
Heran kenapa ya tumben banget bang Jodi bisa baik ngasih gua buku.Apa dia ga bisa baca arti atau memang bukan hobinya baca-baca.Seingatku seeh dia lebih suka sama music dan alat musiknya itu guitar deh? apa sudah beli tapi mau baca takut kebawa mimpi ya.Trus siapa dong yang bikin dia sampai harus berbalik menyukai novel,horor lagi.Dapat ide dari mana ya?
"Ngelamun aja.Kerja bray!"Sontak suara itu menyentuh telinga Meta hingga ia kaget bukan maen.
"Astagaaa,manusia macam apa seeh bang.Gangguin orang ngelamun sejenak deh."Tak ayal sambil mukul-mukul juga deh akhirnya.
Seakan menahan beberapa kali pukulan kekesalan Meta karena telah membuatnya terkejut.
"Eit,,,eit,,eit,,tangan belalang mulai kumat bikin nada berantakan,heheheh!"
"Abang neeeh,"Kesel sambil berbalik membuang muka.
"Emang ngelamunin apa sampai kayak gitu marahnya sama gua?"Sambil menata barang-barangnya kembali kedalam rak frezeer.
"Itu tuh bang Jodi,tumben banget dia beli novel horor,padahal kan dia ga suka sama buku apapun bentuknya!"Mencoba menjelaskan,dam memang bener.
Sejak kapan Jodi bisa nyasar ditoko buku dan membeli buku yang menurutnya ga terlalu memikat gitu.Malahan kan dia suka sama guitar,aneh lalu menoleh kearahnya.
"Apaan lihat-lihat kayak gitu.Emang mau ngapain?"Agak mundur siap-siap dengan kuda-kudanya.
"Elu mau berantem ma gua.Emang bisa?"
Meringis dan mengembalikan kuda-kudanya kekandang lalu tersenyum manis geli lagi.
"Heheheheh,engga bang.Kan abang udah menunjukkan wajah yang serius tuh.Ya aku siap-siap kalau ada serangan dadakan."Lanjut Meta.
"Pasti dia ketemu sama seseorang deh sampai harus nyasar ketoko buku.Ini harus jadi investigasi besok neeh.Seru juga bisa lihat sosok Jodi bisa beli buku,hahahahaha.Aneeeh!"
"Memang aneh,gimana besok aku ikutan investigasinya!"Lanjut Meta membuat ide.
"Aaah,elu.Bukannya investigasi malah terpesona sama dia.Kenapa engga terpesona sama gua seeh lu.Apa coba kekurangan gua.Ada yang aneh gitu sama gua sampai elu ga mau sama gua yang kece ini?"
"Banyak omong lagi.Ya memang ga ada yang menarik perhatian dari bang Andra.Udah cari yang seumuran deh.Jangan cari yang bocil-bocil kayak gua bang.Kapok entar!"Sambil mandangin bentuk tubuhnya yabg aduhai terawat dengam ngegym.Tapi apa daya gua lebih memilih bang Jodi yang lebih fresh graduate dari dia.
"Tapi kan aku bisa melindungimu Ta!"Sambil menyolek dagunya.
"Huuuuh,Kumat deh!"Lagi menyingkirkan kejahilannya.
"Order!"Siapa lagi kalau bukan Aga yang cantik dan mempesona kembali buat ulah.
"Order apaan seeh?emang orang yang duduk diluar order apa Ga?"Tanya Andra sambil bingung nunggu inputan dari Meta.
"Tuh tumben rombongan mau makan dan minum disini.Kitchennya sama bang sekarang?ga keteter kan?"Kembali mempertanyakan.
"Engga tuh Sarah udah balik cuti jadi dia duet sama Sasa,tahu obralan apa mereka dari tadi ga muncul-muncul didepan."Candanya geli.
"Eeeh Ga,masak gua ditawarin sama bang Andra jadi pacarnya.Ya ga mau gua."Ujarnya sambil nyolek jarak jauh menunjukkan mimik geli sama abangnya.
"Astaga bang,mba Vani mau dijadiin apa coba kalau naksir bocil macam dia.Emangnya kalau ydah tua bisa selingkuh lho dia.Kan jago jerat hati pria bang.Ga nyesel?"Menatap sambil mengangkat alisnya.
