APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 37 Aku Yang Salah


__ADS_3

Sifat tengil Daniel pun akhirnya tersalurkan kembali, keduanya saling melempar umpatan, sehingga saat Daniel tertawa,ia malah merasakan perutnya yang terasa penuh, hingga ia merasa mual,


"Kau jangan bercanda deh nil" Ucap Arion yang melihat wajah pucat Daniel,


"Daniel kamu tidak apa-apa kan....?"


"Aku ke belakang dulu ya, perut ku terasa mual banget"Ucap Daniel seraya berjalan ke belakang, namun Arion terus mengikuti nya, sehingga ia melihat sendiri, kalau Daniel benar-benar muntah, Dengan tulus Arion memijit tengkuk Daniel, sehingga Daniel merasa baikan,


"Kualat kan...makanya jadi orang jangan suka ngledekin orang, kena karma kan..?"Ucap Arion yang terus memijit tengkuk leher Daniel,


"Sialan kamu"umpat Daniel seraya meminum air putih yang ada di dekatnya,


"Sebaiknya kau istirahat, biar besok lebih enak kan..., sepertinya kau masuk angin"Ucap Arion, seraya membawa Daniel menuju ke kamar nya,


"Apakah Ara tidak bangun...dia tidak tahu apa kalau aku datang"Ucap Daniel,


"Kenapa... kau berharap dia yang melayani mu, enak saja kau, "Ucap kesal Arion,


"Ye elah Ar...setidaknya Ara ngucapin Selamat datang Daniel yang Caem.. kan enak biar aku gak ngantuk"


"Cih... udah sana masuk, mau aku kunci dari depan ni pintu"Ucap Arion seraya mendorong Daniel masuk kedalam kamar yang sudah di sediakan,


"cih dasar... baiklah, aku istirahat duku, dan kau nikmati malam mu dengan di temani bidadari nyamuk"Ucap Daniel saat pintu sudah mulai tertutup, namun masih terdengar beberapa umpatan yang keluar dari mulut Arion,


*****


"Sayang... sudah... ini udah kesiangan"Ucap Tania yang masih dalam dekapan suaminya, menikmati olahraga pagi, yang membuat suaminya itu lupa akan waktu,


Tidak ada sahutan dari Troy, yang ada hanyalah suara dentuman antara dirinya dan istrinya,


Sepuluh menit berlalu, Akhirnya,Troy mengakhiri senam paginya, dengan peluh yang bercucuran, tidak lupa ia mengusap peluh yang ada di kening istrinya, seraya berkata

__ADS_1


"Thank you so much" ucap Troy, Tania yang masih terlihat mengatur nafasnya, hanya bisa tersenyum


*****


"Aku akan datang ke hotel setelah aku datang dari pertemuan dengan pak Imran"ucap Troy seraya memasang kancing bajunya, sedangkan Tania menyisir rambutnya,


"Baiklah..."


"Kau benar-benar ingin melakukan itu?"tanya Troy mengulang pertanyaan semalam,


saat Tania berkata, Kalau ia ingin tahu cara bekerja karyawan nya,


"Yakin... "ucap Tania tersenyum dari balik kaca,


"Baiklah, aku akan mengabari Revi kalau nyonya Troy akan hadir"Ucap Troy yang kini sudah memegang ke dua bahu Tania dari belakang, menatap mata istri nya lewat pantulan cermin di hadapan nya, Tania yang masih terduduk, hanya bisa menggenggam tangan Troy,


"Baiklah, kau berangkatlah... hati-hati, "Ucap Tania seraya mencium bibir Troy sekilas, seperti kebiasaan nya, Troy tersenyum seraya menyentuh pucuk kepala Tania, langkah kaki nya pun semakin terlihat jauh di mata Tania, dengan segera Tania juga mengambil tas nya, namun saat ia mau mengunci pintu apartemen nya, Ada suara yang mengagetkan nya,


"Kau dengar dari siapa in...?"Tanya Tania yang sudah tahu pemilik suara itu,


"Aku dengar dari pak satpam depan, kakak baik-baik saja kan... dan aku dengar suami kakak marah besar pada pemilik pohon yang kakak tabrak" ujar indah yang membuat Tania kembali teringat tingkah Troy, benar saja, Troy menyuruh pak satpam untuk menghubungi pemilik pohon yang ia tabrak, dan memarahi nya, padahal yang salah sudah jelas istrinya, namun tetap saja, cintanya membuatnya buta,


..."Kenapa kau menanam pohon disana, dan sampai sebesar itu pula, kalau misal tidak ada pohon mu, pasti istriku tidak akan kecelakaan"...


