Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 4 Luna berbagi cerita bersama Adrian.


__ADS_3

Seperti yang dibanyangkan bahwa keduanya adalah pasangan kisah cinta tanpa batas,Luna dengan jelas mengurai sebuah fakta yang mungkin hanya bisa dipandang trenyuh oleh Adrian.Dia sama sekali tidak menyadari hal tersebut dalam pelik hubungannya.Sejak lama perselingkuhannya sudah terjalin sejak kehadiran sosok pengganggu dalam rumah tangga mereka.Semua pada waktu yang berbeda,aku mencintai Alea malahan dia mencintai yang lain.Dan ketika kesetiaan itu tengah menemani Luna malahan suaminya bermain cinta dengan orang lain.


"Kamu tahu ga kalau aku sebenarnya cukup lama menahan ini semua Ryan.Ga tahu harus bilang apa semua itu terjadi hanya karena saling memuji dan sekarang pujian itu adalah permainan dari perselingkuhan itu!"Ujarnya tak henti-hentinya mengalirkan kesedihan saat menatap Adrian.


"Kenapa kamu baru sekarang cerita sama aku,aku akan selalu ada buat kamu.Tapi seperti ini yang kamu rasakan.Kamu kuat menghadapi ini semua?"Sembari menyentuh tangan Luna.


"Awal memang aku kuat dan masih bisa bertemu dengan suamiku,dia masih perduli denganku.Tapi saat ini waktu sudah menjadi mainan yang buruk untukku.Berjuang sendiri dan hanya bisa melihat kebahagiaan yang sekarang malah membuatku semakin pedih Yan!"Seraya mengusap pipinya yang tak henti-hentinya menitikan air mata.


"Tenang-tenang luna,,,jangan terlalu terbawa kesedihan.Ingat kamu punya kesibukan yang indah,jangan kamu terlalu berlarut dalam setiap apa yang kamu rasakan,masih banyak kehidupan yang indah datang menemuimu walau butuh waktu lama"Sambil menyentuh bahunya.


"Salah satunya kamu Ryan.Makasih ya kamu datang dan memberikan semangat dan kekuatan buatku!"


"Apa dia sering pulang kerumah?"Tanya Adrian lagi.


Ia hanya menggelengkan kepala,pertanda sama sekali tak ada lagi perhatian tulus mendekatinya saat ini."Aku selalu sendiri dan menunggu dia datang untuk memelukku seperti dulu.Memberikan kehangatan tanpa sedikitpun memberikan rasa sakit.Sekarang sudah berbeda,aku sama sekali tidak mengenalnya lagi siapa suamiku!"


"Oke aku akan bantu kamu untuk menyelesaikan,masalahmu ini.Aku juga akan pertanyakan ini kepada suamimu,supaya semuanya jelas dan yakin kalau kamu memang sayang sama dia ya."Kembali membuat hatinya pulih tanpa ada rasa tertinggal.


"Trus gimana sama kamu,apa kamu akan menikah dengan Alea?"Tanya Luna memberikan senyuman.


Dia tersungging dan menjawabnya.


"Sudaah jangan tanyakan itu.Aku ingin masalah kamu segera selesai dan kita bisa melihat kamu bahagia kembali bersama suamimu ya.Jangan berfikir berat soal itu semua."


"Memang kenapa?ada apa sama Alea?"Mengernyitkan kening ia kembali diambang sebuah masalah sama dengan Ryan.


"Kita belum bisa ketemu lagi,kita masih instropeksi diri dan sikapnya memang sedikit berubah dan itu membuatku ingin hubungan kita ini jangan jalan dulu,aku ga pengen ada yang tersakiti diantara kita!"


"Kenapa juga kamu sama Alea.Aku tahu Alea itu baik,tapi memang ada yang membuatnya seperti itu mungkin?"


"Ya mungkin saja,apa yang dia inginkan saat ini sama sekali tidak dia harapkan dari aku.Bahkan aku memintanya untuk fokus pada kehidupannya dan aku juga sama!"


"Trus kamu menemukan apa?"


"Seorang cewek yang lucu,menggemaskan dan kadang membuatku semakin nyaman?"


Luna pun berspekulasi cepat."Apa itu aku?"Diakhiri dengan tawa gelinya.


"Hahahahahaha,apa mungkin itu?aku belum menemukan yang seperti itu dalam dirimu.Ngaco banget deh kamu!"Candanya makin gila.