"Eehh,jaga omongan lu.Mentang-mentang ada abangnya.Brani ma gua!"kembali mengeluarkan jurus kuda-kudanya.
"Hiiiiiiii,takuuuut!"Sambil gaya menyatukan kedua tangannya menutupi mulutnya.
"Awas luuuu ya.Ga gua kasih rahasia terkini gua luuu.Kapok lu."
"Haaaah,apaan tuh?"Langsung melotot dan menahan kedua tangannya dimeja bar.
"Ga ba-ka-lan!"Jawabnya sok kece.
"Aaah,kasih tahuuuu dong!"
"Hehhhh berisik sana pergi.Abang mau bikin minuman ga konsen deh,udah aneh-aneh lagi minumannya!"Usir Andra.
"Huuuuh,abang brekele.Sok janjian lagi!"Bersungut-sungut menjauh dari kekompakan yang tidak direncanakan keduanya.
Andra mendongak melihat Aga udah menjauh dan melanjutkan tugasnya sebagai waitrees.Lalu melanjutkan obrolan sama Meta.
"Elu jangan bilang-bilang dapat buku dari Jodi lho ya.Jangan sampai perang dunia kesekian kalinya datang sama kalian berdua.Para pemuja Jodi!"Ujar Andra kesal plus sinis.
Meringis geli kearahnya"Maaf bang,kalau kelepasan gimana?mau beliin buku buat dia!"
"Enak banget kalau ngomong,ya abanglah yang beliin dia.Kan aku engga!"Sambil menjulurkan lidah serta menyipitkan matanya.
"Haduuuh,,bukan masalah itu.Aga tuh orangnya aneh juga keras.Dia ya ga maulah kalau aku beliin jelas yang beliin tuh harusnya Jodi.Kan ga enak gitu."
"Ya okelah kalau gitu.Aku sudah siapkan materi kalau ada yang ga jelas,dia bisa nanya sama gua bang!"
"luuu ngebanyol aja sama dia.Mana maulah."
"Ooooh gitu ya!"Sambil garuk-garuk kepala.
"Susah ya kalau kayak gitu?"Lanjutnya heran.
"Baru tahu dia kayak gitu kelakuannya,besok deh gua ngomong sama Jodi.Biar dia ga jadi ngasihin bukunya sama kamu.Biar kalian ga berantem,tahu kan kalau cewek berantem,tambah bikin puyeng tahu!"
"Oke kalau gitu kita bicarakan dengan halus bisa ga sama Aga!"
__ADS_1
Lagi target yang tengah dibicarakan tiba-tiba datang sok ga ada masalah emang.Tapi membuat hatinya sedikit ketar-ketir kalau salah ucapnya Meta kepada Aga.Berantem iya jadinya.
"Woooiiii,ada apa kok ada yang alus-alus gitu.Apaan seeh?"tanya Aga sok nyambar aja.
"Apaan seeh bocil lagi satu nyambar juga!"Jawab Andra sambil nyerahin orderan minuman.
"Neeeh ambil dan anter kesono segera.Nanti kita ngobrol seru lagi.Mau ga?"tawarin yang seru-seru langsung aja iya iya lanjut.
"Iya-ya bileh deh kalau gitu!"Lanjutnya sambil menata minuman ditray lalu membawa sebagian minuman kecostomer.
"Aga,sama dia bocil kayak gua.Tapi yaa bedalah jalan pemikirannya.tapi soal hati siapa lagi yang ngertiin kalau bukan bang Andra,masak mba Vani lagi.Kan pusing dia dengerin adek-adeknya ngedumel sampai puas."Gumannya santai bersedekap.
Mendongak keatas lalu berkata"Gini ya kalau udah kumpul sama bocil.Harus sabar dan jadi penengah untuk membuat kita sabar!"
"Lagi ngeluh?"Serunya ngakak.
"Lha yang elu lihat!"Sambil menyelesaikan orderan ketiga dan keempat.
Tak lama Aga nyambar lagi deket mereka.
"Orderan mana,orderan tinggal dua lagi bang!"Serang Aga sambil mukul-mukul meja bar.
"Busyet bar-bar banget tuh anak.Ngeriiii!"Sentil Meta.
"Ya emang gitu.Jiwa punknya kambuh lagi!"Tambah Andra sensi.
"Biarin,yang penting ada yang aku sukain!"Lanjutnya ngangkat orderan dan pergi lagi.
