APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 77 Jason Dan kimmy


__ADS_3

Kebahagiaan itu sudah ter gariskan, jika memang milik kita, sesulit apapun jalannya, seberat apapun rintangan nya, pasti akan menjadi milik kita, karena memang dia tercipta untuk kita.


Begitupun sebaliknya,


jika bukan milik kita, walau mudah jalannya,


atau.meski berjuang dengan susah payah, tetap tak alan pernah menjadi milik kita, karena memang bukan tercipta untuk kita.


Dan percaya lah sesuatu yang sudah Allah takdir kan untuk kita, tidak akan allah berikan pada orang lain.


"Tuan Troy, tidak semua yang kita inginkan,bisa kita dapat kan, hanya saja kita bisa berusaha dengan sebaik mungkin, aku percaya Tuan Troy pasti bisa melewati nya dengan baik"ucap Nyonya Kimmy,


"Terimakasih nyonya, maafkan aku, karena kalian harus melihat sisi kehidupan ku yang berbeda"ucap Troy,


"Tidak tuan Troy, kita sama, aku juga harus melewati beberapa Fase perjuangan, kau tahu Nyonya ku ini, dulu begitu mengejar ku, eh entah setan apa yang merasuki nya, tiba-tiba dia menghilang dan menghindar dariku, membuat ku yang acuh padanya, menjadi peduli dengannya, perjuangan kita beda-beda, aku yakin Tian Troy bukanlah pria yang mudah menyerah, seperti dalam berbisnis, anda tidak mengenal kata menyerah"ucap Tuan Jason.


Membuat Troy bangkit dari duduknya, tersenyum pada kliennya yang kini bisa di bilang lebih akrab.


"Terimakasih Tuan Jason, pengalaman anda akan ku jadikan inspirasi dalam rumah tanggaku"ucap Troy yang kini sudah mulai tersenyum kembali.


"Baiklah Tuan Troy, kalau begitu,kami undur diri dulu, jaga istrimu baik-baik, karena kebahagiaan istri adalah ke suksesan terbesar kita, jika istri bahagia bersama kita, rezeki akan mendekati kita dengan sendirinya"ucap Tuan Jason seraya menyalami Troy, fan bergantian dengan sang istri,


"Selamat malam Tuan, nyonya"ucap Troy saat mengantar mereka sampai keluar dari ruangan Tania,


Dengan segera Troy masuk lagi keruangan Tania, ia sebenarnya ingin tahu akan kejadian apa yang ada di ruangan ini sebelumnya, tapi... sekarang sudah terlalu malam untuk mengecek CCTV ruangan ini,


Saat Troy menyandarkan tubuhnya di sofa, dering ponsel nya terdengar, iapun mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa penelfon nyam


"Apa yang terjadi pada Tania? kenapa sampai terjadi seperti itu Troy, bagaimana kau sebagai suaminya?!" teriak orang itu yang tidak lain lagi adalah Tristan,


Troy yang mendengar itu tentu hanya bisa diam, karena pada dasarnya, ia juga merasa bersalah,

__ADS_1


"Kau ingin menyalahkan ku? salahkan saja aku, Tristan, aku juga tidak menginginkan ini terjadi, tapi apa yang bisa ku lakukan saat kau tidak ada di tempat kejadian, seharusnya kau jiga menyalahkan pihak rumah sakit, karena mereka sudah lalai dalam tugas mereka untuk menjaga pasiennya!" ucap Troy seraya dengan nada marah,


"Tristan, kau ingin marah pada ku? aku juga terluka melihat keadaan nya"ucap Troy,


" Sebelum aku pergi, aku sudah menugaskan beberapa suster untuk menjaganya, aku tidak tahu hal ini akan terjadi sampai seperti ini"ucap Troy seraya memijit pelipisnya.


"Troy maaf, bukan maksud ku untuk menyalahkan mu, hanya saja aku khawatir dengan kondisi Tania, tadi rencana nya Intan yang akan menjaganya, hanya saja ia tiba-tiba demam, jadi terpaksa kubawa dia pulang"Ucap Tristan,


"Tidak apa-apa, Terimakasih karena sudah mencemaskan istriku"ucap Troy,


"Baiklah, kau istirahat lah, jangan sampai.kau ikut sakit, siapa yang akan menjaganya jika kau sakit"ucap Tristan.


