
"Oooh iya kak,aku belum ngabarin kalau aku sama kak Dennis.Gimana dong!"Meminta solusi pada Dennis.
"Telpon aja sekarang,bilang kalau ada urusan sama teamnya kak Dennis biar ga ada pikiran yang aneh-aneh tuh kakakmu.Biar tenang menjalankan aktifitasnya,gimana?"
"Oke makasih solusinya,love you kak!"Sambil menyentuh tangannya.
"Love you too!"Jawabnya mendekap pipinya.
Setelah obrolan hangat secara singkat pun berlalu ,sampai juga keduanya disebuah parkiran cafe yang mana mereka akan memilih tempat yang sesuai.
"Beneran ini kak cafenya?"Tanya Cinta penasaran.
"Iya bener,kenapa?ga sesuai atau kita ganti tempat aja!"
"Ga gitu juga kali kak.Ini cafe kan yang pertama kali aku ketemu sama kak Adrian,favorit kakak juga disini?"
"Oooo,gitu.Ya udah ayo masuk bentar lagi juga sampe tuh mereka rombongannya!"Ujarnya mengajak masuk kedalam.
"Oke deh!"Jawabnya membuka pintu mobil menarik tas dan menaruhnya dipundak,mendekati Dennis dan berjalan masuk kedalam.
Tak lama kemudian rombongan yang dimaksudkan sudah perlahan datang dan parkir berdekatan dengan mobil milik Dennis.
"Udah nyampek duluan mereka,lancar banget perjalanannya!"Mematikan mesin mobil dan keluar dari kemudi mobil.
"Ya iyalah Yosh,kamu aja yang sok muter-muter lagi pusing gua lama-lama!"Lanjut Emma cerewet.
"Yeeee udah nyampek,hauuuus banget!"Anna pun memulai pembicaraan.
"Iya pengen yang seger-seger deh."Tia ikutan berbicara.
Membalikkan badan,melangkah dan menganyunkan tangan Yosha pun berkata"Ayoooo kita masuk,project interview menunggu neeh."
"Oke kak!"Jawab keduanya kompak membulatkan jarinya.
Masuk deh dan mencari keberadaan mereka,dimana ya.Padahal masih sepi kemana mereka ya."Kemana dua bocah itu ya?"perlahan menajamkan pandangan.
"Ga usah sok ribet deh,nooh diaaaa."Tunjuknya sampe jari telunjukknya mengenai hidung Yosha.
"Adooohhh,biasa aja kali Ma.Hidung mancung gue terluka tahu!"
"Lebaaaaayyyy!"Sahut Tia sok pedean.
Cinta pun segera menghubungi sang kakak untuk tidak mengkhawatirkannya saat ini dan menjemputnya,karena ada urusan bersama teman-temannya.Suara ponsel tersambung keponsel milik Adrian yang tengah santai dan bermain cinta bersama Luna diruang santai tepatnya ruang tengah sembari menikmati secangkir kopi miliknya.
"Tadi minum jus,sekarang ngopi.Jadi apa aku ntar ini,hehehehe!"Sambil nyruput dan menatap Luna dengan centilnya.
"Apaan seeh Ryan,kamu tuh bisa aja.Kan seru habis ngejus trus ngopi.Itu reaksi alami yang menggoda lho!"
"Bener juga.Enak rasanya ehehehehe!"
Segera menyerangnya"Padahal ga ada gulanya,tetep aja enak!"
"Iyalah manisnya kan di aku!"Pede banget memuji diri sendiri.
""Huuuuh,kirain manis sama aku.Ternyata engga!"Ngambek deh.
"Ga usah gitu deh,manisnya diaku.Cantik dan nggemesin tuh sama kamuuuuu!"Sambil nyubit dagunya.
"Hahahhahaha,bisa kamu ya bikin wanita gugur hatinya dalam beberapa menit!"Candanya kembali menyentuhnya.
Sesaat ponselnya pun berbunyi hingga membuat bingung,lupa naruhnya dimana?
"Lhaaa,kemana ponselku ya.Bunyi tapi ga nampak!"Beranjak mendongak mencari keberadaannya.
"Bentar aku cariin dulu dimana ya!"Mencoba menghentikan aksinya untuk mencarinya.Ia beranjak berdiri dan mendapati didapur saat dia tengah membersihkan tadi.
"Ini ponselmu,ada panggilan dari Cinta lho.Aku angkat ya!"Sambil menunjukkan dari arah dapur.
Menoleh dan menjawabnya"Yaaa,angkat aja."Ga sadar juga kalau sekarang kan Cinta pulang sekolah.