"Gileee bener,Aga memang top ya!"Sambil mengarah ke Andra.
"Baru tahu lu?"lanjut Andra.
Tak bisa dipungkiri juga saat Luna kembali dalam obrolan bersama Jodi ada hal yang tengah tertinggal bahkan membekas saat ia merasakan sesuatu dalam pertemuan tak sengaja sampai menghasilkan sebuah senyuman untuknya saat ini.
Sambil memukul keningnya sendiri,ada rasa malu tengah membuat hatinya sangat terpukau padanya."Heran deh kamu,sampai kayak gini kalau udah cocok sama cowok.Ayolah Luna,kamu tuh udah pengalaman masak harus terjebak dalam beberapa hal yang aneh seeh!"Sambil menompangkan tangan.
Lalu ia hanya melihat cover novel miliknya lalu kembali tersenyum,kembali tergila-gila sama orang-orang tak karuan seperti halnya Yosha kenapa sebagai anak SMA juga asyiik untuk ngobrol apalagi masalah konten video.Aku juga mantan editor kenapa selalu cocok bila harus membicarakan tentang multimedia.Trus sekarang harus ketemu tak sengaja sama Jodi ditoko buku lagi.
"Apa seeh yang membuatmu sangat mengagumi seorang lelaki?apa dia memang pilihan yang mutlak harus kamu dapatkan.Tapi kenapa masih saja Ryan menjadi pilihanku?"
Jodi kembali dalam lamunan tanpa batas,kembali ia tersenyum manis saat dengan santainya duduk diantara kompor meja set miliknya.Terbayang sudah dua hal berbeda menjelma dalam fikiranya.
"Memiliki pesona?apa benar seperti itu yang aku lakukan sampai ga jelas harus berada dalam posisi yang lebih kompeten dalam hidup!antara Vani atau hanya sebuah pertemuan sekali dan membekas seperti bertemu Luna?"
Turun dari meja set kompor,kembali pening juga sampai harus merebahkan dirinya disofa.Tenggelam sampai harus bisa menemukan sesuatu yang terbaik dalam pejaman mata,kelelahan pun tengah datang saat yang tidak tepat.Ya sore sudah membuatnya lelah tanpa nyawa,sampai tak menyadari kedatangan Meta tepat diatas pandanganya.
"Oooh,dia tidur pantes ga jawab-jawab aku panggil.Untung aja aku punya ilmu buka pintunya dia hihihihi!"Nyelonong masuk kedalam sambil bawa makanan.
Aroma yang dihasilkan memang cukup menggoda, kenapa juga aku ga masak banyak-banyak kayak gini dirumah.Tapi juga siapa yang makan.Kan aku single ladies hehehehehe.Saat melihat jam dinding waktu sudah menampakkan tepat menjelang sore saja.Pas banget deh pulang kerja mampiri dulu bawain makanan buat ayang Jodi heheheheh.
Kegaduhan aroma yang masih menggoda telah membuat gerak-gerik seorang pria tengah terlelap ternyata perlahan terbangun hingga terkejut setelah menghirup aroma menggoda.
"Huaaaahhh,,,,haaaah."Terkejut,masih mengumpulkan nyawa setelah mimpi cukup jauh dilalui ada sesuatu menganggunya.
"Apaan ini?kok enak banget!"Beranjak berdiri mencari baunya,lalu dipastikan kalau ada seseorang didapur tengah sibuk membuat sesuatu.
"Haaaai,selamat sore bang Jodi.Apa kabar heheheh!"Sapa Meta meringis geli lihat penunggu rumahnya ini bangun.
"Ngapain kesini?ga permisi lagi.Nyelonong masuk aja!"Sembari membasuh mukanya lalu menatap wajah Meta.
"Lagian yang punya rumah bobok cakep,jadi ga enak bangunin.Sibuk aja sendiri disini!"Jawabnya santai dan menyiapkan makanan dimeja makan.
"Lagian kenapa juga kamu kesini,ada apa?"Tanya lagi sambil meneguk segelas minuman.
"Ya ngapain kalau ga kangen sama abang.Gini-gini kan ngefans sama abang,heheheh!"
"Haduuuuh,ga elu ga Aga sama aja.Ganjen,masih dibawah umur aja udah sok kagum-kagum ma gua.Ntar ga direspon bilangnya abang jahat-abang jahat.Gitoooo!"Duduk dikursi meja makan.
