Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 23 Adrian kembali bertemu dengan Vani


__ADS_3

Kembali teringat oleh Vani disaat ia tengah rapuh,segera ia menghubungi Andra apakah misinya kali ini dalam menemukan Anton ada hasilnya atau malah nol.Sangat disayangkan juga buat Adrian telah mengambil sebuah keputusan ceoat untuk menjadikan Vani sebagai korban cintanya.Ada rasa bersalah kepadanya,apa aku harus membuat dia kembali hidup sebagai seorang wanita kuat tanpa seorang Anton.


"Hallooo Ndra kamu dimana?"Ketika dirinya menghentikan mobilnya dipinggiran trotoar serta bersandar ingin tahu kabar selanjutnya.


"Gua lagi disekitaran tempat tinggal Anton bang.Tapi kayaknya ga ada tanda-tanda kehidupan deh,rumahnya sepi.Tapi nanti Aga yang mencoba cari informasi keberadaannya!"


"Oooo,gitu ya.Memang dimana dia tinggal,tolong share lokasi ya sebelum aku ngasih kabar buruk ini sama Vani.Aku harus tahu sebelumnya dimana dia bisa dilacak keberadaannya."


"Oke deh bang,sekarang aku share lokasinya."Menutup ponselnya.


"Oke makasih aku tunggu!"Jawabnya menutup ponsel.


Menutup ponselnya,Adrian kembali terdiam ketika keberadaannya Anton memang tengah mencurigakan buat dirinya.Kenapa juga dia menghindar begitu cepat.Padahal aku ingin bicara sama dia.


Aga pun mendekati Andra dan menemukan memang rumahnya tengah kosong,bahkan ga ada info yang ia dapatkan secara detail."Bang,,,ga ada dia.Kemana ya mas Anton,ngilang gitu aja lho,bingung aku lama-lama sama dia."


"Eluuuu bingung,apa lagi gua.Mendingan gantian aku yang cari tahu ya!"


"Iya bang!"Jawabnya mengangguk.


Gay sok cool man seorang Andra kembali membuat heran sepupunya sendiri.Bisa-bisanya dia bergaya kayak gitu,gini kalu udah tebar pesona sama orang.Bisa lama jadinya."Sembari tengak-tengok,dan belok masuk mencari minuman dimini market.


Beberapa saat langkah Andra untuk mendapatkan informasi lebih detail datang dari seorang yang disebrang jalan rumahnya."Permisi,,,,permisi!"


Panggilnya tengak-tengok diluar pagar.


"Kayaknya ada suara manggil ya."Kalimat itu mencuri perhatian penghuni rumah mewah,yang mana keluar dari pintu pagar tinggi dan besar itu adalah pembantu dari rumah tersebut.


Pintu terbuka,sebuah sapa hangat serta senyum manis tertuang dibenak Andra.Ia kaget melihat sosok pria mencurigakan sampai tak berani dekat-dekat."Permisi mba,mau nanya rumahnya mas Anton itu yang itu kan?"Tunjukknya sambil mengernyitkan kening.


"Iya mas,masnya siapa ya.Kok kenal?"


"Saya temen pacarnya Anton.Soalnya udah dua hari ini hilang,kemana ya kalau boleh tahu!"


"Rumahnya kosong ga?"Tanya pembantunya clingak-clinguk.


"Kayaknya iya,mba tahu kemana gitu?"


"Kemarin seeh katanya dia kabur,banyak yang nyari dia lho."


"Busyeeet,penipu dong dia!"Kagetnya bukan maen.


"Iya mas,untung aja aku tahu kalau dia penipu.Ga jadi deh minjemin uang sama dia!"Jawabnya lemes.


"Jadi dia beneran kabur gitu?trus apa rumahnya disita ya!"


"Waaah kurang tahu mas,kalau itu.Saya tahunya dia kabur dari majikan saya!"


"Ooooo gitu.Makasih mba ya infonya,maaf mengganggu!"


"Ga pa-pa mas.Saya kirain dekoleptor!"


"Waduuuh,secakep gini.Dekoleptor????bisa aja.Saya pamit ya makasih infonya!"Berlalu meninggalkan pembantu tersebut.


"Iya hati-hati mas,apa ga minta no. saya?"Tawarnya lagi.


"Buat kenalan?"Meringis berharap,neeh pembantu cakep bener ya.Senyumnya bagaikan ingin mendapatkan hatinya.


"Engga mas,nanti kalau ada kabar lagi soal mas Anton bisa saya kabarin,,,gituu.Saya udah punya anak mas!"


