
Lalu Adrian pun ingat untuk mengabari Vani yang berada dirumah milik.kekasih boongannya.Yaaa
mau gimana lagi ini sangat sulit kalau harus doungkap secara baik-baik tapi inilah sebuah pesan yang akan dia kirim.
"Bentar ya aku kabarin kekasihku dulu supaya dia segera menyiapkan semuanya!"Mengambil ponselnya,Cinta pun mengangguk pasti.
"Van,,ntar ada kardus disamping buffet itu kamu keluarin semua,kamu pajang biar tahu Cinta kalau kita beneran jadian ya.Nanti biar ga curiga kalau aku cuman sekedar boongan sama kamu lewat kata-kata saja.Makasih ya,pajang sesukamu dimana gitu ya.Makasih sayang Love You So Much,muuuuaach!"Lalu dia mengirim pesan itu keponsel Vani.
Saat itulah terkirim dan masuk Tuiiiiiing,tapi masih berfikir panjang buat Vani untuk membuat keadaan rumahnya menjadi hangat dan yakin kalau ini hanya sandiwara dan drama keren buatannya.Aku ga boleh lengah dengan keadaan ini.
"Apaan seeh,,,ganggu melulu neeh hape!"Bingung pun dirasakan olehnya saat membuka pesan masuknya."Haaaaah,,apaan neeh?"Kaget bukan kepalang.
Kaget versi kedua merupakan sebuah kejutan membingungkan dan tak habis fikir untuk busa ia baca dan laksanakan."Astaga sok banget dia,udah berani sayang-sayangan Love You So Much lagi.Geliiii banget!"
Setelah membaca pesan masuknya,,,ia kembali berfikir rumah segede ini kenapa cuman ditinggalin satu orang saja.Ga ada pembantu lagi,sepinya bikin ngiluuuuu.Oooooh iya tadi bang Adrian pesen kalau disamping buffet ada kardus.Apaan ya isinya,mencari keberadaan buffetnya lalu menemukan dengan ide cemerlangnya.
"Naaaah,,,disini ternyata rupanya.Sembunyi tanpa bilang-bilang gini deh bikin penasaran apa seeh isinya?"Bergegas mendekati dan jongkok untuk membukanya.Alangkah terkejutnya ia melihat banyak foto-foto mesrah dirinya dan Adrian.
"HAAAAAAAAH,,,,,AAPAA INI FOTOKU SAMA BANG ADRIAN?"Gila juga dia,pake drama yang dibuat sama dia,sampai-sampai foto aja dirubah sedemikian rupa.Bolak-balik diliatin dengan seksama kok mirip banget ga ada celah kalau ini editan seeh.
"Lhoooooo,,,ini kan tadi fotonya pas aku sama bang Adrian ngobrol diatas kok bisa ada disini,kilat banget.Kok bisa seeh apa pada main sihir ya bang Adrian.Fotoku yang tadi juga udah dicetak ya,,,,siapa yang foto tadi ya?"Tengak-tengok lagi,astaga emang ya kalau udah niat gini deh jadinya,keseeeel banget.
Senyum hangat Adrian pun memberikan sebuah kode buat keduanya untuk segera pergi dari hadapan mereka.Dengan wajah teduh diapun berpamitan kepada sahabat dan teman baik Cinta yang lain."Bye,,,lain kali kalian aku ajak ya.Aku masih ada hal yang harus kita kerjakan."
Cinta lalu ikutan berpamitan sama mereka semua,beranjak mendekati Adrian lalu duduk dibelakang dan berboncengan dengannya."Aku pergi dulu ya,,byeeee!"
"Ingat helmnya,jangan lupa.Nanti ada yang cemburu karena ada yang aku abaikan lho!"Memberikan helm untuk Cinta seraya menatap dengan senyuman manis kepada Dennis.
Ternyata Tia pandai juga menjadi seorang penggoda dan telah merasuki pikirannya Dennis disaat seseorang paling special tengah berada ditangan orang lain."Ingaaat kak.Jangan marah,nanti ada yang lebih menggoda lagi!"Bisiknya sambil mendekati dengan senyuman hangatnya.
Yosha yang melihatnya sunggug ga bia berkata hanya menoleh dan menjewernya dengan cepat.
"Jangan nganggu singa yang lagi tidur.Entar kamu ditelen mentah-mentah sama dia!"Bisiknya pula.