Sambil menutup mukanya,dia sadar kalau Cinta pulang jam segini."Astaga,,,lupa gua kalau dia udah pulang sekolah."Beranjak berdiri dan menghampiri Luna.
"Hallooo,Cinta yang cantik.Ada apa?"
"Haaaah?,,kok perempuan yang jawab.Ga salah ini?"Melihat layar ponselnya."Bener nomornya kak Adrian,kok bencong!"Sambil menatap Dennis dengan wajah panik.
"Kenapa?"Tanya Dennis pelan.
"Kak Adrian jadi cewek tulen.Suaranya khas cewek!"
"Haaaah,yang bener?coba telpon lagi!"Kaget juga dapat berita mengejutkan ini.
"Halllooo,Cinta ini kak Luna sahabatnya Kak Adrian.Dia lagi dirumah kakak,ada apa ya?"Tanya lagi.
"Oooooh,,,kak Luna.Maaf kak bisa bilangin sama kak Adrian ya,kalau aku sama kak Dennis ada urusan nanti pulangnya dianter sama kak Dennis juga kok.Jadi ga usah khawatir!"
"Oooooh,gitu.Oke deh nanti aku sampein ya.Salam buat temen-temennya ya,ingat langsung pulang kalau udah selesai semua ya!"
"Oke deh kak,makasih ya."
"Iya sama-sama!"Menutup telponnya.
Kaget bukan maen,,,ternyata Adrian udah didepannya dari tadi sampai terpental agak jauh akibat wajah sok imyuutnya muncul diwajahku.
"Gimana Cinta?"
"ASTAAAGAAA.KENAPA GA BILANG SEEH KALAU DIDEPANKU?"
"Heheheeheh,maaf lah.Kan aku penasaran sama obrolan kamu sama dia tadi!"Bersandar menompangkan tangan dimeja dapur.
"Cinta bilang,pulang bareng Dennis dan lagi ada urusan gitu.Ga pa-pa kan?"
"Mereka rame-rame apa sendirian?"Tanya Adrian serius bersedekap menatapnya.
"Ya mana aku tahu.Kan aku ga nanya tadi,cuman bilang oke hati-hati dan kamu.ga usah khawatir soal itu,juga Dennis bertanggung jawab atas Cinta saat ini!"
Tersungging juga"Iya juga seeh.Mereka juga udah pada besar-besar buat apa dikhawatirkan."
"Iya sama kita yang tengah berdua,apa yang harus dikhawatirkan?"Ujarnya lagi.
__ADS_1
"Yang harus dikhawatirkan adalah aku bisa berbuat macam-macam sama kamu!"Menggelitik Luna dengan kerasnya.
"Aahhh,,,,Adrian.Jangan dong,pleace.Kamu jangan bikin aku tambah kesakitan,,,"Beranjak menghindar tetapi masih saja Adrian menggodanya.Saling kejar-kejaran dan mencoba menangkap Luna dan mendekapnya.
Lelucon macam apa ini,sampai keduanya bahagia bersama melupakan apa yang tengah terjadi dalam hidupnya saat ini.
Senyum kembali dikembangkan oleh Cinta saat menutup telpon dan memandang Adrian dengan sungguh manis hari ini."Kenapa senyum-senyum kayak gitu?"
"Tadi dapat salam dari sahabatnya kak Adrian lho!"
"Waaah salam balik ya!"Jawabnya senang.
"Udah!"
"Trus gimana kak Adrian?lagi dimana dia!"Tanya balik.
"Ya dia dirumah sahabatnya kak Luna."Jawabnya lugas dan nama itu membuat dia mengernyitkan kening saat disebutkan.
"Luna?sahabatnya kakakmu itu?"
Mengangguk"iya betul,kenapa emangnya."
"Sepertinyaaa,,,,,"Belum selesai ngejawab lengkap ,dateng deh mereka rombongan untuk mengacaukan obrolan yang tertunda.
"Kalian,cepet banget seeh nyampeknya?"Yosha pun duduk dan siap-siap untuk berinteraksi lagi dengan Trio chibi-chibi menurut pandangannya.
Mendongak memberinya senyuman"Salah sendiri pada lewat mana?"
"Kita seeh ga lewat mana-mana,cuman dia tuh pikirannya kemana-mana Cinta.Jadi entah apa yang dipikirkan sama Yosha ini!"Singgungnya sewot.
"Iya neeh,hampir aja bikin kita jantungan ya ga Na!"Sela Tia sensi juga.
"Iya masak kak Yosha mau berantem sama kak Emma kan takut kita-kita!"Lanjutnya sok heboh.