"Lha terus mau gimana,gini-gini juga udah usaha bang.Demi abang tersayang kan siapa lagi yang aku kasih perhatian selain abang."
"Perhatian doang kan,ga harus saling memiliki ya kaaan?"
"Iya iya tahu.Palingan juga jadi pelarian doang kan aku!"Menata hangat lalu menyiapkan minuman untuk Jodi.
"Abang mau langsung makan atau kita duet dulu?"Tanya Meta menawarkan diri.
"Oh ya kamu kesini tuh ngapain seeh.Sok baik sama gua dan sok perhatian?"Pertanyaan itu kembali digulirkan lagi.
Meringis dan menjawab secara diplomatis.
"Kan abang baik sama aku,ngasih novel yang batu dibeli kan.Belum dibuka kan segelnya?"Berharap masih mulus dan bisa ia rawat lagi.
"Belum,tuh ada diatas meja.Ga lihat tadi?"Sambil menoleh menunjukkan kearah meja ruang tengah.
"Gimana aku ngeliat bang,ngeliat abang tidur tu lho udah gemes.Pengen tidur juga disamping abang trus dipeluk-peluk,,uuuh pengennya!"Sambil memperagakan dengan ganjennya.
Merunduk lemes,emang ya kalau udah bocil ngomong suka ngasal dan kemana-mana.Sabar-sabar untung juga gua kuat iman kalau sama bocil macam Meta coba kalau Aga,bisa selesai dah dia jadi bocil.Kembali mikir kok gua lebih tertarik sama Aga emang kenapa dengan aga ya.Mikir lagi dan pasrah aja ada dia disini.
__ADS_1
"Yang penting elu tuh jangan sekali-kali bilang kalau dikasih sama gua tuh novel.Kamu bilang aja kalau beli ya.Aku ga mau Aga oerang lagi ama kamu dan diem seribu bahasa sama gua.Itu berakibat sama kerjaan dan kerja sama kita,oke!"Sambil menunjuk kearahnya.
membulatkan tangannya serta memberikan kode yang lebih sensual tapi malahan bikin lemes dan nakutin buat Jodi sampai harus bersikap seperti ini.
"Maaf ya Ga,bukannya gua ga perhatian sama elu.Tapi.penjaga elu lebih ganas daru bom meriam yang lagi dibikin sama enemy.Ngeri banget,salah dikit clek,salah dikit amblas hidup gua!"Gumamnya menatap Meta dengan lamunan yang tak berarti.
Ngapain tuh bang Jodi natap gua tajam seperti itu,ga ada kata-kata yang dipaksa keluar.Lalu gua mendekat sambil mengayunkan tangan mencoba menyadarkan dirinya.Tapi apa dikata,masih melamun dan harus gua sadarin pake cara lain.
PLAAAAAKKKK,kedua tangan Meta beneran membunyikan ketukan tangan miliknya.Sontak membuat Jodi yang melamun menjadi kaget bukan maen.
"Whaaaiiiii,brekele luuu!"Langsung menampakkan ekpresi kaget dan peragaan yang luwes.
"Hahahahha,abang seeh kalau ditanya malah diem eeeeh ujung-ujungnya ngelamun.Maunya apa seeh pake acara gituan?"Kesel deh sambil duduk.
"Aku siapin ya bang,kan abang baik banget ngasih aku novel.Jarang-jarang kan dapat perhatian dari meta seorang."
"Iya-iya Meta emang baik deh!"
Sambil tepuk tangan kegirangan.
"Yeeew gitu dong bang!"
"ka-lau ada maunyaaaa!"Ujarnya sambil santai abis
"Oh ya bang,kemana trus mba Vani.Kok ga kelihatan,kangen lho sama dia!"Tiba-tiba nama itu buat Jodi ikutan mikir dia.
"Oooh ya kemana ya dia?"Tanya balik.
"Lhoooo katanya ikut sama abang kemarin cari makan,traktir dia.Trus ga nganterin pulang gitu?,mau yang mana ini,itu,yang ini?"Sambil banyak omong deh perhatiannya.
"Terserah,gua makan semua kok.Enak-enak masakanmu,tumben.Beli apa masak sendiri?"Kembali mempertanyakan.