"Ehehhhmmmm,kamu tuh ya!"Nampol bahunya Ryan dengan keras.Kesal juga dia ga mau mengatakan hal tersebut.


"Seorang cewek?apa dia masih sekolah!"Kembali wajah terkejut melihat apa yang digambarkan oleh Ryan.


Ia mengangguk dan ketawa geli pula.


"Haaahhh,Adrian.Kamu udah ganti tipe wanita kearah cewek?emangnya kamu sanggup?kamu siap dengan pertentangan yang akan dilakukan oleh Alea?apa dia akan marah besar melihat kamu menjadi bagiannya dan melupakan siapa Alea lho!"


Sambil menatap Luna dia pun meneguk minuman hangat yang perlahan dingin oleh hembusan angin sepoi-sepoi ini."Setidaknya aku akan menjaga dia selama tantenya pergi dan menjadi malaikat baik untuknya!"


"Astaga kamu beneran sama anak SMA?jangan deh mending kamu perbaiki aja hubunganmu sama Alea.Aku tahu ada kecocokan yang akan bertemu denganmu nanti!"


Kembali tersenyum melihat reaksi Luna yang terlihat tidak suka atas kedekatannya dengan anak SMA tersebut,atau mungkin hanya memanfaatkan dan akhirnya tinggal cerita diantara keduanya.


"Kamu sebenarnya tidak tahu seperti apa Alea,dia bermain dibelakangmu saat ini Lun,,kamu akan tahu lambat laun seperti apa wanita yang kamy anggap teman baik itu menjadi jahat terhadapmu!"Batinnya sambil memberikan senyuma khasnya.


"Lhooon,kok malah diem.Gimana?"


Sadar pula mendengar pertanyaan Luna.


"Maksudnya?"Kembali bertanya.


"Akuuu,,,Ryan.Trus kamu akan bertindak seperti apa sama dia?jangan pernah sakiti dia ya!mungkin ada salah dari aku dan itu sama sekali tidak aku ketahui dari dia.Dan sekarang berakibat seperti ini!"Malahan pembelaan untuk suaminya adalah prioritas utamanya.


"Heiiii,,,kamu ga salah.Cuman dia aja yang suka bermain dibelakangmu.Kamu harus tahu akan ada aku yang selalu menemanimu.Menjagamu dan membuatmu ketawa mungkin?"Sambil bergaya alay.


"Hahhahahahah,bisa juga ya kayak gitu?"


"Tapi emang benar ga?suamimu sudah ga pernah pulang bahkan dia sama sekali.ga perduli lagi?"Kembali Adrian memastikan keaadaan ini.


"Sama sekali dia sudah ga perduli sama aku.Kenapa dia bersikap seperti itu!"


Sebuah kejutan datang dari Suaminya bernama Reyhan,dia tiba-tiba mengejutkan mereka berdua disaat tengah berada dalam obrolan.Dengan wajah tenang ia menemui suaminya serta saling menyapa hangat kepada teman baiknya.


"Heiiii,,, Adrian sudah lama disini!"Sapanya bergegas menemuinya.


Menoleh terkejut pula akan kehadirannya.Dia tersungging melihat kedatangan suami Luna,tunggu saja aku akan membuat sebuah drama untukmu Rey."Ya cukup lama lah!"Jawabnya beranjak berdiri dan keduanya saling berpelukan.


"Tambah keren aja kamu."Sambil melepas pelukan,lalu kembali berujar."Udah ngobrol apa aja sama Luna?"Merangkul dan perlahan memukul perutnya.


"Weeiihhh rahasia dong.Itu adalaha rahasia kita ya kan Lun!"Menimpali Luna dengan balasan senyuman ia mengangguk.


"Tumben kelihatan kamu?"Tanya Adrian.


"Aku cuman mau ngambil berkas yang aku simpan kemarin.Ohhh ya Luna!"


Ia hanya menjawab sekedarnya.


"Iya!"


"Aku akan keluar kota selama dua minggu.Ada urusan dilabuhan bajo,ya ada klien yang tertarik untuk bergabung bisnis disana,kamu ga pa-pa kan!"


"Kok mendadak?"Respon Luna penasaran.


"Bisnisku ini kalau ga mendadak dan mengejutkan,ga bakalan aku ambil.Ini proyek besar."


Mendekati dan ingin memeluknya,tapi enggan sekali saat melihat Adrian senyum-senyum geli.


"Adrian kenapa kamu kok gitu,ada yang aneh sama aku?"Tanya Luna kesal.


