
Dalam perjalanan menuju rumah Cinta,banyak hal tersemat dalam.benak seorang Adrian soal ketertarikan dirinya dengan wanita bernama Vani.Kenapa juga dia harus kembali dengan Anton,juga dia belum tentu menjadi pria baik-baik untuk bisa menjaga bahkan membuat tenang Kekasihnya tersebut.Apa perlu pertemuan ini menjadikan sebuah pertemuan yang rumit untuknya.Harus berbicara lebih sopan dan memperjuangkan hubungan Sahabatnya menjadi sebuah kebohongan yang dilandasinoleh rasa nyaman itu sendiri.
Tak bisa diungkapkan dengan makna benar atau salah kedatangan Adrian dirumah Cinta memang menjadi moment baru untuk bisa melihat kondisi rumahnya apakah tidak ada gangguan sama sekali dari orang lain saat rumah ini tengah kosong.Ada rasa angker juga ya kalau rumah model belanda kayak gini ditinggal aja sehari bisa-bisa hantu model apapun bisa muncul seketika.Mau gimana lagi gua harus bisa masuk kedalam,keluar dari mobil beranjak untuk masuk kedalam membuka pintu gerbang lalu menutupnya kembali.
Sampai juga dipintu,Adrian mencoba menggunakan lampu sorot yang sudah dipersiapkan sejak berada dirumahnya.Memastikan tidak ada yang mencurigakan untuk masuk kedalam.Menghidupkan beberapa lampu yang hanya bisa menerangi sebagian ruangan lalu bergegas untuk mencari pakaian milik Cinta berupa pakaian seragam sekolah dan beberapa asesoris yang sempat dimintanya.
"Kenapa juga dia punya rumah semegah gini,ga ada pembantu lagi.Pantesan kadang membuat Cinta sedikit terusik keberadaannya."Mencari lagi beberapa barang dan memasukkannya kedalam tas jinjing untuk dia bawa.
Haus juga,emangnya ada minuman apa didalam kulkas,dirinya mencari dengan seksama dan menemukan sebuah kesegaran yang tak mungkin bisa dilewatkan begutu saja.Soft drink dalam botol literan membuatnya semangat untuk menuangnya digelas dan meneguknya.
"Aaaahhh,,,segarnya.Nikmat mana yang kau dustakan.Begitu segar dan memberikan penecerahan,huuuuh enak banget!"Selanya dengan berbalik menaruhnya kembali kekulkas.
Tak lama kemudian sebuah mobil terhenti juha didepan pagar rumah Cinta,ya kali ini Dennis dengan perasaan senang juga heran.Mobil siapa ini datang kesini?aneh deh.Menoleh kedalam dan melihat hanya ruang tengah dan lampu didalam yang menyala juga sebagian saja membuatnya ingin mengetahui apa yang tengah terjadi. Langkah pelan dan santai ala Dennis juga dipenuhi rasa waspada ketika semuanya mulai aman untuk mendekati pintu utama.
Beberapa kali dia mengetuk pintu dengan wajah aneh juga,memanggil namanya.
Tok,,,tok,,,tok,,,tok ,,
"Cinta,kamu dirumah?"Panggilnya seseorang membuat Adrian pun mendengar suara lelaki yang tengah manggil-manggil pemilik rumah.
"Siapa ya?"Berjalan kedepan dan memastikan bukan orang jahat dan memang itu membuat keduanya heran dan terkejut saat saling berhadapan satu sama lainnya.
"Lhooo ,,kamu temennya Cinta ya!"Sapa Adrian hangat.
"Iya,,,anda pasti yang siang tadi jemput Cinta kan?"Mencoba kembali menebaknya.
"Adrian,,,santai aja ga usah aneh gitu!"Sambil mengulurkan tangan.
Membalas uluran tangan hingga keduanya berjabat tangan,lalu bertanya"Cintanya ada?"
"Oooh,,Cinta ga ada aku yang kesini tadi bawain baju buat dia!"Sambil nunjukin tas jinjingnya.
"Lalu Cinta kemana?"Tanya lagi.
"Dia nginep dirumahku!"
"Haaaah?Nginep dirumah kakak?"
"Udah ga usah khawatir,disana ada kekasihku Vani.Jadi ga berdua aja kan,bertiga dong!"
"Tapi kok bisa dia nginep disana.Ga dirumahnya?"