"Ngece banget seeh,ya masak sendiri.Bela-belain datang kesini setelah kerja,pulanh dulu masak lalu kesini demi apa coba?"
"Demi Novel,ya kan?"Sambil menompangkan tangan kembali polos jawabnya.
"Hehehhehe,tahu aja!"Kembali ingat sama obrolan pertama belum ada jawaban."Lha terus,ga nganterin pulang trus kemana?"
"Perubahan skenario kemarin!"Jawabny sok jadi sutradara.
"Haaah perubahan skenario gimana seeh maksudnya?"Kembali bingung ada aja yang digaruk-garuk kepalanya.
"Ya itu maunya traktir kemarin sama Vani,ehhhh hujan dereeees banget lebat dan petir menyambar dimana-mana.Seakan gua tak berdaya bersamanya dan kamu tahu apa yang terjadi?"
Hanya menggelengkan kepala,Meta masih berfikir kenapa dia bisa berubah jadi seorang narator cerita seeh.
"Ya aku ajak aja nginep dirumah,dan aku dimasakin sama dia!"
"Whaaaat,indah banget bang Jodi.Pasti udah nglakuin yang tidak-tidak ya sama mba Vani.Awas luuu gu introgasi mba Vani.Ampe berapa ronde bang?"
Tersedak dan kebingungan mencari yang seger-seger buat minum.
"Air mana aiiiiirrrr!,uhuk uhuk!"
"Ya bang sabar!"kebingungan nyariin air buat minum,padahal kan udah disiapin didepannya.
Sama-sama panik,larilah Meta mengambil air minum dan balik kemeja makan dan memberikannya."Ini bang,habisin bang.Jangan sungkan-sungkan!"
Busyeeet dah kalau minum kayak ga ada setopan lampu merah.Langsung saja dia habisin sambil melotot kearah Meta sang perusak suasana.
"Huuuuuh,,,legaaaa!"Sambil bersandar,mengatur nafasnya.
"Untung cepet kalau engga udah lewaat!"Ujarnya pelan.
sepelan-pelannya masih denger dia"Apaan lu bilang?"
Sambil melambaikan tangan,ia mencoba ga tahu.
"Engga,engga.Ga ada kok!"Meringis lagi.
"Elu ngapain seeh pake nanya berapa ronde?kan gua nga ngapa-ngapain sama Vani.Awas lu bocorin cerita ini.Gua bikin berbadan dua lu.Mau!"
"Iiiiiih,mana mau sekarang.Kan masih dibawah umur bang.Ntar kalau udah cukup umur deh?boleh ya!"Malahan nantangin.
"Aduuuuh,salah lagi gua ngomong sama bocil model ginian lagi!"Rengeknya sambil nutupin wajahnya.
"Udahlah bang,ga usah malu-malu kan aku juga perempuan."Jawabnya sok ngartis.
"Bukan masalah gitunya Me-taaaaa,kan kalau orang sudah salah paham dan benci ma gua.Ya pasti ditambah-tambahin trus lagi dibikin banyak cerita kan jadinya ga sesuai ekspetasi kita dan kita seakan terlibat padahal engga kan!"
"Iya-iya ngerti!"Jawabnya ketus.
"Okelah kalau kamu ngerti.Makan lagi yuk!"Sambil menampakkan senyuman terbaiknya sampai sipit matanya.
"Iya abangku,kenapa juga seeh pake acara bawa kesini.Jauh ya rumahnya mba Vani?"
"Ya jauhlah dari sini.Kan dia tinggal sama bang Adrian saat hubungannya sama Anton putus.Dia takutnya ada apa-apa.Takutnya makan kabel gitu.Trus kalau engga ngambil pisau ditusuk-tisuk deh tuh tangan bilangnya pengkhianatan.Kan itu ga mau dilihat sama bang Adrian."
__ADS_1
"Iiiiih,bang Jooooodi psikopat lu.Masak ya kayak gitu.Pikiran yang lebih parah tu abang.Sem-barangan kalau ngomong"Kok kesel juga ya lama-lama ngomong sama dia.
Tawa Jodi lebih bermakna dari apapun itu,semua hal terjadi hari ini karena sebuah novel nerubah menjadi tak jelas bahkan lari kemana-mana.Entahlah yang jelas kalau udah ngobrol sama Meta ga ada ujungnya kalau ga segera dipangkas sama gua.Habis tuh cerita sama dia.