
"Tapi kak Adrian memang baik kok,buktinya dia sama sekali tidak membuatku rish atau tidak nyaman.Kak Vani tahu ga kalau dia sangat perhatain sama aku,tapi hanya sebagai adik kan kak!"Tersenyum menoleh kearah Adrian.
Sambil mengangguk dia menjawabnya.
"Iya,,mau gimana lagi.Dia lagi butuh perhatian dari orang yang dewasa.Kamu tahu kan dia ini penakut mangkanya aku harus bisa menjaganya."Sembari tertawa lepas melihatnya.
"Heeemmm,,,,bisa aja kamu Cinta,perempuan kalau takut pasti lama lho jodohnya!"Sentil Vani kearahnya.
"Ahahhhaha,kakak bisa aja deh.Kan masih ada kak Adrian ya kan!"Senggolnya sambil melirik Adrian.
Ga ada rasa cemburu yang tertuang dalan diri Vani,malahan dia inget sama kekasihnya Anton yang ga tahu dimana keberadaannya.Kenapa juga dia tidak mengabari aku,setelah aku membuat keputusan untuk dekat dengan bang Adrian saat itu.
"Beb,,maaf ya.Aku mau bikin acara aneh dari bosku ga pa-pa kan?"
"Acara apa?ketemuan.Ga pa-palah kan dia juga tahu aku kayak gimana.Kalau kamu beneran suka sama dia bilang sama aku!"
"Ya engga lah beb,,aku tuh sayangnya sama kamu lho.Ga ada yang lain!"
"Iya kamu sayangnya sama aku.Tapi kalau udah nyaman mau gimana?"Lanjutnya.
Kesal dan ngambek deh akhirnya Vani."Oke,kalau kayak gitu aku ga bisa berharap sama kamu lagi?emang kenapa seeh beb.Apa kamu udah bosen sama aku atau ada cewek lain yaaaaaang,,,,,,"Belum selesai ngomong mati deh hapenya.
Tuuuut,,,tuuuuttt,,,tuuuutttt.
"Haloooo,,,haloooo.Bebeb kamu kenapa beb!"Ngeliat ponselnya dan heran kesal,pengen aku lempar aja hape neeh.Bete banget,,,tapi kenapa juga aku iyain permintaan bang Adrian kenapa dia juga ga nyari yang lainnya.Sungguh hati ini berada dalam sikap yang membingungkan.
Setelah lama mengobrol dan menghasilkan banyak candaan,,Vani kelihatan sedih dan membuat Adrian berfikir ada apa-apa sama dia.Kalau aku ngobrol berdua sama dia pasti dia ngerti deh.Tapi dimana aku bisa bicara sama dia ya,Cinta pasti deh ngintilin kita berdua.Kayak anak ngikutin induknya.
"Gua harus bisa memberikan kode khusus sama Vani.Emangnya dia kenapa?"Kemudian dia lakukan,emang dasar ga peka ya.Malahan Cinta melihat Adrian seperti tengah memberikan suatu kode kepada Vani.
"Kak,kak Vani.Helloooo???"Sambil melambaikan tangan membuyarkan kesedihannya.
Menoleh kearah Adrian dan bertanya aneh-aneh kepadanya."Kak Adrian lagi marah-marahan sama kak Vani ya.Tuh liat ga ada ekspresi sama sekali kalau dilihatnya."Sambil kearahnya.
"Engga,,,palingan dia lagi ngelamun apa gitu,heheeheh!"
"Emang aku anak kecil.Ngobrol dululah kak,paling ada sesuatu yang tengah dia pikirkan.Gimana kalau aku pergi dulu ya,,,"Beranjak berdiri dan membereskan makan siangnya.
Beranjak ia sadar dan segera ikutan membantu,,matanya pun agak sebam tapi mencoba tegar dan yakin akan bisa dilakukan oleh dia."Lho kak,,,santai aja deh.Aku bantuin ya!"Jawabnya sambil senyum-senyum senang.
"Makasih ya!"Jawabnya pasti.
Keduanya pun membereskan semua makanan dan peralatan dimeja makan.Aneh juga Adrian sampai harus berfikir lebih serius.Tentunya itu akan membuat dirinya tahu ada apa dengannya.
"Kayaknya aku harus bicara sama Vani deh.Ga mungkin kalau aku diam dan menganggapnya hal sepele.Sepele buatku,tapi cukup berat untuk seorang Vani.Dia kan juga wanita tegar yang ga mungkin setegar patung liberty yang sering dihantam apapun diam dan dihujani apapun juga diam,malahan semakin anggun."Kembali dia mencoba mencari waktu untuk bertemu hanya berdua.