"Hahahahah,kalian takut sama dia ini.Makhluk yang ga ada akhlaknya gini."Tunjuk Dennis kearah Yosha.
"Ya mau gimana lagi kak,emang kenyataan gitu.Tapi kita ga ngajak berantem kan.Peace!"Sambil mengacungkan kedua jarinya.
"Kalian mau pesan apa?"Emma dengan pedenya membuat pandangan kearahnya dan juga sepertinya ada dewi fortuna yang membuat suasana kembali lebih nyaman.
"Milkshake coklat!"Anna angkat tangan.
"Trus Tia pesen apa?"Tanya lagi.
"Sama deh.Biar ga ribet!"Jawabnya meringis.
"Cinta mau apa?"Tawar Emma.
"Ice caffe latee kak!"Meringis menjawabnya.
"Kalian berdua air putih?"Sambil nunjuk kearah Yosha dan Dennis.
"Tega banget sama gua lu.Kan gua suka minum yang seger-seger!"
"Ya itu air putih,hahahahahah!"Candanya menutup mulutnya.
"Haaaah!"Mangap doang Emma.
"Wedang ronde!"Apalagi Dennis sama aja gilanya.
"Waduuuuh,,,lha gua apa ya?"Mikir panjang.
"GA USAH MINUM!"Jawab Yosha dan Dennis kompak,ketawa dan saling tos pula.
"Eeeh,dasar kalian."Santai aja jawabnya.
Lalu dengan tangan lentik dan jari-jari indahnya ia mengangkat tangan menandakan memesan minuman untuk para rombongannya.Datang juga sang waiter siap untuk menyapa dan mencatat pesananya.
"Selamat siang kak mau pesan apa?"
"Ini mba,dua milshake coklat,satu Ice coffee latte satu,bajigur satu sama wedang ronde satu!"Jawbanya yakin.
"Ada tambahan lagi kak?"Tanya lagi mencatat pesanannya.
"Kalau saya frappe coklat ya,sama satu dua tiga empat lima ini pesen 6 berger deh ya yang normal aja mba,heheheh!"Jawabnya yakin.
"Weeeh,supaya kita-kita bisa bahasa planet ya!"
"Inggraiiisssss,bete deh kalau kamu yang lanjutin!"Serang Emma pada Yosha yang ga mau kalah.
"Ada tambahan lagi kak!"
"Ada!"
"Apa lagi kak."
"Tolong angkut manusia satu ini ya,kalau bisa. Ngeribetin dari tadi mas!"
"Waduuuh tega amat lu sama gua.Emangnya gua apaan coba?"
"Angkutan bermasalah!"Jawab Dennis menambahkan tawa semuanya.
"Gileee,udah kompak kalian ya."
Waiternya pun menahan tawa,juga tahan.emosi digangguin ma anak-anak berbaju Putih abu-abu ini."Oke kalau ga ada lagi pesanan,silahkan ditunggu sekitar 15 menit ya.Nanti akan kami antar kemeja kakak,permisi!"Berlalu mengundurkan diri dan membuat pesanan untuk mereka.
"Kirain suruh tunggu dibundaran depan,,eewh ternyata suruh tunggu lima belas menit!"Senggol Anna dari tadi diem-diem ketawa geli.
"Lama ga seeh lima belas menit?"Yosha kembali vocal suaranya.
"Ya enggalah,tungguin aja.Ribet amat apa lu mau bantuin dibelakang?"
"Ngapain?"Lanjut Yosha.
"Belakang pindahin kedepan biar lu ikutan gacor!"Serang Dennis menyakitkan.
Mereka pun tertawa lepas lagi.
"Heran deh,masalah sepele dibuat sulit,lama-lama gua iket lu diluar ga usah jadi head project kita!"
__ADS_1
Kesel juga buat Emma yang siap ambil kuda-kuda untuk menghilangkan jejaknya.
"Ngambeknya lucu ya.Ga ada serem-seremnya ya!"
"Hahhahah,kak-kak maunya apa seeh dari tadi perang aja ga ada matinya!"Cinta kembali bergerak.
"Kalau ada matinya,ga seru deh!"Sambil melirik kearah Yosha.
"Oke,apa acara nikahan kita akan dilanjutkan atau dibatalkan?"Tiba-tiba suara Yosha kembali memecah konsetrasi mereka dan pastinya mengarah lagi kearahnya.
"NIKAHAN?SIAPA?"Tumben kompak semua mengarah padanya.
"Yaaah,buat seru-seruan aja.Kalian kok serius amat seeh?"Kesal pula dan menyerang semuanya.