"Ga,,,ga ada.Semuanya aman terkendalai kok kalau ada aku Rey!"Berbalik dan membuat suasana semakin bingung buat Reyhan.


"Aman terkendali,"Berfikir keras lalu ingat.


"Ooohhh iya.Maaf,aku jadi ngerepotin kamu,aku minta tolong jaga Luna ya.Jangan diapa-apain,kalau kamu mau nginep sini ga pa-pa juga.Kamar juga banyak,ya ga Lun.Biar kalian ga sama-sama kesepian!"Pintanya kearah keduanya.


"Kayaknya engga deh.Aku ada acara lain lho!"Elaknya ga enak.

__ADS_1


Sambil bersedekap menatap Adrian"Kamu ada sesuatu ya yang harus kamu kerjakan sampai harus meninggalkan sahabatmu sendiri disini.Ayolah kamu adalah teman terbaik Luna.Aku juga kan?"Candanya berbisik.


"Ya kalau aku sempat datang kesini.Tapi ga janji!"


"Yaaaah,,,ga asyik banget seeh loe!"Masih saja mepetin Adrian.


"Ya ga pa-pa jangan dipaksa dong mas,dia kan punya kehidupan sendiri.Jadi ya terserah dia!"Bela Luna.


"Terserah kalian deh,aku segera berangkat ya!"Mendekati Luna serta memberikan kecupan hangat dikening serta berkata hangat.Menoleh sambil menyentuh bahu Adrian.


"Aku pesen kamu jaga dia,,ntar gua kasih hadiah.Gimana seru ga?"


Menoleh dengan senyum berharap"Hadiah model apa ini?"


"Ya surpriser lah buat kalian."Beranjak masuk kedalam kamarnya.


"Ryan,,aku bantuin Reyhan dulu ya.Nanti aku balik lagi.Kita lanjutin ngobrol kita!"


Menghela nafas dan memberi senyum pasti.


"Iya kamu bantuin dia.Nanti kan bisa ngobrol lagi!"Jawabnya mengamati langkah Luna dengan senyum manisnya untuk menemui suaminya.


Sampai dikamar dia mendapati beberapa berkasnya dan menata kedalam tas kerja,melihat Luna datang menemuinya dia cukup senang melihat istrinya masih perhatian kepadanya.


"Kamu mau ngapain?"tanya Rey bingung.


"Bantuin kamu mas,aku tatain pakaian mana yang kamu akan pake biar aku bisa masukin kedalam tas!"


"Ooooh iya,,sebentar!"Sambil bergegas mencari pakaian khsususnya untuk kegiatan disana.


Mendapati beberapa baju dan celana sudah ditata diranjang,Luna dengan hati-hati menata pakaiannya secara rapi dan kembali bertanya sesuatu kepadanya.


"Ada lagi yang harus aku bantuin?"


Kembali dia berfikir serius untuk mencari lagi tapi,sepertinya ga ada lagi yang harus dikemas dengan rapi"Ga ada,makasih ya!"Mendekati serta memeluk juga mencium keningnya.


"Kamu hati-hati disana,jangan macam-macam.Aku ga suka kalau kamu macam-mcam disana,bisa-bisa aku laporin sama Adrian!"Ujarnya mengancam.


Ia tertawa lepas menjawabnya"Hahahaha kenapa juga kamu melibatin Adrian.Kasihan dia banyak kerjaan yang harus dia selesaikan.Sekarang yang penting kamu percaya sama aku.Kita bisa kembali seperti dulu lagi ya!"Mengecup kembali keningnya.


Malahan dia kembali manja sambil memeluk erat dan tak ingin melepaskannya."Lhooon kok malah kayak gini.Kamu jangan manja gitu dong kalau aku tinggal.Malu sama foto itu?"Sambil ketawa lepas nunjukin foto wedding mereka.


Menoleh dan kembali tersenyum serta menyubit perut sixpack suaminya.


"Kamu tuh ya.Bisa aja kalau ngomong."


"Aduuuh,,,,sakit banget cubitanmu.Ntar kalau memar gimana?"kesakitan sambil menatap wajah istrinya.


"Kamu harus jaga baik-baik pesanku ya.Jangan macam-macam!"


"Iyaaaa.Pasti!"Jawabnya lepas.


Perpisahan itu pun dilihat oleh Adrian dengan sebuah pelukan dan saling bersalaman.Luna pun mengantarnya kesebuah mobil yang sudah siap dengan membuka bagasi mobil untuk mengangkat koper milik Reyhan.Lambaian tangan Luna dan tawa geli serta malu-malu dirasakan oleh Adrian tengah melihat kelakuan keduanya.