Didapur pun rasa penasaran telah menggelayuti fikiran seorang Vani,,,walau terus mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Cinta.Tapi tetep saja itu membuat hatinya masih bingung dan sakit.
"Kak,ada apa sebenarnya,apa kakak cemburu sama aku kalau deket-deket sama kak Adrian ya!"
"Heeemm!"Menoleh sambil mengangkat alisnya,heran dan kaget sudah menjelajahi rasa hatinya kini.
"Ayolah ngomong kak.Aku pasti kasih solusi,,,walaupun agal konyol seeh!"
"Engga ada Cinta,,kamu kan adiknya Adrian.Ya itu sudah kakak ketahui dengan cepat.Tapi ada perasaan lain yang mengganggu kakak."Kembali sedih.
"Apa itu,kalau boleh tahu seeh.Kalau engga ya ga masalah!"Jawabnya ga memaksa.
__ADS_1
"Maaf ya,,belum bisa cerita sama kamu!"Jawabnya masih mengumbar senyum kepada Cinta.
"Ya oke deh kak,,,ada yang bisa dibantuin lagi ga?"Tanya Cinta masih bingung tengak-tengok.
"Ga ada,,udah selesai semua,heheheheh!"Ujarnya santai sambil merapikan semuanya.
Tak lama setelah itu Adrian kembali ingin menguak apa yang tersimpan dari seorang wanita dimana dia tengah bertanggung jawab atas asmaranya.Itu memang sangat menyentuh hingga ga bisa untuk ditutup-tutupi olehnya lagi.Kedatangan mereka berdua sudah dipastikan akan menjadi sebuah reuni menyenangkan dalam asmara yang tengah dihadapi seorang Vani.Sampia akhirnya dia ingin membicarakan tentang ini semua,takutnya terlambat dan menyebabkan banyak masalah nantinya.
"Haaiiii,kak.Sekarang kita ngapain lagi neeh?"Tanya Cinta penuh nada manja.
"Ooohhh ya!"Sambil duduk seraya membalikkan badan dia ingin berbicara dengan Vani.
"Van,,,kita ngobrol berdua ya."Ajaknya,lalu ia memberi senyuman hangat kepada cinta dan berujar manis kepadanya.
"Cinta,,,kakak mau ngobrol dulu ya sama Kak vani boleh kan?"Beranjak berdiri dan mendekati Vani.
Ia mengernyitkan kening dan heran,,apa yang mau dibicarakan sama aku?"Ada apa bang?"
"Ga ada seeh,cuman pengen ngobrol aja.Untuk Cinta mau disini atau jalan-jalam mungkin sambil pengen tahu seluk beluk rumah kakak.Boleh kok!"
"Ga deh,,tapi ada tempat yang bagus tuh dibalkon,aku kesana boleh ya!"Tunjuknya searah dengan sorot matanya.
"Ya bolehlah,,kalau kamu haus atau gimana nanti ambil sendiri ya!"Kembali ia berpesan.
Sambil mengacungkaj jempol.juga mengedipkan mata ia setuju untuk itu."Oke kak,santai aja.aku kesana dulu ya!"Bergegas untuk melihat keindahan taman dan alam yang begitu asri.
"Hati-hati ya!"Lanjut Vani.
Berbalik dan mengacungkan kedua jempolnya ia meringis mantap"Wokay kak!"Berbalik kembali dan mencari inspirasi untuknya.
Kayaknya ini waktu tepat deh untuk aku cerita sama tante Mila.Supaya dia ga khawatir sama aku,tapi kalau aku cerita apa yang sebenarnya malahan khawatir lagi.Kalau ga cerita juga bingung deh ga pa-palah supaya tahu juga tante Mila adalah pengganti ibuku oke deh.Sambil mengeluarkan ponsel seraya menghubunginya.
Perlahan tapi pasti,dia memberanikan diri untuk menghubungi tantenya disaat sang tante tengah menikmati istirahat diruang keluarga dengan perapaian yang hangat disana.
"Halllooo,,,Cinta.Apa kabar kamu?"Sapa tante dengan nada senang.
"Baik dong tante,,,tante kapan pulang?"Tanya Cinta penasaran,ada rasa kangen juga sama tantenya.