"Astaga saya telat dong mba!"Lesu juga sambil ngeluarin hapenya.


"Adaaa aja masnya ini!"Lalu keduanya saling tukat nomor hape.


Dari jauh pandangan Aga sudah mulai curiga neeh,astaga abang akrab banget deh sama wanita itu.Cantik seeh,apa dia tergoda ya sampai minta nomor telponnya.Tanyaain aaah!bergaya sambil meneguk minuman segar.


Senyum melebar saat mulai dia menyimpan nomor ponsel wanita tersebut seraya menoleh kearah rumah Anton,tak lama mendekati Aga yang semakin semangat untuk menanyakan sesuatu.


"Cieeee yang kenalan sama cewek,,,ada hasilnya."Sambil menampol bahu Andra.


"Apaaan?tuh cewek udah punya anak kali.Ga jadi gua kenalan lebih jauh lagi!"


Menutup mulutnya"Astagaaa,kasihan banget bang,hahahahahaha!"Tawa bahagia Aga begitu telihat sempurna.


Candaan Aga pun mengundang seseorang didalam mobil tengah minggir disebuah trotoar.Sesaat keluar ternyata didalam mobil yang keluar malahan abang ganteng yang membuat mata Aga salah kaprah melihatnya.


"Opaaaa,,,ayong aseo!"Sapanya berbinar-binar.


"Astaga,kenapa luuu?kamu demam!"Sentuh kening Aga,mengecek apakah ia baik-baik saja.


"Baaaang,,,itu bang Adrian dibelakang luuu!"Sontak kayak ketemu idola.


Menoleh wajah herannya pun muncul,kenapa dia cepet banget datengnya?


"Lho ada apa bang,tumben kesini!"


"Lhaaaa lupa dia.Kan gua tadi minta share lokasi sama eluuu,gimana seeh?"Bersedekap mengarah ke Aga.


Sambil mengankat kedua bahunya ia pun tak bisa menjawabnya.


"Ooooh ya,trus ketemu sama Anton?"Langsung ingat sama tujuannya kesini.


"Naaaah itu bang,,,tadi aku kerumahnya tuuuuh!"Sambil mendongak nunjukin arahnya.


"Kosong ga ada orangnya!"Jawabnya lagi.


"Trus sempet gua juga nanya sama sebrang rumahnya,katanya dia kabur!"


"HAAAAHHH,,,,KABUUUR?"Keduanya kompak bagaikan kaget bukan main.


"Iya kabur,katanya dia melakukan penipuan.Sering tuh ada dekoleptor datengin rumahnya.Tadi juga dapat nomor telpon dari yang tinggal disana.Kalau ada kabar tentang mas Anton pasti dikabarin lagi!"

__ADS_1


"Oke deh,kalian boleh pulang.Atau jalan-jalan gitu sayang kan dapat libur ga kemana-mana."


"Beneran boleh bang!"Sambut Aga antusias.


"Ya bolehlah.Kita kan memabg liburan sekarang!"Bisiknya berisik sampai nyengir matanya.


"Aduuuuh,,,jelek banget suaranya.Bikin risih aja deh."Mukul pinggulnya.


"Ya udah kalau gitu,kita makan dulu yuk.Pasti kalian pada laper kaaaan?"Sergap Adrian kearah mereka.


"Pas banget,,,laper bang!"Kembali Aga semangat.


"Mantaaap!"Sambil bertepuk tangan.


"Ayooo,naik mobilku aja.Nanti gua balikin kalian kesini lagi."Bergegas masuk kedalam.


Girang banget Aga mendapatkan sebuah ajakan special mengisi perutnya juga senyum manis datang pula dari Andra dimana ia kepikiran untuk menyantap makanan tersimpan didalam benak fikirannya.Duduk dibelakang,cukup santai ia merebahkan diri nyaman dan lega,obrolan kembali dibuat oleh Adrian soal Vani.


"Kalian tahu ga,kalau ini kesalahan yang gua buat sungguh menghancurkan hatinya Vani!"


"Engga juga bang,mas Anton tuh udah lama lho bermasalah,kadang kasar juga sama mba Vani."Sahut Aga pede.


"Beneran itu?kok dia ga pernah cerita sama aku ya!"


"Oppssa kelepasan,haduuuh.Maaf mba Vani aku embeeerrrr!"Merengek sambil menutupi wajahnya.


"Gila ya dia,sama cewek udah kayak gitu gimana kalau udah resmi.Pengen gua hantam aja dia biar kapok!"