"Aku tahu itu,"ucap Troy


Sambungan telfon itupun terputus, Troy langsung berdiri dan menghampiri Tania, ia menekuk lengan bajunya hingga ke siku, lalu ia berbaring tepat di samping Tania, untungnya ranjang itu bukan seperti ranjang rumah sakit biasanya, jadi muat lah untuk dua orang, Troy memeluk Tania dengan penuh kasih, ia benar-benar sakit hati dan terluka melihat orang yang ia cintai sakit seperti ini,


Andai sakit nya bisa di pindahkan, Troy ingin semua sakit yang Tania rasakan di pindahkan padanya,


"Kenapa kau malah pulang?"tanya Ara,


"Tania tidak ingin aku meninggalkanmu dan juga Javier sendirian,"ucap Arion seraya mengecup kening Ara, dan jiga anaknya.


"Tapi dia baik-baik saja kan?" tanya Ara,


"Iya sayang, dia baik-baik saja, jangan terlalu khawatir padanya, dia ada Troy yang akan menjaganya, dan juga ada Tristan yang juga selalu ada untuknya"ucap Arion,


"Tristan?"


"Iya, sahabat Tania, sekarang ia dokter di tempat Tania di rawat, jadi kau jangan terlalu mengkhawatirkan nya, sudah banyak yang menjaganya"ucap Arion seraya membelai kepala istrinya, yang kini sudah duduk di sampingnya, dengan masih menggendong bayi Javier.


"Hai anak papa, kau tidak mengganggu mama mu kan sayang?"ucap Arion seraya memegang tangan mungil bayinya.

__ADS_1


"Tentu tidak lah, anakku, anak yang pintar"ucap Ara seraya mencium kening anaknya.


"Tentu, dia anakku"ucap Arion


"Anakku juga"jawab Ara


"Anak kita sayang"ucap Akhir Arion seraya mencium bibir Ara yang masih ingin menjawab nya,


"Dasar mesum"ucap Ara seraya berdiri hendak menaruh bayi Javier di box bayinya,


\*\*\*\*\*


"Riki, Bagaimana keadaan orang tuamu nak"tanya mama Arya


"Mereka sudah jauh lebih baik ma, oh iya ma, dimana Andin?"tanya Riki saat tidak melihat istrinya menyambut kedatangan nya,


"Ia baru saja pulang dari rumah Ara dan sekarang dia menidurkan anaknya"ucap sang mama,


"Bagaimana keadaan Ara dan bayinya ma, maaf karena Riki tidak bisa datang"ucap Riki


"Mereka sehat semua, tidak apa-apa, lain jari kau bisa berkunjung kesana bersama Andin bukan?"ucap sang mama seraya tersenyum,


"Baiklah, naiklah "ucap Sang mama seraya meninggal kan menantunya itu,


Akhirnya Riki pun naik ke atas menemui istri dan anaknya, Riki memang tidak mengabari Andin atas kepulangannya, ia hanya memberi tahu mama mertuanya, benar saja, Andin sudah terlelap dalam tidur nyenyak nya di samping anaknya.


"Kau pasti lelah menjaga anak kita sendirian, maafkan aku ya, karena belum bisa menemanimu dan anak kita"ucap Riki seraya mencium kening istrinya,


Riki juga mencium kening anaknya yang jiga tertidur dengan sangat pulas, tidak ingin melewatkan momen yang indah ini, Riki meraih ponsel nya yang ada di sakunya, lalu mengabadikan posisi tidur anak dan istrinya yang terlihat sama-sama mengemas kan bagi Riki, berulang kali Riki mengambil foto mereka, merasa sudah cukup, Riki pun meletakkan ponselnya di atas nakas, dan berjalan kearah kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya di bawah siraman shower yang mengalir deras, rasa lelahnya karena perjalanan, membuat ia nyaman saat mendapati siraman itu.


Sehingga beberapa saat kemudian Riki pun selesai dan segera keluar dari kamar mandi nya.

__ADS_1


Bab selanjutnya Faris datang ke club membawa Dini yang keluar dengan Reno, pria yang terkenal karena playboy nya.


__ADS_2