"Yaaaa,,,,masih lama Cinta,sabar ya.Banyak urusan yang tante kerjakan disini dan untung saja kita masih punya usaha yang ga diambil paksa oleh keluarganya Dennis.Kamu tahu kan kalau keluarganya Dennis itu yang bikin orang tua kamu banyak hutang dan menjual sebagian perusahaannya di indonesia dan masih ada yang selamat disini,perkebunan kamu masih bisa tante pegang dan kembalikan semuanya dengan baik.Kamu ga pa-pa kan disana!"Khawatir juga selama ditinggal apa mungkin dia bisa hidup sendiri.
"Disini aku udah ada yang jaga kok tante,namannya kak Adrian.Dia baik banget,sampai dia melindungi rasanya kayak punya kakak sendiri lho!"Penjelasannya pun tak bisa diterima dengan baik oleh sang tante sampai ia mencoba untuk menjelaskan siapa itu Adrian.
"Apa?kamu kenal sama pria namanya Adrian!apa dia baik sama kamu!"Kembali bertanya rasa penasaran pun menghantuinya.
"Engga seeh tan,tapi dia udah nginep beberap hari dirumah dan ga bikin aku risih kok!"
Beranjak berdiri dan menuai rasa heran yang sangat besar bahkan ia mewanti-wanti untuk tetap waspada."Apa dia nginep sama kamu?apa dia tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan Cinta,tante ga mau lho kamu terpedaya oleh seorang pria hanya karena kebaikan semata.Masih banyak hal yang harus kamu ketahui ya.Jangan asal-asal terima pria saat sendirian oke!"Pintanya berharap.
"Engga tante.Beneran aku baik-baik aja,tapi kalau tante mau bicara sama dia nanti aku kasihin.Tapi dia lagi ngobrol sama kekasihnya dan sekarang aku berada dirumahnya sekarang lho!"
"Astagaaaa Cinta,kamu kok malaha kayak gini seeh sembrono banget sama orang.Pokoknya kamu harus hati-hati kalau perlu mendingan kamu ajak temen-temen kamu ya siapa itu namanya!"
"Tia sama Anna!"Jawabnya mengingatkannya.
"Ya itu mereka,kamu minta mereka menginap dirumah kamu ya.Tante sangat khawatir sekali sama kamu lho.Maaf ya,tante ga bisa pulang cepet soalnya visa tante belum habis."Menyesal juga,panik bahkan ga bisa dibayangkan keponakan semata wayangnya berada dalam bahaya mungkin.
"Kalau kak Dennis bagaimana?ga pa-pa aku ajak tinggal dirumah!"Menawarkan dirinya.
__ADS_1
"Jangaaan dong.Itu sama aja kamu masuk kekandang serigala Cinta.Ada yang baik bukan berarti akan selalu baik sama kamu.Kalau Tia sama Anna kan mereka adalah teman baikmu.Yaaa tolong ya,tante minta tolooong banget.Kamu jaga diri ya.Tante berharap kamu baik-baik saja disana dan menemukan orang baik selama tante tinggal ya!"
"Iya tante.Gimana disana tante baik-baik kan?gimana dengan perkebunan disana apa baik-baik saja atau ada masalah?"
"Kamu tenang aja,hanya ini yang tante punya dan kamu.Nanti kalau tante pulang tante bicara lagi sama kamu ya.Ingat hati-hati jaga diri."
"Iya tante,tapi tante jadi kan nanti ngobrol sama kak Adrian.Supaya kenal sama dia dulu gimana?"
"Iya bisa,nanti kalau dia udah balik kabarin lagi ya.Supaya tante lebih tahu siapa dia.Dan ingat kamu tetep hati-hati jangan terlalu deket sama Dennis ya.Pleace!"
"Iya tanteku sayang,,heheheh!"Menutup telponnya.
Ternyata pertemuan antara Adrian dan Vani menemui sebuah permasalahan awal kisah kasih yang hanya sekedar disetting olehnya.Tepatnya diruang kerja keduanya tengah membuat obrolan soal ekspresi yang ditimbulkan oleh kekasih boongannya tersebut,sampai membuat sebuah pertanyaan khusus padanya.
"Van,,,kamu kenapa tadi?kok sama sekali ga akrab sama Cinta apalagi sama aku!"Pertanyaan itu membuatnya gelagalapan hingga ingin jawaban sebenarnya juga susah untuk dijawab.
"A,,,ku bang,,ga,,,pa-pa.Emang ada apa ya?"Kebingungan dan mencoba berfikir lagi.
"Udahlah aku tahu,,,Cinta aja yang nyadarin kamu tadi tahu.Masak aku kasih kode malahan ga ngerti?ayolah jujur kenapa!"