Sambil menepuk pundaknya Andra,Adrian mencoba menenangkan dengan halus senyuman.


"Sabar ya,aku aja yang bicara sama dia.Sekarang Vani tanggung jawabku!"Memastikan itu.


"Ya okelah bang,tapi setidaknya dia itu ngomong sama kita-kita.Dianggap apa kita ini kalau dia menderita kan kita bisa bantuin.Percuma ada kita tapi ga ada gunanya."


"Gua aja bang yang mencoba membuat dia yakin kalau bisa bantuin masalahnya.Dicueeeekin, kayaknya gua anak kemarin sore!"


"EMAAAANG!"Serang mereka berdua.


"Tuuuuu kan,,,bikin bete aja!"Ngambek anak orang tuh.


Keduanya ketawa lepas sambil tos bareng,ada aja keisengan mereka untuk membuat perasaan Aga hilang dari peredaran.


"Sabar wooiii,,,,Hidup jadi lebih bermakna ya kalau ada elu!"Lanjut Adrian ketawa lepas.


"Bermakna apanya,,,bete gueeeh!"


"Ya udah,kalian berdua gua traktir makan,atas perjuangan kalian membawa sebuah informasi yang penting buat gua.Makasih ya!"Sambil mengacungkan jempol untuknya.


"Pokoknya the best deh bang Adrian,bisa buat hatiku senang!"Jawabnya senang.


"Asyeeekk lanjutkan baaang!"


Memang ga ada duanya untuk mereka dalam menghasilkan suatu keakraban diantara banyak hal.Setelah makan siang diselingi keisengan Adrian dan Andra hasilnya memang bikin bete terus disaat perasaan itu kembali datang kepada Aga.


"Bang,,kita kemana enaknya.Mendung lagi?"


"Kepantai yuk!"Ajaknya ga masuk akal.


"Ngapain kepantai,kan mendung!"Jawabnya sambil menunjuk kearah langit.


"Ngelepas kamu kepantai,kan kamu duyung amatiran.Biar seru aja buat pemandangan laut!"Kembali ngasal kalau ngomong.


"Baaaang,jahaaat banget seeh sama guaaaa!"Rengeknya ga terima sambil mukul punggungnya.


"Hahahahaha,,,ga kok.Kalau kamu aku lepasin dipantai.Pasti pantai tercemar oleh kelakuanmu."


"Baaaang,gua ngambek lho!"


"Ya janganlah.Emang mau tidur dimana kalau ngambek?"


"Dipinggiran!"Jawabnya mancung bersedekap beneran ngambek.


"Beneran mauuuuu?"Godanya.


"Ya ga maulah bang,,,ikuuut pulang."


"Kalau gitu,ayo ikut gua ngopi mau?"Tawarnya membuat suasana hatinya kembali senang.


"Mau deh,,,dari pada ga ada yang diminum!"Lagi bikin ngakak aja jawabanya.


"Naaah gitu dong,susah banget seeh diajak santai dicafe!"Mengambil helem memasangkan dikepala Aga yang masih ada sedikit ngambeknya.


Memasang helem untuk dirinya sendiri,seraya menaiki motor.Kembali menoleh"Jadi kan kita ngopi?"Tanya Andra memastikan.


"Iyaaa bang!"Jawab Aga beranjak naik kemotor dan dibonceng sama Andra.


"Ada-ada aja.Untung gua sodaranya!"Tersungging geli.


"Emang kenapa kalau sodaranya abang.Kalau engga?"Masih aja dilanjutkan dijalanan.


"Ya ga pa-pa juga kali,palingan gua tinggal aja disitu tadi."


"Huuuuh,abang tuh ya.Jahat banget sama Aga."Monyong lagi sambil mukul bahunya beberap kali.


Tawa lepasnya membawa kesebuah kedai kopi,tapi tidak dengan Adrian yang kembali bingung.Kenapa ga terfikirkan olehku ya kalau Vani tuh selama ini baik-baik saja sama Anton.Setidaknya dengan berita dari Aga membuktikan kalau hubungan pacaran dengan kekasihnya itu sama sekali jauh dari bahagia.Lalu kenapa dia tetep kekeh mempertahankan ya?apa ga aga cowok lain dimatanya.


Lalu kemana Cinta?


Haduuuuh,,,,serasa lama juga setelah ditinggal dua hari rumah ini bagaikan butuh seorang penghuni tetap ya.Biari deh kak Andra menyelesaikan masalah sendiri,juga nanti akan baik-baik saja.Saatnya ganti baju dan mulai deh bersih-bersih.Dimulai dari mana ini ya?Gimana kalau membuka jendela dulu,beberapa jendela besar memang menjadi pemandangan diantara rumah besarnya,mau gimana lagi harus dibersihkan sendirian.