"Aduuuuuhhhhhh,,,,,sakit kak Yosha ini lho bikin emosi aja dari tadi!"Melepaskan mantranya dan mulai berdebat dengan Yosha.
"Mangkanya jangan banyak omong deh!"Sambil senyum-senyum kearahnya.
Kemudian mereka pergi dan buat Adrian adalah memainkan kedipan mata dan senyum kemenangan tengah dibuatnya kepada Dennis.Entah mengapa dia hanya terdiam dan ga bisa berkata apa-apa bahkan hanya diam melihat kepergian Cinta bersama orang yang rasanya baru dikenalnya.Tentunya itu juga yang dirasakan oleh Yosha sampai dia mendekati seraya menepuk pundaknya dan berkata lagi padanya.
"Sabar aja,,kamu masih ingat sama omongannya tadi kan."Kata Yosha berpesan.
"Omongan apa?"Tanya Dennis bingung.
"Udahlah jangan difikirkan nanti juga akhirnya ketemu,,cuman waktu dan tempat yang berbeda."Jawabnya yakin.
Kedua sahabat yang tengah tertinggal itu masih dalam menanti kesiapan mereka untuk bisa mengajaknya pulang.
"Kak,jadi ngajak kita pulang bareng ataaauuuu!"Tiba-tiba Tia bertanya seperti itu.
Menoleh seketika Yosha dan menepuk keningnya,,,lupa kalau ada tanggung jawab yang belum dilaksanakannya."Astagaaaa.Lupa gue,jadi Nis kamu nganter mereka berdua."Tanya Yosha dibalas pandangan kaku dan penuh amarah muncul seketika.
"Eeehhh maap,,,lupa Den bagus,mau nganterin mereka berdua ga?atau masak ya aku yang bawa depan belakang.Dikiranya aku rakus lagi sama mereka!"Sambil senyum-senyum mengangkat tangan seakan ingin kabur aja.
"Hiiiihhhh,kak Yosha.Emangnya kita ini apaan seeh mau diangkut bareng-bareng?"Anna kembali kesal oleh untaian kalimatnya.
"Iya neeeh.Iya kalau aku cuman sendiri jadi kak Yosha ga repot-repot jemput lagi,hehehehe!"
"Engga deh,ntar dijalan elu malah minta aneh-aneh lagi.Emang gue bisa nurutin kamu!"Tunjuk Yosha kearah Tia.
"Kali-kali kak.Kalau mau!"
"Ya udah ayo kalian aku anter,biarin tuh Yosha ngelamun dijalan biar masuk got ntar,heheheheh!"Ujarnya mengajak mereka masuk mobil.
"Wooooiiii,kejam.Mentang-mentang bawa cewek dua,langsung cus aja!"Geleng-geleng kepala ngeliat mereka masuk kedalam mobil.
Tia dan Anna pun pamitan sama Yosha yang hanya melihat mereka bahagia diatas kesendirian mereka."Kak kita balik ya.Inget hati-hati jangan masuk got!"Pesan Anna geli.
"Iya sampe rumah call me ya.Kalau kakak ga kemana-mana biar aku ga khawatir kakak masuk got!"Tambah Tia ketawa geli.
"Oooooh dasar kalian berdua,,,besok ketemu aku lipet digudang belakang biar awet!"Kesal juga sambil ngegas.
"Byeeee Yosh.Hati-hati dijalan!"Ucap Dennis menjalankan mobilnya dan mengantar mereka berdua pulang kerumah.
"Daaaaa,,,enak banget deh!"Yosha pun kembali menaiki motornya dan melaju pergi pulang kerumah.
Dari jauh pun masih ada rasa kesal yang melekat didada dua cewek pesohor sekolah.Bukannya terkenal malahan kayak gini ga diperhatiin sama idola,sambil kesal dan memandangi mereka yang telah lenyap dalam pandangan jauhnya mereka berkata.
"Memang beruntung kalian.Nanti akan ada yang lebih seru dalam permaian ini."Kata Alessa sambil memukul stir kemudi.
"Iya tinggu aja.Balasan kita berdua,,pasti pada malu deh kalau kena jebakan kita!"Meringis senang menunggu waktu yang tepat.
__ADS_1
"Ayo jalan Sa,bosen gue disini."
"Sama!"Jawab Alessa singkat.