Sandiwara apa yang tengah dilancarkan oleh Reyhan Arkana Dinata untuk sebuah kesenangan yang tengah didapatkan bersama orang specialnya.Luna pun seperti itu,mencoba luluh dalam keadaan romantis bersama Reyhan tetapi ia juga pandai pula bersandiwara untuk sebuah misi khususnya.


"Adrian,ngapain seeh dia telpon aku?"Kesal juga,apalagi aku tengah siap-siap untuk berangkat menunggu selingkuhannya yaitu Reyhan diruang tamu kosannya.


"Alea,,kita bisa ketemu nanti sore?"


"Ngapain kamu perduli sama aku?aku ga mau.Aku ada urusan yang lebih penting dari kita berdua!"


"Apa itu?"masih bertanya dengan nada kaku.


"Aku mau liburan,males sama kamu.Kamu tuh posesif orangnya!"


"Ga salah,bukan kamu yang posesif?"Kembali membalikkan fakta.


"Bodo amat,aku ga perduli lagi sama kamu.Aku mau liburan!"Kembali masih bersikukuh untuk dirinya sendiri.


"Dengan siapa?"


"Ga perlu tahu,aku ga mau kamu ganggu-ganggu aku lagi.Ingat kita akan putus!"Ujarnya emosi.


"Ohhh ya?kamu memang berani putus sama aku?"


"Iiiihhhh,,,kamu tuh bikin kesal aja deh.Udah ya aku sibuuuuk!"Ujarnya lantang dan menutup ponselnya.


Dia tersenyum sambil memandang ponselnya dan memasukkan kedalam sakunya.Ada yang aneh sama pembicaraan Antara Alea dan Adrian?apa yang tengah terjadi sama mereka berdua ya!


Apa ada masalah sampai seperti itu wajah datarnya Adrian membingungkan.


"Adrian kamu kenapa?"Seraya mendekati Adrian yang masih berdiri dengan wajah herannya.


"Ga pa-pa Luna,biasalah orang belum nikah aja ada masalah.Egois dia!"Jawab Adrian kepada Luna.


Menghela nafas dan memainkan jari manisnya dengan wajah kesal pula."Jangan-jangan kamu lagi berantem ya sama dia.Kenapa emangnya."


Tersenyum tak berdaya lagi,malahan dia merangkul Luna dan mengajaknya kembali ke gazebo dan melanjutkan obrolan hangat mereka.


"Lebih baik kita ngobrol lagi.Akan ada hal yang ingin aku tanyakan lagi sama kamu!"Menantapnya pasti.


"Yang penting,jangan cari-cari kesempatan deh kalau sama aku dalam situasi kayak gini,heheehehe!"Candanya yakin.


"Ya enggalah."Jawabnya sambil berjalan masuk kedalam rumah mewah milik Luna.


Apapun yang akan terjadi dalam hubungan antara Alea,juga Luna dan Reyhan itu adalah kisah cinta zig zag yang pantas aku curigai.Apa mungkin aku harus melepaskan Alea hanya demi keinginannya bersama selingkuhannya ataukah aku akan mendekati dua wanita sekaligus,menarik juga kalau aku bisa mendapatkan keduanya dan bisa membuat Alea menyesal dan juga Reyhan akan mengajakku duel pastinya kalau mendengar hal tersebut.


Lain halnya juga dirumah Cinta,,ia kebingungan apakah entar malam aku berani tinggal sendiri arau aku telpon kak Adrian ya?aku kan masih belum bisa ditinggal sendirian sama tante Mila.Dia juga gitu ngapain juga ada acara diluar negri kan aku jadi parno kalau sendirian.Ini seeh masih sore,kalau aku keluar sebentar cari makan gimana ya,,,atau aku beli bahan-bahan makanan disupermarket aja biar nanti kak Adrian tahu kalau aku pandai masak lho.Dan dia memuji aku kan seneng dipuji sama pria yang lebih dewasa dan aku bisa berekpresi bahagia dia juga.


"Apa aku masak aja ya?sambil minta temenin lagi sama Kak Adrian,lebih hangat sepertinya."Sambil mikir dimeja bar sambil bersandar ia mencoba berfikir.


"Kalau nanti kak Adrian ga mau lagi,kan rugi juga aku ga semalam sama dia,ckckckck!"


