Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 10 Jemputan diantara Adrian atau Dennis


__ADS_3

Diperjalanan menuju sekolah Cinta,,,rasanya ga enak kalau aku bawa motor.Ntar anak orang masuk angin lagi,,apa aku ganti pake mobil aja ya.Sekalian kalau dua sobatnya tuh kalau banyak omong kan bisa aku angkut juga mereka.Terhenti dalam lintasan fikirannya juga kalau aku bawa mobil ga dipeluk lagi sama Cinta,ga enak juga ketika harus berharap dengan yakin tapi malahan itu akan membuatku semakin gila memikirkan wanita-wanitaku.


Seperti halnya Luna,saat ini benar-benar membutuhkan sebuah kasih sayang seorang sahabat.Apa mungkin ini akan terus membuatku yakin dia sahabatku terus dan tanpa ada perasaan lain?bukan itu saja.Berhadapan dengan Reyhan yang lebih memilih mendua dan Alea pula sudah tak memperhatikan dirinya lagi.Apa itu sebuah kesempatan,,,aaaah bingung juga lalu Vani apa kabar?kalau kita beneran jatuh cinta.Semuanya akan berubah seketika antara hal baik dan buruk menjadi dalam sikap prioritasku.


"Ga usah deh.Aku bawa motor aja,juga nanti malam aku kembali membawanya pulang kerumah.Pastilah apa mungkin juga aku meninggalkan Vani dan memintanya untuk menginap dirumah?"Wahahahaha itu adalah pilihan sulit nantinya bisa aku kerjakan.


Disekolah pun pada bubar,seperti yang dirasakan oleh Cinta ketika ia keluar dari ruangan kelas kembali ia memeriksa sebuah pesan yang tertuju untuknya dari Adrian.


"Heemmm,,,kak Adrian mau jemput aku.Gimana ya!"Sambil terhenti dibibir pintu sekolah.


Lantas hal tersebut membuat Tia dan Anna heran seraya ikutan berhenti agak jauh sambil menata tas mereka sebelum mendekati sahabatnya.


"Liat tuh,,,kok ga jalan-jalan dia.Apa ada yang menghubungi dia?"Anna menoleh kearah Tia.


"Ya mungkin,,mungkin lagi itu kakaknya yang tadi pagi nganterin dia.Waaah special dia ternyata ya!"Meringis geli.


"Kita samperin aja ya.Supaya dia mau ngenalin kekita gitu!"Ajak Anna mendekati Cinta.


Sambil menepuk tangannya,,,kegirangan juga kalau kayak gitu."Dengan senang hati,kita harus tahu itu,ayooo jalan!"Ajak Tia semangat.


Geli juga melihat Tia yang begitu semangat menghadapi apa yang terjadi"Tumben juga dia kayak gitu ya!"Gumamnya aneh.


Mengikuti langkah Tia sambil mengagetkan Cinta masih membaca pesan dan membalasnya.


"DOOOOOORRRR,,,SIAPA SEEH?"


Kaget bukan kepalang,untung aja ga jatuh benda paking ia sayangi selama ini selalu menemaninya hingga kini.Kesal juga melihat kelakuan sahabatnya telah bikin salah konsentrasi.


"Astaga kalian itu bisaaa ga,pelan-pelan nyapa gitu.Ga ngagetin aja!"Sambil mengirim pesan.


"Haaaah,,,sama aja.Mau dikagetin atau engga sama aja kaget kan!"Jawab Anna.


Meringis geli"Iya juga seeh.Kalian emangnya mau kemana setelah pulang?"


"Pengen maen kerumahmu.Kan tante Mila ga ada tuh.Jadi ga ada yang cerewetin kita-kita kan ya!"Semangat juga Tia menjawabnya.


"Iya sekalian nginep biar tahu kamu ga kesepian Cintaaaaa!"Sambil mendekap bahunya.


"Makasih,,,aku udah ada yang jagain hehehehehe!"Jawabnya jalan tanpa mengajak mereka.


Udah lumayan jauh mereka langsung tancap gas dan ngikutin sang korban untuk mendapatkan apa yang tengah mereka inginkan."Heeemmm,,,sok ninggalin kita lagi.Ayo kejar Tia."


"Hooh,,,sok gaya aja ini!"Jawabnya ngibrit ikutan mendekatinya.