"Apa mungkin kita harus menunggu makanannya supaya lebih fresh gitu kak?"Tia mengusulkan mendapatnya.
"Hehehehehe,boleh kamu emang udah lapar dan haus ya Tia!"Lanjut Emma mengarah kearahnya.
"Hehehehe,iya liat kak Emma ma kak Yosha debaaaat mulu bikin lapeeer!"Sambil pegang perutnya.
"Bisa aja lu,cari-cari perkara.Padahal yaaa emang kita waktunya makan siang ya kaaaan?"
Sambil mendekatkan wajahnya kearah Tia.
Lagi meringis pula plus malu-malu gimana gitu,tapi seru juga bisa ngobrol bareng sama mereka,ada yang indah tapi bukan nama orang.
Kedekatanku sama mereka itu sangat lua biasa layaknya ak bisa menjadi bagian terbaik mereka.
Kembali Yosha membuat sebua interview sambil mengeluarkan sebuah laptop yang dipastikan sebagai head of interview didampingi sama Emma.Entahlah apa yang akan dibicarakan karena sudah pada titik temu ide,malahan minuman telah datang.
"Permisi kak,untuk pesanan minumannya.Dua miklshake coklat,ice coffee lattenya 1,bajigur 1,wedang ronde 1,frappe coklat 1,dan 6 burger yang special buat meting hari ini ya!" Menata minuman dan makanan sesuai pesanannya.
Setelah pesann lengkap,sang waiter pun memulai repeat pesanannya"Ada tambahan lagi mungkin kak?"
"Satu,dua,tiga,empat lima,"Mendongak dan memberikan jawabannya.
"Udah lengkap semua mas,thank you ya."Memberikan senyuman manis untuknya.
"Sama-sama!"Jawabnya sambil mengundurkan diri dan kembali bekerja.
"Oke sekarang kita makan dulu deh,supaya obrolannya semakin seru gimana?"Tanya Dennis udah ga tahan melihat burger yang menggoda matanya.
"Boleh juga neeh!"Jawab Yosha semangat.
Sesi makan siang pun kembali dalam obrolan ringan antara kedekatan yang hakiki dan jiwa sempurna dalam hati mereka untuk bisa menjadikan moment ini sebagai moment terbaik sesi pertama.
"Sering-sering kak ada project kayak gini,kan kita bisa ngumpul bareng!"Kata Anna menyenangkan.
"Ya setidaknya kita bisa ngobrol kayak gini bisa membuat hati kita tambah idaman gitu!"Lanjut Cinta sambil menatap Dennis dengan harapan besar padanya.
"Bilang aja biar tambah deket,susah amat!"Lanjut Emma dengan sensinya.
"Yeeee,kak Emma sensi.Tenang kak tuh kak Yosha siap nampung cintanya kakak!"
Segera menoleh dan menujuknya."Ini diharepin,project mulu ya difikirannya.Mana ada cinta buat dia!"
"Ya ada,tuuuuh orangnya!"Tunjuk Yosha kearah Cinta.
Malahan dengan pedenya ia mengedipkan mata dan mengacungkan kedua jarinya."Love it,"
"Tapi tidak untuk project selanjutnya ya.Gua pasti akan nyari obyek yang lain ga kalian lagi.Dan kalian harus ngerti,semua yang kita lakukan itu juga untuk kebutuhan sekolah,juga kebutuhan kita sebagai subsciber sejati untuk interview ini!" Yosha pun menjelaskan.
"Tentunya juga kita tidak akan selalu membuat konten tentang kalian dan secara garis besar ketika kalian sudah mendapatkan tempat dihati para siswa disekolah maupun diluar sekolah.Akan ada banyak etika-etika yang akan kalian dapatkan.Tidak sekedar populer dan terkenal,tapi pada akhirnya kalian harus punya sikap yang baik ya ga Yosh!"Dilanjutkan oleh Emma tentang penjelasan sahabatnya.
"Betul juga yang dibilang mereka berdua.Kita tidak ingin seperti dua sahabat yang pernah sukses tapi lupa caranya beretika dengan baik.Tentunya kalian tahu sendiri kan siapa mereka?"Tambah Dennis menjelaskan lagi.
"Naaah kalau kalian mengerti,kita tidak hanya mengobrol santai saja tapi akan banyak filosofi pertanyaan ini menjadi acuan kalian untuk lebih baik dan berguna buat siapa aja.Kalian bisa menjadi support untuk karakter kalian,untuk bisa kalian jalankan dengan baik dan yakin bisa menjadi seseorang yang lebih baik gitu!"Tambah Emma lagi.