Diperjalanan masih pun Adrian penasaran dengan sebutan Idol,apakah itu memang untuk.orang-orang yang palinh tersohor disekolah atau hanya pujian yang selalu dilontarkan oleh penggemarnya terhadap salah satu orang menurut mereka saja,sembari tertawa geli ia pun bertanya.
"Cinta,,,aku mau nanya dong boleh?"Suara itu membuat Cinta mendekap dan agak dekat dengan Adrian.
"Boleh kak,,tapi kalau aku yang sandaran sambil dekap lebih dekat juga boleh ga?"Tanya Cinta balik.
"Boleh aja,,,asal jangan kegenitan.Ntar ada tang cemburu lagi bahaya itu!"Candanya geli.
"Hehehehehe iya kak.Aku akan jaga sikap kok nanti!"Jawabnya yakin.
"Makasih ya!"Sambil menoleh kearahnya.
"Kaaak,,,liat jalan ntar jatuh lho."Cinta memperingatkan.
"Oooohhh iya ya,ga seindah jatuh Cinta sama yang aku bonceng ini,hahahaha!"
"Kakak ah,,,becanda mulu.Jadi nyaman deh!"
"Aissssstttt,,,,bahaya ini."
"Naaah kan lupa,,,tadi mau nanya apa?"Sambil mengumbar senyum.
"Ooooh iya sampe Cinta melupakan segalanya!"
Kesel juga lama-lama kalau kayak gini,malahan obrolan yang aneh-aneh muncul lagi.Ga bisa dibilangin lagi.
"Kakak mau tanya beneran Dennis tuh idol sekolah kalian,hebat juga dia ya?"Heran juga ngelihatnya.
"Iya seeh kak,,kak Dennis tuh awalnya jadi ketua OSIS,,trus lanjut ngerangkap jadi ketua basket.Dan sekarang beralih menjadi ahli buku filosofi gitu.Pokoknya kalau ada acara besar disekolah dialah dalang sesungguhnya!"Jawabnya yakin.
"Hebat juga dia,,,masih muda berprestasi.Kayaknya aku harus pendekatan sama dia!"Jawab Adrian semangat.
"Haaaah,,,,,pendekatan?maksudnya suka gitu sama kak Dennis.Waduuuh ga waras neeh kak Adrian!"Sambil mukul bahunya.
"Adooohhhh,,,bukan gitu maksudnya.Maksudnya kalau dia berprestasi pasti aku akan bantu dia dengan banyak program nantinya dia punya passion apa dibidangnya jadi kan ga kebuang sia-sia!"Jelasnya lagi.
"Oooooh seperti itu ya!"
"Yang mana Tia apa Anna?"Memberikan opsi pilihan.
"Bukaan,,yang pria itu sama Dennis.Aga kocak itu!"Lagi menjelaskan.
"Oooooh itu,heheheheh.Kak Yosha,heran dia juga terkenal tapi kalau dibilang seeh ya masih populer kak Dennis dibanding dia.Tapi dia punya kelebihan yaitu bikin konten creator.Dan dia juga selalu berhasil dalam beberapa pertandingan basket juga.Tapi malahan dia gantung sepatu jadi tukang kreator,,lebih menghasilkan hehehehe!"
"Keren-keren juga ya temenmu.Kayaknya aku tertarik deh sama mereka yang punya prestasi gitu!"Jawabnya berharap.
"Kalau kakak apa seeh kerjanya kan aku belum tahu hihihihihi!"Sambil meringis geli.
"Oooooh,aku.Biasalah punya management artis.Percaya kamu?"Tanya Adrian berbalik nanya.
"Ya percaya ga percaya seeh,tapi kan ga tahu aslinya bener.Yaaa masih mikir bener apa engga!"
Ujarnya lagi.
"Ya udah ntar kalau udah sampai rumah kakak,pasti akan kakak kasih tahu semuanya ya!"
"Siaaap kakkkkk!"Jawabnya sambil mengacungkan jempolnya.
Dalam perjalanan memang cukup indah ketika dilewati bersama berdua lagi.Senang juga rasa tengah dialami oleh Cinta begitu dalam begitu indah.Meskipun ini hanya sebuah cerita terbawa oleh Adrian menuju sebuah tempat terindah yaitu rumah mewah dimana hanya dia sendiri tinggal disana.