Tak lama Dennis pun keluar dari dalam kelas,bersama tas ransel kulit berwarna hitam tengah keluar dan mendapati langkah Cinta terlalu cepat dan memanggilnya.


"Cintaaaa,tunggu!"Panggilnya lantang menghentikan langkah dua sahabatnya yang heran melihat sebuah panggilan formal yang mengejutkan.


Heran juga ada panggilan special dari orang yang memang membuat setiap orang yang melihat aneh aja.Hal tersebut tidak berlaku untuk Dennis ketika menghampiri seseorang yang bernama Cinta.Ada hal yang mungkin akan membuatnya semakin yakin bahwa itulah hubungan pertemanan untuk sebuah pendekatan.


Ketika menoleh pun,senyum hangat dituangkan oleh Cinta saat melihat sosok lelaki tengah berlari mendekatinya."Ketemu lagi kita ya!"


"Iyalah kak.Gimana kita jalan bareng kedepan!"Ajak Cinta manis.


"Boleh juga!"Jawabnya sambil beriringan berjalan santai menuju pintu sekolah.


"Yaaaahhh,,ga jadi deh kenalan sama kak Adrian gara-gara kak Dennis.Emang neeh ganggu berat dia ya!"Keluh Anna bete.


"Iya neeh.Pengen kenalan aja susahnya minta ampun,tapi apa kita ikutin aja ya siapa tahu kita tahu apa yang dirasakan oleh mereka,hihihihi!"Ujarnya semangat.


"Iya,,ga boleh dilewatkan!"Langsung keduanya penuh semangat untuk bisa membuat hati keduanya berseri-seri ketika bertemu dengan idolanya.


Lain halnya dengan senior satu lagi,masih menampakkan kepalanya tengak-tengok bingung mau nyari teman baiknya,tapi kemana ya?apa dia udah kabur duluan.Mentang-mentang duduk didepan ga mau dikalahin kalau dalam urusannya.


"Lha mana ya Dennis,kok ngilang?"Garuk-garuk pipinya seraya bingung banget.


"Kaburnya cepet banget,sampai ga kelihatan lagi huuuuh,bedebaaaah!"Bersandar miring didepan pintu kelas mikir panjang sambil mendongak keatas."Apa aku ikutin ya.Tapi kemana juga ngikutinnya,sama sekali ga ada jejak lho!"


Tiba-tiba seorang guru keluar dan memandangi Yosha dengan wajah curiga lalu menegurnya.


"kamu ngapain disitu.Sok keren?"Suara itu ngageti juga ampe ketelinganya.


Hampir ambrukk mendengar serangan dadakan dari seorang guru pengajar sampai mau marah,,,eeehhh beneran beliau.Ga dilulusin baru tahu rasa neeeh gue."Eeehhh pak,,,ada apa ya?"


"Gaya mu,,,mau jadi patung selamat datang.Semua pada pulang ga pulang-pulang!"


Meringis geli ia menjawabnya."Lagi nunggu sasaran pak.Eeeh udah minggat orangnya.Ya nyantai dulu lah pak."


Sembari menggelengkan kepala"Jangan sekali-kali kamu nyari sasaran.Kalau beneran kena,dan ada laporan yang tidak-tidak.Jadi apa kamu nanti!"Mencoba mengancam.


"Yeeee,,,sasaran gua ya ga aneh-aneh lah pak!"


Tak disangka malahan dua orang cewek itu melintas didepan kelasnya dengan senyum menawan menyapa gurunya.


"Siang pak!"


"Siang juga.Baru pulang juga!"Sapa hangat pak guru.


"Iya pak!"Jawabnya yakin.


"Oohhh iya,,,saya duluan ya."Sambil mengarah ke Yosha beliau memberikan ultimatum.


"Kamu jangan macam-macam ya.Nanti kalau ada urusan besar,ga bakalan bapak bantu lagi."


"Iyaaaa paaaak!"


Pergi menuju kantor sekolah,,,dan memberi senyuman pada dua cewek tersebut.Mereka terdiam dan melihat ada sosok yang memang hobi bikin ulah,,konten kreator yang satu ini patut diwaspadai."Waduuuuh ada konten kreator bahaya ini lagi mangkal ga pulang-pulang."Tunjuk Tia kesel.


"Apaaan?mau dibikinin video aneh ga?"


Keduanya saling begidik dan ga nyangka bisa ketemu orang seperti dia."Hihihihihihihi,,,ngeriiii lho.Kabur yuk Tia."Ajak Anna geli.