"Apa aku telpon dulu ya,,,supaya dia mau datang dan nemenin aku malam ini lagi!"Ide bagus supaya dia ga bingung lagi.Oke deh langsung dia menghubungi Adrian.


Suara ponsel milik Adrian kembali berbunyi,apakah mungkin Alea menunda kepergiannya ya?coba aja pasti dia mau!Mengambil ponselnya seraya terhenti diruang tamu.

__ADS_1


"Kamu kenapa Ryan?ada yang telpon!"Mulai curiga lagi.


"Iya,bentar.Aku angkat dulu!"


"Ya udah aku keatas dulu,aku tunggu ya!"pintanya bergegas untuk naik lagi keatas Gazebo.


"Halooo,,,dengan siapa ini?"Dia sama sekali tidak mengenal no telpon baru ini.


"Hemmmm,,,,kakak sok lupa.Baru kita pisah tadi pagi kok udah lupa ingatan."


"Ooooo,Cinta?"Mencoba mengingatnya dan pastinya dia menjawab dengan khas halunya.


"Iya sayang,hehehehehe!"Jawabnya ngasal aja.


"Kamu ya udah mulai nakal sama kakak!"Ujarnya ketawa lepas.


"Kakak seeh,,,gitu aja udah lupa.Oooh ya kakak nginep sini lagi ya,kan tante Mila belum pulang.Yaaa!"Pintanya manja.


"Waduuuh,,,gimana ya!Ntar ga enak sama orang sekitar dikiranya kamu nginep sama orang yang ga dikenal lagi!"


"Udah tenang aja,,,tadi aku udah bilang sama pak RT kalau kakakku dateng liburan gitu,,karena tanteku keluar negri.Jadi ya setuju aja yang penting ga ada hal-hal yang mencurigakan.Bisa ya kak,aku takut sendirian."Pintanya berharap.


Setelah lama berfikir dan memang dia butuh bantuan mau gimana lagi saat dia menoleh kearah Luna,hanya senyuman manis yang dituangkan olehnya.Ga tahu persis antara setuju atau engga juga ga tahu.


"Ya udah deh,aku nanti kesana.Ya sekitar jam 7 ga pa-pa kan?ga kemaleman kan?"Tanya Adrian memastikan.


"Engga seeh kak.Yang penting kakak dateng dan nginep aku udah seneng nanti aku masakin yang special deh buat kakak yang tampan dan mempesona ini!"Candanya tersenyum hangat.


"Mulai deh,,,genitnya udah kelihatan,hahahahah!"Balas Adrian geli.


"Ya demi aku,apa salahnya kalau aku memuji kakak.Supaya mau nginep disini lagi!"Ujarnya sambil senyum-senyum sendiri.


"Mau dibawain apa nanti?"Kembali memastikan.


"Apa aja deh kak,,,yang penting enak.Tapi kan aku udah masak,ga usah deh.Yang penting kakak dateng dan itu sudah membuat aku bahagia lho!"Jawabnya senang.


"Oke deh,,,ditunggu nanti ya."Jawabnya menutup telpon.


"Iya kak makasih!"Menutup ponselnya.


Alangkah girangnya dia mendapatkan sebuah persetujuan yang pas dan bisa saatnya untuk menikmati malam ini ga sendiri lagi.Maklum ga punya kakak yang perhatian sekarang malah ada yang memperhatikanku.Apa ada yang cemburu ya,serasa kembali berfikir kalau ia juga ingat kekasihnya kak Adrian kan ada.Gimana jadinya ya.Apa nanti aku tanyain deh biar ga ada yang disembunyiin lagi.


Saat berbalik,Adrian terkejut bukan main.Malahan Luna tepat berdiri dibelakangnya tanpa bilang-bilang sampai jantungnya mau copot.


"ASTAGAAAA,LUNA.KENAPA GA BILANG KALAU KAMU DISINI!"


Nyengir geli melihat wajah kagetnya,rasanya seperti melihat hantu disiang bolong,,,eh udah menuju sore ini bagaimana aku harus bilang sama Luna.


"Hahahahahah,kamu memang lucu kalau lagi kaget ya.Ga tahu deh mau dibilang apa ya!"Ga berhenti-berhenti untuk ketawa.


"Kamu seeh ngapain juga ga bilang kalau dibelakangku.Bikin kaget aja!"Kesal juga sama jailnya Luna.


"Kamu tahu ga,aku ga bisa ketawa akhir-akhir ini aku ga bisa ketawa selepas ini.Walau bentar itu memberikan aku kebahagiaan.Makasih ya!"Memeluk bahunya dan berharap bisa bersamanya lagi.


