajahnya lalu ia senyum kembali,kaget juga malahan Adrian pun tahu apa yang dilakukan oleh perempuan tersebut.


"Kamu ngapain lihat-lihat,ada yang aneh?"Tanya Adrian serius.


"Engga kak,kakak baik banget sama aku!"Makin erat saja pelukannya.


"Ya kamu lucu seeh,,,jadinya kakak baik deh sama kamu,heheheheh!"


"Emang kakak punya pacar?sampai baik sama aku!"Tanya Cinta penasaran.


"Ada seeh,tapi ga jelas dia.Ya udah santai aja kamu.Kakak ga akan cerita yang aneh-aneh kalau ketemu sama pacar kakak!"


"Makasih kak,itu yang aku suka sama kakak baik dan ga sombong heheheheh!"Jawabnya ngasal.


Melewati jalanan kota,suara gerimis pun perlahan sirna.Hawa sejuk pun membentuk rasa hangat dalam jiwa seorang Adrian Sebastian sebagai goodboy onthe road saat ini telah membawa seorang perempuan cantik dan menggoda plus imyuut seperti bayangannya.Terhenti disebuah rumah khas minimalis dan mewah dengan pagar besi menutupi keindahan milik Cinta.


"Sampai kak!"Ujarnya memberhentikan pria tersebut sampai depan rumah.


Perlahan mengurangi gas motor hingga terhenti serta kagum juga.Unik juga tempat tinggal milik seorang perempuan yang membuat sampai ga habis fikir dia memilih rumah bergaya kolonial berwarna cat putih sepadan dengan kayu-kayu yang mengelilingi rumah tersebut.


"Ini rumah kamu?"Tanya Adrian takjub.


Turun dari motor dan ia mengangguk pasti,dan ia menawarkan untuk sekedar mampir dan memperkenalkan kepada tantenya.


"Iya kak,bagus ya!"


Sambil bersedekap dan selonjoran kakinya dimotor,jawaban itu membuatnya mengangguk dengan hangat.


"Bagus lho.Pasti keluargamu masih keturunan belanda ya.Tapi kok ada orientalnya ya,heheheheh!"ujarnya bercanda.


"Hiiiiih,,,,kakak bercanda terus!"Sambil mukul bahunya."Mampir kak masuk kedalam,aku kenalin sama tanteku!gimana mau ya?"


"Waduuuuh,,,,kita baru kenal sekali lho kamu udah nawarin untuk kenalan lagi.Ga takut diomelin sama tantemu?"Menatap heran.


"Engga pa-pa,ayo masuk.Ntar ga aku kembaliin lho jaketnya!"Tarik Cinta ajaknya kedalam.


"Heeemmmm,,,,dasar kamu ya.Oke deh kakak ikut masuk.Supaya kamu senang!"Jawabnya turun dari motor dan merangkulnya masuk kedalam sampai diberanda rumah Cinta pun mengetuk pintu.


Tok,,,tok ,,,tok,,,tok


Lama juga Tantenya ga bukain pintu,emangnya kemana ya.Apa udah tidur kali ya!.

__ADS_1


"Kok lama ya,,,bentar aku panggil aja!"Berjalan menuju kekaca samping ruang tamu.


"Tanteee,,,tante Milaaaa.Aku pulaaaang."Jawabnya lantang.


"Emang ada tantemu?"


Geleng-geleng kepala.Bingung kemana ya tante Mila,kok ga ada kabar keluar dan bukain pintu?


Tak lama sebuah dering ponselnya Cinta berbunyi,segera ia mengambil dari dalam tasnya.


"Tante Mila Kak,aku angkat dulu ya!"Ijin sambil mengangkatnya.


Dia hanya mengangguk dan mempersilahkan untuk Cinta menjawab ponselnya.


"Halllooooo tante,,,kok ga dibukain pintunya!"


"Maaf ya Cin,,,,tante lupa.Tante keburu kebandara.Tante ada urusan mau keluar negri."


Kaget bukan maen"HAAAAAHHHHH,,,,KELUAR NEGRI.Ngapain tante?"


Digate keberangkatan bandara soekarno Hatta Tante Mila ternyata buru-buru segera keluar negri untuk mengurusi kerjaannya yang tiba-tiba ada masalah disana.Sembari bingung tanpa mengabari keponakannnya dia pun bersalah juga.


"Maaf ya.Tante kan udah mau WA kamu kok ga kepikiran.Jadi kamu ga pa-pa ya tante tinggal.Palingan balik bulan depan!"


"WHAAAAAATTTTT BULAAAN DEPAN!"Sambil nepuk jidatnya.


"Ga pa-pa ya.Kamu tinggal sendiri atau ngajak temen kamu tinggal situ ya.Biar ga sendirian gitu!"


"Astaga tante.Ya udah deh,hati-hati ya semoga lancar dan kembali dengan selamat tanteee!"Ujarnya dengan senyum bahagia.


"Makasih ya ponakan tante satu-satunya maaf ga bilang.Love you pokoknya dan hati-hati jaga kesehatan jangan nakal dan jangan keluyuran mentang-mentang ga ada tante ya!"


Sambil memberinya hormat ia menjawab.


"Beres tante,,,,tante jangan khawatir oke.Kan Cinta udah gede!"