"Iyaaa,biar ga jadi masalah."Jawabnya aneh pula.


Kabur deh ga ada embel-embel yang memisahkan antara mereka bertiga,,,enak banget sambil ngeliat ga balik-balik nengok serius banget kearah mereka berdua."Sialan tuh dua cewek brekele kumat.Samperin aaahh!"Berlari mengejar mereka berdua dan menangkap dengan.


"Hyaaaaa,,,kena kalian!"Kata Yosha senang kegirangan bisa nangkap bahu mereka berdua.


"Aduuuuh,,,kak.Jangan gangguin kita dong,,,kita mau pulang neeh!"Berontak juga Anna.


"Iya mentang-mentang ga punya kawan.Kita ditangkepin sama kakak!"


"Oiiiiiihhh,,,pede sekali bocah-bocah dua ini.Kaka cuman jalan bareng aja sama kalian tuh bedebah satu udah pergi ninggalin gue.Minggat ga bilang-bilang!"Ujarnya curahan hatinya muncul.


"Yaaaang mana?"Masih aja Anna penasaran,padahal sebenarnya tahu juga.


"Astaaaggggaaa!"Ngeri-ngeri sedap sambil menutup muka Yosha."Ya itu,,,,,Dennis.Idola kalian yang suka bertafsir filosofi kehidupan dengan tanpa mikir kalau dia juga ngalamin saat itu juga!"


Saling berpandangan dan berkata"Oooooo,,,gitu."


"Iyaaaa!"Jawabnya kesal.


"Truuusss kita pulang bareng gitu satu cowok,dua cewek.Rakus amat kakak sama kita-kita ya!"Seloroh Anna tajam.


"Ya ga gitu juga kali Annabeeeeelll,boneka ngeriiii!"Tandas Yosha kesal juga ketemu anak satu ini.


Beneran ngakak banget Tia mendapat sebuah respon menggelikan dari Kakak seniornya.Kenapa seeh selalu beener.


"Hahhahahahaha,anabel jalan bareng kita kak!"Ketawa lega sambil geleng-geleng kepala.


"Anjiiiir,,,kakak kurang ajar ya sama Anna ya.Belum pernah kena tampolan berharga ini ya?"Dia pun segera pasang guna-guna eeeh kuda-kuda untuk menghadapi Yosha.

__ADS_1


"Eeeengga gitu kali,,,Annaaaa,,,,!" Belum selesai ngomong udah dipotong lagi sama Anna.


"Awasss luuu,,panggil nama gua gitu lagi.Sentil neehhh"Siap-siap deh akhirnya.


"Hahahahahahaha,,,geli gua sumpah ngakaaaakkkk!"Ga berhenti-hentinya ketawa ngakak.


"Trus kita mau gila-gilaan sampai ujung gitu?"Tanya Yosha penasaran plus heran.


"Ya engga,,,kan kita mau nyusulin Cinta sama kak Dennis.Tumben jalan bareng!"


Mungkin karena ga fokus dengan kalimat milik Tia,,,sembari menyapa cewek-cewek menggoda ada sentilan kalimat mengejutkan buat Yosha.


"Haaaah Makan bareng.Siapa yang mau gue makan bareng coba!"


Lagi mereka terhenti dan ga habis fikir,kenapa ga bisa jelas dalam mencerna setiap kalimat yang dilontarkan oleh Anna.


"Kak bilang apa tadi?"Berbalik memastikan sambil menghentikan langkahnya.


"MAKAN BARENG TAHUUUU!!!!!!"Sambil nunjukin wajah ga bersalah.


Serangan dadakan dari Tia dan Anna memang bikin geli dan ga percaya mereka bisa menyerangku dengan brutal sampai gua teriak-teriak layaknya tengah dizolimi oleh mereka.


"Kakak jahat,,,,ngga ngerti sama omonganku ya.JALAN BARENG BUKAN MAKAN BAREEEEENG,GIMANA SEEH UDAH ERROR KALI!"Masih aja serangan itu membuatnya Yosha kesakitan.


"Aduuuh,,,,aduuuuh,,,,aduuuh,,,,sakit tahu.Bocah-bocah brekele kumaaaat!"Kabur dari keganasan mereka.


"Kita pergi berdua aja deh.Ngribetin juga lama-lama kakak model satu neeh!"Ajak Anna kabur menarik tangan Tia.