Kacau deh kalau kayak gini,bingung juga kalau harus dibayangkan.Apa mereka sudah deket atau masih jauh ya.Pusing bikin apa ini?dengan kekuatan yang dimiliki serta ponsel dengan channel Youtube menuju salah satu chef andalannya dalam membuat menu siang ini semakin berantakan,muka blepotan,berserakan dimana-mana hingga frustasi sama hal ini.
"Haduuuh kok bisa hidupku kayak gini.Demi sebuah misi akupun harus bersikap seperti ini!"Hampir aja menyesal dan mundur.
Kembali sadar kalau semuanya ada waktu indahnya,,,tapi kapan."Lemes deh kalau kayak gini!ga selesai-selesai lagi."Sambil pantengin video ampe muter-muter kepala hingga balik lagi dan selesai dua hal.
"Mana lagi yang belum!"Berbalik badan.
"Haaaaaaaahhhhhhh,,,berantakan banget ini!"
Bingung deh mau beres dari mana ya?aaah biarin deh dimulai dari bisa dulu yuuuuukkkzzz.Kesibukan Vani memang tengah diuji oleh beberapa makanan dan minuman yang sengaja ia buat dengan kreasinya sendiri.Kedatangan tamu memang tidak biasa buatnya mendapatkan apa yang lebih mengejutkan sama sekali mengejutkan hati.
"Sedikit demi sedikit harus bisa selesai sebelum mereka datang dan bengong liat kegilaanku dalam membuat kapal pecah disini."
Perjalanan siang ini memberikan banyak senyuman dan kesenangan yang dimiliki oleh Cinta saat benar-benar nyaman merasakan hawa segar saat menatap Adrian.Hingga sampai akhirnya keduanya datang diwaktu belum dipastikan akan membuat mereka berdua benar-benar merasakan special yang luar biasa.
"Kita sudah sampai dirumahku,selamat datang ya!"Sambil turun dari motor dan melepas helemnya gantian menatapnya.
__ADS_1
"Keren juga rumahnya kak Adrian,mantap gila."Jawabnya kagum.
"Hahahahaha,,,ya udah ayo masuk.Ada yang nungguin didalam."Ajaknya masuk.
"Ooooh ya.Penasaran deh!"Bergegas masuk kedalam seraya membukakan pintu untuknya.
Langkah keduanya cukup santai dan pandangan demi pandangan disetiap sudut membuatnya kagum akan siapa yang menata dan membuat suasana menjadi lebih indah untuk dikomentari.
"Keren juga lho rumah kakak.Walau tinggal sendiri tetep menjaga keindahannya,salut deh!"Menggandeng Adrian tanpa sengaja.
Dari dapur ia mendengar suara orang datang,,,rasanya itu bang Adrian sama kekasihnya deh dateng.Eeeh terhenti,,,kekasihnya kan gua sekarang hampir aja lupa sambil mukul keningnya.
Untung inget,,ya udah deh aku sapa aja mereka kedepan dan melihat seperti apa adiknya bang Adrian yang beranjak udah gede.
"Haiiiii,,,,udah dateng."Sapa hangat,,,berhubung canggung banget mau meluk Adrian,Vani pun melakukan manuver kearah Cinta.
Apalagi saat itu Adrian sudah mengangkat tangannya agar bisa memeluk kekasihnya yaiti Vani,,garing deh jadinya kalau kayak gitu.
"Lhoooo kok ga aku yang dipeluk?"Tanya Adrian heran.
"Ngapain,,,,kan sering ketemu bang!"Jawab Vani berseloroh sambil senang bahagia.
"Oooooh gitu ya.Kan aku kangen sama kamu seharian tahu."Tariknya dan kejadian pelukan pertama membuat kejutan yang hakiki soal hubungan mereka menjadi semakin hidup.
"Haaaaahhhhh!"Hanya itu kalimat yang dituangkan oleh Vani.Pelukan itu semakin erat,sebuah bisikan menggelitik telinganya.
"Kamu jangan kaku sama aku dihadapannya Cinta,oke!"Pintanya berbisik.
Sambil menahan sakit hati ia memejamkan mata sambil mengangguk."Naaah gitu dong.Kan enak bisa kita saling melepas lelah!"Jawab Adrian melwpaskan pelukannya.
"Haiiii,kak aku Cinta.Adiknya seeh katanya kak Adrian!"Kata Cinta mengulurkan tangan.
