APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Bab 10 Malam Yang indah


__ADS_3

***Hai semua... terimakasih untuk suportnya ya, semoga kalian di beri kesehatan selalu,


jangan lupa selalu dukung karyaku ,


like komin dan juga vote*** kini sang Surya telah berganti tugas dengan sang rembulan,


"Tidakkah kalian tinggal untuk beberapa hari lagi disini?"Ucap papa Arya,


"Lain kali saja pa, Vai masih banyak pekerjaan di kantor"ucap Vai seraya memasukkan buah ke dalam mulut nya, yang mana dengan setia Abbas memegang piring buah yang di makan Vairus,


"Kenapa kak Arion juga ikut-ikutan balik?"


"Kakak juga ada pekerjaan, "ucap Arion seraya masih fokus dengan ponsel di tangan nya,


****


"Pa... Kei mau tidur sama mama ya, malam ini saja"rengek Kei pada Daniel,


"Kei... kau sudah besar tidur saja sendirian, mama milik papa, mana boleh kau mengambilnya"ucap Daniel seraya fokus dengan ponselnya, ternyata, Daniel dan Arion sedang berbincang melalui ponsel mereka,


"Aiss.... papa..siapa yang mau ambil mama, kenapa papa jadi ke kanak-kanakan begini, sebenarnya disini aku apa papa yang masih anak-anak?"ucap kei kessal seraya memanyunkan bibirnya, ya beberapa hari ini Kei hanya meminta satu malam agar bisa tidur dengan Wita, namun nyatanya, Daniel selalu melarangnya, dengan alasan kalau Kei sudah besar,dan mama Wita juga sedang kelelahan,


"Kei... kau ingin adik apa tidak...?"ucap Daniel seraya menutup laptop nya,


"pingin dong pa..Apakah papa dan mama lagi buat adik kalau malam?"tanya kei dengan polos,


"Nah... itu Kei tahu... jadi jangan ganggu papa dan mama ya..."ucap Daniel memberi wejangan terbaik menurut Daniel, namun tiba-tiba, ada yang memukul kepala Daniel dengan bantal sofa,

__ADS_1


"Iss... keterlaluan kamu pa... apa yang kau katakan padanya..."ucap Wita yang tiba-tiba muncul dari belakang tubuh Daniel, WITA langsung memangku Kei dalam pangkuan nya,


"Ma...papa bilang tiap malam mama dan papa lagi buatin Kei a...."tiba-tiba mulut kei di tutup dengan satu tangan Daniel, membuat WITA melotot ke arah Daniel,


"Sayang... kau jangan dengarkan omongan papa mu itu, hemmm...apakah Kei tidak kangen pingin tidur sama mama?"ucap Wita yang tidak tahu,kalau kata itulah yang menjadi awal Daniek memberi wejangan mulia itu,


"Mana boleh...kalau kau tidur dengan Kei... lalu aku tidur sama siapa"ucap Daniel tidak terima,


"Tidur saja dengan guling"ucap Wita cuek, seraya bangkit dengan Kei masih dalam pelukannya, WITA berjalan meninggalkan Daniel sambil menggendong Kei..., Mei melihat ke arah papa nya seraya menjulurkan lidah tanda kemenangan nya,


"Ma...mama jangan gini dong... udah dua hari loh, papa tidak di kasih jata, mama tega sama papa"ucap Daniel seraya mengikuti langkah Wita dan Kei,


"Jata... kalau perlu satu bulan jata papa tidak akan mama kasih"ucap Wita dengan terus melangkahkan kakinya,


"Aiss... kenapa mama tega ...."ucap Daniel menyedihkan, namun tetap tidak di hiraukan oleh Wita,


"Mana ada berantem sayang...hanya saja, mama kangen sama Kei, ingin tidur sama Kei...apa tidak boleh?"