"Daaaaa,kakak.Maaf yaaaa!"Pergi duluan meninggalkan Yosha tengah sendirian.


"Daaaa,,,bocaaah brekele!"Masih aja kesakitan dan nyesel banget ga bisa bisa diajak kerja sama.


Langkah Dennis dan Cinta pun menjadi sebuah pemandangan unik yang hanya bisa dilihat oleh mereka dengan senyuman manis saat melihat keduanya akrab.Aneh banget gitu sampai bisa mereka berdua berada dalam satu obrolan ringan menuju sebuah hal positive yang menyebabkan dua hal lain menjadi satu.


"Memangnya kamu mau pulang sendiri Ta?"Tanya Dennis dengan nada pelan.


"Engga seeh kak,,ada kak Adrian yang jemput aku."Jawabnya sambil mengumbar senyum padanya.


"Apa dia baik sama kamu karena menganggap kamu sebagai adik atau hanya sekedar teman baik saja?"Kembali Dennis penasaran.


"Aku juga belum tahu kak.Kan baru kenal,malahan setelah pulang sekolah ini aku mau diajak kerumahnya,masak ya dia tahu rumahku saja kan ga enak!"


Tersirat sebuah teka-teki yang akan membuat rasa cemburu itu datang.Tapi.terkadang pula.oa bersikap tenang untuk tidak membuat semakin tersinggungnya Cinta dengan beberapa pertanyaan muncul tiba-tiba secara berkala.


"Kerumahnya?apa dia tinggal sendirian!"Mengernyitkan kening.


"Ga tahu juga ya.Tapi kalau aku dapat info aga detail seeh dia sempet nungguin kekasihnya dikedai kopi dimana aku sama dia ngopi.Tapi ga dateng,kasihan banget tahu.Tapi dia belum cerita seeh gimana,hehehehehe!"Sambil meringis geli.


"Apa dia boong,cuman pengen ngajak kamu ngobrol aja.Dan itu hanya akal-akalannya saja karena semua tahu kamu itu menarik Cinta!"Menjelaskan kembali.


"Ooooh,,,kalau itu aku ga tahu juga kakak.Gimana ya aku mau bilang apa juga ketemunya kalau ga malam ya pagi tadi dan sekarang aja dijemput.Gitu!!!"


"Aku harap seeh dia bisa jaga diri bila sama kamu berdua ya.Supaya ga ada yang aneh-aneh terjadi!"Berharap pasti kearahnya.


"Heeemmmm,,,,kakak pasti cemburu neeh kalau liat aku sama kak Adrian ya,jujur neeh!"Sambil membalikkan badan serta menggodanya.


Terhenti dan menjawab malu-malu gitu.


"Engga gitu.Setidaknya nanti kan bisa dibicarakan lagi,kakak kan juga pengen kenal dia supaya dia tahu kakak juga!"Menjelaskan kembali.


"Tahu kalau kakak itu calonku ya,,,bilang aja deh.Gitu aja ribetnya minta ampun,heheheheh!"


"Kamu tuh ya.Bikin gemesss aja!"Cubitnya.


"Aduuuuh sakit kak!"Jawab Cinta manja.


Keduanya pun ketawa lepas,,tapi.masih saja tak lepas dapat pantauan dari dua bocah baru lagi yang mana tidak diketahui arah datangnya tetapi bisa sampai dan menggoda mereka tepatnya Dennis.Yaitu Alessa dan Karmen,entah model dari mana bisa mengejutkan secara mata atau batin.


"Ehheeemmm,,,,ada yang diembat juga ya!"Seloroh Alessa ga terima.


"Apa maksudnya?"Tanya Cinta bersedekap layaknya mau perang.


"Udah jangan ada berantem lagi ya.Capek aku lihat kalian ga akur-akur dari dulu."Coba Dennis menghentikan aksi mereka.


"Tapi kak,,dia itu sudah menyabotasi semuanya.Semua lelaki disini diembat sama dia!"Langkah Alessa mendekati dengan menunjuk kearah bahunya.


"Ga salaaaah!"Lanjut Cinta ga mau kalah.


"Iya dia itu biangnya perebut cowok orang aja.Masak masih kurang aja!"Bentak Karmen ikutan andil bersama sahabatnya.


"CUUUKUPPP,KALIAN INI DATANG MALAH BIKIN PERKARA YA!"Lantang juga Dennis berkata.