"Yaaa,tadi aku sempet telponan sama tantenya Cinta.Tante Mila dan dia menyuruhku untuk menjaganya.Jadi aku sudah dapat ijin untuk bisa membuat dia nyaman dibawah pengawasanku."
"Lalu,apa memang sudah kenal betul sama tante Mila sampai kakak bisa menjaganya."Kesal juga sudah nyampe garis finish duluan.
"Tenang aja Dennis,,aku ga bakalan buat Cinta bingung harus memilih siapa yang membuatnya nyaman.Kamu tahu kan kalian hanya sekedar teman,itupun kalau aku ngasih ijin!"Meringis.
"Ga bisa gitu dong kak,itu namanya sudah melarang secara halus kalau aku ga boleh ketemu Cinta!"
Segera Adrian menjawabnya"Engga gitu.Aku ijinin tapi aku harus pastikan tidak terjadi apa-apa sama kamu dan Cinta.Setidaknya hubungan kalian itu akrab lho ga akan kakak ganggu atau malah misahin kalian."
"Oke,,kak tapi setidaknya aku bisa kan kerumah kakak untuk ketemu Cinta.Aku ingin meneruskan pertemuanku tadi disekolah."
"Kayaknya jangan dulu deh,besok ya.Kalian bebas ngobrol,dan sama aku juga.Aku pengen tahu sejauh apa hubungan kalian sejak bertemu denganku.Aku ga mau kamu bersikap kalau aku lebih menghalangi kamu untuk ketemu sama Cinta.Tapi ada alasan lain mungkin yang ingin aku dapatkan dari tantenya dulu soal kamu ya."
Heran juga,,sepertinya akan berbuntut panjang kalau beneran tante Mila cerita aneh-aneh soal keluargaku ini.Mau gimana lagi,cerita ini susah aku ketahui sejak dulu bahkan telah membuat hubunganku dengan Cinta sangat renggang.
"Beneran kak ya besok aku bisa ketemu dengan Cinta kan?"
Dia mengangguk dan memastikan itu adalah kebenarannya,seakan ga bisa ditinggal lagi apalagi saat ini Adrian mempunyai misi khusus untuk bertemu dengan kekasihnya Vani.Huuuh,,memang kalau resiko menangung dua orang perempuan akhirnya gini.Ohhh iya belum satu lagi Luna.Busyeeet hebat bener ya aku.
"Iya,,tapi setelah dari rumahnya Cinta aku ada urusan lain.Apa kamu ga pa-pa aku tinggal?"Memberi senyum masam.
"Ya udah,,aku balik dulu deh,permisi kak!"Perlahan mengundurkan diri dan keluar dari halaman rumah Cinta.
"Ya Dennis,hati-hati ya.Besok ngobrol lagi sama Cinta kan?"Jawannya lantang.
Dia menoleh serta memberi senyum serta mengacungkan jempolnya dan masuk kedalam mobil."Yaaah,,,ngambek kayaknya tuh anak.Ga pa-palah aku juga mau numpang mandi dulu.Bauuu banget lagi!"Menutup kembali pintunya dan bergegas untuk mandi.
Kesal juga sambil membanting stir kemudi,ga terima juga lama-lama kalau ga bisa ketemu sama Cinta dengan leluasa.Kenapa juga selalu aja ada halangan ketemu sama dia.Padahal aku sangat mencintai dia,saat itu malahan tantenya mengusir aku.Padahal itu adalah urusan orang tua mereka dengan orang tuaku bukan lagi aku sama Cinta.
__ADS_1
"Dennis,,kamu tahu kan kenapa tante sama seklai tidak merestui hubungan kalian berdua.Ada masa lalu yang menyakitkan tante,tolong ya kamu harus bisa menghindari Cinta.Dan pastikan kamu tidak mendekati dia dengan cara apapun.Tante sangat berharap kamu mengerti oke!"
Sebuah pesan menyakitkan dan tak bisa lagi diterima oleh fikiran seorang anak muda dimana tengah dalam rasa suka bahkan ingin menjadikan moment baiknya dalam setiap kebersamaan bersama harus ada batas yang sangat tinggi bahkan untuk meraihnya saja sulit.Kenapa juga hatiku begitu cinta banget sama dia.Sampai harus bersikap seperti ini BUCIN SAMA KAMU!
Kesegaran malam memabg tengah dirasakan oleh Adrian dalam guyuran shower menghantam setiap percikan air disetiap sudut tubuhnya.Tak mungkin bila rasa itu membuat ia terbayang sosok perempuan yang tiba-tiba datang memberikan rasa hangat ketika ia memeluknya dari belakang.