"Tentu boleh... Kei juga kangen sama mama"ucap kei seraya membelai wajah Wita dengan tangannya yang masih mungil,


Ya akhir-akhir ini Wita malas berdekatan dengan suaminya itu, jangan kan minta Jatah malam, melihat Daniel saja rasanya ia sangat tidak suka, namun saat Daniel tidak terlihat oleh mata nya, ia kebingungan mencarinya, iiisss... kenapa membingungkan begitu sih kamu Wita....,


*****


"Sayang... "ucap Troy yang kini membelai Tania yang sedang ada dalam.dekapannya,


"Besok kita berangkat bukan madu ya.."ucap Troy dengan sesekali mencium kening Tania,

__ADS_1


"Sekalian kita temui papa"imbuh Troy saat melihat Tania masih terdiam,


"papa..."


"ia, papa ku... kamu jangan khawatir, sifat papa dan mama bertolak belakang, jika mama menentang hubungan kita, maka papa akan merestui kita,"


"Troy... aku takut"


"Apa yang kau takutkan, ada aku... "ucap Troy,


Troy memegang kedua pipi Tania seraya mendongakkan wajah Tania, sehingga pandangan mereka bertemu,


"Kau lihat aku, Kau adalah milikku, dan kamu adalah milikku, meski banyak orang yang menentang hubungan kita, aku minta jangan pernah kau rapuh, pegang lah cinta kita, dan mari kita berjuang bersama,"ucap Troy yang kini telah ******* bibir Tania dengan lembut, Tania memejamkan matanya saat ia merasakan kelembutan dari bibir orang yang sangat ia cintai, kini tangan Tania merangkul leher Troy, memberi nya balasan atas serangan yang Troy berikan, merasakan hasratnya yang kini makin memuncak, Troy membaringakn Tania, menatap wajah yang kini terlihat berseri,


mencium kening,turun ke hidung, hingga bertemu lagi dengan bibir yang ia rasa sangat manis untuk di sesapi,


merasa puas bermain dalam kelembutan bibir Tania, kini bibir Troy turun ke leher jenjang Tania, memberinya sedikit demi sedikit kenikmatan, tidak ingin membiarkan tangannya menganggur, kancing baju tidur yang Tania pakai terbuka satu demi satu ulah dari tangan Troy, begitu pun dengan Tania, saat Troy menikmati leher jenjang nya, tangan Tania juga ikut membuka kancing baju tidur yang Troy pakai, mendapatkan respon yang sama, Troy kini tidak berfikir lagi, ciuman itu kini turun ke dada hingga ke dua gunung yang tinggi menjulang, Troy menikmati jalan di tengah gunung itu, dengan sesekali mengecap memberinya tanda, kini kelembutan ciuman itu, di bubuhi dengan gigitan kecil, hingga Tania mengeluarkan suara yang bisa membakar gairah Troy semakin gairah,


Ciuman, dan ******* kini Tania menikmati semua itu, desahan yang awalnya tidak bersuara, kini mulai meninggikan volume nya,


Ciuman Troy kini beralih ke perut rata Tania, membelai perut itu dengan sesekali menciumnya mesra, Tania hanya bisa mengelus kepala Troy tanpa bisa melihat wajahnya, ciuman itu kini kembali ke awal, Troy kembali mencium bibir Tania,


"Sayang.... malam ini aku ingin kita menyatukan diri kita, berikan aku kesempatan untuk menjadi suami terbaikmu, aku berjanji, dimalam penyatuan kita, apapun yang kau minta, sesulit apapun, seberat apapun permintaanmu pasti akan aku berikan, berikan aku kesempatan, untuk membahagiakan mu," Ucap Troy


Tania memandang wajah yang penuh dengan kejujuran itu, membelai wajah itu dengan lembut, jari jemari yang membelai wajah Troy, Troy menciumnya dengan lembut, Tidak ada kata yang keluar dari mulut Tania, hanya kebahagiaan yang terpancar,


"Tania...aku menginginkan mu..."Bisik Troy di daun telinga Tania, tanpa menunggu gerakan Troy, Tania ******* bibir Troy, memberikan gairah dan sensasi yang berbeda, kini Tania yang bekerja, memberi Troy kepuasan, sebelum mereka memainkan babak akhir, mereka saling memberi pemanasan untuk permainan yang sesungguhnya,

__ADS_1


__ADS_2