"Dasar emang,udah punya suami atau belum sama saja kamu Lun."Sambil mengacak-acak rambutnya.


Segera menghindar dan bergaya"Emang masih sama?"Tanya balik.


Mendongak seraya berfikir lalu saling berpandangan keduanya kembali tertawa lepas.Aku tahu saat ini kamu memang perlahan tengah menahan lukamu,tapi aku ga akan menjadi seorang yang netral tapi akan fokus membuat semua kembali dalam pelukan tanganmu.Semestinya itu akan terjadi bila aku bisa membuatmu kembali jatuh hati kepadaku,aku akan buat Reyhan bahkan selingkuhannya terkejut apa yang aku lakukan sama dia.


"Kamu bisa kan tinggal sendirian,aku harus menemani sahabatku,,,ya bisa dibilang adik baru kenal.Ga pa-pa ya."


Mengernyitkan kening dan berfikir kembali,kenapa bisa dia langsung dekat dengan perempuan yang baru ia kenal.Padahal aku juga butuh keberadaannya disampingku,tapi ya sudahlah masih banyak waktu nantinya akan menemaniku denganmu,ia berasa kuat tapi hati tengah patah banget.


"Ga pa-pa,itu sudah resiko seorang Adrian,memilik banyak tanggung jawab.Sekarang malahan tanggung jawabnya semakin kuat untuk melindungi siapapun yang akan menjadi pelindungmu!"


"Hahahahahah,bijak sekali kalimat kamu,panjang dan bikin mikir lagi kalau aku harus mengulangnya.Banyak tanggung jawab tapi punya pesona yang luar biasa,mung-kin?"Sambil berujar hangat.


Berbalik seraya memeluk,kembali melepaskan dan menatap kembali wajah Adrian.


"Kenapa?pandanganmu aneh ada yang tersembunyi?"


"Ga ada,cuman kangen aja kalau kamu ga ada.Jadi berasa gimana ya.Aneh!"Memberikan senyuman kembali.


"Aneh?"Mengernyitkan kening,kalimat itu memang sulit untuk dikatakan lagi.


"Apa kamu ga ingat punya suami?"Tanya Adrian lagi.


"Engga,dia aja ga perduli sama aku.Jadi kalau aku berpaling dari suamiku.Juga ga ada masalah,itu pilihan lho.Gimana pendapatmu?"Menawarkan sesuatu lebih bermakna buat Luna.


"Aku jadi bingung kalau seperti ini,seakan aku mencari kesempatan terbaik untuk menaklukanmu dalam permainan yang akan kita mainkan!"Memainkan jarinya menyentuh kening hingga turun kedagu.


Seakan ******* memburu dalam diri Luna,seketika ia mengigit jari Adrian hingga dia kesakitan.


"Aooooouu,,,sakit Lunaaa!"Sambil merasakan gigitannya sunggug benar membuatnya ketawa lepas.


"Kamu seeh,,,jangan godain wanita yang tengah sendiri,itu mengundang sebuah kenikmatan yang sama sekali tidak terduga menjadi keinginan semu bersama pasangannya."


Tengak-tengok keadaam pun sepi,,dengan jailnya Adrian mengangkat tubuh Luna dan membawanya menaiki anak tangga."Adrian ngapain kamu gini sama aku!"


"Mencoba sesuatu yang baik,kenapa engga!"Jawabnya mengangkat dengan perkasa dia membawanya menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Kamu pengen kan?"Ujar Luna menggoda.


"Ya mungkin!"Jawabnya senang.


"Apakah kamu akan melakukannya atau membuat ilusi semata?"


Terhenti didepan kamar,tangan Luna pun membuka kamar milik Luna.Keinginan yang mungkin belum bisa mereka rasakan,karena itu hanyalah sebuah guyonan semata.Dan memang ada hal terbaik saat mendapatkan rasa indah dalam hubungan keduanya.


"Emangnya kita mau ngapain?"Tanya Luna bingung.Sambil menurunkan tubuh Luna,Adrian pun garuk-garuk kepala bingung.


"Kita cari barang Reyhan,apa ada yang mencurigakan,mungkin ditinggal sama dia?"


"Apa ya?"Bingung sambil berfikir.


"Kita bekerja dengan waktu,,,soalnya kamu tahu sendiri tadi adekku udah butuh aku!"

__ADS_1


"Yaaa adek,,,,ketemu gede."Tawanya lepas.


__ADS_2