"Aku Vani,,teman dekatnya bang Adrian!"Lanjutnya sambil senyum-senyum geli.
Seketika Adrian merangkulnya dan menjawab bahwa itu hanya trik khusus darinya.
"Aaah boong,,,,dia selalu lupa kalau kita udah pacaran.Dulu sempet jadi sahabat kok!"
Dalam hatinya Vani pun bergejolak layaknya naga yang siap mengajar siapapun itu pembual ala abal-abal."Kurang ajar bang Adrain mencari kesempatan dalam kesempitanku.Ntar kalau udah beres pasti aku beresin semuanya.
Salah tingkah juga kalau liat Adrian seperti itu pengen juga gemees nabok sampai dia kesakitan dan menyadari kalau ini bukan mimpi semata tetapi khayalan yang tengah dimanipulatif olehnya.
"Kalian cocok juga,,,aku harap bisa langgeng dan menikah! yang satu cinta mati,satunya ogah untuk mati bareng heheheh"Tandas Cinta membuat lelucon lucu.
"Iya ,,,biarin dia duluan yang mati,aku masih pengen menikmati hidup heheheheh!"Sambil nyubit pinggulny Adrian.
"Adddduuuuh,,,kumat lagi.Awas kamu ya!"Sorot matanya mengarah ke Vani.
"Udah siap semuanya sayang?aku laper banget neeh!"Tanya Adrian memainkan kedua alisnya.
"Tenang aja,,sudah siap kok.Aku kebelakang dulu ya menyiapkan semuanya!"Vani pun bergegas untuk menyiapkan semuanya.
"Kak,boleh aku bantuin ga?"Tanya Cinta menawarkan diri.
"Ga usah,,,dia bisa sendiri.Sini aja kita liat-liat dulu gitu."Meraih tangan Cinta.
"Kaak,,ga baik gitu sama calon kakak ipar.Kam aku sudah kakak anggap sebagai adik,jadi sewajarnya aku membantunya ya kan!"Memberikan senyuman teduh.
Hatinya berbicara dalam batin.
"Seandainya kamu tahu kalau ini hanya sebuah rekayasa yang aku buat.Supaya aku tahu tidak mendekatimu sebelum tante mu datang dan ini akan menjadi pilihanku mendapatkan siapa yang aku anggap baik dalam hidupku!"
Setelah menatapnya,Adrian pun ga bisa menahan Cinta untuk bisa membantu Vani yang dianggap sebagai kakak iparnya.Senyum kembali ia tuangkan untuk setiap keadaan ini.Mungkin saat ini merela berada dalam satu meja makan saling melempar pertanyaan dan candaan.Obrolan hangat memang dirasakan sebagai aura baik dan kebahagiaan tengah menyapa mereka.
"Makanan enak ga?"Tanya Vani memberikan pertanyaan pas untuk ini.
Sembari mengangguk dan menjawabnya."Enak juga kak.Waaah saingan ini masakannya sama aku,hehehehe!"Candanya geli.
"Emang kamu bisa masak juga?"Vani kaget.
"Iya dia bisa kemarin aja aku sarapan dibuatin sama dia.Trus makan malam lagi."Sahut Adrian melengkapi.
"Jadi enak dong,,,lain kali kita kolaborasi ya.Dan penilaiannya sama tuh bang Adrian."Kata Vani sambil mengarahkan pandangan ke Adrian.
"Boleh juga,yang penting adil aja.Ga mihak siapa-siapa ya kak Adrian."Serunya menatap dengan senyuman.
Tercegat oleh kalimat terlontar oleh Cinta membuat kelagepan dan kadanga hanya senyum saja saat melirik Vani.
Meskipun tidak terlalu lama berada dirumah Adrian,tapi ia cukup senang berada ditengah-tengah dua hal baik menyertai hidupnya saat ini.Ia mengerti dah tahu seperti apa hubungan yang tengah dijalani oleh mereka berdua.Menjadi lebih baik dan semakin membuatnya tahu bahwa Adrian memang seorang penjaga hati penuh tanggung jawab.
Semakin kesini banyak juga ketika Cinta mengulas kisah cinta mereka,walau ga pernah kompak itu adalah sebuah cerita lucu yang memang harus ia dapatkan.Sama sekali belum curiga dengan siapa dia bermain cinta-cintaan tapi itu sungguh membuatnya berbeda.
__ADS_1