
Orang tua adakah orang yang terbaik dalam kehidupan kita, meski terkadang mereka terlihat kasar nyata nya, hati mereka lah yang paling lembut,
Kadang mereka mengakui kesalahannya, karena egonya yang tidak ingin terluka,
Sebagai anak seharusnya kita lah yang peka, bahwa mereka ingin lebih di mengerti, bukan malah menghindari,
*****
" Maafkan aku..."Ucap Troy seraya mengusap peluh yang membasahi kening Tania,
"Kenapa harus minta maaf?"Tanya Tania yang kini melingkarkan tangannya di leher suaminya,
"Karena aku sudah membuat mu kelelahan, dan juga, karena memintamu melakukan ini di saat...."Tangan Tania menempel di bibir Troy, mengisyaratkan kalau Troy jangan meneruskan kata-katanya,
"Kenapa kau berkata seperti itu, aku adalah milikmu... kapanpun, dan dimanapun, selagi aku bisa melakukan tugasku,aku pasti dengan senang hati melakukan nya"Ucap Tania tersenyum,
"Hemmm baiklah... kalau begitu,ku mandikan kau sekarang"Ucap Troy,
"Aisss... kau mau ambil keuntungan lagi"Ucap Tania,
Troy tersenyum seraya mencubit hidung istrinya gemas,
"Baiklah... aku mandi duluan, kau lanjutkan istirahat, "Ucap Troy,yang kini bangkit dari atas tubuh istrinya,
Tania tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, Saat Troy sudah berangsur dari kasurnya, Tania memiringkan tubuhnya, memeluk selimut yang kini membuka seluruh tubuhnya hingga ke dada nya,
sedangkan Troy sudah melak6 ritual mandi siangnya, olahraga di siang hari telah membuat lesu menjadi lenyap, kini wajahnya terlihat segar seperti matahari terbit,
Saat Troy keluar dari kamar pribadi yang ada di dalam ruangan kantornya, ia di kejutkan dengan adanya sekertaris nya di ruangan itu, namun dengan segera Troy menetralkan wajahnya,
"Tuan maafkan aku, bukan maksudku untuk mengganggu anda, tapi... tuan Ridwan sudah setengah jam yang lalu menunggu anda"Ucap sekertaris Troy,dengan tunduk dan merasa tidak nyaman,
Troy mengangguk,seraya berkata,
"Baiklah... aku akan keruang rapat, semuanya sudah kumpul kan...?"
"Sudah Tuan, "
__ADS_1
"Baiklah.."ucap Troy seraya berjalan ke arah pintu dan di ikuti oleh sekertaris nya,
saat Troy membuka pintu ruangannya, Troy berkata,
"Bilangkan pada Bela, untuk mengantar kan cemilan Atau buah-buahan ke ruangan ku, "Ucap Troy,
"Baik tuan"
*****
"Tante.... kak Troy jarang membalas pesanku, malah bisa di bilang tidak pernah membalas," Rengek Indah pada mama Rasti,
"Sabarlah... Tante punya cara lain untuk mu, tapi...kau harus mau menerima arahan Tante, bagaimana...?"
"Cara apa te... ?"
"Tapi Tante mau tanya kau benar-benar suka sama Troy kan...?"
"Tentu lah Tante....kalau tidak mana mungkin indah mau bicara kan semua ini ke Tante,"
"Baiklah... kalau begitu Tante lega, Tante akan mengatur rencana ini untuk mu, kau jangan khawatir, Tante ada di belakang mu, Tante sangat tahu Troy, dia akan ada dalam pelukan mu"Ucap mama Rasti dengan penuh keyakinan,
Semakin Troy cuek, semakin indah penasaran, semakin Troy menjauh, semakin Indah ingin mendapatkan nya,
Tapi bagaimana dengan rencana mama nya Troy, apakah dia akan berhasil, lalu bagaimana dengan Tania nanti.... Ah...bikin penasaran Thor...sama Author juga heheheheh,
*****
Akhirnya Daniel telah sampai di cabang perusahaan yang terletak di kota Cirebon, dengan segera pun Daniel meninjau sendiri kinerja perusahaan yang ada dalam naungan perusahaan nya,
Setelah selesai Daniel langsung mengirim kan semua data yang telah ia masukkan ke email Arion, sehingga Arion bisa memberikan penilaian sendiri,
Dan begitu seterusnya, sehingga waktu yang biasanya dari Jakarta ke Surabaya memakan waktu 9 jam lebih, kini Daniel harus memakan waktu lebih dari 12jam,
sungguh melelahkan, karena itulah, Daniel melarang siapapun mengganggu nya, kecuali dirinya sendiri yang setiap per setengah jam, selalu mengabari istrinya,
Seperti halnya, saat ia sampai di Cirebon, saat ia sedang makan, saat ia sedang istirahat di sebuah hotel, semuanya Daniel kabarkan ke Wita, agar istrinya itu tidak cemas, .