"Pria setampan dan seseksi kak Adrian tak bisa aku lepaskan begitu saja,aku tidak ingin berpisah denganmu kak!"Senyum hangat dalam guyuran dan senyuman manja mencium bahu kekarnya.
Dia hanya tersenyum dan menoleh serta mencium keningnya seraya menarik tangannya dan bersamdar penuh makna dalam rasa ini."Kamu memang perempuan yang telah membuatku terlena oleh setiap senyum dan perhatianmu sampai aku hanya bisa tersenyum dan merasakan nyaman itu bersamamu!"
"Oh ya,benarkah itu?"Kembali kalimat itu ia ulang .
Kembali Adrian tersenyum mengangguk dan memastikan itulah kebenarannya.Tak lama kemudian dia tersadar dalam lamunan dan bayangan yang sangat menggodanya.Senyum sayu dan malu dia rasakan begitu dalam sampai-sampai ia kembali mendogak dan merasakan semuanya kembali.
Setelah semuanya selesai,kembali Adrian mengunci pintu rumah Cinta.Memastikan semuanya aman dan segera pergi sambil melihat ponselnya untuk menghubungi Anton kekasih dari Vina seorang.Lama juga ga diangkat kemana dia?bergegas kembali menelpon dengan wajah heran.
"Ayooo dong Ton,,,diangkat gua butuh penjelasan dan gua juga akan kasih penjelasan sama eluuu!" lama sekali seperti ga digubris sama dia.
"Biasanya dia dimana ya?,coba gua hubungin Andra kali-kali dia tahu dimana dia berada!"Kembali menghubungi Andra yang tengah keluar dari kedai kopi dengan lelahnya menuju parkiran.
Getar banget disaku,siapa lagi yang ganggu gua malam-malam gini.Mengeluarkan ponsel dan melihat siapa yang ganggu saat tepat banget buat dirinya."Ooooh,ngapain bang Adrian telpon gua ya!"Mengangkatnya.
"Halllooo bang,tumben ada apa nelpon?kangen ma gua!"Asal aja kalau ngomong.
"Kangen,,,enggalah.Gua mau nannya sama elu,elu tahu ga biasanya Anton dimana?"
Tiba-tiba nama itu terlintas difikiran Andra,kaget pasti segera melakukan klarifikasi.
"Emangnya kenapa bang?mau mangkal sama dia ya!"
"Eeeh,,,ya ga lah.Gua mau mastiin dia dimana trus mau ngobrol serius ma dia.Tahu ga luuu?"
Mikir panjang,,,kadang kala dia menemukan Anton disebuah club malam dan menghabiskan malam larut bersama para wanita-wanita lain.
"Biasanya dia itu diclub malam seeh belakangan ini.Katanya menghabiskan waktu supaya tenang gitu!"
"Waduuuh berarti dia ada masalah besar ya!"Tanya Adrian kaget.
Bersandar santai masih didepan rumah Cinta dia menunggu kabar langsung darinya."Ya bolehlah.Beneran kamu mau bantu?aku tunggu deh didepan rumah Cinta ya.Nanti aku bisa langsung meluncur ke TKP ya!"Memberinya senyuman.
"Beres,ditunggu kabarnya bang!"Membalas dengan senyuman.
Walah ada kerjaan sampingan buat Andra,mau nolak ga enak.Aneh juga kenapa bang Adrian butuhin Anton,dia kan cowok ga bener.Terlintas fikirannya tentang sebuah perdebatan yang dilakukan oleh dua orang lelaki dan perempuan.Tahu gue pasti ada apa-apa neeh.Langsung menghubungi Anton.
Lama bener ya dia kok ga diangkat ya.Muter-muter kayak jarum jam dan bikin Aga pusing liatnya.Bukannya pulang malahan bikin sensasi gua samperin kali ya.
"Bang,ngapain muter-muter kayak nyari jarum diatas kertas aja.Udah pusing neeh liatnya!"Aga mendekati.
Kesel juga kedatangan manusia satu neeh,,,bantu kagak malah bikin pening kepala lagi."Eeehhh,Ga kamu tuh pulang deh ga usah deh nyamperin gua.Bosen liatnya!"
"Bareng ya,,,kan searah gimana?"Tawarnya sambil mengangkat keningnya.
"Eeemmm,,,berani berapa!"Sambil nantangin meonompangkan tangan dipinggul.