Sekejab ia diserang panik luar biasa sampai membuat Adrian kebingungan."Aku,,,ini,,,aku,,aku bingung bang,,,,kenapa sama aku!"
"Hei kamu ga pa-pa kan?ada yang aneh sama kita atau gimana!"Tanya Adrian sambil menyentuh kedua bahunya lalu menatap tajam,malahan ia mencoba menghindar merasakan tatapan itu.
Perlahan dia menitikan air mata,dan tanpa sebab langsung memeluknya.Ia mendekap begitu erat bahkan sesenggukan membuat panik berubah araj ke Adrian"Kamu kenapa?ada masalah!"Tanya lagi semakin penasaran.
Tiba-tiba ia menangis dengan curahan hatinya kalau misinya sangat beresiko dan membuat hubungannya dengan Anton diambang perpisahan,sampai hatinya langsung rapuh saat merasakan itu semua.
"Ada Apa,cerita dong.Masak aku mengulang kalimat tadi berkali-kali sampai kamu ngerti lagi seeh!"
"Aku diputusin sama Anton,,,dia ga suka kalau aku deket sama abang.Trus gimana aku ga bisa lepas dari mas Anton.Dia tuh paling aku sayang bang!"
Tapi malahan senyum lepas terdalam hingga ia geli sendiri."Tapi kenapa kamu sayang sama Anton,tapi meluknya erat sama aku.Ga salah!"
Ia terhenti menangisnya,terkejut dan sadar kenapa aku juga meluk bang Adrian memangnya aku butuh pelukannya?segera melepaskan serta kebingungan hingga salah tingkah.Sembari mengelap pipinya tengah mengaliri air mata juga masih sesenggukan ia pun menjawab.
"Maaf bang,,aku emosi tadi saat harus cerita yang sebenarnya.Aku ga ingin putus sama Anton.Aku masih cinta sama dia bang!"
"Emangnya kamu ga tahu kalau aku masih cinta sama Alea,tapi juga akhirnya dia selingkuh sama suaminya sahabat aku.Kamu tahu kita sama-sama sakit.Tapi untuk masalah itu kamu tenang saja.Aku akan bilang sesungguhnya sama Anton supaya dia ga putusin kamu ya.Jangan nangis lagi dong!"Sambil mengelap kedua pipinya.
Malahan pelukan kembali ia tumpahkan lagi dan sesenggukan,ketawa lepas lagi Dan jadi lelucon buat Adrian untuk mengejeknya lagi. "Hahahahahah,emang ya kamu tuh cengeng kalau soal pacaran.Iya ntar aku bilangin sama Anton supaya dia ga putusin kamu."
"Kalau dia mutusin aku bang?"
Dengan bangganya ia mempromosikan dirinya sebagai penjaga hati terbarunya"Ya ada akulah,yang akan menjaga kamu.Gimana seeh,kalau Anton males sama kamu kan masih ada aku,heheheheh!"
"Baaaanngg,jangan candaain gitu deh aku malu tahu!"Sambil merunduk dan centil manja mukul-mukul dadanya.
"Udah ga usah kayak gitu lagi,masih banyak yang akan menjaga kamu ada aku,Andra apalagi bisa jadi peluang yang bagus lho hahahahaha!"Makin mendekap pipinya Vani dan tawa geli datang dari tabokan hanya untuknya.
PLAAAAKKKK"Aduuuuuhhhh,,,nakal sekali kamu!"
Langsung aja,dia mendekap erat tubuhnya seraya mengangkat dan memutar-mutar ga karuan sampai ia ketawa lepas seakan bahagia datang padanya."Kamu aman sama aku nanti aku akan bicara lebih banyak sama Anton,,tapi kalau dia memang menghindari kamu.Kamu harus siap dan memulai sebuah perjalan cinta yang baru.Jangan sedih!"Makin perhatian juga dia.
"Inget kamu harus tenangin dulu fikiran kamu nanti kita bicara lagi soal kekasihmu itu.Trus sekarang aku temuin Cinta dulu.Sayangnyaaaa Antooon!"Memeluk gemas.
"Baaaang,,,jangan gitu dong!"Mencoba melepaskan.
__ADS_1
"Kenapa?takut jatuh cinta,hahahahah!"Pergi meninggalkan dirinya yang tengah sendiri.
Antara kesal dan sayang jadi gimana akhirnya kalau kayak gini.Aku dilema apa dilempar dalam sebuah cerita ini,kenapa juga ya kalau bang Adrian ngomong aku jadi nyaman.Aaarrrgghhhh pusing deh jadinya.