__ADS_1
Sedangkan Wita yang memang sibuk, dengan beberapa pekerjaan yang Daniel tinggalkan, hanya bisa membalas sekedarnya,
"Baiklah... hati-hati, dan juga jangan telat makan, Ponsel ku aku diam kan, soalnya, para pemegang saham sudah berkumpul,dan aku akan memulai rapat bulanan"
itulah balasan Wita, dari beberapa pesan yang Daniel kirimkan, Daniel hanya menghela nafas,
ia tidak merasa marah,hanya saja ia merasa kasian dengan istrinya, ia sangat tahu, betapa sibuknya akhir bulan ini, apalagi dengan beberapa proyek yang berjalan bersamaan,
"Pak Rudi... apakah anda masih lelah..."Ucap Daniel
"Sudah tidak Tuan...mari kita lanjutkan, sebentar lagi, matahari akan tenggelam,"Ucap pak Rudi seraya melihat jam yang melingkar di tangannya,
*****
"Kenapa Wita tidak ikut...?"Ucap Ara kesal pada suaminya,
"Sayang.... sekarang kan akhir bulan, apalagi Daniel harus kesini sendiri, lalu siapa yang mengutus perusahaan, apalagi sekarang bertepatan rapat bulanan, pasti Wita sangat sibuk hari ini" ucap Arion,
"Itu juga salah mu, kenapa kau memberi tugas begitu banyak pada Daniel, apalagi suruh meninjau cabang perusahaan"Ucap kesal Ara,
"Kenapa...kau kasian pada Daniel?, kau peduli padanya?"Ucap Arion yang merasa cemburu,
"Tentu... kau saja yang keterlaluan"Ucap Ara kesal,
Arion mengusap kasar wajahnya, memang semenjak Ara hamil, ia bawaannya selalu marah pada dirinya, Arion tentu memaklumi nya, apalagi ia dengar dari mamanya, kalau itu adalah bawaan bayinya, tapi kali ini, ia jelas-jelas tidak bisa meninggalkan Ara yang mulai sakit-sakitan, dan menyuruh Daniel yang melakukan, eh malah Ara menyalahkan nya, padahal Arion melakukan itu demi dirinya, demi menjaganya, tapi Arion tetap salah di mata istrinya itu,
Emosi Arion tahan, saat ia melihat Ara menggigit bibirnya, bertanda menahan sakit dalam dirinya, melihat itu, Arion beranjak dari duduknya, dan mendekati Ara yang terus berjalan, memegangi perutnya,
"Apakah sangat sakit....?"
"Iya... sakit sekali..."Ucap Ara yang kini tangannya memegang tubuh Arion, melihat wajah Arion dengan sendu, hilang sudah kekesalan di wajah Ara, yang terlihat hanyalah wajah yang menahan rasa sakit,
"Kita kerumah sakit ya..."Ucap Arion, namun lagi-lagi Ara menolaknya, karena sakitnya sudah tidak terasa lagi,
"Sudah tidak sakit lagi..."Ucap Ara, yang kini berjalan lagi meninggal kan Arion, aneh bin sangat aneh menurut Arion, namun Arin harus extra sabar dan sabar lagi,
......Apakah ini hukuman bagiku, karean dulu pernah mengabaikan istriku, jadi anakku ingin membalas rasa sakit hati ibunya, aiiss.... apa ada hal semacam itu... selalu marah pada suaminya, kesal, dan tidak ingin dekat-dekat dengan suaminya, menurut ku itu hanyalah alasan saja, Arion... kau harus sabar ya... sabar... anakmu lagi mengujimu oke. .. ......
__ADS_1
Begitulah gumaman Arion pada diri nya sendiri