"Ga ikhlas ya udah,,,aku duluan!"Ngambek deh akhirnya sambil jalan terus tanpa berhenti.
Segera menarik tangannya dengan tepat dan cepat"Eiitsss,ngambek.Ya udah aku ajak deh jalan-jalan mau?"
Meringis lebar,bahagianya bisa jalan bareng cowok keren seperti dia."Heheheheh,mau dong.Jarang-jarang lho jalan sama abang.Heheheh!"Langsung mendekap bahunya.
Menghela nafas panjang lalu mengajaknya untuk mencari keberadaan Anton dipastikan berada disebuah tempat bisa terdeteksi oleh Andra.Ga nyusahin juga Aga ikut,jadi ada temennya.
"Emang kita mau kemana bang?"Heran sambil tengak-tengok udah jauh dari pantaun mata Aga.
"Nyari Anton,kamu tertarik sama dia?"Jawabnya tersenyum menoleh kebelakang.
"Haaaah,ngapain cari Anton.Dia kan kekasihnya kak Vani.Emang dia hilang?"Tanya Aga serius.
"Engga,pengen aja nyari.Kan dia orang paling susah dicari dan sekarang dia butuh kekasihnya.Tahu deh kenapa?"
"Ooooo,,,yayayaya."Sambil mengangguk pasti.
__ADS_1
Lama juga nungguin berita dari Andra,kenapa ga pulang aja nanti kalau dapat kabar baru deh meluncur kesana.Juga Vani lagi sedih semua karena kesalahanku,balik deh.Sembari menghidupkan mesin mobil dia kembali pulang kerumah.Anton dimana dia sekarang ya sama sekali ga ngasih kabar sama sekali dan susah lagi dihubungin.Setidaknya hatinya ada penggantinya.
Semakin bingung buat Vani dirinya tak bisa berkata lagi,kembali sedih bahkan bisa dikatakan tengah putus hatinya.Untung saja Cinta datang menghampirinya dikamar tentunya dengan pelan-pelan ia mencoba melihat keadaannya.
Tok,,,tok.,,tok,,,tok
"Kak Vani,,,udah tidur belum?"Sambil mengetuk pelan-pelan.
Sesaat dia tengah mematung,terkejut mendengar suara Cinta.Lho dia ga jadi pulang,beranjak berdiri mendekati pintu lalu membukanya."Lho kamu ga jadi pulang Cinta?"Tanya Vani kaget melihatnya masih memakai pakaian sekolah.
"Hehehehe,engga jadi.ya masak kak Vani sedih malahan kita tinggal ya aku omelin kak Adrian.Tega banget sama kekasihnya sendiri ditinggal,kan ga baik itu!"
Tersenyum geli,"Kamu tuh ya,perhatian banget sama aku.Mau tidur bareng aku ga,biarin bang adrian tidur sendirian dikamarnya."Tariknya masuk kedalam.
Cinta pun masuk kedalam serta mengamati setiap sudut ruang kamar yang ditempati oleh Vani.Cakep bener interiornya bikin betah disini,seharian pun ga kerasa kalau tempatnya senyaman ini."Nyaman bener kamar tidurnya kak!"Puji Cinta senyum-senyum sendiri.
"Sekarang kamu mandi dan ganti bajunya.Tuh dilemari itu pilih aja,kakak tungguin disini ya."Sambil duduk dibalkon deket jendela.
Mengangguk menuruti perintah Vani dia segera untuk merapikan dirinya.Kembali menoleh keluar dan melihat malam sepertinya semakin larut dan menyebabkan matanya kembali sepet untuk segera memejamkan mata.
"Kemana kamu mas,udah kangen aku sama kamu.Muncul dong mas!"Harapnya dengan batin yang membara penuh bimbang.
Masih sedih rasanya,tapi setelah Cinta ganti baju dan mendekati serta mendapati rasa sedih itu belum hilang dari pandangan Vani,ia berusaha menenangkan dirinya.
"Kak,jangan bersedih gitu.Ada masalah apa seeh sampai sedih kayak gini."Tanya Cinta semakin penasaran.
Sebuah kejutan muncul dari obrolan mereka berdua,tepatnya seorang pria tengah bersandar dipintu dan menjawab kesedihan diantara hati seorang Vani."Kangen sama mantannya itu!"Jawabnya sambil mendekati kedua sosok wanita tersebut.