Begitulah umpatan Troy pada pemilik pohon itu yang membuat Tania menahan malu, karena pemilik pohon selalu melihatnya dengan isyarat seoalah matanya berkata,


..."Kenapa malah aku yang di salahkan nona"...


Mungkin itulah arti dari isyarat matanya,


"Wah kak, aku juga mau dong punya suami kayak gitu, jelas-jelas kakak yang nabrak tapi malah yang lain yang disalahkan"cerocos Indah pada Tania, sedangkan Tania masih berada dalam fase dimana ingatan nya ada pada kejadian itu,

__ADS_1


"Aih... Indah malah aku tidak ingin di berikan Cinta seperti itu, terlalu berlebihan, hihihi" ucap Tania diiringi dengan tawa nya,


"Isss.... bilang saja kakak tidak mau suami kakak aku lirik,iya kan...?" Ucap Indah seraya menyenggol lengan Tania dengan candaannya,


"mana ada seperti itu..., Baiklah kau mau kemana?" tanya Tania,


"Aku mau ke perusahaan kak, mau mengundurkan diri"ucap indah


"Loh kenapa emangnya?"


"Karena sebentar lagi, aku akan menjadi istrinya seoarang CEO, Presdir, atau apalah kata yang menggambarkan tentang pemimpin"Ucap Indah dengan penuh bangga nya, membuat Tania menggeleng kan kepalanya,


"Masih calon kan....? bukan sudah menjadi istri nya"Ucap Tania Seraya melangkah kan kakinya dengan diikuti oleh indah,


"Tapi indah sudah yakin kak, soalnya Indah sudah mengantongi Restu dari sang mama mertua"Ucap Indah dengan bangga, membuat langkah kaki Tania terhenti,


"Wah...aku ucapin selamat ya... Sudah pasti akan terjadi jika restu sang mama sudah bersama mu, semangat... "Ucap Tania dengan tulus namun ada rasa iri dalam hatinya,


"Kak Tania kenapa, kok wajahnya sudah berubah sedih gitu?"Tanya indah yang menyadari raut wajah Tania,


"Ah..tidak apa-apa"Ucap Tania berbohong,


"Kak Tania tidak asyik ah... main rahasia-rahasiaan sama aku"Ucap Indah dengan wajah cemberut nya,


"Bukan begitu, hanya saja, aku iri padamu, kau belum menjadi istrinya sudah mendapatkan restu dari calon mertuamu, sedangkan aku.... sampai sekarang pun belum juga di restui"Ucap sedih Tania, yang berhasil membuat Indah terkejut,


"Benarkah... kok bisa begitu kak... mama mertua Kakak buta atau bagaimana kak, kakak sudah cantik, baik, lembut, sudah pasti suami kakak sangat mencintai kakak, tapi dia tidak merestui hubungan kakak, dengan anaknya, mau menantu bagaimana lagi dia nya,ngak bersyukur banget deh" cerocos indah dengan penuh kekesalan, karena bagi Indah, Tania adalah sosok wanita yang sempurna tanpa ia tahu masa lalu Tania,


"Beliau tidak salah, aku yang salah disini, Karena kesalahan ku memang tidak bisa di maafkan...karena kesalahan ku yang mengambil anaknya dari nya, apalagi suami ku adalah anak kesayangan nya"ucap Tania dengan sedih namun bibir tetap tersenyum,


"Aiss... tuh kakak masih membela mertua gesrek itu, amit-amit semoga aku di jauhkan dengan mertua macam itu"ucap indah penuh dengan emosi,

__ADS_1


Sedangkan Tania hanya bisa tersenyum dengan pandangan kosong, ia menatap arah depan dengan mata yang mengembun, namun dengan cepat Tania menghapusnya.


__ADS_2