"Waah kakak senior ini pada hebat semua ya.Penjelasannya layaknya seorang mentor sejati kami.Yaaah kami akan membuktikan kalau kita tidak akan bersikap seperti yang kakak-kakak gambarkan lewat cerita itu.Kami yakin bisa lebih baik dan akan terus belajar dari beberapa kalimat yang akan kakak berikan pada kami!"Jawab Cinta kagum.
"Gimana apa kalian sudah siap dengan beberapa pertanyaan yang akan membuat kalian yakin siapa yang akan berjuang secara baik-baik dan bisa menjalankan misi ini dengan benar-benar lugas!"Kembali Emma menjelaskan.
Sesi pertama adalah banyak hal yang terjadi dalam kehidupan mereka untuk bisa dijawab bahkan saling bercanda lebih spesifik dan yakin bisa untuk menjawabnya dengan cara mereka masing-masing.
Setiap sesi akan memberikan banyak pandangan pula dalam setiap rentetan kata demi kata dan beberapa penjelasan dari satu masalah pokok hingga memberikan solusi yang kompeten juga mampu membuat mereka yakin untuk bersiap menghadapi moment perpindahan setiap kelas dan kenaikan kelas.
"Kalian yakin kan,dalam menjawab setiap pertanyaan diimbangi dengan praktek dilapangan,tidak hanya menjawab saja kita juga harus bisa mengatasi itu semua."
"Kami ingin juga kalian bisa mengatasi masalah sebagai duta yang menurut kami,Kalian sesuai dengan pekerjaan kalian dan keseharian kalian untuk bisa kalian jalankan secara bertahap dan selektive pula untuk dijalankan."
Beberapa jawaba mereka pun bisa membuat sedikit lega dan bisa menggantikan posisi dimana ada pertahap karier mereka ketika harus menjadi duta disekolah dan mampu memberikan banyak spekulasi baik untuk menyelesaikannya pula.
Waktu yang diberikan cukup lama-banyak sekali ide-ide keluar dari pemikiran mereka.Dari sekedar pertanyaan receh sampai memberikan mereka komitmen untuk menyelesaikan secara idelalis dan bersikap adil terhadap seleksi yang diberikan oleh Emma dan Yosha.
"Gimana interview tadi sampai akhir,apakah ada yang membuat kalian lebih berarti?"Tiba-tiba Yosha berkata membuat mereka heran.
"Ya lumayan lebih berarti kak,kita tahu bagaimana membuat interview ini jadi lebih baik dari yang kak Yosha,apalagi bantuan dari Kak Emma cukup memberikan banyak hal baik untuk kedepannya!"Lanjut Cinta berujar.
"Seru juga kak,kita jadi bisa mengetahui dimana kita bisa melaksanakan tugas kita masing dengan baik,dan lebih fun lagi.Soalnya ada juga yang memberikan solusi bahkan saran lebih baik.Itu seeh harapan kami."Tambah Tia.
"Kalau kamu Anna gimana hasil dari obrolan kita ini,apa mungkin ada hal lain yang bisa membuat kamu lebih fun seperti yang dikatakan oleh Tia?"
Sembari mengangguk,akan banyak hal muncul dalam benak Anna untuk menjawabnya."tentu akan lebih membuat kita lebih bergerak untuk lebih baik,jadi kita ini akan dipromosiin jadi pengganti seseorang ya.Perasaan dari tadi ada yang membuat kita lebih baik dari seseorang,gitu ya?"
Keduanya saling berpandangan dan memastikan itu adalah benar,tawa geli keduanya membuat Dennis ikutan angkat bicara dan sedikit sensi untuk membicarakan semuanya.
"Kalian ga ajak-ajak ya kalau masalah ini?bikin kesel aja deh!"
"Elu kan bagian filosfi mereka,nanti kan ada sesi serius dari elu yang lebih berkarakter.Kita berdua sebagai team interview dan kamu lebih serius menghadapi mereka dengan relevan!"
"Okeeee,,,aku tunggu pengajuan berkasnya!"Jawab Dennis sambil menompangkan tangan kearah mereka semua.
"Waduuuh,,,ada yang santai tapi serius!"Bisik Anna kearah Tia,ia menyakini kalau harus membisikkan pada Cinta akhirnya berantakan.
"Iya sabar aja,jadi kontestan memang berat!"
"Berat diongkos ya,hahahhaah!"Serang Dennis kearahnya.
Banyak tawa dan kembali dalam situasi lebih menyenangkan jika sikap ketiganya telah menyatu dan menghasilkan obrolan yang lebih seru,dan thank you untuk meeting kali ini sungguh menyenangkan.
__ADS_1