"Heeehhh,,pulang sekolah bukannya istirahat.Malahan bersih-bersih rumah.Ga pa-pa deh demi kebersihan bersama,nanti kan kalau Kak Adrian atau kak Vani datang kesini ga ngomel ke aku hehehehehe,siap-siap untuk beraksi!"

__ADS_1


Mulai membereskan dengan telaten dan senyumpun tak pernah lekang oleh kesibukan menyelimuti dirinya.Apa benar nantinaku boleh ketemu sama kak Dennis,kalau boleh bersyukur banget.Ga boleh ketemu sama Tante Mila,,,eh ada juga yang ngasih waktu lebih,emang ya kalau ga ada yang mengekan dan memberikan banyak peraturan itu membuat hatiku lebih tenang dan yakin kalau aku memang bisa ngobrolah dengan hati lega ga ada yang nungguin.Waktu adalah berdua.


Suara mobil Adrian pun sampai diparkiran,dia keluar dengan wajah marah.Mungkin selama ini banyak masalah sama sekali tidak tersentuh olehnya.Berada dalam sikap dingin bahkan biasa aja nyatanya ada juga tengah menyerang Vani.


Membuka pintu dan memanggil Vani yang mana dia tengah sibuk dengan membaca novel mungkin dibalkon yang memang sangat indah untuk mendapatkan inspirasi lebih bermakna untuknya.


"Vani,,,vaaan,vani kamu dimana?"Melangkah keatas mencari-cari keberadaannya.


Samar-samar terdengar ada yang memanggilnya,tapi siapa juga.Kan lagi sepi hingga terbawa dalam perasaan setiap sceen ceritanya tanpa menyadari akan kedatangan Adrian.


"Huuuuhhh,,,kamu disini.Aku kira hilang kemana!"Menyentuh kepalanya,lalu duduk saling berhadapan.


"Kenapa bang?"Heran,kayaknya seperti orang bingung deh kenapa sama bang Adrian.


"Kenapa kamu ga cerita soal Anton gitu?"


"Cerita apa?"Tanya Vani heran.


"Selama ini kamu berhubungan dengan Anton,trus mendapat perlakuan ga baik.Kenapa ga ngomong,setidaknya kamu bisa cerita sama gua sama Andra kan bisa ngasih solusi."


Tertawa geli"Apaan seeh abang ini,baru dateng kok ngomongin apa itu hubungan."


"Ya jelaslah,sekarang kan kamu tanggung jawabnku.Menjadikan kekasih yang baik buat kamu dan menjaga hatinya Cinta."


"Udahlah bang,aku ga mau ngebahas itu lagi."Jawabnya menghindar dari masalah.


"Bukan gitu,kemarin dan sekaranh tadi tuh.Andra mencari informasi keberadaan Anton!"


Mendongak serta tak percaya,kenapa Andra sangat ingin mencari keberadaannya ya?


"Memangnya ada apa bang?"


"Lho kamu kan masih dalam hubungan pacaran sama dia.Ya jelas kita nyari dan menjelaskan semuanya supaya dia ngerti kalau kita ini cuman sandiwara,tapi malahan aku menemukan fakta baru!"


"Fakta apa?"Kembali ia penasaran.


"Fakta dimana dia adalah seorang penipu,sampai dia kabur dari rumahnya dan sekarang dia buronan dekoleptor,kamu tahu itu?"


Menggelengkan kepala,bahkan rasa bingung itu menyerang dirinya saat ini,kenapa dia tega bohong tentang masalah yang dia hadapai saat ini?apa ga ada lagi rasa percaya selama ini.


"Untung saja Andra mendapatkan informasi itu dari tetangganya.Dan kamu tahu sekarang aku benar-benar ga habis fikir,kenapa kamu bersikap seperti ini.Seperti ga ada masalah sama sekali dan santai.Padahal hidupmu itu sulit untuk dijalani!"


"Aku memang ga pernah menceritakan itu semua bang,buat apa ini juga hidupku.Juga buat apa aku harus berkeluh kesah kepada abang,trus abang bersikap anarkis sama Anton.Ga bakalan selesai!"jawab Vani seraya berkaca-kaca.


Mulai mengangkat kepala,menahan emosi dan ini adalah perdebatan yang sangat membuatnya harus sabar,gua tahu ini berat tapi jangan pernah memberatkan masalah ketika ada yang menolong.