Mata kedua mereka melotot kaget dan tak berdaya.Suara-suara itu memancing banyak anak-anak untuk menatap tapi tak berani berada dalam satu hal yang benar.Sepertinya Yosha adalah ahli dalam memandamkan masalah,disaat ia kesakitan masih bisa untuk memberikan arahan lebih untuk mereka.


"Waaaah,,,ada perang tuh.Dua lawan satu,Dennis lagi perkaranya kayaknya neeh!"Langsung dia berlari kencang dan nimbrung diantara mereka semua.


"Heiiiii bocah kalian ngapain juga ngedebatin dua orang ini.Ada masalah?"Tanya Yosha kesal lagi.


"Dia tuh kak,merebut cowok orang!"Jawab Alessa ga terima.


"Mana buktinya coba?"Malahan Cinta menantangnya.


"Aaahhh,,,dasar luuu.Perebut cowok orang."


"Wooiiiiiiii,,,siapa cowoknya siapa ceweeeknya.Kalian tuh ya,,ayo pergi pulaaaang jangan balik lagi.Besok baru balik."Kembali kalimat itu meluncur dihadapan Keduanya.


"Pergi ga kalian!"Usir Dennis.


"Engga kak.Aku sayang sama kakak!"


"Hadeeeehhhh,,,ini biangnya!"Sambil nunjuk kearah Alessa,kembali menoleh kearah Dennis.


Sambil mengangguk dia menjawabnya.


"Iya Yosh,,,mereka yang bikin perkara."Jawabnya yakin.


"Kakk,jahat sekali seeh sama Alessa.Kan dia yang sok deketin kakak!"Masih ga terima juga Karmen.


Dari jauh Tia dan Vani adalah peserta terakhir yang hanya kaget dan bingung.Ada apa dengan mereka yang tengah berkumpul layaknya tengah berseteru."Waaaaduuuh.Ada apa ya.Rameee lho!"Seru Tia semangat.


"Iyaaaa,,,ada apa seeh,ikutan aaah."Sampe lupa kalau Tia langsung ditinggal sama Anna yang sudah ga sabaran pengen liat.


Saatnya Yosha menjadi seorang bodyguard buat ngebawa dua bocah perusak keindahan mata saat ini.Dengan kekuatannya dia menjepit keduanya serta mengangkat dan membawa pergi menyelematkan mereka dari amukan yang lebih fantastis.


"Gua bawa ya mereka.Ntar bikin acara kalian makin ga seru lagi."Ujarnya kearah Dennis tanpa memperdulikan keduanya.


"Heeeehhh,,,,mau diapain kita kak!"Berasa panik setelah mendapatkan aba-aba mengejutkan dari Yosha.


"Iya bawa aja.Biar ga bikin ribut mulu deh!"Jawab Dennis mulai kesal.


"Kakak jangan bawa kitaaaa!"Teriak Alessa berontak.


Namanya juga Yosha selain konten creator juga bisa jadi seorang tukang angkat-angkat orang yang menurutnya bermasalah dalam hal pertemanan hingga melakukan beberapa hal yang berurusan dengan kerusuhan dilakukan oleh mereka.


"Mau aku angkat apa pergi sendiri neeh?"Kembali menawarkan idenya.


"Kita pergi sendiri deh kak,,,!"Jawab Alessa harus segera pergi dari mereka berdua.


"Awaaasss luuuu,,,,ya.Kalau masih ganggu kak Dennis ya.Jadi apa lu!"


"Astagaaaa.Pergi dulu deh kalian."Ujar Yosha menarik mereka hingga tak bisa dikatakan lagi bahwa mereka harus pergi dari Cinta dan Dennis.

__ADS_1


Demi sebuah kebaikan dan senyuman penuh ancaman dari Dennis dan juga Yosha ikutan membuat suasana semakin panas,hingga mereka pun pergi meninggalkan salah satu orang yang disukai oleh Alessa.


Menoleh kearah Cinta,,,Yosha pun berharap tidak terjadi hal yang membahayakan buatnya"Kamu ga pa-pa?"


Meringis dan menggelengkan kepala."Makasih ya kak.Kakak perhatian banget sama aku!"


"Udah itu hal biasa buat kita untuk menjaga kedamaian dari mereka.Ga tahu sirik aja mereka dari dulu deh!"Jawabnya menggelengkan kepala.


"Trus jadi kamu dijemput?"Tanya Dennis.