Menoleh sambil membelalakkan matanya,Vani langsung kaku dan ga bisa bilang apa-apa.Ia ingat kalau ini masih rahasia dan belum bisa diungkap dengan cepat seperti harapannya.
"Masak?masih kangen mantannya.Seperti apa sewh mantannya pasti ga sebaik kak Andra ya!"Kalimat tersebut membuat Vani harus tegar dan yakin ini hanya sebuah pancingan buat Cinta agar tidak curiga masalah ini.
"Ga tahu.Harusnya dia bisa move on lho,nyatanya engga sampai sekarang lagi!"Tambah Adrian sok-sokan membuat sandiwara.
Hati Vani berkecamuk kejam,bisa-bisa abang bilang seperti itu.Apa dia ga ingat kalau idenya memang sangat beresiko tinggi terhadap hubungannya sama Anton.Sampai aku harus mengorbankan segalanya.
"Ga tahu,aku masih aja inget dia!"Jawabnya sok tegar.
Malahan ini adalah kesempatan buat Adrian untuk memberikan sebuah bukti kalau dirinya sama sekali tidak sakit hato soal mantannya,sampai dia memeluk erat dari belakang dan menyandarkan dagunya di pundak Vani.Alangkah kagetnya Cinta sampai salah tingkah,tapi tidak dengan Vani.Ia ingin menjaga sikapnya tetapi sama sekali tak bisa bergerak sampai ia berbisik.
"Jangan mencari kesempatan bang.Aku lempar abang kelantai bawah ya!"
"Opsss,jangan jahat-jahat.Nanti ketahuan!"Pintanya membalas dengan bisikan.
"Kaaak,pada bisikin apa seeh.Kita mau tidur biar esok aku bisa bangun pagi dan sekolah.Truuus mana baju seragamku?"Tagihnya meminta.
"Iya sebentar kakak ambilin ya."Melepaskan pelukannya dan melewatkan masa indahnya sesingkat itu.
Huuuh lega juga,kenapa juga pake acara peluk-peluk segala.Pengen banget ya abang meluk aku seperti itu bikin perhitungan nanti kalu ga ada Cinta.Masak ya besok seeh,langsung aja dia pamitan untuk tidur duluan.
"Cinta,kakak tidur duluan ya.Capek banget rasanya!"Menampakkan rasa pegal-pegal.
"Iya deh kak.Istirahat dulu deh,aku nungguin kak Adrian dateng kesini,heheheheh!"Meringis kearahnya.
Okelah saatnya aku istirahat,males liat bang Adrian yang sok-sokan perhatian sama aku.Biarin sekarang dia maen sama Cinta.Ga perduli aku!
Ya mau apalagi selain merebahkan hatinya dengan kesal saar melihat semuanya perlahan sirna tanpa bekas.Diruang tengah Adrian memang tengah galau bahkan hal itu membuat Cinta banyak pertanyaan muncul dalam hatinya untuk sekedar memastikan.
"Kak,kayaknya aku lihat kakak kok bingung gitu?ada apa ya,kalau boleh tahu seeh!"Meringis mendekatinya.
Tersenyum lalu menjawabnya seakan menatap teduh hatinya"Ga ada pa-pa Cintaku sayang.Kakak biasalah orang lagi banyak fikiran."Gemesnya sambil mendekap pipinya.
"Ya kasih deh dikit gitu biar aku ngerti.Siapa tahu bisa bantu!"Mencoba untuk menelisik lagi.
"Ga usah.Kamu tuh fokus sekolah dan senang-senang dulu.Nanti akan ada waktunya kamu menghadapi masalah yang benar-benar menguji fikiran dan tenaga kamu.Tuh liat jam berapa!"Sambil mengalihkan perhatian kearah jam dinding.
Ya noleh juga Cinta,,,mengernyitkan kening dan berkata"Hehehhehe,udah malam.Aku tidur dulu ya kak.Takut besok kesiangan!"Meringis tajam dan segera berlalu dari hadapan Adrian.
"Oke selamat malam,mimpi indah.Dan tolong jagain Vani ya."Adrian berpesan.
"Siap,bye kak.Selamat malam juga!"Terpaksa deh Cinta bergegas naik lagi dan segera tidur.
__ADS_1
Berbalik dan berharap akan ada titik terang dari berita yang tengah dicari oleh Andra.Aga pun setia menjadi bagian terbaiknya untuk menemaninya,entahlah antara sayang atau sekedar suka saja.