"Ya udah tante mau boarding dulu.Kamu hati-hati jangan nakal,kelayapan dan ,,,,,,"


"Baik-baik disini!"Lanjutnya.


"Baguuuus,,,,byeeee sayang!"Menutup ponsel.


Menutup dengan lemas,,,ia menatap Adrian yang ga tahu menahu bahkan ada sesuatu tengah ditanyakan olehnya."Kamu kenapa?ada yang salah sama tantemu?"


"Iya kak,tante Mila tiba-tiba ke luar negri.Sebulan lagi baru balik.Gilaaa banget ga kebayang kan aku sendirian kak."Sambil menarik-narik badan Adrian.


Sambil berfikir keras sampai harus menimbang-nimbang masalah dia.Dan memang suasana sudah sepi.Pasti ada hal yang harus dia lakukan saat ini.


"Kamu butuh teman?aku bisa bantu temenin gimana!"


Saran itu membuat Cinta terkejut seraya mendongak kearah Adrian dengam wajah cemas.


"Tapi ga ngerepotin kan kak?"Kembali memastikan.


"Kalau untuk malam ini ga pa-pa deh.Juga kakak kan libur!"Jawabnya yakin.


"Yeeee,makasih kak!"Sambut Cinta senang dan memeluk hangat Adrian.Sang pria tersebut hanya membalas dengan senyuman manis.


Malam ini adalah awal keajaiban yang ga bisa dibayangkan.Tante Mila tiba-tiba harus keluar negri,aku tinggal sendiri dan ada pangeran penolong dengan ikhlas menemaniku malam ini.Waooow sesuatu banget.


Untuk menjalin keakraban,Cinta pun mengajaknya masuk kedalam serta menunjukkan kamar tidur untuknya dan mempersilahkan ganti baju.Untung aja ada baju untuk cowok yang sempat ditinggal sama sepupuku dilemari.Heheheheh banyak juga.


Akupun juga sama ganti baju dan merapikan diri,aneh banget berada satu rumah dengan orang yang baru aku kenal membuatku canggung.Dan ini semua karena tante Mila yang membuatku seperti ini.Semoga saja Kak Adrian tidak macam-macam sama aku.Demi menjaga privasiku,aku memakai celana trainning berwarn gelap dan sweteer tebal yang menutupi badanku.Jadi aman kan,tapi tidak dengan kak Adrian aku sangat dibuat kagum oleh bentuk tubuhnya saat dia hanya menggunakan singlet longgar berwarna biru dan celana pendek.Sungguh pria maskulin dan mempesona.


"Haiiii,lagi ngapain?"Sapa Adrian nimbrung dimeja bar yang cukup luas untuk duduk beberapa orang.


Cinta menoleh saat tengah berada didapur dan melihat kedatangannya sungguh menggugah mata?dam hampir saja konsentrasiku membuat hatinya kaget.


SREEEEKKKK,GEDUBRAAANG.Pancinya tumpah kebawah dan menyebabkan genangan dilantai.Ya gimana lagi kak Adrian hanya menahan tawanya dan kembali turun untuk membantu Cinta ketika grogi melanda dirinya.


"Astaga Cinta kenapa sampai jatuh?ada yang aneh sama kakak!"Candanya geli.


Menoleh dengan senyum manis ia menjawab.


"Maaf kak,ga tahu deh.Ngebleng tadi jadi malu banget deh Cinta."Jongkok dan mengambil panci yang tumpah berbalik arah.


"Udah ga pa-pa,aku bantuin."Jawabnya mencari pengepelan.


"Yaaah,,,,kak ga usah.Ngerepotin jadinya."Pinta Cinta menghentikan langkah Adrian.


"Dari pada kita kepleset dan terjadi sesuatu hal,kan ga lucu!"Jawabnya tegas.


Yaaah lesu juga jadinya,mau gimana lagi.Setelah keduanya membereskan semuanya.Mencoba membuat suasana lebih hangat lagi,akhirnya Cinta membuatkan green tea panas.Keduanya mengobrol kesana kemari dan akrab pun menjadi jawaban pasti diantara keduanya hingga tengah malam.


"Huuuuaaaahhh,,,,ngantuk banget kak!"Ujar Cinta sambil menutup mulutnya.


"Tuh kan keenakan ngobrol gini jadinya."Sambil melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari.


"Aku tidur dulu kak ya!"Sambil beranjak berdiri dan sedikit geloyoran karena udah ga kuat ngantuknya.


Seketika Adrian pun mendekap tubuh Cinta,bak pandangan cinta pertama buat dirinya,bahkan senyuman ketenangan buat Sang pria tak bisa diungkapkan lagi.Hawa dingin semakin merasuki tubuh Cinta hingga terbungkus oleh selimut tebal oleh tangan Adrian.Setelah membuatnya terlelap,diapun beranjak pergi dan menutup pintu.

__ADS_1


Cinta yang melirik sedari tadi tak menyangka,bisa seromantis itu pria tersebut memberikan perhatian dan ia kembali tenggelam dalam mimpi dengan senyuman manis.Tapi tidak pada Adrian,dia sangat khawatir kalau keadaannya saat ini ketika mendekati seorang perempuan tersebut akan membuatnya nyaman dan melupakan siapa kekasih sebenarnya.


__ADS_2