Kalimat yang diutarakan oleh Dennis pun mengejutkan Yosha dan ga tahu menahu apa tengah dibicarakan mereka.Ku kira mereka pulang bareng."Lhoooo,kalian ga pulang bareng?"Tengak-tengok kearah keduanya.


"Enggalah kak,,kan aku ada yang jemput.Jadi ga usah repot-repot,hehehehehe!"Sambil meringis yakin.


Datang juga mereka berdua nimbrung dan meramaikan lokasi terbaik deket pintu sekolah.


"Haaaiiiii,,,kakak barusan ada apa?"Tia mendekati Dennis dengan manisnya.


"Iya kok ada rame-rame tadi,,lagi debat apa?"Tanya Anna kearah Yosha.


"Ini baru dateng,,,sembunyi dimana kalian.Kok bisa telaaat seeeh?"


"Ya ketoiletlah kak.Kebelet tadi heheheheh!"Jawab Tia perlahan mendekati Cinta dan kembali mengorek ceritanya lagi.


"Tadi tuh mereka berdua ngapain kamu Cin?"Sambil menyentuh bahunya.


"Mereka cemburu sama Cinta.Kan lagi deket sama tuuuuh!"Sahut Yosha sambil nunjuk kearah Dennis.


"Haaaahhhhh,,,,yang bener.Kalian jatuh Cinta?"Tanya keduanya heboh.


"SSSSTTTTTTSSTTT!"Suara Yosha membuat mereka makin kesel lagi mendapat serangan ala-ala kadarnya Yosha.


"Iiiiiuhhhh,,,banjir bandang ntar kalau keterusan kayak gitu kak!"Seru Anna agak menjauh.


"Hahahahahahah,,,kamu memang luar biasa Yosha.Perhatianmu memang tak pernah hilang untuk mereka bertiga,aku salut sama kamu!"Jawab Dennis memuji.


"Iyalah,harus itu.Kalau bikin konten kreator itu harus sama dunia nyata ga boleh cuman pencitraan saja jadi sama rata gitu!"


"Hebat deh kakak,,,pengen dong dibikinin video gitu.Biar ga garing kita!"Pinta Anna.


"Emang kalian ga pernah berjemur sampe garing gitu?"Heran deh lama-lama sama dia.


"Ya kalau berjemur ampe garing,,,ya jadi apa kita-kita ya!"Timpal Tia kearah Anna dan Cinta.


Mereka hanya mengangguk geli.


"Tia sama Anna pulang bareng siapa?apa sama kita atau naik angkot?"Tanya Dennis pasti.


"Aaahhh,,ntar ngerepotin kaaaak!"


"Wiiiiiiih sok ga mau.Gaya banget kamuuuu!"Tanya Yosha ga terima.


"Iya ntar malahan ga diajak pulang lagi.Diajakin nongkrong mulu kan kita orang-orang baik!"Lamjut Anna berlagak.


"Iya lho kak,kita orang baik-baik!"Sahut Cinta.


"Aku seeh tahu kamu orang baik,tapi ga tahu lagi ma mereka berdua ini!"Sambil mengarah ke mereka.


"Ya udah kalau kalian ga mau bareng Yosha,,bareng aku aja gimana?"Tawar Dennis memberikan sebuah kejutan untuk mereka berdua.


"Yeeee,,,beneran kak?"Tanya Tia ga percaya.


Ia mengangguk pasti.


"Yesss,,bareeeng idola kenapa engga ya!"Jawab Anna semangat pula.


"Aku ambil dulu ya."Kata Dennis berjalan menuju parkiran.


Menoleh dan ditinggal sama Dennis"Ya ampun,,malahan ditinggal gue.Tungguin napa Nis!"Seru Yosha berjalan mengejar sobatnya tersebut.


Ga terima juga dengan panggilan akhir yang membuatnya protes kepadanya."Enak aja lu panggil-panggil gua Nis,,,emang gua Nisya syalalala?panggil nama depan aja Den,,,!"


Sambil menyatukan kedua tangan sembari merunduk dia menjawab."Injih Den bagus!"


"Hahahahahah,,,bagys juga eku kalau ngasih nama!"Ga nyangka juga sampai bangga bener.


"Itu juga demi kamu Nis,,,siapa lagi."


"Lagi elu panggil gua Nis,,,Den atau lengkapin deh Dennis Setya Ambarawa gitu aja lebih bagus."


"Ya emang nama luuu bangus."Sentilnya kesel.