"Pleace jangan pernah lagi kamu berhubungan dengan Anton.Aku bahkan Andra akan bersikap kasar sama dia.Ga perduli kamu melarangku atau apapun itu."Mulai memperingatkan.


"Bang,aku udah dewasa dan bisa mengambil keputusanku sendiri tanpa bantuan abang atau bang Andra.Aku tahu posisiku memang lemah,tapi aku ga pengen jadi lemah seterusnya membuat aku jadi rapuh."


"Tapi sikapmu itu sudah membuatmu rapuh tanpa kamu sadari Vani.Ingat kamu masih punya gua,Andra bahkan Aga aja dia perduli sama kamu.Dia sama-sama perempuan seperti kamu."


"Udahlah bang.Aku ga mau debat ini lagi!"


"Oke kalau kamu ga mau debat masalah ini.Setidaknya dengan selesainya debat ini kamu akan meninggalkan siapa itu Anton dan kenapa kamu harus meninggalkan dia!"


"Aku cinta sama mas Anton,aku ga bisa melawan itu.Entah kenapa semuanya berubah begitu saja tanpa aku ketahui kalau aku beneran sayang sama dia!"


"Lalu apa dia menghubungimu lagi soal ini?engga kan!"Kembali mematahkan suara Vani.


"Apa lagi yang kamu inginkan dari Anton itu sangat membuatku risih,bahkan kalau ketemu pengen gua kasih pelajaran buat dia!"


"Bang,jangan itu adalah urusanku sama dia.Aku ga ingin ada perselihan diantara abang sama mas Anton.Nanti juga dia pasti sadar dengan sikapnya."


"Apaaaa?kamu pikir dia akan sadar trus bersikap sama kamu gitu?GA AKAN!fikirku udah jelas kalaua dia hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa kamu!"Tersungging menatap tajam dengan senyuman.


"Aku sebenarnya tidak ingin melanjutkan hubungan ini,tapi masih saja dia bersikukuh untuk bisa meyakinkan aku!"


Seketika Adrian menyela tepat saat itu.


"Tapi apa?menghindar dan susah untuk bertemu ya kan!"Menompangakan tangan kembali menatapnya.


"Jangan lagi ngomongin itu lagi bang.Aku masih berfikir untuk kembali padanya!"


Menghela nafas panjang,menghempaskan tubuhnya.Masih aja berharap sama dia,gimana orang didepanmu ini.Apa ga ada orang lain apa didunia ini sampai nolak orang sepertiku.


"Kamu besok kerja lagi ga?"Tanya Adrian lagi.


"Kerjalah bang,emangnya abang mau mecat aku?"Sewotnya kumat.


"Ya kalau kamu minat jadi istriku seeh ga usah kerja dikedai kopi lagi,hahahahaha!"Candanya lepas.


"Abaaang,ga usah berharap deh.Aku tuh masih ada rasa sama mas Anton!"


"Trus kalau sama aku ga ada rasa gitu?"


Cukup besar harapan Adrian terhadap Vani,tapi memang dia adalah sebuah teka teki selanjutnya dalam menjalankan tugasnya.Masih ada Cinta,bahkan Luna.Oooh ya gimana kabarnya dia ya,beranjak berdiri dan melihat Vani kembali dalam memilah cerita dalam novel seakan ga ada lagi obrolan yang berarti dalam kehidupan mereka.


"Aku tinggal dulu ya!"Senyum itu kembali merekah saat melihat reaksi Vani.


"Kemana bang?"


"Mandi,,,ikut?"Sambil mengulurkan tangan.


"Apa?ikut man-ndi!"Begidik juga akhirnya Vani melihat ajakan Adrian yang diluar nalarnya.


"Ya mungkin kamu suka,merasakan hangatnya kita berdua,gimana?"


"Bang,geli ah!"Kembali ia begidik seraya menyentuh telungkupnya.


"Ya udah kalau ga mau!"Beranjak berdiri,menuju masuk kedalam tak disangka malahan ia menggoda dengan perlahan membuka bajunya serta memberikan senyumnya.

__ADS_1


"Vaaaan,,,lihat neeh!"Candanya perlahan membuka bajunya.


Memang ga tahu apa-apa malahan ia menoleh tak menyadari Adrian telah membuka bajunya serat menyampirkan dipundak.Matanya melotot lagi,tak menyangka berani sekali dia memperlihatkan keindahan tubuhnya yang atletis dan sempurna hampir saja ia sesak dibuatnya.Kayaknya dia terpesona dan tak sadar menatapnya terus.


__ADS_2