Yaaaah jauh juga mereka dari pandangan Cinta senyum kembali ia tuangkan lagi sambil berharap atas kedatangan Jemputan mendekat dipintu sekolah.Tak lama juga Adrian pun muncul dan perlahan mendekati mereka bertiga penuh kerahaman.


"Siaaang semua!"Sapanya meramaikan jagat dua manusia ini.


"Kakak Adrian,,,,waaah.Enak ada yang jemput neeh!"Seru Anna semangat.


"Ga cukup ya,,,kakau dianter sama idola?"Serang Cinta tambah seru.


"Siapa idola mereka?"Tersirat untuk bertanya lagi."Serius ada idola disini!"


"Ada kak,bentar lagi muncul lho!"Tambah Tia semangat juga.


Dari jauh pun masih penasaran juga Yosha kenapa Cinta ga ikutan bareng sama Dennis kan mereka ada hubungan special sampe ga bisa dipisahkan dan itu memang terjadi diantara keduanya saat ini.


"Lho kenapa Cinta ga bareng sama elu aja.Kan kalian berdua itu gini?"Sambil memainkan tangannya.


"Ya mungkin belum waktunya.Palingan nanti kalau ada kejelasan yang bener baru aku bisa sama Cinta beneran jadian gitu!"


"Ooooooh,,,gitu.Trusss dia siapa yang jemput?"Tanya lagi bingung.


"Ada ntar juga tahu loe.Ambil tuuuh motor lu.Kita jalan bareng!"Ajaknya segera masuk kedalam mobil.


"Oooh gitu ya.Coba deh,pengen tahu jadinya seperti apa seeh dia sampai bisa sia ngikut sama kamu?"


Mereka pun segera mengendarai mobil Rubiccon berwarna hitam metalik milik Dennis tapi tidak dengan Yosha,,,dia lebih memilih sebuah motor retro berwarn hitam pula.Keduanya pun berharap bisa bertemu dengan pria yang tengah menjemput Cinta.Sebenarnya siapa dia?


"Beneran kalian ada yang nganter?"Tanya Adrian memastikan.


"Ada kak,,ntar juga nongol mereka,heheheheh!"


Jawab Anna terkikik dan menanti juga sambil tengok kebelakang memastikan mereka akan datang.


Tak disangka kedatangan mereka bangaikan sebuah mata-mata curiga diantara banyak peremouan yang tengah berdiri saling menimpali obrolan hangat bersama.Mungkin juga itu akan menjadikan mereka tahu siapa sebenarnya Adrian,pria yang masih misterius dan ga mungkin bisa secepat itu mereka tahu.Suara kendaraan mereka pun datang dengan tepat dipinggiran,Sampai Dennis mencoba kaku dan tak bisa ramah melihat kehadirannya,tapi tidak dengan Adrian yang masih bersikap layaknya teman lama bertemu kembali.


"Naaahhh,,,itu kak Adrian,idola kita-kita kak Dennis!"Sapanya mengenalkannya.


"Oooohhhh,ini dia.Haaaai pa kabar?"Sambil mengulurkan tangan.


Senyum seadanya buat Dennis untuk menjawabnya,mungkin belum siap untuk dikatakan apapun itu."Baik,,,bang Adrian gimana!"


"Heiiii,,,ga usah kaku gitu.Dari sorot mata kamu udah kelihatan lho kamu cemburu sama Cinta,ya ga?"Langsung aja kalimat itu mengejutkan mereka semua,senyum kembali ia tuangkan lagi.


"Kok abang tahu ya!"Tiba-tiba Yosha ikutan bertanya.


"Udah nanti ada waktunya kalau aku akan membuka semuanya.Jangan khawatir semua itu sementara aja buat jagain Cinta."Sambil memasang helem dan mengajaknya untuk pergi kerumahnya.


"Ayoooo,,,Cinta kakak ajak jalan-jalan ketemu sama kekasihnya kakak."Ajaknya mengagetkan semuanya.


"Haaaahhh,,,kak Adrian punya kekasih?ga salah!"Tia tengak-tengok kebingungan melihat ini semua.

__ADS_1


"Beneran kak?mau ngajak ketemu sama kekasihnya kakak!"Masih penasaran apa itu benar atau hanya pengalihan.


"Beneran,,nanti kita foto bareng ya.Biar mereka percaya kalau kita sekedar kakak adik,heheheheh!"


__ADS_2